BAB I
PENDAHULUAN

I.

Latar Belakang
Kurma memiliki nama latin Phoenix dactylifera. Kurma memiliki
manfaat yang sangat ba...
Penulisan masalah dengan judul “Ilmu dan Teknologi Pangan dalam
Konsep al-Qur‟an” ini disusun berdasarkan tebah pustaka da...
BAB II
PEMBAHASAN

1. Sejarah Perkembangan Buah Kurma
Kurma(Tamr)nama latin Phoenix dactylifera adalah tanaman palma
(Arec...
menyebutnya bahkan di 20 ayat yang berbeda di dalam Al-Qur‟an dengan
memakai lafadz pohon kurma : an - Nakhl,an-Nakhiil at...
11; An-Nahl: 67; Al-Isra‟: 91; Al-Kahfi:32; At-Taha: 71; Al-Mu‟minun:
19; Yaasiin: 34; Qamar: 20; Ar-Rahman: 68; Al-Haaqah...
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu
memikirkannya.

Artinya : Dan berikanlah kepada mereka...
Menurut United States Departement of Agriculture (USDA), klasifikasi botani
dari tanaman kurma (Phoenix dactylifera L.) ad...
tingkatatan kematangan, terdapat empat tingkatan, yaitu kimri (hijau), khalal
(tahap perubahan warna), rutab (matang dan l...
kesehatan sehingga cukup prospektif untuk dijadikan produk pangan yang
sehat. Almana dan Mahmoud (1994) juga menyatakan ba...
perkembangbiakan stek pada tanaman, terutama pada kultivar 'Medjool'
karena bisa menghasilkan panen yang banyak serta buah...
Kurma merupakan tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab,
Afrika Utara sampai ke Maroko. Di negara-negara Isl...
Tandan buah yang telah dipreteli dapat digunakan sebagai sapu. Di
Pakistan, viskos, sirup kental yang terbuat dari buah ya...
f. Kurma dapat membersihkan usus besar(colon) dan menurunkan tekanan
darah
g. Kurma mengandung vitamin A, B1, B2, dan D di...
gula darah. Selain itu serat pangan larut juga berperan menurunkan kadar
kolesterol LDL dalam darah.

Kurma mengandung min...
usus yang bermasalah. Kurma dapat diberikan untuk sakit tenggorokan, pilek,
penyakit selesema bronkial, meringankan demam ...
Terdapat cara lain atau proses tambahan dalam pengolahan biji
menjadi tepung sehingga biji mudah untuk digiling dan mengha...
reaktif gula pereduksi (Eskin et al., 1971). Fennema (1996) juga
menyatakan bahwa sebagai pencegah pencoklatan non enzimat...
terlarut (Salunkhe, 1976). Menurut Winarno dan Fardiaz (1974),
perlakuan proses blanching ini dilakukan sebelum bahan dike...
menyebabkan bahan bersifat higroskopis, yaitu mudah sekali menjadi
lembab, karena mudah menyerap uap air (Dwiari et al., 2...
Penurunan mutu tepung lainnya juga disebabkan adanya kontaminasi
atau cemaran serangga atau kutu yang sering ditemukan pad...
bentuk sehingga memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan, dan
distribusi, b) memberi perlindungan terhadap mutu produk d...
Polietilen tergolong dalam poliolefin dan dibuat dari proses polimerasi
adisi dari gas etilen. Etilen merupakan senyawa ut...
Hendrawan (2009), kemasan karung kain tidak tahan terhadap air
sehingga tidak bisa menjaga bahan terhadap air.
Salah satu ...
24
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pohon kurma yang bernama latin Phoenix dactylifera ini merupakan salah
satu pohon yang taha...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ilmu dan teknologi pangan dalam konsep Islam

2,247 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,247
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
242
Actions
Shares
0
Downloads
26
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ilmu dan teknologi pangan dalam konsep Islam

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Kurma memiliki nama latin Phoenix dactylifera. Kurma memiliki manfaat yang sangat banyak. Mulai dari segi kesehatan sampai dijadikan produk. Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Buah kurma juga telah banyak di bahas dalam al-qur‟an dan hadist. Namun, terkadang kurma hanya dijadikan saja sebagai buah dan kadang sekedar terbuang percuma. Padahal, salah satu manfaat dari buah kurma itu sendiri adalah membuat olahan kurma menggunakan teknologi sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan standar mutu dan tetap berlandaskan al-Qur‟an. Seperti dengan mempelajari bidang ilmu dan teknologi pangan, bisa menetahui karakteristik jenis-jenis dan sifat fisiko kimia buah kurma sehingga kedepannya dapat mengolah kurma dengan sebaik-baiknya. II. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah yaitu 1. Bagaimana sejarah perkembangan buah kurma ? 2. Bagaimanakah al-Qur‟an dan hadist membahas buah kurma ? 3. Bagaimanakah karakteristik buah kurma ? 4. Bagaimana pengolahan dan pemanfaatan buah kurma dengan Teknologi ? III. Metodi penulisan 1
  2. 2. Penulisan masalah dengan judul “Ilmu dan Teknologi Pangan dalam Konsep al-Qur‟an” ini disusun berdasarkan tebah pustaka dari literaturliteratur yang sesuai dengan topik penulisan. Literatur-literatur yang digunakan merupakan literatur sekunder (text book, internet). Berdasarkan penelusuran literatur ini kemudian diperoleh data yang bersifat primer dan sekunder. IV. Tujuan Dari rumusan di atas, tujuan rumusan masalah yaitu 1. Mengetahui sejarah perkembangan buah kurma 2. Mengetahui al-Qur‟an dan hadist membahas buah kurma 3. Mengetahui karakteristik buah kurma 4. Mengetahui pengolahan dan pemanfaatan buah kurma dengan Teknologi 2
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN 1. Sejarah Perkembangan Buah Kurma Kurma(Tamr)nama latin Phoenix dactylifera adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 610 m. Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarahMesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).Pada zaman selanjutnya, orang Arab menyebarkanluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765. 2. Buah Kurma dalam Al-Qur‟an dan Hadist Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah mengabadikan dan mengutamakan buah kurma dari jenis buah-buahan yang lain, Alloh Subhanahu wa Ta„ala 3
  4. 4. menyebutnya bahkan di 20 ayat yang berbeda di dalam Al-Qur‟an dengan memakai lafadz pohon kurma : an - Nakhl,an-Nakhiil atau an-Nakhlah. Kurma menduduki tempat yang istimewa dihati kaum muslimin. Ia adalah obat dan makanan. Ia dianggap sebagai salah satu makanan yang paling baik yang dinasihatkan oleh Rasulullah SAW. Meskipun harganya murah dan persediaannya selalu berlimpah di pasarpasar, banyak ilmuwan menggelari kurma dengan manjam (tambang), karena ia memiliki banyak manfaat dan kaya dengan mineral, vitamin dan fosfor. Kurma lebih bagus daripada zat besi dan kalsium. Bahkan beberapa butir kurma memberikan efek yang lebih besar daripada segelas penuh minuman zat besi atau satu suntikan kalsium. Hal inilah yang mendorong beberapa peneliti untuk mengatakan bahwa seandainya kurma tidak memiliki manfaat selain magnesium yang dikandungnya, maka itu cukup untuk menempatkannya dibagian paling depan makanan dan buah-buahan yang bermanfaat. Magnesium dapat menghancurkan kanker, sampai-sampai penduduk oasis yang sebagian besar adalah orang-orang miskin sama sekali tidak menderita kanker. Pohon kurma adalah pohon yang mulia. Bukan hanya buahnya saja yang dimanfaatkan oleh penduduk berbagai wilayah di dunia, melainkan juga pelepah dan batangnya. Bagi penduduk Kerajaan Arab Saudi sendiri, kurma telah lama menjadi makanan pokok. Dan seiring dengan perjalanan waktu, perkebunan dan industri kurma terus berkembang hingga menjadi unsure penting dalam peta ekonomi nasional. Ayat tentang kurma dapat dikaji dan dipelajari sendiri di dalam Al-Qur‟an di surat : Ar-Rahman: 11; Al-Qaf:10 ; Yaasiin: 67 ; Ar-Ra‟du: 4 ; Maryam: 25-26 (Dalam menjelaskan ayat ini Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan „Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : „Tiada sesuatu yang lebih baik dari perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah‟.) ; Maryam :23; Al-Baqarah: 266; Al-An‟am: 99; Al-An‟am: 141; An-Nahl: 4
  5. 5. 11; An-Nahl: 67; Al-Isra‟: 91; Al-Kahfi:32; At-Taha: 71; Al-Mu‟minun: 19; Yaasiin: 34; Qamar: 20; Ar-Rahman: 68; Al-Haaqah: 7 dan „Abasa: 29. artinya : Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. (Q.S ar-Rahman : 11) Artinya : dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun. (Q.S al-Qaf : 10) Artinya : Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Q.S Maryam:25) Artinya : Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. 5
  6. 6. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. Artinya : Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang lakilaki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Dalam beberapa hadist dijelaskan manfaat dari buah kurma, Dalam hadist shahih Al-Buchori dan Muslim, yang diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqash, dari NabiMuhammad SAW bersabda "Barangsiapa mengkonsumsi kurma ajwah pada pagi hari,maka pada hari itu, ia tidak akan terkena racun atau sihir." Kurma ajwah merupakan jenis kurma yang berasal dariMadinah dan termasuk jenis kurma terbaik pada jenisnya. Selain itu, kurma ajwah merupakan kurma dari surga. Menurut sabda Rasulullah Muhammad SAW bersabda "Kurma ajwah itu dari surga ia adalah obat dari racun "(HR. Ibnu Majah). Kurma juga dapat mencegah pemiliknya dari kelaparan. Hal ini sesuai hadist Rasul yang mengatakan bahwa rumah yang tidak ada tamr atau kurma kering di dalamnya, akan membuat penghuninya kelaparan (HR. Muslim). Sedangkan hadist lainnya mengatakanbahwa rumah yang tidak ada tamr atau kurma kering di dalamnya, seperti rumah tanpa makanan di dalamnya (HR. Ibnu Majah ). 3. Karakteristik Buah Kurma 6
  7. 7. Menurut United States Departement of Agriculture (USDA), klasifikasi botani dari tanaman kurma (Phoenix dactylifera L.) adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Sub-kingdom : Tracheobionta Super divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Sub-kelas : Arecidae Ordo : Arecales Family : Arecaceae Genus : Phoenix L. Species : Phoenix dactylifera L. Tanaman kurma banyak tersebar di Timur Tengah dan Afrika Utara. Tanaman ini diduga berasal dari dataran Mesopotamia, Palestina, atau sekitar Afrika bagian Utara (Maroko) sekitar 4000 tahun sebelum Masehi dan tersebar ke kawasan Mesir, Afrika Asia Tengah, dan sekitarnya sejak 3000 tahun sebelum Masehi (Rahmadi, 2010). Menurut Al-Farsi dan Lee (2008), Mesir merupakan produsen kurma terbesar (16%) di dunia diikuti oleh Saudi Arabia, Iran, Iraq dan Uni Emirat Arab (masing-masing menyumbang sekitar 13%). Akan tetapi, dilihat dari nilai ekspornya, kurma memberikan pemasukan terbesar untuk Tunisia (28%), Iran (12%), Pakistan (8%), dan Saudi Arabia (8%). Nilai ekonomi ekspor kurma mendekati angka USD 300 juta pada tahun 2007. Menurut Al-Hooti et al. (1995), buah kurma dapat dikatagorikan menurut kematangannya. Standarisasi buah kurma dapat dirangkum dalam katagori pra-matang dan empat tingkatan kematangan. Pada katagori pra-matang, buah umumnya masih tertutup kelopak daun. Buah akan terus berkembang sampai berwarna hijau pada usia fisiologis mendekati sembilan minggu. Pada 7
  8. 8. tingkatatan kematangan, terdapat empat tingkatan, yaitu kimri (hijau), khalal (tahap perubahan warna), rutab (matang dan lunak), dan tamr (matang tua). Bila ditinjau berdasarkan kandungan dari buah kurma, buah kurma mengandung karbohidrat (44 - 88% total gula), 0,2 - 0,5% lemak, dan 2,3 5,6% protein. Buah kurma juga mengandung vitamin dan serat (dietary fibre) yang tinggi sekitar 6,4 - 11,5%. Buah ini juga mengandung minyak sebesar 0,2 - 0,5% (Al-Shahib dan Marshall, 2003). Ada banyak varietas buah kurma di dunia. Menurut Sahari et al. (2007), terdapat kurang lebih 200 varietas buah kurma yang telah dibiakkan dan dikembangkan di Iran. Beberapa varietas buah kurma yang telah dibiakkan dan dikembangkan, yaitu varietas Mazafati, Kabkab, Zahedi, Estamaran, Shahani, Kaluteh, Zark, Khanizi, Khasooi, Halilei, Gasab, Ale-Mehtari, Holuo, Shahabi, Gantar, Piarom, Croot, Barhi, Khazravi, Lasht, Abdollahi, Khorst, Bezmani, Haftad-Gazi, Halavi, Maktoom, Deiri, Shah-Mohammadi, Khalass, Moslehi, Kharouzard, Gach-Khah, Tourz, dan Kang-Gard. Berikut ini merupakan tabel komposisi kimia buah dari beberapa varietas tersebut. Biji kurma merupakan biji dengan satu lembaga (monokotil). Biji kurma tidak memiliki aroma atau tidak berbau dan memiliki rasa hambar yang sedikit pahit. Umumnya biji kurma memiliki warna coklat terang dan coklat gelap (Hamada et al., 2002). Almana dan Mahmoud (1994) menyatakan bahwa komponen biji kurma kira-kira 10% dari buah kurma. Menurut Hamada et al. (2002), biji kurma berpotensi digunakan sebagai bahan pangan bagi manusia. Hal tersebut dapat terlihat dari komposisi yang terkandung pada biji kurma. Biji kurma mengandung 71,9 - 73,4% karbohidrat, 5 - 6,3% protein, dan 9,9 - 13,5% lemak. Komposisi kimia lebih lengkapnya dapat dilihat pada Tabel. Menurut Al-Shahib dan Marshall (2003), biji kurma juga mengandung vitamin dan serat (dietary fibre) dengan persentase yang cukup tinggi, yaitu sebesar 6,4 - 11,5%. Vitamin dan serat (dietary fibre) sangat baik untuk 8
  9. 9. kesehatan sehingga cukup prospektif untuk dijadikan produk pangan yang sehat. Almana dan Mahmoud (1994) juga menyatakan bahwa biji kurma dapat menjadi sumber 5 alternatif serat (dietary fibre) yang prospektif dibandingkan dengan dedak gandum sehingga dapat memberikan kontribusi yang berharga untuk panganan berserat. Beberapa asam amino yang terkandung dalam biji kurma, yaitu alanine, agrinine, aspartic acid, aspartamine, glumatic acid, glycine, histidine, isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, serine, threonine, thryptophan, tyrosine, dan valine (Al-Shahib dan Marshall, 2003). Menurut Ali-Mohamed dan Khamis (2004), biji kurma mengandung ion-ion mineral, seperti natrium (Na+), kalium (K+), magnesium (Mg2+), kalsium (Ca+), ferum atau besi (Fe2+), mangan (Mn2+), zinc (Zn2+), cuprum (Cu2+), nickel (Ni2+), cobalt (Co2+), dan cadmium (Cd2+). Ion mineral yang paling banyak terkandung pada biji kurma adalah ion kalium (K+), magnesium (Mg2+), dan natrium (Na+). Buah yang dihasilkan oleh pohon kurma dikenal sebagai buah kurma. Bentuk buahnya lonjong-silinder dengan panjang 3-7 cm, berdiameter 2-3 cm dan ketika masih muda warnanya merah cerah ke kuning terang, tergantung dari jenisnya. Kurma memiliki biji tunggal yang ukuran panjangnya sekitar 22,5 cm dan tebalnya 6-8 mm. Buah kurma dikelompokan menjadi tiga golongan utama yaitu: lunak (contohnya 'Barhee', 'Halaw', 'Khadrawy', 'Medjool'), semi-kering (contohnya 'Dayri', 'Deglet Noor', 'Zahidi') dan kering (contohnya 'Thoory'). Jenis buah ini tergantung pada kandungan glukosa, fruktosa dan sukrosa. Pohon kurma merupakan tanaman jenis dioecious, yaitu memiliki tanaman jantan dan betina yang hidup secara terpisah. Mereka dapat tumbuh dengan mudah dari bakal biji, tetapi hanya 50% tanaman betina yang ditanam secara pembibitan akan berbuah, dan menghasilkan buah yang kecil serta berkualitas rendah. Sebagian besar perkebunan menggunakan 9
  10. 10. perkembangbiakan stek pada tanaman, terutama pada kultivar 'Medjool' karena bisa menghasilkan panen yang banyak serta buah yang manis dan besar. Tanaman yang tumbuh dari cara stek akan berbuah 2-3 tahun lebih awal daripada tanaman yang menggunakan bibit. Pembuahan dengan serbuk sari pada pohon kurma dilakukan secara alami oleh angin tetapi pada perkebunan oasis tradisional dan perkebunan modern, penyerbukan dilakukan secara manual. Penyerbukan alami pada tanaman jantan dan betina, dapat terjadi dengan jumlah yang sama antara kedua tanaman. Namun, bila dilakukan dengan bantuan, satu tanaman jantan bisa menyerbuki hingga 100 tanaman betina. Tanaman jantan yang merupakan sebagai penyerbuk, memungkinkan para petani menggunakan sumber daya mereka untuk memproduksi lebih banyak buah pada tanaman betina. Beberapa petani bahkan tidak memelihara tanaman jantan, yang mana sebagai bunga jantan, untuk menyediakannya di pasar lokal pada saat waktu penyerbukan. Penyerbukan manual dikerjakan oleh pekerja terampil dengan menggunakan bantuan tangga untuk naik ke atas pohon. Di beberapa daerah seperti Irak, para pekerja memanjat pohon dengan menggunakan alat pemanjat khusus, dimana alat tersebut mengitari batang pohon dan pendaki membuatnya tetap melekat pada bagasi saat mendaki. Jarang serbuk sari dapat diterbangkan ke bunga betina dengan angin. Kurma matang dibagi menjadi empat golongan, yang mana dikenal di seluruh dunia dengan menggunakan penamaan Arab yaitu, kimri (muda), khalal (berukuran penuh), rutab (matang, lembut), tamr (matang, dikeringkan dengan bantuan matahari). Setiap 100 gram kurma segar dapat mengandung sumber vitamin C[rujukan?] dan energi sebesar 230 kcal (960 kJ). Air yang terkandung dalam kurma relatif sedikit dan hal ini tidak menjadikannya jauh lebih pekat pada saat proses pengeringan berlangsung, meskipun vitamin C-nya akan hilang. 10
  11. 11. Kurma merupakan tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara sampai ke Maroko. Di negara-negara Islam, kurma dan yogurt atau susu adalah makanan tradisional yang utama untuk berbuka puasa pada saat bulan Ramadan. Kurma (terutama Medjool dan Deglet Noor) juga dibudidayakan di Amerika Serikat pada bagian selatan California, Arizona dan bagian selatan Florida. Pohon kurma dapat berbuah setelah ditanam selama 4 sampai 7 tahun dan bisa dipanen ketika telah berusia 7 sampai 10 tahun. Pohon kurma yang telah dewasa bisa menghasilkan 80-120 kg (176-264 lb) buah kurma pada setiap musim panennya. Agar mendapatkan buah yang berkualitas untuk bisa dipasarkan, tandan kurma harus ditipiskan dan dibungkus atau ditutup sebelum matang supaya buahnya bisa tumbuh menjadi lebih besar dan terlindungi dari cuaca dan hama, seperti burung. Ada banyak jenis buah kurma dianataranya : a. Kurma ajwa b. Kurma sekki c. Kurma Barhi d. Kurma Kholas Khidri e. Kurma Nauctomi f. Kurma Silaj g. Kurma Sokari h. Kurma Monief 4. Pengolahan dan Pemanfaatan buah kurma dengan Teknologi Biji kurma tersebut direndam dari bawah ke atas untuk dijadikan pakan ternak. Minyaknya cocok untuk digunakan dalam bentuk sabun dan kosmetik. Mereka juga dapat diolah secara kimia sebagai sumber asam oksalat. Benihbenihnya juga dibakar untuk membuat arang oleh pandai perak dan dapat dirangkai menjadi kalung. Biji kurma juga tanah dan digunakan pada olahan bijikopi atau sebagai bahan tambahan untuk kopi. 11
  12. 12. Tandan buah yang telah dipreteli dapat digunakan sebagai sapu. Di Pakistan, viskos, sirup kental yang terbuat dari buah yang matang digunakan sebagai pelapis untuk tas kulit dan pipa untuk mencegah kebocoran.Getah pohon kurma dapat digunakan untuk membuat sirup dan berbagai produk dapat dimakan berasal dari sirup. Daun pohon kurma digunakan untuk Palm Sunday dalam agama Kristen. Di Afrika Utara, mereka biasanya digunakan untuk membuat pondok. Daun dewasa juga dibuat menjadi tikar, layar, keranjang dan kipas. Daun yang diolah dapat digunakan sebagai isolasi kardus. Tangkai daun kering yang merupakan sumber ampas selulosa dapat dijadikan sebagai tongkat jalan, sapu, umpan pancing dan bahan bakar. Pelepah daun yang berharga mengeluarkan aroma serta seratnya juga bisa digunakan sebagai tali, kain kasar, dan topi besar.Kayu kayu pohon kurma digunakan untuk tiang dan langit-langit pada pondok, karena lebih ringan dari kelapa dan tidak begitu tahan lama. Kayu juga digunakan untuk konstruksi seperti jembatan dan saluran air, dan bagian dari dhows. Sisa kayunya dibakar sebagai bahan bakar. Ilmu kedokteran modern telah banyak membahas kurma melalui kajiankajian, penelitian –penelitian akademis dan lapangan yang terus berkembang. Kajian-kajian dan penelitian-penelitian ini membuktikan bahwa kurma memiliki banyak manfaat, diantaranya: a. Kurma tidak mentransfer bakteri, mikroba, dan ulat yang ada di dalamnya b. Kurma dapat memusnahkan amuba c. Kurma dapat membunuh bakteri yang mungkin menyerang manusia.Kurma adalah makanan dan obat paling penting bagi para astronot d. dan lebih sehat daripada kaviar. e. Kurma mengandung zat yang dapat merangsang kontraksi rahim dan menguatkan otot-ototnya pada bulan-bulan terakhir kehamilan sehingga dapat membantu proses kelahiran. 12
  13. 13. f. Kurma dapat membersihkan usus besar(colon) dan menurunkan tekanan darah g. Kurma mengandung vitamin A, B1, B2, dan D disamping berbagai macam gula yang berstruktur sederhana dan Kurma mempunyai kandungan gula yang cukup tinggi dan umumnya berasal dari jenis glukosa dan fruktosa. Akan tetapi varietas Deglet Noor yang tumbuh di California mengandung sukrosa (gula pasir). Jenis gula yang terdapat pada kurma adalah hasil pengolahan secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Kandungan gula yang tinggi menjadikan buah ini merupakan sumber energi instan untuk mengembalikan energi yang hilang pada saat berpuasa dan menormalkan kadar gula darah. Itulah sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka atau sahur. Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr David Conning, Direktur Jenderal British Nutrition Foundation, akan diserap tubuh dalam 20-30 menit. Tetapi gula yang terkandung dalam kurma habis terserap dalam tempo 40-45 menit. Ini disebabkan karena adanya serat yang terkandung di dalamnya. Sehingga orang yang makan kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar lebih lama. Kurma adalah sumber serat pangan yang baik. The American Cancer Society merekomendasikan untuk mengonsumsi 20-30 gram per hari. Serat pangan terdiri dari dua jenis yaitu serat pangan larut dan serat pangan tak larut. Serat pangan tak larut berfungsi meningkatkan volume feses sehingga menurunkan waktu transit di usus dan lebih mudah dikeluarkan. Penurunan waktu transit feses akan menurunkan waktu kontak sel-sel mukosa usus besar dengan zat-zat karsinogen dari feses. Serat pangan larut dapat membantu mengontrol diabetes dengan menurunkan peningkatan kadar 13
  14. 14. gula darah. Selain itu serat pangan larut juga berperan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Kurma mengandung mineral-mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Fungsi mineral secara umum yaitu membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot serta berperan dalam tekanan darah. Kurma kaya akan kalium dan rendah sodium. Kalium berperan dalam memelihara kontraksi otot termasuk juga otot jantung. makan-kurma Selain itu berperan untuk memelihara sistem syaraf dan menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh. Karena kalium tidak disimpan dalan tubuh dan banyak hilang melalui keringat, sehingga perlu disuplai dari makanan. Kalium membantu menurunkan tekanan darah. Menurut Dr. Louis Tobian,Jr., pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, kurma bisa membantu menurunkan tekanan darah, serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimanapun kondisi tekanan darah seseorang. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukannya bahwa konsumsi ekstra kalium bisa bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah. Hasil penelitian merekomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 400 mg kalium dapat menurunkan resiko stroke sebesar 40%. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita hanya perlu mengkonsumsi sekitar 65 gram atau 5 buah kurma kering. Selain kalium, kurma juga mengandung mineral-mineral penting seperti kalsium, besi, magnesium, mangan, tembaga dan fosfor. Kurma memiliki kandungan tannin yang tinggi dan secara medis digunakan sebagai deterjen (memiliki daya pembersihan) dan astringent pada 14
  15. 15. usus yang bermasalah. Kurma dapat diberikan untuk sakit tenggorokan, pilek, penyakit selesema bronkial, meringankan demam dan sejumlah keluhan lainnya dalam bentuk infus, ramuan, sirup atau pasta. Satu keyakinan tradisional mengatakan bahwa kurma dapat menetralkan keracunan alkohol. Bubuk biji juga digunakan dalam beberapa obat-obatan tradisional.Getah yang dicucurkan oleh batang pohon, di India, digunakan untuk mengobati diare dan penyakit kencing genital.Akarnya digunakan melawan sakit gigi. Serbuk sari menghasilkan sebuah prinsip estrone, estrogenik, dan memiliki efek gonadotropic pada tikus muda. Dalam produk olahan makanan kurma juga banyak menghasilkan variasi jenis olahan kurma. Yang memanfaatkan perkembangan teknologi seperti pembuatan jus kurma, sirup kurma, dan pembuatan tepung biji kurma. Dan yang akan dibahas pada makalan ini tentang pembuatan tepung biji kurma. a. Pengolahan Kurma Biji kurma dapat diolah menjadi tepung atau dalam bentuk serbuk (powder). Tahapan proses pengolahan tersebut, yaitu pemisahan biji kurma dengan daging buah kurma, penyimpanan biji pada suhu 10°C, perendaman dan pencucian biji dengan air, penirisan, pengeringan biji pada suhu 50°C, lalu penggilingan biji dengan mesin grinder (heavy-duty grinder) sehingga dihasilkan biji kurma dalam bentuk serbuk atau tepung (Bouaziz et al., 2010). Proses pengolahan biji kurma menjadi tepung atau bubuk menurut Bouaziz et al. (2010) sama dengan proses menurut Ardekani et al. (2010). Menurut Ardekani et al. (2010), tahapan proses pengolahan biji kurma menjadi bubuk, yaitu penyimpanan biji kurma yang telah dipisahkan daging kurmanya pada suhu 2 - 8°C, pencucian biji kurma dengan air, penirisan, pengeringan dengan panas 50°C selama 4 jam, kemudian dilakukan penggilingan biji kurma dengan grinder (heavy-duty grinder), serta dilakukan penyaringan untuk mendapatkan serbuk yang halus. 15
  16. 16. Terdapat cara lain atau proses tambahan dalam pengolahan biji menjadi tepung sehingga biji mudah untuk digiling dan menghasilkan warna yang baik. Proses tambahan tersebut adalah proses sulfurisasi dan blanching. Proses sulfurisasi atau pengawetan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya reaksi pencoklatan pada bahan dan mencegah pertumbuhan bakteri (Fennema, 1996). Proses ini cukup baik diterapkan pada proses pembuatan tepung biji, sehingga tepung yang dihasilkan akan tampak lebih baik warnanya. Menurut Salunkhe (1976), proses blanching merupakan proses yang dapat melunakkan suatu jaringan bahan sehingga bahan akan lebih mudah dihancurkan. Menurut Widya (2003) dalam penelitian tepung biji mangga, blanching dilakukan sebelum proses pengeringan dalam proses pembuatan tepung biji mangga. Menurut Eskin et al. (1971), sulfurisasi merupakan proses penambahan sulfur dioksida pada bahan pengan sebelum dikeringkan. Tujuan dari sulfurisasi ini untuk mempertahankan warna dan mencegah terjadinya reaksi pencoklatan non enzimtis ataupun enzimatis, menghambat pertumbuhan mikroba, sebagai antioksidan dan sebagai zat pemucat. Reaksi pencoklatan enzimatis terjadi akibat konversi senyawa fenolat menjadi melanin yang berwarna coklat dengan bantuan enzim polifenol oksidase atau fenolase. Untuk menjalankan reaksi tersebut membutuhkan oksigen sebagai akseptor H2 dan ion tembaga sebagai katalisator. Oleh karena itu, untuk menghambat reaksi pencoklatan secara enzimatis tersebut, dilakukan penghilangan atau pengurangan oksigen yang tersedia disekitar bahan. Cara yang sederhana untuk melakukan hal tersebut adalah dengan cara perendaman. Reaksi pencoklatan secara non enzimatis terjadi karena adanya reaksi Maillard. Reaksi ini melibatkan asam amino (protein) dan gula pereduksi sebagai subtrat awal. Reaksi pencoklatan tersebut dapat dicegah dengan sulfurisasi, karena sulfur dioksida dan sulfit dapat bereaksi dengan gugus 16
  17. 17. reaktif gula pereduksi (Eskin et al., 1971). Fennema (1996) juga menyatakan bahwa sebagai pencegah pencoklatan non enzimatis, natrium bisulfit dapat memblokade reaksi karbonil amino sehingga reaksi Maillard tidak terjadi. Bahan yang biasa digunakan pada sulfurisasi ini adalah sulfit. Ada enam macam bahan kimia dari golongan sulfit yang telah ditetapkan oleh CFR (Code of Federal Regulations) sebagai bahan aditif, yaitu sulfur dioksida (SO2), natrium sulfit (Na2SO3), natrium bisulfit (NaHSO3), natrium metabisulfit (Na2S2O5), kalium bisulfit (KHSO3), dan kalium metabisulfit (K2S2O5). Keenam bahan aditif tersebut telah dinyatakan sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe) (Ping, 1994). Menurut Fennema (1996), sulfur dioksida dari natrium bisulfit dalam larutan membentuk asam sulfit yang pada pH rendah berfungsi sebagai pengawet. Sebagai pencegah pencoklatan non enzimatis, natrium bisulfit memblokade reaksi karbonil amino sehingga reaksi Maillard tidak terjadi. Proses pencegahan ini akan lebih efektif, jika digabungkan dengan proses blanching. Penggunaan sulfit sebagai pengawet ini tidak terlalu berbahaya terhadap tubuh, karena sulfit akan dicerna menjadi sulfat dan dikeluarkan dalam urine tanpa efek patologis. Menurut Damayanthi dan Eddy (1995), blanching merupakan proses pemanasan suatu bahan dengan uap atau air panas secara langsung pada suhu kurang atau sama dengan 100°C selama kurang dari 10 menit. Penggunaan air panas pada proses blanching dapat mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi oksidasi karena bahan terendam dalam air sehingga mengurangi kontak dengan udara. Pengaruh proses blanching terhadap bahan, yaitu mengurangi waktu pengeringan, mengeluarkan udara dari jaringan, menyebabkan pelunakan jaringan, menginaktifkan enzim, mempertahankan karoten dan asam askorbat selama penyimpanan, dan menyebabkan kehilangan padatan 17
  18. 18. terlarut (Salunkhe, 1976). Menurut Winarno dan Fardiaz (1974), perlakuan proses blanching ini dilakukan sebelum bahan dikeringkan ataupun dibekukan untuk mematikan beberapa mikroorganisme. Proses blanching biasanya dilakukan pada suhu 82 - 93°C selama 3 - 5 menit. Proses pengeringan merupakan proses pindah panas dari udara pengering ke bahan dan kandungan air dari bahan secara simultan. Proses ini dapat menurunkan kadar air pada bahan sampai batas tertentu sehingga dapat mengurangi kerusakan bahan akibat aktivitas biologis. Suhu pengeringan yang dipakai bervariasi untuk setiap bahan. Suhu bijibijian yang direkomendasikan dalam proses pengeringan adalah 60°C untuk biji-bijian yang akan digiling (Brooker et al., 1981). Menurut Buckle et al. (1985), pengeringan merupakan proses menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan sehingga mencapai kadar air keseimbangan dengan kondisi udara normal. Kandungan air pada bahan dikurangi sampai kadar air setara dengan nilai aktivitas air (Aw) yang aman dari kerusakan mikrobiologis, enzimatik, dan kimiawi. Terdapat beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi pengeringan bahan, yaitu: a) sifat fisik dan kimia produk, seperti bentuk, ukuran, komposisi, dan kadar air, b) pengaturan geometris produk sehubungan dengan permukaan alat atau media perantara pemindahan panas, c) sifat-sifat fisik dari lingkungan alat pengiring (suhu, kelembaban, dan kecepatan udara), dan d) karakteristik alat pengering. b. Sifat Tepung dan Penurunan Mutu Tepung Produk pertanian yang berupa tepung merupakan hasil olahan bijibijian atau daging buah kering yang dihaluskan sehingga menjadi tepung atau bubuk. Contohnya tepung beras (beras ketan/beras biasa) tepung maizena, tepung terigu, tepung tapioka, sagu, kopi bubuk, kakao dan bumbu yang dihaluskan. Butiran tepung sangat halus sehingga menyebabkan permukaan bidangnya menjadi sangat lebar. Hal ini 18
  19. 19. menyebabkan bahan bersifat higroskopis, yaitu mudah sekali menjadi lembab, karena mudah menyerap uap air (Dwiari et al., 2008). Sifat mudah menyerap uap air di udara atau sifat higroskopis yang dimiliki produk tepung-tepungan dapat memudahkan tepung mengalami penurunan mutu dan mengalami kerusakan. Pengaruh kadar air dan aktivitas penyerapan air akan mempengaruhi sifat-sifat fisik tepung (misalnya warna dan tekstur), perubahan-perubahan kimia (misalnya reaksi pencoklatan), dan kerusakkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur (Buckle et al., 1985). Produk tepung-tepungan memiliki batas standar kadar air yang terkandung, seperti pada tepung terigu yang memiliki batas maksimal kadar air sebesar 14,5% (SNI 3751:2009), pada tepung singkong yang memiliki batas maksimal kadar air sebesar 12% (SNI 01-2997-1996), dan pada tepung beras yang memiliki batas maksimal kadar air sebesar 13% (SNI 3549:2009). Hal ini dapat menjadi tolak ukur penurunan kualitas pada tepung. Menurut Winarno (1997), kadar air dalam bahan pangan ikut menentukan daya awet bahan pangan tersebut. Makin rendah kadar air, makin lambat pertumbuhan mikrooganisme dan bahan pangan tersebut dapat tahan lama. Winarno (1997) menyatakan bahwa aw (water activity) adalah jumlah air bebas yang dapat digunakan mikroba untuk pertumbuhannya. Masingmasing mikroba memiliki aw pertumbuhannya masing-masing, seperti bakteri tumbuh pada aw 0,9, khamir tumbuh pada aw 0,8 - 0,9, dan kapang tumbuh pada aw 0,6 - 0,7. Umumnya bahan makanan kering seperti tepung memiliki nilai aktivitas air (aw) antara 0,4 - 0,5, sedangkan makanan semi basah memeiliki nilai aktivitas air (aw) antara 0,6 - 0,9. Namun, nilai aw pada tepung akan meningkat, karena sifat higroskopis yang dimiliki tepung sehingga mikroba dapat tumbuh pada tepung. 19
  20. 20. Penurunan mutu tepung lainnya juga disebabkan adanya kontaminasi atau cemaran serangga atau kutu yang sering ditemukan pada tepung selama penyimpanan. Menurut Amy (2010), cemaran serangga atau tepung terjadi akibat proses produksi tepung dan tempat penyimpanan tepung yang tidak higienis, serta kondisi tempat penyimpanan yang mendukung pertumbuhan kutu. Kutu yang mengkontaminasi tepung dapat meninggalkan feces (kotoran) sehingga dapat menjadi potensial besar bahaya mikrobiologis dan tidak higienis. Tepung yang sudah tercemar banyak larva akan berubah warna menjadi keabu-abuan dan akan cepat berjamur. Kutu tepung menyukai suhu lingkungan sekitar 30°C dan mereka tidak tumbuh dan berkembang biak pada suhu di bawah 18°C. Keseluruhan siklus kutu dari telur menjadi kutu memerlukan waktu 7 - 12 minggu dan kutu dewasa dapat hidup sampai tiga tahun atau lebih. Jadi, apabila kontaminasi telur kutu terjadi pada saat awal penyimpanan, maka kutu akan mulai terlihat pada tepung kira-kira pada saat penyimpanan minggu ke-6 atau ke-7, sedangkan larva akan mulai menetas dari telur kira-kira pada minggu ke-2 atau ke-3 (Amy, 2010). c. Pengemasan dan Penyimpanan Menurut Winarno (1997), pengemasan memiliki fungsi untuk mengawetkan bahan pangan, mempertahankan mutu dan kesegaran, menarik selera pandang konsumen, memberikan kemudahan penyimpanan dan distribusi, serta menekan peluang kontaminasi dari udara dan tanah, baik oleh mikroba pembusuk maupun mikroba yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Menurut Syarief dan Irawati (1988), pengemasan mempunyai peranan penting dalam mempertahankan mutu suatu bahan dan proses pengemasan telah dianggap sebagai bagian integral dari suatu proses produksi. Kemasan ditinjau dari fungsinya adalah sebagai: a) wadah untuk menempatkan produk dan memberi 20
  21. 21. bentuk sehingga memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi, b) memberi perlindungan terhadap mutu produk dari kontaminasi luar dan kerusakan, dan c) menambah daya tarik produk. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerusakan bahan pangan sehubungan dengan kemasan yang digunakan, yaitu kerusakan yang ditentukan oleh sifat alamiah dari produk dan tidak dapat dicegah dengan pengemasan, misalnya perubahan kimia, biokimia, fisik, dan mikrobiologi, serta kerusakan yang disebabkan oleh lingkungan dan dapat dikontrol dengan pengemasan, misalnya kerusakan mekanis, absorbsi, interaksi dengan oksigen, dan kehilangan atau penambahan citarasa yang tidak diinginkan (Winarno dan Jenie, 1984). Kerusakan fisik bahan pangan disebabkan oleh perlakuan fisik, misalnya kerusakan yang terjadi karena lembabnya ruang penyimpanan dan perlakuan dengan suhu yang terlalu tinggi. Kerusakan kimia yang paling penting adalah perubahan yang berkaitan dengan reaksi enzim, reaksi hidrolisis, dan reaksi pencoklatan non enzimatis yang menyebabkan perubahan penampakan (Muchtadi, 1989). Suatu produk memiliki kepekaan yang berbeda-beda terhadap penyerapan atau pengeluaran uap dan gas. Produk kering harus dilindungi dari penyerapan uap air dan oksigen dengan cara mengunakan bahan pengemas yang mempunyai permeabilitas uap air dan gas yang rendah (Buckle et al., 1985). Menurut Syarief dan Santausa (1989), plastik digunakan sebagai bahan pengemas untuk melindungi produk dari cahaya, udara atau oksigen, perpindahan panas, kontaminasi dan kontak dengan bahan-bahan kimia. Aliran gas dan uap yang melalui plastik dipengaruhi oleh lubanglubang, tebal plastik dan ukuran molekul yang berdifusi. Polietilen (PE) adalah jenis plastik yang banyak digunakan oleh industri karena sifatnya yang mudah dibentuk, tahan terhadap bahan kimia, penampakan yang jernih, dan mudah digunakan sebagai laminasi. 21
  22. 22. Polietilen tergolong dalam poliolefin dan dibuat dari proses polimerasi adisi dari gas etilen. Etilen merupakan senyawa utama yang digunakan pada pembuatan plastik ini. Rantai polimer dapat bercabang atau lurus. Polimer rantai lurus menghasilkan densitas tinggi, sedangkan semakin banyak rantai cabangnya, polimer etilen akan semakin rendah densitasnya (Brown, 1992). Sifat-sifat baik yang dimiliki polietilen, yaitu permeabilitas uap air dan air rendah, mudah dikelim panas, fleksibel, dapat digunakan untuk penyimpanan beku (-50°C), transparan, dan dapat digunakan sebagai bahan laminasi dengan bahan lain. Kelemahan yang dimiliki polietilen, yaitu permeabilitas oksigen agak tinggi dan tidak tahan terhadap minyak (Syarief dan Irawati, 1988). Karung tenun plastik (PP woven bag) dibuat dari circular weaved polypropylene kaset dengan gaya tarik tinggi dan rendah berat. PP woven bag (karung plastik) yang ideal adalah kemasan untuk bahan secara massal atau dalam jumlah banyak. Umumnya kemasan ini digunakan untuk gula, beras, pupuk, tepung, dan bahan kimia. Penggunaan kemasan karung tenun plastik ini telah banyak menggantikan kemasan sebelumnya, seperti karung goni, karung kertas, atau karung kain. Hal ini dikarenakan dari harga yang relatif lebih murah dan lebih tahan air dibandingkan produk kemasan yang terbuat dari kain atau kertas (Hendrawan, 2009). Karung kain merupakan karung atau kantung yang terbuat dari kain belacu yang pada umumnya mempunyai kapasitas antara 10 - 50 kg. Kain belacu biasa digunakan sebagai bahan pengemas tepung-tepungan, seperti tepung terigu, tepung jagung, atau tepung beras dan bahkan dibeberapa negara digunakan sebagai bahan pengepak beras. Kain belacu mempunyai sifat kuat (tidak mudah sobek), fleksibel, mudah dicetak, dan mudah dikerjakan secara massal. Kain belacu memiliki lubang-lubang kecil atau rongga sehingga tidak kedap udara (Hudaya dan Siti, 1983). Menurut 22
  23. 23. Hendrawan (2009), kemasan karung kain tidak tahan terhadap air sehingga tidak bisa menjaga bahan terhadap air. Salah satu faktor yang mempengaruhi daya tahan bahan yang disimpan adalah permeabilitas kemasan simpan, baik terhadap udara maupun uap air. Masing-masing kemasan simpan memiliki permeabilitas yang berbeda.Sistem penyimpanan atau metode penyimpanan yang baik perlu diterapkan untuk menjaga bahan yang disimpan agar tetap baik mutunya, baik bahan baku maupun produk jadi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tempat penyimpanan yang berhubungan dengan keadaan bahan dalam simpanan, yaitu temperatur dan kelembaban, sirkulasi udara, serta penyusutan kemasan (Imdad dan Nawangsih, 1999). Menurut Amy (2010), produk tepung biasanya disimpan pada tempat yang sejuk dan kering. Apabila disimpan dalam jumlah yang sangat banyak dalam gudang penyimpanan, biasanya dilakukan fumigasi untuk menjaga tepung dari serangga atau hama lainnya. Kehigienisan gudang penyimpanan juga harus dijaga. Menurut Dwiari et al. (2008), agar bahan dapat lebih tahan dalam tempat penyimpanan, pastikan bahwa bahan telah kering sempurna dan terbebas dari kehidupan serangga. Tepung atau bubuk dikemas setelah keadaan bahan sudah dingin. Jika dalam keadaan masih hangat sudah dikemas, bahan akan mengeluarkan uap air dalam kemasan, akibatnya bahan menjadi lembab dan akan tumbuh cendawan penyebab bau pengap. Untuk menghindari hal tersebut bahan disimpan dalam keadaan cukup kering dengan kemasan yang tepat. Menurut Hendrawan (2009), saat ini kemasan simpan tepung, seperti karung goni, karung kertas, dan karung kain telah digantikan dengan kemasan karung tenun plastik (PP woven bag), karena lebih tahan terhadap air dan kondisi penyimpanan yang agak lembab. 23
  24. 24. 24
  25. 25. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Pohon kurma yang bernama latin Phoenix dactylifera ini merupakan salah satu pohon yang tahan di wilayah gurun pasir. Buah ini ternyata sudah dikembangkan sekitar lebih dari 8000 tahun yang lalu terutama di negara Babilonia. Pohon kurma yang termasuk famili tumbuhan palmae ini ternyata dapat tumbuh hingga setinggi 30 meter.Pohon kurma adalah pohon yang mulia. Bukan hanya buahnya saja yang dimanfaatkan oleh penduduk berbagai wilayah di dunia, melainkan juga pelepah dan batangnya. Bagi penduduk Kerajaan Arab Saudi sendiri, kurma telah lama menjadi makanan pokok. Dan seiring dengan perjalanan waktu, perkebunan dan industri kurma terus berkembang hingga menjadi unsure penting dalam peta ekonomi nasional. Kurma memiliki banyak manfaat terutama dalam bidak kesehatan. Kurma dapat dijadikan sebagai sumber serat, vitamin, mineral, fitokimia dan lain-lain. Produk olahan kurma anatar lain sirup kurma, jus kurma dan tepung biji kurma. Yang diolah dengan teknologi dan tetap berlandaskan alQur‟an. Di dalam al-qur‟an telah dijelaskan ada banyak sumber daya alam yang bisa dikembangkan dengan ilmu dari program studi ilmu dan teknologi pangan salah satunya kurma yang memeliki banyak manfaat. B. Saran Penulis menyadari makalah ini masih kurang sempurna dan terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran agar makalah ini bisa lebih baik dari pembaca. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca. 25

×