Pendahuluan                                 Trend ‘long term’ naik, tetapi                                 data tahunan tu...
Tujuan Workshop Sistem Pendataan       Kecelakaan Lalu Lintas• Memahami Komponen-komponen sistem data  kecelakaan lalu lin...
Mengapa Data Harus Benar?• Data Kecelakaan terpublikasi secara  internasional
Data Kita Diamati Banyak Pihak      Pihak/Pemangku                                Program terkait        KepentinganUN WHO...
VISI KORLANTAS DI BIDANG KESELAMATAN
SETIAP PENURUNAN MEMERLUKAN INTERVENSI(TERARAH, BERBASIS DATA, TERUKUR)
3 LANGKAH AWALPENYEMPURNAAN PENDATAANKECELAKAAN LALU LINTAS• Menetapkan Metodologi dan SOP Pendataan  Kecelakaan Lalu Lint...
1. Metodologi dan SOP         Pendataan Kecelakaan Lalu Lintasa. Formulir pendataan sebagai instrument utama pengumpulan  ...
Metodologi (Valid dan                   Contributory factors       Reliable)                             system (CFS)     ...
Sistem Informasi Kecelakaan                           BAGAN PEMROSESAN          Lalu Lintas                               ...
2. Peningkatan Pengetahuan dan Komitmen    Personil Polri terhadap Keselamatan Jalana. Polisi Lalu Lintas adalah petugas p...
3. Peningkatan Sarana dan Prasarana serta SistemInformasi Kecelakaan Lalu Lintasa. Peralatan rekam jejak kecelakaan, refer...
Kebijakan Strategis KorlantasPendataan kecelakaan harus dilaksanakan dengansebaik-baiknya.Pengembangan IRSMS yang sedang b...
Integrated Road Safety Management                   System (IRMS) 2                                                      D...
IRMS2  3 Manfaat Sistem Informasi  Kecelakaan yang Terintegrasi•Untuk formulasi Kebijakan•Untuk Prioritas Penanganan•Untuk...
Sistem Informasi KecelakaanSistem Pengumpulan DataFormulir StandarSistem Komputer (Database)Sistem Analisis
Polisi harus menunjukkan bahwadata kecelakaan yang dikumpulkan               telah:1. Mampu menggambarkan “magnitude” kece...
Studi Kasus Kecelakaan Sepeda Motor• Berapa jumlah laka yang melibatkan sepeda  motor?• Berapa jumlah korban MD Sepeda Mot...
KESIMPULAN1. Perlu ditetapkan metodologi yang tepat dalam pendataan   kecelakaan lalu lintas yang menjamin validitas dan r...
KESIMPULAN3. Sarana prasarana yang dimiliki saat ini belum maksimal dalam   mendatakan seluruh kecelakaan lalu lintas yang...
KESIMPULAN4. Pemisahan system referensi kecelakaan (Nomor Laka) dari system   referensi laporan polisi (Nomor LP) sehingga...
Sekian Terima Kasih
Pentingnya Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas oleh Polri
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pentingnya Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas oleh Polri

2,644 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,644
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
93
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Setelah slide inimasukke User Manual IRSMShalaman 63 (Statistik)
  • Pentingnya Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas oleh Polri

    1. 1. Pendahuluan Trend ‘long term’ naik, tetapi data tahunan turun dan naik secara signifikan.Statement Kapolri: Fakta? atau Data bermasalah???• “Data kecelakaan lalu lintas yang ada harus betul-betul akurat, karena bila data kecelakaan tidak benar, tidak akan pernah ada solusi yang betul-betul (tepat) untuk menjawab permasalahan itu”. ~200% (Rakernis Lantas, 27 Feb ~300% 2012)
    2. 2. Tujuan Workshop Sistem Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas• Memahami Komponen-komponen sistem data kecelakaan lalu lintas yang diperlukan utk membangun sistem data yang SUKSES.• Memahami sistem data kecelakaan yang komperhensif merupakan kunci (utk melakukan) evaluasi keberhasilan unit-unit kerja di bidang keselamatan jalan.• Mempersiapkan strategi, program dan kegiatan sebagai langkah kongkrit peningkatan kualitas pendataan laka melalui langkah awal “internal assessment” sistem pendataan di lingkungan kerja masing-masing
    3. 3. Mengapa Data Harus Benar?• Data Kecelakaan terpublikasi secara internasional
    4. 4. Data Kita Diamati Banyak Pihak Pihak/Pemangku Program terkait KepentinganUN WHO, World Bank Global Status Report for DeathBappenas Perencanaan pembangunan, Review Program K/L dan perhitungan rasio GDP dan Biaya LakaKemen PU Laik fungsi jalan dan perbaikan BlackspotKemen Kes Rekam medis dan Country Status Report for DeathKemen Hub Peningkatan Sarana prasarana jalan, Jaringan lalu lintas, keselamatan angkutan umum dan laik fungsi KendaraanUniversitas, Pemerhati, Pakar Penelitian dan Pengembangandan PenelitiAsuransi Resiko dan PembiayaanMasyarakat dan Media Informasi Publik dan Edukasi
    5. 5. VISI KORLANTAS DI BIDANG KESELAMATAN
    6. 6. SETIAP PENURUNAN MEMERLUKAN INTERVENSI(TERARAH, BERBASIS DATA, TERUKUR)
    7. 7. 3 LANGKAH AWALPENYEMPURNAAN PENDATAANKECELAKAAN LALU LINTAS• Menetapkan Metodologi dan SOP Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas• Peningkatan Pengetahuan dan Komitmen Personil Polri terhadap Keselamatan Jalan• Peningkatan Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi Kecelakaan Lalu Lintas
    8. 8. 1. Metodologi dan SOP Pendataan Kecelakaan Lalu Lintasa. Formulir pendataan sebagai instrument utama pengumpulan data harus mengakomodir kepentingan berbagai stake holder dalam perencaan dan penentuan kebijakan keselamatan jalan. Gunakan contributory factor system yg dimodifikasi.b. waktu pelaporan rekapitulasi kecelakaan dapat memberikan keleluasaan pemeriksaan rinci setiap formulir (3-6 bulan)c. Validasi rekapitulasi data dr Unit hingga Korlantasd. Penggunaan Cross reference dan surveilance forme. Estimasi deviasi data berdasarkan growth rate, perbandingan rata-rata pertumbuhan dan simpangan (seluruh unit/sat/dit).f. Membuat SOP setiap langkah yang harus dilakukan
    9. 9. Metodologi (Valid dan Contributory factors Reliable) system (CFS) UK DfT (2005) memperkenalkan CFS1. Filosofi dasar sebuah metodologi yg terdiri dari 77 faktor yang dapat adalah untuk mendapatkan dijadikan 6 kategori yaitu: kepercayaan dan kredibilitas atas 1. Road environment contributed data dan analisisnya 2. Vehicle defects2. Given (2008) “Methodology consists 3. Injudicious action, Driver/rider of the actions to be taken in the error or reaction, Impairment study and the reasons for these or distraction, Behaviour or actions”. inexperience3. Marshal et.al. (1990) instrument 4. Vision affected by external pengumpulan data, peran factors pengumpul data, pengelompokan 5. Pedestrian only factors and data, dan menghubung-hubungkan 6. Special codes. data sehingga diperoleh suatu kesimpulan
    10. 10. Sistem Informasi Kecelakaan BAGAN PEMROSESAN Lalu Lintas DATA LAKA SEBAGAI BASIS PERENCANAANSistemPendataan kecelakaanlalulintasmerupakansebuahprosespengumpulandanpengolahandatayang memungkinkananalisismenyeluruh(anaggregate level analysis) danmemfasilitasiprogramberbasisanalisisdata. Sekurang-kurangnya adaempatsistemdasardalampengoperasian sisteminformasikecelakaan lalulintas(UN WHO, 2005), yaitu:1. Sistempelaporandanpendataan lakalantas (Entry, filing and recording system)2. Sistempenyimpanandanpenggunaan kembali (retrieval)3. Sistemanalisis4. Sistemdisseminasi(distribusi/ pengiriman)Sisteminformasikecelakaanharusmenyediakankeluaran(output) yang reliable dantepatwaktuuntukmembantupengambilankeputusan yang tepatdibidangkeselamatan jalan(to facilitate evidence-baseddecisions).
    11. 11. 2. Peningkatan Pengetahuan dan Komitmen Personil Polri terhadap Keselamatan Jalana. Polisi Lalu Lintas adalah petugas paling ideal dalam pendataan laka lantas. Tersebar di seluruh Indonesia, mendatangi hampir semua TKP laka dan menangangi perkara sejal awal kejadian.b. Peran Polisi selaku kordinator kegiatan pencegahan laka. Tidak hanya Pro-justitia, tapi jg Pro-engineering, sehingga memerlukan pengetahuan ttg Keselamatan jalan. Utk itu perlu dididik dan dilatih ttg Keselamatan jalan.c. Mewujudkan komitmen dalam diri setiap personil. Mulai dari Pimpinan hingga petugas lapangan. Komitmen utk: hilangkan dark number, tidak salah gunakan wewenang, dan menjamin keselamatan pengguna jalan melalui program keselamatan jalan berbasis analisis data.
    12. 12. 3. Peningkatan Sarana dan Prasarana serta SistemInformasi Kecelakaan Lalu Lintasa. Peralatan rekam jejak kecelakaan, referensi lokasi dan waktu tertentu. Beberapa peralatan yang harus diupayakan ketersediaannya di semua tingkatan pendataan kecelakaan antara lain adalah: Accident Kit, Camera (digital) GPS dan Laptop.b. Peralatan harus dalam keadaan siap pakai setiap saat.c. Data yang dikumpulkan di-input ke dalam Sistem Informasi Laka Lantas (saat ini menggunakan Web Based – Portal) melalui sebuah formulir elektronik.d. Sistem Informasi Laka tidak hanya menampung data, tetapi harus dapat memberikan umpan balik yg diinginkan (Expert System) pada setiap level pengguna
    13. 13. Kebijakan Strategis KorlantasPendataan kecelakaan harus dilaksanakan dengansebaik-baiknya.Pengembangan IRSMS yang sedang berlangsung harusdimanfaatkan semaksimal mungkin dalampenyempurnaan system pendataan kecelakaan.Sehingga kebijakan-kebijakan yang akan diambil dapatdipertanggungjawabkan, memiliki bukti yangkuat, terukur pelaksanaan dan manfaatnya bagimasyarakat.Disamping itu, data kecelakaan Polri menjadi basisperumusan program-program keselamatan padainstansi terkait.
    14. 14. Integrated Road Safety Management System (IRMS) 2 Data● traffic crash systems; Kecelakaan● emergency medical/injury surveillancesystems;● driver licensing and driver history Tilang SIMsystems;● vehicle registration systems; and● roadway inventory systems. Registrasi Kendaraan
    15. 15. IRMS2 3 Manfaat Sistem Informasi Kecelakaan yang Terintegrasi•Untuk formulasi Kebijakan•Untuk Prioritas Penanganan•Untuk Evaluasi Hasil Penanganan
    16. 16. Sistem Informasi KecelakaanSistem Pengumpulan DataFormulir StandarSistem Komputer (Database)Sistem Analisis
    17. 17. Polisi harus menunjukkan bahwadata kecelakaan yang dikumpulkan telah:1. Mampu menggambarkan “magnitude” kecelakaan yang terjadi terutama yang mengakibatkan korbanjiwa2. Data Kecelakaan tersedia di semua tingkatan dan tersedia secara detail (Pro Engineering) otomatis bagi pihak yang membutuhkannya dalam rangka meningkatkan kualitas keselamatan jalan3. Dapat diperbandingkan
    18. 18. Studi Kasus Kecelakaan Sepeda Motor• Berapa jumlah laka yang melibatkan sepeda motor?• Berapa jumlah korban MD Sepeda Motor?• Usia korban sepeda motor?• Apa modus tipe tabrakan Sepeda motor?• Pengendara sebagai Penyebab laka (pelaku/tersangka) tanpa SIM Dimana kita dapatkan data ini?
    19. 19. KESIMPULAN1. Perlu ditetapkan metodologi yang tepat dalam pendataan kecelakaan lalu lintas yang menjamin validitas dan reliabilitas data kecelakaan. Demikian pula formulir pendataan harus dapat mengakomodir kepentingan para stake holder untuk menegaskan kembali peran Polisi sebagai satu-satunya pengumpul data yang professional.2. Polisi Lalu Lintas adalah petugas paling ideal dalam pendataan laka lantas. Oleh karena itu Polisi Lalu Lintas harus memiliki komitmen dan pengetahuan tentang keselamatan jalan khususnya berkaitan dengan fungsi data kecelakaan lalu lintas dalam perumusan perencanaan dan kebijakan keselamatan jalan.
    20. 20. KESIMPULAN3. Sarana prasarana yang dimiliki saat ini belum maksimal dalam mendatakan seluruh kecelakaan lalu lintas yang terjadi dengan akurat dan lengkap. Upaya untuk melengkapi sarana prasarana akan terus dilakukan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan sistem informasi kecelakaan lalu lintas. Bukan hanya penyedian komputer atau jaringan saja, tetapi penyiapan dan penyedian database agar dapat dilakukan analisis secara manual maupun menggunakan aplikasi analisis data (seperti MAAP atau GIS Map).
    21. 21. KESIMPULAN4. Pemisahan system referensi kecelakaan (Nomor Laka) dari system referensi laporan polisi (Nomor LP) sehingga tidak membebani petugas dalam mengisi nomor polisi yang harus diikuti oleh administrasi penyidikan. Dalam hal perkara kecelakaan lalu lintas akan dikirim ke Pengadilan maka formulir lengkap pendataan kecelakaan ditambah dengan bukti surat, keterangan saksi- saksi, keterangan ahli sudah dapat diterima oleh pengadilan.5. Menjadikan Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas sebagai salah satu key performance index pada setiap level kesatuan. Selanjutnya diikuti dengan audit program atau kegiatan yang dilaksanakan dan keterkaitannya dengan hasil analisis data kecelakaan lalu lintas sebagai bagian dari program peningkatan kualitas keselamatan jalan.
    22. 22. Sekian Terima Kasih

    ×