Manfaat pengenalan kepribadian bagi bisnis

537 views

Published on

Personality is important for everybody. In this slide author wrote about psychologicaly personality type and it's using for business. Written in bahasa Indonesia.

Published in: Self Improvement
  • Be the first to comment

Manfaat pengenalan kepribadian bagi bisnis

  1. 1. MANFAAT PENGENALAN KEPRIBADIAN BAGI BISNIS Bhayu M.H. Presiden Direktur P.T. Bahtera Jiwa Konsultan Manajemen Sumber Daya Manusia
  2. 2. KEPRIBADIAN? APAAN TUH?  Kepribadian (bahasa Inggris: Personality) adalah : • Kumpulan dari kualitas emosional, cara bertingkah-laku, dsb. yang membuat seseorang berbeda dari yang lain. • Kualitas yang membuat seseorang menarik, unik, atau membuat orang lain nyaman dengan yang bersangkutan.  Kepribadian adalah “cetak biru” bagi sisi kejiwaan atau psikologis manusia. Setara dengan DNA bagi tubuh fisik kita.  Kepribadian adalah penyederhanaan pola umum dari sekumpulan ciri tertentu. Mirip dengan astrologi hanya saja didahului penelitian ilmiah.
  3. 3. DEFINISI ILMIAH  "Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his characteristics behavior and thought" (Allport, 1961, p. 28).  “The characteristics or blend of characteristics that make a person unique” (Weinberg & Gould, 1999).
  4. 4. APA GUNANYA MENGETAHUI KEPRIBADIAN?  Pengenalan Diri Sendiri  Mengenali Orang Lain  Memperbaiki Komunikasi  Menghindari Konflik  Menyelesaikan Masalah  Mendapatkan Sahabat  Mempermudah Bisnis  Mendeteksi Kebohongan  Mencari Teman yang Berkarakter Sesuai untuk Mendukung Kemajuan Hidup  Mencari Jodoh ;)
  5. 5. PERBEDAAN KEPRIBADIAN & KARAKTER Kepribadian bersifat hampir permanen, “sudah dari sononya” sejak lahir. Untuk mengubahnya perlu perjuangan sangat berat dari orang bersangkutan. Kebanyakan memang tidak perlu diubah.  Karakter justru lebih mudah berubah, biasanya tergantung dari pengalaman hidup yang bersangkutan. Pendidikan, keluarga, pergaulan, informasi, dll. mempengaruhi pembentukan karakter. Kepribadian bisa dibaca lebih mudah apalagi menggunakan alat ukur psikologis. Sementara karakter lebih sulit diketahui terutama karena bisa disamarkan atau disembunyikan.
  6. 6. JENIS PENGELOMPOKAN TIPE KEPRIBADIAN  Four Elements by Galen-Hippocrates: Choleric, Sanguin, Phlegmatic, Melancholic  Freud’s Tripartite: Id, Ego, Superego  Eysenck’s Personality Theory  Two Types: Type A – Type B  DISC: Dominant, Influence, Steadiness, Compliance  MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) 16 type of psychological traits based on works of Carl Gustav Jung  KTS (Keirsey Temperament Sorter): Artisants, Guardians, Idealist, Rationals  OCEAN: Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism  Pseudo-Personality Based on Finger Print or Blood Type
  7. 7. FOUR ELEMENTS BY GALEN-HIPPOCRATES  Ditulis pertama kali oleh Hippocrates (460-370 SM) sebagai bagian dari ilmu kedokteran mengenai “humorism” sebagai “Four Humors”.  Galen (129-200) mengembangkannya dalam disertasinya De Temperantis sebagai tipologi temperamen pertama.  Teorema ini menjadi dasar dari perkembangan selanjutnya oleh Ibnu Sina (980-1037), Nicholas Culpeper (1616-1654), Immanuel Kant (1724-1804), Rudolf Steiner (1861-1925), Alfred Adler (1879-1937), Erich Adickes (1866- 1925), Eduard Spranger (1914), Ernst Kretschmer (1920), dan Erich Fromm (1947).  Choleric / Koleris : Diasosiasikan dengan “api”. Temperamen kuat, memiliki energi dan hasrat besar, mampu mempengaruhi orang lain, perencana strategis dan pemimpin. Kelemahannya kurang sabar, mudah bosan dan kerap keras kepada orang lain.  Sanguine / Sanguin : Diasosiasikan dengan “udara”. Mudah bergaul, senang bicara, hampir selalu tampak riang-gembira, berpenampilan apik, dan menyenangi kenyamanan duniawi. Kelemahannya ia sering ceroboh, hedonis dan terkadang menyepelekan orang lain.  Phlegmatic / Plegmatis : Diasosiasikan dengan “air”. Kalem, lembut, penyabar, memiliki toleransi tinggi dan tidak mudah terganggu oleh masalah. Kelemahannya lambat dalam bekerja, abai pada target, kerap melewati tenggat, dan kurang mampu merespons konflik.  Melancholic / Melankolis : Diasosiasikan dengan “bumi”/”tanah”. Serius, menyenangi keindahan, biasanya gemar menyendiri, berbakat seni tinggi. Kelemahannya pendiam, mudah curiga, dan sulit bekerjasama dengan orang lain.
  8. 8. FREUD’S TRIPARTITE (ID – EGO – SUPEREGO) Psychic Apparatus –yang kemudian dikenal sebagai kepribadian- terdiri dari tiga unsur: 1. Id: bagian yang tidak teratur dari struktur kepribadian yang terdiri dari kebutuhan dasar manusia dan dorongan instingtual. Id adalah satu- satunya komponen kepribadian yang telah ada sejak lahir. Dia sumber dari kebutuhan, keinginan, hasrat, rangsangan, sebagian termasuk pula nafsu seksual dan sifat agresif. Bila Id mendominasi akan jadi Psikotik. 2. Ego: beraksi tergantung pada prinsip realitas sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi. Ia bersifat memberikan pertimbangan sebelum suatu tindakan dilakukan oleh manusia. 3. Superego: merefleksikan internalistasi dari aturan budaya, sosial, norma lain di masyarakat termasuk dari agama dan hukum. Pertama-tama diajarkan oleh orangtua sebagai panduan dan pengaruh. Bila Superego mendominasi akan jadi Neurotik. Diciptakan oleh Sigmund Freud (terlahir dengan nama Sigismund Schlomo Freud, 1856-1939) yang dikenal sebagai “Bapak Psikonalisis”.
  9. 9. EYSENCK’S PERSONALITY THEORY  Disusun oleh Hans Jürgen Eysenck and Sybil B. G. Eysenck.sebagai pengembangan Four Elements Personality dari Galen-Hippocrates. Didasarkan observasi fisiologis dan genetis guna mendeteksi abnormalitas psikologis.  Didahului Eysenck Personality Questionnaire (EPQ) dan menghasilkan Eysenck's personality Inventory (EPI). Dimensi Kepribadian Eynsenck: • E - Extraversion/Introversion • N - Neuroticism/Stability • P - Psychoticism/Socialisation Psychoticism Extraversion Neuroticism Aggressive Sociable Anxious Assertive Irresponsible Depressed Egocentric Dominant Guilt Feelings Unsympathetic Lack of reflection Low self-esteem Manipulative Sensation-seeking Tense Achievement- oriented Impulsive Moody Dogmatic Risk-taking Hypochondriac Masculine Expressive Lack of autonomy Tough-minded Active Obsessive
  10. 10. TWO TYPES  Dimulai sebagai penelitian di bidang kardiologi atau bedah jantung oleh dokter ahli jantung bernama Meyer Friedman dan Ray Rosenman pada tahun 1950-an, dan terus dikembangkan hingga akhir 1990-an.  Secara sederhana membagi manusia pada kecenderungan terhadap resiko mendapatkan serangan jantung koroner. Type A adalah yang lebih beresiko, sementara Type B sebaliknya.  Type A digambarkan sebagai seorang yang ambisius, teratur, sensitif, peduli pada status, kurang sabar, pencemas, proaktif dan sangat peduli pada manajemen waktu. Mereka biasanya “workaholics” yang “highly-achievers” dan mampu “multi-tasking”. Mereka memaksa diri begitu rupa pada tenggat pekerjaan, kurang sabar dan mudah tersinggung, serta sangat terpacu pada kompetisi hidup.  Type B digambarkan sebagai kebalikan Type A. Mereka suka kemapanan, ketenangan, kestabilan, dan keberlangsungan. Tingkat stress mereka rendah karena mereka tidak begitu mempedulikan kompetisi hidup. Pekerjaan mereka biasanya monoton dan berulang-ulang serta kurang mampu “multi- tasking”. Dalam beberapa kasus, Type B cenderung lebih kreatif daripada Type A, dan merupakan manusia yang senang berefleksi serta merenung.
  11. 11. DISC (DOMINANT, INFLUENCE, STEADINESS, COMPLIANCE)  Disusun pertama kali oleh William Moulton Marston pada 1940. Dikembangkan menjadi alat tes assessment psikologi oleh Walter Vernon Clarke.  Terdiri dari 4 Tipe: o Dominant : Memiliki kekuatan dominasi dan kepemimpinan. o Influence : Menebar pengaruh atau pesona dan senang bersosialisasi. o Steadiness : Pekerja tim yang sabar dan telaten. o Compliance : Penyuka keindahan dan analitis.  Diturunkan menjadi 15 pola personal: Achiever, Agent, Appraiser, Counselor, Creative, Developer, Inspirational, Investigator, Objective Thinker, Perfectionist, Persuader, Practitioner, Promoter, Result-oriented, Specialist.
  12. 12. MBTI (MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR) ISTJ ISFJ INFJ INTJ ISTP ISFP INFP INTP ESTP ESFP ENFP ENTP ESTJ ESFJ ENFJ ENTJ Subjective Objective Deductive iNtuition / Sensing Perception / Judging Inductive Feeling / Thinking Introversion / Extraversion  Disusun berdasarkan penelitian awal tentang kepribadian manusia oleh Carl Gustav Jung di bukunya Psychological Types (1921).  Dikembangkan sejak 1917 hingga sekarang oleh dua ahli ibu dan anak Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs-Myers. Diteruskan antara lain oleh Mary McCaulley dengan menerbitkan MBTI Manual (edisi ke-3 terbit 1998).
  13. 13. 16 TYPES MBTI PERSONALITY
  14. 14. KTS (KEIRSEY TEMPERAMENT SORTER)  Dirilis pertama kali pada 1984 melalui buku Please Understand Me: Character and Temperament Types yang ditulis oleh David Keirsey dan Marilyn Bates.  Pengembangan langsung dari MBTI, namun juga sebenarnya mencakup pemikiran filsuf, psikolog dan psikiater sebelumnya yaitu Ernst Kretschmer, Erich Adickes, Alfred Adler, Carl Jung dan Isabel Myers. Terdiri dari 4 Kepribadian Utama:  Artisans konkret dan adaptif.  Guardians konkret dan terorganisir.  Idealists abstrak dan berperasaan.  Rationals abstrak dan obyektif.
  15. 15. OCEAN (OPENNES, CONSCIENTIOUSNESS, EXTRAVERSION, AGREEABLENESS, NEUROTICISM)  Openness to Experience, atau keterbukaan terhadap pengalaman. Orang yang derajat keterbukaannya makin tinggi, ia makin mudah menerima hal baru dan beradaptasi. Juga memiliki jiwa petualangan, sportivitas dan rasa seni yang tinggi. Aslinya disebut The Big Five Personality Traits, populer disingkat OCEAN sesuai dengan kelima huruf awalnya.  Conscientiousness, atau kesadaran. Makin tinggi persentasenya, makin teratur, mampu menyelesaikan tugas, fokus pada pencapaian target, perencana, dapat diandalkan, dan ingin meraih prestasi.  Extraversion, serupa dengan Ekstovert. Ia meraih energi hidup dari orang lain dengan cara bergaul secara sosial.  Agreeableness atau kesetujuan terkait dengan kebaikan hati dan kehangatan pribadi. Makin tinggi persentasenya makin mudah percaya orang lain, mudah menolong dan berjiwa sosial.  Neuroticism atau neurotik terkait dengan kecemasan (anxiety). Makin tinggi persentasenya makin mudah cemas dan kuatir pada makin banyak hal. Mudah terlibat konflik dan juga mudah terserang stress hingga depresi.
  16. 16. PSEUDO-PERSONALITY BASED ON FINGER PRINT & BLOOD TYPE Teori kepribadian berdasarkan sidik jari atau golongan darah adalah pseudo-science. Dalam arti sebagai ilmu ia belum teruji secara ilmiah dan belum diakui oleh psikologi. Walau begitu, ia populer karena terkesan mudah tesnya. Dan seolah ada hubungan langsung antara tubuh fisik yang diwakili sidik jari atau golongan darah dengan tubuh psikis atau jiwa.
  17. 17. IMPLEMENTASI DALAM BISNIS/USAHA  Memilih rekan bisnis  Mendapatkan investor  Merekrut pegawai  Mengisi jabatan di perusahaan  Memilih orang kepercayaan  Menajamkan intuisi dan penilaian pribadi  Mendeteksi potensi kerugian akibat kesalahan perorangan terkait karakter dan sifat  Menghindarkan konflik baik di dalam internal perusahaan maupun dengan pihak ketiga  Menyelesaikan berbagai permasalahan dengan pendekatan personal atau pribadi
  18. 18. KONTAK BHAYU M.H.  Website: http://bhayumahendra.com  Portal: http://bhayu.net  Fanpage: http://facebook.com/bhayumahendrah  Twitter/Instagram: @bhayumh  Facebook Profile: http://facebook.com/bhayu.lifecoach  E-mail: bhayu_mahendra@yahoo.com Telepon Seluler : 081284030699 (Dianjurkan WA/SMS dulu karena tidak akan mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal).

×