KERANGKA ACUAN PENILAIAN KEBUTUHAN PACC ACEHI.     Latar BelakangPengurangan Risiko Bencana (PRB) adalah pendekatan sistim...
dalam penilaian, cara penilaian kebutuhan, waktu dan tempat penilaian kebutuhan dan laporanpenilaian kebutuhan.II.       T...
Organisasi adalah sistim terbuka dan lingkungan di mana organisasi berada/bekerja/berkiprahsangat penting. Organisasi meme...
panduan diskusi dan topik-topik yang akan dibahas. Unsur-unsurnya meliputi          kemampuan organisasi, motivasi organis...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tor penilaian kebutuhan pacc aceh may 2010

670 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
670
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tor penilaian kebutuhan pacc aceh may 2010

  1. 1. KERANGKA ACUAN PENILAIAN KEBUTUHAN PACC ACEHI. Latar BelakangPengurangan Risiko Bencana (PRB) adalah pendekatan sistimatis untuk mengidentifikasi,mengkaji dan mengurangi risiko bencana. Ini merupakan upaya pengembangan dan penerapansecara luas dari kebijakan, strategi serta kegiatan untuk meminimalkan kerentanan dan risikobencana. Tujuan umum PRB adalah untuk meningkatkan budaya aman dalam upayamengurangi risiko bencana dan kemungkinan kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwabencana. Tujuan khususnya antara lain untuk mengurangi ancaman bahaya lingkungan danlainnya yang menimbulkan kerentanan serta mengurangi kerentanan sosial dan ekonomiterhadap bencana. Pembuat kebijakan dan setiap orang yang terlibat dalam pengambilankeputusan dalam pembangunan harus benar-benar memahami kaitan antara bencana danpembangunan mengingat bahwa pembangunan itu dapat mengurangi atau justru meningkatkanrisiko bencana. Dalam PRB setiap orang diperkenalkan kepada berbagai ancaman bahayabencana yang ada di daerahnya, mengurangi ancaman bahaya dan kerentanan yangdimilikinya serta meningkatkan kemampuannya untuk menghadapi setiap ancaman bahayabencana. Sejak terjadinya gempa dan tsunami pada 24 Desember 2004, diakui di Aceh telahada upaya-upaya Peningkatan Kesadaran Publik dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB)yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun media, lembaga swadaya masyarakat (LSM),lembaga pembangunan nasional dan internasional, organisasi profesi, universitas dan sektorswasta serta masyarakat. Namun upaya ini dirasakan masih kurang sehingga harus terusmenerus dilakukan secara sistimatis agar terdapat sinergi yang kuat atas upaya-upaya tersebut.Dirasakan pula bahwa kegiatan ini belum dilaksanakan secara merata di seluruh Aceh.Sementara itu dengan semakin pulihnya keadaan masyarakat pasca gempa dan tsunami 2004,makin banyak lembaga pembangunan dan bantuan kemanusiaan internasional dan nasionalyang menghentikan kegiatannya. Sehingga yang masih tinggal saat ini hanya beberapalembaga internasional dan nasional serta pemerintah daerah Aceh.Sejak 31 Agustus 2009 telah ada kemauan dari berbagai pihak di provinsi Aceh untukmembentuk wadah koordinasi Peningkatan Kesadaran Publik dalam Pengurangan RisikoBencana (PKP PRB) Aceh. Dengan arahan dari pemerintah daerah Aceh dan bantuan UnitedNations Development Programme Aceh (UNDP - A) telah banyak dilakukan seminar, lokakaryadan diskusi mendalam untuk membentuk wadah koordinasi ini. Hal yang mendasari keinginanini adalah diperlukannya kesamaan visi dan misi serta pemerataan kegiatan PKP PRB di Aceh.Hasil dari pertemuan-pertemuan tersebut telah tercatat dengan baik dan diharapkanpembentukan komite koordinasi ini dapat segera terwujud agar semua keinginan di atas dapatdilaksanakan. Kemauan keras tersebut diharapkan terwujud dengan akan diterbitkannya SuratKeputusan Gubernur Aceh tentang Pembentukan Komite Koordinasi Penyadaran Publik dalamPengurangan Risiko Bencana Aceh pada Juni 2010. Dalam draft Surat Keputusan ini jugadijelaskan visi dan misi serta tugas komite koordinasi ini. Sementara itu susunan organisasi,hak dan kewajiban anggota dan lain-lainnya diatur dalam Anggaran Dasar dan AnggaranRumah Tangga Komite Penyadaran Publik PRB Aceh.Mengingat bahwa organisasi ini baru saja terbentuk dan belum banyak kegiatan yang dilakukanmaka ada keinginan untuk memberdayakan dan mempercepat pelaksanaan kegiatan yangdapat dilakukan oleh komite ini. Untuk ini perlu dilakukan needs assessment (penilaiankebutuhan) organisasi ini. Sebagai acuan penilaian kebutuhan ini dipakai kerangka kerjasebagai berikut: Tujuan penilaian kebutuhan, unsur-unsur yang dinilai, lembaga yang terlibat 1
  2. 2. dalam penilaian, cara penilaian kebutuhan, waktu dan tempat penilaian kebutuhan dan laporanpenilaian kebutuhan.II. Tujuan Penilaian KebutuhanTujuan Umum: Tujuan umum penilaian kebutuhan ini adalah untuk meningkatkan kinerja Komite Koordinasi Penyadaran Publik dalam Pengurangan Risiko Bencana Aceh.Tujuan Khusus: Tujuan khusus penilaian kebutuhan ini adalah untuk: a. Mengetahui kebutuhan komite koordinasi agar dapat berkinerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi tugasnya. b. Mendapat rekomendasi dan pilihan untuk memperkuat serta memperbaiki kinerja komite koordinasi.III. Unsur-unsur yang dinilaiKinerja organisasiKinerja organisasi diukur dengan bagaimana sebuah organisasi berhasil mencapai misi,maksud dan tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Agar dapat berhasil dengan baiksebuah organisasi harus bekerja secara efisien, yang diukur dengan berapa banyak biaya yangdikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menjadi tugasnya. Dengan demikianharus ada keseimbangan antara efektifitas, efisiensi serta kegiatan dengan biaya yang sesuai.Ada tiga hal yang saling mempengaruhi kinerja sebuah organisasi, yaitu: Kemampuan, Motivasidan Lingkungan organisasi.Kemampuan OrganisasiKemampuan organisasi adalah bagaimana sebuah organisasi mampu memakai sumber daya,dana dan metode serta keahlian, sistim organisasi dan proses yang dikembangkan organisasidalam melakukan peran dan fungsinya. Untuk melihat bagaimana sumber-sumber daya, danadan metode dimanfaatkan adalah dengan menilai kepemimpinannya yaitu bagaimana strategi-strategi dan peranan/fungsi managemen diputuskan oleh para pemimpinnya dalammenjalankan dan mengarahkan organisasi.Motivasi OrganisasiMotivasi Organisasi menggambarkan kepribadian/sikap/karakter utama organisasi yangmendorong anggota organisasi untuk bertindak dan bekerja. Analisa motivasi organisasidilakukan dengan menilai berbagai dimensi organisasi (organizational dimensions), sepertiperkembangan dan sejarah, misi, nilai-nilai yang dianut serta budaya kerja di dalam organisasidan insentif-insentif yang ditawarkan. Semua faktor ini membentuk kepribadian/sikap/karakterutama organisasi dan berdampak pada kinerja dan kualitas pekerjaan organisasi.Keadaan Lingkungan di sekitar organisasi 2
  3. 3. Organisasi adalah sistim terbuka dan lingkungan di mana organisasi berada/bekerja/berkiprahsangat penting. Organisasi memerlukan dukungan dari lingkungan di sekitarnya jika inginsurvive dan berkinerja baik. Keadaan lingkungan merupakan kunci utama yang menentukankeberadaan sumber-sumber dan kemudahan memperolehnya. Termasuk Keadaan Lingkungandi sekitar organisasi adalah bentuk pemerintahan yang ada saat ini, keadaan politik, sosial-budaya, ekonomi, dan pemangku KepentinganPenilaian Kebutuhan.Untuk menilai kebutuhan PACC agar dapat berkinerja secara efektif dan efisien dalammelaksanakan kegiatan yang menjadi tugasnya maka perlu diketahui penilaian keadaan dankebutuhan tentang unsur-unsur berikut: a. Kemampuan Organisasi Hal yang dinilai tentang kemampuan organisasi antara lain meliputi: Pola Kepemimpinan, Struktur Organisasi, Sumber Daya Manusia, Sumber Keuangan, Peralatan, Pengelolaan dan Jenis Program/Kegiatan yang dibutuhkan, Proses dalam mengelola kegiatan, Hubungan antar Anggota PACC dan antara PACC dengan dinas/lembaga/organisasi lainnya. b. Motivasi Organisasi Untuk motivasi organisasi yang dinilai meliputi: Sejarah berdirinya PACC, Misi, Budaya kerja, Insentif bagi anggota c. Keadaan Lingkungan Untuk keadaan lingkungan yang dinilai antara lain meliputi: bentuk pemerintahan yang ada saat ini, keadaan politik, sosial-budaya, ekonomi, dan pemangku Kepentingan (anggota PACC). Untuk masing-masing unsur akan dikembangkan pertanyaan atau topic yang akan dibahas.IV. Lembaga yang ikut dalam penilaian kebutuhan Lembaga dan/atau orang yang ikut dalam penilaian adalah lembaga yang selama ini telah terlibat dalam upaya unuk membentuk Komite Koordinasi Penyadaran Publik dalam Pengurangan Risiko Bencana Aceh dan lembaga/orang yang dapat memberi masukan yang siknifikan dalam penilaian kebutuhan ini. Lembaga ini antara lain adalah dinas/lembaga pemerintah, media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga pembangunan nasional dan internasional, organisasi profesi, universitas dan sektor swasta serta masyarakat.V. Cara Penilaian KebutuhanHal-hal berikut akan dilakukan untuk penilaian kebutuhan: 1. Membaca dan meneliti semua laporan seminar, lokakarya dan diskusi mendalam untuk membentuk wadah koordinasi ini dan bacaan serta informasi lain yang berkaitan. 2. Diskusi kelompok oleh wakil-wakil dinas/lembaga, media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga pembangunan nasional dan internasional, organisasi profesi, universitas dan sektor swasta serta masyarakat. Untuk diskusi kelompok ini akan dibuat 3
  4. 4. panduan diskusi dan topik-topik yang akan dibahas. Unsur-unsurnya meliputi kemampuan organisasi, motivasi organisasi dan keadaan lingkungan organisasi yang mendukung agar organisasi dapat berkinerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi tugasnya. 3. Pertanyaan mendalam kepada beberapa tokoh kunci PACC.VI. Waktu dan Tempat Penilaian KebutuhanKegiatan penilaian kebutuhan ini akan dilaksanakan pada Juni 2010 minggu pertama danbertempat di Banda Aceh. Agenda kegiatan akan dibuat kemudian.VII. Laporan Penilaian KebutuhanSecara ringkas laporan ini akan berisi: a. Pendahuluan termasuk pelaksanaan kegiatannya b. Siapa yang akan memanfaatkan hasil penilaian kebutuhan c. Tujuan Penilaian Kebutuhan d. Hasil Utama Penilaian Kebutuhan e. Rekomendasi dan pilihan kegiatan untuk memperbaiki kinerja komite koordinasi.Note:This is a working Terms Of Reference which would also be shared with the participants of theneeds assessment. Therefore, it is composed in Bahasa Indonesia for their easy understanding.For the purpose of DRR A project report, an English version of the TOR will be made later. 4

×