Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kehidupan alam barzakh

2,190 views

Published on

Kematian hanyalah perubahan suasana saja, sedangkan ruh manusia setelah berpisah dari jasad akan tetap kekal, adakalanya dalam kungkungan azab dan ada kalanya dalam kenikmatan

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kehidupan alam barzakh

  1. 1. KEMATIAN DAN KEHIDUPAN ALAM BARZAKH MUHAMMAD IDRUS RAMLI
  2. 2. HAKIKAT KEMATIAN Kematian hanyalah perubahan suasana saja, sedangkan ruh manusia setelah berpisah dari jasad akan tetap kekal, adakalanya dalam kungkungan azab dan ada kalanya dalam kenikmatan
  3. 3. HAKIKAT KEMATIAN Kematian bukanlah ketiadaan murni, akan tetapi terputusnya hubungan ruh dari badan, dan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain.
  4. 4. KEHIDUPAN PARA NABI Kehidupan Nabi dan nabi-nabi lainnya di dalam kubur mereka, menjadi keyakinan kami secara definitif karena dalil-dalil yang tegas menyatakannya dan hadits-hadits mutawatir yang menunjukkannya.
  5. 5. KEHIDUPAN PARA NABI Diyakini secara pasti, bahwa jasad Nabi di dalam tanah masih segar bugar. Nabi bersabda: “Sesungguhnya Allah melarang tanah merusak jasad para nabi.”
  6. 6. KEHIDUPAN PARA NABI Kematian bukanlah ketiadaan murni, akan tetapi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Dipastikan bahwa kematian para nabi hanyalah karena keberadaan mereka tersembunyi dan tidak kita ketahui, meskipun sebenarnya mereka ada dan hidup, seperti halnya Malaikat, ada dan hidup, tetapi tidak kita lihat.
  7. 7. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
  8. 8. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Kedua ayat di atas menunjukkan pada kehidupan orang-orang yang dibunuh di jalan Allah, yaitu para syuhada’. Tentu saja para nabi memiliki kehidupan yang lebih sempurna di alam barzakh dari pada syuhada’, karena derajat mereka yang lebih tinggi.
  9. 9. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Nabi : “Tak seorang pun mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah kembalikan rohku, sehingga aku membalas salamnya”.
  10. 10. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Nabi : “Tak seorang pun mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah kembalikan rohku, sehingga aku membalas salamnya”.
  11. 11. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Rasulullah : “Para nabi itu hidup di alam kubur mereka, senantiasa menunaikan sholat.”
  12. 12. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Rasulullah : “Allah melarang tanah, merusak jasad para nabi.”
  13. 13. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Rasulullah : “Demi Dzat yang menguasai Abul Qasim (Nabi ), Isa bin Maryam akan turun sebagai pemimpin dan hakim yang adil, akan memecah salib, membunuh babi, mendamaikan permusuhan, menghilangkan kebencian, ia akan ditawari harta, lalu menolaknya. Lalu seandainya ia berdiri makamku dan berkata: “Wahai Muhammad”, aku pasti menjawabnya.”
  14. 14. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Rasulullah : “Barang siapa yang membaca shalawat di dekat makamku, maka aku mendengarnya. Dan barang siapa yang membaca shalawat dari tempat yang jauh, maka aku mengetahuinya”. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar.
  15. 15. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Sa’id bin al-Musayyab (ulama tabi’in): “Pada malam-malam peperangan Harrah, aku sendirian di masjid Rasulullah . Setiap datang waktu shalat, aku mendengar suara adzan dari arah makam Nabi .”
  16. 16. DALIL KEHIDUPAN PARA NABI Sa’id bin al-Musayyab (ulama tabi’in) sendirian di masjid Rasulullah pada waktu peperangan Harrah. Setiap datang waktu shalat, ia mendengar suara adzan dari arah makam Nabi .”
  17. 17. KITAB KHUSUS TENTANG KEHIDUPAN PARA NABI Imam al- Baihaqi, wafat tahun 458 H, menulis kitab khusus tentang kehidupan para nabi di alam barzakh berjudul, Hayat al-Anbiya’ ba’da Wafatihim.
  18. 18. KITAB KHUSUS TENTANG KEHIDUPAN PARA NABI Imam as-Suyuthi, wafat tahun 911 H, menulis kitab khusus tentang kehidupan para nabi di alam barzakh berjudul, Anba’ al-Adzkiya’ bi-Hayat al- Anbiya’
  19. 19. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Tak seorang pun melewati makam saudaranya yang mukmin yang dikenalnya di dunia, lalu mengucapkan salam kepadanya, kecuali ia mengetahui dan menjawab salamnya.
  20. 20. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Seorang wanita mengucapkan salam kepada ahli kubur di makam para syuhada’ perang Uhud, ia pun mendengar jawaban salam dari bawah tanah, sehingga bulu roma nya bangun semua.
  21. 21. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN “Sesungguhnya amal perbuatan kalian diperlihatkan kepada kerabat dan keluarga jauh kalian yang telah meninggal, jika amal kalian baik, mereka merasa senang, dan jika tidak baik, mereka berkata: “Ya Allah, jangan Engkau matikan mereka sebelum Engkau beri hidayah seperti halnya kami.”
  22. 22. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Ulama salaf bersepakat bahwa orang yang telah meninggal dunia mengetahui kunjungan orang yang masih hidup kepadanya serta merasa senang dengannya.
  23. 23. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Fadhal bin Muwaffaq (ulama salaf) rutin mengunjungi makam ayahnya. Suatu ketika ia mengantarkan jenazah ke dekat makam ayahnya, karena terburu-buru, ia segera pergi, tidak mengunjungi makam ayahnya. Malam harinya, ia bermimpi, ayahnya berkata: “Anakku, mengapa tidak mengunjungiku?” Ia menjawab: “Ayah tahu kalau aku berkunjung?” Ia menjawab: “Ya nak, aku tahu sejak kamu muncul dari jembatan, lalu duduk di dekatku sampai kamu pergi dan melewati jembatan.”
  24. 24. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Orang mati akan mengetahui para pengunjungnya pada hari Jum’at, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.
  25. 25. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Ibn Abi al-Dunya meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Rasyid bin Sa’ad, berkata: “Ada seorang laki-laki yang istrinya meninggal. Malam harinya ia bermimpi melihat banyak perempuan yang sudah meninggal, kecuali istrinya yang tidak kelihatan bersama mereka. Lalu ia bertanya kepada mereka tentang istrinya yang tidak nampak bersama mereka. Mereka menjawab: “Kalian telah memberinya kafan yang kurang bagus, sehingga ia malu untuk keluar bersama kami”. Lalu laki-laki tersebut datang kepada Nabi dan menceritakan tentang istrinya yang meninggal serta mimpi yang dialaminya. Lalu Nabi bersabda: “Coba lihat, apakah ada orang yang dipercaya untuk menyampaikannya?” Lalu laki-laki itu mendatangi seorang lelaki Anshar yang sedang menghadapi detik-detik kematian dan menyampaikan keinginannya untuk menitipkan kain kafan kepada istrinya nanti kalau ia sudah meninggal. Lelaki Anshar menjawab: “Kalau memang, orang yang sudah meninggal dapat menyampaikan titipan kepada orang yang juga sudah meninggal, tentu titipanmu akan saya sampaikan.” Lalu lelaki Anshar itu pun meninggal. Kemudian laki-laki tadi datang membawa dua kain kafan yang dilengkapi dengan za’faran (cat pewarna kuning) dan kemudian diletakkannya di dalam kafan lelaki Anshar yang baru meninggal itu. Malam harinya, laki-laki tersebut bermimpi melihat perempuan-perempuan yang sudah meninggal, dan istrinya juga tampak bersama mereka dengan mengenakan dua baju berwarna kuning.”
  26. 26. KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Ibnu Taimiyah berkata: “Riwayat bahwa suatu kaum mendengar jawaban salam dari dalam makam Nabi atau makam orang-orang shaleh, Sa’id bin al-Musayyab mendengar suara adzan dari dalam makam Nabi pada hari-hari peperangan Harrah, itu benar. Bahkan aku tahu kejadian yang serupa pada orang-orang di bawah Nabi .”

×