Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

bentuk bentuk pembelaan negara

28,277 views

Published on

  • Be the first to comment

bentuk bentuk pembelaan negara

  1. 1. PRESENTASI KELOMPOK
  2. 2. BENTUK-BENTUK USAHA PEMBELAAN NEGARA
  3. 3. PENGERTIAN BELA NEGARA 1. Upaya Bela Negara Penjelasan pasal 9 ayat 1 UU No. 3 tahun 2002 “adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, yang merupakan bukan hanya sebagai kewajiban dasar manusia tetapi juga merupakan kehormatan warga negara sebagai wujud pengabdian dan rela berkorban kepada bengsa dan negara.” 2. Pertahanan-Keamanan Negara Pasal 1 ayat 1 UU No. 3 tahun 2002 “adalah segala usaha untuk mempertahankan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan terhadap bangsa dan negara.”
  4. 4. BERBAGAI ANCAMAN, GANGGUAN, HAMBATAN DAN TANTANGAN YANG DI HADAPI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA 1. Menurut bentuknya a. Ancaman militer Adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berasal dari luar negeri maupun dari luar negeri. • Dari luar negeri meliputi : agresi, pelanggaran wilayah oleh negara lain, spionase (mata-mata), sabotase, aksi teror dari jaringan internasional. • Dari dalam negeri meliputi : pemberontakan bersenjata, konflik horizontal, aksi teror dari dalam negeri, sabotase dari dalam negeri. b. Ancaman non-militer Adalah ancaman yang tidak menggunakan senjata tetapi jika di biarkan akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.
  5. 5. 2. Menurut sifatnya a. Ancaman tradisional Adalah ancaman yang berbentuk kekuatan militer negara lain berupa agresi atau invasi yang membahayakan kemerdekaan, kedaulatan negara, dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Ancaman non-tradisional Adalah ancaman yang dilakukan oleh aktor-aktor non negara, berupa aksi teror, perompakan, pembajakan, penyelundupan, imigrasi, per dagangan narkotika dan obat-obat terlarang, penangkapan ikan secara ilegal, pencurian kayu secara ilegal (ilegal logging), dan pencurian kekayaan lainya.
  6. 6. BENTUK-BENTUK/KEIKUTSERTAAN WARGA NEGARA DALAM PEMBELAAN NEGARA Dalam UUD No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, pasal 9 ayat 2 ditegaskan berbagai bentuk usaha pembelaan negara yang meliputi: 1. Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan pasal 7 ayat 1 dan 2 No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dijelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pelajaran wajib yang diajarkan di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tingkat. 2. Pelatihan dasar kemiliteran Selain TNI, salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan dasar militer adalah unsur mahasiswa yang tersusun dalam organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa). Setelah memasuki resimen tersebut harus
  7. 7. 3. Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib Dalam upaya pembelaan negara, peranan TNI sebagai alat pertahanan negara sangat penting dan strategis karena TNI memiliki tugas untuk : • Mempertahankan wilayah. • Melindungi keselamatan dan kehormatan bangsa. • Melaksanakan operasi militer selain perang. • Ikut serta secara aktif dalam tugas perdamaian regional dan internasional. (pasal 10 ayat 3 UU No. 3 tahun 2002) kedaulatan negara dan keutuhan 4. Pengabdian sesuai dengan profesi Adalah pengabdian warga negara yang mempunyai profesi tertentu untuk kepentingan pertahanan negara termasuk dalam menanggulangi dan memperkecil akibat yang
  8. 8. SISTEM PERTAHANAN KEAMANAN RAKYAT SEMESTA Sistem pertahanan rakyat semesta (sishankamrata) adalah sistem pertahanan yang mengikutsertakan seluruh kekuatan/potensi yang ada pada rakyat. Dalam sishankamrata kekuatan inti pertahanan keamanan ada pada TNI dan Polri, sedangkan rakyat sebagai kekuatan pendukung/cadangan nasional. Secara terperinci kekuatan sishankamrata adalah sebagai berikut : 1. TNI dan Polri Dalam sishankamrata, TNI atau Kepolisian Indonesia merupakan kekuatan Utama atau Inti. 2. Negara Republik Rakyat Rakyat dalam sishankamrata adalah sebagai kekuatan pendukung atau kekuatan cadangan nasional. Dalam bunyi pasal 30 UUD 1945 dinyatakan bahwa syarat-syarat untuk pembelaan negara diatur dengan undang-undang. Undang-undang tentang pertahanan negara menyebutkan bahwa TNI adalah kekuatan inti sedangkan rakyat terlatih sebagai kekuatan cadangan.
  9. 9. a. Perwira cadangan, adalah mereka yang memperoleh pendidikan Sepacad (Sekolah Perwira Cadangan). b. Purnawirawan TNI maupun Polri, adalah mereka yang telah selesai melaksanakan tugasnya sebagai TNI atau Polri. c. Veteran, adalah mereka yang telah berjasa dalam perjuangan kemerdekaan, maupun berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan. d. Hansip (Hanra, Wanra, Kamra, dan Linmas), yaitu pertahanan sipil yang terdiri dari masyarakat umum non TNI/Polri baik yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil maupun swasta. e. Resimen Mahasiswa (Menwa), yaitu satuan organisasi mahasiswa yang memperoleh pendidikan dasar militer (Diksar, Suskalak, Suskapin).
  10. 10. Terima Kasih 

×