<ul><li>Oleh  </li></ul><ul><li>B ayu Gunawan  </li></ul><ul><li>&  </li></ul><ul><li>Yohanes Emanuel  Toby </li></ul>
<ul><li>Managemen Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu substansi managemen pendidikan/persekolahan yang dilakuka...
<ul><li>“ It is planning, organizing, directing and controlling of the procurement, development compensation, integration,...
<ul><li>Tujuan Organisasional </li></ul><ul><li>Tujuan Fungsional </li></ul><ul><li>Tujuan Sosial </li></ul><ul><li>Tujuan...
<ul><li>Perencanaan Pegawai </li></ul><ul><li>Pengadaan pegawai </li></ul><ul><li>Penempatan/penugasan </li></ul><ul><li>P...
<ul><li>Perencanaan, </li></ul><ul><li>Pengorganisasian </li></ul><ul><li>Pengarahan </li></ul><ul><li>Pengendalian </li><...
<ul><li>3 bidang penting dalam usaha meningkatkan  kualitas  SDM di sekolah: </li></ul><ul><ul><li>Guru , yang mencakup as...
<ul><li>Peningkatan mutu dan kualitas sdm didasarkan pada pertimbangan: </li></ul><ul><li>(a) berkembangnya iptek, khususn...
<ul><li>Strategi Umum  </li></ul><ul><li>Pertama , pengembangan tenaga kependidikan harus dilakukan berdasarkan rencana ke...
<ul><li>Strategi Khusus </li></ul><ul><li>Pertama , dalam aspek kesejahteraan perlu diupayakan:  </li></ul><ul><li>gaji ya...
<ul><li>Kedua , pendidikan prajabatan harus memperhatikan:  </li></ul><ul><li>perbaikan sistem pendidikan sesuai kebutuhan...
<ul><li>Keempat , peningkatan mutu tenaga kependidikan meliputi:  </li></ul><ul><li>senantiasa dilakukan peningkatan kemam...
<ul><li>Alma, Buchari (ed). 2008.  Manajemen Corporate & Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Fokus Pada Mutu dan Layanan Pr...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Manajemen Tenaga Kependidikan

2,849 views

Published on

presentasi ini disampaikan untuk memenuhi tugas perkuliahan. bidang bahasannya adalah manajemen sumber daya manusia (tenaga kependidikan) dgn pendekatan teori human capital)

Published in: Business, Education
  • Be the first to comment

Manajemen Tenaga Kependidikan

  1. 1. <ul><li>Oleh </li></ul><ul><li>B ayu Gunawan </li></ul><ul><li>& </li></ul><ul><li>Yohanes Emanuel Toby </li></ul>
  2. 2. <ul><li>Managemen Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu substansi managemen pendidikan/persekolahan yang dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah </li></ul><ul><li>Salah satu tanggung jawab Kepala Sekolah sebagai man a ger adalah mengembangkan SDM </li></ul><ul><li>Oleh karena itu Kepala sekolah harus menyediakan waktu untuk memelihara kepemimpinan yang potensial, motivasi, moral, iklim, komitmen terhadap tujuan, pengambilan keputusan, komunikasi dan keterampilan2 pemecahan masalah dari anggotanya </li></ul><ul><li>Dengan kata lain, peranan kepala sekolah sebagai manager adalah pengembangan tugas2 yg relevan dengan kematangan profesional para anggotanya (Harcey dan Blanchard, 1997) </li></ul>
  3. 3. <ul><li>“ It is planning, organizing, directing and controlling of the procurement, development compensation, integration, maintenance and separation of human resources to the end that individual, organizational and societal objectives are accomplished”. ( Edwin B. Flippo ) </li></ul><ul><li>“ It is that field of management which has to do with planning, organizing and controlling the functions of procuring, developing, maintaining and utilizing a labor force such as that the: (a) objectives for which the company is established are effectively, (b) objectives of all levels of personnel are served to the highest possible degree, (c) objectives of society are dully considered and served”. ( Michael J. Jucious ) </li></ul><ul><li>Intinya: Manajemen SDM adalah proses menyatukan anggota kelompok dan organisasi untuk memenuhi tujuan masing-masing pihak. Manajemen SDM juga bisa dikatakan sebagai seni untuk mendapatkan, mengembangkan dan memelihara tenaga kerja yang kompeten untuk mencapai tujuan2 organisasi dengan cara yang efektif dan efisien. </li></ul><ul><li>HUMAN RESOURCE MANAGEMENT . B.B. Mahapatro . </li></ul><ul><li>New Age International Publishers 2010. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Tujuan Organisasional </li></ul><ul><li>Tujuan Fungsional </li></ul><ul><li>Tujuan Sosial </li></ul><ul><li>Tujuan Personal </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Perencanaan Pegawai </li></ul><ul><li>Pengadaan pegawai </li></ul><ul><li>Penempatan/penugasan </li></ul><ul><li>Pemeliharaan </li></ul><ul><li>Pembinaan </li></ul><ul><li>Evaluasi </li></ul><ul><li>P emutusan hubungan kerja </li></ul><ul><li>( Manajemen Pendidikan . Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, Aditya Media , 2009 : 215 ) </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Perencanaan, </li></ul><ul><li>Pengorganisasian </li></ul><ul><li>Pengarahan </li></ul><ul><li>Pengendalian </li></ul><ul><li>Pengadaan </li></ul><ul><li>Pemeliharaan </li></ul><ul><li>Pengembangan </li></ul><ul><li>Pengintegrasian </li></ul><ul><li>Kedisiplinan </li></ul><ul><li>Kompensasi </li></ul><ul><li>Pemberhentian </li></ul>
  7. 7. <ul><li>3 bidang penting dalam usaha meningkatkan kualitas SDM di sekolah: </li></ul><ul><ul><li>Guru , yang mencakup aspek-aspek: </li></ul></ul><ul><ul><li>(a) kemampuan; (b) latar belakang; (C) pengalaman kerja; </li></ul></ul><ul><ul><li>(d) beban kerja; (e) kondisi social ekonomi keluarga; </li></ul></ul><ul><ul><li>(f) motivasi kerja; (g) komitmen terhadap tugas; (h) disiplin; (i) kreativitas. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengelolaan sekolah yang mencakup (a) pengelolaan kelas; (b) pengelolaan guru; (c) pengelolaan siswa; (d) pengelolaan sarana dan prasarana; (e) peningkatan tata tertib dan disiplin; (f) kepemimpinan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Proses belajar mengajar mencakup aspek (a) penampilan guru; (b) penguasaan materi/kurikilum; (c) penggunaan metode mengajar; (d) penggunaan alat/fasilitas pendidikan; (e) penyelenggaraan proses belajar mengajar termasuk evaluasi; (f) pelaksanaan kegitatan kurikuler dan eksta kurikuler </li></ul></ul>
  8. 8. <ul><li>Peningkatan mutu dan kualitas sdm didasarkan pada pertimbangan: </li></ul><ul><li>(a) berkembangnya iptek, khususnya arus globalisasi dan informasi; </li></ul><ul><li>(b) menutupi kelemahan yang tak tampak saat seleksi; </li></ul><ul><li>(c) mengebangkan sikap professional; </li></ul><ul><li>(d) mengembangkan kompetensi professional ; </li></ul><ul><li>(e) menunbuhkan ikatan batin. </li></ul><ul><li>Melalui kegiatan: </li></ul><ul><li>a) bimbingan dalam tugas; </li></ul><ul><li>(b) pendidikan dan latihan; </li></ul><ul><li>(c) kursus-kursus; </li></ul><ul><li>(d) pendidikan formal atau studi lanjutan; </li></ul><ul><li>(e) promosi; </li></ul><ul><li>(f) latihan jabatan; </li></ul><ul><li>(g) rotasi jabatan; </li></ul><ul><li>(h) konferensi; </li></ul><ul><li>(i) penataran; </li></ul><ul><li>(j) lokakarya; </li></ul><ul><li>(k) seminar dan </li></ul><ul><li>(l) pembinaan professional guru. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Strategi Umum </li></ul><ul><li>Pertama , pengembangan tenaga kependidikan harus dilakukan berdasarkan rencana kebutuhan yang jelas ( educational planning based on manpower recruitment ) </li></ul><ul><li>Kedua , dalam dunia pendidikan perlu dikembangkan sikap dan kemampuan pro f esional, dalam arti tidak bergantung pada pekerjaan yang diberikan oleh orang lain </li></ul><ul><li>Ketiga , kerjasama dunia pendidikan dengan perusahaan perlu terus dikembangkan, terutama dalam memanfaatkan perusahan sebagai laboratorium praktek dan objek studi. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Strategi Khusus </li></ul><ul><li>Pertama , dalam aspek kesejahteraan perlu diupayakan: </li></ul><ul><li>gaji yang sesuai dan mencapai standar yang wajar untuk kehidupan tenaga pendidikan dan keluarganya; </li></ul><ul><li>peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan oleh pemerintah pusat harus diikuti oleh pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha dan orang tua; </li></ul><ul><li>untuk tenaga kependidikan di daerah terpencil perlu diberlakukan sistem kontrak dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Kedua , pendidikan prajabatan harus memperhatikan: </li></ul><ul><li>perbaikan sistem pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat dan pembangunan; </li></ul><ul><li>perlu reorientasi program pendidikan; </li></ul><ul><li>pendidikan tenaga kependidikan harus disiapkan secara matang melalui pendidikan yang bermutu. </li></ul><ul><li>Ketiga , rekrutmen dan penempatan meliputi: </li></ul><ul><li>seleksi yang mengutamakan mutu; </li></ul><ul><li>didasarkan pada kebutuhan wilyah; </li></ul><ul><li>sistem pengangakatan, penempatan dan pembinaan yang memungkinkan calon tenaga kependidikan mengembangkan diri dan kariernya. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Keempat , peningkatan mutu tenaga kependidikan meliputi: </li></ul><ul><li>senantiasa dilakukan peningkatan kemampuan tenaga kependidikan agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien; </li></ul><ul><li>peningkatan mutu tenaga kependidikan melalui pendidikan forma l , informal dan non formal; </li></ul><ul><li>sesuai dengan prinsip peningkatan mutu berbasis sekolah, sekolah perlu diberi kewenangan yang besar untuk menentukan apa yang terbaik untuk peningkatan mutu tenaga kependidikan </li></ul><ul><li>Kelima , pengembangan karier tenaga kependidikan meliputi: </li></ul><ul><li>pengangkatan harus melalui seleksi yang ketat, adil dan transparan, dengan mengutamakan kapasitas kepemimpinan yang bersangkutan; </li></ul><ul><li>fungsi control dan pengawasan pada semua jenis dan jenjang pendidikan perlu dioptimalkan sebagai sarana untuk memacu pendidikan. </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Alma, Buchari (ed). 2008. Manajemen Corporate & Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Fokus Pada Mutu dan Layanan Prima . Bandung: Alfabeta. </li></ul><ul><li>Arikunto, Suharsimi & Yuliana, Lia. 2009. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media. </li></ul><ul><li>Hendyat Soetopo. 2001. Managemen Pendidikan . Universitas Negeri Malang. Program Pasca Sarjana. </li></ul><ul><li>Mahapatro, B.B. 2010. Resources Management. t.t: New Age Publisher. </li></ul><ul><li>Mulyasa, E. 2011. Menjadi Kepala Sekolah Profesional . Bandung: Remaja Rosdakarya. </li></ul>

×