Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bai

608 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bai

  1. 1. MAKALAH PENDIDIKAN ISLAM DALAM FILSAFATMakalah Ini Dibuat Sebagai Tugas Individu Pada Mata Kuliah PILSAFAT SAINS Disusun Oleh: Baidilah (09221008) DOSEN PEMBIMBING LITADO D. JUSMA, M pd. FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PENDIDIKAN MIPA MATEMATIKA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG 2010
  2. 2. A. Pendahuluan Setiap orang memiliki filsafat walaupun ia mungkin tidak sadar akan haltersebut. Kita semua mempunyai ide-ide tentang benda-benda, tentang sejarah, artikehidupan, mati, Tuhan, benar atau salah, keindahan atau kejelekan dan sebagainya. .Banyak orang termenung pada suatu waktu. Kadang-kadang karena ada kejadianyang membingungkan dan kadang-kadang hanya karena ingin tahu, dan berfikirsungguh-sungguh tentang soal-soal yang pokok.minsalnya: Apakah kehidupan itu,dan mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu? Apakah kedudukankehidupan dalam alam yang besar ini ? Apakah alam itu bersahabat ataubermusuhan ? apakah yang terjadi itu telah terjadi secara kebetulan ? atau karenamekanisme, atau karena ada rencana, ataukah ada maksud dan fikiran didalam benda . Oleh karena itu filsafat dimulai oleh rasa heran, bertanya dan memikir tentangasumsi-asumsi kita yang fundamental (mendasar), maka kita perlukan untuk menelitibagaimana filsafat itu menjawabnya. Pada makala ini akan kita bahas tentang Pengertian Filsafat pendidikan Islam,Studi dalam filsafat pendidikan islam,dasar pelaksanaan pendidikan islam, RuangLingkup Filsafat Pendidikan Islam, Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam, danMetode Pengembangan Filsafat Pendidikan Islam,
  3. 3. B.pembahasanA. Pengertian Filsafat pendidikan Islam Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kataSophos yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta cintaterhadap ilmu atau hikmah. Selain itu terdapat pula teori lain yang mengatakan bahwa filsafat berasal darikata Arab falsafah, yang berasal dari bahasa Yunani, Philosophia: philos berarti cinta,suka (loving), dan sophia yang berarti pengetahuan, hikmah (wisdom). Jadi,Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran ataulazimnya disebut Pholosopher yang dalam bahasa Arab disebut failasuf. Sedangkan pengetian Pendidikan adalah daya upaya yang memajukanbertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak, guna memejukan kesempurnaanhidup, kehidupan dan penghidupan anak–anak selaras dengan dunianya. 1 Pendidikan sebagai sebuah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yangcocok bagi induvidu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat danbudaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke genersi. 2 Dan Islam adalah agama yang meng-Esakan Alla S.W.T. yang bertujuanuntuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa pengertian fisafat darisegi kebahasaan atau semantik adalah cinta terhadap pengetahuan atau kebijaksanaan.Dengan demikian filsafat adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang menempatkanpengetahuan atau kebikasanaan sebagai sasaran utamanya. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa filsafat pendidikan islam adalah cintaterhadap pengetahuan yang mengarahkan pada kebahagian dunia dan akhirat bagisemia individu muslim.B.Studi dalam filsafat pendidikan islam 1 Ki Hajar Dewantara. 1997. Pisikologi Pendidikan ( Dalam Buku Nyayu Khadijah ), Grafika Telindo Press, Hal. 27. 2 Crow, L., D. dan Alic Crow. 1984. Educational Psychology, Diterjemahkan oleh : Z. Kasijan, Surabya : Bina Ilmu. Hal . 27.
  4. 4. Dalam rangka membina filsafat pendikan islam yang di dasari nilai islam,maka di perlukan berbagai ilmu pengetahuan dan pengalman. Suatu pilsafat pendikanyang berdasar islam tidak lain adalah pandangan dasar tentang pendidikan yangberdasarkan ajaran islam dan yang orientasi pemikirannya berdasarkan ajarantersebut3 Filsafat pendidikan islam yang kita kehendaki adalah suatu pemikiran yangserba mendalam, mendasar, sistematis, terpadu, dan logis, menyeluruh seta universalyang tertuang atau tersusun kedalam suatu bentuk pemikiran atau konsep suatusistem. Mengingat filsafat pendidikan islam adalah filsafat tentang pendidikan yangtidak di batasi oleh lingkungan kelembagaan islam saja atau oleh ilmu pengetahuandan pengalaman ke islaman semata- mata, melainkan menjangjau semua ilmipengetahuan yang seluas aspirasi masyarrakay muslim, maka pandangan dasar yangmenjasi titik tolah studi adalah ilmu pengetahuan yang teoritis dan praktis dalamsegala bidang pengetahuan yang bekaitan dengan masalah pendidikan yang ada danyang akan ada dalam masyarakat yang berkembang terus tanpa mengalamikemandegan. Terbukti dalam sejarah perkembangan pemikiran islam tentang gejala hidupduniawi dalam segala bidangnya, filusuf-filusuf islam dapat mengungkapkan kedunia barat pada khususnya bahwa islam ternyata tidak hanya melacak masalah-masalah keagamaan saja, melainkan juga menggerakkan aspirasi manusia dalampenggalian ilmu pengetahuan yang oleh dunia medern saat ini tetap di ingati sebagaibasis pengetahuan yang berdaya ” mengembangkan” ilmu aljabar, penggalipertamanya adalah Ibnu Jabir, pemikir muslim dari Afrika Utara ; ilmu optik yangpernah di gali oleh Ar-Razy dan sebagainya, dapat di pelajari dalam sejarahkebudayaan islam4.3 Prof.Dr.Fadhil Al-Djamaly,Tarbijah Al Insan Al-Djadid, hal 97 – 98 ( untuk dibandingkan).4 Philip K. Hifti, The Arab a Short Histori. Terj. Oleh Usuludin Hutagalung, pp. 170 - 185
  5. 5. Berdasarkan pemikiran tentang pendidikan islam yang tercatat dalam sejarahyaitu pendiri sekolah-sekolah yang terkenalantara lain Nurudin Zauki dan Nidzam AlMulky zaman khalifah harun Ar-Rasyid abad 4 H, yang pernah merintis kearahpendidikan pormal, berupa sekolah di iringin dengan metode-metode pengajaran yangchild centered pada masanya, kualitas nilainya dalam ke[ribadian/ pengajaran tetap dianggap baik sampai masa kini5 Jadi dalam studi tantang filsafat pendikan islam tersebut haru di tuntutpengasaan ilmu-ilmu pengetahuan yang melengkapi yang dapat menjadi sumberpotensi rujukan pemikiran-pemikiran bidang tersebut yang dapat melingkupisekurangkurangnya sbb: 1. ilmu agama Islam yang luas dan Mandalam 2. ilmu pengetahuan tentang kebudayan islam dan umum serta sejarahnya 3. filsafat islam dan umum seta ilmu-ilmu cabang kefilsafatan yang kontemporer saat ini 4. ilmu tentang manusia seperti psikolagi dalam segala cabangnya yang releven dengan kependidikan, serta yang mengenai perkembangan kehidupan manusia 5. science dan teknologi yang terutama berhubungan dengan hajat hidup manusia dan yang berpenganruh terhadap perkembangan pendidikan minsalnya teknolgi pendidikan 6. ilmu terntang sistem approact seta ilmu tentang metode pendidikan dan riset pen didikan 7. pengalaman tentang teknik-teknik operasional kependidikan dalam masiarakat 8. ilmu pengetahuan tentang masyarakat seperti sosiolagi terutama tentang sosiolagi pendidikan5 Keterangan tentang sekolah-sekolah yang di dirikan oleh nuruddin Zauki dan Nizam Al Mulki dalambuku prof. Dr. Ahmad Salabi, trench Attarbijjah, Al-Islamijjah, terj, sejarah pendidikan islam , OlehProf. H. Muchtar Yahya dan Drs. Sanusi Latip, pp 112-129
  6. 6. 9. ilmu tentang kemanusiaan lainnya seperti antropolagi budaya, ekolagi dan etnologi dan sebagainya 10. ilmu tentang teori pendidikan atai poedogogik6 pada uraian diatas terdapat berbagai studi umum, seperti sosiolagi hal initentunya adalah suatu bukti bahwa kita umat islam di tuntut untuk tidak hanyaberpaku pada materi-materi tentang keislaman saja dalam penggalian ataupunmemberikan ilmu pengetahuan dalam prosesbelajar, yang akhirnya akan membuatkita menjadi lebih primitif dan tidak berkembang. Kita juga harus mengetahui tentanghubungan-hubungan sosial dan dengan alam semesta. Karena pada dasarnya semuaitu terdapat di dalam Alquran hanya saja sebagian dari kita, ataupun banyak diantarakita yang tidak mengetahui hal itu. Namun demikian kita juga tidak boleh melupakan tentang dasar ataupunsumber pengetahuan kita sebagai umat islam. Jadi disini kita harus pandai memilahdan memilih ulmu-ilmu yang bermanpaaf atau tidak bagi dirikita khususnya danumat islam umumnya.C.Metode yang di gunakan dalam pendidikan islam Dalam sejarah pendidikan islamdapat di ketahui bahwapara pendidik muslimdalam brbagai situasi an kondisi yang berbeda , terlah menerapkan berbagai macammetode pendidikan atau pengajaran. Metode yang digunakan dalam pendidikan islam tidak hanya metodemendidik atau mengajar, melainkan juga metode belajar yang harus di gunakan anakdidik. Menurut Al Gozzaly, seorang pendidik agar memperoleh sukses dalamtugasnya haru menggunakan pengaruh seta cara yang tepat terarah76 Bandingkan pendapat Prof. Dr. Fadhil dalam bukunya ; Tarbijjah Al-Insan Al- Djadid, p. 257 Aly Al-Djumlathy & Abu Futuh At-Tawanisy, Dirasat Muqaramah fit Tarbijjah Al-Islamijjah, op cit,pp. 111 - 116
  7. 7. Bila seorang anakdidik di biasakan dengan sifat-sipat yang baik, maka akanberkembanglah sifat-sifat yang baik itu pada dirinya dan akan memperolehkebahagian hidup dunia dan akhirat. Orang tua, gurunya, pendidiknya juga akan terutberbahagia bersamanya, sebaliknya bila anak itu kita niasakan dengan sifat-sifat yangjelak, dan kita biarkan bagitu saja, maka ia akan celaka dan binasa.semua tanggungjawab dalam hal itu terletak pada pengasuh dan walinya. Walinya wajib menjagaanak tersebut dari segala dosa, mendidik dan mengajarnya dengan budi perketi yangluhur seta menjaga jangan sampai bergaul dengan teman-temannya yang nakal ....danseterusnya8 Di dalam membahas masalah belajar Al-Gozaly lebih menekankan petensirasio daripada petensi kejiwaan yang lain. Meskipun potensi rasio manusia dipandang berbeda di dalam kekuasaan tuhan. Kakuasaan Tuhan adalah yang pertamasedangkan rasio menubia adalah yang kedua. Beliau menyatakan ”secara potensial, pengetahuan itu ada di dalam jiwamanusia bagaikan benih di dalam tanah. Dengan melaui belajar potensi itu barumenjadi aktual” dalam hal mendidik, Al Gozaly mengambil sistem yang berasaskankeseimbangan antara kemampuan rasional dengan kekuasaan tuhan , antarakemampuan penalaran dengan pengalaman mistik yang membarikan ruangbekerjanya akal pikiran, dan keseimbangan antara berpikir deduktip logis denganpengalaman empiris manusia9 Atas dasar pandangan Al Gozzaly yang becoral empiris itu, maka tergambarpula dalam metode pendidikan yang di inginkan. Diantaranya lebih menekankan padaperbaikan sikaf dan tingkah laku para pendidik dalam mendidik, seperti: 1. guru harus bersikap mencintai murudnya bagaikan anak sendiri108 Al-Gozaly, Al Ihya Ulumuddin, juzz III. P. 639 A.L. Tibawi , Islamic Education, Its Tradition and Modernization into arab national System, pp. 42 -4310 Aly Al-Djumlathy & Abu Futuh At-Tawanisy, Dirasat Muqaramah fit Tarbijjah Al-Islamijjah, pp.111 - 115
  8. 8. 2. Guru tidak usa mengharapkan upah dari tugas pekerjaannya, kaena mendidik atau mengajar mengikuti tugas pekerjaan mengikuti jejak nabi Muhamad S.a.w. nilainya lebih tingi dari ukuran harta atu uang. Mengajar atau mendidik adalah usaha yang menunjukkan manusia kearah yang haq dan kebaikan seta ilmu. Upahnya adala hterletak pada diri anak didik yang setelah dewasa menjadi orang yang mengamalkan hal-hal yang ia didikkan atau ajarkan. 3. guru harus menberikan nasehat kepada muridnya agar menuntut ilmu tidak untuk kebanggaan diri atau untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. tidak pula untuk mencari kehidupan atau pekerjaan yang berlebi-lebihan. 4. guru harus mendorong muridnya untuk mencari ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang dapat membawa kebahagiaan dunia dak akhirat. 5. guru harus memberikan contoh yang baik dan taauladan yang indah dimata anak didik sehingga anak senang untuk mencontoh tingkah lakunya. Dia harus bejiwa halus, sopan serta berjiwa tasammuh ( lapang dada ), murah hati dan terpuji. Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam proses belajar mengaajarataupun pendidikan yang menjadi faktor penentu utama antara berhasil dengantidaknya itu adalah pendidik yang dalam hal ini meberikan ilmu, namun tidakmengekang anak didik sehingga ia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang diberikan kepadanya, atau dengan kata lain keberhasilannya adlah keberhasilan yangmerdeka, bukan seperti penjinakan, akan tetapi pendidik harus senantiasamemperhatikan perkembangannya itu agar ia tidak keluar dari jalur pendidikan yangbertujuan memberikan kebahagiaan dunia akhiratiD. Dasar Pelaksanaan Pendidikan Islam Dasar pelaksanaan pendidikan islam itu adalah alquran dan hadis sebagaimanapirman Allah SWT:
  9. 9. ”Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu dengan perintah kami. Sebelumnyakamu tidaklah mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Alquran itucahaya yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamubenar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang benar’11Dan Hadis dari Nabi SAW :“ Sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yangsenantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya,sempurna akal pikirannya, serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya, makaberuntung dan memperoleh kemenangan ia”12Dari ayat dan hadis di atas tadi dapat diambil kesimpulan : 1. Bahwa al Qur’an diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk kearah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk kearah jalan yang diridhoi Allah SWT. 2. Menurut Hadist Nabi, bahwa diantara sifat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah, yang dapat diformulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan Islam. 3. Al Qur’an dan Hadist tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendidikan Islam. Alquran sebagai sumber ilmu bagi umat islam, bila seseorang telah dirasukikeimanan, bahwa tiada tuhan selain Allah dan muhammad utusan Allah makakeberadaan Alquran tidak dapat di sangkal lagi dan Ayat-ayat Alquran tidak11 QS. Asy-Syura : 5212 al Ghazali, Ihya Ulumuddin hal. 90
  10. 10. sulilt di terima. Itulah sebabnya keyakinan kepada Allah di letakkan padaurutan pertama dalam rukun Iman maupun rukun Islam.E. Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam Muzayyin Arifin13 menyatakan bahwa mempelajari filsafat pendidikan Islamberarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik. Logis, dan menyeluruh(universal) tentang pendidikan, ysng tidak hanya dilatarbelakangi oleh pengetahuanagama Islam saja, melainkan menuntut kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yangrelevan. Dari pendapat di atas, memberi petunjuk kepada kita bahwa ruang lingkupfilsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatanpendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode,dan lingkungan pendidikan.F. Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam Prof. Mohammad Athiyah anrosyi menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagipendidikan Islam14 1. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia. Islam menetapkan bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam. 2. Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pendidikan Islam tidak hanya menaruh perhatian pada segi keagamaan saja dan tidak hanya dari segi keduniaan saja, tetapi dia menaruh perhatian kepada keduanya. sekaligus. 3. Menumbuhkan ruh ilmiah pada pelajaran dan memuaskan untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu bukan sekedar sebagai13 . Muzayyin Arifin filsafat pendidikan Islam 1953, 20-2414 ..Prof. Mohammad Athiyah abrosyi, kajiannya tentang pendidikan Islam 23-24
  11. 11. ilmu. Dan juga agar menumbuhkan minat pada sains, sastra, kesenian, dalam berbagai jenisnya. 4. Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis, dan perusahaan supaya ia dapat mengusai profesi tertentu, teknis tertentu dan perusahaan tertentu, supaya dapat ia mencari rezeki dalam hidup dengan mulia di samping memelihara dari segi kerohanian dan keagamaan. 5. Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. Pendidikan Islam tidaklah semuanya bersifat agama atau akhlak, atau sprituil semata-mata, tetapi menaruh perhatian pada segi-segi kemanfaatan pada tujuan-tujuan, kurikulum, dan aktivitasnya. Tidak lah tercapai kesempurnaan manusia tanpa memadukan antara agama dan ilmu pengetahuan. Dari ungkapan di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan islam itubermanfaat atau berguna untuk pengembangan diri peserta didik agar memperolehkebahagian dunia dan akhirat, bukan hanya dunia atau akhirat saja. Oleh karena itupendidikan islam haru di jalankan atau di laksanakan dengan baik dan terarah agarmemperoleh hasil yang mak siksimal serta anak didik hasil didikan benar-banar bisamenuai manfaat dari proses penggalian ilmunya selama ini, dengan demikian anakdidik tidak membuang waktunya secara percuma ( benar- benar melakukan hal-halyang positif), baik bagi dirinya pribadi khususnya, ataupun bagi masyarakat dannegara umumnya. Dan tidak pernah terlepas dari pedoman agama islam, namun tidakpula berpikiran primitip dan tidak berkembang. Karena sesungguhnya tujuan utamadari pendidikan itu adalah membentuk pribadi yang baik dan berdaya guna sertabermanfaat dari segala bidang dan faktor yang fositip tentunya.G. Metode Pengembangan Filsafat Pendidikan Islam
  12. 12. Sebagai suatu metode, pengembangan filsafat pendidikan Islam biasanyamemerlukan empat hal sebagai berikut15 Pertama, bahan-bahan yang akan digunakan dalam pengembangan filsafatpendidikan. Dalam hal ini dapat berupa bahan tertulis, yaitu al Qur’an dan al Hadistyang disertai pendapat para ulama serta para filosof dan lainnya ; dan bahan yangakan di ambil dari pengalaman empirik dalam praktek kependidikan. Kedua, metode pencarian bahan. Untuk mencari bahan-bahan yang bersifattertulis dapat dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang masing-masing prosedurnya telah diatur sedemikian rupa. Namun demikian, khusus dalammenggunakan al Qur’an dan al Hadist dapat digunakan jasa Ensiklopedi al Qur’ansemacam Mu’jam al Mufahras li Alfazh al Qur’an al Karim karangan MuhammadFuad Abd Baqi dan Mu’jam al muhfars li Alfazh al Hadist karangan Weinsink. Ketiga, metode pembahasan. Untuk ini Muzayyin Arifin mengajukan alternatifmetode analsis-sintesis, yaitu metode yang berdasarkan pendekatan rasional dan logisterhadap sasaran pemikiran secara induktif, dedukatif, dan analisa ilmiah. Keempat, pendekatan. Dalam hubungannya dengan pembahasan tersebut di atasharus pula dijelaskan pendekatan yang akan digunakan untuk membahas tersebut.Pendekatan ini biasanya diperlukan dalam analisa, dan berhubungan dengan teori-teori keilmuan tertentu yang akan dipilih untuk menjelaskan fenomena tertentu pula.Dalam hubungan ini pendekatan lebih merupakan pisau yang akan digunakan dalamanalisa. Ia semacam paradigma (cara pandang) yang akan digunakan untukmenjelaskan suatu fenomena. Dari uraian di atas dapa tdi simpulkan bahwa :15 Zuhairini. Dra, dkk., Filsafat Pendidikan Islam hal 122-124
  13. 13. 1. Untuk pengembangan pilsafat pendidika islam, kita tidak boleh lepas dari pedoman kita sebagai umat islam.2. kita juga harus mencari informasi yang akurat dan terpercaya dari para filosof dan memilah-memilah antara yang baik dengan yang buruk Kesimpulan
  14. 14. Islam dengan sumber ajarannya al Qur’an dan al Hadist yang diperkaya olehpenafsiran para ulama ternyata telah menunjukkan dengan jelas dan tinggi terhadapberbagai masalah yang terdapat dalam bidang pendidikan. Karenanya tidak heranntuk kita katakan bahwa secara epistimologis Islam memilki konsep yang khastentang pendidikan, yakni pendidikan Islam. Demikian pula pemikiran filsafat Islam yang diwariskan para filosof Muslimsangat kaya dengan bahan-bahan yang dijadikan rujukan guna membangun filsafatpendidikan Islam. Konsep ini segera akan memberikan warna tersendiri terhadapdunia pendidikan jika diterapkan secara konsisten. Namun demikian adanya pandangan tersebut bukan berarti Islam bersikapekslusif. Rumusan, ide dan gagasan mengenai kependidikan yang dari luar dapat sajaditerima oleh Islam apabila mengandung persamaan dalam hal prinsip, atau palingkurang tidak bertentangan. Tugas kita selanjutnya adalah melanjutkan penggalian secara intensif terhadapapa yang telah dilakukan oleh para ahli, karena apa yang dirumuskan para ahli tidaklebih sebagai bahan perbangdingan, zaman sekarang berbeda dengan zaman merekadahulu. Karena itu upaya penggalian masalah kependidikan ini tidak boleh terhenti,jika kita sepakat bahwa pendidikan Islam ingin eksis ditengah-tengah percaturanglobal. DAFTAR PUSTAKA
  15. 15. Alquran Al Ghazali, Ihya Ulumuddin Syafeie, inu, kencana, Drs. Alquran adalah filsafat , perca, jawatimur, 2003 Surya batra, s., 2002, psikologi pendidikan,cetakan kesebelasan, jakarta:rajawali press Ahmad Hanafi, M.A., Pengantar Filsafat Islam, Cet. IV, Bulan Bintang,Jakarta, 1990. Prasetya, Drs., Filsafat Pendidikan, Cet. II, Pustaka Setia, Bandung, 2000 Titus, Smith, Nolan., Persoalan-persoalan Filsafat, Cet. I, Bulan Bintang,Jakarta, 1984. Ali Saifullah H.A., Drs., Antara Filsafat dan Pendidikan, Usaha Nasional,Surabaya, 1983. Zuhairini. Dra, dkk., Filsafat Pendidikan Islam, Cet.II, Bumi Aksara, Jakarta,1995. Abuddin Nata, M.A.,i, Cet. I, Logos, Wacana Ilmu, Jakarta, 1997

×