Model pembelajaran make a match

28,186 views

Published on

  • Be the first to comment

Model pembelajaran make a match

  1. 1. BAB IPENDAHULUAN1.1 PendahuluanDi dalam pelaksanaan belajar mengajar di kelas, banyak hal yang tentunyaharus guru ketahui agar proses tersebut dapat berjalan lancar dan dapatmenghantarkan peserta didiknya mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.Salah satunya guru harus mengetahui strategi apa yang harus diterapkan melaluifaktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar mengajar peserta didik.Ada dua faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik yaitufaktor intern dan ekstern. Tidak hanya untuk mengetahui keadaan peserta didik,namun pemahaman tersebut akan digunakan guru sebagai acuan untuk memilihmodel pembelajaran yang tepat. Faktor intern adalah faktor utama yang harusdiperhatikan guru terlebih dahulu. Dan dalam pelaksanaan pembelajaran yanglebih menekankan pada faktor intern, motivasi dan penguatan (reinforcement)harus difokuskan oleh guru. Motivasi dan penguatan akan meningkatkan hasilbelajar siswa. Jika siswa sudah memiliki ketertarikan pada suatu prosespembelajaran, maka materi yang ada akan mudah dipahami. Selain itu, kerja samaantar peserta didik dapat membuat suasana pembelajaran lebih menyenangkansehingga dimungkinkan agar guru memilih model pembelajaran yang bersifatkooperatif.Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswaserta sekaligus memberikan penguatan kepada siswa adalah model pembelajarankooperatif tipe Make A Match. Adapun pembahasan mengenai model tersebutserta bagaimana hubungannya dengan peningkatan hasil belajar siswa akandibahas dalam makalah ini.1.2 Rumusan Masalah1.2.1 Apakah hakikat model pembelajaran Make A Match?1.2.2 Apakah hakikat hasil belajar?1
  2. 2. 1.2.3 Apakah hubungan antara Make A Match dengan hasil belajar?1.3 Tujuan1.3.1 Untuk mengetahui hakikat dari model pembelajaran Make A Match.1.3.2 Untuk mengetahui apakah hakikat hasil belajar.1.3.3 Untuk mengetahui apakah hubungan antara Make A Match denganhasil belajar.1.4 Manfaat1.4.1 Bagi MahasiswaMelalui penulisan makalah ini manfaat yang diperoleh olehmahasiswa atau calon pendidik adalah bertambahnya informasi danberkembangnya wawasan mengenai Model Pembelajaran Kooperatif TipeMake A Match , sehingga nantinya dapat diterapkan dengan baik dalamproses pembelajaran.1.4.2 Bagi Guru atau PendidikManfaat yang diperoleh melalui penulisan makalah ini adalah agarpara pendidik mampu lebih selektif dalam memilih model pembelajaranyang menarik dan kreatif serta efektif dalam proses pembelajaran dan agarguru juga mampu mengetahui model pembelajaran khususnya “ModelPembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match”.2
  3. 3. BAB IIPEMBAHASAN2.1 Hakikat Model Pembelajaran Make A Match2.1.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A MatchPembelajaran Kooperatif adalah pembelajaran yang mengharuskansiswa untuk bekerja dalam suatu tim untuk menyelesaikan masalah,menyelesaikan tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk tujuan bersama.Model kooperatif merupakan model pembelajaran yang memfasilitasi siswauntuk mencapai kompetensinya dengan menekankan kerjasama antar siswa.Karakteristik model pembelajaran kooperatif tipe Make A-Matchadalah adanya permainan “mencari pasangan”. Permainan “mencaripasangan” menggunakan kartu yang berisi soal dan jawaban soal dari kartulain. Siswa mencoba menemukan jawaban dari soal dalam kartunya yangterdapat pada kartu yang dipegang siswa lain. Model pembelajarankooperatif tipe Make A-Match cocok digunakan untuk meningkatkanmotivasi belajar siswa karena pada model pembelajaran ini siswa diberikesempatan untuk berinteraksi dengan siswa lain, suasana belajar di kelasdapat diciptakan sebagai suasana permainan, ada kompetisi antar siswauntuk memecahkan masalah yang terkait dengan topik pelajaran sertaadanya penghargaan (reward), sehingga siswa dapat belajar dalam suasanayang menyenangkan.Model pembelajaran kooperatif tipe Make A-Match merupakanpembelajaran yang dikembangkan oleh Lorna Curran pada tahun 1994.Salah satu keuntungan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambilbelajar mengenai konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semuatingkatan usia anak didik (Anita Lie, 2003:55).2.1.2 Langkah-langkah PembelajaranDalam buku Strategi Pembelajaran Aktif oleh Hsyam zaini, modelpembelajaran ini adalah model yang cukup menyenangkan yang digunakanuntuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian3
  4. 4. , materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan model ini dengan catatan,peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebihdahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekalpengetahuan. Adapun langkah-langkahnya adalah:1) Guru membuat potongan-potongan kertas sejumlah peserta didikyang ada di dalam kelas.2) Guru membagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagianyang sama.3) Guru menulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikansebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan.Setiap kertas berisi satu pertanyaan.4) Pada sebagian kertas yang lain,guru menulis jawaban daripertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat.5) Kemudian guru mengocok semua kertas sehingga akan tercampurantara soal dan jawaban.6) Guru memberi setiap peserta didik satu kertas. Setelah itu gurumenjelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukanberpasangan. Setengah peserta didik akan mendapatkan soal dansetengah yang lain akan mendapatkan jawaban.7) Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika adayang sudah menemukan pasangan, minta mereka untuk dudukberdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materiyang mereka dapatkan kepada teman yang lain.8) Setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan dudukberdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian untukmembacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman yanglain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan yang lain.9) Terakhir membuat klarifikasi dan kesimpulan serta evaluasi .4
  5. 5. 2.1.3 Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Make A MatchDikutip dari htttp://www.model-pembelajaran-make-a-match-tujuan-persiapan dan.html. Adapun kelebihan serta kekurangan modelpembelajaran Make A Match adalah sebagai berikut :1) Kelebihan Model Pembelajaran Make A Matcha. Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa baik secarakognitif maupun fisik.b. Sangat menyenangkan karena ada unsur permainan.c. Dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi.d. Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa.e. Efektif sebagai sarana melatih kedisiplinan siswa.2) Kekurangan Model Pembelajaran Make A Matcha. Jika tidak dirancang dengan baik maka akan menyebabkanbanyak waktu terbuang.b. Pada awal penerapan banyak siswa malu jika berpasangandengan lawan jenisnya.c. Jika tidak diarahkan dengan baik, maka banyak siswa yangkurang memperhatikan saat presentasi.d. Harus berhati-hati dalam memberikan hukuman agar siswatidak merasa malu.e. Jika terus-menerus menggunakan model ini maka siswa akanmengalami kejenuhan.2.2 Hakikat Hasil Belajar2.2.1 Pengertian Hasil BelajarHasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswasetelah ia menerima pengalaman belajarnya (Nana Sudjana, 2005:22).Sedangkan menurut Fudyartanto (2002:151) hasil belajar adalah penguasaansejumlah pengetahuan dan keterampilan baru serta sikap baru ataupunmemperkuat sesuatu yang telah dikuasai sebelumnya, termasuk pemahamandan penguasaan nilai-nilai. Tes hasil belajar adalah sekelompok pertanyaanatau tugas-tugas yang harus dijawab atau diselesaikan oleh siswa dengan5
  6. 6. tujuan untuk mengukur kemajuan belajar siswa. Hasil tes ini berupa datakuantitatif (Slameto, 2001:30).Menurut Benyamin Bloom dikutip dari Nana Sudjana (2005:22), hasilbelajar diklasifikasikan menjadi tiga ranah, yakni: ranah kognitif, ranahafektif dan psikomotorik. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajarintelektual yang terdiri dari enam aspek yakni pengetahuan, pemahaman,aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebutkognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitiftingkat tinggi. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari limaaspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi daninternalisasi. Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajarketerampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranahpsikomotorik, yakni: gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar,kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan gerakan keterampilankompleks, gerakan ekspresif dan interpretatif.Dari ketiga ranah kemampuan itu, ranah kognitiflah yang palingbanyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengankemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. Dalam ranahkonitif ini terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi,analisis, sintesis dan evaluasi.1) PengetahuanPengetahuan adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide,gejala, rumus-rumus dan sebagainya tanpa mengarapkan kemampuanuntuk menggunakannya. Pengetahuan atau ingatan ini adalahmerupakan proses berpikir yang palingrendah.2) PemahamanPemahaman adalah kemampuan seseorang untuk mengerti ataumemahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengankata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapatmelihatnya dari berbagai segi. Seorang peserta didik dikatakan6
  7. 7. memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan ataumemberi uraian yang lebih rinci tentang suatu hal denganmenggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjangkemampuan setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan.3) AplikasiAplikasi adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan ataumenggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode,prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya dalam situasiyang baru dan kongkret. Aplikasi atau penerapan ini merupakanproses berpikir setingkat lebih tinggi dibanding pemahaman.4) AnalisisAnalisis merupakan kemampuan seseorang untuk merinci ataumenguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yanglebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagianatau faktor-faktor yang satu dengan faktor lainnya. Kemampuanberpikir analisis setingkat lebih tinggi dibanding dengan pemahaman.5) SintesisSintesis merupakan kemampuan berpikir yang berkebalikandengan proses berpikir analisis. Sintesis merupakan suatu proses yangmemadukan bagian-bagian atau unsur secara logis, sehingga menjadisuatu pola baru.6) EvaluasiEvaluasi merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranahkognitif menurut Taksonomi Bloom. Evaluasi merupakan kemampuanseseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu situasi, nilaiatau ide, misalnya jika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan,maka ia mampu memilih satu pilihan yang terbaik, sesuai denganpatokan atau kriteria yang sudah ada.2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil BelajarFaktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa dibagimenjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah7
  8. 8. segala faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, di antaranyaadalah tingkat intelegensi, motivasi, minat, kemampuan awal dan lain-lain.Sedangkan faktor eksternal adalah segala faktor dari luar diri siswa yangdapat menambah semangat anak dalam belajar. Faktor tersebut meliputilingkungan tempat tinggal anak, keadaan sosial ekonomi keluarga,kurikulum yang diterapkan dari sekolah, fasilitas belajar yang dimiliki,metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar dan lain sebagainya.Dalam proses belajar mengajar motivasi merupakan salah satu faktor yangdapat mempengaruhi aktivitas belajar. Proses belajar akan berjalan lancarapabila disertai dengan motivasi.2.3 Hubungan antara Make A Match dengan Hasil BelajarMotivasi sangat erat kaiatannya dengan keberhasilan belajar yang dicapaisiswa, sehingga guru berupaya sedapat mungkin untuk meningkatkan motivasibelajar siswa melalui proses-proses pembelajaran yang dilakukan. Salah satunyadengan menerapkan model kooperatif. Make A-Match merupakan salah satu tipemodel pembelajaran kooperatif.Pembelajaran dengan model Make A-Match, siswa ditugaskan untukmenemukan pasangan dari kartu yang dipegangnya. Hal tersebut menimbulkanrasa ingin tahu siswa tentang penyelesaian dari permasalahan dalam kartunyasehingga dapat segera mencocokkan kartu yang dimilikinya. Rasa ingin tahumerupakan daya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Adanya interaksidengan siswa lain, dapat mendorong motivasi belajar siswa sehingga mampuberbagi pengetahuan belajar dengan yang lain. Permainan merupakan proses yangsangat menarik bagi siswa. Suasana yang sangat menarik itu menyebabkan prosesbelajar menjadi bermakna secara afektif atau emosional bagi siswa. Sesuatu yangbermakna akan mudah untuk diingat, dipahami dan dihargai. Adanya suasanapersaingan akan menimbulkan upaya belajar yang sungguh-sungguh sehinggameningkatkan motivasi belajar.Pemberian penghargaan merupakan cara efektif untuk meningkatkanmotivasi belajar siswa menuju kepada hasil belajar yang baik. Jadi, dari rangkaianpembelajaran Make A-Match tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasibelajar siswa sehingga mendorong untuk tercapainya pula peningkatan hasil8
  9. 9. belajar siswa. Dari penelitian di kelas, meningkatnya motivasi belajar siswa dapatdilihat dari persentase hasil angket motivasi belajar. Pada setiap aspek motivasi,banyaknya siswa yang berkategori tinggi telah mencapai ≥ 70%. Adanyapeningkatan rata-rata hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan banyaknya siswayang tuntas (nilai ≥ KKM yaitu70) telah mencapai ≥ 75%.9
  10. 10. BAB IIIPENUTUP3.1 Simpulan3.1.1 Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A MatchKarakteristik model pembelajaran kooperatif tipe Make A-Matchadalah adanya permainan “mencari pasangan”. Permainan “mencaripasangan” menggunakan kartu yang berisi soal dan jawaban soal dari kartulain. Siswa mencoba menemukan jawaban dari soal dalam kartunya yangterdapat pada kartu yang dipegang siswa lain.3.1.2 Hakikat Hasil BelajarHasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswasetelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar diklasifikasikanmenjadi tiga ranah, yakni: ranah kognitif, ranah afektif dan psikomotorik.3.1.3 Hubungan antara Make A Match dengan Hasil BelajarBerdasarkan presentase angket motivasi dapat disimpulkan bahwamodel pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswamelalui peningkatan motivasi siswa tersebut.3.2 SaranAdapun saran yang dapat diberikan adalah hendaknya di dalammelaksanakan proses pembelajaran tersebut, guru harus mampu menjadikansituasi di dalam kelas sekondusif mungkin agar tujuan pembelajaran dapattercapai. Salah satu caranya adalah guru juga harus selektif dan kreatif di dalammemilih model-model pembelajaran dan tidak hanya memakai metode ceramah.10
  11. 11. DAFTAR RUJUKANNur Safitri Wahyuningsih. 2011. “Penerapan MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE MAKE A-MATCH” . Tersedia pada :http://eprints.uny.ac.id/2099/ (diakses tanggal 7 Mei 2013)Sunardi, dkk. 2012. “Penerapan Model Pembelajaran Make a Match dalamUpaya Meningkatkan Hasil Belajar”. Tersedia pada :http://repository.library.uksw.edu/handle/123456789/423(diakses tanggal 7Mei 2013)Saiful, Amin. 2011. “Metode Make a Match: Tujuan, Persiapan, danImplementasinya dalam Pembelajaran”. Tersedia pada : http://www.model-pembelajaran-make-a-match-tujuan-persiapan dan.html(diakses tanggal 7Mei 2013)Zaini, Hsyam, dkk.2011. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Pustaka InsanMadani11

×