Hubungan hubungan dalam logika 2

3,775 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,775
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hubungan hubungan dalam logika 2

  1. 1. MATA KULIAH - LOGIKA UNIBA @ 2012
  2. 2. HUBUNGAN-HUBUNGAN DALAM LOGIKAAda 6 (enam) macam hubungan logika:a. Hubungan independen (tak bertautan).Dua pernyataan mempunyai hubunganindependen manakala keduanya menampilkanpermasalahan yang sama sekali terpisah.Contoh:Kuda Sumbawa kuat-kuatPohon asam berakar tunggangSemua kelinci adalah lemahSemua kelinci pemakan daun-daunan.
  3. 3. Hubungan independen mempunyai tabiat: benar salahnya pernyataanpertama tidak dapat dipakai menentukan benar salahnya pernyataanyang lain. Kebenaran pernyataan Kuda Sumbawa kuat-kuat tidakdapat dipakai menentukan benar salahnya pernyataan Pohon asamberakar tunggang, begitu pula sebaliknya.b. Hubungan ekuivalen (persamaan)Dua pernyataan mempunyai hubungan ekuivalen manakala keduanyamempunyai makna yang sama Contoh: Semua besi adalah logam Sebagian logam adalah besi Sebagian cendekiawan menjadi menteri Sebagian cendekiawan bukan tak menjadi menteri.
  4. 4. Hubungan ekuivalen mempunyai tabiat: benarsalahnya pernyataan yang satu menentukan benarsalahnya pernyataan yang lain. Dengan perkataanlain, bila pernyataan yang satu benar maka benarpula pernyataan yang lain, bila pernyataan yangsatu salah yang lain mengikuti juga.c. Hubungan kontradiktori (pertentangan) Dua pernyataan mempunyai hubungankontradiktori manakala keduanya terdiri termsubyek dan predikat yang sama tetapi berbedadalam kualitas maupun kuantitasnya.Hubungan kontradiktori terdapat antara pasanganpernyataan A dan O atau pasangan E dan I.
  5. 5. Contoh:A : Semua yang sukses rajin O : Sebagian yang sukses tidak rajinE : Semua orang saleh tidak pendengkiI : Sebagian orang saleh pendengki Sepasang permasalahan kontradiktori mempunyai tabiatbila salah satu yang lain harus benar, dan bila yang satu benar yanglain harus salah, tidak mungkin benar keduanya atau salahkeduanya.Contoh pasangan A dan O: Bila dalam kenyataan semua orang yang sukses adalahorang yang rajin, maka pernyatan A benar dan O salah. Sedangkanbila dalam kenyataan beberapa orang yang sukses adalah orang-orang yang tidak rajin maka pernyataan O benar dan A salah.Semua orang sukses adalah tidak rajin maka A salah dan O benar.
  6. 6. Contoh:E : Semua mahasiswa kelas A tidak lulusI : Sebagian mahasiswa kelas A lulus Jika dalam realitas semua mahasiswakelas A tidak ada yang lulus, maka E benar danI salah. Tetapi bila ada yang lulus dan ada yangtidak maka I benar dan E salah. Bila dalamkenyataan: semua mahasiswa lulus maka Esalah dan I benar. Jadi, dalam hubungan kontradiktori salahsatu harus benar dan satunya lagi harus salah.
  7. 7. d. Hubungan kontrari (perlawanan) Dua pernyataan mempunyai hubungan kontrari manakala term subyek dan predikat kedua pernyataan itu sama, kuantitasnya sama-sama universal tetapi berbeda dalam kualitas. Hubungan kontrari terdapat pada pernyataan A dan E. Contoh: A : Semua politikus curang E : Semua politikus tidak curang Hubungan kontrari mempunyai tabiat: salah satu pernyataan harus salah dan bisa salah keduanya.  Bila dalam kenyataan: semua politikus adalah curang, maka pernyataan A benar dan E salah.  Bila dalam kenyataan: semua politikus tidak curang maka A salah dan E benar.  Bila dalam kenyataan: ada yang crang dan ada yang tidak curang, maka A dan E sama-sama salah.
  8. 8. e. Hubungan sub-kontrari (setengah perlawanan) Dua pernyataan mempunyai hubungan sub-kontrari manakala term subyek dan predikat pernyataan itu sama, kuantitasnya sama-sama partikuler berbeda dalam kualitas. Hubungan sub-kontrari terdapat pada pernyataan I dan O. Contoh: I : Sebagian pedagang kikir O : Sebagian pedagang tidak kikir O : Sebagian mahasiswa tidak malas I : Sebagian mahasiswa malas Hubungan sub-kontrari mempunyai tabiat: salah satu pernyataan harus benar dan bisa benar keduanya. Bila dalam kenyataan: semua pedagang adalah kikir, maka Ibenar dan O salah. Bila semua pedagang adalah tidak kikir, maka Obenar dan I salah. Bila dalam kenyataan sebagian pedagang kikir,sebagian tidak kikir, maka I dan O sama-sama benar.
  9. 9. f. Hubungan Implikasi (mencakup) Dua pernyataan mempunyai hubungan implikasimanakala term subyek dan predikat pernyataan itusama, sama-sama dalam kualitas tetap iberbedakuantitas. Hubungan implikasi terdapat padapernyataan A dan I serta pasangan antara E dan O.Contoh:A : Semua mahasiswa kelompok C rajinI : Sebagian mahasiswa kelompok C rajinE : Semua partiot tidak malasO : Sebagian patriot tidak malas Hubungan implikasi mempunyai sifat: bila benarkeduanya salah keduanya, atau satu benar dan satusalah
  10. 10. Contoh pernyataan A dan I:Bila dalam kenyataan: semua mahasiswa kelompok C rajin, maka A benar, begutu pula I. Jadi , disini keduanya benarBila dalam kenyataan: semua mahasiswa kelompok C tidak rajin, maka A dan I salah.Bila dalam kenyataan: mahasiswa kelompok C ada yang rajin, dan ada pula yang tidak, maka A benar dan I salah.PERNYATAAN SINGULARPernyataan A dan E dengan subyek dan predikat yang samasebagaimanan kita ketahui mempunyai hubungan kontrari.Tetapi pernyataan A dan E SINGULAR, DENGAN SUBYEK DANPREDIKET YANG SAMA MEMPUNYAI HUBUNGANKONTRADIKTORI, SEPERTI: A ( SINGULAR ) : HASAN BERBAJU HITAM. E ( SINGULAR ) : HASAN TIDAK BERBAJU HITAM
  11. 11. SEPASANG PERMASALAHAN A (SINGULAR)DENGAN SUBYEK YANG SAMA TETAPI PREDIKETBERBEDA DAPAT MEMPUNYAI HUBUNGANKONTRARI, SEPERTI: A (SINGULAR): NURDIN PERGI KE YOGJAKARTA A (SINGULAR): NURDIN PERGI KE SOLO.SEPASANG PERMASALAHAN A (SINGULAR)DENGAN SUBYEK SAMA TETAPI PREDIKETBERBEDA DAPAT JUGA MEMPUNYAI HUBUNGANINDENPENDEN SEPERTI:A (SINGULAR): NURDIN PERGI KE YOGJAKARTAB (SINGULAR): NURDIN ANAK CERDAS

×