Ahmad sarwat, lc  FIQIHkontemporer   DU CENTER
Judul BukuFiqih Kontemporer        Penulis   Ahmad Sarwat       Penerbit    DU CENTER         Cetakan         Pertama     ...
Pengantar
Daftar IsiPengantar..........................................................................5Daftar Isi.....................
Bab I : Fiqih Kedokteran      Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi      Pengguguran Kandungan      Klonning Manusia ...
Pertemuan Pertama                                     Mencegah Kehamilan   Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memilik...
Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya dankecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya k...
Sedangkan pencegahan kehamilan karena motivasi karena takutmiskin atau takut tidak mendapatkan rezeki akibat persainganhid...
hamil bisa membahayakan nyawanya sendiri atau nyawa anakyang dikandungnya. Dengan demikian maka dharar itu harusditolak.2....
1. Pantang Berkalaa. Mekanisme kerja    Menentukan masa subur istri ada tiga patokan yangdiperhitungkan pertama:ovulasi te...
polietanol), dan medium yang dipakai berupa tablet, krim atauagar. Tablet busa atau agar diletakkan dalam vagina, dekatser...
Secara teoritis kegagalan kondom terjadi ketika kondomtersebut robek oleh karena kurang hati-hati, pelumas kurangatau kare...
Secara teknik Insersi IUD hanya bisa dilakukan oleh tenagamedis dan paramedis karena harus dipasang di bagian dalamkemalua...
telur(tuba fallopii) wanita atau saluran vas deferens pria yangmengakibatkan orang/ pasangan bersangkutan tidak akanmendap...
merubah siklus menstruasi, memundurkan ovulasi. Dan jugamelakukan proses mengiritasi dinding uterus, sehingga jika duameto...
Pertemuan Kedua                                Pengguguran Kandungan     Bahwa kehidupan janin (anak dalam kandungan) menu...
Seperti kita lihat juga bahwa syara mewajibkan membayar diat (denda)secara sempurna kepada seseorang yang memukul perut wa...
berusia seratus dua puluh hari, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih.Ibnu Hazm menganggap tindakan ini sebagai tindak...
manusia yang diistilahkan oleh hadits dengan "peniupan ruh." Hal iniditunjuki oleh isyarat Al- Quran: "Kemudian Dia menyem...
Diantara kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya ialah bahwa dikalangan ahli kandungan dan anatomi sendiri terdapat perb...
Didalam an-Nawadir, dari kitab mazhab Hanafi, disebutkan, "Seorangwanita yang menelan obat untuk menggugurkan kandungannya...
Diantara mereka ada pula yang mengatakan makruh, karena air sperma)setelah masuk ke rahim belumlah hidup tapi mempunyai hu...
terhadap wujud manusia yang telah ada, tetapi beliau juga menganggappertemuan sperma dengan ovum sebagai "siap menerima ke...
buruk dan membahayakan, yang akan menjadikan tersiksanya kehidupannyadan keluarganya, sesuai dengan kaidah: "Bahaya itu di...
Selain itu, kita tidak boleh mempunyai keyakinan bahwa ilmupengetahuan manusia dengan segala kemampuan dan peralatannya ak...
Pertemuan Ketiga                                   Klonning Manusia   Majma` Buhus Islamiyah Al-Azhar di Cairo Mesir telah...
maka Islam mengharamkannya demi melindungi manusia daribahaya itu. Karena dalam qaidah fiqhiyah dalam Islamdijelaskan bahw...
timbul dari proses kloning ini terdiri dari beberapa sisi, antaralain :1. Masalah Hukum Syariah    Dalam hal ini terutama ...
3. Masalah Pretimbangan moral   Kloning terhadap manusia tidak pernah ditemukan ayat danhadisnya secara khusus, baik yang ...
Amerika harus menghabiskan 2,3 juta dollar AS untukmengklon anjing kesayangannya yang telah mati.   Bayangkan, sementara k...
Pertemuan Keempat                      Transplantasi organ Manusia    Sebenarnya, kajian yang membahas hukum syariah tenta...
Nasional pada tangal 8 September 1995 di arena PRJKemayoran, telah ditandatangani sebuah persetujuan antara lainwakil dari...
Masalah Pertama :   Penanaman organ/jaringan yang diambil dari tubuh kedaerah lain pada tubuh tersebut. Seperti, praktek t...
Artinya:"Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangantolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggara...
bahasa arab vol. III hal. 583, Dr. Albairum, Ensiklopedi   Kedokteran Arab, hal 134.)    A.2. Penanaman jaringan/organ tub...
Negara Kuwait ( oleh Dirjen Fatwa Dept. Wakaf danUrusan Islam keputusan no.97 tahun 1405 H. ) denganketentuan seperti di a...
d. Hal itu sebagai amal jariyah bagi donatur yang telah mati   dan sangat berguna bagi kemanusiaan.e. Allah sangat menghar...
dahulu. Dalam hal ini tidak dibolehkan kecuali dalam kondisiyang benar-benar gawat darurat dan tidak ada pilihan (alternat...
disebutkan: “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, namun    janganlah berobat dengan barang haram.” Tetapi dalam    kondisi ...
Secara umum bisa disimpulkan antara lain :   1. Boleh memindahkan organ / bagian manusia hidup kejasad manusia hidup lainn...
misalnya dengan mendonorkannya atau lainnya? Atau, apakahtubuh itu merupakan titipan dari Allah yang tidak boleh iaperguna...
Pada zaman sekarang kita melihat adanya donor darah, yangmerupakan bagian dari tubuh manusia, telah merata di negara-negar...
anggota tubuhnya. Karena itu, mendermakan sebagian organtubuh karena Allah Taala merupakan qurbah (pendekatan dirikepada A...
Hal itu merupakan contoh bagi yang dharar-nya menimpasalah seorang yang mempunyai hak tetap terhadap penderma(donor), sepe...
orang kafir yang memerangi kaum muslim lewat perang pikirandan yang berusaha merusak Islam.   Demikian pula tidak diperbol...
tersebut dengan caranya sendiri, sehingga sewaktu-waktu dapatdipergunakan apabila diperlukan.TIDAK DIPERBOLEHKAN MENJUAL O...
BOLEHKAH             MEWASIATKAN           ORGAN       TUBUHSETELAH MENINGGAL DUNIA?    Apabila seorang muslim diperbolehk...
Saya tekankan disini bahwa mengambil sebagian organ daritubuh mayit tidaklah bertentangan dengan ketetapan syara yangmenyu...
BOLEHKAH             WALI       DAN       AHLI      WARISMENDONORKAN SEBAGIAN ORGAN TUBUH MAYIT?    Apabila seseorang sebe...
(diat) kepada yang memben maaf dengan cara yang baik(pula) ..." (al-Baqarah: 178)    Maka tidak menutup kemungkinan bahwa ...
kehidupan beberapa orang anak dalam beberapa haridisebabkan kemauan para orang tua untuk melakukan kebaikanyang akan menda...
Adapun mencangkokkan organ tubuh orang nonmuslimkepada orang muslim tidak terlarang, karena organ tubuhmanusia tidak diide...
"... sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis ..." (at-Taubah: 28)   Kata najis dalam ayat tersebut bukanlah dimaksudkan...
"Mengapa tidak kamu ambil kulitnya lalu kamu samak, lantaskamu manfaatkan?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya ituadalah bangk...
Hal ini dianggap semacam percampuran nasab yang dilarangoleh syara dengan jalan apa pun. Karena itu diharamkannyaperzinaan...
Pertemuan Kelima                                                Euthanasia   Euthanasia adalah sebuah istilah kedokteran. ...
(overdosis) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya,tetapi menghentikan pernapasannya sekaligus. 2. Orang yangmen...
dibiarkan --tanpa diberi pengobatan-- apabila terserang penyakitparu-paru atau sejenis penyakit otak, yang mungkin akan da...
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
10 kontemporer
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

10 kontemporer

3,274 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,274
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
127
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

10 kontemporer

  1. 1. Ahmad sarwat, lc FIQIHkontemporer DU CENTER
  2. 2. Judul BukuFiqih Kontemporer Penulis Ahmad Sarwat Penerbit DU CENTER Cetakan Pertama Kedua Ketiga Keempat
  3. 3. Pengantar
  4. 4. Daftar IsiPengantar..........................................................................5Daftar Isi...........................................................................7Bab I : Fiqih Kedokteran................................................9Bab II : Fiqih Seni dan Hiburan...................................71Bab III : Fiqih Hubungan Antar Agama...................103 7
  5. 5. Bab I : Fiqih Kedokteran  Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi  Pengguguran Kandungan  Klonning Manusia  Transplantasi organ Manusia  Bayi Tabung  Euthanasia  Rekayasa Genetika  Penentuan Jenis Kelamin Janin  AIDS  Pemanfaatan Janin Aborsi Untuk Penelitian 9
  6. 6. Pertemuan Pertama Mencegah Kehamilan Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memilikiketurunan untuk dididik dengan baik sehingga mengisi alamsemesta ini dengan manusia yang shalih dan beriman. Sejak dari memilih calon istri, Rasulullah SAWmengisyaratkan untuk mendapatkan istri yang punya potensiuntuk memiliki anak.Nikahilah wanita yang banyak anaknya karena aku (Rasulullah SAW) berlombadengan umat lainnya dalam banyaknya umat pada hari qiyamat (HR. Ahmad danIbnu Hibban). Namun perintah memilih wanita yang subur sebandingdengan perintah untuk memilih wanita yang shalihah dan baikkeislamannya.Dunia itu adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan adalah wanita yangshalihah. Dalam hadits lain disebutkan : 11
  7. 7. Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya dankecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. Dalam pandangan Islam, anak merupakan karunia danrezeki sekaligus yang harus disyukuri dan disiapkan dengansebaik-baiknya. Namun hal itu tidak berarti kerja orang tua hanya sekedarmemproduksi anak saja. Masih ada kewajiban lainnya terhadapantara lain mendidiknya dan membekalinya dengan beragamilmu dan hikmah.Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkandibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah merekamengucapkan perkataan yang benar. QS. An-Nisa : 9) Selain menganjurkan memperbanyak anak, Islam jugamemerintahkan untuk memperhatikan kualitas pendidikan anakitu sendiri. Dan diantara metode untuk mengotimalkan pendidikan anakadalah dengan mengatur jarak kelahiran anak. Hal ini pentingmengingat bila setiap tahun melahirkan anak, akan membuatsang ibu tidak punya kesempatan untuk memberikan perhatiankepada anaknya. Bahkan bukan perhatian yang berkurang,nutrisi dalam bentuk ASI yang sangat dibutuhkan pun akanberkurang. Padahal secara alamiyah, seorang bayi idealnyamenyusu kepada ibunya selama dua tahun meski bukan sebuahkewajiban.Dan Kami perintahkan kepada manusia kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telahmengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnyadalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu,hanya kepada-Kulah kembalimu.(QS. Lukman : 14) Inilah motivasi yang paling bisa diterima oleh syariatberkaitan dengan pencegahan sementara atas kehamilan. 12
  8. 8. Sedangkan pencegahan kehamilan karena motivasi karena takutmiskin atau takut tidak mendapatkan rezeki akibat persainganhidup yang semakin ketat, tidak bisa diterima oleh Islam. Karena ketakutan itu sama sekali tidak berdasar dan hanyahembusan dan syetan atau oang-orang kafir yang tidak punyaiman di dalam dada. Karena jauh sebelum bumi ini dihuni oleh manusia, Allahsudah menyiapkan semua sarana penunjang kehidupan. Hewandan tumbuhan sudah disiapkan untuk menjadi rezeki bagimanusia. Allah sudah menjamin ketersediaan makanan danminuman serta semua sarana penunjang kehidupan lainnya dibumi ini.Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberirezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempatpenyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (QS. Huud : 6).Dan berapa banyak binatang yang tidak membawa rezkinya sendiri. Allah-lahyang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi MahaMengetahui.(QS. Al-Ankabut : 60) Sehingga membunuh anak karena motivasi takut lapar dantidak mendapat rizki adalah perkara yang diharamkan olehIslam.Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kamiakan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka(QS. Al-An`am : 151)Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilahyang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnyamembunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(QS. Al-Isra : 31) Secara umum pencegahan kehamilan itu hukum dibolehkan,asal memenuhi dua persyaratan utama :1. Motiv Motivasi yang melatar-belakanginya bukan karena takut tidakmendapat rezeki. Yang dibenarkan adalah mencegah sementarakehamilan untuk mengatur jarak kelahiran itu sendiri. Atau karena pertimbangan medis berdasarkan penelitian ahlimedis berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia bila harusmengandung anak. Dalam kasus tertentu, seorangwanita bila 13
  9. 9. hamil bisa membahayakan nyawanya sendiri atau nyawa anakyang dikandungnya. Dengan demikian maka dharar itu harusditolak.2. Metode atau alat pencegah kehamilan Metode pencegah kehamilan serta alat-alat yang digunakanharuslah yang sejalan dengan syariat Islam. Ada metode yangsecara langsung pernah dicontohkan langsung oleh RasulullahSAW dan para shahabat dan ada juga yang memang diserahkankepada dunia medis dengan syarat tidak melanggar norma danetika serta prinsip umum ketentuan Islam. Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukandi zaman Rasulullah SAW adalah Azl. ُ ِ َْ ُ ْ ُ ْ َ َ َّ َ ِ ََْ ّ ‫عن جابر قال كنا نعزل على عهد النبي صلى الله عليه وسلم والقرآن ينزل‬ َّ ّ ِّ ِ ْ َ ََ ُ ِ ْ َ ُّ َ َ ٍ ِ َ ْ َDari Jabir berkata:” Kami melakukan ‘azl di masa Nabi saw sedang Al-Qur’anturun: (HR Bukhari dan Muslim)َ َََ َ َّ َ ِ ََْ ّ ‫عن جابر قال كنا نعزل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فبلغ‬ َّ ِ ّ ِ ُ َ ِ ْ َ ََ ُ ِ ْ َ ُّ َ َ ٍ ِ َ ْ َ * ‫ذلك نبي الله صلى الله عليه وسلم فلم ينهنا‬ ََ َْ ْ ََ َ َّ َ ِ ََْ ّ َّ ِ ّ ّ َِ َ َِDari Jabir berkata: ”Kami melakukan ’azl di masa Rasulullah saw, dan Rasulmendengarnya tetapi tidak melarangnya” (HR muslim). Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernahdilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yangmendalam dan melibat para ahli medis dalam menentukankebolehan atau keharamannya.Alat-alat Kontrasepsi dan hukumnya Sebenarnya di masa ini banyak sekali jenis dan metode darialat kontrasepsi ini dalam dunia kedokteran. Sehingga agak sulitbagi kami untuk membahas semuanya satu persatu. Disinihanya kami bahas beberapa saja dan sekalian kami lengkapidengan kesimpulan hukumnya menurut syariat Islam. 14
  10. 10. 1. Pantang Berkalaa. Mekanisme kerja Menentukan masa subur istri ada tiga patokan yangdiperhitungkan pertama:ovulasi terjadi 14+2 hari sesudah atau14-2 hari sebelum haid yang akan datang; kedua : sperma dapathidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi; ketiga:ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. Jadi, jika konsepsi ingin dicegah, koitus harus dihindarisekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jamsebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi. Dalam praktek, sukar untuk menetukan saat ovulasi dengantepat. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur;lagi pula dapat terjadi variasi, lebih-lebih sesudah persalinan,dan pada tahun-tahun menjelang menopause. Namun metode ini dalam beberapa kasus memiliki efekpsikologis yaitu bahwa pantang yang terlampau lama dapatmenimbulkan frustasi. Selain itu kegagalan metode ini sangatbesar kemungkinannya karena sulit untuk menerapkan disiplinkalender ini. Selain juga tidak semua pasangan suami istrimengetahui dengan pasti cara menghitungnya.b. Hukum Metode ini jelas dibolehkan dalam Islam asal niatnya benar.Misalnya untuk mengatur jarak kelahiran dan menjaga kondisiibu.2. Spermatisida. Mekanisme kerja: Preparat spermatisid terdiri atas 2 komponen yaitu bahankimia yang mematikan sperma (biasanya nonilfenoksi 15
  11. 11. polietanol), dan medium yang dipakai berupa tablet, krim atauagar. Tablet busa atau agar diletakkan dalam vagina, dekatserviks. Gerakan-gerakan senggama akan menyebarkan busameliputi serviks, sehingga secara mekanis akan menutupiostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma kedalam kanalis servikalis. Sering terjadi kesalahan dalam pemakaiannya di antaranyakrim atau agar yang dipakai tidak cukup banyak, pembilasanvagina dalam 6-8 jam setelah senggama yang menyebabkan dayaguna kontrasepsi ini berkurang. Efek sampingan yang bisa ditimbulakn adalah meskipunjarang bisa terjadi reaksi alergi. Juga rasa tidak enak dalampemaiakannya.b. Hukum Bila ditilik dari segi proses pencegahannya, salah satumetodenya adalah dengan mematikan sperma selain mencegahmasuknya. Ketika metode yang digunakan sekedar mencegahmasuknya sperma agar tidak bertemu dengan ovum, para ulamamasih membolehkan. Namun bila pil tersebut berfungsi jugauntuk mematikan atau membunuh sperma, maka umumnyapara ulama tidak membolehkannya. Meski masih dalam bentuksperma, namun tetap saja disebut pembunuhan. Sebagian ulamaada yang berpendapat bahwa sperma itu tetap harus dihormatidengan tidak membunuhnya. Sebagian ulama lainnyamengatakan bila sprema telah membuahi ovum dan menjadijanin, barulah diharamkan untuk membunuhnya.3. Kondoma. Mekanisme kerja Menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina. Padadasarnya ada 2 jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet.Kondom kulit dibuat dari usus domba. Kondom karet lebihelastis, murah, sehingga lebih banyak dipakai. 16
  12. 12. Secara teoritis kegagalan kondom terjadi ketika kondomtersebut robek oleh karena kurang hati-hati, pelumas kurangatau karena tekanan pada waktu ejakulasi. Hal lain yangberpengaruh pemakaian tidak teratur, motivasi, umur, paritas,status sosio-ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Namun keuntungan kondom adalah murah, mudah didapat(tidak perlu resep dokter), tidak memerlukan pengawasan,mengurangi kemungkinan penularan penyakit kelamin. Efek samping yangsering ditimbulkan antara lain adalahreaksi alergi terhadap kondom karet meski insidensnya kecil.Selain itu juga ada kontra Indikasi: alergi terhadap kondomkaretb. Hukum Sebagaimana disebutkan di atas, maka kondom tidaktermasuk membunuh sperma tetapi sekedar menghalangi agartidak masuk dan bertemu dengan ovum sehingga tidak terjadipembuahan.4. IUD / Spirala. Mekanisme Kerja Alat ini istilahnya adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim(AKDR) dan sering juga disebut IUD, singkatan dari IntraUterine Device. AKDR biasa dianggap tubuh sebagai bendaasing menimbulkan reaksi radang setempat, dengan sebukanleukosit yang dapat melarutkan blastosis atau sperma. AKDRyang dililiti kawat tembaga, tembaga dalam konsentrasi kecilyang dikeluarkan dalam rongga uterus selain menimbulkanreaksi radang seperti pada IUD biasa, juga menghambat khasiatanhidrase karbon dan fosfatase alkali. IUD yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendirserviks sehingga menghalangi pasase sperma. 17
  13. 13. Secara teknik Insersi IUD hanya bisa dilakukan oleh tenagamedis dan paramedis karena harus dipasang di bagian dalamkemaluan wanita. Efek samping: nyeri pada waktu pemasangan(kalau sakitsekali, lakukan anestesi paraservikal), kejang rahim, terutamapada bulan-bulan pertama ( diberi spasmolitikum atau gantiIUD dengan yang ukurannya lebih kecil), nyeri pelvik (atasidengan spasmolitikum), refleks bradikardia dan vasovagal padapasien dengan predisposisi untuk keadaan ini (diberiatrofinsulfas sebelum pemasangan), perdarahan di luar haidatau spotting, darah haid lebih banyak ( menorrhagia ), sekretvagina lebih banyak dan lain-lain.b. Hukum Dari segi pemasangan, IUD harus melibatkan orang yangpada dasarnya tidak boleh melihat kemaluan wanita meskipundokternya wanita. Karena satu-satunya orang yang berhakuntuk melihatnya adalah suaminya dalam keadaan normal.Sedangkan pemasangan IUD sebenarnya bukanlah hal daruratyang membolehkan orang lain melihat kemaluan wanita meskisesama wanita. Selain itu salah satu fungsi IUD adalah membunuh spremayang masuh selain berfungsi menghalagi masuknya sprema ituke dalam rahim. Beberapa produk IUD saat ini terbuat daribahan yang tidak kondusif bagi zygote sehingga bisamembunuhnya dan proses kehamilan tidak terjadi. Dengandemikian, maka sebagian metode IUD itu telah menyalahiajaran syariah Islam karena melakukan pembunuhan atas zygoteyang terbentuk dengan menciptakan ruang yang tidak kondusifkepadanya.5. Tubektomi /Vasektomia. Mekanisme Kerja Tubektomi pada wanita atau vasektomi pada pria ialah setiaptindakan ( pengikatan atau pemotongan) pada kedua saluran 18
  14. 14. telur(tuba fallopii) wanita atau saluran vas deferens pria yangmengakibatkan orang/ pasangan bersangkutan tidak akanmendapat keturunan lagi. Kontrasepsi itu hanya dipakai untuk jangka panjang,walaupun kadang-kadang masih dapat dipulihkankembali/reversibel. Perkumpulan kontrasepsi mantap Indonesia menganjurkan 3syarat untuk menjadi akseptor kontrasepsi ini yaitu syarat :sukarela, bahagia dan sehat. Syarat sukarela meliputi antara lainpengetahuan pasangan tentang cara-cara kontrasepsi, risiko dankeuntungan kontrasepsi mantap dan pengetahuan tentang sifatpermanennya cara kontrasepsi ini. Bahagia dilihat dari ikatan perkawinan yang syah danharmonis, umur istri sekurang-kurangnya 25 tahun dengansekurang-kurangnya 2 orang anak hidup dan anak terkecilberumur lebih dari 2 tahun.b. Hukum Para ulama sepakat mengharamkannya karena selama iniyang terjadi adalah pemandulan, meski ada keterangan medisbahwa penggunanya masih bisa dipulihkan. Namun kenyataanlapangan menunjukkan bahwa para penggunanya memang tidakbisa lagi memiliki keturunan selamanya. Pada titik inilah paraulama mengahramkannya.6. Morning-after pilla. Mekanisme kerja Morning-after pill atau kontrasepsi darurat adalah alatkontrasepsi pil yang mengandung levonogestrel dosis tinggi,digunakan maksimal 72 jam setelah senggama. Keamanan pil inisebenarnya belum pernah diuji pada wanita, namun FDA (Foodand Drug Administration) telah mengijinkan penggunaannya. Cara kerja kontrasepsi darurat ini adalah menghambatovulasi, artinya sel telur tidak akan dihasilkan. Selain itu dia 19
  15. 15. merubah siklus menstruasi, memundurkan ovulasi. Dan jugamelakukan proses mengiritasi dinding uterus, sehingga jika duametode di atas tidak berhasil dan telah terjadi ovulasi, makazigot akan mati sebelum zigot tersebut menempel di dindinguterus. Pada kasus ini pil ini disebut juga “chemical abortion”. Efek samping kontrasepsi darurat antara lain adalah Mual,muntah, infertil (mandul), nyeri di payudara, kehamilan ektopikyang dapat mengancam nyawa, terjadi pembekuan darah. Khasiat pil ini dalam mencegah kehamilan yang tidakdiinginkan mencapai 85%. Di AS kehamilan yang dicegahmelalui pil ini mencapai 1,7 juta pertahunnya. Di AS pil inidapat dijumpai di apotek-apotek bahkan di toilet sekolah di AS.Sedangkan di Indonesia tampaknya belum begitu populerdengan pil ini. Bahkan dokter pun sangat jarangmerekomendasikan pil ini. Morning-after pill ini pun bisa dengan mudah disalah-gunakan oleh pasangan tidak resmi karena cara penggunaannyasetelah persetubuhan terjadi. Dimana pasangan tidak syah bila“kecelakaan” bisa saja mengkonsumsinya dan kehamilan puntidak terjadi.b. Hukum Dalam metodenya ada unsur mematikan zygote apabilapenghambatan ovulasi dan perubahan siklus menstruasi tidakberhasil. Dan sebagaimana telah dibahas sebelumnya,pembunuhan zygote adalah dilarang. Sebenarnya masih banyak lagi alat-alat kontrasepsi lainnyayang belum sempat terbahas disini dan juga maish dalam kajiankami berkaitan dengan hukumnya. Insya pada kesempatan lainakan kami sempurnakan. 20
  16. 16. Pertemuan Kedua Pengguguran Kandungan Bahwa kehidupan janin (anak dalam kandungan) menurut pandangansyariat Islam merupakan kehidupan yang harus dihormati, denganmenganggapnya sebagai suatu wujud yang hidup yang wajib dijaga, sehinggasyariat memperbolehkan wanita hamil untuk berbuka puasa (tidak berpuasa)pada bulan Ramadhan, bahkan kadang-kadang diwajibkan berbuka jika iakhawatir akan keselamatan kandungannya. Karena itu syariat Islam mengharamkan tindakan melampaui batasterhadapnya, meskipun yang melakukan ayah atau ibunya sendiri yang telahmengandungnya dengan susah payah. Bahkan terhadap kehamilan yangharam --yang dilakukan dengan jalan perzinaan—janinnya tetap tidak bolehdigugurkan, karena ia merupakan manusia hidup yang tidak berdosa: "... Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain ..."(al-Isra: 15) Selain itu, kita juga mengetahui bahwa syara mewajibkan penundaanpelaksanaan hukum qishash terhadap wanita hamil yang dijatuhi jenishukuman ini demi menjaga janinnya, sebagaimana kisah wanita al-Ghamidiyah yang diriwayatkan dalam kitab sahih. Dalam hal ini syaramemberi jalan kepada waliyul-amri (pihak pemerintah) untuk menghukumwanita tersebut, tetapi tidak memberi jalan untuk menghukum janin yangada di dalam kandungannya. 21
  17. 17. Seperti kita lihat juga bahwa syara mewajibkan membayar diat (denda)secara sempurna kepada seseorang yang memukul perut wanita yang hamil,lalu dia melahirkan anaknya dalam keadaan hidup, namun akhirnya matikarena akibat pukulan tadi. Ibnul Mundzir mengutip kesepakatan ahli ilmu mengenai masalah ini :Sedangkan jika bayi itu lahir dalam keadaan mati, maka dia tetap dikenakandenda karena kelengahannya (ghirrah), sebesar seperdua puluh diat. Kita juga melihat bahwa syara mewajibkan si pemukul membayar kafarat-disamping diat dan ghirrah- yaitu memerdekakan seorang budak yangberiman, jika tidak dapat maka ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut.Bahkan hal itu diwajibkan atasnya, baik janin itu hidup atau mati. Ibnu Qudamah berkata, "Inilah pendapat kebanyakan ahli ilmu, danpendapat ini juga diriwayatkan dari Umar r.a.. Mereka berdalil dengan firmanAllah: "... dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (tidaksengaja) hendaklah ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang berimanserta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu),kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) darikaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah sipembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Dan jika ia (siterbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara merekadengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yangdiserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hambasahaya yangmukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, makahendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai caratobat kepada Allah; dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi MahaBijaksana." (an-Nisa: 92) Mereka berkata, "Apabila wanita hamil meminum obat untukmenggugurkan kandungannya, maka ia wajib membayar denda, tidak bolehmewarisi sesuatu daripadanya (sebab orang yang membunuh tidak bolehmewarisi sesuatu dari yang dibunuh), dan wajib memerdekakan seorangbudak. Denda tersebut hendaklah diberikan kepada ahli waris si janin. Semua sanksi itu dikenakan padanya karena ia telah melakukanperbuatan jahat yaitu menggugurkan janin. Sedangkan memerdekakan budakmerupakan kafarat bagi tindak kejahatannya. Demikian pula jika yangmenggugurkan janin itu ayahnya maka si ayah harus membayar denda, tidakboleh mewarisi sesuatu daripadanya, dan harus memerdekakan budak. Jika tidak mendapatkan budak (atau tidak mampu memerdekakanbudak), maka ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut, sebagaicara tobat kepada Allah SWT. Lebih dari itu adalah perkataan Ibnu Hazm dalam al-Muhalla mengenaipembunuhan janin setelah ditiupkannya ruh, yakni setelah kandungan 22
  18. 18. berusia seratus dua puluh hari, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih.Ibnu Hazm menganggap tindakan ini sebagai tindak kejahatan pembunuhandengan sengaja yang mewajibkan pelakunya menanggung segala risiko,seperti hukum qishash dan lain-lainnya. Beliau berkata: "Jika ada orang bertanya, Bagaimana pendapat Andamengenai seorang perempuan yang sengaja membunuh janinnya setelahkandungannya berusia seratus dua puluh hari, atau orang lain yangmembunuhnya dengan memukul (atau tindakan apa pun) terhadap perut siperempuan itu untuk membunuh si janin? Kami jawab bahwa sebagai hukumannya wajib dikenakan hukumqishash, tidak boleh tidak, dan ia tidak berkewajiban membayar denda.Kecuali jika dimaafkan, maka dia wajib membayar ghirrah atau denda sajakarena itu merupakan diat, tetapi tidak wajib membayar kafarat karena halitu merupakan pembunuhan dengan sengaja. Dia dikenakan hukumanqishash karena telah membunuh suatu jiwa (manusia) yang beriman dengansengaja, maka menghilangkan (membunuh) jiwa harus dibalas dengandibunuh pula. Meski demikian, keluarga si terbunuh mempunyai duaalternatif, menuntut hukum qishash atau diat, sebagaimana hukum yangditetapkan Rasulullah saw. terhadap orang yang membunuh orang mukmin.Wa billahit taufiq." Mengenai wanita yang meminum obat untuk menggugurkankandungannya, Ibnu Hazm berkata: "Jika anak itu belum ditiupkan ruhpadanya, maka dia (ibu tersebut) harus membayar ghirrah. Tetapi jika sudahditiupkan ruh padanya --bila wanita itu tidak sengaja membunuhnya-- makadia terkena ghirrah dan kafarat. Sedangkan jika dia sengaja membunuhnya,maka dia dijatuhi hukum qishash atau membayar tebusan dengan hartanyasendiri." Janin yang telah ditiupkan ruh padanya, oleh Ibnu Hazm dianggapsebagai sosok manusia, sehingga beliau mewajibkan mengeluarkan zakatfitrah untuknya. Sedangkan golongan Hanabilah hanya memandangnyamustahab, bukan wajib. Semua itu menunjukkan kepada kita betapa perhatian syariat terhadapjanin, dan betapa ia menekankan penghormatan kepadanya, khususnyasetelah sampai pada tahap yang oleh hadits disebut sebagai tahapan an-nafkhu fir-ruh (peniupan ruh). Dan ini merupakan perkara gaib yang haruskita terima begitu saja, asalkan riwayatnya sah, dan tidak usah kitamemperpanjang pembicaraan tentang hakikatnya, Allah berfirman: "... dantidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (al-Isra: 85) Saya kira, hal itu bukan semata-mata kehidupan yang dikenal seperti kitaini, meskipun para pensyarah dan fuqaha memahaminya demikian. Hakikatyang ditetapkan oleh ilmu pengetahuan sekarang secara meyakinkan ialahbahwa kehidupan telah terjadi sebelum itu, hanya saja bukan kehidupan 23
  19. 19. manusia yang diistilahkan oleh hadits dengan "peniupan ruh." Hal iniditunjuki oleh isyarat Al- Quran: "Kemudian Dia menyempurnakan danmeniupkan ke dalam (tubuh)-nya ruh (ciptaan)-Nya ..." (as-Sajdah: 9) Tetapi diantara hadits-hadits sahih terdapat hadits yang tampaknyabertentangan dengan hadits Ibnu Masud yang menyebutkan diutusnyamalaikat untuk meniup ruh setelah usia kandungan melampaui masa tiga kaliempat puluh hari (120 hari). Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits Hudzaifah binUsaid, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabilanutfah telah berusia empat puluh dua malam, maka Allah mengutusmalaikat, lalu dibuatkan bentuknya, diciptakan pendengarannya,penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulangnya. Kemudian malaikatbertanya, ra Rabbi, laki-laki ataukah perempuan? Lalu Rabb-mumenentukan sesuai dengan kehendak-Nya, dan malaikat menulisnya,kemudian dia (malaikat) bertanya, Ya Rabbi, bagaimana ajalnya? Lalu Rabb-mu menetapkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikatmenulisnya. Kemudian ia bertanya, Ya Rabbi, bagaimana rezekinya? LaluRabb-mu menentukan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikatmenulisnya. Kemudian malaikat itu keluar dengan membawa lembarancatatannya, maka ia tidak menambah dan tidak mengurangi apa yangdiperintahkan itu." Hadits ini menjelaskan diutusnya malaikat dan dibuatnya bentuk baginutfah setelah berusia enam minggu (empat puluh dua hari)6 bukan setelahberusia seratus dua puluh hari sebagaimana disebutkan dalam hadits IbnuMasud yang terkenal itu. Sebagian ulama mengompromikan kedua haditstersebut dengan mengatakan bahwa malaikat itu diutus beberapa kali,pertama pada waktu nutfah berusia empat puluh hari, dan kali lain padawaktu berusia empat puluh kali tiga hari (120 hari) untuk meniupkan ruh. Karena itu para fuqaha telah sepakat akan haramnya menggugurkankandungan setelah ditiupkannya ruh padanya. Tidak ada seorang pun yangmenentang ketetapan ini, baik dari kalangan salaf maupun khalaf. Adapunpada tahap sebelum ditiupkannya ruh, maka diantara fuqaha ada yangmemperbolehkan menggugurkan kandungan sebelum ditiupkannya ruh itu,sebagian saudara kita yang ahli kedokteran dan anatomi mengatakan,"Sesungguhnya hukum yang ditetapkan para ulama yang terhormat itudidasarkan atas pengetahuan mereka pada waktu itu. Andaikata merekamengetahui apa yang kita ketahui sekarang mengenai wujud hidup yangmembawa ciri-ciri keturunan (gen) kedua orang tuanya dan keluarganya sertajenisnya, niscaya mereka akan mengubah hukum dan fatwa mereka karenamengikuti perubahan illat (sebab hukum), karena hukum itu berputarmenurut illat-nya, pada waktu ada dan tidak adanya illat. 24
  20. 20. Diantara kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya ialah bahwa dikalangan ahli kandungan dan anatomi sendiri terdapat perbedaan pendapat--sebagaimana halnya para fuqaha-- di dalam menetapkan kehidupan janinpada tahap pertama: sebelum berusia 42 hari dan sebelum 120 hari.Perbedaan diantara mereka ini juga memperkokoh perbedaan pendapat parafuqaha mengenai janin sebelum berusia 40 hari dan sebelum 120 hari. Barangkali ini merupakan rahmat Allah kepada manusia agar udzur dandarurat itu mempunyai tempat. Maka tidak apalah apabila saya sebutkansebagian dari perkataan fuqaha mengenai persoalan ini: Syekhul Islam al-Hafizh Ibnu Hajar didalam Fathul-Bari menyinggungmengenai pengguguran kandungan setelah membicarakan secara panjanglebar mengenai masalah azl mencabut zakar untuk menumpahkan sperma diluar vagina pada waktu ejakulasi) serta perbedaan pendapat ulama tentangboleh dan tidaknya melakukan hal itu, yang pada akhirnya beliau cenderungmemperbolehkannya karena tidak kuatnya dalil pihak yang melarangnya. Beliau berkata: "Dan terlepas dari hukum azl ialah hukum wanitamenggunakan obat untuk menggugurkan (merusak) nutfah (embrio)sebelum ditiupkannya ruh. Barangsiapa yang mengatakan hal ini terlarang,maka itulah yang lebih layak; dan orang yang memperbolehkannya, maka halitu dapat disamakan dengan azl. Tetapi kedua kasus ini dapat jugadibedakan, bahwa tindakan perusakan nutfah itu lebih berat, karena azl itudilakukan sebelum terjadinya sebab (kehidupan), sedangkan perusakannutfah itu dilakukan setelah terjadinya sebab kehidupan (anak). Sementara itu, diantara fuqaha ada yang membedakan antara kehamilanyang berusia kurang dari empat puluh hari dan yang berusia lebih dari empatpuluh hari. Lalu mereka memperbolehkan menggugurkannya bila belumberusia empat puluh hari, dan melarangnya bila usianya telah lebih dariempat puluh hari. Barangkali yang menjadi pangkal perbedaan pendapatmereka adalah hadits Muslim yang saya sebutkan di atas. Didalam kitab Nihayah al-Muhtaj, yang termasuk kitab mazhab Syafii,disebutkan dua macam pendapat para ahli ilmu mengenai nutfah sebelumgenap empat puluh hari: "Ada yang mengatakan bahwa hal itu tidak dapat dihukumi sebagaipengguguran dan pembunuhan. Ada pula yang mengatakan bahwa nutfahharus dihormati, tidak boleh dirusak, dan tidak boleh melakukan upayauntuk mengeluarkannya setelah ia menetap di dalam rahim (uterus). Diantarafuqaha ada pula yang membedakan antara tahap sebelum penciptaan janindan tahap sesudah penciptaan (pembentukan). Lalu merekamemperbolehkan aborsi(pengguguran) sebelum pembentukan danmelarangnya setelah pembentukan. 25
  21. 21. Didalam an-Nawadir, dari kitab mazhab Hanafi, disebutkan, "Seorangwanita yang menelan obat untuk menggugurkan kandungannya, tidaklahberdosa asalkan belum jelas bentuknya.” Didalam kitab-kitab mereka juga mereka ajukan pertanyaan: bolehkahmenggugurkan kandungan setelah terjadinya kehamilan? Mereka menjawab:Boleh, asalkan belum berbentuk. Kemudian di tempat lain mereka berkata,"Tidaklah terjadi pembentukan (penciptaan) melainkan setelah kandunganitu berusia seratus dua puluh hari. " Banyak di antara ulama mereka yang membolehkan pengguguran sepertiitu bila alasannya adalah kemashlahatan yang lebih besar, bukan karena maluhamil di luar nikah. Menurut pendapat ulama Hanafi, kemashlahatan anak bayi yang telahdilahirkan adalah lebih besar, karena bayi itu masih sangat membutuhkanperawatan dan pemeliharaan secara intensif oleh ibunya. Bila si ibu harushamil lagi, maka hak-hak bayi itu menjadi hilang. Atau dalam kasus dimanakehamilan itu membahayakan nyawa si ibu seperti bila kelahiran sebelumnyadengan car pembedahan yang tidak memungkinkan seorang wanita segerahamil lagi setelah itu. Atau karena masalah penyakit yang bakal diidap oleh bayi karenapenyakit genetis dan seterusnya, maka pendapat yang membolehkan itumemang ada. Dalilnya lebih banyak menggunakan menggunakan kaidah : mengambilresiko yang paling ringan (Akhaffudh-dhararain). Muhaqqiq (ulama ahlimenetapkan hukum) mazhab Hanafi, al-Kamal bin al-Hammam, berkata,"Ini berarti bahwa yang mereka maksud dengan penciptaan ataupembentukan itu ialah ditiupkannya ruh, sebab jika tidak demikian berartikeliru, karena pembentukan itu telah dapat disaksikan sebelum waktu itu. Perkataan al-Allamah (al-Kamal) ini adalah benar, diakui oleh ilmupengetahuan sekarang. Sedangkan pernyataan mereka yang mutlak itu memberi pengertianbahwa kebolehan menggugurkan kandungan itu tidak bergantung pada izinsuami. Hal ini dinyatakan di dalam kitab ad-Durrul Mukhtar: "Merekaberkata, Diperbolehkan menggugurkan kandungan sebelum berusia empatbulan, meskipun tanpa izin suami." Namun demikian, diantara ulama Hanafiyah ada yang menolak hukumyang memperbolehkan pengguguran secara mutlak itu, mereka berkata,"Saya tidak mengatakan halal, karena orang yang sedang ihram saja apabilamemecahkan telur buruan itu harus menggantinya, karena itulah hukum asalmengenai pembunuhan. Kalau orang yang melakukan ihram saja dikenakanhukuman pembalasan, maka tidak kurang dosanya bagi orang yangmenggugurkan kandungan tanpa udzur." 26
  22. 22. Diantara mereka ada pula yang mengatakan makruh, karena air sperma)setelah masuk ke rahim belumlah hidup tapi mempunyai hukum sebagaimanusia hidup, seperti halnya telur binatang buruan pada waktu ihram.Karena itu ahli tahqiq mereka berkata, "Maka kebolehan menggugurkankandungan itu harus diartikan karena dalam keadaan udzur, atau denganpengertian bahwa ia tidak berdosa seperti dosanya membunuh. Akan tetapi,kebanyakan ulama menentang pendapat ini dan tidak memperbolehkanpengguguran, meskipun sebelum ditiupkannya ruh. Hal ini disebabkan adanya segolongan ulama yang melarang azl danmereka anggap hal ini sebagai "pembunuhan terselubung" sebagaimanadisebutkan dalam beberapa hadits. Mereka beralasan bahwa azl berartimenghalangi sebab-sebab kehidupan untuk menuju realitas atauperwujudannya. Karena itu mereka melarang menggugurkan kandungan danmengharamkannya dengan jalan qiyas aulawi (maksudnya, kalau azl sajaterlarang, maka pengguguran lebih terlarang lagi), karena sebab-sebabkehidupan disini telah terjadi dengan bertemunya sperma laki-laki dengan seltelur perempuan dan terjadinya pembuahan yang menimbulkan wujudmakhluk baru yang membawa sifat-sifat keturunan yang hanya Allah yangmengetahuinya. Tetapi ada juga ulama-ulama yang memperbolehkan azl karena alasan-alasan yang berhubungan dengan ibu atau anaknya (yang baru dilahirkan),atau bisa juga karena pertimbangan keluarga untuk kebaikan pendidikananak-anak, atau lainnya. Namun demikian, mereka tidak memperbolehkanaborsi (pengguguran) dan menyamakannya dengan pembunuhanterselubung, meskipun tingkat kejahatannya berbeda. Diantara yangberpendapat begitu ialah Imam al-Ghazali. Saya lihat beliau --meskipunbeliau memperbolehkan azl dengan alasan-alasan yang akurat menurutbeliau-- membedakan dengan jelas antara menghalangi kehamilan denganazl dan menggugurkan kandungan setelah terwujud, dengan mengatakan: "Hal ini --mencegah kehamilan dengan azl-- tidak sama denganpengguguran dan pembunuhan terselubung; sebab yang demikian(pengguguran dan pembunuhan terselubung) merupakan tindak kejahatanterhadap suatu wujud yang telah ada, dan wujud itu mempunyai beberapatingkatan. Tingkatan yang pertama ialah masuknya nutfah (sperma) ke dalamrahim, dan bercampur dengan air (mani) perempuan (ovum), serta siapuntuk menerima kehidupan. Merusak keadaan ini merupakan suatu tindakkejahatan. Jika telah menjadi segumpal darah atau daging, maka kejahatanterhadapnya lebih buruk lagi tingkatannya. Jika telah ditiupkan ruh padanyadan telah sempurna kejadiannya, maka tingkat kejahatannya bertambahtinggi pula. Dan sebagai puncak kejahatan terhadapnya ialah membunuhnyasetelah ia lahir dalam keadaan hidup. Perlu diperhatikan, bahwa Imam al-Ghazali rahimahullah menganggap pengguguran sebagai tindak kejahatan 27
  23. 23. terhadap wujud manusia yang telah ada, tetapi beliau juga menganggappertemuan sperma dengan ovum sebagai "siap menerima kehidupan. Nah, bagaimanakah persepsi beliau seandainya beliau tahu apa yang kitaketahui sekarang bahwa kehidupan telah terjadi semenjak bertemunya selsperma laki-laki dengan sel telur wanita? Karena itu saya katakan, "Padadasarnya hukum aborsi adalah haram, meskipun keharamannya bertingkat-tingkat sesuai dengan perkembangan kehidupan janin." Pada usia empat puluh hari pertama tingkat keharamannya paling ringan,bahkan kadang-kadang boleh digugurkan karena udzur yang muktabar(akurat); dan setelah kandungan berusia diatas empat puluh hari makakeharaman menggugurkannya semakin kuat, karena itu tidak bolehdigugurkan kecuali karena udzur yang lebih kuat lagi menurut ukuran yangditetapkan ahli fiqih. Keharaman itu bertambah kuat dan berlipat ganda setelah kehamilanberusia seratus dua puluh hari, yang oleh hadits diistilahkan telah memasukitahap peniupan ruh. Dalam hal ini tidak diperbolehkan menggugurkannya kecuali dalamkeadaan benar-benar sangat darurat, dengan syarat kedaruratan yang pasti,bukan sekadar persangkaan. Maka jika sudah pasti, sesuatu yangdiperbolehkan karena darurat itu harus diukur dengan kadar kedaruratannya. Menurut pendapat saya, kedaruratan disini hanya tampak dalam satubentuk saja, yaitu keberadaan janin apabila dibiarkan akan mengancamkehidupan si ibu, karena ibu merupakan pangkal/asal kehidupan janin,sedangkan janin sebagai fara cabang). Maka tidak boleh mengorbankan yangasal (pokok) demi kepentingan cabang. Logika ini disamping sesuai dengansyara juga cocok dengan akhlak etika kedokteran, dan undang-undang. Tetapi ada juga diantara fuqaha yang menolak pendapat itu dan tidakmemperbolehkan tindak kejahatan (pengguguran) terhadap janin yang hidupdengan alasan apa pun. Didalam kitab-kitab mazhab Hanafi disebutkan: "Bagi wanita hamil yang posisi anak didalam perutnya melintang dantidak mungkin dikeluarkan kecuali dengan memotong-motongnya, yangapabila tidak dilakukan tindakan seperti ini dikhawatirkan akanmenyebabkan kematian si ibu ... mereka berpendapat, Jika anak itu sudahdalam keadaan meninggal, maka tidak terlarang memotongnya; tetapi jikamasih hidup maka tidak boleh memotongnya karena menghidupkan suatujiwa dengan membunuh jiwa lain tidak ada keterangannya dalam syara. Meskipun demikian, dalam hal ini sebenarnya terdapat peraturan syara,yaitu memberlakukan mana yang lebih ringan mudaratnya dan lebih kecilmafsadatnya. Sementara itu, sebagian ulama masa kini membuat gambaran lain darikasus di atas, yaitu: Adanya ketetapan secara ilmiah yang menegaskan bahwajanin --sesuai dengan sunnah Allah Taala-- akan menghadapi kondisi yang 28
  24. 24. buruk dan membahayakan, yang akan menjadikan tersiksanya kehidupannyadan keluarganya, sesuai dengan kaidah: "Bahaya itu ditolak sedapatmungkin." Tetapi hendaknya hal ini ditetapkan oleh beberapa orang dokter, bukancuma seorang. Pendapat yang kuat menyebutkan bahwa janin setelah genap berusiaempat bulan adalah manusia hidup yang sempurna. Maka melakukan tindakkejahatan terhadapnya sama dengan melakukan tindak kejahatan terhadapanak yang sudah dilahirkan. Adalah merupakan kasih sayang Allah bahwa janin yang mengalamikondisi yang sangat buruk dan membahayakan biasanya tidak bertahanhidup setelah dilahirkan, sebagaimana sering kita saksikan, dan sebagaimanadinyatakan oleh para spesialisnya sendiri. Hanya saja para dokter sering tidak tepat dalam menentukannya. Saya kemukakan disini suatu peristiwa yang saya terlibat didalamnya,yang terjadi beberapa tahun silam. Yaitu ada seorang teman yang berdomisilidi salah satu negara Barat meminta fatwa kepada saya sehubungan paradokter telah menetapkan bahwa janin yang dikandung istrinya --yang berusialima bulan-- akan lahir dalam kondisi yang amat buruk. Ia menjelaskanbahwa pendapat dokter-dokter itu hanya melalui dugaan yang kuat, tidakditetapkan secara meyakinkan. Maka jawaban saya kepadanya, hendaklah ia bertawakal kepada Allahdan menyerahkan ketentuan urusan itu kepadaNya, barangkali dugaandokter itu tidak tepat. Tidak terasa beberapa bulan berikutnya sayamenerima sehelai kartu dari Eropa yang berisi foto seorang anak yang molekyang disertai komentar oleh ayahnya yang berbunyi demikian: "Pamanda yang terhormat, Saya berterima kasih kepadamu sesudahbersyukur kepada Allah Taala, bahwa engkau telah menyelamatkanku(keluargaku) dari pisau para dokter bedah. Fatwamu telah menjadi sebabkehidupanku, karena itu saya tidak akan melupakan kebaikanmu ini selamasaya masih hidup." Kemajuan ilmu kedokteran sekarang telah mampumendeteksi kerusakan (cacat) janin sebelum berusia empat bulan sebelummencapai tahap ditiupkannya ruh. Namun demikian, tidaklah dipandangakurat jika dokter membuat dugaan bahwa setelah lahir nanti si janin (anak)akan mengalami cacat --seperti buta, tuli, bisu-- dianggap sebagai sebab yangmemperbolehkan digugurkannya kandungan. Sebab cacat-cacat seperti itumerupakan penyakit yang sudah dikenal di masyarakat luas sepanjangkehidupan manusia dan disandang banyak orang, lagi pula tidak menghalangimereka untuk bersamasama orang lain memikul beban kehidupan ini.Bahkan manusia banyak yang mengenal (melihat) kelebihan parapenyandang cacat ini, yang nama-nama mereka terukir dalam sejarah. 29
  25. 25. Selain itu, kita tidak boleh mempunyai keyakinan bahwa ilmupengetahuan manusia dengan segala kemampuan dan peralatannya akandapat mengubah tabiat kehidupan manusia yang diberlakukan Allah sebagaiujian dan cobaan: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan setetes mani yangbercampur yang Kami hendak mengujinya ..." (al-Insan: 2) "SesungguhnyaKami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (al-Balad: 4) Sesungguhnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman kitasekarang ini telah turut andil dalam memberikan pelajaran kepada orang-orang cacat untuk meraih keberuntungan, sebagaimana keduanya telah turutandil untuk memudahkan kehidupan mereka. Dan banyak diantara mereka(orang-orang cacat) yang turut menempuh dan memikul beban kehidupanseperti orang-orang yang normal. Lebih-lebih dengan sunnah-Nya Allahmengganti mereka dengan beberapa karunia dan kemampuan lain yang luarbiasa. Allah berfirman dengan kebenaran, dan Dia-lah yang memberi petunjukke jalan yang lurus. Wallahu a`lam bisshawab 30
  26. 26. Pertemuan Ketiga Klonning Manusia Majma` Buhus Islamiyah Al-Azhar di Cairo Mesir telahmengeluarkan fatwa yang berisi bahwa "kloning manusia ituharam dan harus diperangi serta dihalangi dengan berbagaicara". Naskah fatwa yang dikeluarkan lembaga itu juga menguatkanbahwa kloning manusia itu telah menjadikan manusia yang telahdimuliakan Allah menjadi objek penelitian dan percobaan sertamelahirkan beragam masalah pelik lainnya. Fatwa itu menegaskan bahwa Islam tidak menentang ilmupengetahuan yang bermanfaat, bahkan sebaliknya, Islam justrumensupport bahkan memuliakan para ilmuwan. Namun bilailmu pengetahuan itu membahayakan serta tidak mengandungmanfaat atau lebih besar mudharatnya ketimbang manfaat, 31
  27. 27. maka Islam mengharamkannya demi melindungi manusia daribahaya itu. Karena dalam qaidah fiqhiyah dalam Islamdijelaskan bahwa menolak mafsadah (kerusakan) lebihdidahulukan daripada mengambil mashlahat. Namun fatwa ini mengharuskan untuk membedakan antarakloning dengan teknologi rekayasa genetika pada wanita danhewan untuk menghasilkan keturunan yang baik danbermanfaat atau untuk pengobatan medis. Seperti kloningorgan tubuh yang rusak dan harus didapat gantinya yang sesuai.Ini mungkin didapat dengan cara kloning organ itu. Bilamotivasinya demikian, memang dibolehkan karena asas manfaatyang lebih besar daripada mudharatnya. Fatwa ini telah dikeluarkan sebelum adanya pengumumandari ilmuwan Perancis dan para teamnya tentang telah lahirnyabayi kloning pertama dan diberi nama Eve atau Hawa. Sesungguhnya yang monlak dibolehkannya kloning manusiaini bukan hanya kalangan ulama Islam, Vatican pun menentanglahirnya bayi hasil kolning ini. Bahkan PBB pun menentangnya. Bagaimana sesungguhnya proses kloning itu ? Kloningadalah upaya untuk menduplikasi genetik yang sama dari suatuorganisme dengan menggantikan inti sel dari sel telur denganinti sel organisme lain. Kloning pada manusia dilakukan denganmempersiapkan sel telur yang sudah diambil intinya laludisatukan dengan sel dewasa dari suatu organ tubuh. Hasilnyaditanam ke rahim seperti halnya embrio bayi tabung. Praktik dan prosedur pelaksanaan kloning dapatdiidentifikasi beberapa macam. Pertama kloning dimaksudkanuntuk "memproduksi" seorang anak dan yang lainnyamengkloning organ-organ tertentu dari anggota badan untukkeperluan tertentu. Yang pertama mempunyai dua tujuan.Untuk mengupayakan keturunan bagi pasangan yang manduldengan cara mengkloning DNA dari suaminya yang sah. Sertauntuk kepentingan sains dan teknologi semata. Sedang kloningterhadap anggota badan untuk mengganti jaringan sel yangrusak di dalam tubuh. Adapun mafsadat dan bahaya yang akan 32
  28. 28. timbul dari proses kloning ini terdiri dari beberapa sisi, antaralain :1. Masalah Hukum Syariah Dalam hal ini terutama masalah nasab dan hubungan familiIslam sangat memperhatikan hubungan nasab dan famili,karena berkait dengan urusan yang lebih jauh. Seperti masalah hukum mahram tidaknya seseorang denganlawan jenisnya. Masalah apakah seseorang mewarisi harta dariseseorang?. Siapa yang harus menjadi wali nikah bagi seorangwanita dari hasil koloning ?. Bagaimana konsep saudarasepersusuan terhadap dirinya?. Lalu siapa yang bertanggungjawab terhadap nafkah dan kehidupannya? Berikutnya siapa pandan laqab anak itu? Hukum-hukum yang hidup di dalam masyarakat juga akanmenimbulkan masalah. Latar belakang keluarga dari garisketurunan ibu dan bapak masih tetap menjadi unsur penting didalam berbagai pertimbangan hukum. Jika seseorang tidakmempunyai ayah atau ibu konvensional belum ada contohpemecahannya dalam hukum atau fikih Islam. Berbeda kalauseseorang kehilangan ayah atau ibu karena meninggal dunia atauhilang, dapat segera diselesaikan oleh pengadilan. Dengan proses kelahiran yang tidak wajar ini maka akantimbul kekacauan hukum yang serius. Misalnya, seseorang bisamemesan sel telur pada sebuah bank sel telur yang mungkinsudah dilengkapi dengan penyedia jasa rahim sewaan. Atauseseorang bisa saja punya anak tanpa istri atau suami.2. Masalah hubungan psikologis Islam juga sangat memperhatikan hubungan psikologis yangterjalin antara anak dan orangtua. Bila seorang anak lahir darihasil kloning, maka akan timbul kesulitan untuk memastikansiapakah sosok ayah atau sosok ibu yang akan dijadikan tempatperlidungan psikologisnya ? Karena tidak jelas lagi hubunganapa yang dihasilkan dari proses yang tidak wajar itu. 33
  29. 29. 3. Masalah Pretimbangan moral Kloning terhadap manusia tidak pernah ditemukan ayat danhadisnya secara khusus, baik yang melarang maupun yangmembolehkannya. Namun, semangat umum ayat-ayat Al Quran dan hadisberorientasi kepada peningkatan kualitas hidup dan martabatkemanusiaan. Jika kloning manusia terbukti akan melahirkanmanusia yang tidak produktif, terutama dalam mengembanamanah beratnya sebagai khalifah di Bumi, apalagi jika terbuktimenurunkan martabat kemanusiaan, maka kloning dapat ditolakdengan pertimbangan moral.4. Masalah Keamanan dan Keselamatan Mengkloning manusia bukan tanoa resiko, bahkan sangattinggi sresikonya. Dengan tingginya frekuensi mutasi pada genproduk kloning, efeknya nanti akan terlihat pada beberapawaktu kemudian. Resiko cacat dan tidak normal pasti selalumenghantui bayi-bayi hasil kloning ini. Bila nanti bayi itu mati,maka siapakah yang bertanggung-jawab secara moral atas‘program pembunuhan massal’ bayi-bayi tak berdosa ? Dan bilabayi itu tetap hidup dengan memiliki cacat fatal, kepadasiapakah insan-insan itu harus mengadukan halnya ? Apa dosamereka sehingga harus lahir dengan kondisi cacat ? Dimanakahmoral dan nurani para ilmuwan saat itu ? Apakah lalu manusiakloning itu harus ‘dimusnahkan’ ?5 .Masalah niat dan motivasi Sementara kalangan yag mendukung kloning manusiamengatakan bahwa teknologi ini demi kepantingan umatmanusia. Tapi kenyataannya, dari segi pembiayaan saja sudahpasti kloning manusia memerlukan biaya teramat besar. Sebagai perbandingan, Dolly konon memerlukan 272 kalieksperimen dengan biaya yang luar biasa. Konon seorang kaya 34
  30. 30. Amerika harus menghabiskan 2,3 juta dollar AS untukmengklon anjing kesayangannya yang telah mati. Bayangkan, sementara kita harus kehilangan biaya yangbegitu besar untuk memperjuangkan satu kandidat "manusia",sementara ribuan "manusia-manusia formal" meninggal setiaphari karena kekurangan gizi. Jadi, jika maksud dan tujuan(maqashid) kloning manusia untuk kemanusiaan, maka akankontraproduktif. Lebih baik dana sebesar itu diberikan kepadafakir miskin! Lain halnya kloning sel organ tubuh tertentu untukkeperluan pengobatan. Hal ini memerlukan pembahasan lebihmikro. Mungkin hal ini bisa dihubungkan denganpencangkokan organ tubuh yang sudah ada hukumnya di dalammasyarakat. 35
  31. 31. Pertemuan Keempat Transplantasi organ Manusia Sebenarnya, kajian yang membahas hukum syariah tentangpraktek transplantasi jaringan maupun organ dalam khazanahintelektual dan keilmuan fikih Islam klasik relatif jarang danhampir tidak pernah dikupas oleh para fukaha secara mendetaildan jelas yang mungkin karena faktor barunya masalah ini dandimensi terkaitnya yang komplek yang meliputi kasustransplantasi. Oleh karena itu tidak heran jika hasil ijtihad dan penjelasansyar’i tentang masalah ini banyak berasal dari pemikiran paraahli fikih kontemporer, keputusan lembaga dan institusi Islamserta simposium nasional maupun internasional Mengingattransplantasi organ merupakan suatu tuntutan, kebutuhan danalternatif medis modern, pada dasarnya secara global tidak adaperselisihan dalam hal bolehnya transplantasi organ. Dalamsimposium Nasional II mengenai masalah “TransplantasiOrgan” yang telah diselenggarakan oleh Yayasan Ginjal 37
  32. 32. Nasional pada tangal 8 September 1995 di arena PRJKemayoran, telah ditandatangani sebuah persetujuan antara lainwakil dari PB NU, PP Muhammadiyah, MUI disetujui pula olehwakil-wakil lain dari berbagai kelompok agama di Indonesia. Bolehnya transplantasi organ tersebut juga ditegaskan olehDR. Quraisy Syihab bahwa; “Prinsipnya, maslahat orang yanghidup lebih didahulukan.” selain itu KH. Ali Yafie jugamenguatkan bahwa ada kaedah ushul fiqh yang dapat dijadikanpenguat pembolehan transplantasi yaitu “hurmatul hayyia’dhamu min hurmatil mayyiti” (kehormatan orang hidup lebihbesar keharusan pemeliharaannya daripada yang mati.)Meskipun demikian sangat perlu dan harus ada penjelasanhukum syariah yang lebih detail dan tegas dalam masalah inidan tidak boleh ta’mim (generalisasi) hukum terlepas dari batasdan ketentuan serta syarat-syarat lebih lanjut agar tidak keluardari hikmah kemanusiaan dan norma agama serta moral samawisehingga menjadi praktek netralitas etis yang tidak sesuaidengan budaya manusiawi dan keagamaan. Masalahtransplantasi dalam kajian hukum syariah Islam diuraikanmenjadi dua bagian besar pembahasan yaitu sebagai berikut :Pertama : Penanaman jaringan/organ tubuh yang diambil dari tubuh yang sama.Kedua : Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu lain yaitu sbb:A. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu orang lain.a.1. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu orang hidup.a.2. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu orang mati. B. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu binatang.b.1. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari binatang tidak najis/halal.b.2. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari binatang najis/haram. 38
  33. 33. Masalah Pertama : Penanaman organ/jaringan yang diambil dari tubuh kedaerah lain pada tubuh tersebut. Seperti, praktek transplantasikulit dari suatu bagian tubuh ke bagian lain dari tubuhnya yangterbakar atau dalam kasus transplantasi penyumbatan danpenyempitan pembuluh darah jantung dengan mengambilpembuluh darah pada bagian kaki. Masalah ini hukumnyaadalah boleh berdasarkan analogi (qiyas) diperbolehkannyaseseorang untuk memotong bagian tubuhnya yangmembahayakan keselamatan jiwanya karena suatu sebab. ( lihat,Dr. Al-Ghossal, Naql wa Zar’ul A’dha (Transplantasi Organ) :16-20, Dr. As-Shofi, Gharsul A’dha:126).Masalah Kedua : Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu lain.A. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari orang lain.A.1. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari orang lain yang masih hidup. Kasus Pertama : Penanaman jaringan/organ tunggal yang dapat mengakibatkan kematian donaturnya bila diambil. Seperti, jantung, hati dan otak. Maka hukumnya adalah tidak boleh.At+as dasar firman Allah: ‫وأ َنفقوا في سبيل الله ول تلقوا بأيديكم إ ِلى التهلكة وأ َحسنوا إ ِن الله‬ َ ّ ّ ُِ ْ َ ِ َ ُْ ّ َ ْ ُ ِ َِْ ُ ُْ َ َ ِ ّ ِ َِ ِ ُ ِ ْ َ195)‫)يحب المحسنين‬ َ ِِ ْ ُ ْ ّ ِ ُArtinya :"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamumenjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karenasesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. " (QS AlBaqarah:195.) ‫ول تقتلوا أ َنفسكم إ ِن الله كان بكم رحيما‬ ً ِ َ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ّ ْ ُ َ ُ ْ ُُْ َ َ َArtinya:"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah adalahMaha Penyayang kepadamu" (QS An-Nisa 29) ِ َ ْ ُ ْ َ ِ ْ ْ ‫وتعاونوا على البر والتقوى ول تعاونوا على الِثم والعدوان‬ ََ َُ َ َ َ َ َ ْ ّ َ ّ ِْ ََ َُ َ ََ 39
  34. 34. Artinya:"Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangantolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran ..." (QS Al-Maa-idah 2). Kasus kedua : Penanaman jaringan/organ yang diambil dariorang lain yang masih hidup yang tidak mengakibatkankematiannya seperti, organ tubuh ganda diantaranya ginjal ataukulit atau dapat juga dikategorikan disini praktek donor darah.Pada dasarnya masalah ini diperbolehkan hanya harusmemenuhi syarat-syarat berikut dalam prakteknya yaitu :1. Tidak akan membahayakan kelangsungan hidup yang wajar bagi donatur jaringan/organ. Karena kaidah hukum islam menyatakan bahwa suatu bahaya tidak boleh dihilangkan dengan resiko mendatangkan bahaya serupa/sebanding.2. Hal itu harus dilakukan oleh donatur dengan sukarela tanpa paksaan dan tidak boleh diperjual belikan.3. Boleh dilakukan bila memang benar-benar transplantasi sebagai alternatif peluang satu-satunya bagi penyembuhan penyakit pasien dan benar-benar darurat.4. Boleh dilakukan bila kemumgkinan keberhasilan transplantasi tersebut peluangnya optimis sangat besar. (Lihat hasil mudzakarah lembaga fiqh islam dari Liga Dunia Islam/Rabithah Alam Islami, edisi Januari 1985 M.) Namun demikian, ada pengecualian dari semua kasustransplantasi yang diperbolehkan yaitu tidak dibolehkantransplantasi buah zakar meskipun organ ini ganda karenabeberapa alasan sbb. :1. Merusak citra dan penampilan lahir ciptaan manusia .2. Mengakibatkan terputusnya keturunan bagi donatur yang masih hidup.3. Dalam hal ini transplantasi tidak dinilai darurat dan kebutuhannya tidak mendesak.4. Dapat mengacaukan garis keturunan. Sebab menurut ahli kedokteran, organ ini punya pengaruh dalam menitiskan sifat keturunan.(Ensiklopedi kedokteran modern edisi 40
  35. 35. bahasa arab vol. III hal. 583, Dr. Albairum, Ensiklopedi Kedokteran Arab, hal 134.) A.2. Penanaman jaringan/organ tubuh yang diambil dariorang mati. Dalam kasus ini penanaman jaringan/organ tubuhdiambil dari orang yang kondisinya benar-benar telah mati(kematian otak dan jantungnya sekaligus). Organ/jaringan yangakan ditransfer tersebut dirawat dan disimpan dengan carakhusus agar dapat difungsikan. ( Kajilah QS. 18:9-12, kaedah-kaedah hukum Islam al.: " Suatu hal yang telah yakin tidakdapat dihilangkan dengan suatu keraguan/tidak yakin ", " Dasarpengambilan hukum adalah tetap berlangsungnya suatu kondisiyang lama sampai ada indikasi pasti perubahannya." ) Sesungguhnya telah banyak fatwa dan konsensus mufakatpara ulama dari berbagai muktamar, lembaga, organisasi daninstitusi internasional yang membolehkan praktek transplantasiini diantaranya adalah sbb. : Konperensi OKI ( di Malaysia, April 1969 M ). denganketentuan kondisinya darurat dan tidak boleh diperjualbelikan. Lembaga Fikih Islam dari Liga Dunia Islam ( dalamkeputusan mudzakarohnya di Mekkah, Januari 1985 M.) Majlis Ulama Arab Saudi ( dalam keputusannya no. 99 tgl.6/11/1402 H.) Panitia Tetap Fawa Ulama dari negara-negara Islamdiantaranya seperti : * Kerajaan Yordania dengan ketentuan( syarat-syarat ) sbb. : 1. Harus dengan persetujuan orang tua mayit / walinya atau wasiat mayit. 2. Hanya bila dirasa benar-benar memerlukan dan darurat. 3. Bila tidak darurat dan keperluannya tidak urgen atau mendesak, maka harus memberikan imbalan pantas kepada ahli waris donatur ( tanpa transaksi dan kontrak jual-beli ). 41
  36. 36. Negara Kuwait ( oleh Dirjen Fatwa Dept. Wakaf danUrusan Islam keputusan no.97 tahun 1405 H. ) denganketentuan seperti di atas. * Rep. Mesir. ( dengan keputusanPanitia Tetap fatwa Al-Azhar no. 491 ) * Rep. Al-Jazair ( Keputusan Panitia Tetap Fatwa LembagaTinggi Islam Aljazair, 20/4/1972) Disamping itu banyak fatwa dari kalangan ulama bertarafinternasional yang membolehkan praktek tersebut diantaranyaadalah :1. Abdurrahman bin Sadi ( 1307-1367H.),2. Ibrahim Alyakubi ( dalam bukunya Syifa Alqobarih ),3. Jadal Haq ( mufti Mesir dalam majalah Al-Azhar vol. 7 edisi Romadhon 1403),4. DR. Yusuf Qordhowi ( dalam Fatawa Muashiroh II/530)5. DR. Ahmad Syarofuddin ( hal. 128 ),6. DR. Rouf Syalabi ( harian Syarq Ausath, edisi 3725, Rabu 8/2/1989 ),7. DR. Abd. Jalil Syalabi (harian Syarq Ausath edisi 3725, 8/2/1989M.),8. DR. Mahmud As-Sarthowi ( dalam bukunya Zarul Adho, Yordania),9. DR. Hasyim Jamil ( majalah Risalah Islamiyah, edisi 212 hal. 69). Secara umum dan pada prinsipnya mereka membolehkannyadengan alasan dan dalil sebagai berikut:a. Ayat-ayat tentang dibolehkannya mengkonsumsi barang- barang haram dalam kondisi benar-benar darurat. al. QS. 2:173, 5:3, 6:119,145.b. Firman Allah swt. yang artinya :" ...dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." QS. Al-Maidah (5): 32.c. ayat-ayat tentang keringanan dan kemudahan dalam Islam al.QS. 2:185, 4:28, 5:6, 22:78 42
  37. 37. d. Hal itu sebagai amal jariyah bagi donatur yang telah mati dan sangat berguna bagi kemanusiaan.e. Allah sangat menghargai dan memuji orang-orang yang berlaku itsaar tanpa pamrih dan dengan tidak sengaja membahayakan dirinya atau membinasakannya.QS. 95:9f. Kaedah-kaedah umum hukum Islam yang mengharuskan dihilangkannya segala bahaya. Sebenarnya hampir semua ulama mendukung praktek ini asalkan mengikuti ketentuan- ketentuan kaedah syariah kecuali sebagian kecil dari mereka yang keberatan dan tidak memperbolehkannya seperti : Syeikh As-Syarowi ( harian Alliwa edisi 226, 27/6/1407), Al-Ghomari ( dalam bukunya ttg. haramnya transplantasi ), Assumbuhli ( Qodhoya fiqhiyyah muashiroh, hal.27), Hasan Assegaf ( dalam bukunya ttg transplantasi) dan DR. Abd. Salam Asssakri ( dalam bukunya ttg transplantasi) dan lainnya. Alasan mereka secara umum adalah keberatan merekaterhadap praktek transplantasi karena dapat berakibat danmenjurus kepada tindakan merubah dan merusak kehormatanjasad manusia yang telah dimulyakan Allah. Semuanya itusebenarnya dapat ditangkal dan diatasi atau ditanggulangidengan mengikuti ketentuan-ketentuan medis dan syarieh yangberlaku dengan penuh kehati-hatian dan amanah. ( lihat, QS.17:70, 4:29. )B. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari tubuh binatang.B1. Kasus Pertama: Binatang tersebut tidak najis/halal, sepertibinatang ternak (sapi, kerbau, kambing ). Dalam hal ini tidakada larangan bahkan diperbolehkan dan termasuk dalamkategori obat yang mana kita diperintahkan Nabi untukmencarinya bagi yang sakit. b.2. Kasus Kedua : Binatangtersebut najis/ haram seperti, babi atau bangkai binatangdikarenakan mati tanpa disembelih secara islami terlebih 43
  38. 38. dahulu. Dalam hal ini tidak dibolehkan kecuali dalam kondisiyang benar-benar gawat darurat dan tidak ada pilihan (alternatiforgan) lain. (lihat; QS Al Baqarah:173, Al Maidah:3, MajmaAnnahr : II/535, An-Nawawi dalam Al-Majmu : III/138).PENUTUP (CATATAN): Mengingat kondisi darurat, kebutuhan dan kompleksitasdimensi masalah serta keterbasan jaringan/organ transplan yanglayak, maka menurut hemat saya semua kasus yangdiperbolehkan di ataspun dalam prakteknya harus dilakukandengan ketentuan skala prioritas sebagai berikut :I. Segi Resipien atau Reseptor harus diperhatikan hal-hal berikut untuk didahulukan antara lain:1. Keyakinan agamanya (QS. Al Hujurat: 1, Ali Imran: 28, Al Mumtahanah: 8).2. Peranan, Jasa atau kiprahnya dalam kehidupan umat. (QS. Shaad: 28)3. Kesholehan, ketaatan dan pengetahuannya ttg ajaran Islam. (Al Mujadalah: 11)4. Hubungan kekerabatan dan tali silatur rahmi ( QS. Al Ahzab: 6)5. Tingkatan kebutuhan dan kondisi gawat daruratnya dengan melihat persediaan. II. Segi Donor juga harus diperhatikan ketentuan berikutdalam prioritas pengambilan: Menanam jaringan/organ imitasi buatan bila memungkinkan secara medis. Mengambil jaringan/organ dari tubuh orang yang sama selama memungkinkan karena dapat tumbuh kembali seperti, kulit dan lainnya. Mengambil dari organ/jaringan binatang yang halal, adapun binatang lainnya dalam kondisi gawat darurat dan tidak ditemukan yang halal. Dalam sebuah riwayat atsar 44
  39. 39. disebutkan: “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, namun janganlah berobat dengan barang haram.” Tetapi dalam kondisi ‘darurat syar’i’ sebagaimana dalam kaedah fiqh disebutkan “Adh Dharurat Tubihul Mahdhuraat” (darurat membolehkan pemanfaatan hal yang haram) atau kaedah “Adh Dhararu Yuzaal” (Bahaya harus dihilangkan) yang mengacu pada ayar dharurat seperti surat Al Maidah: 3 maka boleh memanfaatkan barang haram dengan sekedar kebutuhan dan tidak boleh berlebihan dan jadi kebiasaan sebab dalam kaedah fiqh dijelaskan “Adh Dharurat Tuqaddar Biqadarihaa” (Peertimbangan Kondisi Darurat Harus Dibatasi Sekedarnya) sebagaimana mengacu pada batasan dalam ayat darurat tersebut diatas; fii makhmashah ghaira mutajanifin lill itsmi (karena kondisi ‘kelaparan’ tanpa sengaja berbuat dosa) atau dalam surat Al Baqarah: 173 dibatasi; famanidh dhuturra ghaira baaghin walaa ‘aadin falaa itsma ‘alaih (Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa/darurat sedang ia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya). 4. Mengambil dari tubuh orang yang mati dengan ketentuanseperti penjelasan di atas. 5. Mengambil dari tubuh orang yang masih hidup dengan ketentuanseperti diatas disamping orang tersebut adalah mukallaf ( baligh danberakal ) dengan kesadaran, pengertian, suka rela atau tanpa paksaan.Wallahu Alam Bissawab 000000000000000000 Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami dalam qorornya no. 1pada Muktamar ke empat tanggal 6-11 Pebruari 1988 di Jeddahmenyatakan bahwa donor organ tubuh manusia itu terbagimenjadi beberapa bentuk. Dari masing-masing bentuk itu adahukumnya sendiri-sendiri sesuai dengan pembahasan paraulama dalam muktamar itu. 45
  40. 40. Secara umum bisa disimpulkan antara lain : 1. Boleh memindahkan organ / bagian manusia hidup kejasad manusia hidup lainnya. Bila organ /bagian itu bisadiperbaharui secara otomatis seperti donor darah dantransplantasi kulit. 2. Diharamkan mendonorkan bagian organ tubuh yang vital(menentukan hidup mati) bagi nyawa dimana pendonor ituadalah manusia yang masih hidup. Seperti donor hati, jantungdan lainnya. 3. Begitu juga diharamkan mendonorkan bagian organ tubuhyang akan mengurangi peran pokok kehidupan pendonorsedangkan dia masih hidup. Meski tidak langusng berkaitandengan nyawa pendonor. Seperti kornea kedua mata. 4. Sedangkan donor organ dari tubuh manusia yang telahmati kepada manusia hidup yang nyawanya sangat tergantungdari cangkok itu atau pun yang menambah kemampuan pokokmanusia dibolehkan. Dengan syarat bahwa hal itu harus seizinmayat itu sejak masih hidup atau seizin dari para ahli warisnyaatau izin dari wali muslimin bila mayat itu tidak dikenal identitasdan ahli warisnya. Perlu ditegaskan bahwa semua bentuk donor organ yangdisebutkan di atas tersebut harus bukan merupakan jual-beli,karena jual beli organ itu diharamkan. Namun pengeluaran jumlah tertentu dari penerima donordemi ungkapan rasa terma kasih dan syukur kepada pihakdonor, masih menjadi bahan perbedaan dan ijtihad para ulama. Demikian Majma` Al-Fiqh Al-Islami dalam qorornya. Sedangkan Dr Yusuf Al-Qaradhawi menuliskan dalam fatwakontemporernya : BOLEHKAH ORANG MUSLIMMENDERMAKAN ORGAN TUBUHNYA KETIKA DIAMASIH HIDUP? Ada yang mengatakan bahwa diperbolehkannya seseorangmendermakan atau mendonorkan sesuatu ialah apabila itumiliknya. Maka, apakah seseorang itu memiliki tubuhnya sendirisehingga ia dapat mempergunakannya sekehendak hatinya, 46
  41. 41. misalnya dengan mendonorkannya atau lainnya? Atau, apakahtubuh itu merupakan titipan dari Allah yang tidak boleh iapergunakan kecuali dengan izin-Nya? Sebagaimana seseorangtidak boleh memperlakukan tubuhnya dengan semau sendiripada waktu dia hidup dengan melenyapkannya danmembunuhnya (bunuh diri), maka dia juga tidak bolehmempergunakan sebagian tubuhnya jika sekiranyamenimbulkan mudarat buat dirinya. Namun demikian, perlu diperhatikan disini bahwa meskipuntubuh merupakan titipan dari Allah, tetapi manusia diberiwewenang untuk memanfaatkan dan mempergunakannya,sebagaimana harta. Harta pada hakikatnya milik Allahsebagaimana diisyaratkan oleh Al-Quran, misalnya dalamfirman Allah: "... dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allahyang dikaruniakan-Nya kepadamu ..." (an-Nur: 33) Akan tetapi, Allah memberi wewenang kepada manusiauntuk memilikinya dan membelanjakan harta itu. Sebagaimana manusia boleh mendermakan sebagianhartanya untuk kepentingan orang lain yang membutuhkannya,maka diperkenankan juga seseorang mendermakan sebagiantubuhnya untuk orang lain yang memerlukannya. Hanya perbedaannya adalah bahwa manusia adakalanyaboleh mendermakan atau membelanjakan seluruh hartanya,tetapi dia tidak boleh mendermakan seluruh anggota badannya.Bahkan ia tidak boleh mendermakan dirinya (mengorbankandirinya) untuk menyelamatkan orang sakit dari kematian, daripenderitaan yang sangat, atau dari kehidupan yang sengsara. Apabila seorang muslim dibenarkan menceburkan dirinya kelaut untuk menyelamatkan orang yang tenggelam, atau masukke tengah-tengah jilatan api untuk memadamkan kebakaran,maka mengapakah tidak diperbolehkan seorang muslimmempertaruhkan sebagian wujud materiilnya (organ tubuhnya)untuk kemaslahatan orang lain yang membutuhkannya? 47
  42. 42. Pada zaman sekarang kita melihat adanya donor darah, yangmerupakan bagian dari tubuh manusia, telah merata di negara-negara kaum muslim tanpa ada seorang ulama pun yangmengingkarinya, bahkan mereka menganjurkannya atau ikutserta menjadi donor. Maka ijma sukuti (kesepakatan ulamasecara diam-diam) ini --menurut sebagian fatwa yang munculmengenai masalah ini-- menunjukkan bahwa donor darah dapatditerima syara. Didalam kaidah syariyah ditetapkan bahwa mudarat ituharus dihilangkan sedapat mungkin. Karena itulah kitadisyariatkan untuk menolong orang yang dalam keadaantertekan/terpaksa, menolong orang yang terluka, memberimakan orang yang kelaparan, melepaskan tawanan, mengobatiorang yang sakit, dan menyelamatkan orang yang menghadapibahaya, baik mengenai jiwanya maupun lainnya. Maka tidak diperkenankan seorang muslim yang melihatsuatu dharar (bencana, bahaya) yang menimpa seseorang atausekelompok orang, tetapi dia tidak berusaha menghilangkanbahaya itu padahal dia mampu menghilangkannya, atau tidakberusaha menghilangkannya menurut kemampuannya. Karena itu saya katakan bahwa berusaha menghilangkanpenderitaan seorang muslim yang menderita gagal ginjalmisalnya, dengan mendonorkan salah satu ginjalnya yang sehat,maka tindakan demikian diperkenankan syara, bahkan terpujidan berpahala bagi orang yang melakukannya. Karena dengandemikian berarti dia menyayangi orang yang di bumi, sehinggadia berhak mendapatkan kasih sayang dari yang di langit. Islam tidak membatasi sedekah pada harta semata-mata,bahkan Islam menganggap semua kebaikan (al-maruf) sebagaisedekah. Maka mendermakan sebagian organ tubuh termasukkebaikan (sedekah). Bahkan tidak diragukan lagi, hal initermasuk jenis sedekah yang paling tinggi dan paling utama,karena tubuh (anggota tubuh) itu lebih utama daripada harta,sedangkan seseorang mungkin saja menggunakan seluruh hartakekayaannya untuk menyelamatkan (mengobati) sebagian 48
  43. 43. anggota tubuhnya. Karena itu, mendermakan sebagian organtubuh karena Allah Taala merupakan qurbah (pendekatan dirikepada Allah) yang paling utama dan sedekah yang palingmulia. Kalau kita katakan orang hidup boleh mendonorkansebagian organ tubuhnya, maka apakah kebolehan itu bersifatmutlak atau ada persyaratan tertentu? Jawabannya, bahwa kebolehannya itu bersifat muqayyad(bersyarat). Maka seseorang tidak boleh mendonorkan sebagianorgan tubuhnya yang justru akan menimbulkan dharar,kemelaratan, dan kesengsaraan bagi dirinya atau bagi seseorangyang punya hak tetap atas dirinya. Oleh sebab itu, tidak diperkenankan seseorangmendonorkan organ tubuh yang cuma satu-satunya dalamtubuhnya, misalnya hati atau jantung, karena dia tidak mungkindapat hidup tanpa adanya organ tersebut; dan tidakdiperkenankan menghilangkan dharar dari orang lain denganmenimbulkan dharar pada dirinya. Maka kaidah syariyah yangberbunyi: "Dharar (bahaya, kemelaratan, kesengsaraan, nestapa)itu harus dihilangkan," dibatasi oleh kaidah lain yang berbunyi:"Dharar itu tidak boleh dihilangkan dengan menimbulkandharar pula." Para ulama ushul menafsirkan kaidah tersebut denganpengertian: tidak boleh menghilangkan dharar denganmenimbulkan dharar yang sama atau yang lebih besardaripadanya. Karena itu tidak boleh mendermakan organ tubuh bagianluar, seperti mata, tangan, dan kaki. Karena yang demikian ituadalah menghilangkan dharar orang lain dengan menimbulkandharar pada diri sendiri yang lebih besar, sebab dengan begitudia mengabaikan kegunaan organ itu bagi dirinya danmenjadikan buruk rupanya. Begitu pula halnya organ tubuh bagian dalam yangberpasangan tetapi salah satu dari pasangan itu tidak berfungsiatau sakit, maka organ ini dianggap seperti satu organ. 49
  44. 44. Hal itu merupakan contoh bagi yang dharar-nya menimpasalah seorang yang mempunyai hak tetap terhadap penderma(donor), seperti hak istri, anak, suami, atau orang yangberpiutang (mengutangkan sesuatu kepadanya). Pada suatu hari pernah ada seorang wanita bertanya kepadasaya bahwa dia ingin mendonorkan salah satu ginjalnya kepadasaudara perempuannya, tetapi suaminya tidakmemperbolehkannya, apakah memang ini termasuk haksuaminya? Saya jawab bahwa suami punya hak atas istrinya. Apabila ia(si istri) mendermakan salah satu ginjalnya, sudah barang tentuia harus dioperasi dan masuk rumah sakit, serta memerlukanperawatan khusus. Semua itu dapat menghalangi sebagian haksuami terhadap istri, belum lagi ditambah dengan beban-bebanlainnya. Oleh karena itu, seharusnya hal itu dilakukan denganizin dan kerelaan suami. Disamping itu, mendonorkan organ tubuh hanya bolehdilakukan oleh orang dewasa dan berakal sehat. Dengandemikian, tidak diperbolehkan anak kecil mendonorkan organtubuhnya, sebab ia tidak tahu persis kepentingan dirinya,demikian pula halnya orang gila. Begitu juga seorang wali, ia tidak boleh mendonorkan organtubuh anak kecil dan orang gila yang dibawah perwaliannya,disebabkan keduanya tidak mengerti. Terhadap harta merekasaja wali tidak boleh mendermakannya, lebih-lebih jika iamendermakan sesuatu yang lebih tinggi dan lebih muliadaripada harta, semisal organ tubuh.MEMBERIKAN DONOR KEPADA ORANG NON-MUSLIM Mendonorkan organ tubuh itu seperti menyedekahkan harta.Hal ini boleh dilakukan terhadap orang muslim dan nonmuslim,tetapi tidak boleh diberikan kepada orang kafir harbi yangmemerangi kaum muslim. Misalnya, menurut pendapat saya, 50
  45. 45. orang kafir yang memerangi kaum muslim lewat perang pikirandan yang berusaha merusak Islam. Demikian pula tidak diperbolehkan mendonorkan organtubuh kepada orang murtad yang keluar dari Islam secaraterang-terangan. Karena menurut pandangan Islam, orangmurtad berarti telah mengkhianati agama dan umatnya sehinggaia berhak dihukum bunuh. Maka bagaimana kita akanmenolong orang seperti ini untuk hidup? Apabila ada dua orang yang membutuhkan bantuan donor,yang satu muslim dan satunya lagi nonmuslim, maka yangmuslim itulah yang harus diutamakan. Allah berfirman: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagianyanglain ..." (atTaubah: 71) Bahkan seorang muslim yang saleh dan komitmen terhadapagamanya lebih utama untuk diberi donor daripada orang fasikyang mengabaikan kewajiban-kewajibannya kepada Allah.Karena dengan hidup dan sehatnya muslim yang saleh ituberarti si pemberi donor telah membantunya melakukanketaatan kepada Allah dan memberikan manfaat kepada sesamamakhluk-Nya. Hal ini berbeda dengan ahli maksiat yangmempergunakan nikmat-nikmat Allah hanya untuk bermaksiatkepada-Nya dan menimbulkan mudarat kepada orang lain. Apabila si muslim itu kerabat atau tetangga si donor, makadia lebih utama daripada yang lain, karena tetangga punya hakyang kuat dan kerabat punya hak yang lebih kuat lagi,sebagaimana firman Allah: "... Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itusebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yangbukan kerabat) di dalam kitab Allah ..." (al-Anfal: 75) Juga diperbolehkan seorang muslim mendonorkan organtubuhnya kepada orang tertentu, sebagaimana ia juga bolehmendermakannya kepada suatu yayasan seperti bank yangkhusus menangani masalah ini (seperti bank mata dansebagiannya; Penj.), yang merawat dan memelihara organ 51
  46. 46. tersebut dengan caranya sendiri, sehingga sewaktu-waktu dapatdipergunakan apabila diperlukan.TIDAK DIPERBOLEHKAN MENJUAL ORGAN TUBUH Perlu saya ingatkan disini bahwa pendapat yangmemperbolehkan donor organ tubuh itu tidak berartimemperbolehkan memperjualbelikannya. Karena jual beli itu--sebagaimana ditarifkan fuqaha-- adalah tukar-menukar hartasecara suka rela, sedangkan tubuh manusia itu bukan harta yangdapat dipertukarkan dan ditawar-menawarkan sehingga organtubuh manusia menjadi objek perdagangan dan jual beli. Suatuperistiwa yang sangat disesalkan terjadi di beberapa daerahmiskin, di sana terdapat pasar yang mirip dengan pasar budak.Di situ diperjualbelikan organ tubuh orang-orang miskin danorang-orang lemah --untuk konsumsi orang-orang kaya-- yangtidak lepas dari campur tangan "mafia baru" yang bersaingdengan mafia dalam masalah minum-minuman keras, ganja,morfin, dan sebagainya. Tetapi, apabila orang yang memanfaatkan organ itu memberisejumlah uang kepada donor --tanpa persyaratan dan tidakditentukan sebelumnya, semata-mata hibah, hadiah, danpertolongan-- maka yang demikian itu hukumnya jaiz (boleh),bahkan terpuji dan termasuk akhlak yang mulia. Hal ini samadengan pemberian orang yang berutang ketika mengembalikanpinjaman dengan memberikan tambahan yang tidakdipersyaratkan sebelumnya. Hal ini diperkenankan syara danterpuji, bahkan Rasulullah saw. pernah melakukannya ketikabeliau mengembalikan pinjaman (utang) dengan sesuatu yanglebih baik daripada yang dipinjamnya seraya bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik orang diantara kamu ialah yanglebih baik pembayaran utangnya." (HR Ahmad, Bukhari, Nasai,dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) 52
  47. 47. BOLEHKAH MEWASIATKAN ORGAN TUBUHSETELAH MENINGGAL DUNIA? Apabila seorang muslim diperbolehkan mendonorkansebagian organ tubuhnya yang bermanfaat untuk orang lainserta tidak menimbulkan mudarat pada dirinya sendiri, makabolehkah dia berwasiat untuk mendonorkan sebagian organtubuhnya itu setelah dia meninggal dunia nanti? Menurut pandangan saya, apabila seorang muslimdiperbolehkan mendonorkan organ tubuhnya pada waktuhidup, yang dalam hal ini mungkin saja akan mendatangkankemelaratan --meskipun kemungkinan itu kecil-- maka tidaklahterlarang dia mewasiatkannya setelah meninggal dunia nanti.Sebab yang demikian itu akan memberikan manfaat yang utuhkepada orang lain tanpa menimbulkan mudarat (kemelaratan/kesengsaraan) sedikit pun kepada dirinya, karena organ-organtubuh orang yang meninggal akan lepas berantakan dandimakan tanah beberapa hari setelah dikubur. Apabila iaberwasiat untuk mendermakan organ tubuhnya itu dengan niatmendekatkan diri dan mencari keridhaan Allah, maka ia akanmendapatkan pahala sesuai dengan niat dan amalnya. Dalam halini tidak ada satu pun dalil syara yang mengharamkannya,sedangkan hukum asal segala sesuatu adalah mubah, kecuali jikaada dalil yang sahih dan sharih (jelas) yang melarangnya. Dalamkasus ini dalil tersebut tidak dijumpai. Umar r.a. pernah berkata kepada sebagian sahabat mengenaibeberapa masalah, "Itu adalah sesuatu yang bermanfaat bagisaudaramu dan tidak memberikan mudarat kepada dirimu,mengapa engkau hendak melarangnya?" Demikianlah kiranyayang dapat dikatakan kepada orang yang melarang masalahmewasiatkan organ tubuh ini. Ada yang mengatakan bahwa hal ini menghilangkankehormatan mayit yang sangat dipelihara oleh syariat Islam,yang Rasulullah saw. sendiri pernah bersabda: "Mematahkan tulang mayit itu seperti mematahkan tulangorang yang hidup."1 53
  48. 48. Saya tekankan disini bahwa mengambil sebagian organ daritubuh mayit tidaklah bertentangan dengan ketetapan syara yangmenyuruh menghormatinya. Sebab yang dimaksud denganmenghormati tubuh itu ialah menjaganya dan tidak merusaknya,sedangkan mengoperasinya (mengambil organ yangdibutuhkan) itu dilakukan seperti mengoperasi orang yanghidup dengan penuh perhatian dan penghormatan, bukandengan merusak kehormatan tubuhnya. Sementara itu, hadits tersebut hanya membicarakan masalahmematahkan tulang mayit, padahal pengambilan organ ini tidakmengenai tulang. Sesungguhnya yang dimaksud hadits itu ialahlarangan memotong-motong tubuh mayit, merusaknya, danmengabaikannya sebagaimana yang dilakukan kaum jahiliahdalam peperangan-peperangan --bahkan sebagian dari merekamasih terus melakukannya hingga sekarang. Itulah yangdiingkari dan tidak diridhai oleh Islam. Selain itu, janganlah seseorang menolak dengan alasan ulamasalaf tidak pernah melakukannya, sedangkan kebaikan itu ialahdengan mengikuti jejak langkah mereka. Memang benar,andaikata mereka memerlukan hal itu dan mampumelakukannya, lantas mereka tidak mau melakukannya. Tetapibanyak sekali perkara yang kita lakukan sekarang ternyata belumpernah dilakukan oleh ulama salaf karena memang belum adapada zaman mereka. Sedangkan fatwa itu sendiri dapat berubahsesuai dengan perubahan zaman, tempat, tradisi, dan kondisi,sebagaimana ditetapkan oleh para muhaqqiq. Meskipundemikian, dalam hal ini terdapat ketentuan yang harus dipenuhiyaitu tidak boleh mendermakan atau mendonorkan seluruhtubuh atau sebagian banyak anggota tubuh, sehinggameniadakan hukum-hukum mayit bagi yang bersangkutan,seperti tentang kewajiban memandikannya, mengafaninya,menshalatinya, menguburnya di pekuburan kaum muslim, dansebagainya. Mendonorkan sebagian organ tubuh sama sekali tidakmenghilangkan semua itu secara meyakinkan. 54
  49. 49. BOLEHKAH WALI DAN AHLI WARISMENDONORKAN SEBAGIAN ORGAN TUBUH MAYIT? Apabila seseorang sebelum meninggal diperkenankanberwasiat untuk mendonorkan sebagian organ tubuhnya, makajika ia (si mayit) tidak berwasiat sebelumnya bolehkah bagi ahliwaris dan walinya mendonorkan sebagian organ tubuhnya? Ada yang mengatakan bahwa tubuh si mayit adalah milik simayit itu sendiri, sehingga wali atau ahli warisnya tidakdiperbolehkan mempergunakan atau mendonorkannya. Namun begitu, sebenarnya seseorang apabila telahmeninggal dunia maka dia tidak dianggap layak memilikisesuatu. Sebagaimana kepemilikan hartanya yang jugaberpindah kepada ahli warisnya, maka mungkin dapat dikatakanbahwa tubuh si mayit menjadi hak wali atau ahli warisnya. Danboleh jadi syara melarang mematahkan tulang mayit ataumerusak tubuhnya itu karena hendak memelihara hak orangyang hidup melebihi hak orang yang telah mati. Disamping itu, Pembuat Syariat telah memberikan hakkepada wali untuk menuntut hukum qishash atau memaafkan sipembunuh ketika terjadi pembunuhan dengan sengaja,sebagaimana difirmankan oleh Allah: "... Dan barangsiapa dibunuh secara zhalim, makasesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahliwarisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalammembunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapatpertolongan." (al-Isra: 33) Sebagaimana halnya ahli waris mempunyai hak melakukanhukum qishash jika mereka menghendaki, atau melakukanperdamaian dengan menuntut pembayaran diat, sedikit ataubanyak. Atau memaafkannya secara mutlak karena Allah,pemaafan yang bersifat menyeluruh atau sebagian, seperti yangdisinyalir oleh Allah dalam firmanNya: "... Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan darisaudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengancara yang baik, dan hendaklah (yang dlben maaf) membayar 55
  50. 50. (diat) kepada yang memben maaf dengan cara yang baik(pula) ..." (al-Baqarah: 178) Maka tidak menutup kemungkinan bahwa merekamempunyai hak mempergunakan sebagian organ tubuhnya,yang sekiranya dapat memberi manfaat kepada orang lain dantidak memberi mudarat kepada si mayit. Bahkan mungkin diamendapat pahala darinya, sesuai kadar manfaat yang diperolehorang sakit yang membutuhkannya meskipun si mayit tidakberniat, sebagaimana seseorang yang hidup itu mendapat pahalakarena tanamannya dimakan oleh orang lain, burung, ataubinatang lain, atau karena ditimpa musibah, kesedihan, atauterkena gangguan, hingga terkena duri sekalipun ... Seperti jugahalnya ia memperoleh manfaat --setelah meninggal dunia-- daridoa anaknya khususnya dan doa kaum muslim umumnya, sertadengan sedekah mereka untuknya. Dan telah saya sebutkanbahwa sedekah dengan sebagian anggota tubuh itu lebih besarpahalanya daripada sedekah dengan harta. Oleh karena itu, saya berpendapat tidak terlarang bagi ahliwaris mendonorkan sebagian organ tubuh mayit yangdibutuhkan oleh orang-orang sakit untuk mengobati mereka,seperti ginjal, jantung, dan sebagainya, dengan niat sebagaisedekah dari si mayit, suatu sedekah yang berkesinambunganpahalanya selama si sakit masih memanfaatkan organ yangdidonorkan itu. Sebagian saudara di Qatar menanyakan kepada saya tentangmendermakan sebagian organ tubuh anak-anak mereka yangdilahirkan dengan menyandang suatu penyakit sehingga merekatidak dapat bertahan hidup. Proses itu terjadi pada waktumereka di rumah sakit, ketika anak-anak itu meninggal dunia.Sedangkan beberapa anak lain membutuhkan sebagian organtubuh mereka yang sehat --misalnya ginjal-- untuk melanjutkankehidupan mereka. Saya jawab bahwa yang demikian itu diperbolehkan, bahkanmustahab, dan mereka akan mendapatkan pahala, insya Allah.Karena yang demikian itu menjadi sebab terselamatkannya 56
  51. 51. kehidupan beberapa orang anak dalam beberapa haridisebabkan kemauan para orang tua untuk melakukan kebaikanyang akan mendapatkan pahala dari Allah. Mudah-mudahanAllah akan mengganti untuk mereka -- karena musibah yangmenimpa itu-- melalui anak-anak mereka. Hanya saja, para ahli waris tidak boleh mendonorkan organtubuh si mayit jika si mayit sewaktu hidupnya berpesan agarorgan tubuhnya tidak didonorkan, karena yang demikian itumerupakan haknya, dan wasiat atau pesannya itu wajibdilaksanakan selama bukan berisi maksiat.BATAS HAK NEGARA MENGENAI PENGAMBILANORGAN TUBUH Apabila kita memperbolehkan ahli waris dan para wali untukmendonorkan sebagian organ tubuh si mayit untuk kepentingandan pengobatan orang yang masih hidup, maka bolehkahnegara membuat undang-undang yang memperbolehkanmengambil sebagian organ tubuh orang mati yang tidakdiketahui identitasnya, dan tidak diketahui ahli waris danwalinya, untuk dimanfaatkan guna menyelamatkan orang lain,yang sakit dan yang terkena musibah? Tidak jauh kemungkinannya, bahwa yang demikian itudiperbolehkan dalam batas-batas darurat, atau karena suatukebutuhan yang tergolong dalam kategori darurat, berdasarkandugaan kuat bahwa si mayit tidak mempunyai wali. Apabila diamempunyai wali, maka wajib meminta izin kepadanya.Disamping itu, juga tidak didapati indikasi bahwa sewaktuhidupnya dulu si mayit berwasiat agar organ tubuhnya tidakdidonorkan.MENCANGKOKKAN ORGAN TUBUH ORANG KAFIRKEPADA ORANG MUSLIM 57
  52. 52. Adapun mencangkokkan organ tubuh orang nonmuslimkepada orang muslim tidak terlarang, karena organ tubuhmanusia tidak diidentifikasi sebagai Islam atau kafir, ia hanyamerupakan alat bagi manusia yang dipergunakannya sesuaidengan akidah dan pandangan hidupnya. Apabila suatu organtubuh dipindahkan dari orang kafir kepada orang muslim, makaia menjadi bagian dari wujud si muslim itu dan menjadi alatbaginya untuk menjalankan misi hidupnya, sebagaimana yangdiperintahkan Allah Taala. Hal ini sama dengan orang muslimyang mengambil senjata orang kafir dan mempergunakannyauntuk berperang fi sabilillah. Bahkan kami katakan bahwa organ-organ di dalam tubuhorang kafir itu adalah muslim (tunduk dan menyerah kepadaAllah), selalu bertasbih dan bersujud kepada Allah SWT, sesuaidengan pemahaman yang ditangkap dari Al-Quran bahwasegala sesuatu yang ada di langit dan di bumi itu bersujudmenyucikan Allah Taala, hanya saja kita tidak mengerti caramereka bertasbih. Kalau begitu, maka yang benar adalah bahwa kekafiran ataukeislaman seseorang tidak berpengaruh terhadap organtubuhnya termasuk terhadap hatinya (organnya) sendiri, yangoleh Al-Quran ada yang diklasifikasikan sehat dan sakit, imandan ragu, mati dan hidup. Padahal yang dimaksud disinibukanlah organ yang dapat diraba (ditangkap dengan indra)yang termasuk bidang garap dokter spesialis dan ahli anatomi,sebab yang demikian itu tidak berbeda antara yang beriman danyang kafir, serta antara yang taat dan yang bermaksiat. Tetapiyang dimaksud dengannya adalah makna ruhiyahnya yangdengannyalah manusia merasa, berpikir, dan memahamisesuatu, sebagaimana firman Allah: "... lalu mereka mempunysi hati yang dengan itu merekadapat memahami ..." (al-Hajj: 46) "... mereka mempunyai hati,tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)..." (al-Araf: 179) Dan firman Allah: 58
  53. 53. "... sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis ..." (at-Taubah: 28) Kata najis dalam ayat tersebut bukanlah dimaksudkan untuknajis indrawi yang berhubungan dengan badan, melainkan najismaknawi yang berhubungan dengan hati dan akal (pikiran). Karena itu tidak terdapat larangan syara bagi orang muslimuntuk memanfaatkan organ tubuh orang nonmuslim.PENCANGKOKAN ORGAN BINATANG YANG NAJISKE TUBUH ORANG MUSLIM Adapun pencangkokan organ binatang yang dihukumi najisseperti babi misalnya, ke dalam tubuh orang muslim, maka padadasarnya hal itu tidak perlu dilakukan kecuali dalam kondisidarurat. Sedangkan darurat itu bermacam-macam kondisi danhukumnya dengan harus mematuhi kaidah bahwa "segalasesuatu yang diperbolehkan karena darurat itu harus diukurmenurut kadar kedaruratannya," dan pemanfaatannya harusmelalui ketetapan dokter-dokter muslim yang tepercaya. Mungkin juga ada yang mengatakan disini bahwa yangdiharamkan dari babi hanyalah memakan dagingnya,sebagaimana disebutkan Al-Quran dalam empat ayat,sedangkan mencangkokkan sebagian organnya ke dalam tubuhmanusia bukan berarti memakannya, melainkan hanyamemanfaatkannya. Selain itu, Nabi saw. memperbolehkanmemanfaatkan sebagian bangkai --yaitu kulitnya-- padahalbangkai itu diharamkan bersama-sama dengan pengharamandaging babi dalam Al-Quran. Maka apabila syaramemperkenankan memanfaatkan bangkai asal tidak dimakan,maka arah pembicaraan ini ialah diperbolehkannyamemanfaatkan babi asalkan tidak dimakan. Diriwayatkan dalam kitab sahih bahwa Rasulullah saw.pernah melewati bangkai seekor kambing, lalu para sahabatberkata, "Sesungguhnya itu bangkai kambing milik bekas budakMaimunah." Lalu beliau bersabda: 59
  54. 54. "Mengapa tidak kamu ambil kulitnya lalu kamu samak, lantaskamu manfaatkan?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya ituadalah bangkai." Beliau bersabda, "Sesungguhnya yangdiharamkan itu hanyalah memakannya."2 Permasalahannya sekarang, sesungguhnya babi itu najis,maka bagaimana akan diperbolehkan memasukkan benda najiske dalam tubuh orang muslim? Dalam hal ini saya akan menjawab: bahwa yang dilarangsyara ialah mengenakan benda najis dari tubuh bagian luar,adapun yang didalam tubuh maka tidak terdapat dalil yangmelarangnya. Sebab bagian dalam tubuh manusia itu justrumerupakan tempat benda-benda najis, seperti darah, kencing,tinja, dan semua kotoran; dan manusia tetap melakukan shalat,membaca Al-Quran, thawaf di Baitul Haram, meskipun benda-benda najis itu ada di dalam perutnya dan tidakmembatalkannya sedikit pun, sebab tidak ada hubungan antarahukum najis dengan apa yang ada didalam tubuh.TIDAK BOLEH MENDONORKAN BUAH PELIR Akhirnya pembahasan ini merembet kepada pembicaraanseputar masalah pencangkokan buah pelir seseorang kepadaorang lain. Apakah hal itu diperbolehkan, denganmengqiyaskannya kepada organ tubuh yang lain? Ataukahkhusus untuk buah pelir ini tidak diperkenankanmemindahkannya dari seseorang kepada orang lain? Menurut pendapat saya, memindahkan buah pelir tidakdiperbolehkan. Para ahli telah menetapkan bahwa buah pelirmerupakan perbendaharaan yang memindahkan karakterkhusus seseorang kepada keturunannya, dan pencangkokanpelir ke dalam tubuh seseorang, yakni anak keturunan --lewatreproduksi-- akan mewariskan sifat-sifat orang yang mempunyaibuah pelir itu, baik warna kulitnya, postur tubuhnya, tingkatinteligensinya, atau sifat jasmaniah, pemikiran, dan mental yanglain. 60
  55. 55. Hal ini dianggap semacam percampuran nasab yang dilarangoleh syara dengan jalan apa pun. Karena itu diharamkannyaperzinaan, adopsi dan pengakuan kepada orang lain sebagaibapaknya, dan lainnya, yang menyebabkan terjadinyapercampuran keluarga atau kaum yang tidak termasuk bagiandari mereka. Maka tidaklah dapat diterima pendapat yangmengatakan bahwa buah pelir bila dipindahkan kepada oranglain berarti telah menjadi bagian dari badan orang tersebut danmempunyai hukum seperti hukumnya dalam segala hal. Demikian pula jika otak seseorang dapat dipindahkankepada orang lain, maka hal itu tidak diperbolehkan, karenaakan menimbulkan percampuran dan kerusakan yang besar. 61
  56. 56. Pertemuan Kelima Euthanasia Euthanasia adalah sebuah istilah kedokteran. Istilah lain yanghampir semakna dengan itu dalam bahasa arab adalah qatl ar-rahmah (pembunuhan dengan kasih sayang) atau taisir al-maut(memudahkan kematian). Euthanasia sendiri sering diartikan sebagai tindakanmemudahkan kematian seseorang dengan sengaja tanpamerasakan sakit, karena kasih sayang, dengan tujuanmeringankan penderitaan si sakit, baik dengan cara positifmaupun negatif. Sedangkan yang dimaksud ‘taisir al-maut al-faal’ (eutanasiapositif) ialah tindakan memudahkan kematian si sakit --karenakasih sayang-- yang dilakukan oleh dokter denganmempergunakan instrumen (alat). Beberapa contoh diantaranya: 1. Seseorang menderita kanker ganas dengan rasa sakit yangluar biasa hingga penderita sering pingsan. Dalam hal ini dokteryakin bahwa yang bersangkutan akan meninggal dunia.Kemudian dokter memberinya obat dengan takaran tinggi 63
  57. 57. (overdosis) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya,tetapi menghentikan pernapasannya sekaligus. 2. Orang yangmengalami keadaan koma yang sangat lama, misalnya karenabagian otaknya terserang penyakit atau bagian kepalanyamengalami benturan yang sangat keras. Dalam keadaandemikian ia hanya mungkin dapat hidup denganmempergunakan alat pernapasan, sedangkan dokterberkeyakinan bahwa penderita tidak akan dapat disembuhkan.Alat pernapasan itulah yang memompa udara ke dalam paru-parunya dan menjadikannya dapat bernapas secara otomatis.Jika alat pernapasan tersebut dihentikan, si penderita tidakmungkin dapat melanjutkan pernapasannya. Maka satu-satunyacara yang mungkin dapat dilakukan adalah membiarkan si sakititu hidup dengan mempergunakan alat pernapasan buatanuntuk melanjutkan gerak kehidupannya. Namun, ada yangmenganggap bahwa orang sakit seperti ini sebagai "orang mati"yang tidak mampu melakukan aktivitas. Maka memberhentikanalat pernapasan itu sebagai cara yang positif untukmemudahkan proses kematiannya. Hal ini berbeda dengan eutanasia negatif (taisir al- maut al-munfail) Pada eutanasia negatif tidak dipergunakan alat-alatatau langkah-langkah aktif untuk mengakhiri kehidupan si sakit,tetapi ia hanya dibiarkan tanpa diberi pengobatan untukmemperpanjang hayatnya. Contohnya seperti berikut: 1. Penderita kanker yang sudah kritis, orang sakit yang sudahdalam keadaan koma, disebabkan benturan pada bagiankepalanya atau terkena semacam penyakit pada otak yang tidakada harapan untuk sembuh. Atau orang yang terkena seranganpenyakit paru-paru yang jika tidak diobati --padahal masih adakemungkinan untuk diobati-- akan dapat mematikan penderita.Dalam hal ini, jika pengobatan terhadapnya dihentikan akandapat mempercepat kematiannya. 2. Seorang anak yangkondisinya sangat buruk karena menderita tashallub al-Asyram(kelumpuhan tulang belakang) atau syalal almukhkhi(kelumpuhan otak). Dalam keadaan demikian ia dapat saja 64
  58. 58. dibiarkan --tanpa diberi pengobatan-- apabila terserang penyakitparu-paru atau sejenis penyakit otak, yang mungkin akan dapatmembawa kematian anak tersebut. At-tashallub al-asyram atau asy-syaukah al-masyquqah ialahkelainan pada tulang belakang yang bisa menyebabkankelumpuhan pada kedua kaki dan kehilangankemampuan/kontrol pada kandung kencing dan usus besar.Anak yang menderita penyakit ini senantiasa dalam kondisilumpuh dan selalu membutuhkan bantuan khusus selamahidupnya. Sedangkan asy-syalal al-mukhkhi (kelumpuhan otak) ialahsuatu keadaan yang menimpa saraf otak sejak anak dilahirkanyang menyebabkan keterbelakangan pikiran dan kelumpuhanbadannya dengan tingkatan yang berbeda-beda. Anak yangmenderita penyakit ini akan lumpuh badan dan pikirannya sertaselalu memerlukan bantuan khusus selama hidupnya. Dalam contoh tersebut, "penghentian pengobatan"merupakan salah satu bentuk eutanasia negatif. Menurutgambaran umum, anak-anak yang menderita penyakit seperti itutidak berumur panjang, maka menghentikan pengobatan danmempermudah kematian secara pasif (eutanasia negatif) itumencegah perpanjangan penderitaan si anak yang sakit ataukedua orang tuanya. Memudahkan proses kematian secara aktif (eutanasia positif)seperti pada contoh nomor satu tidak diperkenankan olehsyara. Sebab yang demikian itu berarti dokter melakukantindakan aktif dengan tujuan membunuh si sakit danmempercepat kematiannya melalui pemberian obat secaraoverdosis. Maka dalam hal ini, dokter telah melakukanpembunuhan, baik dengan cara seperti tersebut dalam contoh,dengan pemberian racun yang keras, dengan penyengatanlistrik, ataupun dengan menggunakan senjata tajam. Semua itutermasuk pembunuhan yang haram hukumnya, bahkantermasuk dosa besar yang membinasakan. 65

×