Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Notulensi fgd ttg silpa dan dana idle

  • Login to see the comments

Notulensi fgd ttg silpa dan dana idle

  1. 1. NOTULENSI FOCUS GROUP DISCUSSION SILPA DAN DANA IDLE PEMERINTAH DAERAH Tanggal: 18 September 2012 Pukul: 13.30 sd. 15.30 WIB Ruang Rapat Bali Gedung Radius Prawiro Lantai 9 Ditjen Perimbangan Keuangan1. Pembicara: a. Dhani Kurniawan; b. Arief Zainuddin.2. Pokok-pokok paparan: a. Definisi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) menurut peraturan dan perbedaan dengan Dana Idle. b. Dana idle dan SiLPA merupakan hal yang sama dalam sudut pandang yang berbeda. Dana idle bisa dilihat dari SiLPA pada akhir tahun anggaran. c. Provinsi, Kota/Kabupaten yang memiliki pendapatan besar cenderung mempunyai SiLPA besar. d. Hal-hal yang menyebabkan SiLPA: Internal: - Ketidakmampuan manajerial pemerintah daerah; - Adanya moral hazard memasang target anggaran pesimis; - Koordinasi yang kurang. Eksternal: - Dari sisi pemerintah pusat terutama dari K/L teknis. e. Dalam aturan juga belum secara tegas mengatur tentang boleh atau tidaknya SiLPA. f. Juga harus dibedakan antara efisiensi dalam pelaksanaan anggaran dengan buruknya pelaksanaan sehingga dapat menciptakan SiLPA. g. Penggunaan SiLPA juga mengalami kendala karena terkait SiLPA dari kegiatan yang telah ter earmark sehingga harus menunggu petunjuk teknis dari K/L.3. Pertanyaan: a. Denny Kurniawan dan Beny Trias Oktora: Apakah sudah ada upaya untuk memetakan apa saja penyebab dari SiLPA dan program/kegiatan apa saja yang menyumbangkan SiLPA terbanyak? b. Arah Hijrah: Dari Dana Bagi Hasil SDA yang begitu besar menghasilkan SiLPA apakah ada upaya untuk mengoptimalkan Dana Bagi Hasil SDA? c. Teguh: Bagaimana dari sisi perencanaan yang menyumbangkan penyebab terjadinya SiLPA?4. Jawaban: a. Dari sisi aturan memang belum ada upaya agar SiLPA dapat diminimalisir dalam artian anggaran yang telah tersusun dapat dilaksanakan secara optimal dengan mengeyampingkan adanya efisiensi anggaran sehingga menghasilkan SiLPA. b. Dana Bagi Hasil SDA memang menjadi bagian murni yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah tanpa adanya kewajiban untuk mengoptimalkan dana tersebut untuk pembangunan daerah layaknya DAK. Sehingga ada upaya agar untuk mengoptimalkan
  2. 2. dana tersebut bukan untuk pembangunan daerah tetap lebih kearah menjadi pendapatan daerah lainnya yang sah melalui instrumen investasi aman di perbankan seperti Jasa Giro/Pos dan SBI. c. Yang banyak berperan dalam hal teknis ada pada K/L teknis terutama dalam perhitungan dana transfer yang menjadi sumber utama penyusunan anggaran daerah. Dalam hal ini Kemenkeu sudah berusaha meminimalisir keterlambatan dari sisi Kemenkeu. Selama ini keterlambatan sering terjadi karena terlambatnya data teknis di K/L teknis.5. Kesimpulan Untuk mempertajam materi tentang SiLPa dan Dana Idle Pemda, forum diskusi sepakat untuk menjadikan kembali tema ini pada acara diskusi tanggal 25 September 2012 dengan lebih sistematis yaitu: a. Definisi b. Penyebab SiLPA dan Dana Idle c. Analisa solusi agar SiLPA dan Dana Idle menjadi tidak besar Kemudian mengundang rekan-rekan dari Dit. Daper agar memperoleh gambaran yang tepat bagaimana mekanisme perhitungan dana transfer secara utuh sehingga juga diperoleh gambaran menyeluruh tentang dana transfer sebagai sumber utama pendanaan APBD dikaitkan dengan bagaimana terjadinya SiLPA.

×