Mikroskop                             (Tugas Persentasi Biologi Umum)Tahun 1590Janssen menciptakan mikroskop    Dipersenta...
Tentang Mikroskop         Sejarah Penemuan Mikroskop         Defenisi Mikroskop         Bagian-bagian Mikroskop dengan    ...
Sejarah Penemuan Mikroskop                 Orang yang pertama menemukan Mikroskop                 adalah Zacharias Janssen...
Defenisi Mikroskop Asal kata mikroskop:   Micro = kecil   Scopium = penglihatan Pengertian mikroskop   Mikroskop adalah...
Bagian-bagian Mikroskop denganFungsinya masing-masing              Lensa Okuler              Tabung    Sekrup             ...
Cara Pemakaian Mikroskop
Kesimpulan* Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yangbesar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata,...
* Zacharias Janssen atau yang akrab dikenal dengan nama  Janssen merupakan seorang ilmuwan berasal dari Belanda.  Lahir ta...
* Penemuan mikroskop ini memberikan pengaruh besar  pada perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak sedikit  penemuan-penemua...
Dikembangkan Oleh :1. Campini, seorang ilmuwan yang berasal dari Italia, pada tahun    1668 : menyempurnakan penemuan Jans...
1. Lensa Okuler Okuler mikroskop atau eyepiece microscope terletak di atas tabung mikroskop yang dekat dengan mata pengama...
2. Tabung badan mikroskop (body tube of microscope) Tabung badan mikroskop disebut pula draw tube/tabung  gambar yang mem...
3. Makrometer (sekrup pengarah kasar/pengatur   fokus kasar)   Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung    mikroskop ...
6. Revolver Merupakan pemutar lensa untuk menempatkan lensa objektif yang dikehendaki.7. Diafragma Merupakan komponen un...
8. Lensa Objektif Merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan objek atau    specimen. Lensa objektif terpasang pa...
X5, x10, x20 dikenal sebagai low dry.          X40, x45 dikenal sebagai high dry.          X97, x100 dikenal dalam pemakai...
9. Panggung mikroskop Merupakan meja preparat atau tempat sediaan  obek/specimen. Pada bagian tengah panggung mikroskop ...
10. Kondensor Merupakan alat untuk memfokuskan cahaya pada objek atau  specimen. Alat ini terdapat di bawah panggung. Bi...
11. Lengan mikroskop (pegangan / badangMikroskop)   Merupakan bagian yang dapat dipegang waktu   mengangkat mikroskop ata...
14. Cermin Reflektor Digunakan untuk menangkap cahaya dan merefleksi  cahaya ke tingkat berikutnya yaitu kondensor yang m...
a. Letakkan mikroskop di atas meja kokoh, jangan di atas buku   atau keras yang berserakan di meja. Pada mikroskop yang   ...
a. Mikroskop biologi ada yang dilengkapi dengan cermin untuk   penyinaran, ada pula yang dilengkapi dengan lampu yang tela...
d. Bagi mikroskop yang dilengkapi dengan kondensor, fungsi   Kondensor ini adalah untuk mengumpulkan sinar sehingga   mena...
a. Sebelum mengamati preparat, perhatikan dulu cara   mendekatkan dan menjauhkan objektif dari objek. Putar   sedikit bong...
d. Sambil melihat dari samping mikroskop, dekatkan objektif   dengan bongkop pengatur kasar hingga jarak prekarat   dengan...
Perhatikan: (Pengaturan Lensa) Bayangan yang terbentuk oleh mikroskop adalah  terbalik. Dengan menggeserkan kaca objek k...
a. Mengganti perbesaran yang paling sering dilakukan adalah   dengan mengganti objektif. Sebelum mengganti lensa   objekti...
e. Setelah selesai pengamatan, sebelum mengambil preparat dari   meja mikroskop, biasakanlah memindahkan dahulu objektif y...
Penting diperhatikan : (Mengganti Pembesaran)1. Jangan menggunakan objektif dengan perbesaran yang melebihi apa    yang di...
 Tujuan membuat preparat adalah untuk dapat lebih  mengerti bahwa setiap sel, jaringan dan organ dapat  dipelajari dengan...
 Pembuatan preparat meliputi langkah-langkah berikut ini:        a. Fiksasi        b. Reagen        c. Pemendaman (Embedd...
1. Fiksasi Tujuan utama fiksasi adalah untuk mengawetkan  protoplasma agar terpelihara mirip keadaan semasa hidup. Ciri-...
2. Reagen Reagen yang paling umum dipergunakan sebagai zat  iksasi adalha formalin, alcohol, dan asam-asam  tertentu (pik...
3. Embedding (pemendaman) Tujuan pemendaman adalah membuat blok jaringan keras  dan kaku sehingga dapat dipotong menjadi ...
4. Pemotongan Jaringan yang telah dipendam dalam parafin dapat  diiris sangat tipis, tebal irisan adalah antara 3-10 µ  d...
5. Pewarnaan Tujuan pewarnaan adalah untuk meningkatkan kontras alami dan untuk    lebih memperjelas berbagai unsur sel d...
I ia. mikroskop (tugas 1 presentation)_basrib.biologi
I ia. mikroskop (tugas 1 presentation)_basrib.biologi
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

I ia. mikroskop (tugas 1 presentation)_basrib.biologi

9,289 views

Published on

2 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
9,289
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
59
Actions
Shares
0
Downloads
181
Comments
2
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

I ia. mikroskop (tugas 1 presentation)_basrib.biologi

  1. 1. Mikroskop (Tugas Persentasi Biologi Umum)Tahun 1590Janssen menciptakan mikroskop Dipersentasikan Oleh : Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya
  2. 2. Tentang Mikroskop Sejarah Penemuan Mikroskop Defenisi Mikroskop Bagian-bagian Mikroskop dengan Fungsinya masing-masing Cara Pemakaian Mikroskop
  3. 3. Sejarah Penemuan Mikroskop Orang yang pertama menemukan Mikroskop adalah Zacharias Janssen pada tahun 1590
  4. 4. Defenisi Mikroskop Asal kata mikroskop:  Micro = kecil  Scopium = penglihatan Pengertian mikroskop  Mikroskop adalah alat untuk melihat benda yang bersifat mikroskopis atau untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya.  Fungsinya utk melihat obyek (objectum=sesuatu yg diketengahkan) & gerakan halus yg tak teramati olh mata biasa  memperbesar obyek
  5. 5. Bagian-bagian Mikroskop denganFungsinya masing-masing Lensa Okuler Tabung Sekrup Revolver Pengarah Kasar Lensa Objektif Sekrup Panggung / Meja Pengarah Halus Preparat Pegangan Kondensor Penjepit Object Diafragma Sendi Inklinasi Cermin Pengatur Kondensor Kaki
  6. 6. Cara Pemakaian Mikroskop
  7. 7. Kesimpulan* Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yangbesar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata,sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadimikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat bendayang bersifat mikroskopis.* Orang yang pertama kali menemukan mikroskop adalahZacharias Janssen merupakan seorang ilmuwan yang berasaldari Belanda, penemuannya pada tahun 1590.* Nilai mikroskop ditentukan oleh daya pembesaranbayangan dari objek. Makin tinggi daya pembesaran makintinggi pula nilai mikroskop. Pembesaran suatu mikroskopbervariasi tergantung kekuatan objektif dan okuler.
  8. 8. * Zacharias Janssen atau yang akrab dikenal dengan nama Janssen merupakan seorang ilmuwan berasal dari Belanda. Lahir tahun 1580 di Kincir Angin – Belanda.* Pada usianya yang ke 10 tahun ya berhasil menemukan Mikroskop. Penemuannya yang paling terkenal yaitu mikroskop pertama yang digunakan untuk melihat benda- benda yang sangat kecil ukurannya dan sulit dijangkau bila menggunakan mata telanjang.* Beliau meninggal dunia pada usia 58 tahun atau tepatnya pada tahun 1638.
  9. 9. * Penemuan mikroskop ini memberikan pengaruh besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak sedikit penemuan-penemuan besar yang sangat bermanfaat bagi peradaban dunia diteliti dengan menggunakan mikroskop.* Ide Penemuan ini muncul saat beliu menyadari betul bahwa di dunia ini terdapat benda-benda dengan ukuran yang lebih kecil dan sulit dijangkau dengan kasat mata.* Pada tahun 1590, bersama dengan ayahnya, beliau berhasil menciptakan sebuah mikroskop dengan menggunakan lensa cembung dan cekung untuk memperbesar tampilan benda-benda yang sangat kecil ukurannya.
  10. 10. Dikembangkan Oleh :1. Campini, seorang ilmuwan yang berasal dari Italia, pada tahun 1668 : menyempurnakan penemuan Janssen pada mekanisme penyetelan fokus yang pertama untuk mikroskop tersebut.2. Anton van Leuwenhoek, seorang ilmuwan yang berasal dari Belanda merasa bahwa mikroskop yang dibuat oleh Janssen kurang sempurna. Akhirnya beliau membuat mikroskop yang memiliki daya pembesar sampai dengan 770 kali pada tahun 1660, sehingga memudahkan untuk melakukan penelitian terhadap mikroorganisme dan sel-sel darah manusia.Walaupun mikroskop yang digunakan saat ini memiliki kemampuan pembesar yang sangat besar, namun Janssen tetap dikenal sebagai orang pertama yang telah berhasil menciptakan mikroskop, yang mengantar pada evolusi langsung dari lensa yang dibuat untuk pengguna kacamata.
  11. 11. 1. Lensa Okuler Okuler mikroskop atau eyepiece microscope terletak di atas tabung mikroskop yang dekat dengan mata pengamat saat mengamati objek untuk melihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Lensa pada okuler mempunyai fungsi memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh objketif. Perbesaran pada lensa okuler ada tiga macam, yaitu 5x, 10x, dan 12,5x. Okuler dengan pembesaran x10 ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas tinggi namun jika dikombinasikan dengan objektif yang berkualitas rendah, pembesaran yang dihasilkan oleh okuler akan jelek. Total pembesaran bayangan dari pengamatan benda adalah hasil perkalian antara pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. Misalnya objektif mempunyai pembesaran x40, okuler mempunyai pembesaran x5 maka total pembesaran yang dihasilkan adalah 200 kali.
  12. 12. 2. Tabung badan mikroskop (body tube of microscope) Tabung badan mikroskop disebut pula draw tube/tabung gambar yang memisahkan objektif dengan okuler. Tabung terpasang pada bagian bergerigi yang melekat pada pegangan mikroskop sebelah atas. Melalui bagian yang bergerigi, tabung dapat digerakkan ke atas dan ke bawah. Tiap mikroskop akan berfungsi baik apabila mempunyai panjang tertentu. Apabila panjang tabung badan mikroskop dibuat lebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan tampak buram. Tabung badan mikroskop dibagi dalam dua macam yaitu tabung mekanis (mechanical tube) mempunyai panjang 160mm. dan tabung optik (optical tube) mempunyai panjang kurang dari 160 mm.
  13. 13. 3. Makrometer (sekrup pengarah kasar/pengatur fokus kasar)  Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung mikroskop ke atas dan ke bawah dengan pergeseran besar.4. Makrometer (sekrup pengarah Halus/pengatur fokus Halus)  Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung ke atas dan ke bawah dengan pergeseran halus.5. Sendi Inklinasi  Sebagai titik penghubung antara badang mikroskop dengan kaki dan sebagai pengatur posisi/kemiringan mikroskop saat pengamatan.
  14. 14. 6. Revolver Merupakan pemutar lensa untuk menempatkan lensa objektif yang dikehendaki.7. Diafragma Merupakan komponen untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop. Diafragma ini terpasang pada bagian bawah panggung mikroskop.
  15. 15. 8. Lensa Objektif Merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan objek atau specimen. Lensa objektif terpasang pada bagian bawah revolver. Objektif memegang peranan sangat penting dalam sistem lensa mikroskop. Kebanyakan mikroskop mempunyai tiga sampai empat buah objektif yang terpasang pada bagian bagian bawah ”body-tube” mikroskop yang sewaktu-waktu dapat diganti sesuai dengan kebutuhan. Perbesaran pada lensa objektif bervariasi, bergantung pada banyaknya lensa objektif pada mikroskop. Misalnya, ada perbesaran lensa objektif terdapat angka x5, x10, x20, x40, dan x100. Angka-angka ini menunjukkan pembesaran 5, 10, 20, 40, dan 100 kali. Khusus untuk x100 dalam pemakaian di pergunakan minyak immersi yang diteteskan pada objek gelas.
  16. 16. X5, x10, x20 dikenal sebagai low dry. X40, x45 dikenal sebagai high dry. X97, x100 dikenal dalam pemakaian menggunakan “oil immersion”/ minyak immersi. Pada objektif yang kuno sering dicantumkan 16 mm (=x10), 4 mm(=x43), 1,8 mm (= x100 oil immersion). Kadang kala dicantumkan panjang fokus lensa dalam inci misalnya 2/3, 1/6, dan 1/12. Lensa dengan ukuran 2/3 inci ekivalen dengan x20 objektif, 1,6 inci ekivalen dengan x40 dan 1/12 inci ekivalen dengan x100 (oil immersion). Ada angka lain yang dipakai tanpa menggunakan minyak immerse mempunyai N.A maksimum 1(satu). Lensa minyak immerse mempunyai N.A maksimum 1,5. Sebagai contoh: 160/0, 17. 160 menunjukkan panjang tabun mikroskop 160 mm. 0, 17 menunjukkan tebal gelas penutup objek gelas.
  17. 17. 9. Panggung mikroskop Merupakan meja preparat atau tempat sediaan obek/specimen. Pada bagian tengah panggung mikroskop terdapat lubang untuk jalan masuk cahaya ke mata pengamat. Panggung digunakan untuk meletakkan sediaan objek atau specimen. Pada panggung terdapat dua penjepit untuk menjepit object glass. Pada beberapa mikroskop lain, panggung dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.
  18. 18. 10. Kondensor Merupakan alat untuk memfokuskan cahaya pada objek atau specimen. Alat ini terdapat di bawah panggung. Biasanya pengamat berusaha agar sumber cahaya misalnya lampu yang oleh cermin direfleksi pada kondensor dan untuk selanjutnya difokuskan oleh kondensor tempat pada benda yang diamati. Dengan demikian seolah-olah benda yang diamati menjadi bercahaya. Cara penyinaran ini disebut critical illumination (penyinaral kritis). Dengan menggunakan “kondensor abbe” yang terdiri dari dua atau lebih lensa dengan suatu objektif aporkrotik, aperture numerik kondensor harus tinggi agar penyinaran dapat terisi penuh. Dengan bantuan aperture diafragma (diafragma iris) dapat mengatur sinar tepat di tengah- tengah pada objek/benda yang diamati.
  19. 19. 11. Lengan mikroskop (pegangan / badangMikroskop)  Merupakan bagian yang dapat dipegang waktu mengangkat mikroskop atau menggeser mikroskop.12. Kaki Mikroskop Merupakan tempat mikroskop bertumpu. Kebanyakan kaki mikroskop berbentuk seperti tapal kuda.13. Penjepit Object Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser (Pengatur letak preparat)
  20. 20. 14. Cermin Reflektor Digunakan untuk menangkap cahaya dan merefleksi cahaya ke tingkat berikutnya yaitu kondensor yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop, yakni dengan cara mengubah-ubah letaknya. Cermin ini memiliki permukaan datar dan permukaan cekung sehingga menggunakan cermin datar dan cermin cekung. Cermin datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang dan cermin cekung digunakan jika cahaya kurang terang. Jadi dengan menggunakan objketif dengan pembesaran lemah sebaiknya mengunakan cermin cekung, tetapi para peneliti biasanya menggunakan cermin datar.
  21. 21. a. Letakkan mikroskop di atas meja kokoh, jangan di atas buku atau keras yang berserakan di meja. Pada mikroskop yang menggunakan cermin, aturlah menghadap cahaya.b. Periksa mikroskop, bahwa bagian-bagiannya lengkap, dalam keadaan bersih dan tidak rusak.c. Terutama lensa-lensanya, harus dijaga tetap bersih. Debu, air, atau minyak harus dbersihkan dari lensa dengan cara mengusapnya dengan kertas lensa yang bersih. Jangan menggosok dengan benda yang keras atau kasar, karena akan merusak “coating”nya.d. Kalau badan atau meja mikroskop kotor, atau berdebu, bersihkan dengan lap yang bersih.e. Kenalilah dahulu nama bagian-bagian mikroskop berdasarkan diagram yang diberikan.
  22. 22. a. Mikroskop biologi ada yang dilengkapi dengan cermin untuk penyinaran, ada pula yang dilengkapi dengan lampu yang telah terpasang (built in lamp).b. Untuk mikroskop yang menggunakan cermin, aturlah cermin sehingga didapatkan cahaya yang betul. Seluruh medan pandangan dari mikroskop hendaklah mendapat penyinaran yang menyeluruh dan rata. Sumber cahaya yang paling sesuai adalah sinar alam dari langit. Dapat pula penyinaran dengan menggunakan lampu. Agar didapatkan penyinarakn yang merata di seluruh medan pandangan, disarankan untuk menempatkan kertas tipis, misalnya kertas tissue putih didepan lampu.c. Cermin yang lazim dipakai adalah cermin datar untuk mikroskop yang menggunakan kondensor dan cermin cekung untuk mikroskop yang tanpa kondensor.
  23. 23. d. Bagi mikroskop yang dilengkapi dengan kondensor, fungsi Kondensor ini adalah untuk mengumpulkan sinar sehingga menambah kekuatan penyinaran. Kondenser biasanya diatur dengan bonggol penyinaran kritis, yaitu sumber penyinaran oleh kondensor difokuskan pada objek, sehingga seolah-olah objek menjadi bercahaya.e. Bagi mikroskop yang tidak dilengkapi dengan kondensor, biasanya pengaturan banyaknya cahaya dilakukan dengan keeping yang dapat diputar, yang mempunyai lubang berbagai ukuran. Pilihlah lubang yang sesuai agar didapatkan bayangan yang paling jelas, tidak terlalu silau dan tidak terlalu gelap.f. Pada mikroskop biologi ada yang dilengkapi dengan lampu yang terpasang, mengatur penyinaran tinggal menyalakan lampu, dengan kondensor pada posisi paling atas.
  24. 24. a. Sebelum mengamati preparat, perhatikan dulu cara mendekatkan dan menjauhkan objektif dari objek. Putar sedikit bonggol pengatur kasar ke depan dan ke belakang dengan memperhatikan jarak objektif dan objek.b. Jauhkan objek dengan bonggol pengaturan kasar sehingga ujung bawah lensa objektif kira-kira 20 mm di atas meja mikroskop. Pindahkan objektif yang terlemah (4x) atau (10x) kesumbu optik, hingga terdengar bunyi klik.c. Pasang preparat di atas meja mikroskop dengan cara menjepitnya. Aturlah preparat hingga bagian yang ingin diamati kira-kira dibawah lensa obektif. Pada mikroskop yang lebih lengkap, menggerakkan preparat dengan bonggol pengerak mekanis.
  25. 25. d. Sambil melihat dari samping mikroskop, dekatkan objektif dengan bongkop pengatur kasar hingga jarak prekarat dengan ujung objektif kira-kira 4mm.e. Sambil melihat melalui okuler, jauhkan objektif perlahan- lahan dengan bonggol pengaturan kasar hingga bayangan terlihat cukup jelas. Untuk memperjelas lagi menggunakan bonggol pengatur halus.f. Aturlah cahaya dengan level diafragma (atau keeping pemutar pada mikroskop yang tidak dilengkapi dengan kondensor) untuk mendapatkan penyinaran yang baik dan bayangan terlihat jelas. Untuk benda yang transparan, terlalu banyak cahaya menyebabkan bayangan kurang jelas.g. Pindahkan objek yang akan diamati hingga di tengah lapangan pandangan dengan menggeser kaca objek.
  26. 26. Perhatikan: (Pengaturan Lensa) Bayangan yang terbentuk oleh mikroskop adalah terbalik. Dengan menggeserkan kaca objek ke kiri, bayangan berpindah ke kanan. Menggeserkan ke atas, bayangan pindah ke bawah. Biasakanlah untuk dapat memindahkan objek yang akan diamati dengan cermat dan tepat. Untuk diperlukan latihan.
  27. 27. a. Mengganti perbesaran yang paling sering dilakukan adalah dengan mengganti objektif. Sebelum mengganti lensa objektif, terutama kepada lensa yang lebih kuat perbesaranya, tempatkan bayangan yang akan diamati di tengah lapangan pandangan.b. Putarkan objektif yang diinginkan ke sumbu optik hingga terdengar bunyi klik. Pada mikroskop yang masih baik, telah dibuat parfokal, sehingga setelah diganti objektif, bayangan masih terlihat.c. Mungkin kurang tepat fokusnya, dan untuk memperjelas tinggal menggunakan bonggol pengatur halus.d. Objektif perbesaran kuat memerlukan lebih banyak sinar. Aturalah kembali diafragma atau keeping pengatur cahaya hingga didapatkan penyinaran yang paling baik.
  28. 28. e. Setelah selesai pengamatan, sebelum mengambil preparat dari meja mikroskop, biasakanlah memindahkan dahulu objektif yang lemah ke sumbu optik.f. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa sebuah mikroskop memiliki dua macam lensa, yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Kedua lensa tersebut memiliki ukuran pembesaran tertentu. Pembesaran total untuk panjang tabung yang digunakan diperoleh dari pembesaran pada objektif dikalikan dengan pembesaran yang tertera pada okuler. perbesaran objektif x perbesaran okuler = perbesaran total 10 x 8 = 80 x 10 x 12,5 = 125 x 40 x 8 = 320 x 40 x 12,5 = 500 xg. Perbesaran total 80-125x (perbesaran rendah) dan 320-500x (perbesaran tinggi) yang diberikan pada contoh sudah cukup untuk memenuhi persyaratan normal. Perbesaran rendah (3,5 x 8 atau 3,5 x 12,5, yaitu perbesaran total 30-40x) dapat memperlihatkan tampak umum dari suatu cuplikan dan biasanya digunakan untuk pengamatan pertama pada seluruh cuplikan.
  29. 29. Penting diperhatikan : (Mengganti Pembesaran)1. Jangan menggunakan objektif dengan perbesaran yang melebihi apa yang diperlukan. Dengan perbesaran yang terlalu kuat sering didapatkan bayangan yang kurang jelas.2. Sifat-sifat objektif perbesaran kuat yang kurang menguntungkan dan sebaiknya diperhatikan adalah:  Medan pandangan sangat sempit, sehingga kalau pengamatan langsung dengan lensa kuat, sukar untuk mencari atau menemukan objek yang ingin diamati.  Jarak kerja (jarak antara ujung lensa dengan benda yang diamati) sangat pendek. Kalau kurang hati-hati dapat mengakibatkan objektif atau preparat rusak kalau terjadi persentuhan.  Kedalaman fokus/bidang fokus sangat tipis. Bayangan yang jelas (dalam fokus) hanya merupakan bidang yang sangat tipis seperti sayatan. Benda yang agak tebal tidak akan terlihat seluruhnya atau mungkin menjadi kurang jelas.
  30. 30.  Tujuan membuat preparat adalah untuk dapat lebih mengerti bahwa setiap sel, jaringan dan organ dapat dipelajari dengan baik jika tidak dipersiapkan sebagaimana mestinya untuk pemeriksaan mikroskopik. Metode persiapan dibagi menjadi dua kelompok yaitu: (a). Metode untuk pengamatan langsung sel hidup, dan (b). Metode untuk sel mati (telah difiksasi). Cara terbaik untuk mempelajari sel adalah dengan menggunakan irisan jaringan yang masing-masing merupakan preparat yang dapt dikatakan bersifat permanen. Suatu preparat diperoleh dengan membuat irisan tipis dari sepotong kecil jaringan yang telah difiksasi.
  31. 31.  Pembuatan preparat meliputi langkah-langkah berikut ini: a. Fiksasi b. Reagen c. Pemendaman (Embedding) d. Pemotongan e. Pewarnaan
  32. 32. 1. Fiksasi Tujuan utama fiksasi adalah untuk mengawetkan protoplasma agar terpelihara mirip keadaan semasa hidup. Ciri-ciri zat fiksatif yaitu : (a) berperan sebagai pengawet, mencegah perubahan autolysis, (b) bersifat dapat mengeraskan (rigid) sehingga mempermudah pengirisan, (c) menyebabkan sel tahan terhadap cairan hipotonis hipertonis, (d) membantu diferensiasi optis, (e) bersifat mordant, (f ) meningkatkan afinitas protoplasma terhadap zat warna tertentu.
  33. 33. 2. Reagen Reagen yang paling umum dipergunakan sebagai zat iksasi adalha formalin, alcohol, dan asam-asam tertentu (pikrat asetat dan osmiat). Tidak ada zat fiksasi yang memiliki semua sifat yang diinginkan, dan banyak reagen dipakai berupa campuran, seperti cairan Bouin, cairan Zenker dan cairan Susa. Pemilihan suatu zat fiksasi biasanya ditentukan oleh jaringan atau unsur apa yang akan dipelajari dan oleh metode pewarnaan yang akan dipakai.
  34. 34. 3. Embedding (pemendaman) Tujuan pemendaman adalah membuat blok jaringan keras dan kaku sehingga dapat dipotong menjadi irisan-irisan tipis. Sebelum pemendaman, jaringan yang telah difiksasi, dicuci untuk menghilangkan kelebihan zat fiksasi dan kemudian didehidrasi. Jaringan itu kemudian dijernihkan. Sesudah penjernihan, jaringan diinfiltrasi dengan zat pemendaman, biasanya parafin atau seloidin. Sesudah diinfiltrasi, agen pemendaman dibuat menjadi padat sehingga diperoleh suatu massa homogen keras dengan jaringan didalamnya.
  35. 35. 4. Pemotongan Jaringan yang telah dipendam dalam parafin dapat diiris sangat tipis, tebal irisan adalah antara 3-10 µ dengna menggunakan mokrotom. Tiap irisan dipindahkan ke atas kaca objek yang bersih yang permukaannya telah dioles sedikit gliserin. Irisan jaringan yang telah dilekatkan ini siap untuk diwarnai (stain).
  36. 36. 5. Pewarnaan Tujuan pewarnaan adalah untuk meningkatkan kontras alami dan untuk lebih memperjelas berbagai unsur sel dan jaringan. Setelah diwarnai, kelebihan zat warna dihilangkan dengan dibilas dengan menggunakan air atau alkohol. Irisan jaringan didehidrasi dengan mencelupkannya ke dalam detergen alkohol dengan konsentrasi yang makin meningkat. Setelah melalui alkohol absolut, irisan jaringan dipindahkan ke dalam larutan dengan zat penjernih. Setelah dikeluarkan dari larutan penjernih, diatas irisan jaringan diberi setetes balsam canada. Preparat ditutup dengan kaca penutup (cover glass) dan dibiarkan mengering. Biasanya digunakan zat warna hematoxylin eosin(HE). Zat perwarna HE merupakan pewarna inti yang paling umum, yang sifat memulasnya tergantung pada adanya hasil oksidasinya dalam larutan. Hasilnya setiap struktur ini menjadi ungu tua atau biru dan hampir semua struktur sitoplasma dan substansi interselulter menjadi merah muda. Zat warna yang digunakan biasanya merupakan garam. Zat warna dibedakan menajadi 3, yaitu zat warna yang asam, zat warna yang basa dan zat warna yang netral. Zat warna asam bila gugus kromofornya berada pada asam (Contohnya adalah eosin, biru aniline, dan oranye G), zat warna basa bila gugus kromofornya berada pada basa (contohnya adalah hematoksilin, biru metilen, dan kristal violet), dan zat warna netral bila keduanya ada kromofor (Contohnya adalah hematoksilin eosin).

×