Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

141599671 peran-guru-dalam-implementasi-kurikulum-2013

2,077 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

141599671 peran-guru-dalam-implementasi-kurikulum-2013

  1. 1. Peran Guru pada Implementasi KURIKULUM 2013 A KURIKULUM 2013 B KONDISI GURU KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 1 C PERAN GURU PADA IMPLEMENTASI KURKULUM
  2. 2. A Kurikulum 2013 2
  3. 3. DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAAN • Perrenialism • Essentialism • Progressivism • Reconstructionism FILOSOFI KURIKULUM 2013 : UU Sisdiknas Pasal 1 Butir 1 dan 2 : Hakikat Pendidikan : peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kompetensi yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM DIKEMBANGKAN BERDASARKAN ASPEK RELEVANSI (Pasal 38 UU Sisdiknas) KURIKULUM 2013 (KBK): Penyempurnaan Standar : KOMPETENSI LULUSAN, ISI, PROSES, dan PENILAIAN EVALUASI KURIKULUM: • Penetapan Konteks dan NO STANDAR URAIAN 1. KOMPETENSI LULUSAN Dikembangkan sesuai tuntutan kekinian Indonesia dan masa depan sesuai kebutuhan. 2. ISI Diurai atas kecukupan dan kesesuaian dengan kompetensi. 3. PROSES Dirancang berbasis kompetensi dengan pendekatan scientific 4. PENILAIAN Berbasis proses dan output dengan teknik tes dan non tes (portfolio). Tujuan • Pemilihan Model • Pelaksanaan • Revisi Kurikulum TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM : UU Sisdiknas • Pasal 4 : azas, prinsip, sistem, proses, budaya, pola, dan pengendalian mutu. • Pasal 3 : fungsi (mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa) Teori berbasis Kecakapan pekerjaan organisasi isi dan kompetensi sebagai pribadi yang dewasa  kepemilikan sikap, keterampilan, pengetahuan secara holistik, atau formal, valuasional dan praksiologi. RPJMN 2010-2014 SEKTOR PENDIDIKAN • Perubahan metodologi pembelajaran • Penataan kurikulum INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 • Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa 3 2
  4. 4. Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka 41.20 43.55 45.93 38.34 30.57 20.01 10.75 1.58 5.43 0.28 90+ 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 20-29 10-19 0-9 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 Kelompok umur Jumlah Penduduk (juta) Generasi 100 thn Merdeka (Usia pada tahun 2045) Struktur Penduduk Indonesia Tahun 2010 Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Psl 3 UU 20) 45-54 tahun 35-44 tahun Periode Bonus Demografi 2010-2035 Pendidikan Menengah Universal Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikan karakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Paudisasi Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikan karakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Strategi Pembangunan Pendidikan Generasi yang secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara serta dunia secara global. Generasi yang cerdas komprehensif: a.l produktif, inovatif, damai dlm interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul 90+ Perempuan Laki-laki 19.0 20.7 21.3 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 20-29 10-19 Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011 0.1 0.7 2.4 0.2 0.9 3.1 Sasaran Kelompok Strategis 19.3 20.5 22.3 23.6 15.4 10.3 5.2 22.3 15.2 9.7 5.6 30 20 10 0 10 20 30 0-9 4 1
  5. 5. Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS Domain Topics Number 1. Computing, estimating, or approximating with whole numbers 2. Concepts of fractions and computing with fractions 3. Concepts of decimals and computing with decimals 4. Representing, comparing, ordering, and computing with integers 5. Problem solving involving percents and proportions Algebra 1. Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences 2. Simplifying and evaluating algebraic expressions 3. Simple linear equations and inequalities 4. Simultaneous (two variables equations) 5. Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equations Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII Geometry 1. Geometric properties of angles and geometric shapes 2. Congruent figures and similar triangles 3. Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent. 4. Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas, surface areas, and volumes 5. Points on the Cartesian plane 6. Translation, reflection, and rotation Data & Chances 1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs 2. Interpreting data sets 3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomes Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 5 3
  6. 6. Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS Domain Topics Biology 1. Major organs and organ systems in humans and other organisms 2. Cells and their functions, including respiration and photosynthesis as cellular process 3. Reproduction and heredity 4. Role of variation & adaptation in survival/extinction of species in a changing environ. 5. Interdependence of populations of organisms in an ecosystem 6. Reasons for increase in world’s human population and its effects on the environment 7. Human health (infection, prevention, immunity) and the importance of diet & exercise Chemistry 1. Classification, composition, and particulate structure of matter (inside atom) 2. Solutions (solvent, solute, concentration/dilution, effect of temperature on solubility) 3. Properties and uses of common acids and bases 4. Chemical change (transformation, conservation, oxidation) Physics 1. Physical states and changes in matter 2. Energy forms, transformations, heat, and temperature 3. Basic properties/behaviors of light and sound 4. Electric circuits and properties and uses of permanent magnets and electromagnets 5. Forces and motion (forces, basic description of motion, effects of density & pressure) Earth Science 1. Earth’s structure and physical features 2. Earth’s processes, cycles, and history 3. Earth’s resources, their use, and conservation 4. Earth in the solar system and the universe Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII Ada beberapa topik yang sebenarnya diajarkan di kelas IX, sehingga belum semua diajarkan pada siswa SMP Kelas VIII yang mengikuti TIMSS 6
  7. 7. Tingkat Kesulitan Pelajaran PPKN KTSP 2006 Kelas IV PPKN KTSP 2006 Kelas V • Menggambarkan struktur organisasi kabupaten, kota, dan provinsi • Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK • Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri • Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional • Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya • Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya • Memberikan contoh peraturan perundang- undangan tingkat pusat dan daerah, seperti pajak, anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok • Mendeskripsikan pengertian organisasi, contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat • Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah • Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama • Mematuhi keputusan bersama Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD 7 6
  8. 8. Tingkat Kesulitan Pelajaran IPA KELAS IV Semester 1  Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya  Menerapkan cara memelihara kesehatan kerangka tubuh  Mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indera dengan fungsinya hubungan struktur dengan fungsi terlalu tinggi  Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indera  Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4) 8
  9. 9. Tingkat Kesulitan Pelajaran IPA KELAS IV Semester 1  Mengidentifikasi jenis makanan hewan (KD ini terlalu sempit, perlu digabung dengan KD di bawahnya)  Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya (KD ini terlalu sempit perlu digabung dengan KD di atasnya)  Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar, misalnya kecoa, nyamuk, kupukupu, kucing  Menunjukkan kepedulian terhadap hewan peliharaan, misalnya kucing, ayam, ikan  Mengidentifikasi beberapa jenis hubungan khas (simbiosis) dan hubungan “makan dan dimakan” antar makhluk hidup (rantai makanan) konsep simbiosis terlalu tinggi  Mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya  Mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu  Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair->adat->cair; cair->gas->cair; padat->gas  Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya 9
  10. 10. PT SMA/K SMP SD Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960). 10 5
  11. 11. SKL KOMPETENSI INTI SIKAP DAN PERILAKU: Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 1. Beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun), rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal 2. Toleransi, gotong royong, kerjasama, dan musyawarah 3. Pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik, dan cinta perdamaian KETERAMPILAN: Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Mencipta 1. Membaca, menulis, menghitung, menggambar, mengarang 2. Menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat, mencipta PENGETAHUAN: Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi 1. Ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya 2. Manusia, bangsa, negara, tanah air, dan dunia STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINCI 11
  12. 12. TINGKATAN KEMAMPUAN Ranah Psikomotor (HARROW) NATURALIZATION Spontan dan otomatis ARTICULATION Akurat Dan Cepat PRECISION Lancar Dan Tepat MANIPULATION Tanpa Contoh Visual Dapat Meniru IMITATION Meniru Dengan Contoh TINGKATAN KEMAMPUAN RANAH AFEKTIF ( Sikap dan Nilai ) (KRATHWOHL) CHARACTERIZATION Menjadikan Pola Hidup ORGANIZATION Mengatur Diri VALUING Menghargai RESPONDING RECEIVING Menanggapi Menerima 12
  13. 13. DEFINITIONS OF ANDERSON'S REVISED TAXONOMY Definition Verbs Remembering: can the student recall or remember the information? Define, duplicate, list, memorize, recall, repeat, reproduce, state Understanding: can the student explain ideas or concepts? Classify, describe, discuss, explain, identify, locate, recognize, report, select, translate, paraphrase Applying: can the student use the information in a new way? Choose, demonstrate, dramatize, employ, illustrate, interpret, operate, schedule, sketch, solve, use, write Analysing: can the student distinguish between the different parts? Appraise, compare, contrast, criticize, differentiate, discriminate, distinguish, examine, experiment, question, test Evaluating: can the student justify a stand or decision? Appraise, argue, defend, judge, select, support, value, evaluate Creating: can the student create new product or point of view? Assemble, construct, create, design, develop, formulate, write 13
  14. 14. Peta Kompleksitas Kurikulum : 14 DESAIN KURIKULUM • Pendekatan yang digunakan : KBK versus Non KBK , Kompetensi tidak diturunkan dari Mapel tetapi sebaliknya • Keutuhan Kompetensi : SKL dan Kompetensi Inti , seluruh Mapel harus tunduk pada kompetensi bukan sebaliknya • Manajemen : tanggung jawab pemerintah pusat, daerah dan guru serta ketersediaan buku siswa dan guru, guru harus fokus pada kualitas proses dan substansi, bukan hal-hal yang administratif IMPLEMENTASI KURIKULUM • Kualitas Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian : RPP dan seluruh pendukungnya. • Kesiapan Guru • Kesesuaian antara perenvanaan dan pelaksanaan pembelajaran • Pendekatan, metoda dan teknik • Motivasi, ketercapaian kompetensi siswa dan kreativitas siswa SISTEM PENJAMINAN MUTU • Ketersediaan instrumen, borang dan pendukung lainnya • Kualitas Pelaksanaan Supervisi, Observasi, Refleksi dan Tindak Lanjut 7
  15. 15. Sekilas Tentang TIMSS dan PIRLS • TIMSS [Trends in International Mathematics and Science Studies] dan PIRLS [Progress in International Reading and Literature Studies] diselenggarakan International Study Center, Lynch School of Education, Boston College, AS • TIMSS diselenggarakan pada bulan April dan Oktober 2011. Indonesia hanya ikut untuk yang siswa SMP Kelas VIII saja pada April 2011. Diikuti oleh 600.000 siswa dari 63 negara termasuk 14 acuan [benchmark], walaupun yang di rangking hanya 42 Negara. Sebelumnya diselenggarakan pada Tahun 2007 • PIRLS diselenggarakan pada saat yang sama. Indonesia mengikuti PIRLS untuk siswa SD Kelas IV saja. Sebelumnya diselenggarakan pada Tahun 2006 15 8
  16. 16. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Refleksi dari Hasil PISA 2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% Matematika 20% IPA 10% 0% Level 6 Level 5 Level 4 Level 3 Level 2 Level 1 Below Level 1 100% Level 6 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Level 5 Level 4 Level 3 Level 2 Level 1b Level 1a Hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai pelajaran sampai level 3 saja, sementara negara lain banyak yang sampai level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman  penyesuaian kurikulum Bahasa 16
  17. 17. Results of Mathematics (8th Grade) 2007 2011 Very Low Low Intermediate High Advance 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Singapore Korea, Rep. of Japan Turkey Malaysia Thailand Iran Saudi Arabia Morocco Indonesia Very Low Low Intermediate High Advance 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Korea, Rep. of Singapore Japan Turkey Thailand Malaysia Iran Indonesia Morocco Saudi Arabia Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 17
  18. 18. Very Low Low Intermediate High Advance 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Singapore Chinese Taipei Japan Korea, Rep. of Malaysia Thailand Turkey Iran Indonesia Morocco Saudi Arabia Very Low Low Intermediate High Advance 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Singapore Chinese Taipei Korea, Rep. of Japan Turkey Iran Malaysia Thailand Saudi Arabia Indonesia Morocco Results of Science(8th Grade) 2007 2011 Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 18
  19. 19. Results of Reading (4th Grade) 2006 2011 Very Low Low Intermediate High Advance 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Singapore Chinese Taipei Iran Saudi Arabia Indonesia Morocco Very Low Low Intermediate High Advance 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Singapore Chinese Taipei Iran Indonesia Morocco Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 19
  20. 20. PISA Released Test (Math Literacy) Pendidikan Sains dan Matematika ~ @iwanpranoto 20
  21. 21. 4 6 Keliling persegi panjang ini = .... 1. -Hanya ada satu jawaban -Hafalan rumus -Mekanistis -Tidak terlihat prosesnya -Kebenaran dilihat dari jawaban -Pemahaman hanya biner, bukan spektrum 4 6 Hitung keliling persegi panjang ini dengan jawaban terstruktur 2. -Banyak cara menjawab -Algoritmis -Terlihat prosesnya -Kebenaran dilihat dari cara berfikirnya, bukan jawabannya -Dapat diukur spektrum pemahamannya 1. Diketahui: -panjang = 6 -Lebar = 4 2. Ditanya: -Keliling 3. Rumus yang digunakan: - Keliling = (panjang + lebar) x 2 4. Penyelesaian: Keliling = (6 + 4 ) x 2 = 10 x 2 = 20 5. Jawab: 20 21
  22. 22. 3. 20 a. Persegi panjang yang dapat dibentuk dari kawat ini adalah.... -Banyak jawaban -Paham konsep persegi panjang -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh b. Bandingkan luas persegi panjang yang dibuat dan cari yang luasnya terbesar dan yang bentuknya beda tetapi luasnya sama -Banyak jawaban -Paham konsep luas -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh -Mengamati perilaku  observation based learning -Mencoba -Menyimpulkan  discovery learning c. Apa bisa dipakai membuat ini -Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap -Menalar / asosiasi -Menyimpulkan  discovery learning 6 4 d. Apa bisa dipakai membuat ini -Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap -Menalar / asosiasi -Menyimpulkan 6 4 22
  23. 23. 4. Paman memiliki kebun di belakang rumahnya. Denahnya memperlihatkan bahwa kebun tersebut melintang dari utara ke selatan sepanjang 6 meter dan membujur dari timur ke barat sepanjang 4 meter. Paman akan memasang tiga lapis kawat mengelilingi kebun tersebut untuk menjaga agar tanamannya tidak terinjak-injak. Cari panjang kawat yang harus disiapkan paman dengan jawaban terstruktur. -Memahami banyak konsep: bahasa, geografi, matematika -Pembelajaran terintegrasi -Penerapan pada permasalahan faktual -Melatih berfikir jernih/clarity -Mampu merumuskan masalah -Mampu membayangkan, menggambarkan dan menyajikan 23
  24. 24. Model Soal TIMSS TIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya menjadi empat katagori: – Low mengukur kemampuan sampai level knowing – Intermediate mengukur kemampuan sampai level applying – High mengukur kemampuan sampai level reasoning – Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information 24
  25. 25. Percentage of Eight Grade Students Taught The TIMSS Science Topics All Science (20 Topics) Source: TIMSS 2011 International Science Report. Biology (7 Topics) Chemistry (4 Topics) Physics (5 Topics) Earth Science (4 Topics) Iran 91 82 98 98 91 Turkey 89 93 99 97 63 Saudi Arabia 88 86 91 85 92 Thailand 74 69 92 67 72 Chinese Taipei 68 92 98 59 5 Indonesia 67 73 82 79 27 Singapore 65 63 80 83 31 Malaysia 63 61 80 72 38 Morocco 57 56 59 55 62 Japan 57 35 86 76 41 Korea, Rep.Of 54 38 42 79 64 Walaupun hampir semua materi IPA ada pada kurikulum, tetapi tidak semua memperoleh pelajaran tersebut. Menunjukkan banyak materi kurikulum yang tidak diajarkan . Hal ini sangat mungkin terkait dengan kemampuan profesi guru, mengajarkan apa yang mereka pahami, dan melompati yang mereka merasa kurang paham 25
  26. 26. Percentage Of Eight Grade StudentsTaught The TIMSS Mathematics Topics All Mathematics (19 Topics) Source: TIMSS 2011 International Mathematics Report. Number (5 Topics) Algebra (5 Topics) Geometry (6 Topics) Data and Chance (3 Topics) Turkey 94 100 92 89 98 Korea, Rep.Of 92 100 91 92 81 Saudi Arabia 92 99 85 93 88 Japan 91 99 92 93 75 Singapore 88 99 94 75 83 Malaysia 84 98 73 93 63 Iran 80 100 74 81 58 Chinese Taipei 79 99 97 84 4 Thailand 77 98 62 80 65 Indonesia 69 97 84 61 12 Morocco 62 97 61 46 35 Mengingat tidak semua materi matematika TIMSS terdapat pada kurikulum, sehingga wajar apabila persentase siswa yang telah diajar materi TIMSS adalah rendah 26
  27. 27. Perbandingan Kurikulum IPA SD Kelas IV dan Materi TIMSS Domain Topics Life Science 1. Major body structures and their functions in humans and other organisms 2. Life cycles and reproduction in plants and animals 3. Physical features, behavior, and survival of organisms living in different environments 4. Relationships in a given community (simple food chains, predator-prey relationships) 5. Changes in environments (effects of human activity, pollution and its prevention) 6. Human health (transmission/prevention diseases, signs of health/illness, diet, exercise) Physical Science 1. States of matter, differences in their physical properties, including changes in state 2. Classification of objects/materials based on physical properties 3. Forming and separating mixtures 4. Familiar changes in materials (e.g., decaying, burning, rusting, cooking) 5. Common energy sources/forms and their practical uses (Sun, electricity, water, wind) 6. Light (e.g., sources, behavior) 7. Electrical circuits and properties of magnets 8. Forces that cause objects to move (e.g., gravity, push/pull forces) Earth Science 1. Water on Earth (location, types, and movement) and air (composition, existence, uses) 2. Common features of Earth’s landscape and relationship to human use 3. Weather conditions from day to day or over the seasons 4. Fossils of animals and plants (age, location, formation) 5. Earth’s solar system (planets, Sun, moon) 6. Day, night, and shadows due to Earth’s rotation and its relationship to the Sun Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 27
  28. 28. Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSS Domain Topics Number 1. Concepts of whole numbers, including place value and ordering 2. Adding, subtracting, multiplying, and/or dividing with whole numbers 3. Concepts of fractions 4. Adding and subtracting with fractions 5. Concepts of decimals, including place value and ordering 6. Adding and subtracting with decimals 7. Number sentences 8. Number patterns Geometry Shapes and Measu-rement Merah: Belum Diajarkan di Kelas IV 1. Lines: measuring, estimating length of; parallel and perpendicular lines 2. Comparing and drawing angles 3. Using informal coordinate systems to locate points in a plane 4. Elementary properties of common geometric shapes 5. Reflections and rotations 6. Relationships between two-dimensional and three-dimensional shapes 7. Finding and estimating areas, perimeters, and volumes Data Display 1. Reading data from tables, pictographs, bar graphs, or pie charts 2. Drawing conclusions from data displays 3. Displaying data using tables, pictographs, and bar graphs Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 28
  29. 29. PPKN SD-MI Bahasa Indonesia SD-MI Matematika SD-MI IPA SD-MI IPS SD-MI  Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa  Memberikan contoh dan menerapkan hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah  Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah  Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah  Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya  Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah  Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah  Membedakan berbagai bunyi bahasa  Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana  Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita  Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun  Menyapa orang lain dengan menggunakan kalimat sapaan yang tepat dan bahasa yang santun  Mendeskipsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana  Mendeklamasikan puisi anak dengan lafal dan intonasi yang sesuai  Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat  Membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat  Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf  Menebalkan berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf  Membilang dan mengurutkan banyak benda  penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20  Menentukan waktu (pagi, siang, malam), hari, dan jam ( bulat)  Menentukan lama suatu kejadian berlangsung  Mengenal panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari (pendek, panjang) dan membandingkannya  Mengelompokkan berbagai bangun ruang sederhana  Menentukan urutan benda-benda ruang yang sejenis menurut besarnya  Membilang dan mengurutkan banyak benda  Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan  Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka  Menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan  Membandingkan berat benda (ringan, berat)  Mengenal dan mengelompokkan bangun datar  bagian tubuh dan kegunaannya serta cara perawatannya  kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan, air, pakaian, udara, lingkungan sehat)  Membiasakan hidup sehat  menjaga lingkungan agar tetap sehat  lingkungan sehat dan tidak sehat  merawat tanaman, hewan peliharaan dan lingkungan sekitar  benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatan  benda yang dapat diubah bentuknya  kegunaan benda di lingkungan sekitar  Membedakan gerak benda yang mudah dan sulit bergerak melalui percobaan  Mengidentifikasi penyebab benda bergerak (batere, per/pegas, dorongan tangan, dan magnet)  Mengenal berbagai benda langit melalui pengamatan  Mengenal keadaan cuaca di sekitar kita  Membedakan pengaruh musim kemarau dengan musim hujan terhadap kegiatan manusia (Berapa banyak yang dapat ditampung oleh kemampuan anak normal SD Kelas I?)  identitas diri, keluarga, dan kerabat  pengalaman diri  kasih sayang antar anggota keluarga  hidup rukun dalam kemajemukan keluarga  peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan keluarga  letak rumah  lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah Banyak yang mirip antar mapel 29 9 Tumpang Tindih KD antar Mapel :
  30. 30. Buku IPS Kelas I Halaman 1 Diasumsikan anak sudah lancar membaca pada saat masuk Kelas I SD 31
  31. 31. Buku IPS Kelas I Halaman 3 Masuk SD harus sudah lancar menuli s 32
  32. 32. Buku IPA Kelas I Halaman 1 33
  33. 33. Buku IPA Kelas I Halaman 2 Materi ini juga muncul di Bahasa Indonesia Pada saat masuk SD Kleas I siswa sudah dianggap lancar membaca 34
  34. 34. Buku IPA Kelas I Halaman 3 35
  35. 35. Buku Bhs Indonesia Kelas I, Halaman 5 Sama Dengan IPS 36
  36. 36. Pada saat masuk Kelas I SD sudah harus Lancar menulis 37
  37. 37. Buku Bhs Indonesia Kelas I, Halaman 7 Langsung dapat membaca teks terdiri dari 8 kalimat, puluhan kata
  38. 38. Buku PPKN Kelas I Halaman 1 Buku PPKN Kelas I Halaman 2 Mirip dengan IPS dan Bhs Indonesia 39
  39. 39. Pendekatan Dalam Penyusunan SKL Pada KBK 2004 dan KTSP 2006 Standar Isi 40 Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel .... .... .... Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan Pendidikan 10 SK-KD: Standar Kompetensi (Strand/Bidang) dan Kompetensi Dasar
  40. 40. http://www.scotland.gov.uk/Publications/2004/11/20178/45862 41 11
  41. 41. Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum No KBK 2004 KTSP 2006 Kurikulum 2013 1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan 2 Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran 3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan, 4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai 5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas) 42 12
  42. 42. UU No. 20 Th. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38 (KTSP) (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan Pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Penjelasan Bagian Umum (KBK) Strategi pembangunan pendidikan nasional dalam undang-undang ini meliputi: ....., 2. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi,.....; Penjelasan Pasal 35 (Lingkup Kompetensi) Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. 43 13 Ketentuan Tentang Kurikulum
  43. 43. KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan] Semua Jenjang Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Semua Jenjang Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel lain Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap dan keterampilan berbahasa} SD Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Semua Jenjang Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum] Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated curriculum] SD Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya SD Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 44 14
  44. 44. KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket Tematik untuk kelas I – III [belum integratif] Tematik Integratif untuk Kelas I – VI SD TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain SMP Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge SMP/ SMA/SMK Untuk SMA, ada penjurusan sejak kelas XI Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat SMA/SMK SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap. SMA/SMK Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi], didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman SMA/SMK Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 45 15
  45. 45. Dilema Kurikulum Kurikulum Yang Dirumuskan Kurikulum Yang Dituliskan (Global) Kurikulum Yang Dituliskan (Rinci) Kurikulum Yang Dibukukan Kurikulum Yang Diajarkan Kurikulum Yang Diserap Peran Pemerintah Peran Guru/Satdik KTSP 2006 Peran Pemerintah Peran Guru/ Satdik Kurikulum 2013 Peran Pemerintah Peran Guru/Satdik 16 KBK 2004 Penyimpangan Penyimpangan Penyimpangan Penyimpangan Penyimpangan Catatan: Penyimpangan dapat bernilai positif atau negatif tergantung pelakunya 46
  46. 46. Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL SK - KD MAPEL) STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) PEDOMAN SILABUS STANDAR PROSES RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR PENILAIAN BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN 17 Oleh Satuan Pendidikan/Guru 47
  47. 47. Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL SK MAPEL  KD MAPEL) STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PEDOMAN SILABUS STANDAR PROSES RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR PENILAIAN BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN 18 Oleh Satuan Pendidikan/Guru 48
  48. 48. Realisasi Penyusunan KTSP 2006 dan Peran Satuan Pendidikan SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN Kurikulum ? Kurikulum 1994 Kurikulum 2004 Kurikulum 2006 Buku Teks ? Buku Teks 1994 Buku Teks 2004 Buku Teks 2006 Pemilihan Buku oleh Satuan Pendidikan/Guru 19 Oleh Satuan Pendidikan/Guru Kurikulum ? : Kurikulum yang dikembangkan sendiri oleh sekolah, termasuk adopsi kurikulum luar negeri 49
  49. 49. Kerah Lengan Kiri Muka Kiri Saku Lengan Kanan Muka Kanan Belakang 50
  50. 50. Kemeja Lengan Panjang Warna Biru Ukuran M (Bahu: 38 cm; Dada: 92 cm; Pinggang 86 cm; Panjang 83 cm; Lengan 58 cm) 58 cm 38 cm 83 cm 92 cm 86 cm Lengan Kiri Muka Kiri Belakang Muka Kanan Lengan Kanan saku kerah 51
  51. 51. Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM KI KELAS & KD MAPEL (STANDAR ISI) STANDAR PROSES STANDAR PENILAIAN SILABUS PEMBELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) PANDUAN GURU BUKU TEKS SISWA 30 Oleh Satuan Pendidikan /Guru 52
  52. 52. Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL) STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PEDOMAN SILABUS STANDAR PROSES RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR PENILAIAN BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN Oleh Satuan Pendidikan Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL) STANDAR KOMPETENSI Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 LULUSAN PEDOMAN SILABUS KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM KI KELAS & KD MAPEL (STANDAR ISI) STANDAR PROSES STANDAR PENILAIAN SILABUS PEMBELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) PANDUAN GURU BUKU TEKS SISWA Oleh Satuan Pendidikan STANDAR PROSES RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR PENILAIAN BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN Oleh Satuan Pendidikan 53 20
  53. 53. Pembagian peran Pemerintah dan Satuan Pendidikan/Guru dalam Kurikulum dan EfektivitasWaktu Pembelajaran Peran Pemerintah Peran Guru/Satdik Efektivitas waktu pembelajaran KBK 2004 Kurikulum 2013 KTSP 2006 Alokasi waktu persiapan silabus dan review buku Efektivitas waktu pembelajaran Alokasi waktu guru untuk persiapan silabus dan review buku ajar ... Kurikulum 2013 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru/satuan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran ..... 54 21
  54. 54. B Kondisi Guru 55
  55. 55. Jumlah Guru Per Jenjang 11 JENJANG JUMLAH 3.61 STATUS SEKOLAH 79.78 92.25 30.49 75.17 56.86 SMK SMA SLB SMP SD TK SULBAR IRJABAR KEPRI GORONTALO BABEL BANTEN MALUT BENGKULU PAPUA N T T N T B BALI MALUKU SULTRA SULSEL SULTENG SULUT KALTIM KALSEL KALTENG KALBAR LAMPUNG SUMSEL JAMBI RIAU SUMBAR SUMUT N A D JATIM YOGYA JATENG JABAR DKI Negeri swasta 0% 20% 40% 60% 80% 100% TK SD SMP SLB SMA SMK NEGERI SWASTA TK 9,924 265,175 275,099 SD 1,430,127 120,149 1,550,276 SMP 409,942 103,889 513,831 SLB 3,074 7,009 10,083 SMA 177,330 58,578 235,908 SMK 90,515 68,667 159,182 JUMLAH 2,120,912 623,467 2,744,379 56
  56. 56. Jumlah Guru Per Kualifikasi 2 JENJANG JUMLAH 4.18 2.80 13.26 20.63 31.86 7.55 SMK SMA SLB SMP SD TK KUALIFIKASI <S1 >=S1 68.71 65.05 54.79 54.69 52.51 51.63 51.24 50.89 50.89 50.16 49.89 47.99 47.09 46.41 44.03 43.93 43.73 43.60 43.25 42.59 39.83 39.72 36.76 34.40 31.63 31.48 29.03 26.92 26.39 25.64 21.15 38.95 58.46 0% 20% 40% 60% 80% 100% N T T MALUKU MALUT KALBAR PAPUA JAMBI BABEL SULTENG SULTRA SULUT IRJABAR N A D LAMPUNG GORONTALO SUMSEL KALSEL KALTENG SULBAR KEPRI RIAU SUMUT KALTIM SUMBAR N T B BENGKULU JATENG SULSEL BANTEN JABAR YOGYA JATIM BALI DKI <S1 ≥ S1 <S1 >=S1 TK 196,112 78,987 275,099 SD 729,281 820,995 1,550,276 SMP 79,434 434,397 513,831 SLB 2,856 7,227 10,083 SMA 13,048 222,860 235,908 SMK 13,349 145,833 159,182 JUMLAH 1,034,080 1,710,299 2,744,379 57
  57. 57. 10,423 10,364 9,728 8,661 8,019 8,009 7,560 7,155 6,918 6,331 5,198 4,437 3,806 3,522 3,352 3,273 2,832 2,675 2,619 2,325 1,788 1,635 1,454 1,320 1,288 1,267 1,226 757 5,384 23,802 42,459 40,394 35,831 DISTRIBUSI PESERTA PROVINSI PAPUA BARAT 0 10000 20000 30000 40000 50000 JAWA TIMUR JAWA BARAT JAWA TENGAH SUMATERA UTARA SULAWESI SELATAN BANTEN DKI JAKARTA NANGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA SELATAN SUMATERA BARAT LAMPUNG RIAU BALI NUSA TENGGARA BARAT KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH JAMBI KALIMANTAN SELATAN DI YOGYAKARTA BENGKULU SULAWESI TENGAH SULAWESI UTARA NUSA TENGGARA TIMUR SULAWESI TENGGARA PAPUA KEPULAUAN RIAU MALUKU BANGKA BELITUNG MALUKU UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT PAPUA BARAT Distribusi Peserta UKA 2012 Jumlah Peserta Peserta Menurut Kualifkasi Pendidikan D2 34.614 12.5% Peserta Menurut Tempat Bertugas Peserta Menurut Provinsi D1 2.697 1.0% D3 3.906 1.4% S1 211.858 76.8% S2 3.453 1.3% S3 9 0.0% SMA 19.039 6.9% SMP 195 0.1% PENGAWAS 606 0.2% SD 164.539 59.7% SMP 51.238 18.6% SLB 2.446 0.9% SMK 15.105 5.5% SMA 18.125 6.6% TK 23.753 8.6% 8 9 22 25 25 37 50 72 163 164 194 KAB. TELUK WONDAMA KAB. TAMBRAUW KAB. MAYBRAT KAB. KAIMANA KAB. TELUK BINTUNI KAB. SORONG SELATAN KAB. RAJA AMPAT KAB. FAK-FAK KOTA SORONG KAB. MANOKWARI KAB. SORONG 58 3 58
  58. 58. 50.1 49.2 48.9 45.2 44.0 43.8 41.1 41.1 40.5 39.9 39.4 39.2 39.1 39.0 38.8 38.6 38.6 38.3 38.2 38.2 37.6 37.4 37.2 36.9 36.1 35.7 35.5 35.4 34.8 34.5 38.5 42.7 47.1 DI YOGYAKARTA DKI JAKARTA BALI JAWA TIMUR JAWA TENGAH JAWA BARAT KEPULAUAN RIAU SUMATERA BARAT PAPUA BANTEN KALIMANTAN TIMUR NUSA TENGGARA BARAT SULAWESI SELATAN KALIMANTAN SELATAN RIAU PAPUA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR BENGKULU GORONTALO SULAWESI TENGGARA SULAWESI UTARA SUMATERA SELATAN BANGKA BELITUNG SULAWESI TENGAH SUMATERA UTARA LAMPUNG SULAWESI BARAT ACEH JAMBI KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN BARAT MALUKU UTARA 0 10 20 30 40 50 MALUKU Distribusi Nilai Nasional 50,000 40,000 30,000 20,000 10,000 0 < 30,0 ≥ 30,0 Mengikuti pembinaan 32.286 peserta 248.733 peserta (88,5%) (11,5%) Passing grade = 30,0 Melanjutkan ke Pendidikan dan Latihan 0 25 50 75 100 59 Hasil Uji Kompetensi Awal 2012 Rata-rata Nasional = 42,25 Nilai Tertinggi 97,0 Nilai Terendah 1,0 Rata-rata 42,25 Standar Deviasi 12,72 100 80 60 40 20 Standar Deviasi Hasil Uji Kompetensi Berdasarkan Tempat Bertugas Rata-rata Nasional = 42,25 11,82 9,27 11,36 12,86 12,07 16,71 8,83 Distribusi Nilai Per Provinsi 1.0 3.0 1.0 11.0 4.0 13.0 2.0 58.9 36.9 46.1 51.3 50.0 49.1 32.6 90.0 80.0 87.5 90.0 97.0 95.0 72.0 0 TK SD SMP SMA SMK SLB PENGAWAS 4 59
  59. 59. 60 55 50 45 40 35 30 25 20 Hasil UKA 2012 Berdasarkan Kab/Kota Rerata Nasional 42,25 Kota Blitar Kab. Sukabumi 154 Kab/Kota 337 Kab/Kota Kab. Gresik Kab. Barito Utara Kab. Dogiyai Kab. Mentawai Standar Deviasi : 12,72 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 60 5 60
  60. 60. 81.00 Hasil UKG: Gabungan Kompetensi Pedagogi & Profesional 86.25 96.25 UKG 93.00 94.00 45.84 42.05 51.23 47.70 49.75 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 100 95 90 85 80 75 70 65 60 55 50 45 40 35 30 TK SD SMP SMA SMK 50.41 48.25 47.93 47.89 47.21 46.81 53.60 45.68 45.50 44.96 44.37 43.86 43.72 43.69 43.65 43.28 42.52 42.30 42.27 42.10 42.06 41.86 41.79 41.59 41.53 41.45 41.18 41.14 41.05 40.00 38.88 38.02 44.24 YOGYA JATENG BABEL DKI JATIM SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN KALSEL PAPUA RIAU KALBAR NTB KALTIM BENGKULU PAPUA BARAT SUMSEL LAMPUNG JAMBI SUMUT SULTRA GORONTALO SULBAR SULUT SULTENG SULSEL KALTENG NTT MALUKU ACEH MALUT 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 Rata-rata Nasional : 45.82 Rata-rata = 45.82 Rata-rata Nasional = 45.82 Maks 96.25 Min - Rata 45.82 Stdev 11.67 N 878,525 61
  61. 61. Distribusi Nilai UHKasGil UpKeGr pJeern Jjeannjagngdan Kompetensi Perbandingan Kompetensi Pedagogi & Profesional 42.35 47.05 45.06 48.89 50.27 48.64 46.19 41.91 52.93 44,10 41,43 44,95 45,53 60 50 40 30 20 10 0 44.95 43.31 44.14 TK SD SMP SMA SMK SLB Pedagogik Profesional Rata-rata Pedagogik Profesional Peda + Prof JENJANG Jml Peserta TK 26,664 44.95 46.19 45.84 SD 436,760 42.35 41.91 42.05 SMP 215,861 47.05 52.93 51.23 SMA 131,118 45.06 48.89 47.70 SMK 62,753 48.64 50.27 49.75 SLB 5,369 43.31 44.14 43.89 NASIONAL 878,525 44.44 46.40 45.82 62
  62. 62. 80000 70000 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 UKG: Pedagogi Maks 100.00 Min 0 Rata 44.44 Stdev 13.51 N 878,525 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 48.55 46.88 46.52 46.00 45.77 45.50 51.64 44.36 44.33 43.91 42.98 42.87 42.41 42.37 42.24 42.15 41.72 41.15 40.88 40.76 40.60 40.59 40.58 40.52 40.49 40.28 40.25 40.16 39.95 39.27 37.70 37.47 43.42 YOGYA JATENG BABEL JATIM DKI SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN KALSEL NTB PAPUA RIAU KALBAR KALTIM BENGKULU GORONTALO SUMSEL LAMPUNG JAMBI PAPUA BARAT SULUT SULBAR SULSEL SULTRA SULTENG SUMUT KALTENG NTT MALUKU ACEH MALUT Rata-rata Nasional = 44.44 Hasil UKG: Kompetensi Pedagogi Rata-rata = 44.44 63
  63. 63. 51.19 48.83 48.73 48.45 47.80 47.35 54.41 46.25 45.98 45.39 44.82 44.76 44.47 44.29 44.24 44.00 43.35 42.87 42.81 42.79 42.68 42.45 42.02 41.96 41.93 41.76 41.57 41.49 41.46 40.35 39.40 38.29 43.75 YOGYA Hasil UKG: Kompetensi Profesional JATENG BABEL DKI JATIM SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN PAPUA KALSEL RIAU KALBAR KALTIM NTB BENGKULU PAPUA BARAT LAMPUNG SUMUT SUMSEL JAMBI SULTRA SULBAR SULTENG SULUT GORONTALO KALTENG NTT SULSEL MALUKU ACEH MALUT Rata-rata Nasional = 46.40 UKG: Profesional Maks 100.00 Min 0 Rata 46.40 Stdev 12.74 N 878,525 Rata-rata = 46.40 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 02468101214161820222426283032343638404244464850525456586062646668707274767880828486889092949698 100 64
  64. 64. Student performance on Standardized Exam 100th percentile 50th percentile 0th percentile After 3 years with high quality teachers Age 8 Age 11 90th percentile 53 percentile point difference 37th percentile After 3 years of low quality teachers 7 Source: Tennessee Value-Added Assessment System (TVAAS) Study Results From Barber, M., and M. Mourshed. (2007) based on results from Sanders and Rivers (1999). 65 Why? How? Then what? Fasli Jalal (Senior Policy Advisor, World Bank) 65
  65. 65. 66 KESEMPATAN UNTUK BICARA 9 Indonesia Hong Kong Netherlands Switzerland Czech Republic Australia Guru melibatkan siswa Presentasi siswa Rata-rata kata Guru dan Siswa (selama 50 menit pembelajaran) Rasio Guru pada Kata-kata Siswa 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 0 Ind OCs Ind OCs Rata-rata jumlah kata guru Rata-rata jumlah Kata siswa 2,633 5,902 5,148 1,018 197 640 Number of words Jumlah kata-kata 8 9 10 13 16 25 0 5 10 15 20 25 30 United States Jumlah kata-kata guru pada kata-kata seorang siswa 66 66 8
  66. 66. Pencanangan Guru sebagai Profesi 4 Desember 2004 1.Terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru 2.Pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik bagi guru-guru yang sudah disertifikasi. 1.Terbitnya Permendiknas nomor 27 tahun 2010 tentang program induksi bagi guru pemula 2.Terbitnya Permendiknas nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012?? 1.Terbitnya Undang- Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 2.Terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pelaksanaan Sertifikasi Guru untuk Kuota Tahun 2006 dan 2007 1. Terbitnya PP no 41 th 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor 2. Terbitnya PerMenneg PAN dan RB nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya Terbitnya Peraturan Bersama Mendiknas, Men PAN&RB, Mendagri, Menkeu, dan Menag tentang Penataan dan Pemerataan guru PNS 67
  67. 67. DOMAIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DOMAIN PEMKAB/PEMKO (Diperlukan Standar Minimal Yang Berlaku Untuk Semua Kab /Kota) 4 1. KUALIFIKASI 2. KOMPETENSI 3. KINERJA 4. KENAIKAN PANGKAT 5. KARIR 6. PKBG 7. HARLINDUNG 8. TUNJANGAN KINERJA GURU PROFESONAL BELUM OPTIMAL 3 PERENCANAAN KEBUTUHAN, REKRUITMEN, DISTRIBUSI KUANTITAS DAN KUALITAS GURU KURANG TETAPI LEBIH ?? 2 REKONSTRUKSI PENDIDIKAN AKADEMIK, PROFESI GURU dan PENATAAN LPTK STANDARISASI LULUSAN LPTK MASIH TERKENDALA ? 1 KUOTA NASIONAL, STANDAR DAN POLA REKRUTMEN MAHASISWA CALON GURU (DEMAND DRIVEN) INTELEKTUAL, MINAT, BAKAT, SIKAP, dan PHISIK STANDARISASI INPUT DAN KUOTA NASIONAL BELUM ADA ?? 68
  68. 68. PK INTERNALLY & SM : Standar Minimal PKB : Pembinaan Keprofesian Berkelanjutan PK : Penilaian Kinerja UJI KOMPETENSI N ˂ SM N ≥ SM PKB DIKLAT PENGEMBANGAN N ˂ SM N ≥ SM GURU PROFESIONAL 1. KENAIKAN PANGKAT/ JABATAN 2. PROMOSI 3. TUNJANGAN PROFESI EKSTERNALLY DRIVEN DIKLAT DASAR DIKLAT LANJUTAN INDIKATOR UTAMA No. INDIKATOR 1. Disiplin Guru (waktu, nilai, kehadiran, ethos kerja) 2. Efisiensi dan Efektivitas pembelajaran (Kapasitas transformasi ilmu ke siswa) 3. Keteladanan Guru (berbicara, bersikap dan berperilaku) 4. Motivasi Belajar Siswa DAMPAK No INDIKATOR 1. Hasil Belajar Siswa (Nilai Rapor, UN dan Hasil Tes Standar Lainnya) 2. Karya Prestatif Siswa dalam berbagai kompetisi Lokal, Nasional dan Internasional 3. Kesinambungan Prestasi Siswa di PT atau bekerja melalui Penelusuran Alumni. 4. Rekognisi Pihak Eksternal terhadap kualitas Siswa —Pembinaan karier dan kepangkatan —Memastikan guru melaksanakan tugas profesional —Menjamin bahwa guru memberi layanan pendidikan yang berkualitas (KEPASTIAN, KEMANFAATAN dan KEADILAN) 69
  69. 69. 70 C 1 Penyiapan Guru 2 Pergeseran Peran Guru 3 Penguatan Peran Guru dibanding sebelumnya. 4 Penguatan Proses dan Penilaian 5 Pendampingan Saat Implementasi
  70. 70. 71 1
  71. 71. Kerangka Kerja Implementasi Kurikulum Ditjen Sekolah Inti Sekolah+Guru BPSDMPK Balitbang Melapor PIU Pusat PIU Provinsi di LPMP Pendampingan Memantau Melapor Melapor Guru & Manaj. Kurikulum & Buku Sekolah Pembina Membina Dinas LPTK Melapor Guru Inti 72 55
  72. 72. Data base sekolah (termasuk rombel) Sasaran Sekolah 1. 30% SD 2. 100% SMP, SMA, SMK Sasaran Guru 1. Kelas I SD 2. Kelas IV SD 3. Kelas VII SMP 4. Kelas X SMA 5. Kelas X SMK Kriteria dan Penetapan 1. Asesor PLPG 2. Guru Berprestasi Nasional 3. Guru Bersertifikat 4. Skor UKG 5. Pelatih Nasional Binaan USAID, JICA, AUSAID 6. National Core team Bermutu 1. Instruktur Nasional 2. Guru Inti 3. Guru Sasaran Penyiapan Materi Pelatihan PELAKSANAAN pelatihan RENCANA AKSI PERBAIKAN IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Pendampingan dan Sistem Pengendalian IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENGADAAN BUKU PENYIAPAN GURU, KS, dan PS Data base PTK 1 5 6 4 2 3 10 9 8 7 73 59
  73. 73. 74 61 Skema Kerja Pelatihan Calon Instruktur Nasional Instruktur Nasional Lulus Memenuhi Y Y Pelatihan? Syarat? T Calon Masukan Memenuhi Guru,KS,PS Y Syarat? Inti Guru,KS,PS Inti Lulus Pelatihan? Y T Melatih T T Guru, KS, PS Kesesuaian Lokasi Pelatihan Supervisi Memberi Mengikuti 1 2 3 Distribusi Ke Provinsi/LPMP Sistem Pelatihan Guru (Peserta, Pelatih, Lokasi, Nilai) Data Pokok Pendidikan (Guru, Mapel, Sekolah, Siswa) Dinas Masukan
  74. 74. Model Pelatihan Guru Instruktur Nasional SD LPMP Guru Inti SD Guru Inti SD Guru Inti SD Pelatihan Guru Inti SD Guru Inti SD Nara Sumber IN Guru SD Catatan: 1. Guru mata pelajaran di SD bergabung dengan guru kelas, kecuali agama 2. Pola yang sama berlaku untuk guru Pendidikan Agama SD 3. Pola yang sama berlaku untuk SMP, SMA/K 4. Pengelompokkan berdasarkan kesamaan mapel yang diampu SD Inti Guru SD Guru SD Guru SD Pelatihan Guru SD Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Jakarta IN Guru SD IN Guru SD Pelatihan Instruktur Nasional Guru SD 75
  75. 75. Model Pelatihan Kepala Sekolah dan Pengawas Instruktur Nasional KS LPMP KS Inti SD KS Inti SD KS Inti SD Pelatihan KS Inti SD SD Inti KS Inti SD KS SD KS SD KS SD Pelatihan KS SD Jakarta Catatan: 1. Pola yang sama berlaku untuk SMP, SMA/K Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) 2. Pola yang sama berlaku untuk Pengawas Sekolah (PS) Nara Sumber IN KS SD IN KS SD IN KS SD Pelatihan Instruktur Nasional (IN) KS SD 76
  76. 76. Instruktur Nasional Instruktur Nasional Memiliki Sekolah Guru, KS, PS Memenuhi Syarat Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS SSeekkoollaahh Memenuhi Syarat Menyelenggarakan Melatih Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum untuk Guru untuk Guru GGuurruu,, KKSS,, PPSS SSeekkoollaahh IInnttii GGuurruu IInnttii KKSS,, PPSS IInnttii Sekolah Inti Guru Inti KS, PS Inti Pelatihan Kurikulum untuk Guru Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Tempat, Fasilitator Sekolah Pembina/Contoh Fasilitator LPTK dan Mahasiswa Pascanya Mengikuti Mengikuti Instruktur Nasional Melatih SD SMP SMA/K Keterangan: Operasional Pelatihan 77
  77. 77. Instruktur Nasional Instruktur Nasional Memiliki Sekolah Guru, KS, PS Memenuhi Syarat Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS SSeekkoollaahh Memenuhi Syarat Menyelenggarakan Melatih Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum untuk Guru untuk Guru GGuurruu,, KKSS,, PPSS SSeekkoollaahh IInnttii GGuurruu IInnttii KKSS,, PPSS IInnttii Sekolah Inti Guru Inti KS, PS Inti Pelatihan Kurikulum untuk Guru Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Tempat, Fasilitator Sekolah Pembina/Contoh Fasilitator LPTK dan Mahasiswa Pascanya Mengikuti Mengikuti Instruktur Nasional Melatih SD SMP SMA/K Keterangan: Operasional Pelatihan 78
  78. 78. PENDEKATAN PELATIHAN : 79 • Rekruitment (kriteria dan aspek keterwakilan) • Distribusi Peserta (provinsi, kab/kota, kecamatan dan sekolah sasaran) • Kurikulum Berbasis Kompetensi • Pendekatan pembelajaran yang relevan • Sistem Penilaian (authentic assesment) • Monev • Ukuran Keberhasilan • Standar Kelulusan (Rumus ??) • Sistem Penjaminan Mutu : ₋ Monev ₋ Penilaian Peserta oleh fasilitator ₋ Penilaian fasilitator oleh Peserta ₋ Ukuran Keberhasilan • Pendampingan saat Implementasi : Pola dan Mekanisme Pendampingan • Ukuran Keberhasilan Implementasi • Sistem Informasi Manajemen Hasil Implementasi INPUT PROCESS OUTPUT OUTCOMES • Mampu menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi dan kontekstual • Memahami pendekatan scientific • Mampu menerapkan kemampuan berfikir tingkat tinggi • Membangun kultur pembelajaran yang aktif, menantang, dan menyenangkan • Mampu menunjukkan keteladanan khususnya tentang kejujuran, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab • Pembelajaran yang menghasilkan siswa yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan abad 21 dan kebutuhan masa depan (ASK secara berimbang) • Hasil TIMSS dan PISA meningkat • Lulusan yang memiliki Comparative and competitive advantage atau bahkan dynamic advantage • Lulusan Memiliki kreativitas yang terus berkembang. • Perancangan RPP • Analisis buku guru • Analisis buku siswa • Simulasi discovery learning, project based learning, dll • Efisiensi dan efektifitas paparan, diskusi, peer teaching, tugas mandiri, dan tugas kelompok • Instruktur Nasional • Guru Inti • Guru Kelas • Guru Mapel • Guru BK • Kepala Sekolah • Pengawas 79 62
  79. 79. SEGMENTASI KEGIATAN PELATIHAN : 80 62 .....menghindari ceramah, tetapi mengandalkan diskusi, bekerja, mengevaluasi dan simulasi ........ MENILAI ATAU MENGEVALUASI HASIL YANG PERNAH DILAKUKAN SEBELUMNYA (termasuk menganalisis tayangan video dan materi ajar) BERDISKUSI ATAU MENGEMUKAKAN HASIL EVALUASI SERTA BEKERJA MENYUSUN YANG TERBAIK SESUAI HASIL DISKUSI SIMULASI ATAU MENYAJIKAN HASIL SESUAI HASIL DISKUSI Pemaparan PP oleh Instruktur diintegrasikan pada saat diksui sesuai konteks dan kebutuhan. Para Instruktur dan peserta secara voluntir dan atas penunjukan selalu berupaya melakukan simulasi (menunjukkan contoh dan bukan contoh) Setiap peserta diklat wajib membawa : • Guru membawa beberapa RPP yang pernah disusun dan digunakan di sekolah • Pengawas dan Kepala sekolah membawa hasil supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan selama ini
  80. 80. Kriteria Calon Peserta dan Pelatih Pelatihan Guru No Pelatihan Kriteria 1 Instrukutur Nasional • Latar Belakang Pendidikan minimal S1 program studi yang relevan • Untuk Dosen diutamakan memiliki NIA (Nomor Induk Asesor) sertifikasi guru pada bidang studi yang relevan • Untuk Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru harus sudah memiliki sertifikat pendidik pada bidang studi yang relevan • Untuk Widya Iswara harus memiliki pengalaman pelatihan penyusunan kurikulum 2 Guru Inti • Bersertifikat Pendidik • Guru Berprestasi • Skor UKG tinggi • Pelatih Nasional Binaan USAID, JICA, AUSAID • National Core team Bermutu 3 Guru Kelas • Guru Kelas I dan IV (sebagian) • Guru Mapel Kelas VII (semua) • Guru Mapel Kelas X (semua) 81 65
  81. 81. KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN No Materi/Sub Materi pelatihan Kompetensi Peserta pelatihan Indikator Kegiatan pelatihan 1 KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional Memahami secara utuh tentang konsep Kurikulum 2013 Kemampuan menjelaskan rasional Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan • Paparan • Diskusi dan tanya jawab • Kerja Kelompok dan individu • Menilai hasil kerja peserta lain • Elemen perubahan Kurikulum 2013 Kemampuan menjelaskan elemen perubahan Kurikulum serta hubungan antara elemen-elemen tersebut dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan • SKL, KI dan KD Kemampuan menganalisis keterkaitan antara KD, KI, dan SKL serta tahapan dan aktifitas yang harus dilakui untuk memperoleh ketiga kompetensi tersebut • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Kemampuan menjelaskan elemen-elemen penting dari implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari standar nasional pendidikan 82 66
  82. 82. No KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Materi/Sub Materi pelatihan Kompetensi Peserta pelatihan Indikator Kegiatan pelatihan 2 ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 1. Memahami strategi menggunakan buku guru untuk kegiatan belajar mengajar. 2. Menganalisis keterkaitan SKL, KI, dan KD dengan isi buku guru. 3. Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. 4. Menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari . 1. Kemampuan membuat rancangan menggunakan buku sebagai sumber belajar 2. Kemampuan menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan kurikulum. 3. Kemampuan menganalisis kesesuaian proses, pendekatan belajar (tematik terintegrasi untuk SD) serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. 4. Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. 5. Menguasai filosofi materi ajar serta penerapannya dalam ilmu lain dan kehidupan sehari-hari 6. Kemampuan menganalisis kesesuaian tema dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa • Diskusi dan tanya jawab • Kerja mandiri dan kelompok • Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok • Presentasi kelompok terbaik • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 1. Menganalisis kesesuaian buku siswa dengan kurikulum 2. Menguasai secara utuh materi, struktur, dan pola pikir keilmuan materi pelajaran 3. Menguasai filosofi materi ajar serta penerapannya dalam ilmu lain dan kehidupan sehari-hari 4. Menganalisis kesesuaian tema dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa 83
  83. 83. No KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Materi/Sub Materi pelatihan Kompetensi Peserta pelatihan Indikator Kegiatan pelatihan 3 PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific) Menyusun rancangan pembelajaran yang berbasis pendekatan scientific, tematik dan terintegrasi sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral,sosial, kultural, emosional, maupun intelektual 1. Kesesuaian RPP dengan SKL, KI, dan KD 2. Kesesuaian hasil RPP dengan kriteria RPP yang baik 3. Kesesuaian hasil RPP dengan pendekatan belajar scientific 4. Kesesuaian kompetensi dengan evaluasi yang digunakan 1. Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada pendekatan scientific 2. Identifikasi dan diskusi SKL, KI, dan KD yang dibuat dalam silabus dan RPP 3. Aktifitas menyusun RPP sesuai pendekatan scientific sesuai KD yang dipilih secara berkelompok. 4. Mendiskusikan instrumen penilaian RPP. 5. Menilai RPP buatan guru secara berkelompok. • Perancangan Penilaian (Tes, Non Tes, dan Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) Mengevaluasi dengan pendekatan authentic assessment dalam bentuk tes, non tes, dan portofolio pada domain proses dan hasil 1. Kualitas Tes, non tes, dan Portofolio 2. Kualitas rancangan penerapan Authentic Asessment 1. Diskusi tentang kaidah penyusunan tes, non tes, dan portofolio pada domain proses dan hasil belajar 2. Pengembangan tes, non tes, dan portofolio secara berkelompok 3. Menganalisis hasil penilaian secara berkelompok 84
  84. 84. No Materi/Sub Materi pelatihan KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Kompetensi Peserta pelatihan Indikator Kegiatan pelatihan 4 PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) Melaksanakan pembelajaran berbasis pendekatan scientific (mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta), tematik dan terintegrasi dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral,sosial, kultural, emosional, maupun intelektual 1. Kualitas simulasi yang ditunjukkan oleh guru 2. Kualitas pelaksanaan peer teaching oleh guru (menggunakan Alat Penilaian Kegiatan Guru/APKG ) 1. Menganalisis tayangan video tentang pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific. 2. Membuat perencanaan pembelajaran secara bersama 3. Pelaksanaan simulasi dan peer teaching 4. Observasi menggunakan APKG 5. Melakukan refleksi secara berkelompok • Peer Teaching 5 EVALUASI • Pre-test Kemampuan guru dalam empat bidang Hasil tes tertulis di empat bidang • Post-test Hasil tes tertulis di empat bidang dengan melihat deltanya (kelayakan guru akan ditentukan kemudian) 85
  85. 85. STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN (GURU KELAS SD, GURU MAPEL TERPILIH SMP/SMA/SMK) No Mata pelatihan Alokasi Waktu Narasumber Pelatih Nasional Master Teacher Guru Instruktur Nasional Guru Inti Guru 1 KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional 0,5 0,5 0,5 TPK IN GI • Elemen perubahan Kurikulum 2013 0,5 0,5 0,5 TPK IN GI • SKL, KI dan KD 2 2 2 TPK IN GI • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 1 1 1 TPK IN GI 2 ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 4 4 4 Penulis Buku dan Tim Ahli IN GI • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 8 8 8 Penulis Buku dan Tim Ahli IN GI 3 PERANCANGANMODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific), Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli IN GI • Perancangan Penilaian (Tes, Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) 3 3 3 Ahli Penilaian IN GI 4 PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING IN GI • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) 8 8 *8 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN GI • Peer Teaching (Perencanaan Bersama, Observasi, dan Refleksi: Menggunakan APKG) 16 16 *16 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN GI 5 EVALUASI PESERTA • Pre-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN GI • Post-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN GI JUMLAH JAM 52 52 52 Keterangan : TPK = Tim Pengembang Kurikulum IN = Instruktur Nasional GI = Guru Inti *) Sebagian dilakukan secara mandiri oleh guru 86 67
  86. 86. STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN (GURU AGAMA, PENJAS, SENI BUDAYA/PRAKARYA JENJANG SD/SMP/SMA/SMK) No Mata pelatihan Alokasi Waktu Narasumber Pelatih Nasional Master Teacher Guru Instrutur Nasional Guru Inti Guru 1 KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional 0,5 0,5 0,5 TPK IN GI • Elemen perubahan Kurikulum 2013 0,5 0,5 0,5 TPK IN GI • SKL, KI dan KD 2 2 2 TPK IN GI • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 1 1 1 TPK IN GI 2 ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 3 3 3 Penulis Buku dan Tim Ahli IN GI • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli IN GI 3 PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific) 3 3 3 Penulis Buku dan Tim Ahli IN GI • Perancangan Penilaian (Tes, Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) 2 2 2 Ahli Penilaian IN GI 4 PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING IN GI • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) 2 2 *2 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN GI • Peer Teaching (Perencanaan Bersama, Observasi, dan Refleksi: Menggunakan APKG) 8 8 *8 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN GI 5 EVALUASI • Pre-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN GI • Post-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN GI JUMLAH JAM 31 31 31 Keterangan : TPK = Tim Pengembang Kurikulum IN = Instruktur Nasional GI = Guru Inti *) Sebagian dilakukan secara mandiri oleh guru 87
  87. 87. No Mata pelatihan Alokasi Waktu Narasumber Instruktur Nasional Kepsek Inti Kepsek Instruktur Nasional Kepsek Inti Kepsek 1. KONSEP KURIKULUM 2013 (8 JP) • Rasional 1 1 1 TPK IN KSI+Imbas • ElemenperubahanKurikulum 2013 1 1 1 TPK IN KSI+Imbas • SKL, KI dan KD 4 4 4 TPK IN KSI+Imbas • StrategiImplementasiKurikulum 2013 2 2 2 TPK IN KSI+Imbas 2. ANALISIS MATERI AJAR (12 JP) • Analisis BukuGuru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 4 4 4 Penulis Buku dan Tim Ahli IN KSI+Imbas • Analisis BukuSiswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 8 8 8 Penulis Buku dan Tim Ahli IN KSI+Imbas 3. PERANCANGANMODEL BELAJAR (8 JP) • Perancangan RPP (aktivitasbelajardenganpendekatan scientific), Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli IN KSI+Imbas • Perancangan Penilaian (Tes, Portofolioserta rancangan penerapan Authentic Asessment) 3 3 3 Ahli Penilaian IN KSI+Imbas 4. PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING (12 JP) IN KSI+Imbas • Simulasi (aktivitassiswabelajar dan guru) 4 4 4 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN KSI+Imbas • Peer Teaching (Perencanaan Bersama, Observasi, dan Refleksi: Menggunakan APKG) 8 8 8 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN KSI+Imbas STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN KEPALA SD, SMP, SMA, SMK 88
  88. 88. No Mata pelatihan Alokasi Waktu Narasumber Instruktur Nasional Kepsek Inti Kepsek Instruktur Nasional Kepsek Inti Kepsek 5. KEPEMIMPINAN, MANAJEMENPERUBAHAN DAN BUDAYA SEKOLAH (8 JP) 8 8 8 TPM IN KSI+Imbas 6. PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (8 JP) 8 8 8 TPM IN KSI+Imbas 7. PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 On The Job Learning KSI+Imbas 8. EVALUASI PESERTA (4 JP) • Pre-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN KSI+Imbas • Post-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN KSI+Imbas JUMLAH JAM 60 60 60 Keterangan : TPK : Tim Pengembang Kurikulum IN : Instruktur Nasional KSI : Kepala Sekolah Inti TPM : Tim PengembangMateri Imbas : Trainer hasil Pengimbasan di PPPPTK Contoh kasus dalam materi disesuaikan dengan jenis dan jenjang satuan tugas *) SD : Tematik Terintegrasi SMP : Kontekstual dan Terpadu SMA : Pembinaan Peminatan STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN KEPALA SD, SMP, SMA, SMK 8899
  89. 89. No Mata pelatihan Alokasi Waktu Narasumber Instruktur Nasional Pengawas Inti Pengawas Instruktur Nasional Pengawas Inti Pengawas 1. KONSEP KURIKULUM 2013 (8 JP) • Rasional 1 1 1 TPK IN PI+Imbas • ElemenperubahanKurikulum 2013 1 1 1 TPK IN PI+Imbas • SKL, KI dan KD 4 4 4 TPK IN PI+Imbas • StrategiImplementasiKurikulum 2013 2 2 2 TPK IN PI+Imbas 2. ANALISIS MATERI AJAR (12JP) • Analisis BukuGuru (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 4 4 4 Penulis Buku dan Tim Ahli IN PI+Imbas • Analisis BukuSiswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) 8 8 8 Penulis Buku dan Tim Ahli IN PI+Imbas 3. PERANCANGANMODEL BELAJAR (8 JP) • Perancangan RPP (aktivitasbelajardenganpendekatan scientific), Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli IN PI+Imbas • Perancangan Penilaian (Tes, Portofolioserta rancangan penerapan Authentic Asessment) 3 3 3 Ahli Penilaian IN PI+Imbas 4. PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING (10 JP) IN PI+Imbas • Simulasi (aktivitassiswabelajar dan guru) 4 4 4 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN PI+Imbas • Peer Teaching (Perencanaan Bersama, Observasi, dan Refleksi: Menggunakan APKG) 6 6 6 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN PI+Imbas STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN BAGI PENGAWAS SD, SMP, SMA, SMK 90
  90. 90. No Mata pelatihan Alokasi Waktu Narasumber Instruktur Nasional Pengawas Inti Pengawas Instruktur Nasional Pengawas Inti Pengawas 5. SUPERVISI PEMBELAJARAN PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (10 JP)  Model supervisipembelajaranpadakurikulum 2013 bagi guru dankepalasekolah 4 4 4 TPM IN+TPM PI+Imbas  Simulasi model supervisipembelajarandanpenilaianberbasiskreati vitas 6 6 6 TPM IN+TPM PI+Imbas 6. MODEL PEMBELAJARAN (8 JP) * 8 8 8 TPM IN+TPM PI+Imbas 7. PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 On The Job Learning PI+Imbas 8. EVALUASI PESERTA (4 JP) • Pre-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN PI+Imbas • Post-test 2 2 2 BPSDMPK PMP IN PI+Imbas JUMLAH JAM 60 60 60 Keterangan : TPK : Tim Pengembang Kurikulum IN : Instruktur Nasional KSI : Kepala Sekolah Inti TPM : Tim Pengembang Materi Imbas : Trainer hasil Pengimbasan di PPPPTK Contoh kasus dalam materi disesuaikan dengan jenis dan jenjang satuan tugas *) SD : Tematik Terintegrasi SMP : Kontekstual dan Terpadu SMA : Pembinaan Peminatan STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN BAGI PENGAWAS SD, SMP, SMA, SMK 91
  91. 91. MATERI DAN BAHAN PELATIHAN NO MATA pelatihan BAHAN pelatihan TIM PENYUSUN STATUS 1 Konsep Kurikulum 2013 1. Buku Rasionalisasi Kurikulum 2013 2. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 3. Buku Pedoman KTSP 4. Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 5. Buku Pedoman Pengelolaan 6. Buku pedoman Evaluasi Kurikulum Puskurbuk & Tim Inti Siap Siap Siap Siap Siap Siap 2 Analisis Materi Ajar 1. Standar Kompetensi Kelulusan 2. Standar Isi 3. Buku Guru 4. Lembar Penilaian Buku Guru 5. Buku Siswa 6. Lembar Penilaian Buku Siswa Puskurbuk & Tim Inti Siap Siap Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses 3 Perancangan Model Pembelajaran 1. Analisis Model Belajar 2. Dokumen SKL, KI, dan KD 3. Silabus 4. Dokumen Standar Proses 5. Dokumen Standar Penilaian 6. Buku Pedoman Penilaian dan Rapor 7. Bahan Ajar 8. Instrumen penilaian RPP 9. Buku Pedoman Bimbingan dan konseling BPSDMPK-PMP Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti BPSDMPK-PMP Tim Ahli Sedang Proses Siap Sedang Proses Siap Siap Siap Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses 4 Praktek Pembelajaran Terbimbing 1. Buku Pedoman Pembelajaran 2. RPP 3. APKG 4. Video Pembelajaran Puskurbuk & Tim Inti Tim Inti BPSDMPK-PMP BPSDMPK-PMP Sedang Proses Sedang Proses Siap Sedang Proses 5 Instrumen Test (Pre dan Post Test) Pedoman Pelaksanan Tes BPSDMPK-PMP Sedang Proses 92 68
  92. 92. SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN No Bahan pelatihan SOP Strategi /Aktifitas Waktu Output 1 Dokumen Konsep Kurikulum • Rasional • Elemen perubahan Kurikulum 2013 • SKL, KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Paparan 15 menit - Diskusi dan tanya jawab 90 menit Notulen hasil diskusi Kerja Kelompok dan individu 90 menit Laporan kelompok Menilai hasil kerja peserta lain 45 menit Laporan hasil penilaian 2 Buku Babon • Buku Guru • Lembar Penilaian Diskusi dan tanya jawab 30 menit Notulen hasil diskusi Kerja mandiri dan kelompok 120 menit Laporan kelompok dan hasil penilaian Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok 60 menit Laporan kelompok Presentasi kelompok terbaik 30 menit Bahan presentasi • Buku Siswa • Lembar Penilaian Diskusi dan tanya jawab 60 menit Notulen hasil diskusi Kerja mandiri dan kelompok 240 menit Laporan kelompok dan hasil penilaian Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok 120 menit Laporan kelompok Presentasi kelompok terbaik 60 menit Bahan presentasi 9933 69
  93. 93. SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN No Bahan pelatihan SOP Strategi /Aktifitas Waktu Output 3 • Dokumen Analisis Model Belajar • Dokumen SKL, KI, dan KD • Silabus • Dokumen Standar Proses • Dokumen Standar Penilaian • Bahan Ajar • Instrumen penilaian RPP Paparan 30 menit - Diskusi dan tanya jawab 60 menit Notulen hasil diskusi Identifikasi dan diskusi SKL, KI, 60 menit Laporan kerja dan KD kelompok Kerja Kelompok menyusun RPP 140 menit RPP dan Laporan Diskusi instrumen penlaian RPP 40 menit Laporan hasil diskusi Menilai RPP kelompok lain 60 menit Laporan hasil penilaian Diskusi tentang kaidah penyusunan tes, non tes, dan portofolio pada domain proses dan hasil belajar 30 menit Laporan hasil diskusi Pengembangan tes, non tes, dan portofolio secara berkelompok 60 menit*) Instrumen penilaian Menganalisis hasil penilaian secara berkelompok 30 menit Laporan hasil diskusi 94
  94. 94. SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN No Bahan pelatihan SOP Strategi /Aktifitas Waktu Output 4 • RPP • APKG • Video Pembelajaran Tayangan video 15 menit - Menganalisis tayangan video tentang pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific. 45 menit Laporan hasil analisis Membuat perencanaan pembelajaran secara bersama 90 menit RPP Pelaksanaan simulasi dan peer teaching 30 org x 40 menit = 1.200 menit • Laporan hasil observasi • Laporan APKG • Laporan refleksi Observasi menggunakan APKG Refleksi individu Melakukan refleksi secara berkelompok 90 menit Laporan hasil refleksi 95
  95. 95. Indikator Keberhasilan Pelatihan No. KOMPONEN INDIKATOR 1. Peserta pelatihan • Mampu menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi dan kontekstual • Memahami pendekatan scientific • Mampu menerapkan kemampuan berfikir tingkat tinggi • Membangun kultur pembelajaran yang aktif, menantang, dan menyenangkan • Mampu menunjukkan keteladanan khususnya tentang kejujuran, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab • Nilai yang diberikan oleh instruktur tentang sikap, keterampilan dan pengetahuan. • Δ (X2 – X1)> 0, signifikan; X2 : Postest; X1 : Pretest 2. Instruktur • Integritas, kesiapan dan kesungguhan Instruktur • Nilai atau indeks yang diberikan oleh peserta tentang : (1) kualitas penguasaan konsep, (2) kualitas pemaparan, (3) kualitas interaksi termasuk kemampuan membangkitkan suasana pelatihan yang kreatif. 3. Proses • Rancangan persiapan instruktur • Kesesuaian pendekatan, metode dan teknik dengan standar kompetensi • Kesesuaian aktivitas dengan produk-produk kegiatan 4. Penilaian • Ketaatan pelaksanaan penilaian dengan prinsip, azas dan prosedur. • Kecukupan dan kesesuaian pendekatan penilaian • Kualitas penerapan authentic assesment • Pemanfaatan penilaian terhadap perbaikan (feed back) 96 70
  96. 96. 97 2
  97. 97. Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi Tema Kurikulum 2013 Produktif Kreatif Inovatif Afektif 98
  98. 98. KEBERHASILAN PENDIDIKAN KURIKULUM SARANA PRASARANA GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN • MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN • IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH 99 • KOMITMEN • SISTEM POLITIK • REGULASI • MINAT • BAKAT • MOTIVASI • KESIAPAN 3
  99. 99. Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan -Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan Perpustakaan -Penyediaan Buku -BOS -Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT) Manajemen Berbasis Sekolah -Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi -Pembayaran Tunjangan Sertifikasi -Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja 10 0 20
  100. 100. KOMPETENSI UTUH LULUSAN ISI PROSES LIFE SKILL : (ASK) • SIKAP/PERILAKU • KETERAMPILAN • PENGETAHUAN EVALUASI PENGELOLAAN PEMBIAYAAN • STANDAR LOKAL, NASIONAL DAN INTERNASIONAL • SPESIFIKASI DAN KEUNGGULAN SARPRAS 1 2 3 4 5 GURU 6 7 8 10 1
  101. 101. Pergeseran Peran Guru Instruktur Fasilitator Sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, ahli materi, sumber segala jawaban Sebagai Fasilitator Pembelajaran, Pelatih, Kolaborator, Navigator Pengetahuan, Mitra belajar, menjadi Pembimbing/Konselor mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran Memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran “mengajar” (teaching) “membelajarkan” (learning how to learn) 10 2
  102. 102. Tantangan GREAT TEACHER EXCELLENT TEACHER GOOD TEACHER ORDINARY TEACHER INSPIRES CAN DEMONSTRATE CAN EXPLAIN ONLY CAN TELL 10 3
  103. 103. Fakta Kualitatif Yang Mendorong Pergeseran Peran Guru:  TELL ME AND I WILL FORGET.  SHOW ME AND I WILL REMEMBER.  INVOLVE ME AND I WILL UNDERSTAND.  I HEAR, I FORGET  I SEE, I REMEMBER  I DO, I UNDERSTAND Hasil penelitian*, rata-rata manusia mengingat : – 20% dari apa yang kita dengar – 30% dari apa yang kita baca – 40% dari apa yang kita lihat prosesnya – 50% dari apa yang kita katakan – 60% dari apa yang kita kerjakan – 90% dari apa yang kita lihat, dengar, katakan dan kerjakan *Rose, Colin dan Malcolm J. Nicholl, Accelerated Learning for the 21st Century 10 4
  104. 104. THE LEARNING PYRAMID: Lecture Reading Audio Visual Demonstration Discussion Group Practice by Doing Teach Others/Immediate Use 5% 10% 20% 30% 50% 75% 80% Adapted from The Learning Triangle: National Training Laboratories, Bethel Maine ©mindServegroup 2005 10 5
  105. 105. Teachers Student characteristics Schools Home Peers 49% 7% 7% 7% 30% Based on research by Professor John Hattie from the University of Auckland who used meta analysis to estimate the overall effect on student achievement to the above factors Fasli Jalal (10 Senior Policy Advisor, World Bank) Why? How? Then what? 6
  106. 106. Proses yang Mendukung Kreativitas Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:  Observing [mengamati]  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]  Networking [Membentuk jejaring] PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KONTEKSTUAL  penilaian berbasis portofolio  pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,  memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,  menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,  penilaian spontanitas/ekspresif,  dll PENILAIAN AUTENTIK PROSES PEMBELAJARAN PROSES PENILAIAN 10 7
  107. 107. 10 8 3
  108. 108. Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum Elemen Ukuran Tata kelola KTSP 2006 Kurikulum 2013 Guru Kewenangan Hampir mutlak Terbatas Kompetensi Harus tinggi Sebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku Beban Berat Ringan Efektivitas waktu untuk Rendah [banyak waktu Tinggi kegiatan pembelajaran untuk persiapan] Buku Peran penerbit Besar Kecil Variasi materi dan proses Tinggi Rendah Variasi harga/beban siswa Tinggi Rendah Siswa Hasil pembelajaran Tergantung sepenuhnya pada guru Tidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah Pemantauan Titik Penyimpangan Banyak Sedikit Besar Penyimpangan Tinggi Rendah Pengawasan Sulit, hampir tidak mungkin Mudah 10 9 37
  109. 109. Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum ...1 Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013 Penyusunan Silabus Guru Hampir mutlak [dibatasi hanya oleh SK-KD] Pengembangan dari yang sudah disiapkan Pemerintah Hanya sampai SK-KD Mutlak Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan Supervisi pelaksanaan Penyediaan Buku Penerbit Kuat Lemah Guru Hampir mutlak Kecil, untuk buku pengayaan Pemerintah Kecil, untuk kelayakan penggunaan di sekolah Mutlak untuk buku teks 11 0 38
  110. 110. Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum...2 Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013 Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Hampir mutlak Kecil, untuk pengembangan dari yang ada pada buku teks Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan dan pemantauan Supervisi pelaksanaan dan pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran Guru Mutlak Hampir mutlak Pemerintah Pemantauan kesesuaian Daerah dengan rencana [variatif] Pemantauan kesesuaian dengan buku teks [terkendali] Penjaminan Mutu Pemerintah Sulit, karena variasi terlalu besar Mudah, karena mengarah pada pedoman yang sama 11 1 38
  111. 111. Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD Pelaku Beban Penyelesaian Guru Menyusun Silabus Disediakan buku pegangan guru Mencari buku yang sesuai Mengajar beberapa mata pelajaran dengan cara berbeda Pendekatan tematik terpadu menggunakan satu buku untuk semua mata pelajaran sehingga dapat selaras dengan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Mengajar banyak mata pelajaran Menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran yang lain sehingga selara Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembahasan Murid Mempelajari banyak mapel Mempelajarai mata pelajaran dengan cara berbeda Membeli buku Penyedian buku teks oleh Membeli lembar kerja siswa pemerintah/daerah 11 2
  112. 112. 11 3 4
  113. 113. Proses yang Mendukung Kreativitas PROSES PEMBELAJARAN PROSES PENILAIAN Pendekatan saintifik dan kontekstual Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:  Observing [mengamati]  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]  Networking [Membentuk jejaring] Penilaian Otentik  penilaian berbasis portofolio  pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,  memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,  menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,  penilaian spontanitas/ekspresif,  dll
  114. 114. Langkah Penguatan Tata Kelola • Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari: – Buku pegangan siswa – Buku pegangan guru • Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan • Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran 11 5 39
  115. 115. Perbedaan Esensial Kurikulum SD...2 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Status Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Idealnya Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum] Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated curriculum] Baiknya Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya Baiknya Tematik untuk kelas I – III [belum integratif] Tematik Integratif untuk Kelas I – VI Baiknya 11 6 42
  116. 116. KTSP 2006 Kurikulum 2013 Status Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan] Benarnya Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Benarnya Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Idealnya Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama, yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Idealnya TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain Baiknya Perbedaan Esensial Kurikulum SMP 11 7 43
  117. 117. KTSP 2006 Kurikulum 2013 Status Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan] dengan penekanan yang berbeda Benarnya Mapel dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Benarnya Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Idealnya Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda Semua mata pelajaran diajarkan dengan pende-katan yang sama, yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Idealnya Untuk SMA, ada penjurusan sejak kelas XI Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat Idealnya SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Baiknya Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi], didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman Baiknya Perbedaan Esensial Kurikulum SMA/K 11 8 44
  118. 118. Kunci Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 • Ketersediaan Buku Pegangan Pembelajaran: – Siswa – Guru • Ketersediaan Buku Pedoman Penilaian • Kesiapan Guru – Penyesuaian kompetensi guru (4+1) • Dukungan Manajemen – Kepala Sekolah – Pengawas Sekolah – Administrasi sekolah [khususnya untuk SMA dan SMK] • Dukungan Iklim/Budaya Akademik – Keterlibatan dan kesiapan semua pemangku kepentingan [siswa, guru, orang tua, kepala sekolah, pengawas sekolah] 11 9 45
  119. 119. Langkah Penguatan Implementasi Kurikulum • Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari: – Buku pegangan siswa – Buku pegangan guru • Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan • Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran 12 0
  120. 120. Langkah Penguatan Materi • Evaluasi ulang ruang lingkup materi: – Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi siswa – Mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa – Menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional • Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional [s/d reasoning] • Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan 12 1
  121. 121. 122 Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review: • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: - Observing [mengamati] - Questioning [menanya] - Associating [menalar] - Experimenting [mencoba] - Networking [Membentuk jejaring] Personal Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning 12 2 Pembelajaran berbasis intelejensia tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%) 14
  122. 122. Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research?: Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar 123 [banyak/semua jawaban benar], • mentolerir jawaban yang nyeleneh, • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, • memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll) 12 3 15
  123. 123. Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak Dini Center on the Developing Child, Harvard University [2011]. Building the Brain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function. • Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringan-jaringan 124 neuron yang terkait satu sama lain • Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak, walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anak • Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikir seseorang [low order of thinking skills untuk pekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ] • Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukan Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati, menanya, menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan untuk pengambilan keputusan 12 4 16
  124. 124. Langkah Penguatan Proses Proses Karakteristik Penguatan Pembelajaran Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery learning] Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif Penilaian Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan] Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa Menggunakan portofolio pembelajaran siswa 12 5 17
  125. 125. Chile Australia Israel Belgium (Fr.)3 Netherlands Italy Spain Mexico France Canada Ireland Luxembourg Portugal England Iceland Belgium (Fl.) Turkey OECD average Austria Denmark Japan Slovak Republic Germany Greece Norway Poland Hungary Indonesia Sweden2 Korea Czech Republic1 Slovenia Russian Federation Finland Estonia 10 000 9 000 8 000 7 000 6 000 5 000 4 000 3 000 2 000 1 000 0 Total number of intended instruction hours Ages 12 to 14 Ages 9 to 11 Ages 7 to 8 1. Minimum number of hours per year. 2. Estimated because breakdown by age is not available. 3. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only. Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours. Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). = 15% 12 6 Jumlah Jam Belajar 46 di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun
  126. 126. Contoh Jaringan Tema SD Kelas I Diri Sendiri: jujur, tertib dan bersih 12 7 Diri Sendiri: jujur, tertib dan bersih PPKn: • Menunjukan perilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila (KI-2) • Mengetahui tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah (KI-3, KD-2) • …… Matematika: • Menunjukan perilaku rapi dengan menata benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar dengan rapi (KI-2, KD-1) • ….. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan: • Mengetahui dan mampu memilih jajanan sehat (1) • Mengetahui cara menjaga kebersihan diri yang meliputi kebersihan badan, kuku, kulit, gigi dan rambut dan pakaian (1) • …….. Seni, Budaya dan Desain: • Menunjukan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai ide untuk berkarya (KI-2, KD-2) • Mengenal pola irama lagu bervariasi dengan alat musik ritmis (KI-3, KD-2) • ….. Bahasa Indonesia: • Menunjukan perilaku baik dan sopan dalam mendengarkan dan berbicara pada saat memperkenalkan identitas diri, bercakap-cakap dengan keluarga, guru dan teman (KI-2, KD-1) • Menerapkan cara menulis (permulaan) dengan benar (cara duduk, cara memegang pensil, cara meletakkan buku, jarak mata dan buku, dan memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI-4, KD-9) • ….. 47
  127. 127. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time Ireland Italy1 Denmark Israel Canada Greece Luxembourg2 Spain Belgium (Fr.)1 for 12-14 year-olds (2010) Poland Hungary Norway France Turkey Argentina3 Slovak Republic OECD average4 Chile Russian Federation Mexico Estonia Iceland Belgium (Fl.) Germany Austria Korea Finland Indonesia England Slovenia Portugal Japan Reading, writing and literature Mathematics Science Modern foreign languages Other compulsory core curriculum Compulsory flexible curriculum Bahasa 13%=4 jam, Matematika 13%=4 jam IPA 12%=4 jam Rata-rata OECD adalah Bahasa 16%, Matematika 13%, IPA 12%. Dengan 38 jam pelajaran perminggu menjadi: Bahasa 6 jam, Matematika 5 jam, IPA 4,6 jam Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature. Source: OECD. Table D1.2c. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). 12 8 48
  128. 128. Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time for 7-8 year-olds (2010) Rata-rata OECD dengan 30 jam pelajaran perminggu adalah: Bahasa 9 jam, Matematika 6 jam, IPA 2 jam Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature. Source: OECD. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). Table D1.2a. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). 12 9
  129. 129. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time Netherlands1 Ireland Mexico France Hungary Russian Federation Denmark Canada Luxembourg2 for 9-11 year-olds (2010) Austria Spain Greece Norway OECD average3 Italy Slovak Republic Belgium (Fl.)3 Israel Estonia Finland Portugal Argentina4 Poland5 Korea Turkey Japan Slovenia Germany Iceland Chile Indonesia5 England1 Reading, writing and literature Mathematics Science Modern foreign languages Other compulsory core curriculum Compulsory flexible curriculum Rata-rata OECD dengan 36 jam pelajaran per minggu adalah: Bahasa 8 jam, Matematika 5 jam, IPA 3 jam Bahasa. = 15% = 5 jam Matematika : 15% = 5 jam IPA : 12% = 4 jam Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading, writing and literature. Source: OECD. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). Table D1.2b. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). 13 0
  130. 130. Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD Alternatif Positif Negatif I Tematik Terpadu Kelas I – VI, Ilmu Pengetahuan diintegrasikan ke mata pelajaran Guru kelas lebih mudah mengajar Penyusunan buku membutuhkan koordinasi yang ketat Bahasa dapat berperan maksimal sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge II Tematik Terpadu Kelas I-VI, Ilmu Pengetahuan muncul di Kelas V-VI Guru kelas lebih mudah mengajar Tidak konsisten dalam Ilmu pengetahuan memiliki perumusan kompetensi dasar sendiri III Tematik Terpadu Kelas I-IV, Mata Pelajaran Terpisah di Kelas V-VI Kelas 5 dan 6 seperti sekarang, sehingga penyiapan buku lebih mudah Beban guru kelas lebih berat Akan terjadi duplikasi karena bahasa Indonesia akan tetap menggunakan materi ilmu pengetahuan dalam pembelajaran 13 1 49
  131. 131. 13 2 5
  132. 132. BUKU KELAS I Kelas Judul Buku KELAS I SISWA TEMATIK 1. Diriku 2. Kegemaranku 3. Kegiatanku 4. Keluargaku 5. Pengalamanku 6. Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri 7. Benda, Binatang, dan Tanaman di sekitarku 8. Peristiwa Alam AGAMA 9. Agama Islam dan Budi Pekerti 10. Agama Kristen dan Budi Pekerti 11. Agama Katholik dan Budi Pekerti 12. Agama Hindu dan Budi Pekerti 13. Agama Budha dan Budi Pekerti 14. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti GURU Buku guru dilengkapi dengan: 1. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Pedoman Penilaian 3. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Materi Pengayaan 5. Pedoman Interaksi Guru, Siswa dan Orang Tua 13 3

×