ANALISISPENGARUH MOTIVASI TERHADAP MINAT
MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI
PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPA)
(Studi Kas...
1.

Judul : ANALISIS PENGARUH MAOTIVASI TERHADAP MINAT
MAHASISWA UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI
AKUNTANSI (PPAk) (Stud...
perguruan tinggi tertentu. Hal ini berdasarkan atas UU No.34 tahun 1945 yang
menyatakan bahwa gelar akuntan di berikan kep...
Beberapa peneliti terkait dengan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk)
pernah di lakukan sebelumnya, misalnya penelitian Samia...
sosial karena kebanyakan dari lulusan akuntansi yang meneruskan ke PPAk hanya
karena adanya dorongan untuk memperoleh peng...
1. Hasil penelitian ini di harapkan dapat di gunakan sebagai gambaran
bagi mahasiswa jurusan akuntansi dalam menentukan ke...
itu di kemukakan bahwa Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk). Dalam pasal 1 SK
Mendikbud itu di kemukakan bahwa Pendidikan Pro...
Diknas

Profesi/IA I

Jalur
Profesi

Jalur
Akademik

D-1

Pendidikan
ProfesiAkuntan
(PPAk)

Pengawasan
Praktek
Akuntansi

...
Menurut pasal 4 ayat (1) waktu yang di butuhkan untuk menyelesaikan
PPAk ini di tempuh antara dua sampai enam semester. Ja...
5.1.3

Motivasi Kualitas
Elemen kualitas atau kompetensi merupakan hal yang sangat di perhatikan

dalam profesi akuntan, k...
2. Tahap pengembangan keahlian dan teknis.
3. Midcareer yearsmerupakan tahap di mana seseorang mengalami
kesuksesan dan pe...
dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka
untuk mencapai penghargaan finansial yang di mil...
batiniah (emosional) dalam berhubungan dengan orang lain dan menjadi
keharmonisan.
Menurut Aristoteles , “seorang manusia ...
Setelah seseorang mampu melangkah lebih maju dari orang lain, maka
kepercayaan dirinya akan meningkat
e. Kebanggaan
Kebang...
sendiri. Berdasarkan penjelasan di atas dapat di ketahui bahwa motivasi
menggerakkan jiwa dan jasmani seseorang untuk berm...
adalah mahasiswa tingkat akhir dari enam universitas di Yogyakarta, UGM, UII,
Atmajaya, STIE YPKPN, UPN Veteran dan Sanata...
Gambar 2. Kerangka Konseptual.
Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi untuk
Mengikuti Pendidikan Profesi Aku...
5.4Hipotesis
Hipoteis merupakan proposisi yang di rumuskan dengan maksud untuk di
uji secara empiris sedangkan proposisi m...
Populasi merupakan sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang
mempunyai karakteritik tertentu (Indriyantoro dan S...
6.4 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel
6.4.1

Identifikasi Varibel
Berdasarkan pokok permasalahan yan...
f.

Motivasi Sosial (X5) adalah sebagai suatu dorongan seseorang untuk
melakukan perbuatan dengan tujuan atau bernilai sos...
Kriteria yang di tetapkan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
data adalah dengan menggunakan hasil pengujian deng...
r12

: Koefisien korelasi dari kedua bagian skala yang di bagi menjadi
dua kuesioner yang sama

n

: Banyaknya butir dalam...
baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika antar variabel
bebas saling berkolerasi maka variabe...
Y = α + β1X1 + β2X2 + …… + βkXk + e
Di mana
Y

: Variabel terikat

α

: Konstanta

β1 ,…... βn

: Koefisien regresi

X1 ,....
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas/
independen yang di masukkan dalam model mempunyai p...
Gambar 3.Kriteria Uji Statistik F

Ho diterima

H1 diterima

F{α ; ( k ) ( n – k – 1 )}

6.7.3.2 Uji Signifikansi Parsial(...
H0 = β1 = 0, secara parsial Motivasi karier, kualitas, ekonomi, gelar,
dan sosial tidak berpengaruh terhadap minat mahasis...
Assauri, Sofyan, 1996, Perubahan Akuntansi dan Perubahan Peran dan
Tanggung Jawab Akuntan, Semarang
Djarwanto Pangestu, 19...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Skrip

1,636 views

Published on

skripsiku

Published in: Economy & Finance
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,636
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
28
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Skrip

  1. 1. ANALISISPENGARUH MOTIVASI TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPA) (Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi) PROPOSAL SKRIPSI OLEH : Bima Sakti NIM. C2A606099 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013
  2. 2. 1. Judul : ANALISIS PENGARUH MAOTIVASI TERHADAP MINAT MAHASISWA UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk) (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas diponegoro) 2. Latar Belakang Seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia usaha, terutama pada era globalisasi yang tidak mungkin di hindarkan lagi, dan terlebih setelah di sepakatinya pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan Asia-Pasifik dalam kerangka kerja sama Asia Pasifik Economic Cooperation (APEC) serta di tingkat Asia yaitu Asean Free Trade Area (AFTA) yang akan semakin mengundang masuknya para pekerja profesional asing untuk di Indonesia. Untuk menjawab tantangan ini, di tuntut adanya peningkatan kualitas dan profesionalisme individu agar dapat berkembang atau setidaknya mampu bertahan dalam situasi yang kompetitif ini. Namun, sangat di sayangkan lulusan yang selama ini di harapkan dapat menjawab tantangna tersebut di nilai masih belum memiliki kemampuan yang cukup memadai, terutama dalam bersaing dalam profesional asing. Dilema yang di hadapi oleh dunia usaha ini tentunya akan berujung pada pendidikan, yaitu bagaimana dunia pendidikan bisa memenuhi keinginan masyarakat pengguna jasa akuntan, baik dari segi pengadaan sarana, prasara, serta pelayanan maupun cara untuk meningkatakan kualitas lulusannya. Pendidikan akuntansi sebagai salah satu cabang ilmu ekonomi yang di ajarkan pada perguruan tinngi akhir-akhir ini sering kali mendapat sorotan dari berbagai pihak. Praktisi akuntan di Indonesia khususnya banyak yang berpendapat bahwa lulusan akuntansi di awal memasuki dunia kerja di nilai belum memiliki keahlian yang cukup memadai untuk duduk dalam posisi puncak manajemen. Kurikulum yang berlaku selama ini juga di nilai belum mencerminkan karakteristik pendidikan perguruan tinggi yang berkompeten dalam membentuk sarjana yang handal. Keraguan atas keandalan pendidikan akuntansi dalam menghasilakan tenaga akuntan yang profesional semula di sebabkan oleh adanya tindakan diskriminatif dalam pemberian gelar akuntan oleh
  3. 3. perguruan tinggi tertentu. Hal ini berdasarkan atas UU No.34 tahun 1945 yang menyatakan bahwa gelar akuntan di berikan kepada lulusan perguruan tinggi negeri yang di tunjuk pemerintah dan atau perguruan negeri dan swasta yang memenuhi syarat untuk menghasilkan akuntan atas proses pendidikannya. Berdasarkan SK Mendikbud No.56/U/1999 tentang Pendidikan Profesi Akuntan (PPA) yang di keluarkan tanggal 30 Maret 1999, tujuan PPAk (Pendidikan Profesi Akuntan) adalah untuk menghasilkan lulusan yang menguasai keahlian bidang profesi akuntansi dan memberikan kompetensi keprofesian akuntansi. Dengan adanya surat keputusan ini, maka pendidikan tinggi akuntansi akan memiliki dua jalur yaitu jalur pendidikan akademik dan jalur pendidikan profesioanal. Seseorang yang telah lulus strata akuntansi dapat langsung bekerja meneruskan ke jalur S-2 atau menempuh pendidikan profesi pada fakultas ekonomi yang telah mendapat ijin dari Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setelah mendapat rekomendasi dari IAI. Surat Keputusan Mendikbud tersebut semakindi perkuat oleh SK Mendiknas No. 179/U/2001 tentang penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntan (PPA) dan SK Mendiknas No. 180/P/2002 tentang pengangkatan panitia ahli persamaan ijasah akuntan. Selanjutnya, pada tanggal 28 Maret 2002 di tanda tangani Nota kesepahaman antara Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan Dirjen Dikti Depdiknas mengenai pelaksanaan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk). Dengan demikian, pendidikan profesi akuntan di Indonesia dapat terealisasi setelah sekian lama di tunggu oleh berbagai kalangan. Penyelenggara Pendidikan Profesi Akuntan adalah Universitas, institute dan sekolah tinggi yang mendapat ijin dari Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum pendidikan profesi akuntan mencakup etika bisnis, dan profesi, seminar perpajakan, praktik auditing dan lingkungan bisnis, pengetahuan pasar modal, seminar akuntansi keuangan dan seminar akuntansi manajemen. Kurikulum PPAk ini antara 20-40 SKS yang di tempuh antara 2 hingga 6 semester. Dengan demikian, di harapkan para akuntan di Indonesia benar-benar profesional dan mampu bersaing dengan para akuntan dari berbagai belahan dunia.
  4. 4. Beberapa peneliti terkait dengan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) pernah di lakukan sebelumnya, misalnya penelitian Samiaji(2004) serta Widyastuti, dkk (2004). Penelitian ini di lakukan dengan maksud untuk mengetahui faktor apa yang yang paling berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi di lakukan (Samiaji 2004). Penelitian ini di lakukan dengan maksud untuk mengetahui faktor apa yang paling berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk dan apakah ada perbedaan minat antara mahasiswa SMPTN dan non reguler untuk mengikuti untuk mengikuti PPAk. Hasilnya menunjukkan bahwa motivasi karir dan materi PPAk merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk dan minat mahasiswa SMPTN untuk mengikuti PPAk lebih rendah dari minat mahasiswa non reguler. Penelitian berikutnya adalah mengenai pengaruh motivasi terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (Widyastuti,dkk,2004). Penelitian ini di lakukan terhadap mahasiswa akuntansi di Yogyakarta sama dengan sampel penelitian Samiaji, hanya saja ada penambahan sedikit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi karir berpengaruh paling signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk dan mahasiswa tingkat akhir lebih berminat untuk mengikuti PPAk dari pada mahasiswa tingkat awal. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan” (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas diponegoro), merupakan replikasi dari penelitian Widyastuti,dkk (2004). Peneliti bermaksud menguji kembali PPAk di daerah yang berbeda yaitu di Universitas diponegoro.Perbedaan pokok penelitian dengan penelitian sebelumnya terletak pada sampel penelitian. Sampel peneliti terdahulu adalah mahasiswa akuntansi di yogyakarta, sedangkan peneliti mengambil sampel mahasiswa jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas diponegoro. Selain itu di karenakan Universitas diponegoro adalah salah satu perguruan tinggi di Semarang yang terbaik. Dan peneliti menambahkan satu variabel independen yaitu motivasi sosial. Alasan peneliti menambahkan variabel
  5. 5. sosial karena kebanyakan dari lulusan akuntansi yang meneruskan ke PPAk hanya karena adanya dorongan untuk memperoleh pengakuan dari pihak lain terhadap eksistensinya. Sehingga peneliti ingin membuktikan dari kelima variabel independen tersebut mana yang lebih mempengaruhi terhadap minat mengikuti PPAk dan memberikan gambaran kepada pembaca untuk menentukan keputusan mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan ulasan masalah di atas, maka pertanyaan – pertanyaan yang akan di jawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ; 1. Apakah motivasi (kualitas, karier, ekonomi, gelar, dan sosial) berpengaruh secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) 2. Apakah motivasi (kualitas, karier, ekonomi, gelar, dan sosial) berpengaruh secara parsial terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) 4. Tujuan dan Manfaat Penelitian a. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini di lakukan untuk ; 1. Mengetahui pengaruh motivasi (kualitas, karier, ekonomi, gelar, dan sosial), secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) 2. Mengetahui pengaruh motivasi (kualitas, karier, ekonomi, gelar, sosial) secara parsial terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) b. Manfaat Penelitian Penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak sebagai berikut ;
  6. 6. 1. Hasil penelitian ini di harapkan dapat di gunakan sebagai gambaran bagi mahasiswa jurusan akuntansi dalam menentukan keputusan untuk mengikuti PPAk atau tidak 2. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi masukan bagi akuntan pendidik untuk lebih memperbaiki materi – materi kuliah yang di ajarkan kepada mahasiswa, terutama materi – materi yang di ajarkan dalam PPAk. 3. Hasil penelitian ini di harapkan dapat di gunakan sebagai bahan penelitian lebih lanjut oleh peneliti berikutnya. 5. Tinjauan Pustaka 5.1 Landasan Teori 5.1.1 Pendidikan Profesi Akuntan Upaya untuk meningkatkan mutu lulusan mahasiswa jurusan akuntansi serta mutu akuntan publik, juga untuk merespon perkembangan kebutuhan tenaga profesional di bidang akuntansi melahirkan ide untuk melakukan perubahan dalam pendidikan akuntansi. Argumen yang mendukung gagasan tersebut di dasarkan pada pemikiran bahwa kebutuhan tenaga profesional tidak dapat lagi di penuhi dengan progam pendidikan akuntan yang termaksud dalam UU No. 34 tahun 1945. Sebagaimana di ketahui bahwa untuk memperoleh gelar akuntan berdasarkan versi undang – undang tersebut, secara umum dapat di lakukan dengan mengikuti Ujian Nasional Akuntan (UNA) bagi mahasiswa lulusan perguruan tinggi swasta atau langsung berijazah akuntan bila mengiluti pendidikan pada perguruan tinggi negeri yang di akui oleh pemerintah. Pemberlakuan UU No. 34 tahun 1945 menurut Suharto (1999) menunjukkan adanya perlakuan yang tidak adil bagi PTN dan PTS yang tidak di akui pemerintah dalam pemberian gelar akuntan. Diskriminasi pemberian gelar akuntan kemudian menyebabkan di keluarkannya UU N0. 056/U/1999 tentang Pendidikan Profesi Akuntan. Dengan mereduksi SK Mendibud No. 056/U/1999 dapat di ketahui apa sebenarnya yang di maksud dengan PPAk. Dalam pasal 1 (satu) SK Mendikbud
  7. 7. itu di kemukakan bahwa Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk). Dalam pasal 1 SK Mendikbud itu di kemukakan bahwa Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) adalah pendidikan tambahan pada jalur pendidikan setelah progam sarjana ilmu ekonomi pada progam studi akuntansi dan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang menguasi keahlian di bidang profesi akuntansi. Pendidikan ini dapat di selenggarakan di Universitas, Institute dan Sekolah Tinggi setelah mendapat rekomendasi dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Sebagai salah satunya organisasi profesi akuntan di Indonesia IAI membentuk Komite Evaluasi dan Rekomendasi Pendidikan Profesi Akuntan (KERPRA) yang bertanggung jawab kepada pengurus pusat IAI. Komite ini bertugas untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemberian rekomendasi kepada perguruan tinggi yang dapat menyelenggarakan PPAk. Selang beberapa periode, Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan SK No. 179/U/2001 tentang penyelenggaran Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) dan SK No. 80/U/2001 tentang pengangkatan panitia ahli persamaan ijazah akuntan. Kemudian pada tanggal 28 Maret 2002, di tanda tangani nota kesepahaman antara IAI dan Dirjen Dikti Depdiknas, sehingga PPAk dapat terealisasi. Adapun jalur Pendidikan Profesi akuntan terlihat pada gambar 1 berikut ; Gambar 1. Sistem Pendidikan Tinggi dan Profesi Akuntan
  8. 8. Diknas Profesi/IA I Jalur Profesi Jalur Akademik D-1 Pendidikan ProfesiAkuntan (PPAk) Pengawasan Praktek Akuntansi S-1 D-2 Depkeu S-2 D-3 Sertifikasi S-3 Ijin Praktik D-4 sumber : Effendi, 2002 Gambar di atas menunjukkan adanya pemisahan antara jalur akademik dan jalur profesi. Progam S-1 merupakan dasar untuk pendidikan S-2 dan S-3 pada jalur Akademik. Demikian pula, progam S-1 merupakan dasar pendidikan profesi akuntan. Mahasiswa lulusan S-1 dapat memilih salah satu atau jalur menggabungkan keduanya. Sedangkan bagi lulusan D-3 untuk mengikuti PPA harus alih jalur yaitu transfer ke S-1. PPAk diikuti setelah progam sarjana ilmu ekonomi pada progam studi akuntansi di selesaikan. Berdasarkan hal tersebut, pendidikan ini tidak dapat diikuti oleh mereka yang belum menempuh progam pendidikan sarjana dan hanya dapat diikuti oleh mereka yang berasal dari Pendidikan Ilmu Ekonomi Akuntansi.
  9. 9. Menurut pasal 4 ayat (1) waktu yang di butuhkan untuk menyelesaikan PPAk ini di tempuh antara dua sampai enam semester. Jadi, kurun waktu penyelenggaraan PPAk berkisar antara satu hingga tiga tahun. Kurikulum nasional pendidikan ini di tetapkan paling sedikit 20 SKS dan paling banyak 40 SKS dengan materi kuliah etika bisnis, seminar perpajakan, praktik audit, lingkungan bisnis, pengetahuan pasar modal, seminar akuntansi keuangan, dan seminar akuntansi manajemen. 5.1.2 Pengertian Motivasi Menurut Yasyin (1997), motivasi dapat di artikan sebagai alasan, atau dorongan. Dorongan tersebut menggerakkan manusia untuk berprilaku dalam upaya mencapai tujuan tertentu. (Indrawijaya, 2000) mendefinisikan motivasi sebagai kekuatan yang di hasilkan dari keinginan individu untuk memnuhi kebutuhan mencapai tujuan hidupnya. Sedangkan menurut Gibson, dkk (1996), motivasi adlah kekuatan yang mendorong serta menggerakkan individu untuk mencapai tujuannya. Dari berbagai pengertian di atas, dapat di ketahui bahwa motivasi memiliki komponen utama yaitu, kebutuhan , dorongan, dan tujuan (Siagan, 1989). Kebutuhan timbul dalam diri seorang apabila ia merasa ada kekurangan dalam dirinya atau adanya ketidakseimbangan antara apa yang di miliki dengan apa yang seyogyanya di miliki oleh yang bersangkutan. Dorongan bermakna usaha pemenuhan kebutuhan secara terarah. Sedangkan tujuan merupakan segala sesuatu yang mengurangi dorongan dan menghilangkan kebutuhan atau setidaknya mengembalikan keseimbangan dalam diri seseorang. Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) penting bagi mahasiswa jurusan akuntansi, sebab PPAk dapat memberikan kontribusi untuk menjadi seorang akuntan yang profesional. Mengingat pentingnya PPAk bagi mahasiswa akuntansi, maka akan menumbuhkan motivasi dalam diri mahasiswa untuk mengikuti PPAk. Dalam hal ini motivasi merupakan suatu tenaga yang menggerakkan mahasiswa untuk berminat mengikuti PPAk, yang di harapkan dapat mencapai tujuan yang di inginkan.
  10. 10. 5.1.3 Motivasi Kualitas Elemen kualitas atau kompetensi merupakan hal yang sangat di perhatikan dalam profesi akuntan, khususnya akuntan publik. Bahkan elemen ini di masukkan dalam standart audit. Standart umum audit yang pertama menyatakan bahwa “audit harus di laksanakan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor”. Pencapaian keahlian tersebut di mulai dengan pendidikan formal di tingkat Universitas yang di perluas melalu pengalaman selanjutnya dalam praktek audit. Munawir (Widyastuti, 2004) menyatakan bahwa kompetensi auditor di pengaruhi oleh tiga faktor yaitu ; 1. Pendidikan formal, 2. Pelatihan teknis dalam bidang audit, dan 3. Pendidikan profesional yang berkelanjutan (continuining profesional education) selama menjalani masa karier sebagai auditor. Seorang auditor juga harus menguasai ilmu pengetahuan lain seperti, ekonomi, moneter, manajemen, hukum, perpajakan, bahasa inggris, sistem akuntansi, dan sebagainya. Dengan adanya pendidikan profsi akuntan pasca strata satu, maka peningkatan kualitas profesi menjadi fokus utama yang di harapkan akan berlangsung secara kontinu sesuai perkembangan kebutuhan masyrakat akan jasa profesi akuntan. 5.1.4 Motivasi Karier Karier dapat di definisikan sebagai semua pekerjaan atau jabatan seseorang yang telah maupun sedang di lakoninya (Umar, 2003). Sedangkan menurut Siagin (1989), karier dapat di artikan sebagai rangkaian sikap dan perilaku yang berhubungan dengan pelayanan kerja seseorang sepanjang kehidupan kerjanya. Gitman and Daniel (Widyastuti, 2004) menyatakan bahwa keefektifan suatu karier tidak hanya di tentukan oleh individu saja tetapi juga oleh organisasi itu sendiri, seperti tampak dalam tahapan berikut ini ; 1. Entry, yaitu tahap awal pada saat seseorang memasuki suatu lapangan pekerjaan atau organisasi.
  11. 11. 2. Tahap pengembangan keahlian dan teknis. 3. Midcareer yearsmerupakan tahap di mana seseorang mengalami kesuksesan dan peningkatan kerja. 4. Late career yaitu suatu tahap di mana kinerja seseorang sudah labil. Menurut survey yang di lakukan oleh Accounting Principals,terhadap 230 perusahaan di amerika serikat, sekitar 70% profesional di bidang akuntansi dan keuangan menyatakan bahwa alasan utama dalam pemilihan karier mereka adalah karena adanya kesempatan promosi. Hal senada juga di ungkapkan Kennet (Eita, 2001) bahwa sebagian besar mahasiswa jurusan akuntansi adalah pragmasi dan memilih jurusan akuntansi karena adanya kesempatan berkarier yang luas di bidang akuntansi. 5.1.5 Motivasi Ekonomi Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja karyawan adalah mealui pemberian imbalan (reward). Imbalan dapat di definisikan sebagai sesuatu yang di terima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka (Umar, 2003). Sedangkan munurut Gibson (1996) imbalan (reward) merupakan suatu bentuk imbal balik dari organisasi terhadap kinerja yang di capai oleh seseorang dan menjadi salah satu sistem pengendalian manajemen. Untuk memastikan bahwa seluruh karyawan dapat mengarahkan tindakannya terhadap pencapaian tujuan perusahaan, maka manajemen memberikan berbagai penghargaan, termasuk di dalamnya financial reward atau penghargaan financial. Menurut Siegel dan Marconi, penghargaan financial terdiri dari penghargaan langsung dan tidak langsung. Penghargaan langsung dapat berupa pembayaran dari gaji pokok, overtime atau gaji lembur. Pembayaran untuk hari libur pembagian laba (profit sharing), opsi saham, dan berbagai bentuk bonus berdasarkan kinerja lainnya (indrawijaya), 2000). Sedangkan penghargaan tidak langsung mencakup asuransi, tunjangan kesehatan, progam pensiun, dan berbagai manfaat lainnya. Berdasarkan penjelasan di atas, motivasi ekonomi merupakan suatu dorongan yang timbul
  12. 12. dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka untuk mencapai penghargaan finansial yang di milikinya. 5.1.6 Motivasi Gelar Seseorang berjuang sekuat tenaga untuk menyelesaikan pendidikan agar mendapat gelar. Kemudian dengan gelar itu, selain dapat meningkatkan status sosial, juga yang bpaling di harapkan adalah dapat mempermudah mencari kerja. Motivasi gelar merupakan dorongan dalam diri untuk mendapatkan suatu penghargaan, sehingga mendapat dari dunia luar dan adanya perubahan status sosial.(dalam Widyastuti,2004) Mahasiswa yang mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) adalah calon akuntan yang nantinya berhak mengikuti ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) untuk mendapat gelar SE,Ak. Ujian ini merupakan syarat penting untuk mendapatkan ijin praktik sebagai akuntan publik. Dengan mengikuti ujian ini, di harapkan calon akuntan di masa depan tidak hanya mahir secara teknis namun juga mahir secara profesional. Dengan demikian, lulusan PPAk nantinya akan memiliki daya saing sebagai akuntan yang lebih tinggi di bandingkan dengan sarjana ekonomi dari jurusan akuntansi yang tidak mempunyai gelar atau predikat akuntan (dalam widyastuti, 2004) 5.1.7 Motivasi Sosial Secara umum manusia memiliki motivasi yang selalu berhubungan dengan lingkungannya. Motivasi sosial di artikan sebagai suatu dorongan seseorang untuk melakukan perbuatan dengan tujuan atau bernilai sosial, memperoleh pengakuan maupun penghargaan dari lingkungan di mana seseorang berada. Motivasi sosial berhubungan dengan keinginan seseorang untuk di akui eksistensinya. Apabila motivasi sosial dalam dalam diri seorang tinggi, maka secara langsung akan timbul minat untuk memperoleh penghargaan yang diinginkannya. Nilai – nilai sosial di tunjukkan sebagai faktor yang menampakkan kemampuan seseorang di masyarakat atau nilai seseorang yang dapat dilihat dari sudut pandang orangorang lain di lingkungannya. Manusia ingin mendapatkan pengakuan, mempertahankan prastise, mendapatkan kebanggaan diri, memiliki kepuasan
  13. 13. batiniah (emosional) dalam berhubungan dengan orang lain dan menjadi keharmonisan. Menurut Aristoteles , “seorang manusia adalah makhluk sosial, sering di sebut zoon politicon, yaitu makhluk yang pada dasarnya ingin bergaul dengan sesama manusia lainnya”. Status sebagai makhluk sosial, telah melekat pada setiap manusia yang sejak lahir hingga meningal dunia tidak akan mampu hidup sendirian dan akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Apapun yang ia lakukan tidak akan terpisah dari lingkungan masyarakat disekitarnya. Masyarakat sekitar selalu memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa yang orang lain miliki dan kerjakan. Di sisi lain, manusia telah memiliki potensidasar dalam dirinya untuk mengembangkan pergaulannya menjadi lebih luas dan semakin luas lagi, potensi dasar itu di antaranya rasa kasih sayang, kemampuan bekerja sama dan rasa ingin di hormati, di akui dan di hargai. Indikator motivasi sosial adalah sebagai berikut menurut Maslow (dalam Ferdiansyah,2006) a. Membantu masyarakat Manusia sebagai makhluk sosial akan dengan sendirinya terdorong untuk membantu orang lain, karena pada hakikatnya manusia akan saling membutuhkan bantuan orang lain b. Pengakuan dan penghargaan Keinginan untuk di akui baik di mata keluarga, ataupun di mata masyarakat luas akan mendorong seseorang untuk selalu berusaha mencapai tujuannya. Ketika kerja kerasnya membuahkan hasil, maka orang tersebut tetap mengharapkan penghargaan sebagai hadiah untuk semua jerih payahnya. c. Memperluas hubungan sosial Semakin jauh setiap individu melangkah dalam perjalanan hidupnya, maka ia akan bertemu banyak orang yang berbeda dan dengan sendirinya akan memperluas hubungan sosialnya pada akhirnya akan membantu dalam pencapaian tujuannya. d. Kepercayaan diri yang tinggi
  14. 14. Setelah seseorang mampu melangkah lebih maju dari orang lain, maka kepercayaan dirinya akan meningkat e. Kebanggaan Kebanggaan yang muncul baik dari diri sendiri ataupun dari orang – orang terdekat seperti keluarga, teman atau kerabat akan mampu mendorong seseorang untuk terus berusaha mewujudkan cita – cita dalam hidupnya. 5.1.8 Minat Minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat itu sendiri di harapkan dapat merefleksikan sikap atau perilaku seseorang di masa yang akan datang. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dari variabel minat ini adalah ; 1. Minat di anggap sebagai perantara faktor – faktor motivasional yang mempunyai dampak pada suatu perilaku. 2. Minat menunjukkan seberapa keras seseorang berani mencoba. 3. Minat menunjukkan seberapa banyak upaya yang di rencanakan sexeorang untuk di lakukan. Indrawijaya (2000) mendefinisikan minat sebagai keinginan yang di dorong sesuatu, setelah melihat, mengamati, dan mempertimbangkan dengan kebutuhannya. Motivasi di awali dengan adanya faktor ektrinsik atau rangsangan dari luar, dalam hal ini adalah pendidikan profesi akuntan. Adanya rangsangan dari luar ini bermaksud untuk mempengaruhi perilaku seseorang. Faktor ekstrinsik ini akan melalui proses penilaian setelah di terima oleh seseorang. Proses penilaian ini di pengaruhi oleh kepribadian, sikap, pengalaman, dan harapan seseorang dari adanya PPAk ini. Selanjutnya, apa yang di terima tersebut di beri arti oleh orang yang bersangkutan menurut minat dan keinginannya (faktor intrinsik). Minat ini mendorong untuk mencari berbagai informasi mengenai PPAk agar dapat mengembangkan berbagai alternatif tindakan, dan selanjutnya melakukan pemilihan tindakan. Berdasarkan tindakan tersebut, ia kemudian melakukan evaluasi yaitu dengan membandingkan hasil yang di capainya dengan tindakannya
  15. 15. sendiri. Berdasarkan penjelasan di atas dapat di ketahui bahwa motivasi menggerakkan jiwa dan jasmani seseorang untuk berminat terhadap segala sesuatu. 5.2 Tinjauan Penelitian Sebelumnya Penelitian tentang pengaruh motivasi terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi sebelumnya telah di lakukan beberapa orang. Samiaji (2004) dan juga Widyastuti, dkk (2004) pernah melakukan penelitian serupa mengenai minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Samiaji (2004) meneliti tentang faktor – faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk yaitu, motivasi karier, motivasi ekonomi, motivasi kualitasjuga materi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah, motivasi karier, motivasi ekonomi, motivasi kualitas juga materi pendidikan mempengaruhi mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Selain itu samiaji bermaksud untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan minat antara mahasiswa PTN dan PTS untuk mengikuti PPAk. Sampel dalam penelitian tersebut adalah mahasiswa PTN dan PTS di Yogyakarta yaitu, mahasiswa UGM, STIE YKPN, Atmajaya, dan UPN Veteran”. Hipotesis yang di ajukan di uji dengan regresi dan uji beda dua rata-rata. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa motivasi karir dan materi PPAk merupakan faktor yang paling penting dalam motivasi mahasiswa untuk mengikuti PPAk dan minat mahasiswa PTN lebih rendah di bandingkan dengan minat mahasiswa PTS. Penelitian selanjutnya di lakukan oleh Widyastuiti, dkk (2004). Judul penelitian ini adalah pengaruh motivasi terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi (PPAk). Penelitian ini adalah pengaruh motivasi terhadap mahasiswa akuntansi untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi (PPAk). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah motivasi mempengaruhi mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat antara mahasiswa tingkat awal dan mahasiswa tingkat akhir untuk mengikuti PPAk. Sampel penelitian kedua ini
  16. 16. adalah mahasiswa tingkat akhir dari enam universitas di Yogyakarta, UGM, UII, Atmajaya, STIE YPKPN, UPN Veteran dan Sanata Dharma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi karier merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. Terdapat beberapa minat terhadap mahasiswa tingkat awal dengan mahasiswa tingkat akhir. Hal ini dapat di sebabkan karena mahasiswa tingkat awal masih belum mengenal dan memahami arti penting PPAk. Perbedaan pokok penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah terletak pada objek penelitian. Dalam penelitian ini objek yang di gunakan adalah mahasiswa Universitas diponegoro. Sedangkan persamaan penelitian terletak pada tujuan penelitian yaitu, untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. 5.3 Kerangka Konseptual Penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen yang meliputi motivasi kualitas, motivasi karier, motivasi ekonomi. Sedangkan variabel dependennya adalah minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Secara skematis model penelitian ini di tunjukkan pada gambar 1 sebagai berikut ;
  17. 17. Gambar 2. Kerangka Konseptual. Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi Variabel IndependenVariabel Dependen Motivasi Kualitas ( X1 ) Motivasi Karier ( X2) Keteranga Motivasi Ekonomi ( X 3) : Pen Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti PPA (Y) Motivasi Gelar ( X 4) Motivasi Sosial ( X 5) Keterangan : Pengaruh Simultan : Pengaruh Parsial
  18. 18. 5.4Hipotesis Hipoteis merupakan proposisi yang di rumuskan dengan maksud untuk di uji secara empiris sedangkan proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat de percaya, di sangkal, atau di uji kebenarannya, mengenai konsep atau counstruct yang menjelaskan atau memprediksi fenomena – fenomena (Indriyantoro, Supomo, 1999). Mengacu dari pengertian di atas dan peneliti mengemukakan hipotesis sebagai berikut : H1 : Motivasi (kualitas, karier, ekonomi, gelar, dan sosial) berpengaruh secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) H2 : Motivasi (kualitas, karier, ekonomi, gelar, dan sosial) berpengaruh secara parsial terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). 6. Metode Penelitian 6.1 Jenis dan Sumber Data 6.1.1 Jenis Data Jenis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data subyek. Data subyek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subyek penelitian (responden). 6.1.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer secara khusus di kumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian (Indriantoro dan Supomo, 1999). Data utama dalam penelitian ini di peroleh secara langsung dari sumber data, yaitu melalui penyebaran kuesioner pada responden. 6.2 Populasi dan Sampel
  19. 19. Populasi merupakan sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteritik tertentu (Indriyantoro dan Supomo, 1999). Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas diponegoro. Sedangkan sampel yang di teliti di pilih dengan menggunakan metode purposive random sampling, yaitu metode pemilihan sampel dengan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian (Indriyanto, Supomo, 1999), yaitu mahasiswa tingkat akhir. Adapun pertimbangan kriteria di atas adalah mahasiswa tingkat akhir sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai Pendidikan Profesi Akuntan dan memiliki gambaran mengenai perencanaan karier atau perencanaan pasca kelulusan. 6.3 Metode Pengumpulan Data Tahap pengumpulan data ini di gunakan untuk memperoleh data yang akurat dan valid untuk dasar keberhasilan penelitian. Adapun pengumpulan data yang akan di laksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Studi Pustaka Adalah metode pengambilan data yang di peroleh dari peneliti – peneliti terdahulu, literatur atau buku – buku yang terkait dengan permasalahan yang ada, sebagai tambahan dalam memahami dan mencari solusi dari masalah yang di hadapi. 2. Wawancara Adalah suatu teknik pengumpulan data yang efektif dan efisien, yang di lakukan dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan pihak – pihak yang bersangkutan mengenai objek yang di teliti. Wawancara di lakukan terhadap sampel mahasiswa. 3. Kuisioner Adalah metode pengumpulan data dengan cara mengajukan daftar pertanyaan secara tertulis untuk di isi oleh responden.
  20. 20. 6.4 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel 6.4.1 Identifikasi Varibel Berdasarkan pokok permasalahan yang di ajukan, maka variabel yang akan di analisa akan di kelompokkan sebagai berikut : 1. Variabel terikat atau dependent variabel (Y), adalah minat mahasiswa untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi 2. Variabel bebas atau independent variables (X), adalah motivasi yang mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi, terdiri dari : X1 X2 : motivasi ekonomi X4 : motivasi gelar X5 a. : motivasi karier X3 6.4.2 :motivasi kualitas : motivasi sosial Definisi Operasional Variabel Minat mahasiswa untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (Y). Minat adalah keinginan seseorang yang di dorong oleh sesuatu, setelah melihat, melihat, mengamati, membandingkan dan mempertimabngakn dengan kebutuhannya (Indrawijaya, 2000). b. Motivasi kualitas (X1) adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk memiliki dan meningkatkan kualitas atau kompetensinya dalam melaksanakan tugasnya. c. Motivasi Karier (X2) adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk memiliki dan meningkatkan pribadinya dalam mencapai karier yang baik. d. Motivasi Ekonomi (X3) adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka untuk mencapai penghargaan finansial yang di inginkan. e. Motivasi Gelar (X4) adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk mendapatkan penghargaan dan perubahan status sosial.
  21. 21. f. Motivasi Sosial (X5) adalah sebagai suatu dorongan seseorang untuk melakukan perbuatan dengan tujuan atau bernilai sosial, memperoleh pengakuan maupun penghargaan dari lingkungan di mana seseorang berada. Penelitian ini menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) sebagai instrument penelitian. Daftar pertanyaan di bagi menjadi 5 bagian, yaitu : 1. Pertanyaan mengenai latar belakang responden, yang meliputi nama, jenis kelamin, usia, IPK, dan tahun angkatan. 2. Pertanyaan mengenai motivasi kualitas (10 item pertanyaan) 3. Pertanyaan mengenai motivasi karier (10 item pertanyaan) 4. Pertanyaan mengenai motivasi ekonomi (10 item pertanyaan) 5. Pertanyaan mengenai motivasi gelar (3 item pertanyaan) 6. Pertanyaan mengenai motivasi sosial (3 item pertanyaan) 7. Pertanyaan mengenai minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (4 iten pertanyaan) Skor responden dalam penelitian ini di ukur melalui jawaban atas pertanyaan bagian dua hingga bagian akhir. Pengukuran dengan menggunakan Skala Lickert 5 point, sebagai berikut : 1. Sangat Tidak Setuju (STS) : Skor 1 2. Tidak Setuju (TS) : Skor 2 3. Kurang Setuju (KS) : Skor 3 4. Setuju (S) : Skor 4 5. Sangat Setuju (SS) : Skor 5 6.5 Uji Kualitas Data 6.5.1 Uji Validitas Untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner di katakan valid jika pertanyaan – pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatuyang akan di ukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas untuk mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang sudah kita buat betul – betul dapat mengukur apa yang hendak kita ukur (Imam Ghozali, 2001)
  22. 22. Kriteria yang di tetapkan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu data adalah dengan menggunakan hasil pengujian dengan taraf signifikan kurang dari 0,05. Jika hasil pengujian menunjukkan signifikasi kurang dari 0,05, maka alat ukur tersebut di katakan valid (Imam Ghozali, 2001) Adapun teknik korelasi yang di gunakan dalam uji validitas ini adalah dengan menggunakann”Pearson’s Correlation Product Moment” yang di nyatakan dalam rumus (Arikunto, 2002) = Di mana : rxy x : Nilai variabel terikat n 6.5.2 : Koefisien korelasi : Jumlah data Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner di katakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konstan atau stabil dari waktu ke waktu (Imam Gozali, 2001) Pengujian reliabilitas di lakukan dengan uji statistik Cronbanch Alpha.Uji tersebut di maksudkan untuk membandingkan pertanyaan atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Konstruk atau variabel di katakan reliabel atau handal, jika memberikan nilai Cronbanch Alpha > 0,60. (Nunnally, 1967 dalam Imam Gozali, 2001) Rumus Cronbanch Alpha untuk menghasilakan perkiraan keandalan kuesioner yang di koreksi, pada umumnya menggunakan rumus (Supranto, 2001): rcc Di mana rcc : :Perkiraan keandalan kuesioner yang telah di koreksi.
  23. 23. r12 : Koefisien korelasi dari kedua bagian skala yang di bagi menjadi dua kuesioner yang sama n : Banyaknya butir dalam seluruh skala, di bagi oleh banyaknya butir dalam setiap bagian. 6.6 Uji Asumsi Klasik Dalam menggunakan model regresi dengan metode Ordinary Least Square (OLS) perlu di perhatikan adanya kemungkinan – kemungkinan penyimpangan asumsi klasik agar dapat memberikan Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). Karena pada hakikatnya apabila asumsi – asumsi dalam uji diagnostik ini tidak terpenuhi, maka penaksir – penaksir yang di perbolehkan dengan prosedur OLS akan menjadi tidak efisien. 6.6.1 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual error memiliki distributor normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Imam Ghozali,2001). Cara yang di gunakan menguji normalitas data adalah : Pada prinsipnya normalitas dapatdi deteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut (Ghozali, 2001;110) : - Jika titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. - Jika titik menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. 6.6.2 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi di temukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang
  24. 24. baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika antar variabel bebas saling berkolerasi maka variabel – variabel tersebut tidak ortogonal. Cara mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi menurut Ghozali (2201), adalah sebagai berikut : Gejala multikolinearitas juga dapat di lihat dari nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Apabila nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10, maka hal ini menunjukkan adanya multikolinearitas. 6.6.3 Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain adalah tetap, maka di sebut Homoskedastisitas dan sebaliknya jika berbeda di sebut Heteroskedastisitas. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya Heteroskedastisitas. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya Heteroskedastisitas, di antaranya yaitu : Dengan melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen), dengan dasar analisis (Ghozali, 2001 ; 105), sebagai berikut : a. Jika terdapat pola tertentu, seperti titik – titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan terdapat gejala heteroskedastisitas. b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. 6.7 Tehnik Analisis Data 6.7.1 Regresi Linear Berganda Dalam menjelaskan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, di gunakan model regresi linier berganda dengan Metode Ordinary Least Square yang di nyatakan dengan fungsi sebagai berikut : (J.Supranto, 2002 : 270)
  25. 25. Y = α + β1X1 + β2X2 + …… + βkXk + e Di mana Y : Variabel terikat α : Konstanta β1 ,…... βn : Koefisien regresi X1 ,.... Xk : Variabel bebas e 6.7.2 : : residual error Determinan R2 Koefisien determinan R2 di gunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinan R2 berada antara nol dan satu ( 0 < R2< 1 ). Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang di butuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Secara umum koefisien determinasi dalam data runtun waktu (time series) biasanya mempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi. Formulasi umum yang di gunakan adalah (Supranto, 1997 : 289) R2 = R2 : Koefisien determinan b1 : Koefisien korelasi y : variabel terikat x. : variabel bebas 6.7.3 Uji Hipotesis Hipotesis yang telah di rumuskan dalam penelitian ini, akan di uji dengan model regresi berganda. Persamaan statistik untuk model linear berganda adalah seperti yang di jelaskan dalam teknik analisis. 6.7.3.1 Uji Signifikasi Simultan (Uji F)
  26. 26. Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas/ independen yang di masukkan dalam model mempunyai pengaruh bersama – sama terhadap variabel terikat atau dependen. Uji statistik F pada penelitian ini untuk menunjukkan apakah Motivasi (karier, kualitas, ekonomi, gelar, dan sosial) berpengaruh secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk). Adapun tahapan pengujian adalah sebagai berikut : a. Menentukan nilai F hitung dengan rumus (Gujarati, 1993 : 120) : Di mana : F : F hitung R2 : Koefisien Determinasi k : Jumlah Variabel n : Jumlah Sampel b. Menentukan Hipotesis Ho = β1 = 0, Motivasi (karier, kualitas, ekonomi, gelar, dan sosial) tidak berpengaruh secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) H0= βi ≠ 0, Motivasi (karir, kualitas, ekonomi, gelar, dan sosial) berpengaruhsecarasimultanterhadapminatmahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Provesi Akuntan (PPAk) c. Menentukan tingkat signifikansi Tingkat signifikansi yang di harapkan adalah α = 5% atau confident interval 95% d. Membandingkan nilai F hitung dengan F table Apabila F hitung< F tabel, maka Hodi terima dan Ha di tolak, sedangkan Apabila F hitung > F tabel, maka Ho di tolak sedangkan Ha diterima.
  27. 27. Gambar 3.Kriteria Uji Statistik F Ho diterima H1 diterima F{α ; ( k ) ( n – k – 1 )} 6.7.3.2 Uji Signifikansi Parsial( Uji t ) Ujistatistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji statistik t pada penelitian ini untuk menunjukkan secara parsial atau individual, faktor Motivasi karier, kualitas dan ekonomi terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) Adapun tahapan pengujian adalah sebagai berikut : a. Menentukan nilai t hitung dengan rumus (Gujarati, 1993, 120) : Di mana : t0 : t hitung b1 : Koefisien regresi parsial variabel Bi0 : Koefisien regresi parsial populasi = 0 Sb1 : Standart error koefisien regresi b. Merumuskan Hipotesis
  28. 28. H0 = β1 = 0, secara parsial Motivasi karier, kualitas, ekonomi, gelar, dan sosial tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) H0 = β1 ≠ 0, secara parsial faktor Motivasi karier, kualitas, ekonomi, gelar, dan sosial berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk). c. Menentukan tingkat signifikansi Tingkat signifikansi yang di harapkan adalah α = 5% atau confident interval 95% d. Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel Apabila t hutung< t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, sedangkan Apabila t hitung> t tabel, maka Ho di tolak dan Ha diterima. Gambar 4.KriteriaUjiStatistik t H0 di tolak H0 di terima H0 di tolak T α/2 ; n- k - 1 tα/2 ; n – k - 1 DAFTAR PUSTAKA Arikunto Suharsimi, 1992, Prosedur Penelitian Suatun Pendekatan Statistik Rineka Cipta, Jakarta
  29. 29. Assauri, Sofyan, 1996, Perubahan Akuntansi dan Perubahan Peran dan Tanggung Jawab Akuntan, Semarang Djarwanto Pangestu, 1993, Statistik Deskriptif, BPFE, Yogyakarta Effendi Rohman, 2002, “Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Pendidikan Profesi Akuntansi” JEAM Vol 1. 2002 Emita, Astami, “Faktor – faktor yang berpengaruh dalam Pe,ilihan Profesi Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik Bagi Mahasiswa Jurusan Akuntansi”, Kompak Edisi Januari 2001 Gujarati, Damodar, Ekonometrika Dasar, Erlangga. Jakarta, 1995 Indrawijaya, Adam I. Perilaku Organisasi, Sinar Baru Algesindo, Bandung, 2000 Indiantoro, Nur dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis, BPFE, Yogyakarta, 1999. Santoso Singgih, 2000, SPSS-Mengolah Data Statistik Secara Profesional.PT Gramedia, Jakarta. Supranto, J., 1991, Statistik Teori Dan Aplikasi, Jilid 1, Erlangga, Jakarta. , 2000, Statistik Teori dan Aplikasi, Jilid 2, Erlangga, Jakarta Widyastuti, S W., Juliana, K dan Sri Suryaningsum, “Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk)” Simposium Nasional Akuntansi VII, Bali, 2004 Windarti, Yayuk, “Kajian Tentang Persepsi Mahasiswa Terhadap Rencana Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi”, Kumpulan skripsi FE, UNIBRAW, Malang, 2001.

×