Successfully reported this slideshow.

Komunikasi massa

11,325 views

Published on

komunikasi massa

Komunikasi massa

  1. 1. Definisi komunikasi massa :Komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang “mass mediated”
  2. 2.  Unsur who (sumber atau komunikator) Unsur says what (pesan) Unsur which channel (saluran atau media) Unsur to whom (penerima, khalayak, audien) Unsur with what effect
  3. 3.  Publicly, pesan kommas pada umumnya tidak ditujukan kepada orang perorang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka, untuk umum atau publik Rapid, pesan kommas dirancang untuk mencapai audien yang luas dalam waktu yang singkat Transient, pesan kommas untuk memenuhi kebutuhan segera, dikonsumsi sekali pakai dan bukan untuk tujuan yg bersifat permanen
  4. 4.  Large, penerima pesan kommas berjumlah banyak, merupakan individu-individu yang tersebar dalam berbagai lokasi Heterogen, penerima pesan kommas terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, beragam dalam hal pekerjaan, umur, jenis kelamin, agama, etnis, dsb Anonim, anggota-anggota dari mass audien umumnya tidak saling mengenal secara pribadi dengan komunikatornya
  5. 5.  Bersifat langsung, artinya harus melalui media teknis Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim Mempunyai publik yang secara tersebar
  6. 6.  Komunikator dalam kommas melembaga Komunikan dalam kommas bersifat heterogen Pesannya bersifat umum Komunikasinya berlangsung satu arah Kommas menimbulkan keserempakan Kommas mengandalkan peralatan teknis Kommas dikontrol oleh gatekeeper
  7. 7.  Media merupaka industri yang berubah dan berkembang yang menciptakan lapangan kerja, barang dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait Media massa merupakan sumber kekuatan, alat kontrol, manajemen dan inovasi dalam masyarakat yang dapat didayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lainnya Media merupaka lokasi (atau norma) yang semakin berperan, untuk menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat baik yang bertaraf nasional maupun internasional
  8. 8.  Media seringkali sebagai wahana pengembangan kebudayaan, bukan saja dalam pengertian pengembangan bentuk seni dan simbol tapi juga dalam pengertian pengembangan tata cara, mode, gaya hidup dan norma-norma Media telah jadi sumber dominan bukan saja bagi individu untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial tapi juga bagi masyarakat dan kelompok secara kolektif. Media juga menyuguhkan nilai-nilai dan penilaian normatif yg dibaurkan dengan berita dan hiburan
  9. 9.  Kommas adalah komunikasi lewat media massa Saat ini masyarakat kita tengah memasuki era masyarakat informasi Media massa telah mampu membentuk masyarakat seperti apa Kajian tentang media massa khususnya dan kommas umumnya telah memunculkan banyak kajian dalam ilmu komunikasi Kommas adalah kajian baru dalam kajian ilmu komunikasi, sehingga dibutuhkan pembahasan yang lebih konkrit dan mendalam
  10. 10.  Zaman tanda dan isyarat Zaman bahasa lisan Zaman tulisan Zaman cetak Zaman kommas
  11. 11. 1. ”Revolusi”komunikasi sedang terjadi sepanjang keberadaan manusia. Masing-masing menyediakan sebuah alat perubahan penting yang dapat dibawa untuk memikirkan diri manusia, organisasi masyarakat dan akumulasi budaya2. Pertumbuhan media massa telah terjadi dengan sangat luar biasa, bahkan banyak peristiwa utama didunia ini berlangsung seumur hidup manusia, kita tidak bisa lepas dari media massa
  12. 12.  Memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan dlm wujud informasi, pandangan dan budaya Menyediakan saluran untuk menghubungkan orang tertentu dengan orang lain dari pengirim ke penerima, dari anggota audien ke anggota audien lainnya, dari seseorang ke masyarakat dan institusi masyarakat terkait
  13. 13.  Media menyelenggarakan sebagian besar kegiatannya dalam lingkungan publik dan merupakan institusi yang terbuka bagi semua orang untuk peran serta sebagai penerima / pengirim Partisipasi anggota audien dalam institusi pada hakekatnya bersifat sukarela tanpa adanya keharusan atau kewajiban sosial, bahkan lebih bersifat sukarela daripada institusi lainnya
  14. 14.  Industri media dikaitkan dengan industri dan pasar karena ketergantungannya pada imbalan kerja, teknologi dan kebutuhan pembiayaan Meskipun institusi media itu sendiri tidak memiliki kekuasaan, namun institusi ini selalu berkaitan dengan kekuasaan negara karena adanya kesinambungan pemakaian media, mekanisme hukum, dan pandangan- pandangan menentukan yang berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya
  15. 15.  Informasi Hiburan Persuasi Transmisi budaya Mendorong kohesi sosial Pengawasan Korelasi Pewarisan sosial
  16. 16.  to inform (menginformasikan) to entertain (memberi hiburan) to persuade (membujuk) transmission of the culture (transmisi budaya)
  17. 17.  Providing information Providing entertainment Helping to persuade Contributing to social cohesion (mendorong kohesi sosial)
  18. 18.  Surveillance of the environment (fungsi pengawasan) Correlation of the part of society of responding to the environment (fungsi korelasi) Transmission of the social hetigate from one generation to the next (fungsi pewaris sosial)
  19. 19.  Memberi informasi Mendidik Mempersuasi Menyenangkan ; memuaskan kebutuhan komunikasi
  20. 20.  Komunikator Isi Audiences Umpan Balik Gangguan Gatekeeper Pengatur Filter
  21. 21.  Komunikator : meliputi jaringan, stasiun lokal, direktur, staf teknis, yang berkaitan dengan sebuah acara Isi : isi media dibagi kedalam 5 kategori (Ray Eldon Hiebert dkk(1985) yaitu: 1) berita dan informasi, 2) analisis dan interpretasi, 3) pendidikan dan sosialisasi 4) hubungan masyarakat dan persuasi, 5) iklan dan bentuk penjualan lain, dan 6) hiburan Audiences : audiens yang beragam dan berbeda satu dengan yang lainnya
  22. 22.  Menurut Hiebert audience dalam komunikasi massa setidak-tidaknya mempunyai 5 karakteristik1. Audience cenderung berisi individu2 yang condong untuk berbagi pengalamandan dipengaruhi oleh hubungan sosial2. Audience cenderung besar3. Audience cenderung heterogen4. Audience cenderung anonim5. Audience secara fisik dipisahkan dari komunikator
  23. 23.  Ada dua umpan balik (feedback) dalam komunikasi yakni umpan balik langsung (immediated feedback) dan tidak langsung (delayed feedback)
  24. 24.  Gangguan Saluran: suara tidak jelas, kalimat yang hilang, gambar tidak jelas Gangguan Semantik : gangguan yang berhubungan dengan bahasa dan tata kalimat atau gangguan dalam proses komunikasi yang diakibatkan oleh pengirim atau penerima pesan itu sendiri.
  25. 25.  Gatekeeper: pentapis informasi, palang pintu atau penjaga gawang John R Bittner (1996), mengistilahkan gatekeeper sebagai “individu-individu atau kelompok orang-orang yang memantau arusinformasi dalam sebuah saluran komunikasi (massa)” Bagi Ray Eldon H dan Donald F dan Thomas W Bohn (1985), gatekeepertidak bersifat pasif dan negatif tapi mereka merupakan suatu kekuatan kreatif
  26. 26.  Yang dimaksud dengan pengatur dalam media massa adalah mereka yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi proses aliran pesan media massa, karena kelompok ini bisa ikut dalam menentukan kebijakan redaksional
  27. 27.  Setiap orang memiliki filter yang berbeda-beda Filter bisa dibagi menjadi filter fisik, filter psikologis, dan filter budaya Filter adalah kerangka fikir melalui mana audience menerima pesan Semua filter akan mempengaruhi kuantitas/kulaitas pesan yang diterima dan respon yang dihasilkan. Sedangkan audience punya perbedaan filter satu sama lain ( Hiebert, Ungurait dan Bohn, 1985)
  28. 28.  Ada 4 elemen yang mendasari dibuatnya model komunikasi (Hiebert, Ungurit, Bohn, 1985)1. Jumlah partisipan (audience) dalam komunikasi massa jumlahnya besar dan bahkan bisa meningkat secarta drastis setiap saat. Bahkan tidak bisa dipungkiri jumlah yang berlipat-lipat itu bisa dilihat pada penonton tv, filmbioskop, pembaca buku-buku laris (best seller), pembaca suarat kabar diperkotaan. Tetapi yang lebih penting adalah pengirim pesan itu berasal dari seseorang yang berada dlm sebuah lembaga dengan aturan tertentu
  29. 29. 2. Pesan lebih personal,terspesialisasi dan umum. Tahap ini memungkinkan terjadi, sebab penerima pesan berasal dari lapisan masyarakat yang jumlahnya relatif besar.3. Masing-masing audience secara fisik dan emosional dipisahkan oleh ruang dan waktu satu sama lain dan dari komunikator dalam komunikasi massa.
  30. 30. Berita suratkabar misalnya dibaca oleh orang dengan perbedaan waktu dan tempat. Sementara komunikator dalam komunikasi massa tidak secara pasti tahu siapa secara detail pembaca surat kabarnya. Disamping itu ikatan emosional antara pembaca pun sangat rendah4. Media massa menjdai syarat mutlak bagi saluran komunikasi masssa itu sendiri tidak akan pernah terjadi tanpa organisasi yang kompleks (lembaga surat kabar, perusahaan rekaman, penerbit dan stasiun radio) yang beraktivitas sebagai saliuran komunikasi
  31. 31.  Model yang dikemukakan oleh Shanon- Weaver sangat sederhana dan umum Model komunikasi secara umum memiliki perbedaan yang nyata dengan komunikasi massa
  32. 32.  Sumber Pesan Penerima
  33. 33.  Model alir dua tahap merupakan model pengembangan dari model alir satu tahap Karena perkembangan media massa yang cukup cepat maka lahirlah model alir dua tahap (two step flow model) sebagai penyempurnaan dari model sebelumnya. Dalam model ini media massa tidak langsung mempengaruhi audience tapi melalui perantaraan pihak ketiga yang disebut pemimpin opini
  34. 34.  Pemimpin opini berfungsi sebagai penerusan pesan-pesan media massa dan pesan tersebut sudah diinterpretasikan oleh pemimpin opini Kelemahan model ini hanya mengamati alir pesan yang disiarkan media massa dn sampai ke audience Model seperti ini lebih cocok dimasyarakat pedesaan dengan pendidikan yang belum begitu baik, sehingga pemimpin opini lebih dipercaya dibanding pesan-pesan media massa
  35. 35.  Pada masyarakat yang lebih maju ternyata model alir dua tahap tidak berlaku mengingat kemampuan mereka untuk membaca dan menginterpretasikan pesan sangat memungkinkan untuk menerima pesan-pesan dari media massa secara langsung. Model multistep flow model, mengatakan bahwa hubungan timbal balik dari media ke khalayak (yang juga berinteraksi dengan yang lainnya), kembali ke media, kemudian kembali lagi ke khlayak dan setersunya
  36. 36.  Melaui model ini audience menerima pesan media massa bisa langsung bisa juga tidak Individu bisa mendapatkan pesan dari individu lainnya atau dari pemimpin opininya Individu bisa juga menerima pesan dari kelompoknya ataupun bertukar informasi dengan kelom[pok lain. Model banyak tahap ini merupakan gabungan dari beberapa model
  37. 37.  Kita dapat secara efektif mempengaruhi media dengan empat cara utama:1. Menyampaikan keluhan individual2. Mengorganisasikan tekanan masyarakat untuk memboikot stasiun pemancar atau produk yang bersangkutan atau melakukan tindakan hukum3. Mendesak pihak yang berwenang untuk mengambil tindakan tertentu4. Mengadu ke DPRD atau DPR
  38. 38.  Dalam model Melvin, sumber dan pemancar tidak berada disatu posisi. Antara sumber danpemancar berbeda tahapannya dalam aktivitas komunikasi massa Saluran menjadi media massa yang mampu menyebarkan pesan-pesan yang dikemukakan sumber Fungsi pemerima pesan sebagai orang yang dikenai sasaran pesan yang disebarkan dan penginterpretasi pesannya
  39. 39.  Tujuan , menguraikan pesandan memberi mereka interpretasi penerima Model ini menekankan fakta bahwa gangguan boleh mencampuri banyak hal dalam proses komunikasi massa dan tidak semata-mata diidentifikasi dengan saluran atau media. Titik tekan utamanya adalah untuk mencapai/berbagai pengertian makna pesan antara sumber dan tujuan.
  40. 40.  Dalam model ini bahwa komunikasi massa itu mempengaruhi jenis komunikasi yang lain Adanya fungsi gatekeeper Gatekeeper tidak saja ikut menentukan baik tidaknya pesan yang akan disampaikan melalui media massa, tetapi mereka juga bisa melakukan fungsi kontrol dan penyensoran Disini media telah berperan untuk melayani semua kepentingan komunikasi manusia
  41. 41.  Penerima pesan bisa berposisi sebagai komunikator karena dia memberikan umpan balik Model ini mengatakan antara sumber dan menerima pesan sama sama kedudukannya, bahkan sulit dibedakan mana sumber dan mana penerima pesan
  42. 42.  Model ini dikemukakan oleh Ray Eldon Hiebert, Donald F Ungrait dan Thomas W Bohn Model komunikasi massa HUB adalah mode lingkaran yang dinamis dan dan berputar terus menerus Model HUB adalah model lingkaran konsentris yang bergetar sebagai sebuah rangkaian proses aksi-reaksi
  43. 43.  Model ini menyerupai gelombang dan komunikator berada di tengah-tengah pusaran air yang menyebarkan pesan ke luar dibantu oleh media amplification Tujuannya agar pesan yang dikeluarkan sejelas dan sekomplet mungkin.
  44. 44.  Komunikator, Kode Pentapis Informasi Media massa itu sendiri Pengatur Penyaring Komunikan Efek
  45. 45.  Model HUB ini juga mengakui bahwa ada gangguan atau pemutarbalikan fakta yang turut serta dalam proses penyebaran informasi Gangguan tersebut bisa gangguan saluran, gangguan komunikator salah dalam menyandi pesan
  46. 46.  Model ini diperkenalkan oleh Jay Black dan Frederick C. Whitney dalam buku nya Introduction to Mass Communication (1998) Membagi proses komunikasi menjadi empat wilayah yaitu sumber, pesan, umpan balik dan audience Model ini kurang begitu detil menampilkan elemen-elemen dalam komunikasi massa karena model ini tidak memberikan peran gatekeeper sabagai pentapis atau palang pintu informasi
  47. 47.  Model yang dibangun oleh Westley dan McLean ini sangat menekankan peran gatekeeper dalamproses komunikasi massa Dimodel ini dikatakan bahwa posisi seorang reporter dan editor berbeda, meskipun keduanya bisa menambah dan mengurangi fakta yang disajikan
  48. 48.  Pertamakali dikenalkan oleh Profesor George Gerbner Tulisan pertama yang memperkenalkan teori ini adalah “Living with Television:The Violenceprofile”, Journal of cCommunication Awalnya ia melakukan penelitian tentang “Indikator Bidaya” dipertengahan tahun 60 an untuk mempelajari pengaruh menonton televisi
  49. 49.  Menurut teori kultivasi, televisi menjadi media atau alat utama dimana para penonton tv itu belajar tentang masyarakat dan kultur dilingkungannya Persepsi apa yang terbangun dibenak anda tentang masyarakat dan budaya sangat ditentukan oleh tv. Teori ini khususnya memfokuskan penelitian pada tema-tema kekerasan di tv
  50. 50.  Para pecandu berat tv (heavy viewers) akan menganggap bahwa apa yang terjadi di tv itulah dunia senyatanya Media kemudian memelihara dan menyebarkan sikap dan nilai itu antar anggota masyarakat kemudian mengikatnya bersama- sama pula Media mempengaruhi penonton dan masing- masing penonton itu meyakininya.
  51. 51.  Dengan teori kultivasi menurut Gerbner berpendapat bahwa gambaran tentang adegan kekerasandi televisi lebihmerupakan pesan simbolik tentang hukum dan aturan Perilaku kekerasan yang diperlihatkan di tvmerupakan refleksi kejadian disekitar kita Teori kultivasi menganggap bahwa penonton pasif, teori ini lebih memfokuskan pada kuantitas menonton tv atau “terpaan”dan tidak menyediakan perbedaan yang mungkin muncul ketika penonton menginterpretasikan siaran2 tv
  52. 52.  Herb Schiller (1973) dalam Comunication Domination Cultural Teori imperialisme budaya menyatakan bahwa negara barat mendominasi media diseluruh dunia ini Media barat sangat mengesankan sehingga mereka ingin meniru budaya yang muncul lewat media tersebut.
  53. 53.  Dalam perspektif teori ini , budaya asli ketika terjadi proses peniruan media negara berkembang jadi negara maju, saat itulah terjadi penghancuran budaya asli dinegara ketiga dinegara ketiga
  54. 54.  Mereka mempunyai uang, media massa barat sudah dikembangkan menjadi industri yang juga mementingkan laba Mereka mempunya teknologi, dengan teknologi modern yang mereka punyai memungkinkan sajian media massadiproduksi secara lebih baik dan seolah nyata.
  55. 55.  Negara dunia ketiga tanpa sadar meniru apa yang sudah banyak diisi oleh kebudayaan barat tersebut. Saat itulah terjadi penghancuran budaya asli negaranya untuk kemudian mengganti dan disesuaikan dengan budaya barat, atau bisa dikatakan bahwa terjadinya imperialisme budaya barat.
  56. 56.  Yang mendasari munculnya teori ini adalah bahwa pada dasarnya manusia tidak mempunyai kebebasan untuk menentukan bagaimana mereka berfikir apa yang dirasakan dan bagaimana mereka hidup Teori ini menerangkan bahwa ada satu kebenaran yang diyakininya. Sepanjang negara dunia ketiga terus menerus menyiarkan atau mengisi media massanya berasal dari negara barat, negara dunia ketiga akan selalu percaya apa yang seharusnya mereka kerjakan, pikir dan mereka rasakan
  57. 57.  Teori ini terlalu memandang sebelah mata kekuatan audience di dalam menerima terpaan media massa dan menginterpretasikan pesan- pesannya. Teori ini menganggap bahwa budaya yang berbeda (yang lebih maju) akan selalu membawa pengaruh peniruan pada orang-orang yang berbeda budaya
  58. 58.  Dikenalkan oleh Byron Reeves dan Clifford Nass (1996) Teori persamaan media ini memperhatikan bahwa media juga bisa diajak berbicara Media bisa menjadi lawan bicara individu seperti dalam komunikasi interpersonal yang melibatkan dua orang dalam situasi face to face Dalam proses interaksi sosial dikatakan bahwa orang-orang cenderung dekat dan menyukai satu sama lain karena terjadinya kesamaan Media dianggap seperti kehidupan nyata
  59. 59.  Yang memperkenalkan teori spiral keheningan/kesunyian ini Elizabeth Noelle- Neumann (1984) Teori ini ingin menjawab pertanyaan, mengapa orang-orang dari kelompok minoritas merasa perlu untuk menyembunyikan pendapat dan pandangannya ketika dalam kelompok mayoritas
  60. 60.  Orang-orang yang sedang berada dalam kelompok mayoritas sering merasa perlu untuk mengubah pendiriannya karna kalau tidak mengubah pendiriannya akan merasa sendiri Opini yang berkembang dalam kelompok mayoritas dan kecenderungan seseorang untuk diam (sebagai basis dasar teori spiral kesunyian) karena dia berasal dari kelompok minoritas juga bisa dipengaruhi oleh isu-isu dari media massa
  61. 61.  Teori ini juga punya kekurangan, jika seseorang punya pendirian yang sangat kuat, orang tersebut tidak akan mudah mengikuti opini mayoritas yang ada disekitarnya Misalny, dalam hal makanan kepercayaan seorang muslim akan berbeda dengan yang non muslim
  62. 62.  Dikemukakan oleh Marshall McLuhan 1962, dalam tulisannya Guttenberg Galaxy: Typographic Teori ini adalah perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasiakan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berfikir, berperilaku dalam masyarakat McLuhan berpikir bahwa budaya kita dibentuk oleh bagaimana cara berkomunikasi
  63. 63.  Pertemuan dalam teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya Perubahan didalam jenis-jenis komunikasiakhirnya membentuk kehidupan manusia “Kita membentuk peralatan untuk berkomunikasi, dan akhirnya peralatan untuk berkomunikasi yang kita gunakan itu akhirnya membentuk atau mempengaruhi kehidupan kita sendiri
  64. 64.  Menurut McLuhan bahwa media adalah pesan itu sendiri ( the medium is message) Media adalah alat untuk memperkuat, memperkeras dan memperluas fungsi dan perasaan manusia
  65. 65.  Era kesukuan Era tulisan Era mesin cetak Era Elektronik
  66. 66.  Awal munculnya teori ini dengan ditulisnya artikel berjudul The People Choice tahun 1944 oleh Bernard Berelson dan H Gaedet Di dalam teori ini dikatakan bahwa komunikator yang mendapatkan pesan dari media massa sangat kuat untuk mempengaruhi orang-orang Ketika ada inovasi lalu disebarkan melalui media massa akan kuat mempengaruhi massa untuk mengikutinya
  67. 67.  Teori ini mendudukan peran pemimpin opini dalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat Difusi inovasi juga bisa langsung mengenai khalayaknya Menurut Rogers dan Shoemaker (1971), difusi adalah proses dimana penemuan disebarkan kepada masyarakat yang menjadi anggota sistem sosial
  68. 68.  Menurut teori ini sesuatu yang baru akan menimbulkan keingintahuan masyarakat untuk mengetahuinya pula Seseorang yang menemukan hal baru punya kecenderungan untuk mensosialisasikan, menyebarkan kepada orang lain. Jadi penemu ingin menyebarkan, sementara orang lain juga ingin mengetahauinya. Difusi mengacu pada penyebaran informasi baru, inovasi atau proses baru ke seluruh masyarakat
  69. 69.  Dari proses inovasi dan difusi melangkah kepada tahap adopsi Adopsi mengacu pada reaksi positif orang terhadap inovasi dan pemanfaatannya Hubungannya dengan proses adopsi, William McEwen seperti dikutif Joseph A Devito (1997) mengindentifikasi 3 tahap
  70. 70. 1. Pada tahap akuisis informasi orang memperoleh dan memahami informasi tentang inovasi2. Pada tahap evaluasi informasi, orang mengevaluasi tentang informasi3. Pada tahap adopsi atau penolakan orang mengadopsi (melaksanakan) atau menolak inovasi
  71. 71.  Mcwell McCombs dan Donald L Shaw 1973, “ Agenda setting fuction of the mass media Teori penyusunan agenda ini menyatakan media(khususnya media berita) tidak selalu berhasil memberitahu apa yang kita pikir, tapi media tersebut benar-benar berhasil memberitahu kita berpikir tentang apa Media massa selalu mengarahkan pada kita apa yang seharusnya kita lakukan
  72. 72.  Media memberika agenda-agenda melalui pemberitaannya Media punya kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau pada peristiwa tertentu Media myetakan pada kita apa yang penting dan apa yang tidak penting Media mengatur apa yang harus kita lihat atau tokoh siapa yang harus kita dukung. Dengan kata lain agenda media akan menjadi agenda masyarakatnya
  73. 73.  Teori ini mempunyai kekuatan penjelas untuk menerangkan mengapa orang-orang sama- sama menganggap penting suatu isu. Teori itu mempunyai kekuatan memprediksikan bahwa jika orang-orang mengekspos pada satu media yang sama mereka akan merasa isu tersebut penting Teori itu dapat dibuktikan salah jika orang- orang tidak mengekspos media yang sama maka mereka tidak akan punya kesamaan bahwa isu media itu penting
  74. 74.  Agenda media itu sendiri harus diformat. Agenda media dalam banyak hal mempengaruhi atau berinteraksi dengan agenda publik atau kepentingan isu tertentu bagi publik Agenda publik mempengaruhi atau berinteraksi ke dalam agenda kebijakan
  75. 75.  Untuk agenda media, dimensi-dimensinya:a. Visibility (visibilitas, yakni jumlah dan tingkat menonjolnya beritab. Audience salience (tingkat menonjol bagi khalayak), yakni relevansi isi berita dengan kebutuhan khalayakc. Valence (valensi) menyenangkan atau tidak menyenangkan cara pemberitaan bagi suatu peristiwa
  76. 76.  Familiarity (keakraban), yakni derajat kesadaran khalayakakan topik tertentu Personal salience (penonjolan pribadi), yakni relevansi kepentingan individu dengan ciri pribadi Favorability (kesenangan) yakni pertimbangan senang atau tidak senang akan topik berita
  77. 77.  Support (dukungan) yakni kegiatan menyenangkan bagi posisi suatu beritatertentu Likelihood of action (kemungkinan kegiatan), yakni kemungkinan pemerintah melaksanakan apa yang diharapkan Freedom of action (kebebasan bertindak), yakni nilai kegiatan yang mungkin dilakukan pemerintah
  78. 78.  Teori kritis membangun pertanyaan dan menyediakan alternatif jalan untuk menginterpretasikan hukum sosial media massa Teori kritis sering menyediakan penjelasan yang komplek Beberapa penganjur teori kritis mengidentifikasi ketidakbebasan para praktisis media yang membatasi kemampuannya untuk melawankekuasaan yang mapan
  79. 79.  Teori kritis menganalisa secara khusus lembaga sosial, penyelidikan luas untuk yang dinilai objektif adalah mencari dan mencapai Bisa dikatakan bahwa teori media kritis ini sebisa mungkin mendorongperubahan secara terus menerus Teori media kritis adalah alternatig baru dalam usaha memahami seluk beluk media dan bagaimana media itu harus selalu bersikap untuk tidak mengukuhkan status quo
  80. 80.  Jenis-jenis efek komunikasi massa dibagi menjadi beberapa bagian Keith R Stamm John F Bowes (1990). Efek primer, meliputi terpaan, perhatian, dan pemahaman Efek sekunde rmeliputiperubahan tingkat kognitif (perubahan pengetahuan dan sikap) dan perubahan perilaku (menerima dan memilih
  81. 81.  Terpaan media massa terhadap audien Efek primer terjadi jika ada orang mengatakan telah terjadi proses komunikasi terhadap objek yang dilihatnya Efek primer terjadi ketika pesan diterima oleh audien dan menyita perhatiannya
  82. 82.  Dalam efek sekunder membahas tentang efek kegunaan dan kepuasan Menurut Jhon R Bittner (1996), fokus utama efek ini adalah tidak hanya bagaimana media mempengaruhi audien tetapi juga bagaimana audien mereaksi pesan-pesan media yang sampai pada dirinya
  83. 83.  Yang melatar belakangi munculnya efek-efek komunikasi massa adalah:1. Jenis efek yang dipelajari telah berubah2. Metode pelajaran yang telah berubah3. Kondisi yang telah diubah
  84. 84.  Media mempunya efek yang besar ketika menerpa audien Efek tidak terbatas ini didasarkan pada teori peluru atau jarum hipodermik Efek-efek ini didasarkan pada asumsi-asumsi sebagai berikut:1. Ada hubungan yang langsung antara isi pesan dengan efek yang ditimbulkan2. Penerima pesan tidak mempunyai sumber sosial dan psikologis untuk menolak upaya persuasif yang dilakukan media massa
  85. 85.  Pertamakali diperkenalkan oleh Joseph Klaper Klaper menyimpulkan bahwa media massa mempunyai efek terbatas berdasarkan penelitiannya pada kasus kampanye publik, kampanye politik dan percobaan pada desain pesan yang bersifat persuasif Ketika media menawarkan isis yang diberitakan ternyata hanya sedikit yang bisa mengubah pandangan dan perilaku audience
  86. 86. 1. Rendahnya terpaan media massa Banyak pemirsa tv lebih menyukai acara komedi bandingakan menonton acara politik2. Perlawanan Berasal dari individu sebagai audien komunikasi massa. Perlawanan lebih kuat pengaruhnya dibanding dengan terpaan media massa itu sendiri
  87. 87.  Efek ini muncu karene perkembangan zaman saat ini , jaman terus berubah dan peran komunikasi massa berkembang pesat Model ini mempunyai nilai positif bagi pengembangan studi media massa karena akan menggugah kesadaran baru bahwa sebelum sebuah pesan disiarkan perlu direncanakan dan diformat secara matang Semakin tinggi tingkat pendidikan individu semakin selektif untuk menerima pesan-pesaan yang berasal dari media massa
  88. 88.  Wujud efek bisa berwujud pada1. Efek kognitif (pengetahuan)2. Efek afektif (emosional dan perasaan)3. Efek behavioural (perubahan pada perilaku)
  89. 89. 1. Faktor Individu Faktor Individu ikut berpengaruh pada proses penerimaan pesan lebih banyak dipengaruhi oleh pemikiran psikologi, bahwa faktor pribadi seseorang ikut menentukan proses efek yang terjadi
  90. 90.  Selective attention, individu yang cenderung menerima terpaan pesan media massa yang sesuai dengan pendapat dan minatnya Selective perception, individu secara sadar akan mecari media yang bisa mendorong kecenderungan dirinya Selective retention, kecenderungan seseorang hanya untuk mengingat pesan yang sesuai denganpendapat dan kebutuhan dirinya sendiri
  91. 91.  Motivasi dan pengetahuan seseorang akan ikut menentukan sebuah pesan diterima atau tidak Kepercayaan, Seseorang yang percaya bahwa hanya dengan memanfaatkan media massa masyarakat akan menjadi cerdas Pendapat Seseorang yang percaya bahwa nasib bisa diubah melalui media massa Kebutuhan seseorang akan prinsip keseimbangan hidup akan senang dengan acaara-acara yang memberikan fungsi ke arah itu
  92. 92.  Seseorang menerima atau terpengaruh pesan- pesan media massa juga sangat tergantung pada pengaruh yang dilakukan orang lain Kepribadian individu akan ikut membentuk proses penerimaan pesan Penyesuaian diri, orang yang cepat menyesuaikan diri akan mudah terkena terpaan media massa
  93. 93.  Lebih melihat individu sebagai gejala sosial artinya, bagaimana individu tersebut berhubungan dengan orang lain Sosiolog basis dasar kajiannya adalah masyarakat
  94. 94.  Umur dan jenis kelamin Pendidikan dan latihan Pekerjaan dan pendapatan Agama Tempat tinggal
  95. 95. ETIKA KOMUNIKASI MASSA
  96. 96.  Kata moral berasal dari bahasa Latin Moresang, yang berasal dari kata mos yang ebrarti kesusilaan, tabiat atau kelakuan Moral bisa diartikan sebagai ajaran kesusilaan Moral juga berarti tentang ajaran baik-buruk perbuatan dan kelakuan Moral bisa ditarikkesimpulan mempunyai penegrtian yang sama dengan kesusilaan, yang memuat ajaran ttg baik buruknya perbuatan. Jadi perbuatan itu dinilai sebagai perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk (Burhanuddin Salam, 2000)
  97. 97.  Etika berasal dari kata latin yaitu Ethic Dalam bahasa Gerik Ethikos (a body of moral principles or values). Ethic berarti, kebiasaan, habit Biaik dan buruk dalam hal ini yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat atau tidak Etika bisa diartikan sebagai ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang jahat
  98. 98. 1. Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya2. Etika berarti pula kumpulan azas atau nilai moral.3. Etika termasuk ilmu tentang yang baik atau yang buruk
  99. 99. 1. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri2. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain3. Etiket bersifat relatif, etika jauh lebih absolut4. Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah, etika menyangkut manusia dari dalam
  100. 100. 1. Hidup dalam masyarakat yang sedemikian plural itu snagat memebutuhkan etika sebagai pengangan hidup bermasyarakat2. Etika penting sebab akan bisa mengukuhkan akan keyakinan iman seseorang3. Etika penting agar dimasyarakat bisa tercipta harmoni dan manusia tahu tugas, hak dan kewajibannya masing-masing4. Etika akan menentukan aturan main apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa5. Dalam media massa suka ada konflik kepentingan, etika menjadi salah satu aturan yang diharapkan bisa menjadi tolak ukur dalam pergaulan antara media massa
  101. 101. 1. Tanggungjawab2. Kebebasan Pers3. Masalah Etis4. Ketepatan dan Objektivitas5. Tindakan Adil Untuk Semua Orang
  102. 102.  Orang yang terlibat dalam komunikasi massa harus mempunyai tanggung jawab dalam pemberitaan atau apa yang disiarkan Jika pemberitaaannya mempunyai konsekuensi merugikan masyarakat, maka pihak media harus ikut bertanggung jawab dan bukan menghindarinya
  103. 103.  Kebebasan pers mutlakharus dimiliki oleh media massa Hanya dengan kebebasanlah berbagai informasi bisa tersampaikan kepada masyarakat Kebebasan pers akan lebih bermakna jika disertai tanggung jawab
  104. 104.  Masalah etis berarti jurnalis itu harus bebas dari kepentingan dan mengabdi pada kepentingan umum. Ada beberapa ukuran normatif yang bisa dijadikan pegangan.a. Hadiah, perlakuan istimewa, biaya perjalanan bisa mempengaruhi kerja jurnalisb. Keterlibatan dalam politikc. Tidak menyiarkan sumber individu jika tak mempunyai nilai berita.
  105. 105. d. Wartawan mencari berita yang memang benar- benar melayani kepentingan publike. Wartawan melaksanakan kode etik kewartawanan untuk melindungi rahasia sumber beritaf. Flagiatisme harus dihindari karena merupakan aib bagi dunia kewartawanan
  106. 106. a. Kebenaran adalah tujuan utama. Orientasi berita yang berdasarkan kebenaran harus menjadi pegangan pokok setiap wartawanb. Objektivitas dalam pelaporan beritanya merupakan tujuan lain yang bertujuan untuk melayani publik sebagai bukti pengalaman profesional di dunia kewartawanan. Objektif bisa juga berarti seoarang wartawan tidak berat sebelahc. Tiada maaf bagi wartawan yang melakukan ketidakakurata, kesembronoan dalam penulisan atau peliputan beritanya
  107. 107. d. Headline yang dimunculkan harus benar-benar sesuai dengan isi yang diberitakane. Harus bisa membedakan mana laporan berita dan mana opini dirinyaf. Editorial yang partisansip dianggap melanggar profesionalisme atau semanagt kewartawanang. Artikel khusus atau semua bentuk penyajian yang isinya berupa pembelaan atau kesimpulan sendiri penulisnya harus menyebutkan nama dan identitras dirinya
  108. 108.  Media berita harus melawan campur tangan individu dalam medianya Media tidak boleh menjadi “kaki tangan” pihak tertentu yang akan mempengaruhi proses pemberitaannya Media berita mempunyai kewajiban membuat koreksi lengkap dan tepat jika terjadi ketidaksengajaan kesalahan yang dibuat
  109. 109.  Wartawan bertanggungjawab atas laporan beritanya kepada publik dan publik sendiri harus berani menyampaikan keberatannya pada media Media tidak perlu melakukan tuduhan yang bertubi-tubi pada seseorang atas kesalahan tanpa memberi kesempatan sang tertuduh itu untuk melakukan pembelaan dan tanggapan
  110. 110.  Etika adalah pedoman baik tidaknya sebuah proses pelaksanaan komunikasi massa Dalam pelaksanaannya etika masih banyak batu sandungan Etika mudah untuk dibicarakan tapi sulit untuk dilaksanakan
  111. 111. a. Pelaksanaan etika komunikasi massa masih membutuhkan perjuangan yang berat dan masih sangat sulit dilaksanakan oleh semua pihakb. Pelaksanaan etika bisa terhambat karena masing-masing pihak membuat ukuran sendiric. Pelaksanaan etika komunikasi masih sulit diwujudkan karena tangggungjawab terletak pada diri sendiri dan “sanksi” masyarakat
  112. 112. d. Semakin tinggi pendidikan masyarakat, semakin sadar mereka akan pentingnya pelaksanaan etika komunikasi massa, meskipun ini bukan sebuah jaminan. Semakin tinggi pendidikan kadang membuat manusia gampang untuk mengakali pelanggaran etika.e

×