SlideShare a Scribd company logo
1 of 12
Kimia
(konfigurasi elektron)
By :
Andi satriyani
Alyssa putri
Given maulana
Dio andika n.p
Muhammad ridwan
Yuri triandana r.w.s
X.7
Kulit dan Subkulit dalam Konfigurasi
Elektron
Konfigurasi elektron
didasari oleh model atom
Bohr dan masih digunakan
untuk menjabarkan kulit
dan subkulit selain
pemahaman mekanika
kuantum yang lebih
kompleks
Sebuah kulit elektron adalah beberapa subkulit
yang berbagi bilangan kuantum yang sama yaitu
n (nomor sebelum angka dalam sebuah orbital).
Sebuah atom dengan kulit ke-n dapat berisi 2n2
elektron.Misalnya, kulit pertama dapat berisi 2
elektron, kulit kedua dapat berisi hingga 8
elektron, dan kulit ketiga 18 elektron.Faktor yang
membuatnya selalu genap adalah karena
subkulit dapat menjadi dua bergantung pada
putaran elektronnya.Setiap orbital dapat
dimasuki sampai dua elektron dengan putaran
yang berlawanan, satu dengan putaran +1/2
(biasanya dilambangkan dengan tanda panah ke
atas) dan satu dengan putaran –1/2
(dilambangkan dengan tanda panah ke bawah).
• Subkulit adalah sebuah
tempat di dalam kulit yang
berisi bilangan azimuth
yaitu ℓ.Nilai dari ℓ (0, 1, 2,
atau 3) sesuai dengan
masing-masing label s, p, d,
dan f. Jumlah maksimum
elektron yang bisa
ditempatkan di sebuah
subkulit dirumuskan sebagai
2(2ℓ+1).Pada subkulit s
maksimum 2, 6 elektron
pada subkulit p, 10 pada
subkulit d, dan 14 pada
subkulit f.
• Jumlah elektron yang dapat
mengisi setiap kulit dan
masing-masing subkulit
muncul dari perhitungan
mekanika kuantum, tertama
prinsip larangan Pauli,
dimana tidak ada dua
elektron di satu atom yang
memiliki nilai bilangan
kuantum yang sama.
Notasi Konfigurasi Elektron
• Ahli fisika dan ahli kimia
menggunakan notasi standar
untuk mengetahui konfigurasi
elektron dari sebuah atom dan
molekul. Untuk atom,
notasinya terdiri dari urutan
orbital atom (contoh: untuk
fospor urutannya adalah 1s,
2s, 2p, 3s, 3p) dengan nomor
elektron mengisi masing-
masing orbital dalam format
superscript. Contoh, hidrogen
memiliki satu elektron dalam
orbital s kulit pertama, jadi
konfigurasinya ditulis 1s1.
• Litium memiliki dua elektron
di subkulit 1s dan satu
elektron di subkulit 2s
sehingga konfigurasi
elektronnya ditulis 1s2 2s1
(dibaca “satu-s-dua, dua-s-
satu”).Fosfor dengan nomor
atom 15 memiliki konfigurasi
elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3.
Konfigurasi elektron pada
molekul ditulis dengan cara
yang sama
Aturan Penuh Setengah Penuh
• Sifat ini berhubungan erat
dengan hibridisasi
elektron.Aturan ini
menyatakan bahwa “suatu
elektron mempunyai
kecenderungan untuk
berpindah orbital apabila
dapat membentuk susunan
elektron yang lebih
stabil”.Untuk konfigurasi
elektron yang berakhir pada
sub kulit d berlaku aturan
penuh dan setengah penuh.
• Contohnya adalah sebagai
berikut:
• 24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p64s2
3d4 menjadi24Cr = 1s2 2s2
2p6 3s2 3p64s1 3d5
• Dari contoh diatas terlihat
apabila 4s diisi 2 elektron
maka 3d kurang satu
elektron untuk menjadi
setengah penuh. Maka
elektron dari 4s akan
berpindah ke 3d
Konfigurasi Elektron Ion
• Unsur yang mengalami
ionisasi akan mengalami
perubahan jumlah
elektron. Misalnya
adalah besi (Fe) yang
mempunyai nomor
atom 26 dan
mempunyai konfigurasi
elektron [Ar] 3d64s2.Jika
Fe terionisasi menjadi
Fe2+,).
• maka elektron Fe
berkurang 2 dari jumlah
asal.Sehingga
konfigurasi Fe2+ adalah
[Ar] 3d6.Ingat, jika
sebuah atom
mengalami ionisasi
maka yang berkurang
adalah elektron valensi
(elektron terluar
Menentukan Golongan dan Periode Tabel
Periodik Suatu Unsur dengan Konfigurasi
Elektron
• Konfigurasi elektron juga dapat digunakan
untuk menentukan letak suatu unsur pada
tabel periodik. Periode suatu unsur sama
dengan nomor kulit terbesarnya.
Golongan suatu unsur ditentukan dengan
menggunakan tabel seperti dibawah
Bila subkulit terakhirnya pada s
atau p maka unsur tersebut
termasuk golongan A (utama).
Sedangkan bila subkulit
terakhirnya pada d maka unsur
tersebut termasuk golongan B
(transisi).
Berikut adalah contoh
menentukan golongan dan
periode suatu unsur dengan
konfigurasi elektron:
24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5
Berdasarkan konfigurasi
elektron diatas, maka letak
unsur adalah pada golongan VI
B periode 4.
• Dalam penulisan konfigurasi
elektron dan diagram orbital
perlu berlandaskan pada tiga
prinsip utama yaitu prinsip
aufbau, aturan Hunddan
aturan penuh setengah penuh.
A. Azas Aufbau
Azas Aufbaumenyatakanbahwa
:“Pengisianelektrondimulaidarisubkulit yang
berenergi paling rendahdilanjutkanpadasubkulit
yang lebihtinggienerginya”. Dalamsetiap sub
kulitmempunyaibatasanelektron yang
dapatdiisikanyakni :
• Subkulit s maksimalberisi 2 elektron
• Subkulit p maksimalberisi 6 elektron
• Subkulit d maksimalberisi 10 elektron
• Subkulit f maksimalberisi 14 elektron
Azas aufbau
Berdasarkan
diagram tersebut
dapat disusun
urutan
konfigurasi
elektron sebagai
berikut :
1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2 3d10 4p6
5s2 ….
danseterusnya
Konfigurasi per sub kulit

More Related Content

What's hot

PPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptx
PPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptxPPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptx
PPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptx
MarthaJayanthi
 
Model atom bohr(eksitasi elektron)
Model atom bohr(eksitasi elektron)Model atom bohr(eksitasi elektron)
Model atom bohr(eksitasi elektron)
SMA Negeri 9 KERINCI
 
1.sistem perioe & struktur atom powerpoint
1.sistem perioe & struktur atom powerpoint1.sistem perioe & struktur atom powerpoint
1.sistem perioe & struktur atom powerpoint
Mastudiar Daryus
 
Termodinamika kimia (pertemuan 1)
Termodinamika kimia (pertemuan 1)Termodinamika kimia (pertemuan 1)
Termodinamika kimia (pertemuan 1)
Utami Irawati
 
Ppt hidrokarbon
Ppt hidrokarbonPpt hidrokarbon
Ppt hidrokarbon
sari_sari
 
Sistem kerja, kalor dan energi dalam
Sistem kerja, kalor dan energi dalamSistem kerja, kalor dan energi dalam
Sistem kerja, kalor dan energi dalam
Fauziah Maswah
 

What's hot (20)

PPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptx
PPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptxPPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptx
PPT 2 KIMIA KELAS 10 MATERI KONFIGURASI ELEKTRON DAN DIAGRAM ORBITAL.pptx
 
Persamaan Schrodinger
Persamaan SchrodingerPersamaan Schrodinger
Persamaan Schrodinger
 
Model atom bohr(eksitasi elektron)
Model atom bohr(eksitasi elektron)Model atom bohr(eksitasi elektron)
Model atom bohr(eksitasi elektron)
 
SOAL PTS GASAL KIMIA KELAS X SMA/MA Model AKM
SOAL PTS GASAL KIMIA KELAS X SMA/MA Model AKMSOAL PTS GASAL KIMIA KELAS X SMA/MA Model AKM
SOAL PTS GASAL KIMIA KELAS X SMA/MA Model AKM
 
1.sistem perioe & struktur atom powerpoint
1.sistem perioe & struktur atom powerpoint1.sistem perioe & struktur atom powerpoint
1.sistem perioe & struktur atom powerpoint
 
Laporan Praktikum Fisika Medan Magnet (Solenoida/Paku)
Laporan Praktikum Fisika Medan Magnet (Solenoida/Paku)Laporan Praktikum Fisika Medan Magnet (Solenoida/Paku)
Laporan Praktikum Fisika Medan Magnet (Solenoida/Paku)
 
Ayunan bandul sederhana
Ayunan bandul sederhanaAyunan bandul sederhana
Ayunan bandul sederhana
 
5 kapasitas panas (termodinamika)
5 kapasitas panas (termodinamika)5 kapasitas panas (termodinamika)
5 kapasitas panas (termodinamika)
 
Termodinamika kimia (pertemuan 1)
Termodinamika kimia (pertemuan 1)Termodinamika kimia (pertemuan 1)
Termodinamika kimia (pertemuan 1)
 
Resonansi1
Resonansi1Resonansi1
Resonansi1
 
Ppt gelombang elektromagnetik
Ppt gelombang elektromagnetikPpt gelombang elektromagnetik
Ppt gelombang elektromagnetik
 
Materi sejarah dan struktur atom ppt
Materi sejarah dan struktur atom pptMateri sejarah dan struktur atom ppt
Materi sejarah dan struktur atom ppt
 
Ppt hidrokarbon
Ppt hidrokarbonPpt hidrokarbon
Ppt hidrokarbon
 
Presentasi Atom Lengkap
Presentasi Atom LengkapPresentasi Atom Lengkap
Presentasi Atom Lengkap
 
ikatan kimia
ikatan kimiaikatan kimia
ikatan kimia
 
Stereoisomer Konfigurasional
Stereoisomer KonfigurasionalStereoisomer Konfigurasional
Stereoisomer Konfigurasional
 
Model ikatan kimia
Model ikatan kimia Model ikatan kimia
Model ikatan kimia
 
rpp kimia kelas x bab 2 struktur atom
rpp kimia kelas x bab 2 struktur atomrpp kimia kelas x bab 2 struktur atom
rpp kimia kelas x bab 2 struktur atom
 
Sistem kerja, kalor dan energi dalam
Sistem kerja, kalor dan energi dalamSistem kerja, kalor dan energi dalam
Sistem kerja, kalor dan energi dalam
 
Pengolahan minyak bumi
Pengolahan minyak bumiPengolahan minyak bumi
Pengolahan minyak bumi
 

Viewers also liked

Barclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton Crabbe
Barclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton CrabbeBarclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton Crabbe
Barclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton Crabbe
Carlton Crabbe
 
A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...
A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...
A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...
weADAPT
 

Viewers also liked (11)

Barclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton Crabbe
Barclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton CrabbeBarclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton Crabbe
Barclays Wealth Advisory Succession Planning by Carlton Crabbe
 
Child neuro oncology conference programm Kharkov Ukraine october 2015
Child neuro oncology conference programm Kharkov Ukraine october 2015Child neuro oncology conference programm Kharkov Ukraine october 2015
Child neuro oncology conference programm Kharkov Ukraine october 2015
 
ExportingBCEducationAll
ExportingBCEducationAllExportingBCEducationAll
ExportingBCEducationAll
 
Management Tips from William F. Reilly,
Management Tips from William F. Reilly,Management Tips from William F. Reilly,
Management Tips from William F. Reilly,
 
Samsung gt s5570 galaxy mini 07 level 2 repair - assembly and disassembly
Samsung gt s5570 galaxy mini 07 level 2 repair - assembly and disassemblySamsung gt s5570 galaxy mini 07 level 2 repair - assembly and disassembly
Samsung gt s5570 galaxy mini 07 level 2 repair - assembly and disassembly
 
Santhosh_Resume
Santhosh_ResumeSanthosh_Resume
Santhosh_Resume
 
Edible Map
Edible MapEdible Map
Edible Map
 
сім’я михайла грушевського
сім’я  михайла грушевськогосім’я  михайла грушевського
сім’я михайла грушевського
 
A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...
A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...
A transdisciplinary approach to understanding complex social problems in coas...
 
Mind map
Mind mapMind map
Mind map
 
Evaluación de proceso mate 4° 2016
Evaluación de proceso mate   4° 2016Evaluación de proceso mate   4° 2016
Evaluación de proceso mate 4° 2016
 

Similar to Konfigurasi per sub kulit

Bab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptx
Bab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptxBab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptx
Bab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptx
revipermatasari1
 
Bab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptx
Bab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptxBab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptx
Bab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptx
DyanSeptyan1
 
Struktur elektron atom polielektron
 Struktur elektron atom polielektron Struktur elektron atom polielektron
Struktur elektron atom polielektron
Jho Baday
 
02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp
02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp
02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp
Adib Darma
 
Struktur elektron atom polielektron jono
Struktur elektron atom polielektron jonoStruktur elektron atom polielektron jono
Struktur elektron atom polielektron jono
Jho Baday
 

Similar to Konfigurasi per sub kulit (20)

Bab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptx
Bab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptxBab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptx
Bab-2 Struktur Atom SPU dan Ikatan Kimia.pptx
 
Bab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptx
Bab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptxBab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptx
Bab 2- KONF ELEKTON niels bohr dan bil. kuantum.pptx
 
Kel 4
Kel 4Kel 4
Kel 4
 
Atom Berelektron Banyak
Atom Berelektron BanyakAtom Berelektron Banyak
Atom Berelektron Banyak
 
Bahan Ajar Konfigurasi Elektron
Bahan Ajar Konfigurasi ElektronBahan Ajar Konfigurasi Elektron
Bahan Ajar Konfigurasi Elektron
 
Struktur elektron atom polielektron
 Struktur elektron atom polielektron Struktur elektron atom polielektron
Struktur elektron atom polielektron
 
Struktur elektron atom polielektron sujono
Struktur elektron atom polielektron sujonoStruktur elektron atom polielektron sujono
Struktur elektron atom polielektron sujono
 
tugas Fisika man
tugas Fisika mantugas Fisika man
tugas Fisika man
 
Struktur atom dan sistem periodik
Struktur atom dan sistem periodikStruktur atom dan sistem periodik
Struktur atom dan sistem periodik
 
02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp
02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp
02 kunci jawaban dan pembahasan kimia 11 a ktsp
 
PP STRUKTUR ATOM HIDROGEN
PP STRUKTUR ATOM HIDROGENPP STRUKTUR ATOM HIDROGEN
PP STRUKTUR ATOM HIDROGEN
 
Struktur elektron atom polielektron jono
Struktur elektron atom polielektron jonoStruktur elektron atom polielektron jono
Struktur elektron atom polielektron jono
 
Bilangan kuantum oleh PPL SMANSA
Bilangan kuantum oleh PPL SMANSA Bilangan kuantum oleh PPL SMANSA
Bilangan kuantum oleh PPL SMANSA
 
Teori pita 2
Teori pita 2Teori pita 2
Teori pita 2
 
Teori atom modern (Teori Mekanika Kuantum)
Teori atom modern (Teori Mekanika Kuantum)Teori atom modern (Teori Mekanika Kuantum)
Teori atom modern (Teori Mekanika Kuantum)
 
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimiastruktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
struktur atom, sistem periodik, dan ikatan kimia
 
Model atom niels bohr dan konfigurasi elektron
Model atom niels bohr dan konfigurasi elektronModel atom niels bohr dan konfigurasi elektron
Model atom niels bohr dan konfigurasi elektron
 
Konfigurasi elektron [SMA kelas 10 / Belajar mandiri]
Konfigurasi elektron [SMA kelas 10 /  Belajar mandiri]Konfigurasi elektron [SMA kelas 10 /  Belajar mandiri]
Konfigurasi elektron [SMA kelas 10 / Belajar mandiri]
 
Pembahasan soal Review part1
Pembahasan soal Review part1Pembahasan soal Review part1
Pembahasan soal Review part1
 
KONFIGURASI ELEKTRON
KONFIGURASI ELEKTRONKONFIGURASI ELEKTRON
KONFIGURASI ELEKTRON
 

Recently uploaded

7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
ahmadirhamni
 
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.docPresentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
LeoRahmanBoyanese
 
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaanSoal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
ressyefrina15
 
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdfBUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
andre173588
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
indahningsih541
 

Recently uploaded (20)

7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
 
Master 2_Modul 4_Percakapan Coaching.pdf
Master 2_Modul 4_Percakapan Coaching.pdfMaster 2_Modul 4_Percakapan Coaching.pdf
Master 2_Modul 4_Percakapan Coaching.pdf
 
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
 
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.docPresentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
Presentasi-ruang-kolaborasi-modul-1.4.doc
 
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxLAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
 
SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2
SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2
SOALAN PEPERIKSAAN AKHIR TAHUN MATEMATIK TAHUN 2
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaanSoal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
 
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdfBUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
BUKU PINTAR DAN MAHIR MICROSOFT EXCEL.pdf
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
 
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdfPPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdfLaporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
 
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
 
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docxLAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Konfigurasi per sub kulit

  • 1. Kimia (konfigurasi elektron) By : Andi satriyani Alyssa putri Given maulana Dio andika n.p Muhammad ridwan Yuri triandana r.w.s X.7
  • 2. Kulit dan Subkulit dalam Konfigurasi Elektron Konfigurasi elektron didasari oleh model atom Bohr dan masih digunakan untuk menjabarkan kulit dan subkulit selain pemahaman mekanika kuantum yang lebih kompleks Sebuah kulit elektron adalah beberapa subkulit yang berbagi bilangan kuantum yang sama yaitu n (nomor sebelum angka dalam sebuah orbital). Sebuah atom dengan kulit ke-n dapat berisi 2n2 elektron.Misalnya, kulit pertama dapat berisi 2 elektron, kulit kedua dapat berisi hingga 8 elektron, dan kulit ketiga 18 elektron.Faktor yang membuatnya selalu genap adalah karena subkulit dapat menjadi dua bergantung pada putaran elektronnya.Setiap orbital dapat dimasuki sampai dua elektron dengan putaran yang berlawanan, satu dengan putaran +1/2 (biasanya dilambangkan dengan tanda panah ke atas) dan satu dengan putaran –1/2 (dilambangkan dengan tanda panah ke bawah).
  • 3. • Subkulit adalah sebuah tempat di dalam kulit yang berisi bilangan azimuth yaitu ℓ.Nilai dari ℓ (0, 1, 2, atau 3) sesuai dengan masing-masing label s, p, d, dan f. Jumlah maksimum elektron yang bisa ditempatkan di sebuah subkulit dirumuskan sebagai 2(2ℓ+1).Pada subkulit s maksimum 2, 6 elektron pada subkulit p, 10 pada subkulit d, dan 14 pada subkulit f. • Jumlah elektron yang dapat mengisi setiap kulit dan masing-masing subkulit muncul dari perhitungan mekanika kuantum, tertama prinsip larangan Pauli, dimana tidak ada dua elektron di satu atom yang memiliki nilai bilangan kuantum yang sama.
  • 4. Notasi Konfigurasi Elektron • Ahli fisika dan ahli kimia menggunakan notasi standar untuk mengetahui konfigurasi elektron dari sebuah atom dan molekul. Untuk atom, notasinya terdiri dari urutan orbital atom (contoh: untuk fospor urutannya adalah 1s, 2s, 2p, 3s, 3p) dengan nomor elektron mengisi masing- masing orbital dalam format superscript. Contoh, hidrogen memiliki satu elektron dalam orbital s kulit pertama, jadi konfigurasinya ditulis 1s1. • Litium memiliki dua elektron di subkulit 1s dan satu elektron di subkulit 2s sehingga konfigurasi elektronnya ditulis 1s2 2s1 (dibaca “satu-s-dua, dua-s- satu”).Fosfor dengan nomor atom 15 memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3. Konfigurasi elektron pada molekul ditulis dengan cara yang sama
  • 5. Aturan Penuh Setengah Penuh • Sifat ini berhubungan erat dengan hibridisasi elektron.Aturan ini menyatakan bahwa “suatu elektron mempunyai kecenderungan untuk berpindah orbital apabila dapat membentuk susunan elektron yang lebih stabil”.Untuk konfigurasi elektron yang berakhir pada sub kulit d berlaku aturan penuh dan setengah penuh. • Contohnya adalah sebagai berikut: • 24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p64s2 3d4 menjadi24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p64s1 3d5 • Dari contoh diatas terlihat apabila 4s diisi 2 elektron maka 3d kurang satu elektron untuk menjadi setengah penuh. Maka elektron dari 4s akan berpindah ke 3d
  • 6. Konfigurasi Elektron Ion • Unsur yang mengalami ionisasi akan mengalami perubahan jumlah elektron. Misalnya adalah besi (Fe) yang mempunyai nomor atom 26 dan mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d64s2.Jika Fe terionisasi menjadi Fe2+,). • maka elektron Fe berkurang 2 dari jumlah asal.Sehingga konfigurasi Fe2+ adalah [Ar] 3d6.Ingat, jika sebuah atom mengalami ionisasi maka yang berkurang adalah elektron valensi (elektron terluar
  • 7. Menentukan Golongan dan Periode Tabel Periodik Suatu Unsur dengan Konfigurasi Elektron • Konfigurasi elektron juga dapat digunakan untuk menentukan letak suatu unsur pada tabel periodik. Periode suatu unsur sama dengan nomor kulit terbesarnya. Golongan suatu unsur ditentukan dengan menggunakan tabel seperti dibawah
  • 8. Bila subkulit terakhirnya pada s atau p maka unsur tersebut termasuk golongan A (utama). Sedangkan bila subkulit terakhirnya pada d maka unsur tersebut termasuk golongan B (transisi). Berikut adalah contoh menentukan golongan dan periode suatu unsur dengan konfigurasi elektron: 24Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5 Berdasarkan konfigurasi elektron diatas, maka letak unsur adalah pada golongan VI B periode 4.
  • 9. • Dalam penulisan konfigurasi elektron dan diagram orbital perlu berlandaskan pada tiga prinsip utama yaitu prinsip aufbau, aturan Hunddan aturan penuh setengah penuh.
  • 10. A. Azas Aufbau Azas Aufbaumenyatakanbahwa :“Pengisianelektrondimulaidarisubkulit yang berenergi paling rendahdilanjutkanpadasubkulit yang lebihtinggienerginya”. Dalamsetiap sub kulitmempunyaibatasanelektron yang dapatdiisikanyakni : • Subkulit s maksimalberisi 2 elektron • Subkulit p maksimalberisi 6 elektron • Subkulit d maksimalberisi 10 elektron • Subkulit f maksimalberisi 14 elektron
  • 11. Azas aufbau Berdasarkan diagram tersebut dapat disusun urutan konfigurasi elektron sebagai berikut : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 …. danseterusnya