Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Khutbah jum'at-istiqomah dalam iman dan amal (demo)

Sinopsis : Istiqomah dalam Iman dan Amal
Istiqomah dalam Iman dan Amal, adalah materi khutbah untuk menggairahkan para jamaah agar semangat dalam mengerjakan amal-ibadah. Tujuannya tidak lain, untuk meyakinkan para jamaah agar iman haruslah tetap dipelihara dengan amal secara istiqomah.

Allah akan mengutus para Malaikat yang istiqomah sehingga, ketika akan meninggal, para Malaikat dapat membantu untuk meringankan sakaratul maut. Dalam tafsir at-Tabaari, perkataan "la tahof" berarti jangan takut. Maksudnya jangan takut mengenai perjalanan panjang ke alam berikutnya. Yakni, alam Barzah, hari Kebangkitan, dan seterusnya. Sementara "la tahzan," artinya jangan khawatir, kalau yang ditinggalkan nanti, tidak lagi menyulitkan bagi calon jenazah.
Rujukan :
- Tafsir at-Tabaari, Imam at-Tabaari
- Shahih Muslim, Imam Muslim
- Muktarul hadisun nabawiyah, Sayyid Ahmad Al-Hasimy
- Kitab fada'il 'amal, Maulana Zakaria al-Khandahlawi (terj.)
- dan Muntakhab ahadis, Maulana Yusuf al-Khandahlawi

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Khutbah jum'at-istiqomah dalam iman dan amal (demo)

  1. 1. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 1 ‫ﺑﺴﻢ‬ ‫ا‬‫ﷲ‬ّ‫ﺮ‬‫ﻟ‬‫ا‬‫ﻦ‬‫ﲪ‬ ّ‫ﺮ‬‫ﻟ‬‫ا‬‫ﺣ‬‫ﻴﻢ‬ ‫ﺮﻛـﺎﺗﻪ‬‫ﺑ‬ ‫و‬ ‫ﷲ‬‫ ا‬‫ﺔ‬‫ ورﲪ‬‫ﻢ‬‫ﻠﻴﻜ‬  ‫م‬‫اﻟﺴـﻼ‬  ُ‫ﺪ‬ْ‫ﻤ‬َ ْ‫ﳊ‬‫ا‬ِ َّ ِِّ‫ب‬َ‫ر‬ َ ْ‫ﲔ‬َِ‫ﳌ‬‫ﺎ‬َ‫ﻌ‬ْ‫اﻟ‬، َ‫ﻞ‬َ‫ﺳ‬ْ‫ر‬َ‫أ‬ْ‫ا‬  َ‫ﻞ‬ َ‫ﻀ‬ْ‫ﻓ‬َ‫ أ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬ْ َ‫ﻠ‬َ  َ‫ل‬َ‫ﺰ‬ْ‫ﻧ‬َ‫أ‬َ‫ و‬، ِ‫ﻞ‬ُ‫ﺳ‬ُّ‫ﺮ‬‫ﻟ‬‫ ا‬ َ‫ﻞ‬ َ‫ﻀ‬ْ‫ﻓ‬َ‫ أ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َْ‫ِﻟ‬‫إ‬، ِ‫ﺐ‬ُ‫ﺘ‬ُ‫ﻜ‬‫ﻟ‬ َ ْ‫ﲑ‬َ‫ ﺧ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ ﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ﻠ‬َ‫ﻌ‬َ‫وﺟ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻧ‬َ‫ﺮ‬َ‫ﻣ‬َ‫أ‬َ‫ و‬، ِ‫ﺎس‬َّ‫ﻠﻨ‬ِ‫ ﻟ‬ ْ‫ﺖ‬َ‫ﺟ‬ِ‫ﺮ‬ْ‫ﺧ‬ُ‫أ‬ ٍ‫ﺔ‬َّ‫ﻣ‬ُ‫أ‬ْ‫ا‬  َ  ِ‫ع‬‫ﺎ‬َ‫ﻤ‬ِ‫ﺘ‬ْ‫ِﺟ‬‫ﻹ‬‫ﺎ‬ِ‫ﺑ‬َ ‫ﳊ‬ِّ‫ﻖ‬ ْ‫ا‬َ‫و‬ِ‫اق‬َ ِ‫ﱰ‬ْ‫ﻓ‬ِ‫ﻹ‬‫ ا‬ْ‫ﻦ‬َ‫ﻋ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﺎﻧ‬َ ََ‫ و‬،‫ى‬َ‫ﺪ‬ُ‫ﳍ‬َّ‫ﺗ‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫ا‬ ِ‫ع‬‫ﺎ‬َ‫ﺒ‬َ‫ﻮ‬َ‫ﳍ‬‫ى‬. ِ‫ﻪ‬ِ‫ﻤ‬َ‫ﻌ‬ِ‫ ﻧ‬ َ َ  ُ‫ه‬ُ‫ﺮ‬ُ‫ﻜ‬ْ‫ﺷ‬َ‫أ‬َ‫ و‬ َ‫ﺎﱃ‬َ‫ﻌ‬َ‫ﺗ‬ ُ‫ه‬ُ‫ﺪ‬َ ْ‫ﲪ‬َ‫أ‬ُ‫ﻪ‬َ‫ ﻟ‬َ‫ﻮ‬ُ‫ﻫ‬ َّ‫ﻻ‬ِ‫إ‬ َ‫ﻪ‬َ‫ِﻟ‬‫إ‬ َ‫ﻻ‬ ‫ن‬َ‫ أ‬ُ‫ﺪ‬َ‫ﻬ‬ْ‫ﺷ‬َ‫أ‬َ‫ و‬، َ ْ ُ‫ﲢ‬ َ‫ﻻ‬  ِ‫ﱵ‬َّ‫اﻟ‬ َّ‫ أن‬ُ‫ﺪ‬َ‫ﻬ‬ْ‫ﺷ‬َ‫أ‬َ‫ و‬ َ‫ﲎ‬ْ‫ﺴ‬ُ‫ اﳊ‬ُ‫ﺎء‬َ ْ‫ﲰ‬َ ْ‫اﻷ‬ ،ُ‫ﻪ‬ُ‫ﻟ‬ْ‫ﻮ‬ُ‫ﺳ‬َ‫ر‬َ‫ و‬ُ‫ه‬ُ‫ﺪ‬ْ‫ﺒ‬َ‫ ﻋ‬‫ا‬ً‫ﺪ‬َّ‫ﻤ‬َ ُ‫ﳏ‬ ،ِ‫ﺔ‬َّ‫ﺠ‬َ‫ﺤ‬َْ‫ﳌ‬‫ ا‬ َ َ  ُ‫ﻪ‬َ‫ﺘ‬َّ‫ﻣ‬ُ‫أ‬ َ‫ك‬َ‫ﺮ‬َ‫ﺗ‬َ ْ‫اﻟ‬َّ‫ﻻ‬ِ‫إ‬ َ ْ‫ﲑ‬َ‫ ﺧ‬َ‫ﻻ‬ ِ‫ﺎء‬ َ‫ﻀ‬ْ‫ﻴ‬َ َّ‫ﳍ‬َ‫د‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻫ‬َ‫ر‬َّ‫ﺬ‬َ‫ ﺣ‬َّ‫ﻻ‬ِ‫إ‬ َّ‫ﺮ‬َ‫ﺷ‬ َ‫ﻻ‬َ‫ و‬ِ‫ﻪ‬ْ‫ﻴ‬َ‫ﻠ‬َ  ‫ﺎ‬ ُ‫ اﷲ‬ َّ َ‫ﺻ‬ ،ُ‫ﻪ‬ْ‫ﻨ‬ِ‫ﻣ‬ِ‫ﻪ‬ِ‫ﺑ‬ ‫ا‬ْ‫ﻮ‬ُ‫ﻨ‬َ‫ﻣ‬‫ آ‬َ‫ﻦ‬ْ‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬َّ‫ اﻟ‬ِ‫ﻪ‬ِ‫ﺑ‬‫ﺎ‬َ‫ﺤ‬ْ‫ﺻ‬َ‫أ‬َ‫ و‬ِ‫ﻪ‬ِ‫ آﻟ‬ َ َ َ‫ و‬ِ‫ﻪ‬ْ‫ﻴ‬َ‫ﻠ‬َ ْ‫ي‬ِ‫ﺬ‬َّ‫ اﻟ‬َ‫ر‬ْ‫ﻮ‬ُّ‫ﻟﻨ‬‫ ا‬‫ا‬ْ‫ﻮ‬ُ‫ﻌ‬َ‫ﺒ‬َّ‫ﺗ‬‫ا‬َ‫ و‬ُ‫ه‬ْ‫و‬ُ‫ﺮ‬ َ‫ﺼ‬َ‫ﻧ‬َ‫ و‬ُ‫ه‬ْ‫و‬ُ‫ر‬َ‫ﺰ‬َ‫ﻋ‬َ‫و‬ َ‫ل‬ِ‫ﺰ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫أ‬ُ‫ﻪ‬َ‫ﻌ‬َ‫ﻣ‬، ‫ا‬ً ْ‫ﲑ‬ِ‫ﺜ‬َ‫ﻛ‬ ‫ﺎ‬ً‫ﻤ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺴ‬َ‫ﺗ‬ َ‫ﻢ‬َّ‫ﻠ‬َ‫ﺳ‬َ‫و‬. َّ‫ اﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻬ‬ُّ‫ﻳ‬َ‫ﺂأ‬َ‫ﻳ‬‫ﻮ‬ُ‫ﻨ‬َ‫ﻣ‬‫ آ‬َ‫ﻦ‬ْ‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬ُ‫ﺗ‬ْ‫ﻮ‬ُ َ‫ﲤ‬ َ‫ﻻ‬َ‫ و‬ِ‫ﻪ‬ِ‫ﺗ‬‫ﺎ‬َ‫ﻘ‬ُ‫ﺗ‬ ّ‫ﻖ‬َ‫ﺣ‬ َ‫ اﷲ‬‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻘ‬َّ‫ﺗ‬‫ ا‬‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻤ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺴ‬ُ‫ﻣ‬ ْ‫ﻢ‬ُ‫ﺘ‬ْ‫ﻧ‬َ‫أ‬َ‫ و‬َّ‫ﻻ‬ِ‫إ‬ َّ‫ﻦ‬َ‫ن‬. ‫ا‬ً‫ﻳﺪ‬ِ‫ﺪ‬َ‫ ﺳ‬ ً‫ﻻ‬ْ‫ﻮ‬َ‫ﻗ‬ ‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻟ‬‫ﻮ‬ُ‫ﻗ‬َ‫ و‬َ‫ اﷲ‬‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻘ‬َّ‫ﺗ‬‫ ا‬‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻨ‬َ‫ﻣ‬‫ آ‬َ‫ﻦ‬‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬َّ‫ اﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻬ‬ُّ‫ﻳ‬َ‫ أ‬‫ﺂ‬َ‫ﻳ‬.ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬َ‫ﻮﺑ‬ُ‫ﻧ‬ُ‫ ذ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬َ‫ ﻟ‬ْ‫ﺮ‬ِ‫ﻔ‬ْ‫ﻐ‬َ‫ﻳ‬َ‫ و‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬َ‫ﺎﻟ‬َ‫ﻤ‬ْ‫ﻋ‬َ‫ أ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬َ‫ ﻟ‬ْ‫ﺢ‬ِ‫ﻠ‬ ْ‫ﺼ‬ُ‫ﻳ‬. ‫ﻮ‬ُ‫ﺳ‬َ‫ر‬َ‫ و‬َ‫ اﷲ‬ِ‫ﻊ‬ِ‫ﻄ‬ُ‫ﻳ‬ ْ‫ﻦ‬َ‫ﻣ‬َ‫و‬‫ﺎ‬ً‫ﻴﻤ‬ِ‫ﻈ‬َ‫ ﻋ‬‫ا‬ً‫ز‬ْ‫ﻮ‬َ‫ﻓ‬ َ‫ﺎز‬َ‫ﻓ‬ ْ‫ﺪ‬َ‫ﻘ‬َ‫ﻓ‬ ُ‫ﻪ‬َ‫ﻟ‬. َ‫ﺎﺑ‬َّ‫ﻣ‬َ‫أ‬ْ‫ﻌ‬ُ‫ﺪ‬--َ‫د‬َ‫ﺎ‬‫ﺒ‬ِ‫ﻋ‬ ‫ﺂ‬‫ﻓﻴـ‬ ‫ﷲ‬‫ا‬...ْ‫ﺪ‬َ‫ﻘ‬َ‫ﻓ‬ ِ‫ﷲ‬‫ ا‬‫ا‬‫ﻮ‬َ‫ﻘ‬َ‫ﺘ‬ِ‫ﺑ‬ ‫ﻲ‬ِ‫ﺴ‬‫ﻔ‬َ‫ﻧ‬ ‫و‬ ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬‫ﻴ‬ِ‫وﺻ‬ُ‫ا‬ ْ‫ا‬ َ‫ﺎز‬َ‫ﻓ‬َ‫ﻮن‬ُ‫ﻘ‬َّ‫ﺘ‬ُ‫ﳌ‬. Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah, Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Karena Allah Subhanahu wa ta’ala masih memberikan taufik dan hidayah, sehingga kita dapat melangkahkan kaki ke tempat yang mulia ini, untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yakni shalat Jum’at dalam kondisi sehat wal afiat. Shalawat dan salam kita hadiahkan kepada Rasul, pembawa hidayah dari zaman jahiliyah ke zaman ilmiah. Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa. Takwa dengan mengerjakan apa yang diperintah, menjauhi apa yang dilarang Allah, melalui penjelasan Rasul- Nya. Serta kita istiqomah dengan keimanan dan ketakwaan, hingga akhir hayat kita nanti. Hadirin sidang Jum’at, yang dimuliakan Allah Swt, Perjuangan untuk mempertahankan keimanan bagi setiap muslim ada setiap saat setiap waktu. Dari itu, diperlukan adanya komitmen atau istiqomah. Karena, ujian ini datang dalam berbagai situasi dan keadaan. Dapat saja datang berupa sehat-sakit, muda-tua, kenyang dan lapar. Bahkan ujian keimanan akan datang hingga menjelang akhir hayat. Judul / Tema : Tanggal : 25 Safar 1437 Istiqomah dalam Iman dan Amal Tanggal revisi : 10 Rabi' Awwal 1437 Rekomendasi : Umum
  2. 2. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 2 Dalam suatu riwayat, dikatakan syaitan dan bala tentaranya, akan mendatangi seorang muslim menjelang ajal. Siapa pun orangnya, kecuali para nabi, pasti akan didatangi. Untuk kesempatan yang terakhir, mereka akan tetap berusaha sekuat tenaga menjerumuskan manusia ke lembah Neraka. Syaitan berwujud seperti orang yang sangat dicintai, sangat dikagumi, sambil membawa segelas air. Membujuk seorang muslim, dengan iming-iming agar panjang umur, serta terbebas dari sakitnya sakaratul maut yang sedang dirasakan. “Ambil. Minumlah air ini, katakan Allah tidak ada. Buktinya tidak ada yang bisa hilangkan haus, kecuali dengar air ini,” kira-kira begitu suara rayuannya. Di balik janji manis air segar itu, syaitan berusaha menukar akidah. Hadirin yang dimuliakan Allah Swt, Para alim-ulama katakan, tawaran indah syaitan seperti iming-iming kepada Bilal Radhiallahu‘anhu, untuk melepaskan akidah seorang muslim. Sehingga para alim-ulama sangat mewanti-wanti, jangan sampai seorang muslim yang hari-hari diisi dengan ibadah kepada Allah, namun kenyataannya, begitu menjelang ajal, malah terbujuk dengan perangkap syaitan saat detik-detik terakhir hidup di dunia. Insyallah seorang muslim yang imannya kuat, yang yakin akan kembali kepada Allah, serta istiqomah dengan keimanan, tidak akan tergoda. Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah, Kisah syaitan yang menggoda menjelang ajal, ada dari Tadzkiratul Qurtubhi, disyarahkan dalam kitab al-Yaumul Akhir Jilid pertama. Oleh karena itu, penting setelah beriman, haruslah istiqomah dengan keimanan. Orang-orang yang istiqomah pada Allah, bukan hanya merasakan keuntungan di dunia, karena banyak pertolongan, berkat curahan rahmat Allah kepada-Nya. Keuntungan ini juga dirasakan menjelang seorang hamba tinggalkan dunia, menghadap Allah Rabbul ‘alamiin. Allah Subhanahu wa ta'la berfirman dalam al-Qur'an; َّ‫ِن‬‫إ‬ َّ‫اﻟ‬‫ﻮا‬ُ‫ﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻗ‬ َ‫ﻦ‬‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬َّ‫ﻢ‬ُ‫ﺛ‬ ُ‫ اﷲ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬ُّ‫ﺑ‬َ‫ر‬ ‫ﻶ‬َْ‫ اﳌ‬ُ‫ﻢ‬ِ‫ﻬ‬ْ‫ﻴ‬َ‫ﻠ‬َ  ُ‫ل‬َّ َ َ‫ﺘ‬َ‫ﺗ‬ ‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻘ‬َ‫ﺘ‬ْ‫اﺳ‬َّ‫ﻻ‬َ‫ أ‬ُ‫ﺔ‬َ‫ﻜ‬ِ‫ﺋ‬ْ َ‫ﲢ‬ ‫ﻻ‬َ‫ و‬‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻓ‬‫ﺎ‬َ َ‫ﲣ‬ ِ‫ﺔ‬َّ‫ﻨ‬َ ْ‫ﳉ‬‫ﺎ‬ِ‫ﺑ‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ﺮ‬ِ‫ﺸ‬ْ‫ﺑ‬َ‫أ‬َ‫ و‬‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻧ‬َ‫ﺰ‬ َّ‫اﻟ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﺘ‬ْ ُ‫ﻛ‬  ِ‫ﱵ‬َ‫ون‬ُ‫ﺪ‬َ ‫ﻮ‬ُ‫ﺗ‬. Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka beristiqomah (dengan perkataannya), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS. Fusshilat [41] ayat 30). Syech Lufti Ishak al-Banjari, menjelaskan ayat yang baru dibacakan. Ayat ini berkaitan dengan orang mukmin yang istiqomah saat menghadapi sakaratul maut. Beliau mengatakan, saat jasad mulai terbujur kaku, nyawa sudah ditenggorokan, ajal sudah semakin mendekat, syaitan akan menghampiri. Nah, karena hamba Allah ini termasuk yang istiqomah, para Malaikat akan turun kepadanya. Mengusir para syaitan dan membantu untuk mentalkinkan kalimat tayyibah,‘la ilaha illallah.’ Para Malaikat menghibur dengan mengatakan, “janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih.” Lalu, calon mayyit tadi tersenyum mendengarnya. Kata para Malaikat, sambil dibukakan pintu-pintu surga ;
  3. 3. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 3 َّ‫ اﻟ‬ِ‫ﺔ‬َّ‫ﻨ‬َ ْ‫ﳉ‬‫ﺎ‬ِ‫ﺑ‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ﺮ‬ِ‫ﺸ‬ْ‫ﺑ‬َ‫أ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﺘ‬ْ ُ‫ﻛ‬  ِ‫ﱵ‬َ‫ون‬ُ‫ﺪ‬َ ‫ﻮ‬ُ‫ﺗ‬. “Bergembiralah dengan surga, yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.” Subhanallah… Sehingga sangat wajar, seperti yang sama-sama sering kita saksikan. Orang yang meninggal dengan memegang tauhid yang kokoh, pada jenazahnya, akan tampak tersenyum. Wajah enak dilihat, nyaman dipandang. Bercahaya karena pancaran iman. Hadirin yang dimuliakan Allah Swt, Oleh sebab itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat yang sangat berharga kepada Sufyan bin Abdullah as-Tsaqafi Radhiallahu ‘anhu. Baginda rasul bersabda,” berimanlah kepada Allah, kemudian istiqomahlah.” Dalam kitab Muntahab ahadis, mengenai penjelasan Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim ini, pengarangnya mengatakan, perihal pentingnya perintah beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Lalu berpegang teguh, berusaha terus menancapkan keimanan dengan senantiasa beribadah sekuat tenaga (istiqomah), sebagai pembuktian dari iman. Ciri-ciri amal yang sudah menjadi istiqomah, adalah apabila ditinggalkan akan terasa hambar. Ada perasaan bersalah, atau kurang. Misalnya ada orang yang biasa minum kopi setiap pagi hari. Jika tidak minum kopi, rasanya ada yang kurang lengkap. Ini contoh orang istiqomah dengan minum kopi. Begitu juga, misalnya ada orang yang sudah sering berjamaah ke masjid. Kalau tidak berangkat ke masjid karena terhalang sesuatu, ada perasaan menyesal. Begitu juga amalan lainnya, seperti puasa Senin-Kamis. Jika tidak puasa, rasanya badan terasa tidak nyaman. Ini juga salah satu ciri, dari amalan yang istiqomah, yang sudah meresap ke dalam hati seseorang. Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah, Sikap istiqomah banyak sekali manfaatnya. Untuk mempersingkat khotbah Jum’at pada siang hari ini, khatib hanya menyampaikan 3 manfaat, yang didapat dari penjelasan para alim-ulama. Pertama, Istiqomah meringankan masalah hidup. Orang-orang yang istiqomah akan merasakan bahagia, apa pun keadaannya. Kala sehat- sakit, lapang dan sempit, istiqomah akan meringankan penderitaan. Istiqomah berangkat dari keyakinan yang utuh. Tidak terkesan dengan situasi dan keadaan, yang dilihat atau yang didengar. Sehingga apa pun kesulitan-kesulitan yang dihadapi menjadi ringan saja. Seperti yang dalam Firman Allah Subhanahu wa ta’ala : ِ‫إ‬َّ‫ن‬ َّ‫اﻟ‬‫ﻮا‬ُ‫ﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻗ‬ َ‫ﻦ‬‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬َّ‫ﻢ‬ُ‫ﺛ‬ ُ‫ اﷲ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬ُّ‫ﺑ‬َ‫ر‬ َ‫ﻼ‬َ‫ﻓ‬ ‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻘ‬َ‫ﺘ‬ْ‫اﺳ‬ َ‫ﻻ‬َ‫ و‬ْ‫ﻢ‬ِ‫ﻬ‬ْ‫ﻴ‬َ‫ﻠ‬َ   ٌ‫ف‬ْ‫ﻮ‬َ‫ﺧ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ ﻫ‬َ‫ﻮن‬ُ‫ﻧ‬َ‫ﺰ‬ْ َ‫ﳛ‬. Artinya : “ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.(QS. Al-Ahqaaf [46] ayat 13).
  4. 4. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 4 Maaf, halaman tidak dapat ditampilkan (demo version)
  5. 5. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 5 hatinya selalu berusaha untuk mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, kalau badannya Allah berikan kesehatan. Demikian juga orang yang sebelum tidur, dalam keadaan masih punya wudhu, terus berdzikir menyebut-nyebut nama Allah. Maka selama tidurnya, juga dianggap terus-menerus berdzikir, hingga ia terbangun. Inilah kehebatan dari istiqomah dalam beramal. Pendapat Mulla Ali Qari Rahmatullah ‘alaihi, didasarkan pada hadis shahih riwayat Imam Bukhari.  ‫ﺎ‬‫ﺛﻨ‬ّ‫ﺪ‬‫ﺣ‬‫ اﰉ‬‫ﻦ‬‫ﻋ‬  ‫ﷲ‬‫ ا‬‫ل‬‫ﻮ‬‫ﺳ‬‫ ر‬‫ل‬‫ ﻗﺎ‬‫؛‬‫ ﻗﺎل‬‫ﻪ‬‫ ﻋﻨ‬‫ﷲ‬‫ ا‬‫ﻲ‬‫ﺿ‬‫ ر‬‫ﻲ‬‫ﺳ‬‫ﻮ‬‫ﻣ‬)‫ص‬:(ِ‫إ‬َ‫ذ‬َ‫ﻣ‬ ‫ا‬ِ‫ﺮ‬َ‫ض‬ ْ‫اﻟ‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﺒ‬ُ‫ﺪ‬ َ‫ا‬ْ‫و‬ َ‫ﺳ‬َ‫ﻓ‬‫ﺎ‬َ‫ﺮ‬ ُ‫ﻛ‬ِ‫ﺘ‬َ‫ﺐ‬ َ‫ﻟ‬ُ‫ﻪ‬  ِ‫ﻣ‬ْ‫ﺜ‬ُ‫ﻞ‬ َ‫ﻣ‬َ  ‫ﺎ‬َ‫ﺎن‬ َ‫ﻳ‬ْ‫ﻌ‬َ‫ﻤ‬ُ‫ﻞ‬ ُ‫ﻣ‬ِ‫ﻘ‬ْ‫ﻴ‬ً‫ﻤ‬َ‫ ﺻ‬‫ﺎ‬ِ‫ﺤ‬ْ‫ﻴ‬ً‫ﺤ‬‫ﺎ‬).‫ ﰲ‬‫ي‬‫ اﻟﺒﺨﺎر‬‫ه‬‫روا‬ ‫ و‬‫ﻪ‬‫ﺻﺤﻴﺤ‬ ُ‫اﳊﺪﻳﺚ‬ َ‫ﺘ‬ ُ‫اﳌ‬َ‫ﺨ‬ُ‫ﺔ‬َ‫ﺒ‬ ِّ‫ اﻟﺼ‬ ِ‫ﰲ‬َ‫ﻔ‬  ِ‫ﺎت‬ ِ ّ‫اﻟﺴ‬ِّ‫ﺖ‬.( Artinya : Dari Abu Musa Radhiaallhu ‘anhu Rasulallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;“Apabila seorang hamba (yang muslim) sakit atau dalam melakukan perjalanan, maka dituliskan pahala amal yang sama, sebagaimana yang ia lakukan ketika berada di rumah dalam keadaan sehat.” (HR. Bukhari dalam shahihnya No. 2996 dan Ahaadistul muntakhab fish sifataatis sitti). Hadirin yang dimuliakan Allah Swt, Khatib akan mempersingkat cara agar mendapatkan sifat istiqomah, berdasarkan resep para ulama. Pertama, harus memahami nilai dari iman-amal shaleh. Faham, fadhilah-fadhilah atau keutamaannya, serta cara mengerjakannya. Kedua, niat ikrar dalam hati, bersungguh-sungguh meningkatkan iman-amal shaleh. Ketiga, tetap berusaha komitmen, apa pun suasana dan keadaan tetap berusaha mengerjakan. Keempat, berdo’a pada Allah agar senantiasa diistiqomahkan. Demikianlah khotbah pada siang hari ini. Dari kisah amal istiqomah Sayyidina Bilal Radhiallahu‘anhu, mudah-mudah bisa menjadi inspirasi bagi kita. Dapat kita jadikan contoh dalam keseharian kita, pentingnya istiqomah. Kita juga berdo’a mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta’ala selalu mudahkan, agar dapat istiqomah dalam iman-amal shaleh, hingga kita menghadap Allah dalam keadaan Iman yang sempurna. Amieen.. Amieen.. ya Rabbal ‘Alamiin..   َّ‫ِﻻ‬‫إ‬‫ٱ‬ۡ‫ﺻ‬َ‫أ‬َ‫ و‬ْ‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﺑ‬‫ﺎ‬َ‫ﺗ‬ َ‫ﻦ‬‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬َّ‫ﻟ‬َ‫ و‬ْ‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﺤ‬َ‫ﻠ‬‫ٱ‬ۡ‫ﻋ‬ِ‫ﺑ‬ ْ‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻤ‬ َ‫ﺼ‬َ‫ﺘ‬‫ﭑ‬ِ‫ﷲ‬ ۡ‫ﺧ‬َ‫أ‬َ‫و‬َ‫ﻠ‬ۡ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬َ‫ﻳﻨ‬ِ‫د‬ ْ‫ا‬‫ﻮ‬ ُ‫ﺼ‬ ٰ ‫ﻟ‬ْ‫و‬ُ‫ﺄ‬َ‫ﻓ‬  ِ َّ ِ َ‫ﻊ‬َ‫ﻣ‬  َ‫ﻚ‬ِ‫ﺌ‬‫ٱ‬ُۡ‫ﳌ‬ۡ‫ﺆ‬َۖ‫ﲔ‬ِ‫ﻨ‬ِ‫ﻣ‬ ۡ‫ﻮ‬َ‫ﺳ‬َ‫و‬ۡ‫ﺆ‬ُ‫ﻳ‬  َ‫ف‬  ِ‫ت‬ ‫ٱ‬ُ‫ﷲ‬‫ٱ‬ُۡ‫ﳌ‬ۡ‫ﺆ‬ۡ‫ﺟ‬َ‫ أ‬َ‫ﲔ‬ِ‫ﻨ‬ِ‫ﻣ‬ٗ‫ﻴﻤ‬ِ‫ﻈ‬َ‫ ﻋ‬‫ا‬ً‫ﺮ‬ً‫ﺎ‬. Artinya: "Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." (QS. An-Nisa [4] ayat 164).
  6. 6. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 6 ِ‫ﻢ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻈ‬َ‫ﻌ‬ْ‫ اﻟ‬ِ‫آن‬ْ‫ﺮ‬ُ‫ﻘ‬ْ‫ﻟ‬‫ ا‬ ِ‫ ﰲ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬َ‫ﻟ‬َ‫ و‬ْ ِ‫ ﱄ‬ُ‫ اﷲ‬َ‫ك‬َ‫ﺎر‬َ‫ﺑ‬.ْ ِ‫ﲏ‬َ‫ﻌ‬َ‫ﻔ‬َ‫ﻧ‬َ‫و‬ِ‫ﻢ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻜ‬َ ْ‫ﳊ‬‫ ا‬ِ‫ﺮ‬ْ‫ﻛ‬ِّ‫ﺬ‬‫اﻟ‬َ‫ و‬ ِ‫ﺎت‬َ‫ْﻵﻳ‬‫ا‬ َ‫ﻦ‬ِ‫ﻣ‬ ِ‫ﻪ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ ﻓ‬‫ﺎ‬َ ِ‫ ﲟ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻛ‬‫ﺎ‬َّ‫ِﻳ‬‫إ‬َ‫و‬. ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬َ‫ﻟ‬َ‫ و‬ْ ِ‫ ﱄ‬َ‫ اﷲ‬ُ‫ﺮ‬ِ‫ﻔ‬ْ‫ﻐ‬َ‫ﺘ‬ْ‫ﺳ‬َ‫أ‬َ‫ و‬‫ا‬َ‫ﺬ‬َ‫ ﻫ‬ْ ِ‫ﱄ‬ْ‫ﻮ‬َ‫ﻗ‬ ُ‫ل‬ْ‫ﻮ‬ُ‫ﻗ‬َ‫أ‬.ِ‫ﺮ‬ِ‫ﺋ‬‫ﺂ‬َ‫ﺴ‬ِ‫ﻟ‬َ‫و‬‫ﻤﺂت‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺴ‬ُ‫ْﳌ‬‫ا‬َ‫ و‬َ ْ‫ﲔ‬ِ‫ﻤ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺴ‬ُْ‫ﳌ‬‫ا‬.ُ‫ه‬ْ‫و‬ُ‫ﺮ‬ِ‫ﻔ‬ْ‫ﻐ‬َ‫ﺘ‬ْ‫ﺳ‬‫ﺎ‬َ‫ﻓ‬… َ‫ﻮ‬ُ‫ﻫ‬ ُ‫َﻪ‬ّ‫ﻧ‬ِ‫إ‬ ُ‫ﻢ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﺣ‬َّ‫ﺮ‬‫ﻟ‬‫ ا‬ُ‫ر‬ْ‫ﻮ‬ُ‫ﻔ‬َ‫ﻐ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬. (duduk di antara dua khotbah) =‫ﺧﺎﻃـﺘﻤ‬‫ﺔ‬= َ‫ا‬َ ْ‫ﳊ‬ِ َّ ِ  ُ‫ﺪ‬ْ‫ﻤ‬. َ‫ا‬ ِ َّ ِ  ُ‫ﺪ‬ْ‫ﻤ‬َ ْ‫ﳊ‬َّ‫اﻟ‬َ‫ت‬ْ‫ﻮ‬َ ْ‫ﳌ‬‫ ا‬َ‫ﻖ‬َ‫ﻠ‬َ‫ﺧ‬ ‫ي‬ِ‫ﺬ‬َ‫و‬ُّ‫ﻳ‬َ‫أ‬ ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻛ‬َ‫ﻮ‬ُ‫ﻠ‬ْ‫ﺒ‬َ ِ‫ﻟ‬ َ‫ة‬‫ﺎ‬َ‫ﻴ‬َ ْ‫ﳊ‬‫ا‬ً‫ﻼ‬َ‫ﻤ‬َ‫ ﻋ‬ُ‫ﻦ‬َ‫ﺴ‬ْ‫ﺣ‬َ‫أ‬ ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬ َ‫ﻮ‬ُ‫ﻫ‬َ‫ و‬، ُ‫ﺰ‬‫ِﻳ‬‫ﺰ‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ُ‫ﻮر‬ُ‫ﻔ‬َ‫ﻐ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬.َ‫أ‬َّ‫ﻻ‬ِ‫إ‬ َ‫ِﻟﻪ‬‫إ‬ َ‫ﻻ‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ﺪ‬َ‫ﻬ‬ْ‫ﺷ‬َّ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ﺪ‬َ‫ﻬ‬ْ‫ﺷ‬َ‫أ‬َ‫ و‬ُ‫اﷲ‬ ْ‫ﺒ‬َ‫ ﻋ‬‫ا‬ً‫ﺪ‬ّ‫ﻤ‬َ ُ‫ﳏ‬ُ‫ه‬ُ‫ﺪ‬ َ‫و‬َ‫ر‬ُ‫ﻪ‬ُ‫ﻮﻟ‬ُ‫ﺳ‬. ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻛ‬َ‫ﺮ‬َ‫ﻣ‬َ‫أ‬ َ‫ اﷲ‬ َّ‫ِن‬‫إ‬ ِ‫ﻪ‬ِ‫ﺳ‬ْ‫ﺪ‬ُ‫ﻘ‬ِ‫ﺑ‬ ِ‫ﺔ‬َ‫ﺤ‬َّ‫ﺒ‬َ‫ﺴ‬ُْ‫ﳌ‬‫ ا‬ِ‫ﻪ‬ِ‫ﺘ‬َ‫ﻜ‬ِ‫ ﺋ‬‫ﻶ‬َ ِ‫ ﲟ‬ َّ‫َﲎ‬‫ﺛ‬َ‫ و‬،ِ‫ﻪ‬ِ‫ﺴ‬ْ‫ﻔ‬َ‫ﻨ‬ِ‫ﺑ‬ ِ‫ﻪ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻓ‬َ ‫أ‬َ‫ﺪ‬َ‫ ﺑ‬ٍ‫ﺮ‬ْ‫ﻣ‬َ‫ﺄ‬ِ‫ﺑ‬.َ‫ﻓ‬َ‫ﻘ‬َ‫ﺎل‬ َ‫ﺗ‬َ‫ﻌ‬َ‫ﺎﱃ‬   ً‫ﻼ‬ِ‫ﺎﺋ‬َ‫ﻗ‬ ْ‫ل‬َ‫ﺰ‬َ‫ﻳ‬ ْ‫ﻢ‬َ‫ﻟ‬َ‫و‬ ‫ﺎ‬ً‫ﻤ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻠ‬َ:َّ‫ِن‬‫إ‬ َ‫اﷲ‬‫ﻶ‬َ‫ﻣ‬َ‫و‬ُّ‫ﻠ‬ َ‫ﺼ‬ُ‫ﻳ‬ ُ‫ﻪ‬َ‫ﺘ‬َ‫ﻜ‬ِ‫ﺋ‬ِّ‫ﻲ‬ِ‫ﺒ‬َّ ‫ﻟ‬‫ ا‬ َ َ  َ‫ﻮن‬.َّ‫ اﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻬ‬ُّ‫ﻳ‬َ‫أ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻳ‬‫ﻮا‬ُ‫ﻨ‬َ‫ﻣ‬‫ آ‬َ‫ﻦ‬‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬ُّ‫ﻠ‬َ‫ﺻ‬ ‫ا‬‫ﻮ‬ُ‫ﻤ‬ِّ‫ﻠ‬َ‫ﺳ‬َ‫ و‬ِ‫ﻪ‬ْ‫ﻴ‬َ‫ﻠ‬َ  ‫ا‬‫ﻮ‬ ‫ﺎ‬ً‫ﻴﻤ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺴ‬َ‫ﺗ‬.َّ‫ﻤ‬َ ُ‫ ﳏ‬ َ َ   ِّ‫ﻞ‬َ‫ ﺻ‬َّ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬َّ‫ﻠ‬‫َﻟ‬‫ا‬َ‫ﺖ‬ْ‫ﻴ‬َّ‫ﻠ‬َ‫ ﺻ‬‫ﺎ‬َ‫ﻤ‬َ‫ﻛ‬ ،ٍ‫ﺪ‬َّ‫ﻤ‬َ ُ‫ ﳏ‬ ِ‫ آل‬ َ َ َ‫ و‬ٍ‫ﺪ‬  ِ‫ آل‬ َ َ َ‫ و‬،َ‫ـﻢ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻫ‬‫ا‬َ‫ﺮ‬ْ‫ﺑ‬ِ‫إ‬  َ َ  ٌ‫ﺪ‬ْ‫ﻴ‬ِ َ‫ ﲪ‬َ‫ﻚ‬َّ‫ﻧ‬ِ‫إ‬ َ‫ﻢ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻫ‬‫ا‬َ‫ﺮ‬ْ‫ﺑ‬ِ‫إ‬،ٌ‫ﺪ‬ْ‫ِﻴ‬َ‫ﳎ‬ٍ‫ﺪ‬َّ‫ﻤ‬َ ُ‫ ﳏ‬ ِ‫ آل‬ َ َ َ‫ و‬ٍ‫ﺪ‬َّ‫ﻤ‬َ ُ‫ ﳏ‬ َ َ  ْ‫ك‬ِ‫ر‬‫ﺎ‬َ‫ﺑ‬َ‫و‬، َ َ   َ‫ﺖ‬ْ‫ﻛ‬َ‫ﺎر‬َ‫ ﺑ‬‫ﺎ‬َ‫ﻤ‬َ‫ﻛ‬ ٌ‫ﺪ‬ْ‫ِﻴ‬َ‫ ﳎ‬ٌ‫ﺪ‬ْ‫ﻴ‬ِ َ‫ ﲪ‬َ‫ﻚ‬َّ‫ﻧ‬ِ‫إ‬ َ‫ﻢ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻫ‬‫ا‬َ‫ﺮ‬ْ‫ﺑ‬ِ‫إ‬  ِ‫ آل‬ َ َ َ‫ و‬،َ‫ﻢ‬ْ‫ﻴ‬ِ‫ﻫ‬‫ا‬َ‫ﺮ‬ْ‫ﺑ‬ِ‫إ‬.ُْ‫ﳋ‬‫ ا‬ ِ‫ﻦ‬َ‫ﻋ‬ َّ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬َّ‫ﻠ‬‫ اﻟ‬ َ‫ض‬ْ‫ار‬َ‫و‬ ‫؛‬ َ‫ﻦ‬ْ‫ﻳ‬ِ‫ﺪ‬ِ‫ﺷ‬‫ا‬َّ‫ﺮ‬‫ﻟ‬‫ ا‬ِ‫ﺎء‬َ‫ﻔ‬َ‫ﻠ‬ ،ِ‫ق‬ْ‫و‬ُ‫ﺎر‬َ‫ﻔ‬ْ‫ اﻟ‬َ‫ﺮ‬َ‫ﻤ‬ُ‫ﻋ‬َ‫ و‬،ِ ِ‫ﺮ‬ْ‫ﻜ‬َ‫ﺑ‬ ْ ِ‫ﰊ‬َ‫أ‬ َ‫ـﺎن‬َ‫ﻤ‬ْ‫ﺜ‬ُ‫ﻋ‬َ‫و‬،ٍّ‫ﻲ‬ِ‫ﻠ‬َ  َ‫و‬ َ‫ض‬ْ‫ار‬َ‫و‬ِ‫ﺔ‬َ‫ﺎﺑ‬َ‫ﺤ‬ َّ‫ اﻟﺼ‬ِ‫ﻦ‬َ‫ﻋ‬ َّ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬َّ‫ﻠ‬‫اﻟ‬َّ‫ﺮ‬‫ﻟ‬‫ا‬ ِ‫ﷲ‬‫ ا‬ ِ‫ﻮل‬‫ﺳـ‬ ْ‫ﻦ‬َ‫ﻣ‬َ‫ و‬،َ ْ‫ﲔ‬ِ‫ﻌ‬ِ‫ﺑ‬‫ﺎ‬َّ‫ اﻟﺘ‬ ِ‫ﻦ‬َ‫ﻋ‬َ‫ و‬،َ ْ‫ﲔ‬ِ‫ﻌ‬َ ْ‫ﲨ‬َ‫أ‬َ‫ و‬،َ‫ﻦ‬ْ‫ﻳ‬ِّ‫ﺪ‬‫ اﻟ‬ِ‫م‬ْ‫ﻮ‬َ‫ﻳ‬  َ‫ِﱃ‬‫إ‬ ٍ‫ﺎن‬َ‫ﺴ‬ْ‫ِﺣ‬‫ﺈ‬ِ‫ﺑ‬ ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬َ‫ﻌ‬ِ‫ﺒ‬َ‫ﺗ‬ََ‫ﻠ‬َْ‫ﻨ‬َ‫ ﻣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻌ‬ُ‫ﻬ‬ْ‫ﻢ‬ ِ‫ﺑ‬َ‫ﺮ‬َ ْ‫ﲪ‬ِ‫ﺘ‬َ‫ﻚ‬  ‫ﺂ‬‫ـ‬‫ﻳ‬ َ‫ا‬ْ‫ر‬َ‫ﺣ‬َ‫ﻢ‬ َّ‫ﺮ‬‫ﻟ‬‫ا‬ِ ِ‫ﲪ‬َ ْ‫ﲔ‬.— ‫ﻟ‬َ‫ا‬َّ‫ﻠ‬ُ‫ﻬ‬َّ‫ﻢ‬ َ ْ‫ﲔ‬ِ‫ﻤ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺴ‬ُ‫ﻤ‬ْ‫ﻠ‬ِ‫ ﻟ‬ْ‫ﺮ‬ِ‫ﻔ‬ْ‫ﻏ‬‫ا‬ َ ْ‫ﲔ‬ِ‫ﻨ‬ِ‫ﻣ‬ْ‫ﺆ‬ُْ‫ﳌ‬‫ا‬َ‫ و‬، ِ‫ﺂت‬َ‫ﻤ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺴ‬ُْ‫ﳌ‬‫ا‬َ‫و‬َ‫ﻨ‬ِ‫ﻣ‬ْ‫ﺆ‬ُْ‫ﳌ‬‫ا‬َ‫و‬‫ﺂ‬ِ‫ﺂء‬َ‫ﻴ‬ْ‫ﺣ‬َ‫ﻷ‬ْ‫ا‬  ِ‫ت‬  ، ِ‫ات‬َ‫ﻮ‬ْ‫ﻣ‬َ‫ﻷ‬ْ‫ا‬َ‫ و‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬ْ‫ﻨ‬ِ‫ﻣ‬ َّ‫ﻧ‬ِ‫إ‬ٌ‫ﻊ‬ْ‫ﻴ‬ِ َ‫ﲰ‬ َ‫ﻚ‬َّ‫ﺪ‬‫ اﻟ‬ ُ‫ﺐ‬ْ‫ِﻴ‬ ُ‫ ﳎ‬ ٌ‫ﺐ‬ْ‫ﻳ‬ِ‫ﺮ‬َ‫ﻗ‬ِ‫ات‬َ‫ﻮ‬َ‫ﻋ‬.َ‫ ﻟ‬ْ‫ﺢ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺻ‬َ‫أ‬ َّ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬َّ‫ﻠ‬‫اﻟ‬َ‫ﺎ‬‫ﻨ‬ َّ‫ اﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ ‫ﻳ‬ِ‫د‬ ،‫ﺎ‬َ‫ﻧ‬ِ‫ﺮ‬ْ‫ﻣ‬َ‫أ‬ ُ‫ﺔ‬َ‫ﻤ‬ ْ‫ﺼ‬ِ‫ﻋ‬ َ‫ﻮ‬ُ‫ﻫ‬ ‫ي‬ِ‫ﺬ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ ﻟ‬ْ‫ﺢ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺻ‬َ‫أ‬‫و‬ َّ‫ اﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﺎﻧ‬َ‫ﻴ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫د‬ِ‫ﱵ‬ُ‫ﺎﺷ‬َ‫ﻌ‬َ‫ ﻣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻴﻬ‬ِ‫ﻓ‬ َ‫ﻨ‬َ‫ﺗ‬َ‫ﺮ‬ِ‫ﺧ‬‫ آ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ ﻟ‬ْ‫ﺢ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﺻ‬َ‫أ‬َ‫ و‬،‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َّ‫ اﻟ‬‫ﺎ‬ َ‫ة‬‫ﺎ‬َ‫ﻴ‬َ ْ‫ﳊ‬‫ ا‬ ِ‫ﻞ‬َ‫ﻌ‬ْ‫اﺟ‬َ‫ و‬،‫ﺎ‬َ‫ﻧ‬ُ‫ﺎد‬َ‫ﻌ‬َ‫ ﻣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻬ‬ْ‫ﻴ‬َ‫ِﻟ‬‫إ‬  ِ‫ﱵ‬ َ‫ﺷ‬  ِّ‫ﻞ‬ُ  ْ‫ﻦ‬ِ‫ﻣ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ ﻟ‬ً‫ﺔ‬َ‫اﺣ‬َ‫ ر‬ َ‫ت‬ْ‫ﻮ‬َ ْ‫ﳌ‬‫ ا‬ ِ‫ﻞ‬َ‫ﻌ‬ْ‫اﺟ‬َ‫ و‬،ٍ ْ‫ﲑ‬َ‫ ﺧ‬ ِّ‫ﻞ‬ُ   ِ‫ ﰲ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ ﻟ‬ً‫ة‬َ‫ﺎد‬َ‫ﻳ‬ِ‫ز‬ٍّ‫ﺮ‬َ‫ا‬،ْ‫ﻧ‬َ‫ﺖ‬ َ‫ﻣ‬ْ‫ﻮ‬َ‫ﻻ‬َ‫ﻧ‬َ‫ ﻳ‬‫ﺎ‬َ‫ ر‬‫ﺂ‬َّ‫ب‬  ْ‫اﻟ‬َ‫ﻌ‬َِ‫ﳌ‬‫ﺎ‬َ‫ﲔ‬.َّ‫ﻠ‬‫ﻟ‬َ‫ا‬ُ‫ﻬ‬َّ‫ﻢ‬ ُ‫ﻠ‬ُ‫ﻗ‬ ‫ﺮ‬ِّ‫ﻬ‬ َ‫ﻃ‬َ‫ﻔ‬ِّ‫ اﻟﻨ‬َ‫ﻦ‬ِ‫ﻣ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ﻮﺑ‬ِ‫ﺎق‬.‫ﺂ‬َ‫ﺮﻳ‬ِّ‫ﻟ‬‫ ا‬َ‫ﻦ‬ِ‫ﻣ‬ َ‫ﺎ‬‫ﻨ‬َ‫ﻠ‬َ‫ﻤ‬ْ‫َﻋ‬‫ا‬ ‫و‬ِ‫ء‬.ْ‫ا‬ َ‫ﻦ‬ِ‫ﻣ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ َ‫ﻨ‬ِ‫ﺴ‬ْ‫ﻟ‬َ‫ا‬‫و‬ِ‫ب‬ِ‫ﺬ‬َ‫ﻜ‬‫ﻟ‬. َ‫و‬َ‫أ‬ِْ‫ﳋ‬‫ ا‬َ‫ﻦ‬ِ‫ﻣ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ ُ ‫ﻴ‬َْ‫ﻴ‬‫ـ‬ِ‫ﺔ‬َ‫ﻧ‬‫ﺎ‬.‫ـﺂ‬َ‫ﻳ‬َ‫ﻚ‬ِ‫ﻨ‬ْ‫ﻳ‬ِ‫د‬  َ َ  ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ﻮﺑ‬ُ‫ﻠ‬ُ‫ﻗ‬  ْ‫ﺖ‬ِّ‫َﺒ‬‫ﺛ‬ ، ِ‫ب‬ْ‫ﻮ‬ُ‫ﻠ‬ُ‫ﻘ‬ْ‫ﻟ‬‫ ا‬ َ‫ﺐ‬ِّ‫ﻠ‬َ‫ﻘ‬ُ‫ﻣ‬.َّ‫ﻢ‬ُ‫ﻬ‬َّ‫ﻠ‬‫اﻟ‬ َ‫ف‬ِّ‫ﺮ‬ َ‫ﺼ‬ُ‫ﻣ‬ ‫ﺂ‬‫ـ‬َ‫ﻳ‬
  7. 7. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 7 ِ‫ﻮب‬ُ‫ﻠ‬ُ‫ﻘ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬، َ‫ﻚ‬ِ‫ﺘ‬َ‫ﺎﻋ‬ َ‫ ﻃ‬ َ َ  ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َ‫ﻮﺑ‬ُ‫ﻠ‬ُ‫ﻗ‬  ْ‫ف‬ِّ‫ﺮ‬َ‫ﺻ‬.َّ‫ﺑ‬َ‫ر‬ْ‫ﻏ‬‫ ا‬‫ﺎ‬َ‫ـﻨ‬َ‫ ﻟ‬ْ‫ﺮ‬ِ‫ﻔ‬ِ‫ﻹ‬َ‫ و‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َّ‫ اﻟ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬ِ‫اﻧ‬َ‫ﻮ‬ْ‫ﺧ‬ِْ‫ﺎﻹ‬ِ‫ﺑ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻮﻧ‬ُ‫ﻘ‬َ‫ﺒ‬َ‫ﺳ‬ َ‫ﻦ‬‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬ ،ِ‫ﺎن‬َ‫ﳝ‬ ‫ﻻ‬َ‫و‬ْ َ‫ﲡ‬ِ‫ﺑ‬‫ﻮ‬ُ‫ﻠ‬ُ‫ﻗ‬  ِ‫ ﰲ‬ ْ‫ﻞ‬َ‫ﻌ‬َّ‫ﺑ‬َ‫ ر‬،‫ﻮا‬ُ‫ﻨ‬َ‫ﻣ‬‫ آ‬َ‫ﻦ‬‫ﻳ‬ِ‫ﺬ‬َّ‫ﻠ‬ِ‫ ﻟ‬‫ﻼ‬ِ  ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬َّ‫ﻧ‬ِ‫إ‬ ‫ﺎ‬َ‫ـﻨ‬ٌ‫ﻴﻢ‬ِ‫ﺣ‬َ‫ ر‬ ٌ‫وف‬ُ‫ء‬َ‫ ر‬ َ‫ﻚ‬. َّ‫ﺑ‬َ‫ر‬‫ﺔ‬َ‫ﻨ‬َ‫ﺴ‬َ‫ ﺣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻴ‬ْ‫ﻧ‬ُّ‫ﺪ‬‫ اﻟ‬ ِ‫ ﰲ‬‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬ِ‫ﺗ‬‫ آ‬‫ﺎ‬َ‫ـﻨ‬. َّ‫ و‬ً‫ﺔ‬َ‫ﻨ‬َ‫ﺴ‬َ‫ ﺣ‬ِ‫ة‬َ‫ﺮ‬ِ‫ﺧ‬َ‫ﻷ‬ْ‫ا‬  ِ‫ﰲ‬َ‫و‬َّ‫ اﻟﻨ‬ َ‫اب‬َ‫ﺬ‬َ  ‫ﺎ‬َ‫ﻨ‬ِ‫ﻗ‬ِ‫ر‬‫ﺎ‬. َ‫ﻓ‬َ‫ﻴ‬َ‫د‬َ‫ﺎ‬‫ﺒ‬ِ‫ﻋ‬ ‫ﺂ‬‫ـ‬‫ا‬ ‫ﷲ‬... َّ‫ِن‬‫إ‬ َ‫اﷲ‬ُ‫ﺮ‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﺄ‬َ‫ ﻳ‬ْ‫ا‬َ‫ و‬ ِ‫ل‬ْ‫ﺪ‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﺎﻟ‬ِ‫ﺑ‬ِ‫ﻹ‬ِ‫ﺎن‬َ‫ﺴ‬ْ‫ﺣ‬، ْ‫ِﻳ‬‫إ‬َ‫و‬ِ‫ﺎء‬َ‫ﺸ‬ْ‫ﺤ‬َ‫ﻔ‬ْ‫ اﻟ‬ ِ‫ﻦ‬َ‫ﻋ‬  َ ْ‫ﻨ‬َ‫ﻳ‬َ‫ و‬ َ‫ﰉ‬ْ‫ﺮ‬ُ‫ﻘ‬ْ‫ﻟ‬‫ ا‬‫ي‬ِ‫ذ‬ ِ‫ﺎء‬َ‫ﺘ‬ِ‫ﻲ‬ْ‫ﻐ‬َ‫ﺒ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬َ‫ و‬ِ‫ﺮ‬َ‫ﻜ‬ْ‫ﻨ‬ُْ‫ﳌ‬‫ا‬َ‫و‬،  َّ‫ﻠ‬َ‫ﻌ‬َ‫ ﻟ‬ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬ ُ‫ﻈ‬ِ‫ﻌ‬َ‫ﻳ‬َّ‫ﻛ‬َ‫ﺬ‬َ‫ﺗ‬ ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻜ‬َ‫ون‬ُ‫ﺮ‬.َ َ  ُ‫ه‬ْ‫و‬ُ‫ﺮ‬ُ‫ﻜ‬ْ‫ﺷ‬‫ا‬َ‫ و‬،ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻛ‬ْ‫ﺮ‬ُ‫ﻛ‬ْ‫ﺬ‬َ‫ ﻳ‬َ‫ اﷲ‬‫ا‬ْ‫و‬ُ‫ﺮ‬ُ‫ﻛ‬ْ‫ذ‬ُ‫أ‬ْ‫ﻛ‬ِ‫ﺬ‬َ‫ﻟ‬َ‫ و‬ ،ْ‫ﻢ‬ُ‫ﻛ‬ْ‫د‬ِ‫ﺰ‬َ‫ﻳ‬ ِ‫ﻪ‬ِ‫ﻤ‬َ‫ﻌ‬ِ‫ﻧ‬ ُ‫ﺮ‬ ِ‫ﷲ‬‫ا‬ َ‫ﱪ‬ْ‫ﻛ‬َ‫أ‬، ُ‫اﷲ‬َ‫و‬ُ‫ﻢ‬َ‫ﻠ‬ْ‫ﻌ‬َ‫ ﻳ‬َ‫ﻮن‬ُ‫ﻌ‬َ‫ﻨ‬ ْ‫ﺼ‬َ‫ﺗ‬ ‫ﺎ‬َ‫ﻣ‬.—
  8. 8. RightCopy © 2015 Badru Zaman I Istiqomah dalam Iman dan Amal 8 Butuh Naskah Khutbah Siap Pakai? Naskah dari Kami ;  Tidak menyinggung partai politik  Tidak menyinggung pemerintah  Tidak memojokkan golongan  Tidak mencemarkan nama baik seseorang  Hanya mengajak iman dan amal shaleh  Referensi terpercaya  Teruji di banyak masjid-masjid umum di Jakarta  Huruf jelas, enak dibaca  Dapat langsung dicetak-diprint  Ganti ongkos mengetik antara Rp. 100-150 K/naskah Insya Allah, naskah dikirimkan via email dalam bentuk PDF dan Word, setelah transfer Hubungi : Badru Zaman, SH.i Masjid Jami' al-Intidzom Jl.Tipar-timur Rt.002/04 Semper barat, Cilincing, Jakarta Utara Home : 021-4410611 Phone : 0838-0736-0889 (Axis) Mail : badruzamansuka@gmail.com Bank : 518-01-48723-11-3 (CIMB Niaga Syariah) a.n Badru Zaman Badru Zaman, SH.i. Lahir di Jakarta. Lulusan salah satu PTN Islam di Indonesia. Selain menjadi da'i, aktif dalam dunia tulis-menulis. Saat ini sudah menetap di Jakarta. Korespondensi ; badruzamansuka@gmail.com www.naskah-khutbah-jumat.blogspot.co.id

×