Kurikulum berbasis kompetensi

8,379 views

Published on

Published in: Education, Technology
  • Be the first to comment

Kurikulum berbasis kompetensi

  1. 1. KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Disampaikan oleh Illah Sailah Tim Kerja KBK dan UP Direktorat Akademik DIKTI Pada Pelatihan dan Workshop Penyusunan Rencana Proses Pembelajaran Berbasis Kompetensi di Malang, 27-28 Desember 2005
  2. 2. Inventarisasi Dan Evaluasi Implementasi KBK di Perguruan Tinggi (Tim POKJA DIT.PAK, 2003) Rationale SK Mendiknas N0. 232/U/2000 SK Mendiknas N0. 045/U/2002 Tujuan Utama Implementa si KBK Batas Waktu 20 De s ember 2002 (Kepmendiknas No.232/U/2000 Bab VI,Pasal 17 & Bab VII, Pasal 19) Landasan Hukum Paradigma Baru Pendidikan Tinggi Menyongsong kebutuhan Skilled Graduates for Global Jobs
  3. 3. IMPLEMENTASI KEPMENDIKNAS NO 232/U/2000 & NO. 045/U/2002 <ul><li>SEJAUH MANA PELAKSANAANNYA ? </li></ul><ul><li>ADAKAH KENDALA TEKNIS / NON-TEKNIS DI LAPANG ? </li></ul><ul><li>SOLUSI TERHADAP KENDALA </li></ul>
  4. 4. METODOLOGI : Analytical Hierachy Process (AHP) Perilaku Hierachical Structure Tujuan Kesiapan Implementasi KBK Dimensi Pemahaman Implementasi Sub-dimensi Kesadaran Kesiapan Mental Persepsi Sikap Rektorat Variable Indikator/ Pertanyaan Responden Fakultas Unit Pendukung Jurusan Dosen Mhs
  5. 5. Temuan: Posisi PT dalam Pemahaman & Implementasi KBK
  6. 6. AKAR MASALAH <ul><li>KERAGAMAN PEMAHAMAN TERHADAP KBK DI BERBAGAI LAPIS STRUKTUR HIRARKI P.T. </li></ul><ul><li>KURANGNYA BAHAN PANDUAN DALAM PENYUSUNAN KBK SERTA PROSES IMPLEMENTASINYA </li></ul><ul><li>KESULITAN DALAM IMPLEMENTASI KBK YANG DISEBABKAN BERBAGAI MACAM FAKTOR INTERNAL ( misalnya : resistensi dosen, belum tersedianya dokumen hasil tracer study dlsb .) </li></ul>
  7. 7. LATAR BELAKANG PERUBAHAN KEBIJAKAN DISARIKAN DARI :: DIKTI, Dokumen Penjelasan, 2000 perubahan Kep. Men. DIK BUD No. 056/U/1994,, 2000 MASALAH EKSTERNAL (TATANAN GLOBAL) MASALAH INTERNAL PERG.TINGGI DI INDONESIA <ul><li>FENOMENA ANTHROPOS </li></ul><ul><li>FENOMENA TEKNE </li></ul><ul><li>FENOMENA OIKOS </li></ul><ul><li>FENOMENA ETNOS </li></ul><ul><li>Penataan Lembaga </li></ul><ul><li>Penataan Arah dan Tujuan pendidikan </li></ul><ul><li>Penataan Program Studi. </li></ul><ul><li>Persaingan </li></ul><ul><li>Perubahan Orientasi Lembaga Pendidikan </li></ul><ul><li>Perubahan Persyaratan kerja </li></ul>KONTEKS ILMU/ IPTEKS KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL ( no.232/U/2000.) KURIKULUM NASIONAL 1994 ( no.056/U/1994 ) <ul><li>MKU </li></ul><ul><li>MKDK </li></ul><ul><li>MKK </li></ul>KONTEKS KEBUDAYAAN
  8. 8. <ul><li>fenomena anthrophos dicakup dalam pengembangan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. </li></ul><ul><li>fenomena tekne dicakup dalam penguasaan ilmu dan ketrampilan untuk mencapai derajat keahlian berkarya. </li></ul><ul><li>fenomena oikos dicakup dalam kemampuan untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. </li></ul><ul><li>fenomena etnos , dicakup dalam pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keahlian yang dikuasai. </li></ul>
  9. 9. TREND BARU PENDEKATAN PENDIDIKAN <ul><li>SCIENCE </li></ul>Subjective, selalu berubah <ul><li>Curriculum </li></ul><ul><li>Curriculum content </li></ul><ul><li>Center of Activity </li></ul><ul><li>Teaching strategy </li></ul><ul><li>Learning site </li></ul><ul><li>Evaluation </li></ul><ul><li>Competency-based </li></ul><ul><li>Contextual/community/evidence-based </li></ul><ul><li>Student </li></ul><ul><li>Teaching how to learn </li></ul><ul><li>In and off campus </li></ul><ul><li>Process evaluation, problem solving </li></ul>
  10. 10. PERUBAHAN LUARAN PERGURUAN TINGGI PENILAIAN OLEH PERGURUAN TINGGI SENDIRI PENILAIAN DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN KEMAMPUAN MINIMAL PENGUASAAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN DAN SIKAP SESUAI SASARAN KURIKULUM PROGRAM STUDINYA KOMPETENSI SESEORANG UNTUK DAPAT MELAKUKAN TINDAKAN CERDAS, PENUH TANGGUNG JAWAB SEBAGAI SYARAT UNTUK DIANGGAP MAMPU OLEH MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN TUGAS-TUGAS DI BIDANG PEKERJAAN TERTENTU
  11. 11. ADA PERUBAHAN ORIENTASI KURIKULUM KONSORSIUM SAINS, TEKNOLOGI, SENI, (1985 -1998) KONSEP UNESCO (1998) BERBASIS PADA ISI KEILMUAN BERBASIS PADA KEBUDAYAAN
  12. 12. TIMBULNYA PENGELOMPOKAN MATA KULIAH DALAM KURIKULUM DI SK MENDIKNAS NO 232/U/2000
  13. 13. Kurikulum yang disarankan oleh the International Bureau of Education ( the International Comission on Education for the 21 st Century ), UNESCO : Life long learning ( EMPAT PILAR PENDIDIKAN ) Learning to live together Learning to be Learning to do Learning to know ( Subtansi pembelajaran ) IBE UNESCO
  14. 14. <ul><li>PENGENALAN SIFAT PEKERJAAN TERKAIT : </li></ul><ul><li>Terlatih dalam etika kerja. </li></ul><ul><li>Memahami makna globalisasi. </li></ul><ul><li>Fleksibel terhadap pilihan pekerjaan. </li></ul><ul><li>ATTITUDE : </li></ul><ul><li>Kepemimpinan. </li></ul><ul><li>Teamworking. </li></ul><ul><li>Can work crossculturally. </li></ul><ul><li>PENGUASAAN PENGETAHUAN & KETRAMPILAN : </li></ul><ul><li>Analisis dan sintesis. </li></ul><ul><li>Menguasai IT/computting. </li></ul><ul><li>Managed ambiguity. </li></ul><ul><li>Communication. </li></ul><ul><li>2 nd language. </li></ul>DESKRIPSI PERSYARATAN KERJA
  15. 15. SEBUAH USAHA PENYEPADANAN MK Pengemb. Kepribadian ( MKPK ) Mata kuliah berkehidupan bersama ( MKBB ) learning to live together <ul><li>Pengenalan sifat pekerjaan terkait : </li></ul><ul><li>Terlatih dalam etika kerja </li></ul><ul><li>Memahami makna globalisasi </li></ul><ul><li>Fleksibel thd pilihan pekerjaan </li></ul>Mata kuliah Perilaku Berkarya ( MKPB ) learning to be <ul><li>Attitude : </li></ul><ul><li>kepemimpinan </li></ul><ul><li>teamworking </li></ul><ul><li>can work crossculturally </li></ul>Matakuliah Keahlian Berkarya ( MKKB ) learning to do Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan ( MKKK ) learning to know <ul><li>Penguasaan pengetahuan </li></ul><ul><li>dan ketrampilan : </li></ul><ul><li>analisis dan sintesis </li></ul><ul><li>menguasai IT/computting </li></ul><ul><li>managed ambiguity </li></ul><ul><li>communication </li></ul><ul><li>2 nd language </li></ul>KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL IBE UNESCO PERSYARATAN KERJA
  16. 16. SK MENDIKNAS RI NO. 232/U/2000 , TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA 5. Kelompok Berkehidupan Bermasyarakat ( MBB ) 4. Kelompok Perilaku Berkarya ( MPB ) 3 . Kelompok Keahlian Berkarya ( MKB ) 2. Kelompok Keilmuan dan Ketrampilan ( MKK ) 0% – 30% 20% - 40% 40% - 80% 1. Kelompok Pengembangan Kepribadian ( MPK ) Kompetensi Lainnya Kompetensi Pendukung Kompetensi Utama KURIKULUM INSTITUSIONAL KURIKULUM INTI KELOMPOK MATA KULIAH INTI : Pancasila dan Kewarganegaraan , Agama, Bahasa Indonesia. INST : Bahasa Inggris, ISD, IBD, IAD, Filsafat Ilmu, Olah Raga dsb. KURIKULUM INTI ( Kompetensi Utama ) ditetapkan oleh Menteri.
  17. 17. PERUBAHAN PADA SK MENDIKNAS NO 045/U/2002
  18. 18. SK MENDIKNAS RI NO. 045/U/2002. TENTANG KURIKULUM INTI PENDIDIKAN TINGGI Kompetensi Utama ditetapkan oleh kalangan Perguruan Tinggi, masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Kompetensi Pendukung dan Kompetensi lainnya ditetapkan oleh Institusi penyelenggara program studi 5. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat 4. Sikap dan perilaku dalam berkarya 3 . Kemampuan berkarya 2. Penguasaan ilmu dan ketrampilan 0% - 30% 20% - 40% 40% - 80 % 1. Landasan kepribadian Kompetensi Lainnya Kompetensi Pendukung Kompetensi Utama KURIKULUM INSTITUSIONAL KURIKULUM INTI ELEMEN KOMPETENSI
  19. 19. TENTANG KOMPETENSI
  20. 20. APA YG. DIMAKSUD KOMPETENSI ?? Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu . SK Mendiknas 045/U/2002
  21. 21. KOGNITIF PSIKOMOTOR AFEKTIF kompetensi PENGERTIAN KOMPETENSI PENDUKUNG LAINNYA UTAMA
  22. 22. Kompetensi Lulusan Written Communications Skill Ability to Work Independently Ability to Work in Team Settings Analytical Skills Logical Skills Knowledge of Technology Knowledge of Field Oral Communications Skill Hard Skill Soft/Life Skill
  23. 23. KEPMENDIKNAS NO. 045/U/2002 KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI LAIN KURIKULUM INTI <ul><li>Dasar kompetensi lulusan </li></ul><ul><li>Acuan baku minimal mutu </li></ul><ul><li>Berlaku scr nas/internasional </li></ul><ul><li>Lentur & akomodatif </li></ul><ul><li>Hasil kesepakatan bersama </li></ul>
  24. 26. PENGERTIAN KURIKULUM 1. KURIKULUM ADALAH SEPERANGKAT RENCANA DAN PENGATURAN MENGENAI TUJUAN, ISI, DAN BAHAN PELAJARAN SERTA CARA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN TERTENTU .( UU SISDIKNAS No.20, TAHUN 2003 ). 2. KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI ADALAH SEPERANGKAT RENCANA DAN PENGATURAN MENGENAI ISI MAUPUN BAHAN KAJIAN DAN PELAJARAN SERTA CARA PENYAMPAIAN DAN PENILAIANNYA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI PERGURUAN TINGGI . (Kepmendiknas No.232 /U/2000 )
  25. 27. <ul><li>Merupakan ”Rambu-rambu untuk menjamin mutu dan kemampuan sesuai dengan program studi yang ditempuh “. </li></ul><ul><li>Seperangkat rencana dan pengaturan berdasarkan standar pendidikan tentang kemampuan dan sikap serta pengalaman belajar, dan penilaian yang berbasis pada potensi dan kondisi peserta didik. </li></ul>KURIKULUM MENURUT SK MENDIKNAS NO 045/U/2002
  26. 28. <ul><li>Adalah kurikulum yang disusun berdasarkan atas elemen-elemen kompentensi yang harus dicapai oleh mahasiswa sebagai peserta didik. </li></ul>KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
  27. 29. CIRI-CIRI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI <ul><li>Menyatakan kompetensi secara jelas dari proses pembelajaran; </li></ul><ul><li>Proses pembelajaran memberi bekal kepada tercapainya kompetensi dan berfokus pada mahasiswa; </li></ul><ul><li>Lebih mengutamakan kesatuan penguasaan ranah kognitif, psikomotorik dan afektif; </li></ul><ul><li>Proses penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada kemampuan untuk mendemonstrasikan kognitif, psikomotorik dan afektif . </li></ul>
  28. 30. STRUKTUR KURIKULUM MODEL SERI MODEL PARALEL BERDASAR LOGIKA KEILMUAN BERDASAR STRATEGI PEMBELAJARAN Humanistic,social science , profesional practice & ethic Mathematic & Basic Science Basic Engineering (E.P) Engineering Design Engineering Disp Specialization Humanistic,social science , profesional practice & ethic Mathematic & Basic Science Basic Engineering (E.P) Engineering Design Engineering Disp. Specialization
  29. 31. CONTOH:KONSEP KURIKULUM JURUSAN ARSITEKTUR ITS SOCIAL & HUMANITIES PLANNING & ENVIRONMENT ARCHITECTURAL DESIGN DESIGN PRINCIPLE & ARCH. THEORY STRUCTURE PRINCIPLE SCIENCE & TECHNOLOGY TUGAS AKHIR
  30. 32. SCIENTIFIC VISION MARKET SIGNAL CARA MENDAPATKAN KOMPETENSI COMPETENCY
  31. 33. Prinsip Penyusunan Kompetensi professional needs Industrial/ business needs societal needs . Resources Staff Library Physical Facilities Laboratories Curriculum
  32. 34. CONTOH: Pernyataan Kompetensi Mayor Teknologi Industri Pertanian (TIN)-IPB <ul><li>Kemampuan untuk merencanakan, merancang, mengimplementasikan, mengembangkan dan mengendalikan sistem terintegrasi agroindustri yang mencakup manusia, bahan, peralatan, modal, manajemen dan informasi </li></ul>
  33. 35. CURRICULUM DESIGN AND DEVELOPMENT Curriculum Design Required Output Actual Output Resource Deployment Curriculum Implementation Resource Required Our Objective: Minimize Δ Required and Actual Output
  34. 36. Kompetensi (ABET) <ul><li>Menguasai pengetahuan, teknik, keterampilan, dan tools di bidang agroindustri </li></ul><ul><li>Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya dan terbiasa dengan penggunaan prinsip matematik, sains, teknik, dan teknologi </li></ul><ul><li>Memiliki kemampuan untuk melaksanakan, menganalisis, dan menginterpretasi hasil-hasil eksperimen dan mengaplikasikan hasil-hasil eksperimen untuk memperbaiki proses agroindustri </li></ul><ul><li>Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan kreativitas dalam perancangan sistem, komponen, atau proses agroindustri </li></ul><ul><li>Memiliki kemampuan untuk bekerjasama dalam tim </li></ul>
  35. 37. Kompetensi (ABET) … <ul><li>Memiliki kemampuan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan memecahkan persoalan-persoalan teknis agroindustri </li></ul><ul><li>Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif </li></ul><ul><li>Memiliki kesadaran akan pentingnya belajar yang terus menerus (lifelong learning) </li></ul><ul><li>Memiliki kemampuan untuk memahami tanggungjawab profesi, etika, dan sosial </li></ul><ul><li>Menghormati perbedaan dan responsif terhadap issue-issue mutahir dalam profesi, sosial, dan global, dan </li></ul><ul><li>Memiliki komitment terhadap perbaikan kualitas, ketepatan waktu, dan perbaikan yang berkesinambungan </li></ul>
  36. 38. Matriks Kurikulum-Kompetensi
  37. 39. Matriks Kurikulum-Kompetensi
  38. 40. Matriks Kurikulum-Kompetensi
  39. 41. UU SISDIKNAS 2003 PASAL 61 ayat (1) Sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi PASAL 61 ayat (2) Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. apa beda sertifikat dan ijazah?
  40. 42. UU SISDIKNAS NO 20/2003 PASAL 61 ayat (3) Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi .
  41. 43. TUGAS PERGURUAN TINGGI TUGAS MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN LEMBAGA SERTIFIKASI KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA ASOSIASI PROFESI B STANDART KOMPETENSI STANDART KOMPETENSI ASOSIASI PROFESI C PROGRAM PENDIDIKAN AKADEMIK (S1) GENERIC SKILL (TRANSFERABLE SKILL) IJASAH STANDART KOMPETENSI ASOSIASI PROFESI A SERTIFIKAT KOMPETENSI
  42. 44. GENERIC SKILL (TRANSFERABLE SKILL) KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA PROGRAM PENDIDIKAN AKADEMIK (S1) IJASAH STANDART KOMPETENSI SERTIFIKAT JENIS PEKERJAANATAU LAPANGAN KEHIDUPAN TERTENTU Training LEMBAGA PELATIHAN LEMBAGA SERTIFIKASI
  43. 45. PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI BASIC SKILL (APLICABLE SKILL) IJASAH KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA STANDART KOMPETENSI SERTIFIKAT JENIS PEKERJAAN TERTENTU ASOSIASI AHLI LEMBAGA SERTIFIKASI
  44. 46. <ul><li>SERANGKAIAN MATA KULIAH </li></ul><ul><li>SILABUS </li></ul><ul><li>PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN ( GBPP - SAP ) </li></ul><ul><li>PROSES PEMBELAJARAN </li></ul><ul><li>PROSES EVALUASI ( ASSESSMENT ) </li></ul><ul><li>PENCIPTAAN SUASANA PEMBELAJARAN </li></ul>KURIKULUM DOKUMEN ( CURRICULUM PLAN ) KEGIATAN NYATA ( ACTUAL CURRICULUM )
  45. 47. Efisien Produktif JAMINAN KUALITAS INPUT JAMINAN KUALITAS PROSES JAMINAN KUALITAS OUTPUT PERBAIKAN TERUS MENERUS (KBK) (SCL) PROSES INPUT ORGANISASI SEHAT MANAJEMEN KEPEMIMPINAN LULUSAN KOMPETEN OUTPUT RELEVAN
  46. 48. PEMBELAJARAN DALAM KBK ?
  47. 49. Bagaimana merumuskan KOMPETENSI SUATU MATA KULIAH? data sesuai fakta. Menyajikan AFEKTIF potensi kota. Membuat peta PSIKOMOTOR masalah prasarana kota. Menganalisis KOGNITIF DESKRIPSI TINGKAT KELUASAN DAN KERUMITAN MATERI KEILMUAN DESKRIPSI TINGKAT KEMAMPUAN BIDANG KEMAMPUAN
  48. 50. Terima Kasih HARAPAN : SETIAP PT MENELORKAN IDE IDE PEMBELAJARAN SCL YANG EFEKTIF

×