Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Infertilitas pak ,ak

INFERTILITAS

  • Login to see the comments

Infertilitas pak ,ak

  1. 1. INFERTILITAS OLEH DR.dr.H.ASHAR KIMAN,SpOG DFM,PIA. BAG. OBGYN FAK.KEDOKTERAN UNBRAH PADANG 2013 ,
  2. 2. • Sterilitas adalah seseorang yang mutlak tidak mungkin mendapatkan keturunan. Mis, pada wanita dg Aplasia genitalis atau pada pria tanpa testis. • Fertilitas ialah kemampuan seorang istri untuk menjadi Hamil & Melahirkan anak hidup oleh suami yg mampu meng-hamilkannya. Umur lebih 35 tahun fertiltas menurun. • Infertilitas menyatakan kesuburan yang berkurang • Suatu pasangan disebut Infertil kalau sang Isteri tidak Hamil dalam waktu 1 (satu ) tahun • Setelah kawin tanpa mempraktekkan kontrasepsi ( disengaja ).
  3. 3. Jalan keluar bantuan Teknologi: tertolong 50 % spt Bayi tabung, Inseminasi buatan donor ,atau membesarkan janin di Rahim Wanita lain Atau menempuh jalan meng Adopsi anak, Poligami ,Bercerai Menurut Guttmacher : Wanita diantara umur: 16-20 th : 4,5 % infertile 35-40 th : 31,3 % infertile >40 th : 70,0 % infertile.
  4. 4. • Sebab infertilitas : 1. Infertilitas disengaja. a.  oleh suami ; • coitus interruptus. • Condom. • Sterilisasi. (vasektomi ). b. oleh isteri ; • irigasi air garam jenuh. • Istibra berkala. • Kimiawi pakai salep atau tablet. • Mekanis pessarium occlusivum. • I U D. • Oral pill. • Injectables. • Sterilisasi.
  5. 5. 2. Infertilitas tidak disengaja . a. sebab2 pd suami : 35 % - 40 % • gangguan spermatogenesis al : aspermia, hypospermia,necro spermia. ini ditemui pada penyakit testis,kelainan endokrin • kelainan mekanis sehingga sperma tidak dapat dikeluarkan ke dalam puncak vagina seperti: impotensi, ejaculatio praecox, penutupan ductus deferens, hypospadia, phymosis.
  6. 6. • b. Sebab2 pd isteri : 40-50 % Sedang 10 – 20 % sebabnya tdk jelas. – gangguan ovulasi mis kelainan ovarium atau gangguan hormonal. – Kelainan mekanis yg menghalangi pembuahan spt : - Kelainan tuba. - Endometriosis. - Stenosis canalis cervicalis atau hymen. - Fluor albus.
  7. 7. PEMERIKSAAN YANG UTAMA . Pemeriksaan Ovulasi. Pemeriksaan sperma. Pemeriksaan lendir servix. Pemeriksaan tuba. Pemeriksaan endometrium.
  8. 8. 1. PEMERIKSAAN OVULASI. Terjadinya ovulasi dpt diketahui ; - Pencatatan suhu basal dlm suatu curve : kalau siklus ovulatoar , maka suhu basal bersifat bifasis’.Sesudah ovulasi suhu basal naik ini disebabkan pengaruh Prpgesteron. - Pemeriksaan vaginal smear: pembentukan progesterone menimbulkan perubahan2 sel2 superfisial.
  9. 9. - Pemeriksaan lendir servix ; adanya Progesteron menimbulkan perubahan sifat lendir cervix menjadi lebih kental. Gambaran FERN ( daun pakis ) yang terlihat pada lendir yang telah dikeringkan hilang - Pemeriksaan endometrium ; kuretase pd hari I haid atau pd fase premenstrual menghasilkan endometrium dlm stadium Sekresi dg gambaran histologis KHAS.
  10. 10. Sebab Sebab gangguan Ovulasi. 1. Faktor S S P : tumor, dysfungsi hypothalamus. Factor psikogen, dysfungsi hypfise 2. Faktor Intermidiate : gizi, peny kronis, peny metabolis. 3. Factor ovarial ; tumor, dysfungsi, Turner Syndrom
  11. 11. PENGOBATAN . Tergantung etiologi dpt spt ; Diet, Hor Thyroid, Operasi Kalau terdpt dysfungsi hypofise dpt diusahakan : A. Rebound phenomen mis dg oral pills. Al; aethynyloestradiol 3 X 0,02 mg selama 21 hari dan utk 3 kuur. B. Subsitusi terapi; - pemberian FSH dan LH Chorionic gonadotrofin ( LH ) C. Merangsang hypofise utk membuat FSH dan LH dg pemberian Clomiphen.
  12. 12. Teori nya: 1. Clomiphen merupakan estrogen inhibitor shg menambah produksi Gonadotropin. 2. Clomiphen merangsang hypothalamus shg dikeluarkan FSH & LH Releasing factors. 3. Clomiphen mempunyai efek langsung pd ovarium. Dosis ; 50 mg sehari selama 5 hari mulai pd hari kelima dari siklus.
  13. 13. 2. PEMERIKSAAN SPERMA Sperma dinilai dengan pemeriksaan atas : Jumlah – Bentuk – Pergerakkan Sperma. Pemeriksaan sebaiknya:3 hari tidak melakukan coitus, 1 jam setelah bahan keluar/diambil. Sifat Eyaculat normal: - Volume : 2-5 cc - Jlh spermatozoa : 100-120 / cc. - Pergerakkan : 60 % dari spermatozoa masih bergerak post 4 jam setelah dikeluarkan. - Bentuk Abnormal : 25 %.
  14. 14. Pria yg Fertil Spermatozoanya : 60 juta per cc atau lebih. Subfertil Spermatozoanya : 20 – 60 juta per cc Steril Spermatozoanya : 20 juta per cc atau kurang.
  15. 15.   1.SEBAB2 KEMANDULAN PD PRIA : Gizi Kelainan peny metabolis. Keracunan’ Dysfungsi Hypofise. Kelainan trac Genitalis ( vas deferens, testis pd Klinefelter Syndrom ) . PEMERIKSAAN LANJUT : 17 Ketosteroid, Gonadotrofin Urine, Biopsi Testis.
  16. 16. TERAPI 1.Umum: hygene, kurangi merokok & minum alcohol, istirahat, hilangkan stress, Obati peny2 kronis & metabolis. 2.Hormonal: a.Testosteron berguna merangsang kel acesoir alat kelamin pria( diharapkan rebound phenomen ). b. Gestyltesto ialah kombinasi gestyl yg bersifat gonadotrofin &Testosteron. c. Humegon ( Human Menopausal Gonadotropin ) yg khasiatnya spt FSH mis diberikan 200 U, 2 x seminggu selama 6 minggu. 3. Operatif ; Memperbaiki penutupan ductus deferens. 4. Cara lain ;Centrifuge Sperma
  17. 17. 3. PEM LENDIR CERVIX . Keadaan dan sifat Lendir Cervix sangat mempengaruhi keadaan Spermatozoa. a. Kentalnya lendir Cervix ; mis lendir cervix cair lebih mudah dilalui Sperma. Pd stadium proliferasi lendir cervix agak cair akibat pengaruh Estrogen Pd stadium sekresi lendir cervix lebih kental.akibat pengaruh Progesteron b. pH lendir cervix , sifat alkalis pH 9 spermatozoa dpt hidup agak lama Ingat pada Cervisitis suasana akan menjadi Asam
  18. 18. c. Enzym proteolytik spt trypsin & chemotrypsin mempengaruhi viscositas lendir cervix d. Immunoglobulin dlm lendir cervix dpt menimbulkan aglutinasi dari spermatozoa. e. Kuman2 dlm lendir cervix dpt membunuh spermatozoa.
  19. 19. Cara Pemeriksaan Lendir Cervix: -SIMS HUHNER TEST -KURZROK MILLER TEST Ad.1 Sims Huhner Test : Saat periksa yaitu post coitus sekitar ovulasi. Hasil baik kalau terdapat 5 spermatozoa motil per high powerfield. Sims Huhner baik menandakan : a. Teknik coitus baik. b. Lendir cervix normal. c. Estrogen Ovarial cukup. d. Sperma cukup baik.
  20. 20. Ad. 2 Kurzrok Miller Test : Saat periksa pertengahan siklus,bila hasil Sims Huhner Test kurang baik. Cara 1 tetes lendir cervix diletakkan berdampingan dg tetes sperma pd obyek glas , Hasil dilihat apa ada penetrasi spermatozoa, bila TDK ADA maka Lendir Cervix Kurang. baik. Therapy; Hor Estrogen atau Antibiotika
  21. 21. 4. PEMERIKSAAN TUBA. Untuk mengetahui keadaan tuba dpt dilakukan a. Pertubasi ( Insuflasi ) sering disebut Rubin Test. b. Hysterosalpingografi. c. Kuldoskopi.
  22. 22. Ad. a. PERTUBASI ( INSUFLASI ) SECARA RUBIN TEST Guna untuk mengetahui Utuh atau Tidak Tuba. Caranya CO 2 dimasukkan kedalam cavum uteri dan tuba maka gas akan keluar dari ujung tuba. Hasil diketahui dg stetoskop ada bunyi khas & pasien merasa nyeri di bahu. Kalau di Rontgent terlihat gel udara dibawah diapragma.
  23. 23. Bila memakai Kymogram dilihat hasil: -. Tuba Paten kalau tek tdk melewati 180 mm Hg. -. Tuba penutupan partiel ; tek mencapai 180 – 200 mmHg -. Tuba ada Obstruksi ; bila tek melebihi 200 mm Hg. -. Peristaltik tuba terlihat gelombang dg amplitudo 10 – 30 mm Hg
  24. 24. Ad.b. HYSTEROSALPINGOGRAFI. Guna untuk mengetahui : - bentuk cavum uteri. - bentuk liang tuba, bila ada sumbatan, maka Tempat Sumbatan tampak jelas Cara : - suntikan cairan Contras mis ; Lipiodol, Urografin, atau Pyelocyl. bahan yang baik adalah yg larut air , karena yg larut lemak bisa menyebabkan emboli dan granuloma tuba.
  25. 25. Ad. c KULDOSKOPI:   Cara melihat langsung tuba dan ovarium.     Ad. d. LAPARASKOPI:   Melihat Genitalia Interna  dan sektarnya.  
  26. 26. a.5. PEMERIKSAAN ENDOMETRIUM   Cara : Dilakukan Mikrokuret  pd hari I haid, atau pd  stadium Premenstrual. Hasil :Endometrium normal terlihat gbr histologik Khas   untuk stadium Sekresi. Kalau tidak ditemukan stadium sekresi maka: a. Endometrium tidak bereaksi terhadap progesterone. b. Produksi Progesteron berkurang.   Therapy :  - Progesteron                  - Bila ada tanda2 infeksi beri Antibiotika.

×