Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Untuk melaksanakan program PPA-PKH ini Depnakertrans membentuk kelembagaan di tingkat                         MARI KITA ME...
belum selesai pendidikan dasar 9 tahun wajib belajar; (2) Membawa anak usia 0-6 tahun kefasilitas kesehatan sesuai dengan ...
Bantuan maksimum per RTSM                           Rp. 2.200.000Catatan:Bantuan terkait kesehatan berlaku bagi RTSM denga...
1. Sebagian besar orang miskin tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki suara dan kemampuanuntuk memperjuangkan hak mereka ...
· Melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan pemberi pelayanan pendidikan dankesehatan;· Melakukan pertemuan bulanan ...
6. Memfasilitasi Proses Pengaduan   Pendamping menerima, menyelesaikan maupun meneruskan pengaduan ke tingkat yang lebih  ...
Tujuan khususnya adalah untuk mengurangi jumlah pekerja anak dari Rumah TanggaSangat Miskin (RTSM) yang putus sekolah untu...
keras sebagai anak jalanan, pergaulan bebas atau pengaruh situasi dan kondisi rumah tanggasangat dimungkinkan banyak perma...
Ppa pkh
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ppa pkh

7,518 views

Published on

Published in: Career
  • Punya peran apa bang di program pkh ? to be starter nih...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Ppa pkh

  1. 1. Untuk melaksanakan program PPA-PKH ini Depnakertrans membentuk kelembagaan di tingkat MARI KITA MENGENAL PROGRAM PKH Tanggal: Saturday, 30 June 2007 Topik: DepsosSEKILAS TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)Program keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan.Kedudukan PKH merupakan bagian dari program-program penanggulangan kemiskinan lainnya.PKH berada di bawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik diPusat maupun di daerah. Oleh sebab itu akan segera dibentuk Tim Pengendali PKH dalam TKPKagar terjadi koordinasi dan sinergi yang baik.PKH merupakan program lintas Kementerian dan Lembaga, karena aktor utamanya adalah dariBadan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan,Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Komunikasi danlnformatika, dan Badan Pusat Statistik. Untuk mensukseskan program tersebut, maka dibantuoleh Tim Tenaga ahli PKH dan konsultan World Bank.Program Keluarga Harapan (PKH) sebenamya telah dilaksanakan di berbagai negara, khususnyanegara-negara Amerika Latin dengan nama program yang bervariasi. Namun secara konseptual,istilah aslinya adalah Conditional Cash Transfers (CCT), yang diterjemahkan menjadi BantuanTunai Bersyarat. Program ini "bukan" dimaksudkan sebagai kelanjutan program SubsidiLangsung Tunai (SLT) yang diberikan dalam rangka membantu rumah tangga miskinmempertahankan daya belinya pada saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. PKHlebih dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakatmiskin.APA ARTI PROGRAM KELUARGA HARAPAN?Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai kepadaRumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait denganupaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan.Tujuan utama dari PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitassumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Tujuan tersebut sekaligussebagai upaya mempercepat pencapaian target MDGs. Secara khusus, tujuan PKH terdiri atas:(1) Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM; (2) Meningkatkan taraf pendidikan anak-anakRTSM; (3) Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6tahun dari RTSM; (4) Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan,khususnya bagi RTSM.SIAPAKAH SASARAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN?Sasaran atau Penerima bantuan PKH adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yangmemiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan/atau ibu hamil/nifas danberada pada lokasi terpilih. Penerima bantuan adalah lbu atau wanita dewasa yang mengurusanak pada rumah tangga yang bersangkutan (jika tidak ada lbu maka: nenek, tante/ bibi, ataukakak perempuan dapat menjadi penerima bantuan). Jadi, pada kartu kepesertaan PKH pun akantercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak, bukan kepala rumah tangga. Untuk itu, orangyang harus dan berhak mengambil pembayaran adalah orang yang namanya tercantum di KartuPKH.Calon Penerima terpilih harus menandatangani persetujuan bahwa selama mereka menerimabantuan, mereka akan: (1) Menyekolahkan anak 7-15 tahun serta anak usia 16-18 tahun namun
  2. 2. belum selesai pendidikan dasar 9 tahun wajib belajar; (2) Membawa anak usia 0-6 tahun kefasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi anak; dan (3) Untuk ibu hamil,harus memeriksakan kesehatan diri dan janinnya ke fasilitats kesehatan sesuai dengan prosedurkesehatan PKH bagi lbu HamilKOMPONEN APA SAJA YANG MENJADI FOKUS PROGRAM KELUARGAHARAPAN?Dalam pengertian PKH jelas disebutkan bahwa komponen yang menjadi fokus utama adalahbidang kesehatan dan pendidikan. Tujuan utama PKH Kesehatan adalah meningkatkan statuskesehatan ibu dan anak di Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin,melalui pemberian insentif untuk melakukan kunjungan kesehatan yang bersifat preventif(pencegahan, dan bukan pengobatan).Seluruh peserta PKH merupakan penerima jasa kesehatan gratis yang disediakan oleh programAskeskin dan program lain yang diperuntukkan bagi orang tidak mampu. Karenanya, kartu PKHbisa digunakan sebagai alat identitas untuk memperoleh pelayanan tersebut.Komponen pendidikan dalam PKH dikembangkan untuk meningkatkan angka partisipasipendidikan dasar wajib 9 tahun serta upaya mengurangi angka pekerja anak pada keluarga yangsangat miskin.Anak penerima PKH Pendidikan yang berusia 7-18 tahun dan belum menyelesaikan programpendidikan dasar 9 tahun harus mendaftarkan diri di sekolah formal atau non formal serta hadirsekurang-kurangnya 85% waktu tatap muka.Setiap anak peserta PKH berhak menerima bantuan selain PKH, baik itu program nasionalmaupun lokal. Bantuan PKH BUKANLAH pengganti program-program lainnya karenanya tidakcukup membantu pengeluaran lainnya seperti seragam, buku dan sebagainya. PKH merupakanbantuan agar orang tua dapat mengirim anak-anak ke sekolah.MENGAPA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DIPERLUKAN?Tujuan utama PKH adalah membantu mengurangi kemiskinan dengan cara meningkatkankualitas sumber daya manusia pada kelompok masyarakat sangat miskin. Dalam jangka pendek,bantuan ini membantu mengurangi beban pengeluaran RTSM, sedangkan untuk jangka panjang,dengan mensyaratkan keluarga penerima untuk menyekolahkan anaknya, melakukan imunisasibalita, memeriksakan kandungan bagi ibu hamil, dan perbaikan gizi, diharapkan akan memutusrantai kemiskinan antargenerasi.BERAPA BESAR BANTUANNYA?Besaran bantuan tunai untuk peserta PKH bervariasi tergantung jumlah anggota keluarga yangdiperhitungkan dalam penerimaan bantuan, baik komponen kesehatan maupun pendidikan.Besaran bantuan ini di kemudian hari bisa berubah sesuai dengan kondisi keluarga saat itu ataubila peserta tidak dapat memenuhi syarat yang ditentukan. Skenario Bantuan Bantuan per RTSM per tahunBantuan tetap Rp. 200.000Bantuan bagi RTSM yang memiliki: Rp. 800.000a. Anak usia di bawah 6 tahunb. Ibu hamil/menyusui Rp. 800.000c. Anak usia SD/MI Rp. 400.000d. Anak usia SMP/MTs Rp. 800.000Rata-rata bantuan per RTSM Rp. 1.390.000Bantuan minimum per RTSM Rp. 600.000
  3. 3. Bantuan maksimum per RTSM Rp. 2.200.000Catatan:Bantuan terkait kesehatan berlaku bagi RTSM dengan anak di bawah 6 tahun dan/atau ibuhamil/nifas. Besar bantuan ini tidak dihitung berdasarkan jumlah anak. Besar bantuan adalah16% rata-rata pendapatan RTSM per tahun. Batas minimum dan maksimum adalah antara 15-25% pendapatan rata-rata RTSM per tahun.KAPAN DAN DI MANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DILAKSANAKAN?PKH mulai dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2007 dan diharapkan dapat dilaksanakansecara berkesinambungan, setidaknya hingga tahun 2015. Tahun 2007 merupakan tahap awalpengembangan program atau tahap uji coba. Tujuan uji coba adalah untuk menguji berbagaiinstrumen yang diperiukan dalam pelaksanaan PKH, seperti antara lain metode penentuansasaran, verifikasi persyaratan, mekanisme pembayaran, dan pengaduan masyarakat.Pada tahun 2007 ini akan dilakukan uji coba di 7 provinsi dengan jumlah sasaran programsebanyak 500.000 RTMS. Ketujuh provinsi tersebut adalah: Sumatera Barat, DKI Jakarta, JawaBarat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur.Apabila tahap uji coba ini berhasil, maka PKH akan dilaksanakan setidaknya sampai dengantahun 2015. Hal ini sejalan dengan komitmen pencapaian Millenium Development Goals(MDGs), mengingat sebagian indikatornya juga diupayakan melalui PKH. Selama periodetersebut, target peserta secara bertahap akan ditingkatkan hingga mencakup seluruh RSTMdengan anak usia pendidikan dasar dan ibu hamil/nifas.PIHAK MANA SAJAKAH YANG TERKAIT DALAM PROGRAM KELUARGAHARAPAN?PKH dilaksanakan oleh UPPKH Pusat, UPPKH Kabupaten/Kota dan Pendamping PKH.Masing-masing pelaksana memegang peran penting dalam menjamin keberhasilan PKH. Merekaadalah:UPPKH Pusat - merupakan badan yang merancang dan mengelola persiapan dan pelaksanaanprogram. UPPKH Pusat juga melakukan pengawasan perkembangan yang terjadi di tingkatdaerah serta menyediakan bantuan yang dibutuhkan.UPPKH Kab/Kota - melaksanakan program dan memastikan bahwa alur informasi yangditerima dari kecamatan ke pusat dapat berjalan dengan baik dan lancar. UPPKH Kab/Kota jugaberperan dalam mengelola dan mengawasi kinerja pendamping serta memberi bantuan jikadiperlukanPendamping - merupakan pihak kunci yang menjembatani penerima manfaat dengan pihakpihaklain yang terlibat di tingkat kecamatan maupun dengan program di tingkat kabupaten/kota. TugasPendamping termasuk didalamnya melakukan sosialisasi, pengawasan dan mendampingi parapenerima manfaat dalam memenuhi komitmennya.Dalam pelaksanaan PKH terdapat Tim Koordinasi yang membantu kelancaran program ditingkat provinsi dan PT Pos yang bertugas menyampaikan informasi berupa undanganpertemuan, perubahan data, pengaduan dan seterusnya serta menyampaikan bantuan ke tanganpenerima manfaat langsung.Selain tim ini, juga terdapat lembaga lain di luar struktur yang berperan penting dalampelaksanaan kegiatan PKH, yaitu lembaga pelayanan kesehatan dan pelayanan pendidikan di tiapkecamatan dimana PKH dilaksanakan.BAGAIMANA PERAN PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN?Pendamping merupakan aktor penting dalam mensukseskan PKH. Pendamping adalah pelaksanaPKH di tingkat kecamatan. Pendamping diperlukan karena:
  4. 4. 1. Sebagian besar orang miskin tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki suara dan kemampuanuntuk memperjuangkan hak mereka yang sesungguhnya. Mereka membutuhkan pejuang yangmenyuarakan mereka, yang membantu mereka mendapatkan hak.2. UPPKH Kabupaten/Kota tidak memiliki kemampuan melakukan tugasnya di seluruh tingkatkecamatan dalam waktu bersamaan. Petugas yang dimiliki sangat terbatas sehingga amatlah sulitmendeteksi segala macam permasalahan dan melakukan tindak lanjut dalam waktu cepat. Jadipendamping sangat dibutuhkan. Pendamping adalah pancaindera PKH.Jumlah pendamping disesuaikan dengan jumlah peserta PKH yang terdaftar di setiap kecamatan.Sebagai acuan, setiap pendamping mendampingi kurang lebih 375 RTSM peserta PKH.Selanjutnya tiap-tiap 3-4 pendamping akan dikelola oleh satu koordinator pendamping.Pendamping menghabiskan sebagian besar waktunya dengan melakukan kegiatan di lapangan,yaitu mengadakan pertemuan dengan Ketua Kelompok, berkunjung dan berdiskusi denganpetugas pemberi pelayanan kesehatan, pendidikan, pemuka daerah maupun dengan peserta itusendiri. Pendamping juga bisa ditemui di UPPKH Kabupaten/Kota, karena paling tidak sebulansekali untuk menyampaikan pembaharuan dan perkembangan yang terjadi di tingkat kecamatan.Lokasi kantor pendamping sendiri terletak di UPPKH Kecamatan yang berada di kantor camat,atau di kantor yang dekat dengan PT POS daniatau kantor kecamatan di wilayah yang memilikipeserta PKH. Di sini pendamping melakukan berbagai tugas utama lainnya, seperti: membuatlaporan, memperbaharui dan menyimpan formulir serta kegiatan rutin administrasi lainnya.Secara kelembagaan, Pendamping melaporkan seluruh kegiatan dan permasalahannya keUPPKH Kabupaten/Kota. Pendamping memiliki tugas yang sangat penting dalam pelaksanaanprogram di lapangan, yaitu:1. Tugas Persiapan ProgramTugas persiapan program meliputi pekerjaan yang harus dilakukan Pendamping untukmempersiapkan pelaksanaan program. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum pembayaran pertamadiberikan kepada penerima manfaat.· Menyelenggarakan pertemuan awal dengan seluruh peserta PKH;· Menginformasikan (sosialisasi) program kepada RTSM peserta PKH dan mendukungsosialisasi kepada masyarakat umum;· Mengelompkan peserta kedalam kelompok yang teridiri atas 20-25 peserta PKH untukmempermudahkan tugas pendampingan;· Memfasilitasi pemilihan Ketua Kelompok ibu-ibu peserta PKH (selanjutnya disebut KetuaKelompok saja);· Membantu peserta PKH dalam mengisi Formulir Klarifikasi data dan menandatangani suratpersetujuan serta mengirim formulir terisi kepada UPPKH Kabupaten/Kota;· Mengkoordinasikan pelaksanaan kunjungan awal ke Puskesmas dan pendaftaran sekolah.2. Tugas Rutin:· Menerima pemutakhiran data peserta PKH dan mengirimkan formulir pemutakhiran datatersebut ke UPPKH Kabupaten/kota;· Menerima pengaduan dari Ketua Kelompok dan/atau peserta PKH serta dibawah koordinasiUPPKH Kabupaten/Kota melakukan tindaklanjut atas pengaduan yang diterima (Lihat PedomanOperasional Sistem Pengaduan Masyarakat)• Melakukan kunjungan insidentil khususnya kepada peserta PKH yang tidak memenuhikomitmen;· Melakukan pertemuan dengan semua peserta setiap enam bulan untuk re-sosialisasi (programdan kemajuan/perubahan dalam program)
  5. 5. · Melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan pemberi pelayanan pendidikan dankesehatan;· Melakukan pertemuan bulanan dengan Ketua Kelompok;· Melakukan pertemuan bulanan dengan Pelayan Kesehatan dan Pendidikan di lokasi pelayananterkait.· Melakukan pertemuan triwulan dan tiap semester dengan seluruh pelaksana kegiatan: UPPKHDaerah, Pendamping, Pelayan Kesehatan dan Pendidikan.Ada beberapa kegiatan pokok yang harus dilakukan pendamping PKH, yaitu: 1. Pertemuan AwalTahap pertama yang dilakukan oleh pendamping adalah melakukan pertemuan terbuka dengancalon peserta PKH. Dalam pertemuan itu dilakukan kegiatan sosialisasi program mengenaimanfaat program dan bagaimana berpartisipasi dalam program.Keluarga yang dipilih mengikuti program dikumpulkan dan diberi arahan untuk membentukkelompok-kelompok ibu yang terdiri dari lebih kurang 25 orang dalam satu kelompok.Kelompok ini kemudian memilih ketua kelompok ibu penerima sebagai koordinator kelompokdan menetapkan jadwal pertemuan rutin kelompok untuk berdiskusi bersama dalam menjalankanprogram.Pada pertemuan ini juga dilakukan pemeriksaan formulir yang digunakan sebagai alat verifikasikeikutsertaan, antara lain pemeriksaan akta lahir anak (dan membantu pengadaannya jika belumtersedia), penyusunan jadwal kunjungan, dan sebagainya.2. Mendampingi Proses PembayaranPada dasarnya pendamping tidak melakukan kegiatan apapun kecuali pengamatan danpengawasan selama proses pembayaran beriangsung. Namun begitu, ada beberapa persiapanyang harus dilakukan oleh pendamping sebelum kegiatan berjalan agar proses berlangsung amandan terkendali, yaitu:a. Pergi ke Kantor Pos untuk meminta jadwal pembayaran dan mendata penerima manfaat yangmerupakan kelompok binaannya.b. Menginformasikan Ketua Kelompok mengenai jadwal dan memastikan bahwa pembayaranditerima oleh orang yang tepat pada waktu yang telah ditentukan.3. Berdiskusi Dalam KelompokKegiatan yang tak kalah penting adalah menyusun agenda dan mengadakan pertemuan denganketua kelompok ibu penerima untuk berdiskusi dan menampung pengaduan, keluhan, perubahanstatus maupun menjawab pertanyaan seputar program. Pada pertemuan ini juga dilakukansosialisasi informasi mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan ibu dan anak, tips praktisdan murah bagi kesehatan keluarga serta pentingnya sanitasi dan nutrisi untuk meningkatkanmutu keluarga.4. Pendampingan RutinSelanjutnya, jadwal pendampingan dilakukan rutin dan ditetapkan selama 4 hari kerja (Senin-Kamis). Kegiatan yang dilakukan selama itu antara lain melakukan kunjungan ke unit pelayanankesehatan dan pendidikan, mengunjungi keluarga untuk membantu mereka dalam prosesmendaftarkan anak-anak ke sekolah, mengurus akta lahir maupun memeriksa rutin kepuskesmas.5. Berkunjung Ke Rumah Penerima BantuanJika pada pertemuan ada peserta PKH yang tidak bisa datang karena alasan tertentu seperti:lokasi yang sangat jauh dari tempat pertemuan, sibuk mengurus anak, sakit, atau tidak mampumemenuhi komitmen dikarenakan alasan-alasan tertentu, maka perlu dilakukan kunjungan kerumah peserta tersebut untuk memudahkan proses (lihat Buku Pedoman Pengaduan)
  6. 6. 6. Memfasilitasi Proses Pengaduan Pendamping menerima, menyelesaikan maupun meneruskan pengaduan ke tingkat yang lebih tinggi sehingga dapat dicapai solusi yang mampu meningkatkan mutu program. 7. Mengunjungi Penyedia Layanan Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan vital keberlangsungan maupun peningkatan mutu PKH. Pendamping memantau kelancaran dan kelayakan kegiatan pelayanan, mengantisipasi permasalahan yang ada dalam program sehingga bisa melakukan tindakan yang sifatnya mencegah kegagalan kelancaran program ketimbang memperbaikinya. 8. Melakukan Konsolidasi Pada hari Jumat, para pendamping melakukan koordinasi dengan sesama pendamping dan tim lain. Laporan dan tindak lanjut juga dianalisa dan ditindaklanjuti pada hari ini agar terjadi peningkatan mutu program. 9. Meningkatkan Kapasitas Diri Untuk meningkatkan mutu program dan mutu pendamping itu sendiri, juga diadakan diskusi dan pertemuan rutin (minimal sebulan sekali) baik itu antarkecamatan maupun didalam kecamatan sendiri sebagai upaya menampung pelajaran berarti (lesson learned & best practices) yang bisa digunakan oleh pendamping lain agar mempermudah pekerjaan dan menghadapi kasus-kasus harian di lapangan. Setiap individu yang melakukan usaha menuju perbaikan dan pengembangan memerlukan penghargaan untuk menunjukkan bahwa upaya yang dilakukannya dihargai. Penghargaan ini diharapkan dapat memicu kinerja yang lebih baik dan memotivasi lingkungannya menghasilkan produktivitas yang sekurang-kurangnya sama dengan yang telah diraihnya. Sanksi adalah tindakan yang diberikan kepada seseorang sebagai akibat dari perbuatan sengaja melanggar koridor aturan dan ketentuan yang telah dibuat dan disepakati dalam sebuah lembaga. Sanksi diberikan agar yang bersangkutan maupun orang yang mengetahuinya tidak mengulangi perbuatan yang merugikan lembaga, lingkungannya maupun dirinya sendiri. lni juga merupakan alat pembelajaran bagi yang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama. REFERENSI UTAMA APA SAJA YANG PERLU DIBACA? 1. Panduan Umum Program Keluarga Harapan 2. Pedoman Operasional UPPKH Pusat 3. Pedoman Operasional Kelembagaan PKH Daerah 4. Pedoman Operasional PKH Bagi Pemberi Pelayanan Kesehatan 5. Pedoman Operasional PKH Bagi pemberi Pelayanan Pendidikan 6. Pedoman Operasional Sistem Pengaduan Masyarakat Program Keluarga Harapan 7. Buku Kerja Pendamping PKH 8. Modul Diklat Pelaksana UPPKH Daerah 2007 *) naskah sumber : Dwi Heru SukocoProgram Keluarga Harapan atau dinamakan PPA-PKH. PPA-PKH dirancang sebagai program yang terintegrasi dengan Program Keluarga Harapan. Tujuan utama program PPA-PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan SDM terutama pada kelompok masyarakat miskin dengan cara 1) Meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin, melalui pemberian insentif untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang bersifat preventif; 2) Meningkatkan angka partisipasi wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun; dan 3) Mengurangi jumlah pekerja anak pada keluarga sangat miskin.
  7. 7. Tujuan khususnya adalah untuk mengurangi jumlah pekerja anak dari Rumah TanggaSangat Miskin (RTSM) yang putus sekolah untuk ditarik dari tempat kerja melaluipendampingan dan dikembalikan ke dunia pendidikan. Sedangkan sasarannya adalah pekerjaanak, anak yang bekerja dan putus sekolah dari RTSM peserta Program Keluarga Harapanyang memiliki nomor PKH.Propinsi dan Kab./Kota. Susunan Tim pelaksana program PPA-PKH di tingkat Propinsi maupunKab./Kota terdiri dari pembina, pengarah, penanggung jawab, sekretariat, dan tim pelaksanateknis. Di tingkat Propinsi melalui SK penanggung jawab diangkat Koordinator Kabupaten/Kotayang berasal dari Pengawas Ketenagakerjaan dan atau pejabat yang ditunjuk pada Dinas YangMembidangi Ketenagakerjaan Propinsi. Sedangkan di tingkat Kab./Kota diangkat KoordinatorShelter yang juga berasal dari Pengawas Ketenagakerjaan (Staf) dan atau pejabat yang ditunjukpada Dinas Yang Membidangi Ketenagakerjaan Kab./Kota.Program PPA-PKH pada intinya memberikan pendampingan pada pekerja anak yang telahditarik dari pekerjaannya agar mempunyai motivasi kembali untuk memasuki dunia pendidikan.Penentuan pekerja anak sebagai calon penerima manfaat ber–dasarkan skala prioritas. Prioritaspertama adalah pekerja anak dari RTSM putus sekolah dan bekerja pada BPTA, prioritas keduaadalah pekerja anak dari RTSM putus sekolah usia di bawah 13 tahun, prioritas ketiga adalahpekerja anak dari RTSM putus sekolah usia 13 tahun – 18 tahun. Bila hal ini belum mencukupidapat menggunakan urutan prioritas berikutnya atau juga dapat menggunakan data RTSM milikDepartemen Sosial untuk diverifikasi kembali keberadaan pekerja anaknya.Dari permasalahan yang ada di tingkat Kabupaten dengan tidak tercukupinya calon penerimamanfaat sesuai kuota yang ada, selanjutnya melalui surat Dirjen Pembinaan dan PengawasanKetenagakerjaan (Binwasnake) Depnakertrans, calon penerima manfaat dapat diambilkan daridata pekerja anak yang ada di masing-masing daerah di luar data BPS, asalkan dapat dipercayadan dilaporkan ke Depnakertrans. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kuota calon penerimamanfaat sesuai yang telah ditetapkan.Sarana dan prasarana yang diperlukan selama pendampingan : pertama, shelter yaitu tempatkegiatan dalam memfasilitasi pendampingan pekerja anak selama 1 (satu) bulan, dapat berupabalai latihan kerja milik pemerintah maupun swasta, pondok pesantren, asrama, rumah, dll.Ketentuan mengenai lokasi, kelengkapan sarana, status serta kapasitasnya sudah ditentukan.Selanjutnya tenaga pendamping, tiap shelter terdiri atas 3 (tiga) orang pendamping. Pendampingbisa berasal dari LSM, pekerja sosial, atau relawan yang direkrut oleh penanggung jawab dengansyarat dan tahap rekrut yang sudah ditentukan pula. Posisi pendamping memegang perananpenting pada keberhasilan pelaksanaan program. Tugas pendamping melakukan home visit untukmenyiapkan calon penerima manfaat program, melakukan pendampingan dan memotivasipenerima manfaat selama di shelter dan pasca shelter, hingga penyiapan rekomendasi tentangminat dan kemampuan anak dalam rangka pengembalian ke dunia pendidikan. Belum jugamelakukan home visit pasca shelter untuk membimbing penerima manfaat serta memberipemahaman kepada orang tuanya agar tetap berkomitmen pada pendidikan.Saat di shelter peran seorang tutor diperlukan untuk melakukan proses belajar-mengajar danmemotivasi serta mempersiapkan anak kembali ke dunia pendidikan, sehari-harinya bersinergidengan tenaga pendamping untuk melakukan pendampingan selama di shelter. Kreativitasseorang tutor dalam penyampaian materi dan pemberian motivasi diperlukan agar anak tidakjenuh dan betah tinggal di shelter, karena dengan latar belakang anak yang beragam, kehidupan
  8. 8. keras sebagai anak jalanan, pergaulan bebas atau pengaruh situasi dan kondisi rumah tanggasangat dimungkinkan banyak permasalahan yang mereka hadapi.Dalam pelaksanaan program PPA-PKH, setiap jenjang kelembagaan pelaksana baik Pusat,Propinsi dan Kab. wajib mendokumentasikan dan melaporkan semua aktivitas yang dilakukanmelalui kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan. Target dari kegiatan monitoring adalahdengan sarana sumber daya dan dana yang ada jumlah pekerja anak dari RTSM dapat berkurang.Dari hasil kegiatan evaluasi diharapkan dengan outcomes meningkatnya angka partisipasisekolah anak akan membawa impact meningkat pula tingkat kesejahteraan RTSM.Pada tingkat Propinsi, monitoring, evaluasi dan pelaporan dilakukan oleh masing-masingKoordinator Kab., yaitu pada tahap persiapan pelaksanaan program, tahap pelaksanaanpendampingan di shelter dan tahap pasca pendampingan. Selanjutnya hasil monitoringdilaporkan pada ketua tim teknis dan dilakukan evaluasi bersama untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ada guna dilakukan penyelesaiannya. Di tingkat Kab. yang wajib melakukanmonitoring, evaluasi dan pelaporan adalah masing-masing Koordinator shelter.Hingga saat ini, dengan dimulainya per–siapan kegiatan pada bulan Maret 2012 sampai denganberakhirnya proses pendampingan di shelter selama 1 (satu) bulan pada Juli 2012, dapatdilakukan kajian sebagai bahan masukan untuk pelaksanaan kegiatan pada tahap berikutnya.Pertama, waktu yang relatif pendek dan mendesak dalam pelaksanaan program PPA-PKH,sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan persiapan sarana-prasarana dengan baik dan benarsesuai syarat dan kelengkapan yang ditentukan, misalnya tempat shelter, petugas pendamping,tutor, materi ajar, penyedia makanan, dll, sehingga ada beberapa Kabupaten dalam penyediaansarana dan prasarana tersebut seadanya dan kurang sesuai dengan persyaratan dan kelengkapansebagaimana ketentuan, Kedua, dengan terbatasnya waktu dan adanya pergantian personil yangdiutus mengikuti beberapa kali pengarahan dari Tim Pusat sehingga kurang adanya pemahamanpada petugas teknis akan pedoman program PPA-PKH yang telah ditetapkan olehDepnakertrans, kurangnya koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, DinasPendidikan, Departemen Agama dan Dinas Kesehatan, dan kurangnya sosialisasi padamasyarakat luas sebagai calon penerima manfaat program sehingga dalam teknis pelaksanaankegiatan banyak ditemui kendala, Ketiga, adanya kegiatan dalam teknis operasional yang tidakterdapat pada mata anggaran kegiatan, misalnya biaya transport untuk penjemputan calonpenerima manfaat ke shelter, biaya kesehatan selama di shelter, untuk ke depan hal-hal teknisselama pelaksanaan pendampingan hal ini perlu dipikirkan, Keempat, untuk tindak lanjutprogram PPA-PKH perlu dipikirkan segera langkah penanganannya, dengan dikeluarkannyaRekomendasi berdasar minat dan kemampuan penerima manfaat untuk kembali pada duniapendidikan. Sejauhmana hal ini di follow-up dan apakah program PPA-PKH sudah terintegrasidengan instansi terkait, hal ini menjadi perhatian para stakeholder untuk segera mengambillangkah penanganannya.Ribuan pekerja anak di kabupaten Gowa menggantungkan harapan pada program PPA-PKH ini.Langkah pertama sudah diambil, kepastian langkah berikutnya menjadi kewajiban Pemerintahdan menjadi hak bagi pekerja anak sebagai penerima manfaat program, karena mereka sudahditarik dari pekerjaannya. Dalam kerangka program PKH skala Nasional patut optimis programPPA-PKH ini akan berhasil dan menuai kesuksesan. (koordinator shelter Kab. Gowa

×