SlideShare a Scribd company logo
1 of 22
PEMERIKSAAN & PENGUJIAN
SISTIM PENGAPIAN
Sistim pengapian berfungsi untuk menyalakan api pada busi, pada saat
yang tepat sehingga dapat memungkinkan terjadinya pembakaran
diruang bakar
INFORMATION
# PENGAPIAN CONVENTIONAL
Pada mesin mobil dengan sistim pengapian conventional
Sistim pengapian dilengkapi dengan :
1. Ignition Coil
2. Platina
4. Distributor yang didalamnya berisi :
Centrifugal Advance
Vacum Advance
Plat dudukan Platina
Camlobe
Rotor
tutup distributor
3. Condensor
5. Hightention Cord / Kabel
busi tegangan tinggi
6. Busi / Sparkplug
# PENGAPIAN ELECTRONIC
PENGAPIAN ELECTRONIC ADA 2 MACAM
1. Pengapian Electronic dengan Distributor/ Full Transistor Ignition
Pada sistim pengapian ini, fungsi dari platina digantikan oleh transistor
Dan keuntungan dari pengapian model ini adalah :
Pemutusan arus pada primary coil dapat terjadi dengan seketika
sehingga bunga api listrik yang dihasilkan dapat lebih besar
kelemahannya, masih menggunakan komponen mechanical untuk
mengatur Advancernya.
2. Pengapian Electronic tanpa Distributor
Pengapian ini juga disebut dengan pengapian “ Distributor Less Ignition “
Pada sistim pengapian ini semua kerja mechanical dihilangkan, termasuk
Distributor & dan Advancer ( vacuum maupun Centrifugal )
Bagaimana dengan pebagian listrik ke masing – masing busi
Pembagian listrik ke setiap busi dikontrol oleh Control Unit Secara
Electronic, demikian pula dengan advancernya.
Pengapian jenis ini biasanya dilengkapi dengan 1 busi , 1 coil
PEMERIKSAAN SISTIM PENGAPIAN
CONVENSIONAL
LANGKAH PERSIAPAN
a. SIAPKAN PERALATAN KERJA / TOOLS
- Kunci pas
- Kunci ring
- Palu
- Obeng
-Tang
- Test pen DC b. SIAPKAN ALAT UKUR
- Multi Tester ( AVO meter )
Catatan :
Jika menggunakan AVO meter
Analog / Jarum
Kalibrasilah sebelum dipergunakan
AVO METER ANALOG
AVO METER DIGITAL
1. Memeriksa Hightension Cord
Hightension Cord atau kabel busi berfungsi sebagai penghantar Voltage
Yang tinggi yang dihasilkan oleh Ignition Coil
Kabel Busi harus mempunyai nilai tahanan yang tinggi ( +/- 15 K ohm / mtr )
Untuk mencegah adanya induksi balik oleh listrik tegangan tinggi yang
dihasilkan oleh Coil dan tidak sempat meloncat ke pada electrode busi
Bagaimana cara memeriksa kabel busi :
a. Kalibrasi alat ukur / AVO meter pada posisi kilo Ohm
b. Ukur pada setiap kabel busi termasuk kabel coil
Bila nilai tahan dibawah spesifikasi
gantilah kabel busi
Jika kita medapatkan nilai kabel
busi diatas Spesifikasi ( 16 K Ohm /
meter berarti kabel busi putus
gantilah kabel busi
Memeriksa nilai
Resistor kabel busi
2. Memeriksa Distributor Cup
Distributor cup berfungsi untuk
membagi penyaluran tegangan tinggi
ke busi
Apa saja yang harus diperiksa
pada bagian ini
a. Keretakan
b. Kondisi terminal terbakar
c. Kondisi terminal aus / korosi
Bila hal ini terjadi pada distributorcup maka
penyaluran voltage yang
dibangkitkan oleh coil ke busi
menjadi terganggu
Pemeriksaan dilakukan disetiap terminal
Penghantar listrik
3. Memeriksa Busi
Fungsi dari busi adalah untuk meloncatkan bunga api listrik di ruang bakar
Supaya dapat terjadi pebakaran campuran uadara & bahan bakar.
Apa saja yang harus kita periksa pada bagian ini dan bagai mana
cara memeruksanya :
a. Insulator busi
Kita periksa dengan cara mengukur nilai
tahanan insulator busi
nilai tahanannya > 20 Mega Ohm
b. Electroda busi
Electroda busi mempunyai nilai tahanan minimum sebesar 15 mega ohm
Mengukur
Nilai insulator
busi
Bagian yang diukur adalah terminal busi & electrode tengah
d. Mengukur celah busi
Celah busi, untuk setiap mesin adalah tidak sama untuk itu
Lihatlah spesifikasi dari setiap mesin
Cara pengukuran :
Gunakan SST atau Feeller gauge dan ukurlah celah antara electrode negative
busi dan electrode tengah busi
c. Memeriksa kondisi busi .
Busi dikatakan baik bila warna dari sisa pembakarannya abu - abu
Jika pemilihan busi tidak tepat maka akan menyebabkan busi terbakar atau meleleh
Bila kita menemukan businya berwarna hitam, ini bisa diakibatkan oleh :
- Adanya kebocoran oli mesin akibat ring / silinder aus
- Kebanyakan bahan bakar ( setelan karburator yang tidak baik )
3. Memeriksa busi
Periksa keausan dari electrode busi,
Busi yang telah dipakai lama atau telah menempuh jarak yang jauh akan aus
4. Memeriksa Ignition Coil
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi gulungan yang ada
pada Ignition Coil
Bagian apa saja yang diperiksa .
a. Nilai tahanan Primary Coil
Pengukuran nilai tahanan pada Ignition Coil selalu dimulai dari
“ Positive Coil “
Caranya, hubungkan test lead positive ohm meter pada
positive coil, Dan ujung yang satunya lagi pada negative coil.
Posisi skala geser pada x1 Ohm
Nilai tahanannya berkisar antara 1,0 – 4,0 ohm
4. Memeriksa Ignition Coil
b. Tahanan Secondary Coil
Besarnya Voltage yang dibangkitkan oleh Ignition Coil ditentukan oleh
Perbandingan jumlah gulungan antara Primary & Secondary
Kecepatan hilangnya medan magnet pada primary yang didapat
Dari cepatnya terputus arus primary.
Cara mengukurnya
Hubungkan test lead ohm meter ke positive coil dan ujung yang
Satunya lagi ke terminal tegangan tinggi coil
Posisi skala geser, pada x1 Kilo Ohm
Nilai spesifikasinya berkisar antara 27 Kilo Ohm
Bila kurang ada kemungkinan gulungan pada coil short
Bila nilainya tak terhingga berarti gulungan pada coil putus
4. Memeriksa Ignition Coil
c. Memeriksa tahanan insulator Coil
Fungsi dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa
Ignition Coil tidak bocor
Apa bila Ignition coil bocor, maka listrik yang seharusnya
Disalurkan ke busi, akan meloncat keluar melaui body Igntion
Coil.
Cara melakukan pemeriksaan
Ukur nilai tahanan antara positive Coil dengan body Coil
Niali Spesifikasinya harus lebih besar dari 1000 Kilo ohm
Bila lebih kecil dari nilai ini gantilah Ignition coil
4. Memeriksa Ignition Coil
Information
Cara pemasangan resistor pada coil ada 2 macam
Internal resistor
External resistor
Fungsi resistor Coil
Resistor coil berfungsi untuk mempercepat proses pegisian
Coil akibat adanya penurunan tegangan pada saat coil bekerja
Cara pemeriksaan
Ukur nilai tahan resistor, nilai tahanannya 1,5 – 1,9 ohm
Pepemriksaan ini hanya dapat dilakukan jika resistornya
Ada diluar coil / menggunakan “ External Resistor “
Cara penyambungan resistor
Resistor coil disambungkan secara seri dengan
gulungan primary coil
5. Memeriksa distributor
a. Memeriksa plat dudukan platina
Information
Plat dudukan platina, darus dapat berputar dengan lembut.
Fungsinya :
Pada saat mesin mendapatkan beban yang berat maka timing
pengapian harus dimajukan.
Untuk melakukan pekerjaan ini, pada pengapian convensional
Plat dudukan platina dihubungkan dengan vacuum yang akan
Mempercepat terbukanya platina
Cara memeriksanya
Putar dudukan platina & rasakan
apakah plat dudukan platina dapat
berputar dengan lembut
Putar pin ini & tahan bagian luar
5. Memeriksa distributor
b. Memeriksa centrifugal advancer
Information
Centrifugal advancer, berfungsi untuk memajukan timing pengapian
berdasarkan kecepatan putaran mesin
Memeriksa apakah camlobe tidak
macet terhadap distributor shaft
Caranya :
Pegang distributor drive gear
Dan putar rotor disributor
Rotor harus dapat bergerak dan
kembali lagi ke posisi semula
dengan lembut
Dorong rotor searah putaran
Rotor harus dapat bergerak
5. Memeriksa distributor
Memeriksa Governor weight
Information
Governor weight, berfungsi untuk mebawa camlobe agar bergerak
Mendahului distributor shaft pada saat shaft berputar cepat,
sehingga timing pengapian dapat terjadi lebih awal
Kerja ini memanfaatkan adanya gaya centrifugal
Cara memerksanya
Patikan bahwa pembandul tidak macet
Pastikan bahwa lobang poros pada
pembandul tidak terjadi
keausan yang berlebihan
PEGAS MENGEMBANG
CAM
TERDORONG
Memeriksa vacuum advancer
Vacuum advancer, berfungsi untuk memajukan timing penagpian
berdasarkan beban kendaraan
Cara bekerjanya dengan menggeser plat dudukan platina
Cara memeriksa Vacuum Advancer
Vacuum ini bekerja dengan menggunakan membran
hisaplah selang vacum yang
disambung ke vacuum advancer,
bila tersa ringan berarti bocor
bila tersa ringan berarti bocor
Atau Gunakan mitivac
5. Memeriksa distributor
5. Memeriksa distributor
Memeriksa Camlobe Distributor & Pin
Information
Camlobe berfungsi untuk membuka & menutup Platina sesuai
Dengan waktu pengapian
Caranya
Pemeriksaan ini cukup dilakukan
Secara visual
Pada saat kita memeriksa bagian ini
kita sekaligus memeriksa kondisi
pin governor weight
Periksa bagian ini dari keausan
5. Memeriksa distributor
Memeriksa Rotor Distributor
Rotor distributor berfungsi untuk membagi tegangan tinggi
Karena berhubungan dengan tegangan yang tinggi ( > 30.000 volt )
dan loncatan bunga api , maka pada bagian ada kemungkinan terbakar
Cara memeriksanya
Cukup dilakukan secara visual
Bila pada kedapatan terbakar atau retak
gantilah rotor
Pemeriksaan dilakukan untuk
-Terbakarya bagian ujung rotor
- Keretakan Rotor
6. Memeriksa platina
Information
Platina berfungsi untuk memutuskan & menghubungkan
aliran listrik pada primary coil
Bagian apa saja yang kita periksa pada komponen ini.
Permukaan contact point / platina
habis atau terbakar
Kondisi kabel penghubungnya
putus atau tidak
Kondisi pegas pegas platina
fungsinya
Pemeriksaan ini dilakukan secara visual
7. Memeriksa Condensor
Condensor berfungsi untuk mempercepat pemutusan aliran listrik
pada platina, dengan cara menyerap loncatan bunga api listrik pada
saat platina mulai dibuka
Kemampuan dari condensor dalam bekerja diukur dalam satuan Farad
Cara memeriksa Condensor menggunakan AVO meter
Posisikan selektor geser pada kilo ohm
Hubungkan test lead dari AVO meter, postif ke kabel pada condensor
dan negative ke body condensor. Jarum pada avo meter harus begerak
Posisi tak terhingga kemudian segera kembali keposisi tak terhingga
Lakukan pemeriksaan dengan kabel test
lead dibalik dari posisi sebelumnya, posisi
jarum pun harus begerak kemudian kembali
ke posisi tak terhingga
Jika jarum tidak bergerak atau menunjuk
terus berarti condensor
rusak
8. Menyetel platina
Penyetelan celah platina, dimaksudkan untuk mendapatkan lamanya
pengisian arus listrik pada Primary Coil
Lamanya pengisian arus listrik pada primary coil, akan menentukan
besarnya voltage yang dibangkitkan oleh secondary coil
Information
Bila pengisian primary coil terlalu lama maka Ignition coil akan
menjadi panas dan voltage yangdibangkitkan juga menjadi rendah
Jika pengisian primary coil terlalu pendek, maka pemebentukan medan
magnet pada Primary coil kurang maksimum akibatnya Voltage yang
dibangkitkan coil rendah
Cara penyetelan platina.
Pengukuran menggunakan feeller
Diukur antara camlobe dan block
atau ebonit
Disamping itu gunakan dwell
Tester.
Ukurlah pada bagian ini , jangan pada
contak point
9. Menyetel timing
Fungsi penyetelan timing pada mesin kendaraan, adalah untuk mendapatkan
tekanan pembakaran yang maksimum pada 10 derajat sesudah TMA
Bila terlalu awal maka mesin akan knocking , jika terlalu mundur tenaga
Dorong dari gas hasil pembakaran menjadi tidak maksimum.
Cara peyetelan Timing.
Syarat – syaratnya :
Dweel harus sudah masuk spesifikasi
Pada saat di timing, RPM harus sesuai dengan spesifikasi mesin
( dlm hal ini putaran idle )
Selang vacuum dalam keadaan tidak terpasang
Jika semua persyaratan itu sudah terpenuhi lakukan timing sesuaikan
dengan spesifikasi mesin.
OPTIMASI PENGAPIAN

More Related Content

What's hot

Diagnosis Sistem Starter
Diagnosis Sistem StarterDiagnosis Sistem Starter
Diagnosis Sistem StarterCharis Muhammad
 
Jobsheet Overhaul Alternator Dan Regulator
Jobsheet Overhaul Alternator Dan RegulatorJobsheet Overhaul Alternator Dan Regulator
Jobsheet Overhaul Alternator Dan RegulatorCharis Muhammad
 
PowerPoint Sistem Transmisi
PowerPoint Sistem TransmisiPowerPoint Sistem Transmisi
PowerPoint Sistem TransmisiFirdika Arini
 
Membongkar dan merakit alternator
Membongkar dan merakit alternatorMembongkar dan merakit alternator
Membongkar dan merakit alternatorZainal Abidin
 
Pemeriksaan sistem pengisian
Pemeriksaan sistem pengisianPemeriksaan sistem pengisian
Pemeriksaan sistem pengisiannanik setiyowati
 
Motor ac 3 fasa
Motor ac 3 fasaMotor ac 3 fasa
Motor ac 3 fasauti kurnia
 
259343480 transmisi-4-speed
259343480 transmisi-4-speed259343480 transmisi-4-speed
259343480 transmisi-4-speedwitospd
 
Motor ac-sinkron
Motor ac-sinkronMotor ac-sinkron
Motor ac-sinkronNovia Putri
 
Motor diesel Presentation
Motor diesel PresentationMotor diesel Presentation
Motor diesel PresentationDimas Setyawan
 
8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrik
8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrik8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrik
8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrikpprawira11
 
Sistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin dieselSistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin dieselisa said
 
Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)Dwi Ratna
 
Motor ac sinkron
Motor ac sinkronMotor ac sinkron
Motor ac sinkronRahmat Dani
 
Presentasi propeller shaft
Presentasi propeller shaftPresentasi propeller shaft
Presentasi propeller shaftAhmad Faozi
 

What's hot (20)

PEMBUATAN TRAINER
PEMBUATAN TRAINERPEMBUATAN TRAINER
PEMBUATAN TRAINER
 
Diagnosis Sistem Starter
Diagnosis Sistem StarterDiagnosis Sistem Starter
Diagnosis Sistem Starter
 
Jobsheet Overhaul Alternator Dan Regulator
Jobsheet Overhaul Alternator Dan RegulatorJobsheet Overhaul Alternator Dan Regulator
Jobsheet Overhaul Alternator Dan Regulator
 
PowerPoint Sistem Transmisi
PowerPoint Sistem TransmisiPowerPoint Sistem Transmisi
PowerPoint Sistem Transmisi
 
Power tools
Power toolsPower tools
Power tools
 
Membongkar dan merakit alternator
Membongkar dan merakit alternatorMembongkar dan merakit alternator
Membongkar dan merakit alternator
 
Pemeriksaan sistem pengisian
Pemeriksaan sistem pengisianPemeriksaan sistem pengisian
Pemeriksaan sistem pengisian
 
Motor ac 3 fasa
Motor ac 3 fasaMotor ac 3 fasa
Motor ac 3 fasa
 
259343480 transmisi-4-speed
259343480 transmisi-4-speed259343480 transmisi-4-speed
259343480 transmisi-4-speed
 
Karburator sepeda motor
Karburator sepeda motorKarburator sepeda motor
Karburator sepeda motor
 
Motor ac-sinkron
Motor ac-sinkronMotor ac-sinkron
Motor ac-sinkron
 
Motor diesel Presentation
Motor diesel PresentationMotor diesel Presentation
Motor diesel Presentation
 
8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrik
8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrik8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrik
8 rangkaian-dasar-kontrol-motor-listrik
 
Sistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin dieselSistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin diesel
 
Job sheet starter
Job sheet starterJob sheet starter
Job sheet starter
 
Modul sistem pengisian
Modul sistem pengisianModul sistem pengisian
Modul sistem pengisian
 
Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)
 
Motor ac sinkron
Motor ac sinkronMotor ac sinkron
Motor ac sinkron
 
Presentasi propeller shaft
Presentasi propeller shaftPresentasi propeller shaft
Presentasi propeller shaft
 
Gardu portal-jeky-chan
Gardu portal-jeky-chanGardu portal-jeky-chan
Gardu portal-jeky-chan
 

Viewers also liked

Sistem Pengukuran Kompresi Mesin
Sistem Pengukuran Kompresi MesinSistem Pengukuran Kompresi Mesin
Sistem Pengukuran Kompresi MesinJoel TambarMalem
 
1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)
1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)
1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)Winarto Winartoap
 
Perbaikan sistem pengapian
Perbaikan sistem pengapianPerbaikan sistem pengapian
Perbaikan sistem pengapianAhmad Faozi
 
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensionalSistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensionalEuisnalu14
 
Makalah tune up kendaraan
Makalah tune up kendaraanMakalah tune up kendaraan
Makalah tune up kendaraaniyoes tobing
 
12. sistem pengisian
12. sistem pengisian12. sistem pengisian
12. sistem pengisianMUGI YONO
 
Sistem pengapian-pada-motor-bakar
Sistem pengapian-pada-motor-bakarSistem pengapian-pada-motor-bakar
Sistem pengapian-pada-motor-bakarAkhmad Syaifudin
 

Viewers also liked (9)

Sistem Pengukuran Kompresi Mesin
Sistem Pengukuran Kompresi MesinSistem Pengukuran Kompresi Mesin
Sistem Pengukuran Kompresi Mesin
 
1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)
1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)
1289 p1-spk-teknik kendaraan ringan (1)
 
Perbaikan sistem pengapian
Perbaikan sistem pengapianPerbaikan sistem pengapian
Perbaikan sistem pengapian
 
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensionalSistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensional
 
Sistem hidrolik
Sistem hidrolikSistem hidrolik
Sistem hidrolik
 
Makalah tune up kendaraan
Makalah tune up kendaraanMakalah tune up kendaraan
Makalah tune up kendaraan
 
Ppt pengapian
Ppt pengapianPpt pengapian
Ppt pengapian
 
12. sistem pengisian
12. sistem pengisian12. sistem pengisian
12. sistem pengisian
 
Sistem pengapian-pada-motor-bakar
Sistem pengapian-pada-motor-bakarSistem pengapian-pada-motor-bakar
Sistem pengapian-pada-motor-bakar
 

Similar to OPTIMASI PENGAPIAN

136379578 job-sheet-sistem-pengapian
136379578 job-sheet-sistem-pengapian136379578 job-sheet-sistem-pengapian
136379578 job-sheet-sistem-pengapiangladrinto
 
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensionalSistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensionalfuad ahyari
 
TUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.ppt
TUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.pptTUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.ppt
TUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.pptfendikristanto1
 
fdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.ppt
fdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.pptfdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.ppt
fdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.pptjulipurba87
 
Sistem Pengapian Konvensional
Sistem Pengapian Konvensional Sistem Pengapian Konvensional
Sistem Pengapian Konvensional Handika Putro
 
BAB IV : Mekanisme Katup
BAB IV : Mekanisme KatupBAB IV : Mekanisme Katup
BAB IV : Mekanisme KatupFatkur Rohman
 
MEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdf
MEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdfMEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdf
MEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdfagusprimanto
 
332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdf
332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdf332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdf
332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdfdanardwiardika
 
Sistem pengisian
Sistem pengisianSistem pengisian
Sistem pengisianvaniasrofi
 
Pengapian guru 1030 0102
Pengapian guru 1030 0102Pengapian guru 1030 0102
Pengapian guru 1030 0102Eko Supriyadi
 
PENGECEKAN MOTOR STARTER.pptx
PENGECEKAN MOTOR STARTER.pptxPENGECEKAN MOTOR STARTER.pptx
PENGECEKAN MOTOR STARTER.pptxssuser4fa1ea
 
PowerPoin Tune Up Motor Bensin
PowerPoin Tune Up Motor BensinPowerPoin Tune Up Motor Bensin
PowerPoin Tune Up Motor BensinFirdika Arini
 
225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.ppt
225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.ppt225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.ppt
225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.pptDedeMulyaman1
 

Similar to OPTIMASI PENGAPIAN (20)

136379578 job-sheet-sistem-pengapian
136379578 job-sheet-sistem-pengapian136379578 job-sheet-sistem-pengapian
136379578 job-sheet-sistem-pengapian
 
Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensionalSistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensional
 
TUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.ppt
TUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.pptTUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.ppt
TUNE – UP MESIN BENSIN - Copy.ppt
 
fdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.ppt
fdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.pptfdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.ppt
fdokumen.com_sistim-pengapian-konvensional.ppt
 
Sistem Pengapian Konvensional
Sistem Pengapian Konvensional Sistem Pengapian Konvensional
Sistem Pengapian Konvensional
 
Ignition system ruri
Ignition system ruriIgnition system ruri
Ignition system ruri
 
SISTEM_PENGAPIAN.pptx
SISTEM_PENGAPIAN.pptxSISTEM_PENGAPIAN.pptx
SISTEM_PENGAPIAN.pptx
 
BAB IV : Mekanisme Katup
BAB IV : Mekanisme KatupBAB IV : Mekanisme Katup
BAB IV : Mekanisme Katup
 
MEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdf
MEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdfMEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdf
MEDIA AJAR SISTEM_PENGAPIAN..pdf
 
Lab 5 star delta
Lab 5 star deltaLab 5 star delta
Lab 5 star delta
 
Laporan
LaporanLaporan
Laporan
 
332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdf
332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdf332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdf
332334089-V-Macam-macam-Kerusakan-Pada-Mesin-Pendingin.pdf
 
Sistem pengisian
Sistem pengisianSistem pengisian
Sistem pengisian
 
Sistem pengapian baterai konvensional
Sistem pengapian baterai konvensionalSistem pengapian baterai konvensional
Sistem pengapian baterai konvensional
 
Pengapian guru 1030 0102
Pengapian guru 1030 0102Pengapian guru 1030 0102
Pengapian guru 1030 0102
 
PENGECEKAN MOTOR STARTER.pptx
PENGECEKAN MOTOR STARTER.pptxPENGECEKAN MOTOR STARTER.pptx
PENGECEKAN MOTOR STARTER.pptx
 
PowerPoin Tune Up Motor Bensin
PowerPoin Tune Up Motor BensinPowerPoin Tune Up Motor Bensin
PowerPoin Tune Up Motor Bensin
 
225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.ppt
225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.ppt225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.ppt
225220932-EP-Electrostatic-Precipitator-Training-4.ppt
 
SYSTEM EFI AVANZA XENIA.pdf
SYSTEM EFI AVANZA XENIA.pdfSYSTEM EFI AVANZA XENIA.pdf
SYSTEM EFI AVANZA XENIA.pdf
 
GARDU INDUK SISTEM TENAGA LISTRIK
GARDU INDUK SISTEM TENAGA LISTRIK  GARDU INDUK SISTEM TENAGA LISTRIK
GARDU INDUK SISTEM TENAGA LISTRIK
 

More from baehaqi alanawa

More from baehaqi alanawa (11)

New text documentsad
New text documentsadNew text documentsad
New text documentsad
 
9 Penguat Emiter Sekutu
9 Penguat Emiter Sekutu9 Penguat Emiter Sekutu
9 Penguat Emiter Sekutu
 
8. Rangkaian Pra-Tegangan Transistor
8. Rangkaian Pra-Tegangan Transistor8. Rangkaian Pra-Tegangan Transistor
8. Rangkaian Pra-Tegangan Transistor
 
7. Transistor Bipolar
7. Transistor Bipolar7. Transistor Bipolar
7. Transistor Bipolar
 
6 Pengganda Tegangan Limiter
6 Pengganda Tegangan Limiter6 Pengganda Tegangan Limiter
6 Pengganda Tegangan Limiter
 
5 Dioda Zener
5 Dioda Zener5 Dioda Zener
5 Dioda Zener
 
4 Rangkaian Dioda
4 Rangkaian Dioda4 Rangkaian Dioda
4 Rangkaian Dioda
 
3 Penyearah
3 Penyearah3 Penyearah
3 Penyearah
 
10. Penguat Common Colector
10. Penguat Common Colector10. Penguat Common Colector
10. Penguat Common Colector
 
2 teori semikonduktor
2 teori semikonduktor2 teori semikonduktor
2 teori semikonduktor
 
1 Arus dan Tegangan
1 Arus dan Tegangan1 Arus dan Tegangan
1 Arus dan Tegangan
 

Recently uploaded

Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxHansTobing
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Abdiera
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptxMESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptxKALIDASALBALAKRISHNA
 
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptxMateri bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptxZadaLiza
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024MALISAAININOORBINTIA
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfNURAFIFAHBINTIJAMALU
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...Riyan Hidayatullah
 
SANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAK
SANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAKSANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAK
SANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAKArifinAmin1
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlineMMario4
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 

Recently uploaded (20)

Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
 
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptxMESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
MESYUARAT PANITIA rbt 1 tahun 2024 .pptx
 
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptxMateri bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
Materi bab 6 biaya modal manajemen keuangan.pptx
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
 
SANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAK
SANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAKSANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAK
SANG BUAYA DI TIMPA POKOK CERITA KANAK-KANAK
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 

OPTIMASI PENGAPIAN

  • 1. PEMERIKSAAN & PENGUJIAN SISTIM PENGAPIAN Sistim pengapian berfungsi untuk menyalakan api pada busi, pada saat yang tepat sehingga dapat memungkinkan terjadinya pembakaran diruang bakar INFORMATION # PENGAPIAN CONVENTIONAL Pada mesin mobil dengan sistim pengapian conventional Sistim pengapian dilengkapi dengan : 1. Ignition Coil 2. Platina 4. Distributor yang didalamnya berisi : Centrifugal Advance Vacum Advance Plat dudukan Platina Camlobe Rotor tutup distributor 3. Condensor 5. Hightention Cord / Kabel busi tegangan tinggi 6. Busi / Sparkplug
  • 2. # PENGAPIAN ELECTRONIC PENGAPIAN ELECTRONIC ADA 2 MACAM 1. Pengapian Electronic dengan Distributor/ Full Transistor Ignition Pada sistim pengapian ini, fungsi dari platina digantikan oleh transistor Dan keuntungan dari pengapian model ini adalah : Pemutusan arus pada primary coil dapat terjadi dengan seketika sehingga bunga api listrik yang dihasilkan dapat lebih besar kelemahannya, masih menggunakan komponen mechanical untuk mengatur Advancernya. 2. Pengapian Electronic tanpa Distributor Pengapian ini juga disebut dengan pengapian “ Distributor Less Ignition “ Pada sistim pengapian ini semua kerja mechanical dihilangkan, termasuk Distributor & dan Advancer ( vacuum maupun Centrifugal ) Bagaimana dengan pebagian listrik ke masing – masing busi Pembagian listrik ke setiap busi dikontrol oleh Control Unit Secara Electronic, demikian pula dengan advancernya. Pengapian jenis ini biasanya dilengkapi dengan 1 busi , 1 coil
  • 3. PEMERIKSAAN SISTIM PENGAPIAN CONVENSIONAL LANGKAH PERSIAPAN a. SIAPKAN PERALATAN KERJA / TOOLS - Kunci pas - Kunci ring - Palu - Obeng -Tang - Test pen DC b. SIAPKAN ALAT UKUR - Multi Tester ( AVO meter ) Catatan : Jika menggunakan AVO meter Analog / Jarum Kalibrasilah sebelum dipergunakan AVO METER ANALOG AVO METER DIGITAL
  • 4. 1. Memeriksa Hightension Cord Hightension Cord atau kabel busi berfungsi sebagai penghantar Voltage Yang tinggi yang dihasilkan oleh Ignition Coil Kabel Busi harus mempunyai nilai tahanan yang tinggi ( +/- 15 K ohm / mtr ) Untuk mencegah adanya induksi balik oleh listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh Coil dan tidak sempat meloncat ke pada electrode busi Bagaimana cara memeriksa kabel busi : a. Kalibrasi alat ukur / AVO meter pada posisi kilo Ohm b. Ukur pada setiap kabel busi termasuk kabel coil Bila nilai tahan dibawah spesifikasi gantilah kabel busi Jika kita medapatkan nilai kabel busi diatas Spesifikasi ( 16 K Ohm / meter berarti kabel busi putus gantilah kabel busi Memeriksa nilai Resistor kabel busi
  • 5. 2. Memeriksa Distributor Cup Distributor cup berfungsi untuk membagi penyaluran tegangan tinggi ke busi Apa saja yang harus diperiksa pada bagian ini a. Keretakan b. Kondisi terminal terbakar c. Kondisi terminal aus / korosi Bila hal ini terjadi pada distributorcup maka penyaluran voltage yang dibangkitkan oleh coil ke busi menjadi terganggu Pemeriksaan dilakukan disetiap terminal Penghantar listrik
  • 6. 3. Memeriksa Busi Fungsi dari busi adalah untuk meloncatkan bunga api listrik di ruang bakar Supaya dapat terjadi pebakaran campuran uadara & bahan bakar. Apa saja yang harus kita periksa pada bagian ini dan bagai mana cara memeruksanya : a. Insulator busi Kita periksa dengan cara mengukur nilai tahanan insulator busi nilai tahanannya > 20 Mega Ohm b. Electroda busi Electroda busi mempunyai nilai tahanan minimum sebesar 15 mega ohm Mengukur Nilai insulator busi Bagian yang diukur adalah terminal busi & electrode tengah
  • 7. d. Mengukur celah busi Celah busi, untuk setiap mesin adalah tidak sama untuk itu Lihatlah spesifikasi dari setiap mesin Cara pengukuran : Gunakan SST atau Feeller gauge dan ukurlah celah antara electrode negative busi dan electrode tengah busi c. Memeriksa kondisi busi . Busi dikatakan baik bila warna dari sisa pembakarannya abu - abu Jika pemilihan busi tidak tepat maka akan menyebabkan busi terbakar atau meleleh Bila kita menemukan businya berwarna hitam, ini bisa diakibatkan oleh : - Adanya kebocoran oli mesin akibat ring / silinder aus - Kebanyakan bahan bakar ( setelan karburator yang tidak baik ) 3. Memeriksa busi Periksa keausan dari electrode busi, Busi yang telah dipakai lama atau telah menempuh jarak yang jauh akan aus
  • 8. 4. Memeriksa Ignition Coil Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi gulungan yang ada pada Ignition Coil Bagian apa saja yang diperiksa . a. Nilai tahanan Primary Coil Pengukuran nilai tahanan pada Ignition Coil selalu dimulai dari “ Positive Coil “ Caranya, hubungkan test lead positive ohm meter pada positive coil, Dan ujung yang satunya lagi pada negative coil. Posisi skala geser pada x1 Ohm Nilai tahanannya berkisar antara 1,0 – 4,0 ohm
  • 9. 4. Memeriksa Ignition Coil b. Tahanan Secondary Coil Besarnya Voltage yang dibangkitkan oleh Ignition Coil ditentukan oleh Perbandingan jumlah gulungan antara Primary & Secondary Kecepatan hilangnya medan magnet pada primary yang didapat Dari cepatnya terputus arus primary. Cara mengukurnya Hubungkan test lead ohm meter ke positive coil dan ujung yang Satunya lagi ke terminal tegangan tinggi coil Posisi skala geser, pada x1 Kilo Ohm Nilai spesifikasinya berkisar antara 27 Kilo Ohm Bila kurang ada kemungkinan gulungan pada coil short Bila nilainya tak terhingga berarti gulungan pada coil putus
  • 10. 4. Memeriksa Ignition Coil c. Memeriksa tahanan insulator Coil Fungsi dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa Ignition Coil tidak bocor Apa bila Ignition coil bocor, maka listrik yang seharusnya Disalurkan ke busi, akan meloncat keluar melaui body Igntion Coil. Cara melakukan pemeriksaan Ukur nilai tahanan antara positive Coil dengan body Coil Niali Spesifikasinya harus lebih besar dari 1000 Kilo ohm Bila lebih kecil dari nilai ini gantilah Ignition coil
  • 11. 4. Memeriksa Ignition Coil Information Cara pemasangan resistor pada coil ada 2 macam Internal resistor External resistor Fungsi resistor Coil Resistor coil berfungsi untuk mempercepat proses pegisian Coil akibat adanya penurunan tegangan pada saat coil bekerja Cara pemeriksaan Ukur nilai tahan resistor, nilai tahanannya 1,5 – 1,9 ohm Pepemriksaan ini hanya dapat dilakukan jika resistornya Ada diluar coil / menggunakan “ External Resistor “ Cara penyambungan resistor Resistor coil disambungkan secara seri dengan gulungan primary coil
  • 12. 5. Memeriksa distributor a. Memeriksa plat dudukan platina Information Plat dudukan platina, darus dapat berputar dengan lembut. Fungsinya : Pada saat mesin mendapatkan beban yang berat maka timing pengapian harus dimajukan. Untuk melakukan pekerjaan ini, pada pengapian convensional Plat dudukan platina dihubungkan dengan vacuum yang akan Mempercepat terbukanya platina Cara memeriksanya Putar dudukan platina & rasakan apakah plat dudukan platina dapat berputar dengan lembut Putar pin ini & tahan bagian luar
  • 13. 5. Memeriksa distributor b. Memeriksa centrifugal advancer Information Centrifugal advancer, berfungsi untuk memajukan timing pengapian berdasarkan kecepatan putaran mesin Memeriksa apakah camlobe tidak macet terhadap distributor shaft Caranya : Pegang distributor drive gear Dan putar rotor disributor Rotor harus dapat bergerak dan kembali lagi ke posisi semula dengan lembut Dorong rotor searah putaran Rotor harus dapat bergerak
  • 14. 5. Memeriksa distributor Memeriksa Governor weight Information Governor weight, berfungsi untuk mebawa camlobe agar bergerak Mendahului distributor shaft pada saat shaft berputar cepat, sehingga timing pengapian dapat terjadi lebih awal Kerja ini memanfaatkan adanya gaya centrifugal Cara memerksanya Patikan bahwa pembandul tidak macet Pastikan bahwa lobang poros pada pembandul tidak terjadi keausan yang berlebihan PEGAS MENGEMBANG CAM TERDORONG
  • 15. Memeriksa vacuum advancer Vacuum advancer, berfungsi untuk memajukan timing penagpian berdasarkan beban kendaraan Cara bekerjanya dengan menggeser plat dudukan platina Cara memeriksa Vacuum Advancer Vacuum ini bekerja dengan menggunakan membran hisaplah selang vacum yang disambung ke vacuum advancer, bila tersa ringan berarti bocor bila tersa ringan berarti bocor Atau Gunakan mitivac 5. Memeriksa distributor
  • 16. 5. Memeriksa distributor Memeriksa Camlobe Distributor & Pin Information Camlobe berfungsi untuk membuka & menutup Platina sesuai Dengan waktu pengapian Caranya Pemeriksaan ini cukup dilakukan Secara visual Pada saat kita memeriksa bagian ini kita sekaligus memeriksa kondisi pin governor weight Periksa bagian ini dari keausan
  • 17. 5. Memeriksa distributor Memeriksa Rotor Distributor Rotor distributor berfungsi untuk membagi tegangan tinggi Karena berhubungan dengan tegangan yang tinggi ( > 30.000 volt ) dan loncatan bunga api , maka pada bagian ada kemungkinan terbakar Cara memeriksanya Cukup dilakukan secara visual Bila pada kedapatan terbakar atau retak gantilah rotor Pemeriksaan dilakukan untuk -Terbakarya bagian ujung rotor - Keretakan Rotor
  • 18. 6. Memeriksa platina Information Platina berfungsi untuk memutuskan & menghubungkan aliran listrik pada primary coil Bagian apa saja yang kita periksa pada komponen ini. Permukaan contact point / platina habis atau terbakar Kondisi kabel penghubungnya putus atau tidak Kondisi pegas pegas platina fungsinya Pemeriksaan ini dilakukan secara visual
  • 19. 7. Memeriksa Condensor Condensor berfungsi untuk mempercepat pemutusan aliran listrik pada platina, dengan cara menyerap loncatan bunga api listrik pada saat platina mulai dibuka Kemampuan dari condensor dalam bekerja diukur dalam satuan Farad Cara memeriksa Condensor menggunakan AVO meter Posisikan selektor geser pada kilo ohm Hubungkan test lead dari AVO meter, postif ke kabel pada condensor dan negative ke body condensor. Jarum pada avo meter harus begerak Posisi tak terhingga kemudian segera kembali keposisi tak terhingga Lakukan pemeriksaan dengan kabel test lead dibalik dari posisi sebelumnya, posisi jarum pun harus begerak kemudian kembali ke posisi tak terhingga Jika jarum tidak bergerak atau menunjuk terus berarti condensor rusak
  • 20. 8. Menyetel platina Penyetelan celah platina, dimaksudkan untuk mendapatkan lamanya pengisian arus listrik pada Primary Coil Lamanya pengisian arus listrik pada primary coil, akan menentukan besarnya voltage yang dibangkitkan oleh secondary coil Information Bila pengisian primary coil terlalu lama maka Ignition coil akan menjadi panas dan voltage yangdibangkitkan juga menjadi rendah Jika pengisian primary coil terlalu pendek, maka pemebentukan medan magnet pada Primary coil kurang maksimum akibatnya Voltage yang dibangkitkan coil rendah Cara penyetelan platina. Pengukuran menggunakan feeller Diukur antara camlobe dan block atau ebonit Disamping itu gunakan dwell Tester. Ukurlah pada bagian ini , jangan pada contak point
  • 21. 9. Menyetel timing Fungsi penyetelan timing pada mesin kendaraan, adalah untuk mendapatkan tekanan pembakaran yang maksimum pada 10 derajat sesudah TMA Bila terlalu awal maka mesin akan knocking , jika terlalu mundur tenaga Dorong dari gas hasil pembakaran menjadi tidak maksimum. Cara peyetelan Timing. Syarat – syaratnya : Dweel harus sudah masuk spesifikasi Pada saat di timing, RPM harus sesuai dengan spesifikasi mesin ( dlm hal ini putaran idle ) Selang vacuum dalam keadaan tidak terpasang Jika semua persyaratan itu sudah terpenuhi lakukan timing sesuaikan dengan spesifikasi mesin.