IP Address, Subnetting, Routing Makalah jarkom

3,370 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,370
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
232
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

IP Address, Subnetting, Routing Makalah jarkom

  1. 1. Makalah IP Address Ivan Kristianto
  2. 2. Daftar IsiIP Address…………………………………………………………………………………………………………………………………3Format Penulisan IP Address…………………………………………………………………………………………………….3Network ID Host ID…………………………………………………………………………………………………………………..3Pembagian Kelas IP Address..……………………………………………………………………………………………………4Address Khusus ..……………………………………………………………………………………………………………………...5Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID……………………………………………………………………….7Subnetting………………………………………………………………………………………………………………………………..7Router…………………………………………………………………………………………………………………………………….10Fungsi Router………………………………………………………………………………………………………………………….10Jenis-Jenis Router…………………………………………………………………………………………………………………...11Routing…………………………………………………………………………………………………………………………………..11Contoh Persoalan Subnetting………………………………………………………………………………………………….12Rumusan IP…………………………………………………………………………………………………………………………………………..13 2Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  3. 3. IP ADDRESS Setiap perangkat/computer yang terhubung ke internet mempunyai nomor yangdikenal sebagai Internet Protocol (IP) address(alamat IP). Alamat-alamat IP terdiri atas 32bit angka biner yang ditulis sebagai 4 kelompok angka yang dipisahkan oleh titik (biasadisebut „dotted-quad‟) contohnya 127.0.0.1 . Ketika nomor-nomor itu biasa sebagai tanda pengenal Internet Service Providers(ISP) dalam bagian Negara pusat, IP address bisa sering digunakan untuk mengenaliwilayah atau Negara dari komputer yang terhubung ke internet. IP address bisa sewaktu-waktu digunakan untuk memperlihatkan lokasi keberadaan pengguna.Format Penulisan IP Address IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagaiberikut : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxxJadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilanganbiner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimalyang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasidesimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address.Contoh hubungan suatu IP address dalam format biner dan desimal : Desimal 192 168 6 80 Biner 11000000 10101000 00000110 01010000 Format IP AddressNetwork ID Host ID IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network IDmenentukan alamat jaringan computer, sedangkan host ID menentukan alamat host(komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatuhost beserta alamat jaringan dimana host itu berada. 3Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  4. 4. Pembagian Kelas IP Address IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dankelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas Adipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringansangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagijaringan multicast dan kelas E untuk keperluan eksperimental. Perangkat lunak InternetProtocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dariIP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut : Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang ID 8 bit dengan panjang host 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukis pada gambar dibawah ini: 0-127 0-255 0-255 0-255 0nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Host IP address kelas A Dua bit address kelas B diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 192.168.26.161, network ID = 192.168 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host. 128-191 0-255 0-255 0-255 10nnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Host IP address kelas B IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP pertama kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 dan 4Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  5. 5. host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host. 192-223 0-255 0-255 0-255 110nnnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Host IP address kelas C IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224- 247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai dengan keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID. IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255. Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjukkan jaringan. Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “ / ” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 192.168.xxx.xxx digunakan penulisan 192.168/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.Address Khusus Selain address yang digunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis addressyang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host.Address tersebut adalah:Network Address .Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringanInternet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 192.168.9.35. Tanpa memakaisubnet (akan diterangkan kemudian), network address dari host ini adalah 192.168.0.0 .Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0.Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukupmelihat network address (192.168) untuk menentukan ke router mana datagram tersebutharus dikirimkan. Analoginya mirip dengan dalam proses pengantaran surat, petugaspenyortir pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlumembaca selutuh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surattersebut. 5Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  6. 6. Broadcast Address. Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yangdiketahui seluruh host yang ada pada suatu network.Seperti diketahui, setiap datagram IPmemiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh datagramtersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memprosesdatagram tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu hostingin mengirim datagram kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisienjika ia harus membuat replikasi datagram sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaianbandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isidatagram-datagram tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address.Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada networkakan menerima datagram tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yangsama harus memiliki broadcast address yang sama dan address tersebut tidak bolehdigunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima datagram :pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast addresspada network tempat host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan membuatbit-bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 192.168.9.35atau 192.168.240.2, broadcast addressnya adalah 192.168.255.255 (2 segmen terakhirdari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimalterbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.Multicast Address. Kelas address A, B dan C adalah address yang digunakan untukkomunikasi antar host, yang menggunakan datagram-datagram unicast. Artinya,datagram/paket memiliki address tujuan berupa satu host tertentu. Hanya host yangmemiliki IP address yang sama dengan destination address pada datagram yang akanmenerima datagram tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Jika datagramditujukan untuk seluruh host pada suatu jaringan, maka field address tujuan ini akan berisialamat broadcast dari jaringan yang bersangkutan. Dari dua mode pengiriman ini (unicastdan broadcast), muncul pula mode ke tiga. Diperlukan suatu mode khusus jika suatu hostingin berkomunikasi dengan beberapa host sekaligus (host group), dengan hanyamengirimkan satu datagram saja. Namun berbeda dengan mode broadcast, hanya host-host yang tergabung dalam suatu group saja yang akan menerima datagram ini,sedangkan host lain tidak akan terpengaruh. Oleh karena itu, dikenalkan konsep multicast. 6Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  7. 7. Pada konsep ini, setiap group yang menjalankan aplikasi bersama mendapatkan satumulticast address. Struktur kelas multicast address dapat dilihat pada Gambar berikut. 224-239 0-255 0-255 0-255 1110xxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx Struktur IP Address Kelas Multicast Address Untuk keperluan multicast, sejumlah IP Address dialokasikan sebagai multicastaddress. Jika struktur IP address mengikuti bentuk 1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx(bentuk desimal 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255), maka IP address merupakanmulticast address. Alokasi ini ditujukan untuk keperluan group, bukan untuk host sepertipada kelas A, B dan C. Anggota group adalah host-host yang ingin bergabung dalamgroup tersebut. Anggota ini juga tidak terbatas pada jaringan di satu subnet, namun bisamencapai seluruh dunia. Karena menyerupai suatu backbone, maka jaringan muticast inidikenal pula sebagai Multicast Backbone (Mbone).Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yangdigunakan : Network ID tidak boleh sama dengan 127 Network ID secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu computer untuk menunjuk dirinya sendiri. Network ID tidak boleh sama dangan 255 Network ID atau Host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan. Network ID tidak boleh sama dengan 0 IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan bukan suatu host. Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.Subnetting Untuk beberapa alasan yang menyangkut efisiensi IP Address, mengatasi masalahtopologi network dan organisasi, network administrator biasanya melakukan subnetting.Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network danbagian host dari suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian host dialokasikan menjadi bit 7Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  8. 8. tambahan pada bagian network. Address satu network menurut baku dipecah menjadibeberapa subnetwork. Cara ini menciptakan sejumlah network tambahan , tetapimengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut. Subnetting juga dilakukan untuk mengatasi perbedaan hardware dan media fisikyang digunakan dalam suatu network. Router IP dapat mengintegrasi berbagai networkdengan media fisik yang berbeda hanya jika setiap network memiliki address yang unik.Selain itu, dengan subnetting, seorang Network Administrator dapat mendelegasikanpengaturan host address seluruh departemen dari suatu perusahaan besar kepada setiapdepartemen, untuk memudahkannya dalam mengatur keseluruhan network. Suatu subnet didefinisikan dengan mengimplementasikan masking bit (subnetmask) kepada IP Address, yakni terdiri dari 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Bit-bit dari IPAddress yang “ditutupi”(masking) oleh bit-bit subnet mask yang aktif dan bersesuaian akandiinterpretasikan sebagai network bit. Bit 1 pada subnet mask berarti mengaktifkanmasking ( on ), sedangkan bit 0 tidak aktif ( off ). Sebagai contoh kasus mari kita ambilsatu IP kelas A dengan nomor 44.6.3.45 . Ilustrasinya dapat dilihat Tabel berikut : 44 6 3 45 00101100 00000110 00000011 00101101 IP Address 255 0 0 0 11111111 00000000 00000000 00000000 Subnet Mask 44 0 0 0 00101100 00000000 00000000 00000000 Network Address 44 255 255 255 00101100 11111111 11111111 11111111 Broadcast Address Subnetting 16 bit pada IP Address kelas A Dengan aturan standard, nomor network IP Address ini adalah 44 dan nomor hostadalah 6.3.45 . Network tersebut dapat menampung maksimum lebih dari 16juta host yangterhubung langsung. Misalnya pada address ini akan diimplementasikan subnet masksebanyak 16 bit 255.255.0.0.( Hexa = FF.FF.0.0 atau biner = 8Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  9. 9. 11111111.11111111.00000000.00000000). Perhatikan bahwa pada 16 bit pertama darisubnet mask tersebut berharga 1, sedangkan 16 bit berikutnya adalah 0. Dengandemikian, 16 bit pertama dari suatu IP Address yang dikenakan subnet mask tersebutakan dianggap sebagai network bit. Nomor network akan berubah menjadi 44.6 dan nomorhost menjadi 3.45. Kapasitas maksimum host yang langsung terhubung pada networkmenjadi sekitar 65 ribu host. Subnetmask identik dengan standard IP Address kelas B. Dengan menerapkansubnet mask tersebut pada satu network kelas A, dapat dibuat 256 network baru dengankapasitas masing-masing subnet setara network kelas B. Penerapan subnet lebih jauhseperti 255.255.255.0 (24bit) pada kelas A akan menghasilkan jumlah network yang lebihbesar(lebih dari 65 ribu network) dengan kapasitas subnet masing-masing sebesar 256host. Network kelas B juga dapat dibagi-bagi lagi menjadi beberapa subnet denganmenerapkan subnet mask yang lebih tinggi seperti untuk 25 bit (255.255.255.128), 26 bit(255.255.255.192), 27 bit (255.255.255.224) dan seterusnya. Subnetting dilakukan pada saat konfigurasi interface. Penerapan subnet mask padaIP Address akan mendefinisikan 2 buah address baru, yakni Network Address danBroadcast Address. Network Address didefinisikan dengan menset seluruh bit hostberharga 0, sedangkan broadcast address dengan menset bit host berharga 1. Sepertiyang telah dijelaskan sebelumnya, network address adalah alamat network yang bergunapada informasi routing. Suatu host yang tidak perlu mengetahui address sluruh host yangada pada network yang lain. Informasi yang dibutuhkannya hanyalah address dari networkyang akan diihubungi serta gateway untuk mencapai network tersebut. Ilustrasi mengenaisubnetting, network address dan broadcast address dapat dilihat pada Tabel dibawah. Daritabel dapat disimpulkan bagaimana nomor network standard dari suatu IP Address diubahmenjadi nomor subnet /subnet address melalui subnetting. IP Address Network Subnet Mask Interpretasi Broadcast Address Address Standard 44.132.1.20 44.0.0.0 255.255.0.0(16bit) Host 1.20 pada 44.132.255.255 subnet 44.132.0.0 81.150.2.3 81.0.0.0 255.255.255.0(24bit) Host 3 pada 81.50.2.255 subnet 81.150.2.0 192.168.2.100 192.168.0.0 255.255.255.128(25bit) Host 100 pada 192.168.2.127 subnet 9Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  10. 10. 192.168.2.0 192.168.2.130 192.168.0.0 255.255.255.192(26bit) Host 130 pada 192.168.2.191 subnet 192.168.2.128 Beberapa kombinasi IP Address, Netmask dan network number Subnetting hanya berlaku pada network local. Bagi network di luar network lokal,nomor network yang dikenali tetap nomor network standard menurut kelas IP address.Router Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringanatau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan.Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dariprotokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.Fungsi Router Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untukmeneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch.Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local AreaNetwork (LAN). Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatujalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah beradapada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama,switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamatIP sendiri pada sebuah LAN. Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokolTCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagiAppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakancontoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapatdigunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebihbesar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar kedalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudahmanajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringanyang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang padaumumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga 10Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  11. 11. mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitekturjaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanantelekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line(DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased lineseperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yangdigunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut jugadengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untukmelakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut,meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paketdisebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas datayang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast stormyang mampu memperlambat kinerja jaringan.Jenis-Jenis Router Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni: static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.Routing Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satujaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan (internetwork). Penghalaan jugadapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat dialirhantarkan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untukmelakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagaipenghala. Penghala-penghala tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan kejaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang diterima kepadapenghala lainnya hingga sampai kepada tujuannya.Terdapat dua macam penghalaan, yaitu: 11Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  12. 12. 1. Penghalaan Magun (Static Routing) 2. Penghalaan Malar-ubah (Dynamic Routing)Contoh Persoalan SubnettingMenghitung pembagian subnet ke-25 hingga ke-31192.168.3.55/2411000000.10101000.00000011.00110111 Subnet mask : 255.255.255.0 (IP kelas C) Network ID : 192.168.3.0 Host ID : 55 /25 : Subnet mask : 255.255.255.128 Subnetting ke : 0 + 1 = 1 Network : 0 Host : 127 /26 : Subnet mask : 255.255.255.192 Subnetting ke : 0 + 1 = 1 Network : 0 Host : 63 /27 : Subnet mask : 255.255.255.224 Subnetting ke : 1 + 1 = 2 Network : 32 Broadcast : 63 /28 : Subnet mask : 255.255.255.240 12Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  13. 13. Subnetting ke : 3 + 1 = 4 Network : 48 Broadcast : 63 /29 : Subnetmask : 255.255.255.248 Subnetting ke : 6 + 1 =7 Network : 48 Broadcast : 55(merupakan IP broadcast) /30 : Subnet mask : 255.255.255.252 Subnetting ke : 13 + 1 = 14 Network : 52 Broadcast : 55(merupakan IP broadcast) /31 : Subnet mask : 255.255.255.254 Subnetting ke : 27 + 1 = 28 Network : 54 Broadcast : 55(merupakan IP broadcast)Rumusan IP bit IP : 0-7. 8-15 . 16-23 . 24-31 net prefix: 8 . 16 . 24 . 32 Classful IP Address: class A : 1.0.0.0 s/d 126.255.255.255 class B : 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255 class C : 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255 13Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  14. 14. Netmask default: class A : /8(netprefix) atau 255.0.0.0 class B : /16(netprefix) atau 255.255.0.0 class C : /24(netprefix) atau 255.255.255.0 Rumusan: IP = oct1 . oct2 . oct3 . oct4 Netmask = mask_oct1 . mask_oct2 . mask_oct3. mask_oct4 Wildcard = 255.255.255.255 - Netmask net1 = int(oct1:(256-mask_oct1)x(256-mask_oct1) net2 = int(oct2:(256-mask_oct2)x(256-mask_oct2) net3 = int(oct3:(256-mask_oct3)x(256-mask_oct3) net4 = int(oct4:(256-mask_oct4)x(256-mask_oct4) Network = net1.net2.net3.net4 Broadcast = Network + Wildcard Host min = Network + 0.0.0.1 Host max = Broadcast - 0.0.0.1 Host/net = (2^(32-netprefix))-2 Catatan: Network: nilai oct4 harus genap Host min: nilai oct4 harus ganjil Host max: nilai oct4 harus genap Broadcast: nilai oct4 harus ganjil Contoh: 1) Nilai netprefix berada dalam range: /24 < netprefix < /32 a) IP = 118.98.176.214/30 32-30=2 -> 2^2=4 -> 256-4=252 Netmask: 255.255.255.252 14Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  15. 15. Wildcard = 255.255.255.255 - 255.255.255.252 = 0.0.0.3 Network: net1 = int(118:(256-255))x(256-255) = 118 net2 = int(98:(256-255))x(256-255) = 98 net3 = int(176:(256-255))x(256-255) = 176 net4 = int(214:(256-252))x(256-252) = 212 => = 118.98.176.212 Broadcast: 118.98.176.212 + 0.0.0.3 = 118.98.176.215 Host min: 118.98.176.212 + 0.0.0.1Â Â = 118.98.176.213 Host max: 118.98.176.215 - 0.0.0.1Â Â = 118.98.176.214 Hosts/net: (2^(32-30))-2 = 2 b) 118.98.176.214/29 32-29=3 -> 2^3=8 -> 256-8=248 Netmask: 255.255.255.248 Wildcard = 255.255.255.255 - 255.255.255.248 = 0.0.0.7 Network: net1 = int(118:(256-255))x(256-255)Â Â = 118 net2 = int(98:(256-255))x(256-255)Â Â Â Â = Â 98 net3 = int(176:(256-255))x(256-255)Â Â = 176 net4 = int(214:(256-248))x(256-248)Â Â = 208 => = 118.98.176.208 Broadcast: 118.98.176.208 + 0.0.0.7 = 118.98.176.215 Host min: 118.98.176.208 + 0.0.0.1 = 118.98.176.209 Host max: 118.98.176.215 - 0.0.0.1 = 118.98.176.214 Hosts/net: (2^(32-29))-2 2) Nilai netprefix berada dalam range: /16 < netprefix < /24 a) 118.98.176.214/22 24-22=2 -> 2^2=4 -> 256-4=252 15Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  16. 16. Netmask: 255.255.252.0 Wildcard = 255.255.255.255 - 255.255.252.0 = 0.0.3.255 Network: net1 = int(118:(256-255))x(256-255) = 118 net2 = int(98:(256-255))x(256-255) = 98 net3 = int(176:(256-252))x(256-252) = 176 net4 = int(214:(256-0))x(256-0) = 118.98.176.0 Broadcast: 118.98.176.0 + 0.0.3.255 = 118.98.179.255 Host min: 118.98.176.0 + 0.0.0.1 = 118.98.176.1 Host max: 118.98.179.255 - 0.0.0.1= 118.98.179.254 Hosts/net: (2^(32-22))-2 = 1022 b) 118.98.176.214/21 24-21=3 -> 2^3=8 -> 256-8=248 Netmask: 255.255.248.0 Wildcard = 255.255.255.255 - 255.255.248.0 = 0.0.7.255 Network: net1 = int(118:(256-255))x(256-255)Â Â = 118 net2 = int(98:(256-255))x(256-255)Â Â Â Â =Â Â 98 net3 = int(176:(256-248))x(256-248)Â Â = 176 net4 = int(176:(256-0))x(256-0) = 0 => = 118.98.176.0 Broadcast: 118.98.176.0 + 0.0.7.255 = 118.98.183.255 Host min: 118.98.176.0 + 0.0.0.1 = 118.98.176.1 Host max: 118.98.183.255 - 0.0.0.1 = 118.98.183.254 Hosts/net: (2^(32-21))-2= 2046 3) Nilai netprefix berada dalam range: /8 < netprefix < /16 16Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  17. 17. a) 118.98.176.214/14 16-14=2 -> 2^2=4 -> 256-4=252 Netmask: 255.252.0.0 Wildcard = 255.255.255.255 - 255.252.0.0 = 0.3.255.255 Network: net1 = int(118:(256-255))x(256-255) = 118 net2 = int(98:(256-252))x(256-252) = 96 net3 = int(176:(256-0))x(256-0) = 0 net4 = int(214:(256-0))x(256-0) = 0 =>= 118.96.0.0 Broadcast: 118.96.0.0 + 0.3.255.255 = 118.99.255.255 Host min: 118.96.0.0 + 0.0.0.1 = 118.96.0.1 Host max: 118.99.255.255 - 0.0.0.1 = 118.99.255.254 Hosts/net: (2^(32-14))-2 = 262142 b) 118.98.176.214/13 16-13=3 -> 2^3=8 -> 256-8=248 Netmask: 255.248.0.0 Wildcard = 255.255.255.255 - 255.248.0.0 = 0.7.255.255 Network: net1 = int(118:(256-255))x(256-255) = 118 net2 = int(98:(256-248))x(256-248) = 96 net3 = int(176:(256-0))x(256-0) = 0 net4 = int(214:(256-0))x(256-0) = 0 => = 118.96.0.0 Broadcast: 118.96.0.0 + 0.7.255.255 = 118.103.255.255 Host min: 118.96.0.0 + 0.0.0.1 = 118.96.0.1 Host max: 118.103.255.255 - 0.0.0.1 = 118.103.255.254 Hosts/net: (2^(32-13))-2 = 524286 17Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika
  18. 18. Daftar Pustakawhatismyipaddress.comhttp://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fiwaksepattld.files.wordpress.com%2F2010%2F08%2Fip-address-dan-subnetting.pdf&ei=rCMpT86MHauUmQX2v5nPAw&usg=AFQjCNFGt4ZfIo9a5aVGDqFYMcEkLLXWjw&sig2=aWisyDq8Na90fQj7EwfzAwhttp://id.wikipedia.org/wiki/Penghalaanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Penghala 18Ivan Kristianto Program Study Teknik Informatika

×