Disusun oleh :Mukhammad Zainuri (Pecinta Maiyah)
Assalamu’alaikum wr.wbSalam Maiyah…Alhamdulillahirobbil’alamin, dari semakin banyaknya anggota KKC makatercetuslah keingin...
SEKILAS TENTANG KOMUNITAS KENDURI CINTA       Komunitas Kenduri Cinta merupakan wadah silaturahmi yang tidak       hanya b...
dikejar-kejar oleh pasukan musuh untuk menghibur dan       memelihara iman Abu Bakar, sahabat beliau, Sayyid kita       Ro...
salaamullaah tak usah diganti lbu Kita Kartini. Heterogenitas itu       cukup dijaga oleh satu prinsip: saling memperuntuk...
Panggillah “Mbah Nun...!”oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 22 Februari 2010 jam 9:54Catatan: Münzir MàdjidTIBA-TIBA, plak-...
Suatu hari, pesantrennya mengadakan acara dengan mengundang Emha AinunNadjib untuk memberikan ceramah. Tibalah saatnya, Em...
Jangan anggap mereka ada konflik. Emha sangat mencintai Sabrang, sebaliknyaSabrang juga sangat menghormatinya. Mereka sali...
Sampai suatu hari, entah bagaimana ceritanya, Emha mengetahui sesuatu yangtidak beres.“Lil,” panggil Emha.“Nggih Pak...”“A...
Jamaah-pun tertawa.“Dicicil saja, tiap pentas Letto, potong 10%....”Sabrang yang sudah dikenal sebagai vokalis Letto, hany...
EMPAT:Saya ingin mengatakan bahwa Sabrang sudah terlatih rialat. Sebuah ‘lelaku’ yangpada umumnya anak semuda dia belum me...
Namanya KH Mustofa, saya pernah sekali bertemu di kantor, Jakarta. Sabrangmemanggilnya Pakde Mus. Kepada Pakde Mus inilah ...
LIMA:Selamat kepada Sabrang dan Uchi untuk kelahiran putri pertamanya, 8 Februari2010: Rih Anawai Lulu Bodronoyo. []Jkt-Pw...
ABDURAHMAN WAHID-WAHIDoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 18 Juni 2010 jam 11:01Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibLambat atau c...
Tapi bagi yang sudah punya instink dan tahu bahwa Senegal akan unggul, hasilpertandingan awal Piala Dunia tadi malam tidak...
Semula dia mencita-citakan finalnya nanti Perancis vs. Kamerun dan akandimenangkan kesebelasan negara kaum hitam yang nene...
Akal dan Otakoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 23 April 2010 jam 11:01Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibAkal tidak sama denga...
“Apa tho Nak, Emansipasi itu?”oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 21 April 2010 jam 9:06Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibIbu m...
lelaki, menampung pertengkaran suamiistri-suami istri, membendungi gejalasaling benci di antara siapapun,mempertanyakan se...
merengek-rengek?Banyak hal pada kegiatan kaum wanita di desa kita yang membuat segalapembicaraan tentang masyarakatpatrimo...
Bakso Khalifatullaholeh Komunitas Kenduri Cinta pada 12 Februari 2010 jam 9:36Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibSetiap kali m...
“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yangmerupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan m...
yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul.Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya:...
“Lho, uang saya tidak cukup, Pak”“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap”“Berarti saya hutang?”“Ndaaak. Kekurangannya it...
Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR. Itu baru penjual cendhol, belumMenteri dan Dirjen Irjen Sekjen. Itu baru pemilik...
Bidaholeh Komunitas Kenduri Cinta pada 07 April 2010 jam 9:54Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibBid’ah itu adalah sesuatu yang...
BU CAMMANA KEKASIHoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 31 Maret 2010 jam 13:03Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibMaiyahan terakhi...
vertical dengan Allah melalui dzikir dan shalawat bersama yang diperindah olehmusik Kiai Kanjeng.Maiyahan dengan ribuan ma...
Entah butuh berapa ratus halaman untuk mengisahkan indahnya pengalamanmaiyahan dengan saudara-saudara kita di pelosok itu....
Bulan Purnama Rendraoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 23 Agustus 2009 jam 16:52Sumber: GATRATuhan memilihkan saat terbaik ...
Maka, Rendra tak pergi. Tak pernah pergi. Ia tidak perlu pergi menuju sesuatuyang ia sudah menyatu dengannya. Mungkin Rend...
Mungkin terdapat semacam raungan di kandungan jiwa setiap pen-takziyahpemakaman Rendra. Raungan panjang seperti puisi "Ric...
Orang bisa sakit berkepanjangan tanpa kunjung maut menjemputnya. Orang sehatwalafiat bisa mendadak dihadang oleh kematian....
Pada hari wafatnya Rendra, di samping menikmati pemandangan indahnyakemuliaan rahasia Rendra itu, saya mendapat cipratan a...
Rendra dipanggil Allah justru di puncak optimisme keluarganya ataskesembuhannya. Candle light phenomenon, kata orang. Feno...
kepada-Nya agar diperkenankan untuk tidak tampak hina di hadapan sesamamanusia.Pun tak usah merumuskan sebab-akibat antara...
Bulan Tidak Sucioleh Komunitas Kenduri Cinta pada 25 Agustus 2009 jam 13:27Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibKita menghormati...
Dia mati; Alhamdulillah…………oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 25 Januari 2010 jam 9:01Petani Pugra berkata, “besok saya aka...
Dimaafkan, Memaafkan, dan Tidak Memaafkanoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 09 September 2010 jam 10:47Ditulis Oleh: Emha A...
Kemudian cemburu. Ini watak yang juga mejadi ‘suku cadang’ dari hakikat cintadan keindahan. Namun syari’atnya ia harus dil...
Gelar Karya Para Rajawalioleh Komunitas Kenduri Cinta pada 09 Agustus 2010 jam 9:02Oleh: Emha Ainun NadjibSebagai penggemb...
Manusia Yogya memiliki potensial untuk “hamengku” alias sikap memangkuberbagai formulasi peradaban. Semua hasil “ijtihad” ...
sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya, dan takkan dilepaskanya sampaiparuhnyatanggal dari mulut dan kepalanya.Demikian juga cak...
Kedua, pengambilan keputusan Anda sang Rajawali itu tidak mempersyaratkansekedar keputusan hati, tapi juga keputusan akal ...
Hukuman sejarah itu berupa kehancuran logika, kemusnahan nalar sosial,ketidakmengertian tentang apa yang layak dikagumi da...
Suryanto Sastro atmojo penjaga simpul tali sejarah dari Astinapura, LemoriaAtlantis, Anglingdharma Batik madrim hingga Kem...
Gunung Jangan Pula Meletus?by Komunitas Kenduri CintaDitulis oleh: Emha Ainun Nadjib,Sumber: Kiai Bejo Kiai Untung Kiai Ho...
“Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkandengan surga.”“Orang Aceh-lah yang selama ber...
Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku.Badannya terguncang-guncang.“Kamu mempersoa...
“Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapailmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa d...
“Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter.Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, l...
“Emang untuk apa?”“Misalnya untuk membenturkan kepalamu….”“Sinting!”“Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembe...
kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnyaberdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sanga...
“Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalahbahwa kamu pantas diludahi.”“Terserah Kiai, a...
“Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukardibayangkan akan mampu tertanggungkan.”“Dunia bukan te...
“Gusti Gung Binathoro!” saya mengeluh, “Kami semua dan saya sendiri, Kiai,tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berp...
“Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehinggaselama satu dua bulan terakhir ini diberi perin...
Gusti, Kok Pas Sih....!oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 28 Januari 2010 jam 8:51Catatan: Munzir MadjidNAMANYA “Muhammad A...
kesempatan, baik dalam tulisan atau ucapan-ucapannya, Emha sangat fasihmenyitir ayat-ayat Al Qur’an. Mungkin pula orang ma...
Emha hanya tersenyum.“Iya, Nurcholish Ainun Nadjib kan?”Saya sebenarnya bingung mau menulis apa tentang Emha, memulai dari...
Beberapa kali sahabat-sahabatnya ‘memaksa’ Emha untuk berangkat haji, denganfasilitas ONH Plus-nya. Dengan cara halus Emha...
“Iya bu,” Emha dengan santun menjawabnya.“Saya ada titipan, mohon diterima,” wanita itu memohon.“Terima kasih bu,” Emha me...
Hijrah dan Kultus Individuoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 26 Februari 2010 jam 9:44Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibTidak ...
melakukan transaksi, banking, ekspor impor, suksesi politik, revolusi, apapun saja,adalah hijrah.Inti ajaran Islam adalah ...
Hijrah adalah pusat jaring nilai dan ilmu. Dari gerak dalam fisika dan kosmologihingga perubahan dan transformasi dalam ke...
Di dalam teknologi, tanah itu materi. Ia bisa ditransformasikan menjadi gentingatau batu-bata. Logam menjadi handphone, be...
dan sebagainya-terjadi secara berputar membentuk bulatan. Yang sehari-harisajapun: badan kita (materi), tentu, jika tidak ...
Humoroleh Komunitas Kenduri Cinta pada 26 Juli 2010 jam 11:43Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibHumor orisinal dari kehidupan ...
Indonesia Maafkan Akuoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 17 Agustus 2010 jam 11:08Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibIndonesiama...
Indonesiamaafkan kakiku tak sanggup melangkah untukmutanganku tak mampu bergerak buatmuengkau semesta gaib yang tak mampu ...
Industri dan Sportivitas Sepakbolaoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 29 Juni 2010 jam 10:53Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibL...
”Islamic Valentine Day”oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 14 Februari 2010 jam 8:08Ditulis Oleh: Muhammad Ainun NadjibJUDUL...
”syiar Islam”, bahkan perintisan pembentukan ”Negara Islam Indonesia” – yangsesungguhnya mereka perjuangkan adalah Islamny...
Sedemikian rupa sehingga kita selenggarakan dan lakukan berbagai formula duniamodern, industri liberal, mode show, pembuat...
Sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa. Sehingga mengeluh danmemproteslah sebagian pasukan Islam kepada Rasulull...
Kangenoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 20 Januari 2010 jam 13:09Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibKangen itu baik. Kangen it...
Kawah Api: “Universitas Patangpuluhan” - Ioleh Komunitas Kenduri Cinta pada 19 Mei 2010 jam 11:23Catatan: Kang MunzirYasin...
dan nasi kuning mulai dikeluarkan. Sejak sore, seksi dapur yang ditangani MbakRoh, Dik In dan Mbak Wik (almarhumah) sudah ...
taxi atau tukang ojek. Tuhan-lah yang mengatur detik demi detik jalannya rejeki.Kita tidak bisa memperkirakan seberapa cep...
Saya tidak berani mengklaim atau men-justifikasi bahwa kelak pengajian PadhangBulan ber-embrio dari sini, Yasinan di Patan...
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)

6,127 views

Published on

kenduri cinta Cak Nun

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,127
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
13
Actions
Shares
0
Downloads
150
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kumpulan Catatan komunitas kenduri cinta (Maiyah)

  1. 1. Disusun oleh :Mukhammad Zainuri (Pecinta Maiyah)
  2. 2. Assalamu’alaikum wr.wbSalam Maiyah…Alhamdulillahirobbil’alamin, dari semakin banyaknya anggota KKC makatercetuslah keinginan utk mengumpulkan catatan di FB KKC ini dalambentuk yang praktis, akhirnya e-book “CATATAN KOMUNITASKENDURI CINTA I” ini berhasil disusun & bisa dinikmati oleh Anda.Terimakasih kepada segenap Kawan2 anggota & pengelola Fan PageFacebook Komunitas Kenduri Cinta & seluruh jaringan maiyah nusantaraatas materi tulisannya, khususnya atas ilmu2 dari guru kita semua CakNun, Cak Pudji, dan semuanya yang telah menulis di catatan komunitaskenduri cinta..Semoga e-book sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin..Wassalamu’alaikum wr. Wb Cilacap, 5 Februari 2011 Mukhammad Zainuri (“Jay”) Email: mukhammad.zainuri@gmail.com FB: blues_jay2004@yahoo.comIni adalah Ebook gratis, silahkan dibagikan utk orang2 sekitar yg andasayangi ....Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 2
  3. 3. SEKILAS TENTANG KOMUNITAS KENDURI CINTA Komunitas Kenduri Cinta merupakan wadah silaturahmi yang tidak hanya berisikan kesenian namun juga mengedepankan pencerahan pada segi pendidikan politik, kebudayaan dan kemanusiaan yang multikultur. Gerakan Cinta dalam forum Maiyah Kenduri Cinta menjembatani kebaikan antar manusia, kemesraan dan cinta kasih agar nila-nilai cinta yang hakiki tidak diabaikan apalagi ditinggalkan. Kenduri Cinta memberikan suasana iklim yang sehat. Panggung dalam forum KenduriCinta bukan suatu pementasan tetapi suatu gerak bersama sehingga pada akhirnya tdak ada penonton dan yang ditonton, bukan wadah show of force perorangan atau golongan, melainkan sebuah forum yang mengedepankan interaksi dan komunikasi yang jernih, pikiran obyektif dan hati nurani yang diliputi kasih. Komunitas KenduriCinta terbentuk sejak pertengahan tahun 2000. Komunitas KenduriCinta adalah bagian dari komunitas Maiyah Nusantara yang telah lama dirintis oleh komunitas maiyah secara rutin bersama pada kota-kota besar di Indonesia, antara lain: Jombang (Padhang Mbulan), Surabaya (BangBang Wetan), Semarang (Gambang Syafaat), Jogjakarta (Mocopat Syafaat), Malang (Obor Ilahi) dan Makassar (Paparandang Ate).Gambaran: "lnna maya Robbi", tutur Musa, Nabi alaihissalaam, untuk meyakinkan ummatnya bahwa Allah ada bersamanya. Muhammad Rasulullah saw, juga menggunakan kata sama -di gua Tsur- tatkalaCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 3
  4. 4. dikejar-kejar oleh pasukan musuh untuk menghibur dan memelihara iman Abu Bakar, sahabat beliau, Sayyid kita Rodhlialloohuanhu: "La takhof wa la tahzan, innalloha maanaa". Jangan takut jangan sedih, Allah ada menyertai kita. Bahasa kenegaraan Maiyah itu: Nasionalisme. Bahasa mondialnya: Universalisme. Bahasa peradabannya: Pluralisme. Bahasa kebudayaannya: Heterogenisme, atau kemajemukan yang direlakan, dipahami dan dikelola. Metode atau manejemen pengelolaan itu namanya: Demokrasi. Di dalam teori Maiyah Nasionalisme, selalu ditemukan adanya banyak pihak, ada banyak wajah, ada banyak warna, ada banyak kecenderungan dan pilihan. Masing-masing pilihan itu menggunakan wamanya sendiri-sendiri, wajahnya sendiri-sendiri dan kecenderungan sendiri-sendiri. Setiap mereka menghidupi dan menampilkan dirinya masing- masing. Sehingga pada semuanya tampak sebagai bhinneka. Berbagai perbedaan itu tidak membuat mereka berperang satu sama lain, karena diikat dan prinsip ke-ika-an, yakni komitmen kolektif untuk saling menyelamatkan dan mensejahterakan. Demikianlah berita gembira berdirinya Republik lndonesia dulu. Sikap Maiyah di antara berbagai pilihan itu adalah kesepakatan untuk saling menyetorkan kebaikan dan kemashlahatan untuk semua. Yang Budha, berpakaianlah Buddha. Yang Katholik, Katholiklah. Yang lslam, lslamlah. Omswastiatu tak usah diganti Padamu Negeri. Haleluya tak usah diganti Tanah Tumpah Darahku. ShalaatullaahCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 4
  5. 5. salaamullaah tak usah diganti lbu Kita Kartini. Heterogenitas itu cukup dijaga oleh satu prinsip: saling memperuntukkan dirinya bagi kebersamaan. ltulah Maiyah. Website: http://www.kenduricinta.com Facebook: http://www.facebook.com/#!/pages/Komunitas- Kenduri-Cinta/34798057138?v=infoCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 5
  6. 6. Panggillah “Mbah Nun...!”oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 22 Februari 2010 jam 9:54Catatan: Münzir MàdjidTIBA-TIBA, plak-plak, pukulan mendarat ke mulut seorang anak muda. “Tidaksopan, jangan panggil Cak Nun, panggillah dengan hormat, Mbah Nun...!”SATU:Pernah dengar nama KH Muslim Rifa’i Imam Puro? Nama lengkap ini tidaklahbegitu populer. Namun jika disebut “Mbah Lim” banyak kalangan yangmengenalnya, paling tidak sering mendengar.Apalagi bagi kalangan nahdliyyin, mereka sangat mengenal sosok Mbah Lim.Bahkan kiai-kiai NU sangat takzim terhadap beliau, termasuk Gus Dur (Allahyarham). Karena Mbah Lim sangat rajin menghadiri helatan-helatan yang yangdiselenggarakan NU, terutama Muktamar. Kecenderungan pilihan Mbah Limterhadap sosok yang kelak memimpin NU biasanya itulah suara Nahdliyyin.Jika pertama kali berjumpa pasti tak akan mempercayai bahwa orang ini sangatdisegani dari berbagai kalangan. Sangat nyentrik. Berpakaian dengan padu padansangat tidak pas. Bertutup kepala topi (bukan peci) dipadu dengan sorban. Yangtak pernah ketinggalan, mencangklong tas kain lusuh. Nama pesantrennya aneh,tidak biasa: Pondok Pesantren Al Muttaqin Pancasila Sakti, Desa Karang Anom,Klaten. Dengan penampilan yang “mboys” ini, tidak aneh, jika banyak yangberanggapan bahwa Mbah Lim adalah seorang wali.Cara berbicaranya tidak jelas, cedal (cadel). Sukar dipamahami. Maka seringdidampingi oleh santri atau keluarganya sebagai juru bicara.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 6
  7. 7. Suatu hari, pesantrennya mengadakan acara dengan mengundang Emha AinunNadjib untuk memberikan ceramah. Tibalah saatnya, Emha harus naik ke ataspodium. Seorang santri yang bertindak sebagai MC memanggil Emha."Kami persilakan Cak Nun dari..."Belum juga MC selesai berbicara, Mbah Lim berlari-lari sambil teriak-teriak kearah MC. Tiba-tiba, plak-plak, tangan Mbah Lim mendarat di mulut MC, sambiltetap berteriak-teriak, "Bukan Cak Nun, Mbah Nun. Ingat itu Mbah Nun!"“Iya Mbah.”Jawab santri agak gemetar. Bukan sakitnya ditampar kiainya. Tapi kaget dan samasekali tak terduga. Tamparannya tidak keras, karena sesungguhnya Mbah Limsangat menyayangi semua santrinya.Jamaah geger. Tapi tidak lama. Berganti dengan gelak tawa karena Emha sangatpandai merubah suasana.Mbah Lim sendiri tetap mendampingi MC sampai usai acara, berjaga-jaga agarkesalahan ucap tak terulang lagi.DUA:Pernah menyaksikan bapak dan anak saling ejek, sindir menyindir? Itulah jikaEmha Ainun Nadjib satu panggung dengan Sabrang Mowo Damar Panuluh,anaknya.“Pergaulan yang aneh,” begitu komentar Dik Doank suatu saat.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 7
  8. 8. Jangan anggap mereka ada konflik. Emha sangat mencintai Sabrang, sebaliknyaSabrang juga sangat menghormatinya. Mereka saling share tentang berbagai hal.Banyak pengetahuan-pengetahuan baru, atau penemuan-penemuan ilmiah (baru)yang disampaikan Sabrang kepada Emha. Sebaliknya Emha-pun sering memberiarahan-arahan --jelas bapaknya lebih berpengalaman, ditularkan kepada Sabrang.Jaman SMA, setahu saya, Sabrang tidak mengenal rokok. Emha sendiri, siapapuntahu, adalah penikmat rokok.“Jika sakit jangan merokok!” kata Emha.“Rokok hanya untuk orang sehat,” lanjutnya. Lho?Logika ini mungkin saja ditentang oleh aktivis anti rokok. Jika ingin sehat jauhilahrokok, slogannya.Tamat SMA, saya juga tidak melihat Sabrang menyentuh rokok. Kalau pegangrokok sangat wagu, hanya diamin-mainkan, diisap tanpa api. Baguslah itu,batinku.Usai kuliah dari Kanada, berkumpul lagi dengan kawan-kawan SMA-nya,belakangan membentuk Grup Band Letto. Saat itulah, mungkin saja, seringbelajaran merokok.“Liiiil....!”“Iya Mas,” jawab Kholil.Kholil, pemuda tanggung yang bertahun-tahun ikut di rumah Emha-Novia. Racikankopinya enak. Kental tak terlalu manis.Bersijingkat Kholil masuk ke dalam rumah mengambil sesuatu dan diserahkankepada Sabrang. Entah “persengkokolan” apa antara Sabrang dan Kholil. Jikadipanggil oleh Sabrang mafhumlah apa tugas Kholil.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 8
  9. 9. Sampai suatu hari, entah bagaimana ceritanya, Emha mengetahui sesuatu yangtidak beres.“Lil,” panggil Emha.“Nggih Pak...”“Apa itu?”“Rokok, Mas Sabrang....”Bungkusan rokok berwarna kuning ada di gegamannya.“Oh, mulai kapan?”“Lami Pak, wonten setahunan.”(Sudah lama Pak, sekitar setahun).Emha, biasanya punya simpanan rokok agak banyak. Beli sendiri atau pemberiandari beberapa kalangan yang berbaik hati. Sesungguhnya, telah lama, tanpasepengetahuannya Sabrang meminta tolong Kholil mengambilkan rokok milikbapaknya secara diam-diam. Kali ini ‘tertangkap basah.’Maka dalam suatu acara di Kenduri Cinta, beberapa tahun lalu, Emha menagihSabrang.“Coba kalikan hutangmu itu, satu bungkus dikalikan setahun!”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 9
  10. 10. Jamaah-pun tertawa.“Dicicil saja, tiap pentas Letto, potong 10%....”Sabrang yang sudah dikenal sebagai vokalis Letto, hanya menanggapi dengansenyum-senyum.TIGA:Surabaya. Emha dan Kiai Kanjeng siap-siap acara. Hari yang sama, Sabrang danLetto juga pentas di kota yang sama, Kota Bonek.Meskipun bapak dan anak masih satu rumah, jarang sekali ketemu. Emha dan KiaiKanjeng keliling memenuhi banyak undangan, Sabrang dan Letto-pun padat acara.Bapak dan anak saling kangen dan janjian bertemu di warung sate, makananfavorit mereka. Emha yang sudah dulu tiba langsung memesan beberapa porsisate. Tak lama kemudian Sabrang datang.“Ayo Brang, dimakan...!”“Ntar Pa,” jawab Sabrang sembari buka-buka HP.Berceritalah mereka dengan asyiknya. Lalu Emha tersadar, hidangannya belumjuga dijamah.“Lho, kok tidak dimakan, tadi sudah makan ya.”Sabrang menjawab dengan enteng, “Belum Pa, aku puasa.”“Asu kowe Brang, lha ngapain saya janjian di sini kalau puasa!”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 10
  11. 11. EMPAT:Saya ingin mengatakan bahwa Sabrang sudah terlatih rialat. Sebuah ‘lelaku’ yangpada umumnya anak semuda dia belum merasa perlu menjalani. Pasti banyakyang mengira bahwa bapaknyalah yang mengajari. Atau minimal memberi contohdalam keseharian. Saya berani bilang, bahwa secara langsung kayaknya tidak.Emha tidak pernah mengajarkan sebagaimana orang tua lain mendidik anaknya.“Le, kowe puasa ya, rajin shalat!”Tampaknya tidak pernah seperti itu.Sampai kemudian saya mendengar bahwa Sabrang punya “guru spiritual.” Kerenya istilahnya. Maksud saya, guru ngaji. Seorang ustadz atau kiai. Sosoknya jarangyang kenal, seorang kiai sederhana dan kini bertempat tinggal di Lampung.Dulu, saat Sabrang masih SMP, memang saya pernah diutus bapaknya mengantarseorang guru ngaji dari Jogja ke Lampung. Seorang guru ngaji privat selama tigabulan untuk mengajari “alif ba ta” dan pelajaran dasar-dasar agama.Tapi bukan guru ngaji itu.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 11
  12. 12. Namanya KH Mustofa, saya pernah sekali bertemu di kantor, Jakarta. Sabrangmemanggilnya Pakde Mus. Kepada Pakde Mus inilah Sabrang banyak memintanasehat.Saya sendiri kurang tahu sejak kapan Sabrang mengenal dan menjadikan PakdeMus sebagai tempat bertanya.Belakangan juga saya mengetahui bahwa Pakde Mus adalah santrinya Mbah Lim.Bisa jadi Pakde Mus, kala pertama, tidak menyadari bahwa Sabrang adalahanaknya Emha, yang oleh Mbah Lim sendiri ditahbiskan sebagai “Mbah Nun.”Ini agak muter-muter. Pakde Mus sangat takzim terhadap Emha, sebagaimanasantrinya Mbah Lim lain, memanggilnya juga: Mbah Nun.Hujanpun semakin kerap. Tamu-tamu berlarian. Semua orang menduga bahwaacara akan berantakan. Emha yang punya gawe berlari naik ke atas panggung.“Allahu Akbar, Alaahu Akbar.”“Allahu Akbar, Allahu Akbar,” azan digemakan sampai usai.Resepsi pernikahan Sabrang dengan Uchi (26 Maret 2009) tetap berjalan denganlancar di Monjali, Jogja. Hujan mulai reda. Langitpun kembali dipenuhi bintanggemintang. Di pojokan, entah di mana, Pakde Mus ngumpet sampai acara usai.Berdoa dengan khusuk untuk “anak” kesayangannya, Sabrang.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 12
  13. 13. LIMA:Selamat kepada Sabrang dan Uchi untuk kelahiran putri pertamanya, 8 Februari2010: Rih Anawai Lulu Bodronoyo. []Jkt-Pwt, Des 2009, Jan, Feb 2010Tulisan ini untuk bapakku. Semoga cepat sembuh. Anakmu, sungguhmenyayangimu.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 13
  14. 14. ABDURAHMAN WAHID-WAHIDoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 18 Juni 2010 jam 11:01Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibLambat atau cepat hegemoni kekuatan persepakbolaan dunia akan bergeser keAfrika, meskipun kemudian akan bergilir ke wilayah lainnya. Sejak piala duniabeberapa kali yang lalu Aljazair, Camerun, Nigeria, Marokko, sudah ngamping-amping - tetapi memang masih ada semacam nuansa rasisme dalam mekanismepolitik persepakbolaan, yang tercermin pada psikologi wasit atau pengurusorganisasi persepakbolaan.Sayang Mesir tak masuk, gara-gara Gus Dur di-impeach oleh MPR. Orang Mesircinta Indonesia, Sukarno dan merasa memiliki Gus Dur karena sejarah kakekbeliau serta karena pernah kuliah di Cairo. Gus Dur jatuh mengecewakan orangMesir, sehingga sampai hari ini belum tentu Megawati diterima di sana. Sampai-sampai kesebelasan Mesir kacau hatinya dan tidak bisa menang lawan Aljazair.Skor 1-1, padahal kalau 1-0, Mesir masuk Piala Dunia. Kalau Gus Dur waktu itutetap jadi presiden, skor pasti 1-0. 1 itu Wahid. Kalau 1-0 berarti Wahidnya satu.Kalau skor 1-1 maka nama Gus Dur menjadi Abdurahman Wahid Wahid...MakaMesir gagal ke Piala Dunia.Tapi toh sekarang Senegal memberi lampu kuning, meskipun tidak akan semulusyang kita impikan. Bagi kita yang berpikiran standar, tentu kaget kok Perancis bisakalah oleh Senegal. Meskipun tak ada Zidane tapi ya jan gan lantas begitu loyo,tidak kreatif, tidak punya daya menaklukkan, permainan individu kalah, tidakpunya aransemen dengan akselerasi gerak dan irama bermain.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 14
  15. 15. Tapi bagi yang sudah punya instink dan tahu bahwa Senegal akan unggul, hasilpertandingan awal Piala Dunia tadi malam tidak mengejutkan. Namun demikiansaya sarankan sebaiknya kita memilih kaget saja menyaksikan setiap kejadianselama Piala Dunia, sebab tujuan kita memang untuk terkaget-kaget, sehinggaasyik dan selalu ada dinamika, ada tegangan.Kalau pada pertandingan perdana Perancis kalah tapi nantinya malah jadi juara,sebaiknya kita kaget. Kalau ternyata Perancis tak bisa sampai ke final, marilahtetap kaget. Kalau Senegal menang terus setelah yang awal ini, juga marilahkaget. Kalau kalah dan tidak bisa masuk ke babak berikutnya, marilah terus kaget.Kalau tidak kaget, apa gunanya nonton sepakbola.Hari ini saya bertugas di tiga acara, dan pertandingan perdana Perancis-Senegalberlangsung pada acara terakhir saya tadi malam. Saya nonton tidak intensif dantidak seluruhnya. Sambil kedinginan dalam acara - karena tempatnya dekat KutubSelatan - saya bertanya-tanya siapa yang menang, dan tiba-tiba ada SMS masukberbunyi :"Itali juara Cak!". Gendeng. Tapi memang nonton sepakbola adalahpeluang sangat indah untuk berkhayal, menciptakan lakon-lakon apa saja didalam benak kita, membayang-bayangkan, melampiaskan obsesi, bahkan bisanonton sepakbola untuk menerapkan ideology, sentimen-sentimen sejarah atauselera pribadi. Teman saya yang memandang sepakbola secara professional-estetik, tidak senang Perancis kalah, karena tidak cocok dengan teori bakutentang mutu kesebelasan. Tapi bagi teman lain yang pikirannya dipenuhi olehromantisme perjuangan kaum tertindas, bersorak-sorak karena Senegal menang,karena mengidentifikasi Perancis sebagai salah satu negara penjajah pada abad-abad yang lalu.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 15
  16. 16. Semula dia mencita-citakan finalnya nanti Perancis vs. Kamerun dan akandimenangkan kesebelasan negara kaum hitam yang nenek moyangnya duludijajah. Cuma ideologi teman saya ini menjadi agak tidak mantap kalau dia ingatbahwa Zidan beragama Islam...Ah, apa Anda pernah mendengar musik Senegal? Tidak ada musik yang asyiknyamelebihi asyiknya musik Senegal serta negara-negara Afrika agak Utara lainnya.Kreativitas musik di wilayah ini menggabungkan 3 dimansi keindahan: dinamikaAfrika, romantisme Timur Tengah dan kecanggihan Eropa. Beruntung saya pernahpentas bareng mereka di lapangan pinggir pantai Rotterdam......***Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 16
  17. 17. Akal dan Otakoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 23 April 2010 jam 11:01Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibAkal tidak sama dengan Otak. Ayam dan kambing juga punya otak, tapi janganbilang kambing berakal. Otak itu hanya hardware-machine dari suatu fungsiberfikir. Adapun akal itu suatu potensialitas rohaniah, kita harus menggalinyasepanjang zaman, karena yang kita dapatkan darinya hanya gejala-gejalanya saja,Anda kenal inspirasi, kretivitas, ilham, ide, gagasan. Serpihan-serpihan meloncatdalam kandungan rahasia akal ke memori dan kesadaran kita. Akal itu bagaikanujung jari Tuhan yang menyentuh cintanya kepada kita untuk mentransfer cinta,silaturahmi, janji kasih, dan berbagai anugrah. Kalau dikatakan ada orangkehilangan akal, artinya ia mengalami keterputusan kontak dengan hidayahTuhan. Pikirannya buntu dan otaknya terbengkalai. Jadi, otak bisa tidak sehat,cara berpikir bisa khilaf dan terpeleset, tapi akal selalu sehat dan benar. Yang taksehat biasanya adalah metode dan mekanisme berpikir.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 17
  18. 18. “Apa tho Nak, Emansipasi itu?”oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 21 April 2010 jam 9:06Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibIbu menjaga hasrat baik agar terusmemenuhi desa, berperang melawankelapukan akibat tumpahan hujan darikekuatan-kekuatan yang mengatasidesa kita.Mungkin sekedar ‘kelas’ rukuh, tapisoalnya ialah kerajinan Ibu untukmenerobos dan menelusup, di sampingrukuh memang menyediakan rasa tidakaman bagi kemunafikan. Ibu juga majuke Pak Polisi, angkat tangan memotongpidato Pak Pejabat di mimbar, melayanisegala kesulitan pekerjaan birokratisyang bisanya ditangani oleh kaumCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 18
  19. 19. lelaki, menampung pertengkaran suamiistri-suami istri, membendungi gejalasaling benci di antara siapapun,mempertanyakan sesuatu kepada Pak-Pak Pamong, tanpa rasa sungkan ataupakewuh seperti yang lazim diketahuisebagai lenderteal pembungkus sikapsosial orang Jawa. Meskipun tohfrekuensi ketidakberesan yang padaumumnya tumpah dari atas selalu akanbisa mengubur usaha-usaha hasrat baikIbu.Pasti ada ribuan orang di negeri iniyang melakukan seperti yang Ibulakukan. Ratusan kawan-kawananakmu juga mampu mengerjakanberbagai hal yang penuh arti. Tapilihatlah, apa yang lebih bermutu darisepak terjang anakmu ini selainCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 19
  20. 20. merengek-rengek?Banyak hal pada kegiatan kaum wanita di desa kita yang membuat segalapembicaraan tentang masyarakatpatrimonial menjadi terasa aneh. Tetapitoh Ibu juga tak bosan-bosan bertanyakepada anak-anakmu atau kepadakawan-kawan anak-anakmu yangdatang ke desa:“apa tho Nakemansipasi wanita itu?”(Sumber: “IBU, TAMPARLAH MULUT ANAKMU” Sekelumit Catatan Harian.23.8.1985. foto oleh: Budhi Ipoeng)Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 20
  21. 21. Bakso Khalifatullaholeh Komunitas Kenduri Cinta pada 12 Februari 2010 jam 9:36Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibSetiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patulmendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagianke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti.“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati baksobeliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang.“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”Ia tertawa. “Ia Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kanbukan semua hak saya”“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 21
  22. 22. “Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yangmerupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.Aduh gawat juga Pak Patul ini. “Maksudnya?”, saya mengejar lagi.“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurutTuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq,qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naikhaji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH.Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisamenjangkaunya”.Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kamiorang kecil jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharuapapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyatamasih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi.Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi sayabilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya. Hati sayameneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir sayapemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalumemelihara kebaikan urusan-urusannya.Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa didalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekagumanCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 22
  23. 23. yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul.Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkinsiap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidupsebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang danikhlas.Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapaisesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bisa disebut kelassosial saya lebih tinggi darinya. Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya,tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jikamengucapkan kalimat seperti diucapkannya: “Di antara pendapatan saya initerdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.Peradaban saya masih peradaban “milik saya”. Peradaban Pak Patul sudah lebihmaju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggungjawab, lebih mulia dan tidakpengecut sebagaimana ‘kapitalisme subyektif posesif’ saya.30 th silam saya pernah menuliskan kekaguman saya kepada Penjual cendholyang marah-marah dan menolak cendholnya diborong oleh Pak Kiai HamamJakfar Pabelan karena “kalau semua Bapak beli, bagaimana nanti orang lain yangmemerlukannya?”Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua.Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapiuang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang sayatawar. Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 23
  24. 24. “Lho, uang saya tidak cukup, Pak”“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap”“Berarti saya hutang?”“Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”.Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye!Di pasar Khan Khalili semacam Tenabang-nya Cairo saya masuk sebuah tookkemudian satu jam lebih pemiliknya hilang entah ke mana, jadi saya jaga tokonya.Ketika dating saya protes: “Keeif Inta ya Akh…ke mane aje? Kalau saya ambilinbarang-barang Inta terus saya ngacir pigimane dong….”Lelaki tua mancung itu senyum-senyum saja sambil nyeletuk: “Kalau mau curibarang saya ya curi saja, bukan urusan saya, itu urusan Ente sama Tuhan….”Sungguh manusia adalah ahsanu taqwim, sebaik-baik ciptaan Allah, master-piece.Orang-orang besar bertebaran di seluruh muka bumi. Makhluk-makhluk agungmenghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusundan di mana-manapun. Bakso Khlifatullah, bahasa Jawanya: bakso-nya Pak Patul,terasa lebih sedap karena kandungan keagungan.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 24
  25. 25. Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR. Itu baru penjual cendhol, belumMenteri dan Dirjen Irjen Sekjen. Itu baru pemilik toko kelontong, belum GubernurBupati Walikota tokoh-tokoh Parpol. Itu baru penjual jagung bakar, belum Kiaidan Ulama. **Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 25
  26. 26. Bidaholeh Komunitas Kenduri Cinta pada 07 April 2010 jam 9:54Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibBid’ah itu adalah sesuatu yang tidak dilakukan/dipakai oleh Rasulullah, terus kitapakai. Bid’ah itu berlaku diwilayah mahdhah. Islam itu dibagi 2 berdasarkanfirman Allah, yang satu namanya ibadah mahdhah jumlah firmannya 3,5 %, yangkedua namanya ibadah muamalah ayat-ayatnya menyeluruh sekitar 96,5%.Ibadah mahdhah itu apa?, ibadah muamalah itu apa?. Pedomannnya ibadahmahdhah adalah jangan lakukan apapun kecuali yang Aku perintahkan. Kalauibadah muamalah, lakukan apa saja semaumu asalkan tidak melanggar syariat Ku.Contoh ibadah mahdhah itu: syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji, itu saja yangtidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 26
  27. 27. BU CAMMANA KEKASIHoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 31 Maret 2010 jam 13:03Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibMaiyahan terakhir Kiai Kanjeng dengan saya adalah di garis kaki dan pantatbelakang Pulau Selawesi. Dari Makassar menuju utara lewat trans Sulawesi - di sisibarat sesudah sisi lain ditakuti karena kasus Poso. 5 jam pertama menujuTinambung, salah satu titik sisa kerajaan di antara 7 kerajaan pantai dan 7kerajaan pegunungan.Serombongan 22 orang, berangkat awalnya enak karena naik pesawat, tapi dariMakassar kami menyusuri jalanan ratusan kilometer untuk pekerjaan yang kamiberi judul "latihan tawakkal". Medan sangat berat, suhu sangat panas, tidak mestibisa mandi, keringatan terus menerus tanpa sempat mencuci atau menjemurpakaian. Acara formalnya hanya enam kali, tapi yang non-formal - dan di sini letakkonteks maiyah kemasyarakatan kami - bertubi-tubi.Ibunda Cammana, saat menerima penghargaan Satyalancana dari Presiden RI,pada Minggu malam lalu, 28 Maret 2010Maiyahan dengan ribuan masyarakat yang turun dari gunung-gunung dan sudahtiba di tempat itu satu dua hari sebelumnya karena tidak mudahnya transportasi.Maiyahan mengidentifikasi masalah-masalah mereka, merundingkannya,membukakan wacana dan mencari solusi bersama-sama - dibungkus perjanjianCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 27
  28. 28. vertical dengan Allah melalui dzikir dan shalawat bersama yang diperindah olehmusik Kiai Kanjeng.Maiyahan dengan ribuan masyarakat di pertigaan tengah kota kecil Tinambung -pusat asal usul Pasukan Balanipa - yang dua puluh tahun yang lalu hampirmenyerbu Majene dan kami hentikan di tengah jalan, kami cegat dan kami giringpulang untuk berkumpul di Masjid. "Musuh Anda bukan orang lain golongan ataulain suku" - demikian saya sempat omong waktu itu - "Musuh Anda akan masuklewat jembatan yang dua tahun lagi akan di bangun di Sungai Mandar ini. Truk-truk dan fasilitas kekuasaan orang kota akan masuk kesini. Pertanyaan yang harusAnda jawab adalah apakah jembatan itu akan memasukkan kesejahteraan kekampung-kampung Anda ataukah justru akan dipakai untuk menguras kekayaanAnda ke Jakarta..."Maiyahan di lapangan Majene, di depan pasar Polewali-Mamassa, di alun-alunMamuju. Jika lampu mati - karena PLN belum berpengalaman denganpenggunaan sound-system yang butuh teknologi los stroom - rembulanmenaburkan cahaya dan keremangan di bawah langit sangat mengkhusyukkankehadiran Allah dan Rasulullah.Di sekitar lapangan maiyah selalu tampak pebukitan yang subur, laut dancakrawala remang. Ketika siang hari kami melintasi daerah-daerah itu, tak bisamenahan hati untuk mengatakan kepada ribuan jamaah maiyah bahwa "Andasemua di wilayah yang subur ini sesungguhnya tidak butuh Indonesia. Negara inijelas lebih banyak mengganggu Anda dar ipada menyayangi dan membantukehidupan Anda...." Kemudian diskusi tentu saja menjadi berkepanjangan.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 28
  29. 29. Entah butuh berapa ratus halaman untuk mengisahkan indahnya pengalamanmaiyahan dengan saudara-saudara kita di pelosok itu. Tidak mungkin terucap olehrangkaian kata sepuitis apapun maiyahan kami di dusunnya Bu Cemmana - Ibu tuayang vocalnya seperti terompet, powernya tidak bisa dilawan oleh Ian Gillan,warna suaranya seperti perawan 14 tahun. Ibu asset bangsa yang bangsanyasendiri tidak punya ilmu sama sekali untuk menghargainya....Bangsa ini membiayai putauw dengan uang tak terbatas, membiayai kemaksiatantanpa hitungan, membiayai kekonyolan dengan malah membangga-banggakan,membiayai fitnah dan berita-berita pembodohan dengan trliyunan rupiah. BuCemmana.****Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 29
  30. 30. Bulan Purnama Rendraoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 23 Agustus 2009 jam 16:52Sumber: GATRATuhan memilihkan saat terbaik untuk memanggil kekasih-Nya, Rendra. MalamJumat, di bawah cahaya bulan purnama. Orang besar itu telah pergi dengan gagahsebagaimana ajarannya: gagah dalam kemiskinan. Istrinya, Ken Zuraida,menyatakan ia sangat bahagia, meskipun pasti bagi setiap yang terlibatkematian selalu ada semacam derita manusiawi yang membungkusnya.Ini adalah puncak tangis mengguguk-guguk seorang pecinta yang air matanyatumpah di ufuk kesadaran tentang nyawiji. Selama sakit di pembaringan, Rendraselalu spontan menyebut, Ya Lathif, wahai Yang Mahalembut." Di saat-saatpaling menderita oleh sakitnya, ia meneguhkan hatinya dengan Qul huwal-LahuAhad, Allahus-Shamad.... Setengah sadar, sambil saya genggam tangan kirinya,saya minta ia menambahi, Mas, ucapkan juga Qul Huwal-Lahu Wahid....Ia berbisik, Apa bedanya Ahad dengan Wahid, Nun, saya jawab, Mas, Ahad ituAllah yang tunggal, yang satu, yang gagah perkasa dengan maha-eksistensi-Nya.Wahid itu Allah yang manunggal, yang menyatu, yang integral, yang merendahkandiri-Nya, mendekat ke hamba-Nya, nyawiji.... Meledak tangis Rendra dalam rasadan kesadaran bahwa ia tak berjarak dengan-Nya dan Ia tak berjarak dengandirinya. Tatkala mereda gejolak hatinya, Rendra menorehkan puisi yang diakhiridengan kalimat, Tuhan, aku cinta pada-Mu."Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 30
  31. 31. Maka, Rendra tak pergi. Tak pernah pergi. Ia tidak perlu pergi menuju sesuatuyang ia sudah menyatu dengannya. Mungkin Rendra memang telah pergimeninggalkan kita, jauh sebelum detik kematiannya, karena kita meletakkan dirisemakin jauh dari titik nyawiji yang Rendra sudah lama menikmatinya.***Tapi sudah pasti kemudian terdengar suara dari seluruh penjuru: Kita sangatkehilangan, Bangsa kita ditinggalkan lagi oleh salah seorang putra terbaiknya,atau Tidak. Rendra tak pernah pergi. Orang besar tak pernah mati.Bisa jadi, pekikan-pekikan hati itu sebenarnya tidak terutama tentang Rendra,melainkan lebih terkait dengan kandungan batin kita sendiri. Semua pernyataanitu sangat memancarkan kedalaman cinta, semangat mempertahankanoptimisme ke depan. Mungkin juga diam-diam terdapat kandungan kecemasandan kebingungan dari dalam ego kita sendiri.Terutama bagi orang yang semakin berangkat tua seperti saya: mengibarkankehidupan Rendra pada momentum kematiannya sesungguhnya diam-diamsangat tajam mencerminkan kengerian terhadap kehidupan dan kematian sayasendiri. Kita berduyun-duyun menghadiri pemakamannya, mungkin untukmenyatakan kepada Tuhan betapa cintanya kita kepada kehidupan kita danbetapa khawatirnya kita akan datangnya maut sewaktu-waktu atas kita.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 31
  32. 32. Mungkin terdapat semacam raungan di kandungan jiwa setiap pen-takziyahpemakaman Rendra. Raungan panjang seperti puisi "Rick dari Corona atauKhotbah. Tetapi mungkin berakhir sublim dan mengkristal menjadi Drama MiniKata Rendra: Bip Bop, Rambate Rate Rata....Sementara bagi para pen-takziyah yang muda-muda, yang menyangka bahwamaut ada kaitannya dengan muda dan tua, di kompleks Bengkel Teatermeneriakkan puisi-puisi perjuangan, mengibarkan kepercayaan di dalam dirimereka bahwa kepergian Rendra bukanlah sirnanya perjuangan sosial,progresivisme ideologi nasional dan martabat kemanusiaan. Mereka seolahmenghadirkan kembali panggung Mastodon dan Burung Kondor, Sekda,bahkan Kasidah Barzanji, hingga puisi Orang Miskin di Jalan, BersatulahPelacur-pelacur Ibukota, Seonggok Jagung di Kamar.***Wahai maut, siapakah engkau? Bukan kematian benar menusuk kalbu, kataChairil Anwar, penyair terbesar Indonesia di samping Rendra dan Sutardji CalzoumBachri. Keridaanmu menerima segala tiba. Tak kutahu setinggi itu atas debu. Danduka Maha Tuan bertahta...."Tuhan tak sudi dipergoki. Takdir-Nya tak bisa dicegat. Kehendak-Nya tak mungkindibatasi. Hak-Nya atas misteri garis terang dan gelap kehidupan, serta atasketentuan detik maut dihadirkan, tak membuka diri sedikit pun untuk dirumuskanoleh segala ilmu dan pengalaman. Kehidupan sangat mengaitkan sakit dengankematian, tetapi maut tidak bersedia dikaitkan dengan sakit.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 32
  33. 33. Orang bisa sakit berkepanjangan tanpa kunjung maut menjemputnya. Orang sehatwalafiat bisa mendadak dihadang oleh kematian. Rendra dipanggil Allah tidakberdasar akselerasi logis dari sakit demi sakit yang dideritanya: pikiran yangmemberat, jantung bekerja terlalu keras, ginjal menanggung akibatnya, kemudiantiba-tiba demam berdarah menelusup ke darahnya dan menganiaya jiwanya.Keadaannya justru membaik, sehingga diperkenankan keluar dari rumah sakit,kemudian menempuh jalan yang ia menyebutnya: Aku pengin membersihkantubuhku dari racun kimia. Aku ingin kembali kepada jalan alam. Aku inginmeningkatkan pengabdian kepada Allah. Tuhan, aku cinta pada-Mu (31 Juli2009).Rasulullah Muhammad SAW menderita panas badan yang sangat luar biasamelebihi kebanyakan orang. Beliau menjawab pertanyaan salah seorangsahabatnya tentang panas yang ekstra itu: bahwa beliau dibebani Allah tanggungjawab sangat besar melampaui semua yang lain, sehingga Tuhanmenganugerahkan juga kemuliaan yang sangat tinggi melebihi siapa pun, tetapiharus juga beliau tanggung panas yang amat tinggi dan dahsyat yang orang laintak menanggungnya.Demikianlah juga kadar derita sakit yang dialami Rendra, takaran jeniskesengsaraan yang menimpanya, yang khalayak ramai tidak perlu mengetahuiatau turut menghayatinya. Rendra bahagia di dalam anugerah kemuliaan yangditerimanya dalam rahasia. Bahkan lautan kebahagiaan dan kemuliaan Rendratidak perlu digarami oleh pernyataan pers Presiden Republik Indonesiasebagaimana Mbah Surip dianggap memerlukannya.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 33
  34. 34. Pada hari wafatnya Rendra, di samping menikmati pemandangan indahnyakemuliaan rahasia Rendra itu, saya mendapat cipratan anugerah yang lain:menyaksikan seseorang menginfakkan Rp 6,1 trilyun --dengan Allah merebutseluruh kemuliaan hamba-Nya itu-- dengan cara membiarkan sesama manusiajustru memperhinakannya. Alangkah anehnya metode cinta Tuhan.Di hadapan akal sehat, presiden berpidato untuk wafatnya Mbah Surip tapi tidakuntuk wafatnya Rendra adalah kehancuran logika dan kebangkrutan parameternilai budaya. Tapi, di hadapan karamah Allah, itu justru keindahan yang spesifik.SBY bikin stempel tegas atas dirinya sendiri.Ini sama sekali bukan polarisasi antara Rendra dan Mbah Surip. Tiga tahun lebihsaya ikut mengawal dan menjunjung Mbah Surip dan Tiga Gorilla-nya --bersamaBertha dan almarhum Ndang: melalui forum rakyat rutin bulanan di Jakarta,Jombang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.Sehingga Tak Gendong dan Tidur Lagi sudah sangat dihafal oleh komunitas limakota itu dan terus-menerus diulang karena sangat dicintai sebagai lagukebangsaan komunitas kami. Kami I love you full kepada Mbah Surip,meskipun dua bulan terakhir menjelang beliau wafat, kami kehilangan diri kami dipenggalan akhir sejarah Mbah Surip, tanpa Mbah Surip pernah hilang dari hatikami.***Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 34
  35. 35. Rendra dipanggil Allah justru di puncak optimisme keluarganya ataskesembuhannya. Candle light phenomenon, kata orang. Fenomena lilin yangapinya membesar dan memancarkan cahaya sangat benderang, sebelum akhirnyapadam. Tapi Tuhan berhak juga bikin lilin membenderang apinya, kemudian tidakpadam. Atau lilin tidak pernah membenderang dan lantas padam.Tuhan berhak memaparkan suatu gejala yang pada repetisi kesekiandihipotesiskan oleh manusia sebagai jenis "perilaku" Tuhan atas nasib manusia.Tapi Tuhan juga berhak kapan saja melanggar rumusan apa pun yang pernah Iaberikan. Bahkan Tuhan seratus persen tidak berkewajiban untuk berbuat adilkepada siapa pun, karena Ia tidak terikat atau bergantung pada pola hubunganapa pun dengan siapa pun, yang secara logis membuat-Nya wajib bertindak adil.Namun Ia selalu sangat adil kepada siapa pun, dan tindakan adil-Nya itu bukankarena Ia wajib adil, melainkan karena Ia sangat sayang kepada makhluk-Nya.Termasuk bagaimana cara maut ditimpakan kepada seseorang, Tuhan menolakuntuk kita rumuskan. Ada bandit mati ketika bersujud. Ada orang sangat alimsaleh pergi ke masjid di tengah malam diserempet motor, kemudian ia dipukulipengendara motor itu sampai meninggal. Ada pendosa besar mati ketikabertawaf, ada true believer pengkhusyuk ibadah mati kecelakaan secara sangatmengenaskan.Semua fenomena itu tidak menggambarkan apa-apa kecuali kemutlakan kuasaTuhan. Posisi manusia hanya pada dinamika doa: selalu cemas dan memohonCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 35
  36. 36. kepada-Nya agar diperkenankan untuk tidak tampak hina di hadapan sesamamanusia.Pun tak usah merumuskan sebab-akibat antara baik-buruknya manusia danjumlah pelayat, volume pemberitaan media, tayangan langsung atau tunda,tatkala meninggal. Ada ratu lalim diantarkan ke pemakaman oleh puluhan ribuorang, ada nabi dikuburkan hanya oleh enam orang. Jadi, Rendra tidak bisa kitaukur kualitas mautnya, tak juga bisa kita takar mutu hidupnya. Tidak ada jenis danwilayah ilmu manusia apa pun yang bisa dipakai untuk merumuskan hidup danmatinya Rendra. Sirrul-asror. Itu misteri seserpih rahasia di antara jagat raya takterhingga rahasia iradah-Nya.Yang mungkin, dan harus, kita lakukan adalah meneliti dan menghitung ulangkarya-karya Rendra, menghormatinya dengan ilmu, merayakannya terus-menerusdengan cinta, menjunjungnya dengan semangat tanpa henti untuk memeliharakeindahan hidup, serta menghidupkan kembali kandungan karya-karyanya itu didalam berbagai modus kreatif kebudayaan kita.Rendra telah diterima Allah untuk bergabung dalam keabadian. Kelabakanlah kita,sebab yang kita punyai pada saat ini adalah budaya instan, pola berpikirsepenggal, perhatian terlalu rendah terhadap sejarah, serta kefakiran yang luarbiasa terhadap kualitas hidup. Kami cuma tulang-tulang berserakan, kataChairil, Tapi adalah kepunyaanmu." Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulangberserakan. Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan, danharapan....Emha Ainun NadjibBudayawan[Obituari, Gatra Edisi Khusus Beredar Kamis, 13 Agustus 2009]Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 36
  37. 37. Bulan Tidak Sucioleh Komunitas Kenduri Cinta pada 25 Agustus 2009 jam 13:27Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibKita menghormati ramadhan dengan selalu menyebutnya sebagai bulan suciramadhan. Mungkin karena ramadhan ini memang khas. Ramadhan mengandungmalam seribu bulan. Bulan penuh kekhususan. Padanya al-quran diturunkan, danAllah sendiri begitu posesif terhadap ibadah puasa dengan mengemukakan bahwaibadah yang satu ini khusus untukNya. Apakah bulan yang selain ramadhan bolehkita sebut bulan tidak suci? Apakah syawal bukan bulan suci, padahal padanyajustru para pelaku puasa yg sukses mencapai kesucian atau kefitriannya kembali?Apakah ada bulan yang tidak suci? Apakah ada tahun, hari, jam, menit, detik,second atau waktu ciptaan Allah yang tidak suci? Apa sesungguhnya konsep danpengertian tentang kesucian?. (Dikutip dari hikmah puasa)Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 37
  38. 38. Dia mati; Alhamdulillah…………oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 25 Januari 2010 jam 9:01Petani Pugra berkata, “besok saya akan ke Solo dan mungkin akan tinggal lamasekali, karena saya akan belajar untuk bisa bertemu dengan aku saya yang sejati”– dan besoknya ia mati. Ia ketemu aku-nya yang sejati. Ini terjadi tahun 1974, jadidi kurun kita dimana orang haus akan dunia ini jua. Jadi, Wisanggeni yang lenyapke telingan Sang Hyang Tunggal mungkin khayalan, tapi esensinya riil. Para Sufi, diArab atau Jawa, yang bercinta terus menerus untuk bertemu dengan Tuhankekasihnya, bukan impian atau omong besar belaka. Terkadang oleh keterbatasanmanusiawinya, mereka ingin cepat sampai ke kaki Tuhan (baca dengan ‘bahasakita’: ingin cepat mati). Namun inti sikapnya jelas: dunia ini fana belaka, dan tidakterlalu penting dan sangat naif untuk membikin manusia berduyun jadi binatangserakah. Ini bukan igauan. Maka sufi itu menguburkan badan rekanya sambilberkata, “Dia mati; Alhamdulillah………….” [Emha Ainun Nadjib, Indonesia bagiandari desa saya, hal 208].Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 38
  39. 39. Dimaafkan, Memaafkan, dan Tidak Memaafkanoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 09 September 2010 jam 10:47Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibDimaafkan adalah kelegaan memperoleh rizqi, tapi Memaafkan adalah perjuanganyang sering tidak ringan dan membuat kita penasaran kepada diri sendiri. TidakMemaafkan adalah suatu situasi psikologis dimana hati kita menggumpal, aliasmenjadi gumpalan, atau terdapat gumpalan di wilayah ruhani- Nya. Gumpalan itubenda padat, sedangkan gumpalan daging yang kita sebut dengan hati diantaradada dan perut itu bukanlah hati, melainkan indikator fisik dari suatu pengertianruhani tentang gaib. Jika hati hanyalan gumpalan daging; ia tak bisa dimuati olehiman atau cinta. Maka gumpalan daging itu sekedar tanda syari’at hati, sedangkanhakikatnya adalah watak ruhani.Didalam kehidupan manusia, yang biasanya berupa gumpalan dalam hati,misalnya, adalah watak dendam. Dendam bersumber dari mitos tentang hargadiri dan kelemahan jiwa. Manusia terlalu ‘GR’ atas dirinya sendiri, dan tidak begitupercaya bahwa ia ‘faqir indallah’: ’musnah dan menguap’ dihadapan Allah.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 39
  40. 40. Kemudian cemburu. Ini watak yang juga mejadi ‘suku cadang’ dari hakikat cintadan keindahan. Namun syari’atnya ia harus diletakkan pada konteks yang tepat.Hanya karena punya sepeda, saya tidak lantas jengkel dan cemburu kepada setiaporang yang memiliki mobil. Sambil makan di warung pinggir jalan tak usah kitahardik mereka yang duduk di kursi mengkilap sebuah restoran.?Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 40
  41. 41. Gelar Karya Para Rajawalioleh Komunitas Kenduri Cinta pada 09 Agustus 2010 jam 9:02Oleh: Emha Ainun NadjibSebagai penggembira Gelar Karya Para Maestro Yogya, saya ingin turutmerayakan kegembiraan dan optimisme peristiwa ini dengan sebuah wacanaklasik tentang Burung Rajawali.Pada awalnya saya ingin bersegera mensyukuri dua hal. Pertama, telah lahirnysatu Genre Baru Masyarakat budaya yang otentik dan orisinal, satu dua tahunterahir ini di Yogyakarta, melalui berbagai peristiwa kreativitas di sejumlahlaboratorium kebudayaan, termasuk Taman Budaya Yogyakarta.Akan tetapi saya menekan diri saya sendiri untuk bersabar dengan terlebih dahulubercerita tentang Rajawali, sebab ada kemungkinan Sang Rajawali itu terdapatpada Genre baru itu.Alkisah, burung Rajawali itu oleh Tuhan dikasih rangsum usia relative samadengan umumnya makhluk manusia, yakni 60-80an tahun, naik turun. Kalaumanusia Yogyakarta menggunakan wacana “katuranggan” dan menemukandirinya adalah Rajawali, bukan mprit atau Cipret, atau sekurang-kurangnya iamenemukan potensi Rajawali di dalam dirinya : maka ia tinggal bercermin padaburung itu, karena hidup pada irama dan skala waktu yang relative sama.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 41
  42. 42. Manusia Yogya memiliki potensial untuk “hamengku” alias sikap memangkuberbagai formulasi peradaban. Semua hasil “ijtihad” kosmologi diakomodasikanolehnya. Berbagai satuan tahun – dari Yunani, Mesir Kuno, Sanskrit, Jawi, Java—satuan bulan, siklus hari, bahkan weton dan neptu, dielus-elus oleh manusiaYogya dari pangkuanya.Sudah pasti itu disebabkan oleh keistimewaan manusia Yogya, sehingga daerah initidak perlu dilegarisir oleh otoritas apapun untuk menjadi istimewa, karenakeistimewaan Yogya sudah lama ‘niscaya’ oleh dirinya sendiri, ada atau tidak adaNKRI, dengan atau tanpa Indonesia.Keistimewaan itu akan memuat dan menerbitkan kepantasan kepemimpinannasional secara politik dan internasional secara kebudayaan. Hal itu akanmewujud atau tidak, Yogya tidak pusing, sebab de facto ia tetap istimewa danpemimpin. Kalau sejarah tidak menerimanya, maka kehancuran sejarah tidakakan mengurangi keistimewaan dan kepemimpinan kultural Yogya.Pada usia 40 tahun, burung Rajawali terbang ke gunung jauh, mencari batukarang, memilih yang paling baja dari bebatuan itu, mematuknya, menggigitnya,Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 42
  43. 43. sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya, dan takkan dilepaskanya sampaiparuhnyatanggal dari mulut dan kepalanya.Demikian juga cakar-cakar kedua kakinya. Ia cengkeramkan ke batu paling karang,dengan daya cengkeram sekali seumur hidup, dan takkan dibatalkanya sampailepas tanggal kuku-kukunya dari jari-jemari kedua kakinya.Kemudian dia akan kesakitan, tergeletak, terbang dengan lemah, hinggap diseberang tempat tanpa kekuatan untuk berpegang. Rajawali mengambilkeputusan untuk menderita, untuk mereguk sakit dan kesengsaraan, sampaiakhirnya hari demi hari paruh dan kuku-kukunya tumbuh kembali.Nanti setelah sempurna pertumbuhan paruh dan kuku-kuku barunya, makabarulah itu yang sejati bernama bernama paruh dan kuku-kuku Rajawali, yangmembuatnya pantas disebut Garuda.Tariklah garis pengandaian: Rajawali itu adalah Anda. Sesungguhnya yang andalakukan adalah, pertama : keberanian mental, ketahanan jasad, ketangguhan hatidan keikhlasan rohani untuk menyelenggarakan perubahan yang bukan hanyamendasar dan mengakar, melainkan ekstra-eksistensial, kegagahan untukmerelakan segala perolehan sejarah untuk di-nol-kan kembali, dan ituprobabilitasnya benar-benar terletak diantara hidup dan mati.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 43
  44. 44. Kedua, pengambilan keputusan Anda sang Rajawali itu tidak mempersyaratkansekedar keputusan hati, tapi juga keputusan akal dan nalar dengan pengetahuanyang sempurna tentang alur waktu ke depan. Keputusan itu bukan sekedartindakan mental, tapi juga intelektual dan rohaniah. Rajawali diakui dan digelariSang Garuda karena mengerti dan berani betapa beratnya menyangga kalimatsehari-hari yang sederhana dari Bapak Mbok dan para tetangganya di desa : yakni“mati sakjroning urip”.Garuda Rajawali atau Rajawali Garuda itu pastilah Anda semua yang kini adadihadapan saya. Sebab nyuwun sewu saya tidak menjumpai potensi dankecenderungan itu di wilayah pemerintahan, di hamparan keummatan dangerombolan-gerombolan kemasyarakatan. Termasuk di kalangan yang disebutKaum Intelektual atau Kelas Menengah. Apalagi kaum Selebritis, meskipun gebyarbeiau-beliau sangat penuh dengan kata ‘dahsyat’, ‘super’, ‘luar biasa’ dan banyaklagi ungapan-ungkapan yang penuh ketidakpercayaan diri.Kita sedang mengalami hukuman dari suatu Negri yang terlanjur mengalamikesalahan-kesalahan sangat substansial pada filosofi kebangsaan dan kostitusikenegaraanya. Kita sedang berada di dalam berbagai cengkeraman global danreaksi kita adalah berjuang untuk siapa tahu bisa menjadi bagian daripencengkeram, atau minimal sanggup membangun kenikmatan di dalamcengkeraman.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 44
  45. 45. Hukuman sejarah itu berupa kehancuran logika, kemusnahan nalar sosial,ketidakmengertian tentang apa yang layak dikagumi dan apa yangmenghancurkan martabat kemanusiaan, kebutaan untuk menentukan tokoh,pemimpin, idola, dan panutan. Kita dihukum dengan mengalami Negara yanghampir selalu gagal sebagai Negara, dengan Pemerintah yang benar-benar tidakmengerti pada tingkat elementer pun di mana sebenarnya letak Pemerintah,peranya, fungsinya, hak, dan kewajiban.Kita dihukum dengan memiliki kekayaan alam yang melimpah dan harus membelisangat mahal hasil kekayaan kita sendiri itu, setelah kita sewa para tetanggamancanegara untuk mengolah kekayaan itu dengan bayaran yang harus kitatanggung dengan menelan kenyataan bahwa kekayaan itu ternyata akhirnyamenjadi milik mereka.Bangsa ini sungguh-sungguh memerlukan “pengambilan keputusan paruh dankuku Rajawali”. Namun lihatlah, potensi untuk itu betapa rendahnya, kecuali padaAnda semua yang kini berada di depan saya.Maka di Yogya kita menggelar karya para Rajawali : Umar Kayam yang memeliharadan menjaga karakter bangsanya, Kuntowijoyo yang sungguh- sungguh berilmuRajawali, Nasyah Djamin yang allround sanggup terbang sanggup pula melata,Muhammad Diponegoro yang mampu memasak nasi sastra di atas kompor budayaAgama lingkunganya yang hampir tanpa sumbu dan api, Linus Suryadi AG yangmenyelam di latan kemesraan dan estika ‘Jawi’ gen-nya,Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 45
  46. 46. Suryanto Sastro atmojo penjaga simpul tali sejarah dari Astinapura, LemoriaAtlantis, Anglingdharma Batik madrim hingga Kemusu, Romo YB Mangun Wijayayang mewasiti manusia dan masyarakat kemanusiaan, Rendra yang tidak sediamembiarkan anak-anak bangsanya merunduk rendah diri, yang senantiasa gagahkarena menjaga pertanda manusia adalah kreativitasnya, serta Pak Besut yangdengan suaranyamembangun kegembiraan hidup menjadi kebesaran sehinggamengatasi segala yang bukan kegembiraan.Siapakah yang belajar kepada Rajawali, selain Rajawali? Siapakah Rajawali itu,selain anda yang berkumpul di sini belajar kepada Gelar Karya Para Rajawali?Itulah yang diawal tulisan ini saya sebut Genre Baru Masyarakat Kebudayaan diYogya.Terhisap oleh hidungku bau darah dari kandungan jiwa Rajawali-Rajawali,berhembus dari kaum muda yang dating berduyun-duyun, yang hadir dan belajardengan otentisitas dan orisinalitasnya, yang melangkahkan kaki mereka danmengerubungi medan pembelajaran Rajawali dengan sukses mentransendensikandirinya dari arus pusaran sejarah yang terlalu penuh sampah sepuluh tahunterahir ini.Kadipiro 6 Agustus 2010*) (Dibacakan untuk membuka acara ‘Repertoar Maestro Sastra Yogya 2010’ diGedung Kesenian Sositet Taman Budaya Yogyakarta, jum’at 6 Agustus 2010).Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 46
  47. 47. Gunung Jangan Pula Meletus?by Komunitas Kenduri CintaDitulis oleh: Emha Ainun Nadjib,Sumber: Kiai Bejo Kiai Untung Kiai Hoki, Gramedia Pustaka Utama, 2007Khusus untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah katamampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkankedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-nilai kandungannya?Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salahsatu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakanapakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barang siapa tidak berduka olehngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraan para korban yang jiwanya luluhlantak terkeping- keping, akan kubunuh.“Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!” akumenyerbu.“Kamu juga tak kalah pantas memperoleh kehancuran,” Sudrun menyambutdengan kata-kata, yang seperti biasa, menyakitkan hati.“Jadi, kenapa Aceh, bukan aku dan Jakarta?”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 47
  48. 48. “Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkandengan surga.”“Orang Aceh-lah yang selama bertahun-tahun terakhir amat dan paling menderitadibanding kita senegara, kenapa masih ditenggelamkan ke kubangankesengsaraan sedalam itu?”“Penderitaan adalah setoran termahal dari manusia kepada Tuhannya sehinggaderajat orang Aceh ditinggikan, sementara kalian ditinggalkan untuk terusmenjalani kerendahan.”“Termasuk Kiai….”Cuh! Ludahnya melompat menciprati mukaku. Sudah biasa begini. Sejak dahulukala. Kuusap dengan kesabaran.“Kalau itu hukuman, apa salah mereka? Kalau itu peringatan, kenapa tidak kepadagerombolan maling dan koruptor di Jakarta? Kalau itu ujian, apa Tuhan masihkurang kenyang melihat kebingungan dan ketakutan rakyat Aceh selama ini, ditengah perang politik dan militer tak berkesudahan?”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 48
  49. 49. Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku.Badannya terguncang-guncang.“Kamu mempersoalkan Tuhan? Mempertanyakan tindakan Tuhan?Mempersalahkan ketidakadilan Tuhan?” katanya.Aku menjawab tegas, “Ya”“Kalau Tuhan diam saja bagaimana?”“Akan terus kupertanyakan. Dan aku tahu seluruh bangsa Indonesia akan terusmempertanyakan.”“Sampai kapan?”“Sampai kapan pun!”“Sampai mati?”“Ya!”“Kapan kamu mati?”“Gila!”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 49
  50. 50. “Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapailmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa di Aceh. Kamu bahkan tidaktahu apa yang akan kamu katakan sendiri lima menit mendatang. Kamu juga tidaktahu berapa jumlah bulu ketiakmu. Kamu pengecut. Untuk apa mempertanyakantindakan Tuhan. Kenapa kamu tidak melawanNya. Kenapa kamu memberontaksecara tegas kepada Tuhan. Kami menyingkir dari bumiNya, pindah dari alamsemestaNya, kemudian kamu tabuh genderang perang menantangNya!”“Aku ini, Kiai!” teriakku, “datang kemari, untuk merundingkan hal- hal yang bisamenghindarkanku dari tindakan menuduh Tuhan adalah diktator dan otoriter….”Sudrun malah melompat- lompat. Yang tertawa sekarang seluruh tubuhnya.Bibirnya melebar-lebar ke kiri-kanan mengejekku.“Kamu jahat,” katanya, “karena ingin menghindar dari kewajiban.”“Kewajiban apa?”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 50
  51. 51. “Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter.Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, lalu belajar menerimanya,dan akhirnya memperoleh kenikmatan mengikhlaskannya. Tuhan-lah satu-satunya yang ada, yang berhak bersikap diktator dan otoriter, sebagaimanapelukis berhak menyayang lukisannya atau merobek-robek danmencampakkannya ke tempat sampah.Tuhan tidak berkewajiban apa- apa karena ia tidak berutang kepada siapa-siapa,dan keberadaanNya tidak atas saham dan andil siapa pun. Tuhan tidak terikatoleh baik buruk karena justru Dialah yang menciptakan baik buruk. Tuhan tidakharus patuh kepada benar atau salah, karena benar dan salah yang harus taatkepadaNya.""Ainun, Ainun, apa yang kamu lakukan ini? Sini, sini…” -ia meraih lengan saya danmenyeret ke tembok- “Kupinjamkan dinding ini kepadamu….”“Apa maksud Kiai?” aku tidak paham.“Pakailah sesukamu”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 51
  52. 52. “Emang untuk apa?”“Misalnya untuk membenturkan kepalamu….”“Sinting!”“Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembelajaran yang terbaikuntuk cara berpikir yang kau tempuh.”Ia membawaku duduk kembali.“Atau kamu saja yang jadi Tuhan, dan kamu atur nasib terbaik untuk manusiamenurut pertimbanganmu?” ia pegang bagian atas bajuku.“Kamu tahu Muhammad?” ia meneruskan, “Tahu? Muhammad Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, tahu? Ia manusia mutiara yang memilih hidupsebagai orang jelata. Tidak pernah makan kenyang lebih dari tiga hari, karenasesudah hari kedua ia tak punya makanan lagi. Ia menjahit bajunya sendiri danmenambal sandalnya sendiri. Panjang rumahnya 4,80 m, lebar 4,62 m. Ia manusiayang paling dicintai Tuhan dan paling mencintai Tuhan, tetapi oleh Tuhan orangCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 52
  53. 53. kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnyaberdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badan oleh racunZaenab wanita Yahudi. Cucunya yang pertama diizinkan Tuhan mati diracunistrinya sendiri. Dan cucunya yang kedua dibiarkan oleh Tuhan dipenggalkepalanya kemudian kepala itu diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometersehingga ada dua kuburannya. Muhammad dijamin surganya, tetapi ia selalutakut kepada Tuhan sehingga menangis di setiap sujudnya. Sedangkan kalian yangpekerjaannya mencuri, kelakuannya penuh kerendahan budaya, yang politikkalian busuk, perhatian kalian kepada Tuhan setengah-setengah, menginginkannasib lebih enak dibanding Muhammad? Dan kalau kalian ditimpa bencana, Tuhanyang kalian salahkan?”Tangan Sudrun mendorong badan saya keras-keras sehingga saya jatuh kebelakang.“Kiai .. ” kata saya agak pelan, “Aku ingin mempertahankan keyakinan bahwa iconutama eksistensi Tuhan adalah sifat Rahman dan Rahim….”“Sangat benar demikian,” jawabnya, “Apa yang membuatmu tidak yakin?”“Ya Aceh itu, Kiai, Aceh…. Untuk Aceh-lah aku bersedia Kiai ludahi.”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 53
  54. 54. “Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalahbahwa kamu pantas diludahi.”“Terserah Kiai, asal Rahman Rahim itu….”“Rahman cinta meluas, Rahim cinta mendalam. Rahman cinta sosial, Rahim cintalubuk hati. Kenapa?”“Aceh, Kiai, Aceh.”“Rahman menjilat Aceh dari lautan, Rahim mengisap Aceh dari bawah bumi.Manusia yang mulia dan paling beruntung adalah yang segera dipisahkan olehTuhan dari dunia. Ribuan malaikat mengangkut mereka langsung ke surga denganrumah-rumah cahaya yang telah tersedia. Kepada saudara- saudara mereka yangditinggalkan, porak poranda kampung dan kota mereka adalah medanpendadaran total bagi kebesaran kepribadian manusia Aceh, karena sesudah iniTuhan menolong mereka untuk bangkit dan menemukan kembali kependekaranmereka. Kejadian tersebut dibikin sedahsyat itu sehingga mengatasi segala temaAceh Indonesia yang menyengsarakan mereka selama ini. Rakyat Aceh danIndonesia kini terbebas dari blok-blok psikologis yang memenjarakan merekaselama ini, karena air mata dan duka mereka menyatu, sehingga akan lahirkeputusan dan perubahan sejarah yang melapangkan kedua pihak”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 54
  55. 55. “Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukardibayangkan akan mampu tertanggungkan.”“Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yangtidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buangdulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu. Kalau bagimu rumah tidakambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidak melayang, itulah kebaikan; sementarayang sebaliknya adalah keburukan? berhentilah memprotes Tuhan, karena tohTuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhentiketika kamu mati.”“Tetapi kenapa Tuhan mengambil hamba-hambaNya yang tak berdosa,sementara membiarkan para penjahat negara dan pencoleng masyarakat hidupnikmat sejahtera?”“Mungkin Tuhan tidak puas kalau keberadaan para pencoleng itu di neraka kelaktidak terlalu lama. Jadi dibiarkan dulu mereka memperbanyak dosa dankebodohannya. Bukankah cukup banyak tokoh negerimu yang baik yang justruTuhan bersegera mengambilnya, sementara yang kamu doakan agar cepat matikarena luar biasa jahatnya kepada rakyatnya malah panjang umurnya?”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 55
  56. 56. “Gusti Gung Binathoro!” saya mengeluh, “Kami semua dan saya sendiri, Kiai,tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berpikir setakaran dengan yangdisuguhkan oleh perilaku Tuhan.”“Kamu jangan tiba-tiba seperti tidak pernah tahu bagaimana pola perilaku Tuhan.Kalau hati manusia berpenyakit, dan ia membiarkan terus penyakit itu sehinggapolitiknya memuakkan, ekonominya nggraras dan kebudayaannya penuhpenghinaan atas martabat diri manusia sendiri- maka Tuhan justru menambahipenyakit itu, sambil menunggu mereka dengan bencana yang sejati yang jauhlebih dahsyat. Yang di Aceh bukan bencana pada pandangan Tuhan. Itu adalahpemuliaan bagi mereka yang nyawanya diambil malaikat, serta pencerahan danpembangkitan bagi yang masih dibiarkan hidup.”“Bagi kami yang awam, semua itu tetap tampak sebagai ketidakadilan….”“Alangkah dungunya kamu!” Sudrun membentak, “Sedangkan ayam menjadi rianghatinya dan bersyukur jika ia disembelih untuk kenikmatan manusia meski ayamtidak memiliki kesadaran untuk mengetahui, ia sedang riang dan bersyukur”“Jadi, para koruptor dan penindas rakyat tetap aman sejahtera hidupnya?”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 56
  57. 57. “Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehinggaselama satu dua bulan terakhir ini diberi peringatan berturut-turut, baik berupabencana alam, teknologi dan manusia, dengan frekuensi jauh lebih tinggidibanding bulan-bulan sebelumnya. Tetapi, karena itu semua tidak menjadipelajaran, mungkin itu menjadikan Tuhan mengambil keputusan untuk memberiperingatan dalam bentuk lebih dahsyat. Kalau kedahsyatan Aceh belummengguncangkan jiwa Jakarta untuk mulai belajar menundukkan muka, adakemungkinan….”“Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!” aku memotong, karena ngerimembayangkan lanjutan kalimat Sudrun.“Bilang sendiri sana sama gunung!” ujar Sudrun sambil berdiri dan ngeloyormeninggalkan saya.“Kiai!” aku meloncat mendekatinya, “Tolong katakan kepada Tuhan agarberistirahat sebentar dari menakdirkan bencana-bencana alam….”“Kenapa kau sebut bencana alam? Kalau yang kau salahkan adalah Tuhan, kenapatak kau pakai istilah bencana Tuhan?”Sudrun benar-benar tak bisa kutahan. Lari menghilang.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 57
  58. 58. Gusti, Kok Pas Sih....!oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 28 Januari 2010 jam 8:51Catatan: Munzir MadjidNAMANYA “Muhammad Ainun Nadjib,” diutak-atik sendiri menjadi “Emha AinunNadjib.” Sejak tahun 1970-an namanya mulai dikenal sebagai penyair dari Jogja.Wilayah jelajah berikutnya sebenarnya tidak melulu di dunia kepenyairan.Bahkan pertengahan 1960-an, kala masih tercatat sebagai pelajar SMA, sudahdipercaya mengasuh rubrik “Sastra-Budaya” di sebuah harian lokal Jogjakarta.Tahun 1980-an mulai melanglang dunia; ke Amerika Serikat, Filipina, Jerman,Belanda dan lorong-lorong Negara Eropa yang lain. Di tahun 80-an pula, tulisan-tulisannya mulai memenuhi berbagai majalah dan harian nasional. Undangan-punberdatangan dari berbagai kalangan untuk dijadikan nara sumber lintas disiplinkeilmuan.Orang-orang terbiasa memanggilnya “Cak Nun.” Panggilan khas jawatimurankarena Emha berasal dari Jombang, Jawa Timur. Yang memanggil “Emha” jugatidak sedikit, terutama dari pergaulan dengan kalangan di luar Jogja dan JawaTimur. Emha sendiri tidak terlalu peduli dengan berbagai panggilan itu, bahkanada yang menjuluki “Kiai Mbeling.” Barangkali karena dalam berbagaiCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 58
  59. 59. kesempatan, baik dalam tulisan atau ucapan-ucapannya, Emha sangat fasihmenyitir ayat-ayat Al Qur’an. Mungkin pula orang mau memanggil “Kiai” tanpaembel-embel “Mbeling” masih agak diragukan, kurang rela dan tidak pantas.Beda lagi orang Makassar. Emha selalu dipanggil dengan “Cak Nung.” Saya tidaktahu kenapa lidah orang Makassar susah mengucapkan “Nun,” sebab bila namaAnda “Agung” akan dipanggil “Mas Agun.” Yang ini kebalik ‘kan, susah melafalkan“Mas Agung.”Maka jangan heran jika di suatu tempat Emha dipanggil “Bapak Cak Nun,”sebagaimana orang keliru memanggil Bung Karno dengan “Bapak Bung Karno”atau Gus Dur dipanggil “Bapak Gus Dur.” Atau malah dikelira-kelirukan dengan“Cak Nur” (Nurcholish Madjid, Allah yarham).<“Cak Nur kan?” seseorang menodong di Bandara Soekarno Hatta.Emha kebingungan menjawabnya, jika dijawab tidak, kasihan juga.“Cak Nur kan?”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 59
  60. 60. Emha hanya tersenyum.“Iya, Nurcholish Ainun Nadjib kan?”Saya sebenarnya bingung mau menulis apa tentang Emha, memulai dari manadan menuju kemana. Banyak sekali memori saya tentang Emha, selama bertahun-tahun bergaul sampai sekarang. Beberapa kawan menyarankan saya menulis lagisebagaimana tulisan-tulisan berseri yang pernah saya tuturkan. Saya bukan orangyang cerdas menyerap ilmu lalu saya deskripsikan dalam sebuah tulisan denganberbagai analisa. Jadi mohon maaf, kalau tulisan ini hanya “wadag,” dan bukan“ruh.” Terlebih memohon maaf kepada Emha, jika ternyata tuturan saya tidak pasatau malah berlebihan.Dalam suatu acara, seorang MC memanggil, “Kami persilakan Bapak KH EmhaAinun Nadjib, yang kita kenal sebagai Cak Nun...”Sejak kapan Emha menjadi haji, saya membatin. Memang pada saat itu Emhabelum berangkat haji, bahkan ke Makkah-pun belum pernah. Dan ‘haji’ dalampemahaman kita juga bukan titel sebagaimana rukun Islam lain.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 60
  61. 61. Beberapa kali sahabat-sahabatnya ‘memaksa’ Emha untuk berangkat haji, denganfasilitas ONH Plus-nya. Dengan cara halus Emha selalu menolaknya. Seorangpejabat penting mengirim ajudannya dengan membawa amplop berisi ribuan USDollar untuk ongkos naik haji. Setelah amplop diterima dan dibuka isinya laluEmha menyerahkan kembali kepada sang ajudan. Entahlah, apakah amplopdiserahkan kembali kepada sang pejabat, atau diam-diam tidak diserahkandengan alasan jika dikembalikan mendapat resiko dimarahi. Nilai nominalnyabanyak lho, taruhlah misalnya USD 10.000 dikalikan kurs sekarang. Wallahu a’lam.Barangkali pejabat tadi, yang sangat akrab dengan Emha, melihat Emha belumjuga mau berangkat haji, meminta lagi kepada Emha untuk kesekian kalinya. Kaliini Emha mau menerima ongkos naik haji, tapi bukan untuk dirinya melainkanuntuk beberapa orang miskin di kampungnya. Kalau Anda bertanya kapankejadiannya, saat musim haji berbarengan dengan musibah terowongan Mina.Lagi, di Bandara Soekarno Hatta. Seseorang wanita paruh baya mendatangi Emha.Emha sendiri merasa tidak mengenalnya. Emha berencana menuju Surabaya laluke Jombang. Saat sedang beracara di Jakarta dikabari bahwa salah satu kakaknyamendapat musibah kecelakaan mobil dan di rawat di RSUD Jombang.“Mas Emha kan?” wanita berwajah oriental itu menyapa.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 61
  62. 62. “Iya bu,” Emha dengan santun menjawabnya.“Saya ada titipan, mohon diterima,” wanita itu memohon.“Terima kasih bu,” Emha menerima amplop dengan ucapan terima kasih.Aneh. Mereka tidak saling kenal dan tidak saling memperkenalkan diri.Kejadiannya sangat cepat. Emha tersadar, kok tidak bertanya namanya siapa, danini amplop apa.Sampailah Emha di RSUD Jombang dan menjenguk sang kakak. Lalu seseorangmenyerahkan kwitansi pembiayaan pengobatan. Buru-buru Emha menuju toiletdan membuka isi amplop. Amplop berisi uang itu dihitung dan disesuaikan dengantagihan biaya rumah sakit. Emha terkejut, nominalnya sangat pas.“Gusti, syukur Alhamdulillah, tapi mbok yao dilebihin barang limapuluh ribu-lah...!” Emha mengucap dalam batin. []Jkt, 26.01.2010. 11:41Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 62
  63. 63. Hijrah dan Kultus Individuoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 26 Februari 2010 jam 9:44Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibTidak ada satu peristiwa apa pun dalam kehidupan yang dihuni oleh manusia iniyang tidak bersifat hijrah. Seandainya pun ada benda yang beku, diam dan seolahsunyi abadi: ia tetap berhijrah dari jengkal waktu ke jengkal waktu berikutnya.Orang jualan bakso menghijrahkan bakso ke pembelinya, dan si pembelimenghijrahkan uang ke penjual bakso. Orang buang ingus, buang air besar,melakukan transaksi, banking, ekspor impor, suksesi politik, revolusi, apapun saja,adalah hijrah.Tidak ada satu peristiwa apa pun dalam kehidupan yang dihuni oleh manusia iniyang tidak bersifat hijrah. Seandainya pun ada benda yang beku, diam dan seolahsunyi abadi: ia tetap berhijrah dari jengkal waktu ke jengkal waktu berikutnya.Orang jualan bakso menghijrahkan bakso ke pembelinya, dan si pembelimenghijrahkan uang ke penjual bakso. Orang buang ingus, buang air besar,Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 63
  64. 64. melakukan transaksi, banking, ekspor impor, suksesi politik, revolusi, apapun saja,adalah hijrah.Inti ajaran Islam adalah hijrah. Icon Islam bukan Muhammad, melainkan hijrah.Muhammad hanya utusan, dan Allah dulu bisa memutuskan utusan itu Darsonoatau Winnetou, tanpa ummat manusia men-demo Tuhan kenapa bukanMuhammad. Oleh karena itu hari lahirnya Muhammad saw. Tidak wajibdiperingati. Juga tidak diletakkan sebagai peristiwa nilai Islam. Hari lahirMuhammad kita ingat dan selenggarakan peringatannya semata-mata sebagaiperistiwa cinta dan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya melaksanakan perintahTuhan.12 Rabiul Awal bukan hari besar Islam sebagaimana Natal bagi ummat Kristiani.Sekali lagi, itu karena Islam sangat menghindarkan ummatnya dari kultus individu.Wajah Muhammad tak boleh digambar. Muhammad bukan founding father ofislam. Muhammad bukan pencipta ajaran, melainkan pembawa titipan. TahunMasehi berdasarkan kelahiran Yesus Kristus, sementara Tahun Hijriyahberdasarkan peristiwa hijrah Nabi, yang merupakan momentum terpenting daripeta perjuangan nilainya. Kesadaran hijriyah menghindarkan ummat daripenyembahan individu, membawanya menyelam ke dalam substansi ajaran --siapa pun dulu yang diutus oleh Tuhan untuk membawanya.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 64
  65. 65. Hijrah adalah pusat jaring nilai dan ilmu. Dari gerak dalam fisika dan kosmologihingga perubahan dan transformasi dalam kehidupan sosial manusia. ManusiaMuslim tinggal bersyukur bahwa wacana dasar hijrah sedemikian bersahaja, bisalangsung dipakai untuk mempermatang cara memasak makanan, cara menanganipendidikan anak-anak, cara mengurus organisasi dan negara.Hijrah Muhammad saw. dan kaum Anshor ke Madinah, di samping merupakanpelajaran tentang pluralisme politik dan budaya, juga bermakna lebih esoterikdari itu.Peristiwa Isra Miraj misalnya, bisa dirumuskan sebagai peristiwa hijrah,perpindahan, atau lebih tepatnya transformasi, semacam proses perubahan ataupenjelmaan dari materi ke (menjadi) energi dan ke (menjadi) cahaya.Sebenarnya sederhana saja. Kalau dalam ekonomi: uang itu materi, kalau diputaratau digerakkan atau dilemparkan maka menjadi enerji. Itu kejadian isronamanya. Tinggal kemudian enerji ekonomi itu akan digunakan (dimirajkan)untuk keputusan budaya apa. Kalau sudah didagangkan dan labanya untuk belimotor: motornya dipakai untuk membantu anak sekolah atau sesekali dipakai ketempat pelacuran.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 65
  66. 66. Di dalam teknologi, tanah itu materi. Ia bisa ditransformasikan menjadi gentingatau batu-bata. Logam menjadi handphone, besi menjadi tiang listrik, atauapapun. Tinggal untuk apa atau ke mana mirajnya.Peristiwa isro bergaris horisontal. Negara-negara berteknologi tinggi adalahpelopor isro dalam pengertian ini. Pertanyaannya terletak pada garis vertikaltahap miraj sesudahnya. Kalau vertikal ke atas, berarti transform ke atau menjadicahaya. Artinya produk-produk teknologi didayagunakan untuk budaya kehidupanmanusia dan masyarakat yang menyehatkan jiwa raga mereka dunia akhirat.Kalau garis vertikalnya ke bawah, berati transform ke atau menjadi kegelapan.Mesiu Cina diimport ke Eropa menjadi peluru, meriam dan bom. Kita bisa dengangampang menghitung beribu macam produk teknologi isro pemusnah manusia,perusak mental dan moral masyarakat.Dalam pengertian umum dan baku selama ini, Isra Miraj selain merupakanperistiwa besar dalam sejarah, namun pada umumnya berhenti sebagai wacanadongeng, dan belum digali simbol-simbol berharganya atas idealitas etostranformatif.Dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan rumus di atas, segala sesuatu yangmenyangkut kehidupan manusia-baik di bidang ekonomi, politik, sosial budayaCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 66
  67. 67. dan sebagainya-terjadi secara berputar membentuk bulatan. Yang sehari-harisajapun: badan kita (materi), tentu, jika tidak diolah-ragakan (dienergikan),mengakibatkan tidak sehat. Tidak sehat adalah kegelapan.Setelah badan kita sehat dan menyehatkan, lantas dipergunakan untuk kegiatanyang baik, yang memproduk cahaya bagi batin kehidupan kita, serta bermanfaatseoptimal mungkin bagi sesama manusia dan alam-lingkungan.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 67
  68. 68. Humoroleh Komunitas Kenduri Cinta pada 26 Juli 2010 jam 11:43Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibHumor orisinal dari kehidupan sehari-hari adalah bahasa atau ungkapan budayayang paling canggih dalam penggambaran inti realitas zaman. Kalau tulisan ataubuku-buku ilmiah, harus berputar-putar dulu kalau hendak membawa kita kerealitas. Mesti melalui jalan metodologi dan terminologi yang ruwet, yang hanyabisa dijangkau oleh hanya sebagian orang yang punya uang untuk sekolah.Sementara sepotong humor langsung saja membenturkan kita ke inti kenyataan.Humor adalah sinar laser yang amat tajam, yang mengirimkan kita secara sangatpragmatis untuk mengerti terhadap sesuatu hal.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 68
  69. 69. Indonesia Maafkan Akuoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 17 Agustus 2010 jam 11:08Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibIndonesiamaafkan akutak ada yang bisa kuperbuat untukmukarena engkau terlalu besar untukkudan aku terlalu kecil untukmuIndonesiamaafkan aku tak bisa menolongmukarena engkau terlalu kuat bagikudan aku terlalu lemah bagimuIndonesiamaafkan tak ada peran yang bisa kupersembahkan kepadamukarena engkau terlalu agung untuk kupahamidan aku terlalu kerdil dan tak berartibahkan memalukan untuk menjadi bagian darimuCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 69
  70. 70. Indonesiamaafkan kakiku tak sanggup melangkah untukmutanganku tak mampu bergerak buatmuengkau semesta gaib yang tak mampu kujangkaudan aku daun kering layu, mengotori tanah sucimuIndonesiamaafkan aku tak sanggup mengikuti jalanmukarena langkahmu langkah cakrawalasedangkan aku cacing melataIndonesiamaafkan aku berpalingkarena wajahmu terlalu berkilausehingga tak sanggup aku menatapmuIndonesiakarena tak ada satupun dari perilakumuyang sanggup kumengertimaafkan aku abstain...aku abstain...*) diambil dari pementasan Jangan Cintai Ibu Pertiwi GKJ 2-3 April 2009Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 70
  71. 71. Industri dan Sportivitas Sepakbolaoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 29 Juni 2010 jam 10:53Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibLucunya, kalau sportivitas nomer satu, industri sepakbola tidak jalan. Sportivitashanya aktual di wilayah-wilayah romantik. Masing-masing kita menjagokankesebelasan sendiri-sendiri. Pertimbangan kita bukan sportivitas, melainkanselera pribadi.Sedangkan orang yang mengerti ilmu sejati, berkata: “Engkau menjadi lemah dankelak bisa menjadi celaka kalau menjalankan hidup bersadarkan senang dan tidaksenang, mengandalkan selera pribadi dan kemauan sendiri. Manusia yang kuatdan akan menemukan hakekat hidup adalah yang melangkahkan kaki berdasarkanpilihan yang benar, baik dan indah, serta meninggalkan yang salah, buruk, dankonyol".Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 71
  72. 72. ”Islamic Valentine Day”oleh Komunitas Kenduri Cinta pada 14 Februari 2010 jam 8:08Ditulis Oleh: Muhammad Ainun NadjibJUDUL ini harus dikasih tanda petik di awal dan akhir, karena sesungguhnya ituistilah ngawur dari sudut apapun kecuali dari sisi iktikad baik tentang cintakemanusiaan.Islam bukan kostum drama, sinetron atau tayangan-tayangan teve Ramadan.Islam itu substansi nilai, juga metodologi.Ia bisa memiliki kesamaan atauperjumpaan dengan berbagai macam substansi nilai dan metodologi lain, baikyang berasal dari ”agama” lain, dari ilmu-ilmu sosial modern atau khasanahtradisi. Namun sebagai sebuah keseluruhan entiti, Islam hanya sama denganIslam.Bahkan Islam tidak sama dengan tafsir Islam.Tidak sama dengan pandanganpemeluknya yang berbagai-bagai tentang Islam. Islam tidak sama dengan Sunni,Syi’i, Muhammadiyah, NU, Hizbut Tahrir dan apapun saja aplikasi atas tafsirterhadap Islam. Islam yang sebenar-benarnya Islam adalah dan hanyalah Islamyang sejatinya dimaksudkan oleh Allah.Semua pemeluk Islam berjuang dengan pandangan-pandangannya masingmasingmendekati sejatinya Islam. Sehingga tidak ada satu kelompok pun yang legal danlogis untuk mengklaim bahwa Islam yang benar adalah Islamnya kelompok iniatau itu. Kalau ada teman melakukan perjuangan ”islamisasi”, ”dakwah Islam”,Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 72
  73. 73. ”syiar Islam”, bahkan perintisan pembentukan ”Negara Islam Indonesia” – yangsesungguhnya mereka perjuangkan adalah Islamnya mereka masingmasing.Dan Islamnya si A si B si C tidak bisa diklaim sebagai sama dengan Islamnya Allahsejatinya Islam. Demikianlah memang hakekat penciptaan Allah atas kehidupan.Sehingga Islam bertamu ke rumahmu tidak untuk memaksamu menerimanya. Laikroha fid-din.Tak ada paksaan dalam Agama, juga tak ada paksaan dalammenafsirkannya. Tafsir populer atas Islam bahkan bisa menggejala sampai ketingkat pelecehan atas Islam itu sendiri.Islam bisa hanya disobek-sobek, diambil salah satu sobekannya yang menarik bagiseseorang karena enak dan sesuai dengan seleranya. Islam bisa diperlakukanhanya dengan diambil salah satu unsurnya, demi mengamankan psikologisubyektif seseorang sesudah hidupnya ia penuhi dengan pelanggaran-pelanggaran terhadap Islam.Islam bisa hanya diambil sebagai ikon untuk mengkamuflase kekufuran,kemunafikan, kemalasan pengabdian,korupsi atau keculasan. Islam bisa dipakaiuntuk menipu diri, diambil satu faktor pragmatisnya saja: yang penting saya sudahtampak tidak kafir, sudah merasa diri bergabung dengan training shalat, sudahkelihatan di mata orang lain bahwa saya bagian dari orang yang mencari sorga,berdzikir ingat keserakahan diri dan keserakahan itu bisa dihapus denganbeberapa titik air mata di tengah ribuan jamaah yang berpakaian putih-putihbagaikan pasukan Malaikat Jibril.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 73
  74. 74. Sedemikian rupa sehingga kita selenggarakan dan lakukan berbagai formula duniamodern, industri liberal, mode show, pembuatan film, diskusi pengajian, yangpenting dikasih kostum Islam.Tentu saja tidak usah kita teruskan sampai tingkatmenyelenggarakan tayangan ”Gosip Islami”, ”Lokalisasi Pelacuran Islami”,”Peragaan Busana Renang Wanita Muslimah” atau pertandingan volley ballwanita muslimah berkostum mukena putih-putih. Sampai kemudian dengan tololdan ahistoris kita resmikan salah satu hari ganjil di tengah sepuluh hari terakhirRamadan sebagai Hari Valentine Islami.Tapi sesungguhnya saya serius dengan makna Hari Kasih Sayang Islam versiRasulullah Muhammad SAW. Fathu Makkah, yang diabadikan dalam Al Qur’ansebagai Fathan Mubiiina, kemenangan yang nyata, terjadi pada Bulan Ramadan,tepatnya pada tanggal 10 Ramadan tahun ke-8 Hijriyah. Pasukan Islam dariMadinah merebut kembali kota Makkah. Diizinkan Allah memperolehkemenangan besar. Ribuan tawanan musuh diberi amnesti massal.Rasulullah berpidato kepada ribuan tawanan perang: ”...hadza laisa yaumilmalhamah, walakinna hadza yaumul marhamah,wa antumut thulaqa....”.Wahaimanusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari ini adalah hari kasihsayang, dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing.Pasukan Islam mendengar pidato itu merasa shock juga. Berjuang hidupmati,diperhinakan dilecehkan sekian lama, ketika kemenangan sudah digenggaman: malah musuh dibebaskan. Itu pun belum cukup. Rasulullahmemerintahkan papasan perang, berbagai harta benda dan ribuan onta,dibagikan kepada para tawanan.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 74
  75. 75. Sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa. Sehingga mengeluh danmemproteslah sebagian pasukan Islam kepada Rasulullah. Mereka dikumpulkandan Muhammad SAW bertanya: ”Sudah berapa lama kalian bersahabatdenganku?” Mereka menjawab: sekian tahun, sekian tahun... ”Selama kalianbersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atautidak mencintai kalian?”Tentu saja sangat mencintai. Rasulullah mengakhiri pertanyaannya: ”Kalianmemilih mendapatkan onta ataukah memilih cintaku kepada kalian?”Menangislah mereka karena cinta Rasulullah kepada mereka tidak bisadibandingkan bahkan dengan bumi dan langit. Tentu saja, andai kita berada di situsebagai bagian dari pasukan Islam, kelihatannya kita menjawab agak berbeda:”Sudah pasti kami memilih cinta Rasulullah... tapi kelau boleh mbok ya juga diberionta dan emas barang segram dua gram...” (Sindo, 21/09/2007)Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 75
  76. 76. Kangenoleh Komunitas Kenduri Cinta pada 20 Januari 2010 jam 13:09Ditulis Oleh: Emha Ainun NadjibKangen itu baik. Kangen itu mahluk ciptaan Allah yang tergolong paling indah. Iamutiara batin, atau api yang menghidupkan jiwa. Karena kangen yang menggebu,dulu Ibrahim mengembarai bumi dan langit bertahun-tahun, untuk akhirnyamenemukan apa yang paling dibutuhkan oleh hidupnya: Allah.Oleh kangen yang tak tertahan pula, Musa bermaksud membelah kodrat,menerobos maqom dan ingin memergoki Allah yang amat dicintainya. Tentu sajagagal, sebab ketika itu ia masih manusia, masih darah daging.Kangen membuat seorang istri paham arti kehidupan. Kangen membikinsuaminya, yang pergi nun jauh, membatalkan penyelewengannya sebagai lelaki.Kangen mendorong seorang gadis menancapkan cintanya lebih dalam. Kangenmembuat pemuda kekasihnya mengerjakan kesibukan-kesibukan baik untukmemelihara kebersihan rindu yang dinikmatinya. [...]Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 76
  77. 77. Kawah Api: “Universitas Patangpuluhan” - Ioleh Komunitas Kenduri Cinta pada 19 Mei 2010 jam 11:23Catatan: Kang MunzirYasinanSeorang berteriak lantang, mengagetkan semua orang. “Api, api....!” Matanyamelotot ke atas seolah melihat hal yang menakjubkan. Kedua tangannyadigerakkan mengikuti irama teriakan bak seorang pembaca puisi. “Lihatlah, akumelihat api...!”Orang-orang berdatangan usai magrib. Tikar dan karpet telah tertata rapi di ruangtamu dan ruang tengah. Sebagian mahasiswa, seniman dan pengangguran.Beberapa wajahnya tidak terlalu asing karena rutin datang ke Patangpuluhan,rumah kontrakan Emha Ainun Nadjib.Entah sejak kapan, tiap Kamis (malam Jumat) diselenggarakan Yasinan, membacaQS Yasin. “Santri-santri” mahasiswa mengaji, yang lain, mungkin kurang tartil atauberbeda agama, duduk santun di teras mendengarkan. Salah satu mahasiswamemimpin dan berdoa. Emha tentu saja ikut di lingkaran, mengaji dan menyimak.Usai ngaji, orang-orang tidak beranjak. Biasanya ngobrol ngalor ngidul membahasberita yang menjadi issu nasional. Diskusi. Dari pintu belakang terlihat teh manisCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 77
  78. 78. dan nasi kuning mulai dikeluarkan. Sejak sore, seksi dapur yang ditangani MbakRoh, Dik In dan Mbak Wik (almarhumah) sudah sibuk belanja dan memasak.Di tengah pembicaraan yang kadang panas, tiba-tiba Agus Supriyatna, seorangmahasiswa dari Karawang berteriak seperti orang trance. Mata hampa seolahmelihat sesuatu, entah apa. “Api, api, lihatlah....!” Mulut terus berbunyi. Bagaimelafal bait-bait puisi. Jika hal semacam terjadi, biasanya Emha mendekat,mengelus punggungnya dan seolah membacakan sesuatu di telinga dan ubun-ubun. Lalu berangsur tenang.Tema-tema obrolan muncul begitu saja. Pelontar umumnya berawal daripertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang diajukan kepada Emha. Karenapesertanya berbeda latar belakang, maka diantara mereka sering saling ngototmempertahankan argumen masing-masing. Kalangan mahasiswa dengan bahasa-bahasa “planet” yang bagi kalangan awam susah dipahami, nukilan-nukilan textbook dengan istilah-itilah asing. Sementara yang seniman berpuitis dan berbahasa“nyufi.”Jika malam makin larut, secara perlahan satu persatu berpamit. Pasti mereka tidakterbiasa “melek malam.” Yang lain tetap bertahan, bisa jadi dilanjut denganpermainan gaple. Main gaple seolah menebak nasib, meramal takdir. Kita tidaksanggup menghitung “balak” apa yang akan muncul. Meski jumlah kartu bisadihitung, probabilitasnya agak susah untuk memastikan. Bahkan Emha sering agakekstrim mengemukakan bahwa pasti “Tangan Tuhan” ikut berperan. Kartudikocok sekian kali, kartu dibagi, masing-masing pemain tidak bisa memilih kartuterbaik. Seorang pemain ahli-pun bisa kalah jika tandem sisi kiri atau kananngawur cara membuang kartu. Permainan gaple (atau kartu) hampir mirip sopirCatatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 78
  79. 79. taxi atau tukang ojek. Tuhan-lah yang mengatur detik demi detik jalannya rejeki.Kita tidak bisa memperkirakan seberapa cepat melajukan kendaraan tatkala tibadi pojok jalan seseorang muncul dan menyetop kendaraan kita. Laju cepat sedikitorang itu belum keluar dari rumah, diperlambat, kendaraan lainlah yang distop.Pertemuan di titik antara sopir taxi dan calon penumpang adalah pertemuanagung yang diatur Tuhan.Seorang kawan aktifis kebudayaan dari Banten yang berdiam lama di Solo, adalahlawan ulet Emha. Mereka saling mengalahkan. Saling ejek. Untuk membuktikanbahwa Tuhan juga ikut “bermain gaple,” Emha berani taruhan dengan receh limapuluh rupiah (Rp 50,- --mungkin kurs sekarang setara dengan Rp 500,-). Kali iniEmha menang bagai bandar. Ih, berjudi ya? Jangan khawatir, siapa yang menanguang receh dikumpulkan untuk makan bersama. Jelas saja kurang, pasti harus adayang nombokin kekurangannya. Makan di waktu malam di Jogja sangatmengasyikkan. Banyak tempat bisa dikunjungi, semuanya serba murah. Mau pilihmenu apa? Oseng-oseng mercon, gudeg Permata, warung “gua hira,” nasi kucingMbah Wongso atau sayur brongkos Pojok Beteng?Kapan sejarah ini berlangsung? Untuk mengingat bulan dan tahun, apalagitanggal, saya agak sulit. Tampaknya akhir tahun 1980-an, 1988-1989 atau awal1990-an. Beberapa orang yang sering muncul adalah Agung Waskito, Seteng AgusYuniawan, Jebeng Slamet Jamaluddin, Wahyudi Nasution, Godor, MuhammadHadiwiyono, Imam Syuhada, Hamim Ahmad, Irfan Mukhlis, Goetheng Iku Ahkin,Moh Zainuri, Joko Kamto, Novi Budiyanto, Jemek, Toro, Toto Rahardjo, beberapaaktifis mahasiswa dan LSM.Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 79
  80. 80. Saya tidak berani mengklaim atau men-justifikasi bahwa kelak pengajian PadhangBulan ber-embrio dari sini, Yasinan di Patangpuluhan. Lalu gerakan shalawatmenyebar dari Jakarta, yang berawal dari idenya Cak Dil (Adil Amrullah) membuatwadah HAMAS (Himpunan Masyarakat Shalawat), setelah Emha merasa“gamang” dengan gagalnya reformasi 1).Itulah proses. Yasinan di Patangpuluhan, Pengajian Padhang Bulan, HAMASJakarta, Mocopat Syafaat 17 Agustus 1999 di Jogjakarta, Kenduri Cinta danseterusnya, yang kemudian menjadi Jamaah Maiyah.Catatan judul. Kawah Api “Universitas Patangpuluhan” istilah ini yang pertamakali melontarkan Emha sendiri. Universitas Patangpuluhan, harus dengan tandapetik. Patangpuluhan, bukan Patang Puluhan.Jkt.09.05.2010, 13:06Bersambung.1). Emha sangat aktif ikut membidani jalannya reformasi melalui pertemuan demipertemuan dengan berbagai pihak dan mengawal prosesi 21 Mei 1998, sampaikemudian Pak Harto secara suka rela meletakkan jabatan. Namun reformasi yangdiharapkan benar-benar sebagai momentum perubahan, justru tidak sesuaiharapan. Habibie, wakil presiden, naik menggantikan Pak Harto sebagai presidendengan menteri-menteri yang tidak jauh berbeda dengan Orde Baru. Lebihlengkap tercatat dalam buku kecil “Ikrar Khusnul Khatimah.” Atau “Satu SetengahJam Bersama Pak Harto.”Catatan Komunitas Kenduri Cinta I Page 80

×