Analisis strategik dan perbandingan rasio keuangan pt semen indonesia pada industri semen indonesia dan asia

3,327 views

Published on

Merupakan karya tulis yang berisi posisi strategik PT Semen Indonesia pada industri semen Indonesia dan Asia serta melihat kinerja keuangan industri melalui peer comparison rasio keuangan

Published in: Business
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,327
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
146
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisis strategik dan perbandingan rasio keuangan pt semen indonesia pada industri semen indonesia dan asia

  1. 1. Analisis Strategik dan Perbandingan Rasio Keuangan PT Semen Indonesia pada Industri Semen Indonesia dan Asia Disusun Oleh : Benita Lenora Natidya benita.lenora@live.com Jurusan Manajemen (2010) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 0
  2. 2. Analisis Strategik dan Perbandingan Rasio Keuangan PT Semen Indonesia pada Industri Semen Indonesia dan Asia A. Analisis Strategik PT Semen Indonesia A.1. Evaluasi Posisi Semen Indonesia dalam Lingkungan Eksternal (Industri) Analisis Five Forces atau Lima Kekuatan Utama adalah analisis yang dilakukan untuk mengevaluasi posisi industri semen dalam lima kekuatan utama yang terdapat di lingkungan eksternal perusahaan. 1. Posisi Kompetitif Pembeli Pembeli dari semen pada industri semen di Indonesia adalah bisnis atau perusahaan yang sudah bekerjasama menjadi partner distribusi semen dan menyalurkannya kepada konsumen akhir (business to business) dan langsung membeli semen dari perusahaan. Partner distribusi ini kemudian menyalurkan semen kepada konsumen akhir baik berupa unit bisnis atau klien individu. Berikut adalah analisis bargaining power pembeli : a. Switching cost buyer terhadap produk semen cenderung tinggi karena karakteristik produk semen tidak identik satu sama lain dan jenis produk yang ditawarkan oleh tiap perusahaan semen juga cenderung memiliki perbedaan baik dari segi kualitas, harga dan karakteristik. Selain itu buyer sudah menjalin kesepakatan kerja sama jangka panjang dan untuk melanggar kesepakatan itu tentu akan ada biaya atau konsekuansi yang harus dibayar. b. Jumlah pembeli juga cenderung banyak atau sifatnya terfragmentasi sehingga pembeli cenderung tidak memiliki bargaining power yang tinggi. c. Permintaan pasar terhadap produk semen juga tinggi di mana permintaannya bersifat inelastik. d. Pembeli (buyer) juga memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk melakukan integrasi vertical backward yaitu mengakuisisi perusahaan semen karena ukuran perusahaan/produsen yang jauh lebih besar. 2. Posisi Kompetitif Produk Substitusi Sampai saat ini, baik di Indonesia maupun Asia, belum ditemukan produk substitusi semen yang lebih superior. Meskipun ada beberapa pendapat yang mengemukakan beberapa produk substitusi seperti Pulverished Fueled Ash (Fly Ash) dan Ground Granulated Blast-furnace Slag (GGBS), namun semen masih merupakan produk utama yang digunakan untuk merekatkan bahan bangunan. 3. Posisi Kompetitif Supplier Bargaining power supplier cukup kecil karena dengan kapasitas produksi perusahaan dalam industri semen maka supplier akan sangat tergantung pada perusahaan dan sifat supplier tentunya adalah terfragmentasi. 1
  3. 3. 4. Posisi Kompetitif dari Potensi Pemain Baru Memasuki Pasar Industri semen merupakan salah satu industri terbesar di Indonesia dan Asia, dan sifat industrinya terkonsolidasi, artinya adalah ada sekitar 3-4 perusahaan di industri yang menguasai sebagian besar market share sehingga untuk memasuki industri maka dibutuhkan kapasitas modal yang sangat besar dan akan sangat sulit memasuki industri yang sifatnya sudah terkonsolidasi. Namun di sisi lain, pertumbuhan permintaan semen yang semakin besar setiap tahunnya di Indonesia menjadi pemanis bagi pemain baru untuk memasuki pasar sehingga potensi pemain baru memasuki pasar berada pada tingkat moderately high. 5. Posisi Kompetitif dari Pesaing dalam Industri Posisi SI dalam industri semen di Indonesia adalah market leader dengan pangsa pasar sebesar 42,22% diikuti oleh Indocement TP (31,25%) dan Holcim Indonesia (15,85%). Sedangkan untuk industri semen Asia, posisi SI adalah sebagai market follower di mana meskipun tidak ada data mengenai pangsa pasar perusahaan semen di Asia namun diketahui bahwa negara China merupakan salah satu produsen semen terbesar di dunia dan beberapa perusahaan semen China masuk ke dalam 20 perusahaan semen terbesar di dunia yaitu CNBM, Anhui Conch, Sinoma, Shanshui, Huaxin dan Tianrui. Setelah China, negara dengan perusahaan semen terbesar dalam daftar 20 perusahaan semen terbesar di dunia adalah Taiwan (Taiwan Cement) dan India (Ultra Tech dan Jaypee), (Lechtenberg, 2012). Sifat persaingan antara industri semen Indonesia dan Asia sangatlah berbeda. Industri semen Asia lebih kompetitif dibandingkan di Indonesia, di mana permintaan semen di Indonesia semakin meningkat pesat dan menjadi peluang bagi tiap perusahaan semen di Indonesia dan jumlah perusahaan dalam industri semen Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan di Asia. Di sisi lain, ukuran dan kapabilitas produksi perusahaan di Indonesia dan Asia, khususnya China sangatlah jauh berbeda. SI sendiri memiliki visi menjadi perusahaan semen terkemuka di Asia Tenggara dan hal ini memiliki prospek yang sangat baik karena SI memiliki ukuran dan kapabilitas yang sangat kompetitif untuk ukuran perusahaan semen di Asia Tenggara dan juga pertumbuhan konsumsi semen di Asia Tenggara seperti di Vietnam, Indonesia, dan Thailand sangat menjanjikan, di mana pemerintah akan meningkatkan pengeluaran untuk pembangunan jalan, rel kereta api, pelabuhan dan bandara (Nguyen, 2013). Berikut ini adalah kesimpulan analisis Five Forces Industri Semen Indonesia Force / Kekuatan Bargaining Power Level Buyer/Customer Low Produk Substitusi Very Low Supplier Low New Enthrants Potential Moderately High Competitor/Rival High 2
  4. 4. A.2. Stretegic Group Mapping 1. Peta Grup Strategik : Posisi Komperatif Pasar dari Perusahaan Semen di Indonesia Tinggi Semen Indonesia Distribusi / Performa/ Reputasi Indocement Tunggal P Holcim Rendah Bosowa Sedikit Banyak Variasi Produk Keterangan : Ukuran lingkaran digambarkan proporsional dengan total pendapatan perusahaan Peta grup strategik terdiri atas anggota industri dengan pendekatan kompetitif yang memiliki kemiripan atau persamaan, terutama antara 3 perusahaan semen terbesar yaitu Semen Indonesia, Holcim dan Indocement yang sama-sama memiliki tujuan strategik yaitu perkembangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Adapun sumbu horizontal mencerminkan jumlah variasi produk semen di mana Semen Indonesia memiliki jumlah variasi produk terbanyak yaitu 11 produk. Sedangkan sumbu vertikal melambangkan kapabilitas masing-masing perusahaan dalam industri untuk menyalurkan (distribusi) produknya dan juga performa serta reputasi masing-masing perusahaan. Tujuan dari peta grup strategik di atas adalah menentukan pesaing terdekat baik dari segi kemampuan untuk menghasilkan serta menciptakan penawaran varian produk serta kapabilitas dalam menyalurkan produknya ke seluruh Indonesia. Dari peta di atas dapat dilihat bahwa karena memang pada dasarnya sifat industri semen yang terkonsolidasi maka tidak banyak perusahaan yang terdapat di dalam peta tersebut dan posisi satu sama lain tidak 3
  5. 5. terlalu berdekatan dan dari peta di atas maka pesaing terdekat Semen Indonesia adalah Indocement Tunggal Prakarsa dan untuk di masa depan akan sangat penting bagi SI untuk memprediksi atau memperkirakan langkah strategik apakah yang akan diambil oleh Indocement, di mana menurut penulis fokus Indocement di masa depan adalah peningkatan kapasitas produksi untuk mengimbangi pertumbuhan permintaan semen di Indonesia. 2. Peta Grup Strategik : Posisi Komperatif Pasar dari Perusahaan Semen di Asia Dalam menciptakan peta grup di bawah ini, penulis mengidentifikasikan beberapa prusahaan pada industri semen di Asia yang memiliki posisi di pasar dan pendekatan kompetitif yang serupa atau hampir sama. Luas/ Tinggi CNBM Geographical Coverage/ Performance/ Reputation CR Ce m en t BBMG Anhui Conch Shanshui SCC Sempit/ Rendah VI SI VICEM Rendah Tinggi Capacity Growth / Earning Growth Keterangan : a. Ukuran lingkaran digambarkan proporsional dengan total pendapatan perusahaan (US$) b. SI = Semen Indonesia S e m e n I n d 4 o n e
  6. 6. c. d. e. f. g. h. i. SCC = Siam Cement Company (Thailand) VICEM = Vietnam Cement Industry Corporation CNBM = China National Building Material Anhui Conch (China) CR = China Resources Cement BBMG = Beijing Building Material Group Co. Shansui = China Shanshui Cement Group Limited Dalam menyusun peta strategik di atas ada beberapa pertimbangan yang diambil penulis berdasarkan pada berbagai informasi pendukung. Adapun sumbu vertikal dan horizontal karena perbedaan karakteristik pasar, persaingan dan pemain dalam industri. Adapun sumbu datar atau horizontal mengukur potensi pertumbuhan kapasitas produksi dan pendapapatan. Dari peta di atas dapat dilihat bahwa tiga perusahaan semen di Asia Tenggara (SI, Siam, dan VICEM) memiliki potensi pertumbuhan kapasitas produksi dan pendapatan, khususnya SI, dibandingkan lima perusahaan semen asal China. Semen Indonesia diyakini akan memiliki pertumbuhan kapasitas dan pendapatan karena meskipun Indonesia bukanlah negara dengan industri semen terbesar di Asia Tenggara namun peningkatan GDP per kapita penduduk hingga tiga kali lipat dalam beberapa tahun belakangan ini dan merupakan pertumbuhan GDP terbesar di antara negara Asia lainnya. Selain peningkatan pertumbuhan GDP, belanja pemerintah untuk peningkatan infrastuktur negara juga akan menjamin pertumbuhan konsumsi semen di Indonesia serta ekspansi yang akan dilakukan SI ke depan termasuk wacana untuk memasuki industri semen Myanmar. Di sisi lain, menurut China Galaxy International (International, 2013) dalam menganalisis industri semen China, pada tahun sebelumnya yaitu 2012, China mengalami overkapasitas semen di mana supply lebih banyak dibandingkan demand dan dengan mempertimbangkan konsumsi semen per kapita pada tahun 2013 sendiri sudah mencapai 1.500 kg, nilai yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya meskipun dipercaya industri semen China belum akan memasuki tingkat permintaan keseimbangan, namun walaupun mengalami pertumbuhan kapasitas ataupun pendapatan signifikan maka penulis mengestimasi sumbernya adalah permintaan ekspor (luar negeri). Pertumbuhan industri semen sendiri diekspektasikan akan mengalami pertumbuhan pesat di Asia Tenggara akibat pertumbuhan ekonomi (GDP per kapita juga bertumbuh), kebutuhan pembangunan infrastruktur pemerintah dan adanya kecenderungan permintaan semen masih lebih banyak dibandingkan dengan penawarannya. Adapun urutan tingkat pertumbuhan kapasitas dan pendapatan perusahaan semen di China didapatkan melalui hasil analisis China Galaxy International dengan urutan Anhui Conch > BBMG > CR > CNBM > Shansui (International, 2013). Anhui diekspektasi akan mengalami pertumbuhan lebih besar karena pertumbuhan EPS yang tinggi dan juga karena neraca keseimbangan yang solid. Urutan terakhir adalah Shansui yang disebabkan oleh sahamnya yang diperdagankan di bawah nilai buku (undervalue) dan juga memiliki pertumbuhan EPS terendah. Sumbu vertikal atau tegak menjelaskan tingkat cakupan geografis yang dilayani perusahaan beserta performa dan reputasi. Pada umunya perusahaan semen China memiliki 5
  7. 7. cakupan geografis yang lebih luas karena negara China sendiri sangatlah luas dan cakupan tujuan ekspor semen China juga sudah memasuki banyak negara, bahkan dapat dikatakan industri semen China menguasai kurang lebih 50% pasar dunia. Oleh karena itu posisi perusahaan semen China secara vertikal lebih tinggi dibandingkan perusahaan semen Asia Tenggara. Adapaun urutan dari cakupan letak geografis perusahaan semen China didapatkan penulis setelah mengolah informasi analisis sektor semen China oleh China Galaxy International. Pada industri semen Asia Tenggara, Siam Cement Company memiliki cakupan geografis yang paling luas karena harga semen Thailand sangatlah rendah dibanding negara lain (setelah China dan Turki) dan akibatnya banyak permintaan ekspor dari berbagai negara. Demikian halnya dengan perusahaan Semen Indonesia sebagai maket leader industri semen di Indonesia yang juga sudah melakukan ekspor ke berbagai negara dan saat ini memiliki visi untuk menjadi perusahaan semen terkemuka di Asia Tenggara. Dan di urutan terakhir adalah VICEM (market leader industri semen Vietnam) dengan cakupan geografis terendah. Dari peta di atas dapat disimpulkan bahwa pesaing terdekat SI adalah SCC dan VICEM. Oleh karena itu SI harus dapat mengestimasi dan mengantisipasi gerakan strategis dari kedua perusahaan tersebut. SCC sendiri sudah memiliki rencana untuk melakukan ekspansi ke Indonesia karena industri semen Indonesia yang masih berkembang (berada pada tahapan growth pada siklus industri) dan penulis berpendapat bahwa pertumbuhan industri semen domestik ini juga tetap harus dilayani dan dipenuhi karena apabila tidak maka pemain baru akan selalu berusaha memasuki pasar selama keuntungan atau pertumbuhan itu masih ada. Di sisi lain, perusahaan VICEM meskipun tidak sebesar SCC, juga merupakan kompetitor yang harus diperhitungkan oleh SI mengingat Vietnam adalah negara dengan industri semen terbesar di Asia Tenggara meskipun pertumbuhannya tidak sepesat Indonesia dan VICEM sebagai market leader menguasai sebagian besar industri semen Vietnam. A.3. Key Success Factors Industri Semen Setelah menggambar peta strategik di atas dan menentukan pesaing terdekat dari PT Semen Indonesia, maka langkah berikutnya adalah menentukan Key Success Factors pada industri semen, baik di Indonesia maupun di Asia. KSF merupakan elemen strategi, atribut produk, kabilitas kompetitif, atau aset intangible yang memberikan dampak sangat besar terhadap kesuksesan perusahaan di masa depan (Gamble & Thompson, 2011). KSF’s sangat penting karena menentukan kesuksesan kompetitif perusahaan di pasar dan juga sangat diperlukan untuk melakukan penilaian kekuatan kompetitif perusahaan dalam industri. Berikut ini adalah KSF pada industri semen Indonesia dan Asia : 6
  8. 8. a. Utilisasi Kapasitas Produksi Poin ini berlaku baik bagi industri semen di Indonesia dan Asia dan memiliki bobot atau pengaruh yang sangat besar. b. Efisiensi Energi Efisiensi energi sangat penting dilakukan karena salah satu faktor penentu yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap Cost of Goods Sold (COGS) semen adalah penggunaan energi. c. Market Closeness Pengangkutan semen membutuhkan alat transportasi yang besar karena berat produk yang terbilang sanagt tinggi. Hal ini menyebabkan biaya pengangkutan juga semakin tinggi dan berdampak pada harga semen di pasar. Hasil studi menunjukkan bahwa jarak antara pabrik terhadap buyer atau customer yang feasible adalah 200 km (J. Sarazzin/Lafarge/OECD Meeting – February 19, 2002, BidAbabd). Oleh karena itu semakin dekat jarak pabrik atau perusahaan terhadap buyer atau customer maka akan semakin baik. d. Memiliki merek yang terkenal dan reputasi yang baik (Brand Recognition) Perusahaan yang memiliki brand recognition yang tinggi akan cenderung memiliki market share yang tinggi juga. Oleh karena itu sangat penting untuk memiliki brand recognition yang lebih tinggi dibandingkan pesaing. e. Kualitas atau Performa Produk Salah satu faktor penting lainnya dalam menentukan posisi kekuatan kompetitif perusahaan dalam industri adalah kapabilitas menghasilkan produk yang berkualitas dan memimiliki performa yang baik. f. Manajemen Risiko Kapabilitas manajemen peusahaan dalam mengelola risiko sangatlah dibutuhkan bagi kesuksesan perusahaan dan minimalisasi risiko akan juga berperan penting dalam menentukan nilai perusahaan. g. Relative Cost Position Posisi relatif harga produk perusahaan dibandingkan pesaing sangat penting dalam menentukan kesuksesan perusahaan di pasar terutama pada industri dengan persaingan harga yang ketat. h. Financial Resources Financial resources atau capital sangatlah penting bagi perusahaan pada industri yang berada pada tahapan pertumbuhan, memiliki risiko bisnis yang cukup tinggi dan bersifat capital-intensive. i. Memiliki Balance Sheet yang Solid dan Kuat Hal ini juga penting karena berkaitan dengan poin sebelumnya. Industri semen memiliki karakteristik risiko yang berbeda dengan industri lain dan tidak dapat dikatakan sama. Perusahaan yang memiliki balance sheet yang solid akan lebih mampu dalam meminimalisisr risiko, khususnya risiko keuangan. Berikut ini adalah tabel hasil penilaian kekuatan kompetitif beberapa perusahaan semen di Indonesia dan Asia : 7
  9. 9. 1. Penilaian Kekuatan Kompetitif Industri Semen di Indonesia SI Indocement Holcim Bosowa Importance Strength Strength Strength Strength KSF/Strength Measure Score Score Score Score Weight Rating Rating Rating Rating Utilisasi Kapasitas Produksi 0,15 10 1,5 8 1,2 7 1,05 3 0,45 Efisiensi Enegi 0,15 9 1,35 7 1,05 7 1,05 4 0,6 Market Closeness 0,15 8 1,2 7 1,05 5 0,75 6 0,9 Brand Recognition/Reputasi 0,1 9 0,9 7 0,7 6 0,6 2 0,2 Kualitas/Performa Produk 0,1 10 1 9 0,9 9 0,9 3 0,3 Manajemen Risiko 0,05 9 0,45 9 0,45 8 0,4 5 0,25 Relative Cost Position 0,1 8 0,8 6 0,6 7 0,7 10 1 Financial Resources 0,1 10 1 9 0,9 9 0,9 5 0,5 Solid Balance Sheet 0,1 9 0,9 8 0,8 8 0,8 4 0,4 1 Weighted Overall Strength Rating 9,1 7,65 7,15 4,6 Sumber : Data diolah sendiri Keterangan : 1. Bobot importance weight didasarkan pada penilaian penulis dengan nilai total sama dengan satu. 2. Range skala strength rating adalah 1 – 10 3. Score = Importance Weight x Strength Rating 2. Penilaian Kekuatan Kompetitif Industri Semen di Asia SI SCG VICEM CNBM Anhui BBMG CR Shanshui Importance Strength Strength Strength Strength Strength Strength Strength Strength KSF/Strength Measure Score Score Score Score Score Score Score Score Weight Rating Rating Rating Rating Rating Rating Rating Rating Utilisasi Kapasitas Produksi 0,15 10 1,5 8 1,2 6 0,9 9 1,35 10 1,5 9 1,35 8 1,2 8 1,2 Efisiensi Enegi 0,15 7 1,05 7 1,05 5 0,75 10 1,5 10 1,5 9 1,35 9 1,35 8 1,2 Market Closeness 0,15 6 0,9 7 1,05 3 0,45 10 1,5 10 1,5 9 1,35 9 1,35 8 1,2 Brand Recognition/Reputasi 0,1 6 0,6 7 0,7 4 0,4 10 1 9 0,9 8 0,8 8 0,8 7 0,7 Kualitas/Performa Produk 0,1 10 1 10 1 7 0,7 9 0,9 9 0,9 9 0,9 8 0,8 8 0,8 0,05 8 0,4 6 0,3 4 0,2 8 0,4 10 0,5 9 0,45 8 0,4 7 0,35 Relative Cost Position 0,1 6 0,6 7 0,7 5 0,5 10 1 10 1 9 0,9 9 0,9 9 0,9 Financial Resources 0,1 9 0,9 8 0,8 6 0,6 9 0,9 10 1 8 0,8 7 0,7 7 0,7 Solid Balance Sheet 0,1 8 0,8 9 0,9 4 0,4 7 0,7 10 1 8 0,8 9 0,9 6 0,6 Manajemen Risiko 1 Weighted Overall Strength 7,75 7,7 4,9 9,25 9,8 8,7 Rating Sumber : Data diolah sendiri Keterangan : 1. Bobot importance weight didasarkan pada penilaian penulis dengan nilai total sama dengan satu. 2. Range skala strength rating adalah 1 – 10. 3. Score = Importance Weight x Strength Rating 8,4 8 7,65
  10. 10. B. Analisis Rasio Keuangan Perusahaan Semen di Indonesia dan Asia 1. Peer Comparison Rasio Keuangan Industri Semen di Indonesia Tahun 2013 Company Equity Rating PER PEG Ratio Semen Indonesia Buy 16,48 12,912 Indocement TP Buy 15,65 2,12 Holcim Indonesia Hold 17,09 2,3112 Sumber : Bloomberg Keterangan : *) Bagian yang diarsir kuning merupakan nilai rasio tertinggi 5 Year Div Growth 2,47% 19,70% 2,12% 62,27% 1,60% - Price/Book Price/Sale Div Yield 4,639 3,636 2,111 3,789 4,287 1,893 Dari hasil perbandingan rasio keuangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa secara finansial (yang direpresentasikan dengan rasio keuangan) Semen Indonesia merupakan perusahaan dengan kinerja keuangan yang paling baik di antara ketiga perusahaan di atas. Hal ini dapat dilihat dengan nilai rasio PEG (12,912) dan jauh melebihi nilai rasio PEG pesaingnya. Artinya adalah pasar sangat menghargai saham Semen Indonesia (SMGR) melampaui pesaing-pesaingnya. Selain itu hal yang juga sangat penting dan mendukung hasil rasio PEG adalah nilai Price/Book Semen Indonesia yang cukup tinggi sebesar 4,639 dan juga melebihi nilai Price/Book pesaingnya. Dari hasil kedua rasio di atas menunjukkan bahwa nilai pasar saham Semen Indonesia sangat tinggi dan nilai saham mewakili nilai perusahaan sehingga dapat disimpulkan pasar menilai PT Semen Indonesia sangat tinggi nilainya. 2. Peer Comparison Rasio Keuangan Industri Semen di Asia Tahun 2013 Company Equity Rating Semen Indonesia Siam Cement Company CNBM* Anhui Conch BBMG CR Cement* Shanshui* Buy Buy Hold Buy Buy Buy Hold PER 16,48 13,889 6,453 13,491 11,259 12,778 5,5381 PEG Ratio 12,912 0,676 0,665 0,32 0,651 6,257 Price/Book Price/Sale Div Yield 4,639 3,146 1,077 1,779 2,317 1,634 0,617 3,789 1,145 0,333 1,803 1,272 1,348 0,382 2,47% 2,93% 2,55% 1,52% 2,01% 1,89% 8,23% 5 Year Div Growth 19,70% 0,78% 56,98% 55,45% - Sumber : Bloomberg Keterangan : *) Ekuitas yang terdaftar pada Hong Kong Stock Exchange **) Rasio keuangan VICEM tidak dimuat di tabel di atas karena saham VICEM merupakan joint stock ***) Bagian yang diarsir kuning merupakan nilai rasio tertinggi Setelah melakukan peer comparison rasio keuangan industri semen di Indonesia, penulis kemudian melakukan hal serupa di industri semen Asia. Adapun hasil dari peer comparison tersebut cukup mengejutkan, di mana ternyata Semen Indonesia juga menjadi perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik di Asia, bahkan mengalahkan perusahaanperusahaan asal China yang sudah mendominasi pasar semen dunia sebelumnya. Hal ini 9
  11. 11. semakin mendukung analisis strategik sebelumnya bahwa Semen Indonesia akan menjadi perusahaan persemenan terkemuka bukan hanya di Asia Tenggara, melainkan juga di Asia. Dari hasil tabel di atas dapat dilihat Semen Indonesia menjadi perusahaan yang paling unggul dalam empat rasio keuangan yaitu PER, PEG Ratio, Price/Book dan Price/Sale. Nilai PEG Ratio dan Price/Book Ratio yang tinggi sama-sama menunjukkan nilai pasar saham Semen Indonesia yang sangat tinggi nilainya, bahkan overvalue dan artinya nilai pasar perusahaan Semen Indonesia juga sangat tinggi. Selain itu nilai PER dan Price/Sales yang tinggi juga menunjukkan bahwa perusahaan juga sangat mampu menghasilkan kas atau pemasukan yang cukup tinggi dari penjualan saham. C. Posisi dan Tindakan Strategik Semen Indonesia di Masa Depan Setelah melihat analisis di atas (analisis strategik dan rasio keungan), maka kita dapat menentukan posisi dan geliat semen Indonesia di masa depan. Visi Semen Indonesia adalah menjadi persemenan terkemuka dan Asia Tenggara. Saat ini Semen Indonesia sudah menjadi maket leader di Indonesia dan sedang dalam proses menjadi market leader di Asia Tenggara di mana pada saat ini SI sudah menjadi perusahaan semen terbesar di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas terpasang, dan bukan lagi menjadi market follower di tingkat Asia melainkan market challenger. Pesaing terdekat di Asia Tenggara adalah Siam Cement Company. Adapun keunggulan SCC adalah mampu menawarkan harga pada tingkat yang rendah setelah China dan Turki. Akan tetapi penulis melihat SI akan mampu mengalahkan SCC, di mana saat ini SI sudah mampu menawarkan produk semen dengan nilai (kualitas) yang lebih baik pada tingkat harga lebih rendah dari ekspektasi pembeli (best-cost provider). Selain itu penulis mengekspektasikan akan ada perubahan di industi semen Asia Tenggara di mana Indonesia akan menggantikan posisi Vietnam sebagai negara dengan industri semen terbesar karena melihat adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya kebangkitan ekonomi penduduk kelas menengah dan tentu akan melipatgandakan konsumsi semen negara. Oleh karena itu, dengan adanya pertumbuhan konsumsi semen terbesar, bukan saja di Asia Tenggara, bahkan di Asia (mengingat industri semen China telah mengalami overkapasitas dan laju pertumbuhannya mulai menurun), maka sudah tentu akan meningkatkan posisi SI tidak hanya di Asia Tenggara, melainkan juga di Asia. Apabila kita melihat hasil penilaian kekuatan kompetitif industri semen di Asia, maka kita dapat melihat bahwa kekuatan kompetitif Semen Indonesia bukan hanya mengalahkan Siam Cement Group dan VICEM, melainkan juga sebuah perusahaan semen asal China yaitu China Shanshui Cement Group Ltd. Hal ini sangat mungkin terjadi di masa depan mengingat penetrasi pasar internasional yang sudah dilakukan dan akan diakukan di masa depan oleh SI, juga industri semen Indonesia terus bertumbuh, namun di sisi lain industri semen China hampir mencapai maturity. Hal ini juga didukung oleh hasil peer comparison industri semen di Asia, di mana Semen Indonesia merupakan perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik di Asia. Berikut ini adalah estimasi posisi Semen Indonesia pada industri semen di Indonesia dan Asia dalam jangka waktu 5 tahun ke depan : 10
  12. 12. Posisi 1 2 3 4 5 6 7 8 Industri Semen di Indonesia Semen Indonesia Indocement Tunggal Prakarsa Holcim Indonesia Semen Bosowa Industri Semen di Asia Anhui Conch China National Building Material (CNBM) Beijing Building Material Group (BBMG) China Resources Cement (CR) Semen Indonesia (SI) Siam Cement Company (SCC) China Shanshui Cement Group Limited Vietnam Cement Industry Corporation (VICEM) Oleh karena itu tindakan stategik yang selama ini sudah dilakukan oleh Semen Indonesia sudah sangat tepat. Penulis juga melihat bahwa tindakan strategik yang sesuai untuk memasuki pasar inernasional adalah akuisisi, pembangunan pabrik, ataupun aliansi strategik di pasar asing. Ketiga strategi ini dirasa paling tepat karena salah satu KSF pada industri semen adalah market closeness di mana perusahaan atau pabrik harus berada pada jarak yang cukup dekat dengan customer. Refrensi : Gamble, J., & Thompson, A. (2011). Essentials of Strategic Management. New York: McGraw-Hill Irwin. International, C. G. (2013, June 10). China Cement Sector. Retrieved January 21, 2014, from chinastock: http://www.chinastock.com.hk/ewebeditor/uploadfile/20130610114902548.pdf Lechtenberg, M. (2012, December 17). magazine articles. Retrieved January 21, 2014, from globalcement: http://www.globalcement.com/magazine/articles/741-top-20-global-cementcompanies Nguyen, A. (2013, October 25). News. Retrieved January 22, 2014, from bloomberg: http://www.bloomberg.com/news/2013-10-25/siam-cement-using-cash-pile-to-accelerategrowth-southeast-asia.html 11

×