Gren computing 11917124

1,022 views

Published on

Green Computing for green world

Published in: Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,022
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Gren computing 11917124

  1. 1. GREEN COMPUTING By: M. Bhanu Setyawan NIS : 11917124
  2. 2. Latar Belakang Green Computing <ul><li>meningkatnya biaya energi dan keharusan untuk menghemat biaya, tetapi juga karena dampaknya terhadap lingkungan. </li></ul><ul><li>Konsumsi daya komputasi perusahaan telah mencapai titik kritis. Sebagai contoh, sebuah bisnis E-commerce dengan 100.000 server dengan mudah dapat menghabiskan sampai $ 20 juta per tahun untuk memenuhi power/listrik pada server. Jelas ada potensi besar untuk penghematan jika dikelola dengan konsep green computing. </li></ul><ul><li>Trend pemakain green computing di google trend </li></ul>
  3. 3. Mengapa Harus Green Computing <ul><li>Penggunaan energi (power) pada Komputasi komputer mencapai titik kritis: data center kekurangan energi dan dan peningkatan sistem pendingin karena terlalu banyaknya peralatan IT. </li></ul><ul><li>Perubahan Iklim: Penelitian menunjukkan bahwa emisi CO2 dan lainnya yang menyebabkan pemanasan global dan kerusakan lingkungan. </li></ul><ul><li>Penghematan: green computing membantu dalam penghematan biaya energi dari pemakaian server, sistem pendingin, dan penerangan bagi suatu perusahaan. </li></ul><ul><li>Kehandalan Energi: kebutuhan energi di dunia naik, sedangkan pasokan energi menurun atau tetap. Sistem energi yang efisien membantu memastikan sumber energi tetap tersedia. </li></ul>
  4. 4. Tujuh Cara Menuju Green Computing <ul><li>Performance Tuning </li></ul><ul><li>Perencanaan kapasitas </li></ul><ul><li>Kehandalan Sistem </li></ul><ul><li>Sistem Pendingin </li></ul><ul><li>Perancangan sistem energi yang hemat </li></ul><ul><li>Virtualisasi </li></ul><ul><li>Storage Area Network (SAN) </li></ul>
  5. 5. Perfromance Tuning <ul><li>Performance adalah proses penyesuaian kinerja komputer terhadap beban kerja yang ada agar bisa terus berjalan dengan maksimal. </li></ul><ul><li>Performane tuning juga dapat menurunkan sistem pemakaian energi secara keseluruhan . dengan managemen Disk I / O, CPU, pengaturan memori yang baik bisa membantu penghematan energi yang signfikan. </li></ul>
  6. 6. Perencanaan Kapasitas <ul><li>Perencanaan Kapasitas memungkinkan sebuah organisasi untuk tumbuh dengan cara yang koheren dan terorganisir sambil meminimalkan jumlah perangkat keras yang diperlukan untuk melakukan komputasi yang dibutuhkan </li></ul><ul><li>Keberhasilan setiap pusat operasi TI bergantung pada kinerja pelanggan, sangat penting untuk mengetahui di awal berapa kebutuhan dan kapasitas saat ini dan masa depan. Konsolidasi server, virtualisasi, dan kinerja semua bergantung pada perkiraan yang akurat tentang kebutuhan masa depan yang disediakan oleh perencanaan kapasitas dan model-model prediksi. </li></ul>
  7. 7. Kehandalan Sistem <ul><li>Keandalan perangkat keras merupakan aspek penting dari green computing karena mengurangi biaya keseluruhan energi yang berkaitan dengan kegagalan sistem dan E-waste (limbah TI). Selain itu, perusahaan mendapatkan keuntungan dengan mewujudkan kerangka kerja TI dan e-commerce yang lebih handal. </li></ul><ul><li>Keandalan sistem berkaitan dengan biaya produksi, perbaikan, dan ROI. Peningkatan kehandalan infrastruktur TI mengarah ke penghematan energi yang signifikan sambil meminimalkan pembuangan bahan limbah berbahaya. </li></ul>
  8. 8. Sistem Pendingin <ul><li> Mengurangi konsumsi energi dengan berfouks pada energi yang dipakai komputer. Penggunaan fans (kipas), CPU, power supply, disk, dan komponen terkait dapat membuat perbedaan besar dalam pengeluaran biaya listrik. </li></ul><ul><li>Cara lain untuk sistem pendingin yang efisien. </li></ul><ul><li>Desain sistem dan beban yang cocok. </li></ul><ul><li>Penggunaan peralatan listrik yang efisien. </li></ul><ul><li>Desain lantai dan tata letak sirkulasi udara. </li></ul><ul><li>Ditambah sistem pendingin yang langsung dingin dan pembuangan. </li></ul>
  9. 9. Contoh Desain Sistem Pendingin <ul><li>Sebuah ilustrasi dari desain ruang data center. Udara dingin ditiup dari ventilasi lantai, sementara udara panas naik dari rack server/komputer. Campuran udara akhirnya kembali ke CRAC yang didinginkan dengan bantuan air dingin, dan siklus tersebut akan berulang. </li></ul>
  10. 10. Perancangan Sistem Hemat Energi <ul><li>Menggunakan sistem hemat energi adalah cara yang baik untuk mengurangi kebutuhan energi secara keseluruhan. </li></ul><ul><li>Mempertimbangkan penggunaan energi dalam merancang aplikasi, memahami bagaimana setiap aspek fungsi aplikasi anda. Memiliki profil (list/tabel) penggunaan energi yang digunakan berarti: • Memahami hardware dan penggunaan energinya. • Memahami sistem operasi dan penggunaan energinya. • Memahami aplikasi Anda dan penggunaan energinya. • Memahami dampak eksternal dari aplikasi yang dipakai. Dengan memiliki barometer dan list tentang semua peralatan yang digunakan memudahkan untuk merancang sistem yang efisien dan go green. </li></ul>
  11. 11. Tabel Penggunaan Energi untuk Perangkat Keras
  12. 12. Tabel Penggunaan Energi untuk Aplikasi
  13. 13. VIRTUALISASI <ul><li>Mengkonsolidasikan server masing-masing ke dalam sistem virtual yang lebih besar dengan menggunakan sumber daya sepenuhnya dan tidak membutuhkan energi yang besar. Hal ini menguntungkan diantaranya: </li></ul><ul><li>mengurangi jumlah total hardware yang digunakan dalam lingkungan kerja. </li></ul><ul><li>Server virtual yang idle dapat dimatikan. </li></ul><ul><li>Server virtualisasi memiliki banyak waktu idle dan mengurangi limbah IT. </li></ul><ul><li>Total volume ruang, udara, dan biaya sewa akan berkurang. </li></ul><ul><li>Beberapa perusahaan listrik memberikan potongan tagihan listrik untuk konversi ke sistem virtual. </li></ul>
  14. 14. Model Virtualisasi <ul><li>Level 0 ‘lokal’ berarti tidak ada virtualisasi sama sekali. Aplikasi semua berada di PC individu, dengan tidak berbagi sumber data atau server. </li></ul><ul><li>Level 1 ‘Virtualisasi Logikal’ konsepnya sharing aplikasi. Melalui penggunaan server aplikasi yang diakses oleh banyak PC client. </li></ul><ul><li>. </li></ul>
  15. 15. Model Virtualisasi <ul><li>Level 2 ‘Virtualisasi Data Terpusat’ adalah virtualisasi perangkat keras dan infrastruktur perangkat lunak. Konsepnya adalah bahwa penyebaran server individu tidak perlu mengkonsumsi sumber daya dari dari perangkat khusus, tetapi sumber daya ini dapat dibagi di beberpa logikal server. </li></ul><ul><li>Level 3 ‘Cloud virtualization’ virtualisasi tidak hanya sumber daya tetapi juga lokasi dan kepemilikan infrastruktur melalui penggunaan cloud computing. Ini berarti infrastruktur virtual tidak lagi terikat pada lokasi fisik, dan dimungkinkan dipindahkan ke lokasi manapun, baik di dalam atau di luar jaringan konsumen atau domain administratif. </li></ul><ul><li>. </li></ul>
  16. 16. Teknologi Virtualisasi <ul><li>. </li></ul>
  17. 17. Manajemen Data Center <ul><li>Arsitektur untuk sistem Genome Data Center. Data yang dikumpulkan dari sistem fisik dan cyber di data center dikorelasikan dan dianalisis untuk menyediakan model dan alat untuk manajemen data center dan optimasi kinerja </li></ul>
  18. 18. DC Genome System Overview <ul><li>Fasilitas Layout: Rak, CRAC, dan tata letak distribusi tenaga listrik tidak hanya memberikan dasar untuk penyajian data, tetapi juga mempengaruhi efisiensi pendinginan dan kapasitas data center. </li></ul><ul><li>Sistem pendingin: Sistem pendingin termasuk peralatan seperti CRAC, pendingin air, economizers udara, dan kelembapan udara yang dipantau oleh sistem manajemen gedung melalui Supervisory Control dan Data Acquisition (SCADA) sistem. </li></ul><ul><li>Power Sistem: Selain daya non-kritis yang dikonsumsi oleh sistem distribusi dan sistem pendingin, pemantauan rinci dari daya yang dikonsumsi oleh berbagai peralatan IT sangat penting. </li></ul>
  19. 19. DC Genome System Overview <ul><li>Kinerja server: Aktifitas komponen server seperti procesor, disk, memory, dan kartu jaringan perlu diukur agar kita tahu bagaimana panas yang dihasilkan oleh berbagai server. </li></ul><ul><li>Variasi beban: Server dan beban jaringan biasanya dapat diukur dari aktifitas layanan hosting online. Dengan teknologi yang ada, indikator pada beban sistem seperti query per detik atau concurrent user, dapat diturunkan. </li></ul><ul><li>Monitoring dan kontrol secara Real-time : Contoh alarm panas menemukan dan mengurangi ruangan yang panas, dan mengontorl sistem sirkulai pendingin . </li></ul><ul><li>Perubahan manajemen: Mengingat sejumlah kecil server yang akan digunakan, operator data center dapat membuat keputusan tentang penempatan mereka tergantung pada ruang yang tersedia, tenaga ekstra, dan pendinginan yang cukup. </li></ul>
  20. 20. DC Genome System Overview <ul><li>Perencanaan kapasitas: Mengingat pertumbuhan beban peralatan dan ketergantungan terhadap sumber daya, seseorang dapat menganalisis pemanfaatan kapasitas dari berbagai dimensi untuk memutuskan apakah harus menginstal server ke pusat-pusat data yang ada atau meng-upgrade hardware server atau perlu membangun data center baru untuk memenuhi kegiatan bisnis . </li></ul><ul><li>Persiapan server yang dinamis dan pendistribusian beban: beban Server dapat bervariasi secara signifikan dari waktu ke waktu. Penelitian terbaru menunjukkan penghematan energi penghematan yang signifikan dengan mengkonsolidasikan server dan beban. Mengontrol pendingin udara secara tepat untuk memenuhi daya kritis dinamis </li></ul>

×