Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Perilaku kekerasan dan penganiayaan

14,268 views

Published on

  • Be the first to comment

Perilaku kekerasan dan penganiayaan

  1. 1. BY: QUROTUL A’YUN,S.Kep.,Ns
  2. 2.  Kekerasan berarti penganiayaan, penyiksaan, atau perlakuan salah. Menurut WHO (dalam Bagong. S, kekerasan adalah penggunaan • kekuatan fisik dan kekuasaan, dkk, 2000), ancaman atau tindakan terhadap diri sendiri, perorangan atau sekelompok orang atau masyarakat yang mengakibatkan atau kemungkinan besar mengakibatkan memar/trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan atau perampasan hak.
  3. 3.  Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Domestic Violence) adalah Pelecehan di dalam rumah tangga yang mengikutsertakan kekerasan fisik.  Pelecehan Dalam Rumah Tangga (Domestic Abuse) terjadi jika seseorang di dalam keluarga atau pernikahan mencoba untuk menguasai atau/dan mengkontrol anggota keluarga yang lain.
  4. 4. Pelecehan dan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan satu, dan hanya satu: Untuk mendapatkan dan menjaga kekuasaan total atas diri anda.
  5. 5. Anda berhak untuk merasa berharga, dihargai dan hidup dalam rasa aman
  6. 6. Cidera Fisik Cidera Psikologis Agitasi&tampak kecewa Menarik Diri Perawat harus peka terhadap kebutuhan klien untuk merasa aman,nyaman, dan dapat mengendalikan tubuhnya
  7. 7.  Kekerasan  secara Fisik (physical abuse) Physical abuse, terjadi ketika orang tua/pengasuh dan pelindung anak memukul anak (ketika anak sebenarnya memerlukan perhatian). Pukulan akan diingat anak itu jika kekerasan fisik itu berlangsung dalam periode tertentu. Kekerasan yang dilakukan seseorang berupa melukai bagian tubuh anak.
  8. 8.  Emotional abuse terjadi ketika orang tua/pengasuh dan pelindung anak setelah mengetahui anaknya meminta perhatian, mengabaikan anak itu. Ia membiarkan anak basah atau lapar karena ibu terlalu sibuk atau tidak ingin diganggu pada waktu itu. Ia boleh jadi mengabaikan kebutuhan anak untuk dipeluk atau dilindungi. Anak akan mengingat semua kekerasan emosional jika kekerasan emosional itu berlangsung konsisten. Orang tua yang secara emosional berlaku keji pada anaknya akan terusmenerus melakukan hal sama sepanjang kehidupan anak itu.
  9. 9.  Biasanya berupa perilaku verbal dimana pelaku melakukan pola komunikasi yang berisi penghinaan, ataupun kata-kata yang melecehkan anak. Pelaku biasanya melakukan tindakan mental abuse, menyalahkan, atau juga mengkambinghitamkan
  10. 10.  Sexual abuse meliputi pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut (seperti istri, anak dan pekerja rumahtangga). Selanjutnya dijelaskan bahwa sexual abuse adalah setiap perbuatan yang berupa pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan hubungan seksual dengan cara tidak wajar dan atau tidak disukai, pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersil dan atau tujuan tertentu.
  11. 11. Menjaga ruang personal klien Mengkaji tingkat ansietas Meminta izin sebelum menyentuh klien untuk alasan apapun
  12. 12. Penganiayaan Fisik EmosionalPenganiayaan Penganiayaan Seksual Penganiayaan Seksual Pengabaian Anak Pengabaian Anak Penganiayaan Pasangan Pemerkosaan Suami/Istri Penganiayaan Lansia Anak Anak
  13. 13. ancaman Pelecehan lisan 1. Makian 2.Hinaan Tindak kekerasan
  14. 14. Luka – luka secara fisik Kekerasan emosional
  15. 15. Kegelisahan dan depresi Merasa tidak ada harganya Rasa percaya diri hancur pelecehan Tidak berdaya dan merasa seorang diri
  16. 16. Perilaku Kekerasan Ditunjukkan melalui tindak kekerasan/serangan penganiayaan Munculnya Ketegangan Tuduhan, pertengkaran, keluhan, sikap diam Periode Penyesalan “periode bulan madu” Penganiaya menyesal dan meminta maaf,berjanji bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi,membeli hadiah dan bunga
  17. 17. Mengenali bahwa anda sudah dilecehkan
  18. 18. rasa ketakutan atas pasangan selalu merasa khawatir bila berada di samping pasangan ekstra hati hati dalam berucap maupun bertindak untuk menghindari kemarahannya Tanda lainnya; pasangan membuat diri anda merasa sangat kecil Pasangan berusaha untuk mengatur merasa benci pada diri sendiri, tidak berdaya, dan putus asa.
  19. 19. Perasaan & Pikiran anda Apakah Anda: •Apakah Anda:merasa takut terhadap pasangan anda hampir setiap waktu? •menghindari melakukan atau membicarakan hal-hal tertentu karena takut akan membuat pasangan anda murka? •merasa bahwa anda tidak dapat melakukan apa pun dengan benar untuk pasangan anda? •berfikiran kalau anda pantas untuk disakiti dan diperlakukan dengan tidak semestinya? •mempertanyakan apakah andalah yang mempunyai kelainan? •secara emosional merasa mati rasa dan tidak berdaya?
  20. 20. Sikap Pasangan Anda Apakah Pasangan Anda: •mempermalukan atau membentak anda? •selalu mengkritik dan menjatuhkan anda? •memperlakukan anda dengan demikian buruknya hingga anda merasa malu untuk bertemu keluarga dan teman? •Tidak perduli atau menyepelekan pendapat atau prestasi anda? •menyalahkan anda atas perilakunya yang abusive? •menganggap anda lebih sebagai properti atau obyek sex, daripada sebagai manusia?
  21. 21. Kekerasan atau Ancaman-Ancaman dari Pasangan Anda Apakah pasangan anda: •mempunyai temperamen yang sangat jelek dan sulit diduga? •menyakiti anda, atau mengancam akan menyakiti atau membunuh anda? •mengancam akan mengambil anak anda dari anda atau akan mencelakai mereka? •mengancam akan bunuh diri jika anda meninggalkannya? •memaksa anda untuk berhubungan sexual? •merusak barang-barang anda?
  22. 22. Cara Pasangan Anda mengkontrol Anda Apakah pasangan anda: •sangat amat cemburuan dan posesif? •mengatur kemana anda pergi, dengan siapa anda pergi, atau apa yang harus anda lakukan? •membatasi anda untuk bergaul dengan teman dan keluarga? •membatasi anda untuk menggunakan uang, telefon, atau mobil? •terus menerus mengecek keberadaan anda?
  23. 23. Penganiayaan secara emosional; bukan masalah remeh seperti yang anda kira
  24. 24. Jangan membocorkan komunikasi klien tanpa persetujuan klien Jangan menggurui,mengatakan hal2 tentang moral atau memberi kesan meragukan klien Jangan meremehkan dampak kekerasan Jangan mengungkapkan kemarahan pada pelaku penganiayaan Jangan memberi kesan klien bertnggung jawab atas penganiayaan yang dialaminya Jangan merekomendasikan konseling pasangan Jangan mengarahkan klien meninggalkan hubungan Jangan membebani klien dan lakukan semua untuk klien Pastikan dan jaga kerahasiaan pasien Dengarkan,pastikan dan katakan “saya turut menyesal bahwa anda ntlh disakiti” “Saya peduli dengan keselamatan anda” “anda mempunyai hak untuk merasa aman dan dihormati” “penganiayaan yang anda alami bukan salah anda” Rekomendasikan suatu kelompok pendukung atau terapi individu Identifikasi sumber dimasyarakat dan dorong klien untuk mengembangkan rncana keamanan Tawarkan kpd klien dalam menghubungi tempat penampungan,polisi/sumber lain
  25. 25. Meningkatkan Keamanan Klien   Diskusikan pikiran membahayakan diri sendiri Bantu klien mengembangkan rencana untuk pergi ketempat yang aman ketika memiliki pikiran atau impuls destruktif. Membantu Klien melakukan koping stres dan emosi Gunakan teknik grounding untuk membantu klien yang mengalami disosiasi/kilas balik  Validasi perasaan takut klien, tetapi tingkatkan kontak dengan realitas  Selama klien mengalami disosiasi bantu ia mengubah posisi tubuh tetapi jangan menarik lengan klien dengan tiba2/memaksa  Gunakan sentuhan supprtif jika klien berespon dengan baik terhadap sentuhan tersebut  Ajarkan teknik nafas dalam dan relaksaksi  Gunakan teknik distraksi  Bantu klien membuat daftar kegiatan harian/aktivitas 
  26. 26. Membantu Meningkatkan Harga Diri Klien    Sebut klien sebagai “ individu yang bertahan (survivor)” bukan “korban” Bentuk sistem dukungan sosial dalam komunitas Buat daftar orang2 dan aktivitas dalam komunitas untuk dihubungi ketika bantuan diperlukan Tehnik grounding Mengingatkan klien bahwa ia berada pada masa sekarang, sebagai orang dewasa dan dalam keadaan aman. Membantu klien fokus pada akal sehat mereka Misal, perawat menddekati klien dan berbicara dengan nada suara tenang dan meyakinkan. “Dina, saya disini bersama Anda. Nama saya Intan. Saya perawat yang akan merawat anda hari ini. Hari ini hari selasa, tanggal 2 Maret 2010. Anda sekarang berada dirumah sakit. Ini kamar anda di rumah sakit. Dapatkah anda membuka mata dan melihat saya? Dina nama saya Intan?
  27. 27. Diagnosa Keperawatan Yang Berhubungan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sindrom trauma perkosaan Koping individu tidak efektif Ketidakberdayaan Keputusasaan Ketakutan Ansietas Harga diri rendah Resiko terjadi : isolasi sosial, bunuh diri
  28. 28. Pencegahan Perkosaan  Pada korban perkosaan   Fase akut BHSP : empati,hangat, siap membantu  Beri waktu u/ menjawab  Beri kesemp. dan sokongan u/ ceritakan kejadian  Beri respon terapeutik bila k tidak dpt mnjawb  Bantu k identifikasi respon emosinya  Beri sokongan agar k dpt membicarakan peristiwa yg dialami, koping saat kejadian.  Bantu kx menetapkan hal2 yg penting yg perlu dilakukan saat ini 
  29. 29. Gali hub. K dengan orang yg dipercaya atau dekat.  Bantu k mendiskusikan situasinya dengan orang yg dipercaya  Diskusikan dengan k pmx medik yg perlu dilakukan  Ber brosur tentang pelayanan kesht. Yg diperlukan  Lakukan kontak (telp,visit) dlm beberapa hari.   Fase penyesuaian luar Pendekatan hati2 dan tidak memaksa  Beri dukungan perlunya mendapat bantuan / konselor.  Tempatkan brosur/leaflet/informasi ttg perkosaan   Fase reorganisasi Self-explorasi  Self-understanding  Action 
  30. 30. Tindakan keperawatan pencegahan  Tindakan keperawatan pada korban perkosaan  Jangka pendek  Apa klien merasa aman?  Apa kepanikan k telah teratasi?  Apa masalah fisik/medikal telah pulih?  Apa keb.emosional telah terpenuhi?  Apa hub.saling percaya k dengan seseorang yg dianggap aman sudah terjalin?  Apa sistem pendukung tersedia / telah dilibatkan?  Apa rencana tindakan telah dijalankan? 
  31. 31. Jangka panjang  Apa k telah menjalankan kegiatan sehari-hari?  Apa masalah fisik telah pulih dgn sempurna?  Apa proses kehilangan telah dilalui dengn baik?  Apa k sudah bebas dari gangg. Pola tidur,gjl psikosomatik,gang.psikoseksual, phobia?  Apa k telah dapat mlakkukan hub. Interpersonal?  Apa k sdah siap melakukan perub.kehidupan pribadi?  Apa k sudah mampu mengambil keptsn dr alternatif yg ad?  Apa k puas dgn pilihan yg ada? Hasil evaluasi yg diharapkan  K mengungkapkan persepsi yg akurat ttg perkosaan yg dialami  Emosi seimbang  Perilaku koping yg adaptif 

×