SlideShare a Scribd company logo
1 of 24
Fungsi


            - fungsi : awal pencernaan dan menyimpan makanan
            - dilapisi kutikula
            - bagiannya mulai dari daerah mulut, selanjutnya ke
1 foregut     esophagus, crop dan proventriculus.

            - mencerna makanan dan absorbsi nutrient ke dalam
               tubuh
            - Bagian akhir midgut terdapat tubulus malphigi (organ
2 midgut
              eksresi).

            - hindgut tersusun atas ileum yang sempit yang diikuti
              oleh rectum, berakhir di anus, dilapisi kutikula.
            - makanan yang tidak dicerna dari midgut dan hasil
3 hindgut
              ekskresi tubulus malphigi masuk ke hindgut untuk
              diabsorpsi kembali dalam hemolimph (bila ada yang
              masih berguna).
Organ Pencernaan dan Ekskresi Serangga




Lintasan makanan :
- Setelah saliva disekresi dan makanan masuk ke dalam mulut, selanjutnya dibawa ke hypopharinks
  dan pharinks. Dari pharinks, dengan bantuan kontraksi otot, makanan menuju esophagus sampai
  mencapai crop (crop berperan sebagai ‘pre-stomach’ yang menyimpan makanan). Bila tidak
  disimpan dalam crop, makanan menuju ke midgut untuk diabsorpsi. Sisanya akan masuk ke dalam
  hindgut untuk diproses kembali (re-absorpsi) dan menuju rektum untuk dikeluarkan sebagai feces.
                                         http://www.ento.vt.edu/Courses/Undergraduate/IHS/distance/lecture_files/Anatomy
Enzim pencernaan

 Enzim pencernaan tidak hanya disekresi oleh kelenjar saliva tetapi juga
  oleh sel-sel midgut dan diverticulanya yang bervariasi berdasarkan jenis

  makanan serangga.
 Enzim yang dihasilkan oleh kelenjar saliva adalah amilase, sedangkan
  yang dihasilkan oleh midgut adalah protease, lipase, amilase, dan
  invertase.
 Saliva : berfungsi membasahi makanan sehingga mudah dikunyah dan
           ditelan, mengandung enzim amilase yang membantu
           memecahkan makanan.
 Contoh : pada serangga hematophage, salivanya mengandung senyawa
            kimia untuk mencegah pembekuan darah; pada ulat kupu, kel.
            salivanya memproduksi sutra; pada serangga predator (lalat
            perampok/Asilidae dan kepik assassin/Reduviidae), ludahnya
            mengandung toksin yang dapat melumpuhkan mangsanya.
o Organ yang berperan dalam sistem ekskresi adalah tubulus malphigi
  dan rektum (lihat gambar pada sistem pencernaan).

o Setelah nutrisi diambil dan proses metabolisme selesai, sejumlah
  produk sisa akan dihasilkan dan harus dikeluarkan dari tubuh karena
  produk ini tidak berguna bahkan bersifat racun bagi serangga. Zat ini
  dikeluarkan dari tubuh melalui proses yang dikenal sebagai proses
  ekskresi.
o Sistem ekskresi berperan penting dalam menjaga dan mengendalikan
  keseimbangan garam-garam mineral dan air pada cairan tubuh. Proses ini
  penting bagi serangga untuk dapat hidup pada lingkungan yang kering.
o Eskresi terjadi ketika aliran darah melewati tubulus malphigi dan senyawa
  yang dikandungnya berdifusi atau pindah secara aktif ke dalam tubulus.
  Kebanyakan nitrogen diambil oleh tubulus dalam bentuk garam asam urat,
  yang terbentuk pada badan lemak dan pindah ke darah sebelum dibuang.
  Substansi lain : asam amino, berbagai ion, dan air. Aliran urin di dalam tubulus
  malphigi disebabkan terjadinya perbedaan konsentrasi ion natrium. Urin
  kemudian dibuang dari tubulus malphigi menuju ke usus belakang, dimana
  akan melewati rektum.
o Pada rektum, terjadi proses reabsorbsi air, menghasilkan feses yang relatif
  kering pada kebanyakan serangga. Rektum juga berperan dalam mengambil
  ion anorganik dan asam amino yang dibutuhkan dari urin dan
  mengembalikannya ke dalam darah dalam jumlah yang dikendalikan yang
  selanjutnya berperan dalam menjaga keseimbangan ion di dalam tubuh.
o Urin, dihasilkan oleh tubulus malphigi, merupakan cairan bening, seperti cairan
  yang dikeluarkan oleh serangga pemakan darah setelah makan, atau suatu
  suspensi yang sangat kental, seperti “meconium” yang dihasilkan oleh
  Lepidoptera dewasa yang baru keluar dari kepompong.
Senyawa yang dibuang oleh sistem ekskresi terdiri dari :


   Substansi, seperti garam mineral atau air, yang berada dalam jumlah
    berlebih pada makanan yang dimakan.
   Produk akhir dari metabolisme seperti nitrogen organik, sulfur, dan
    fosfor yang biasanya terdapat dalam jumlah yang berlebih dan
    merupakan komponen utama dari senyawa yang dibuang oleh sistem
    pembuangan.
   Senyawa-senyawa yang kurang maupun lebih kompleks, biasanya
    berwarna, yang dihasilkan dari suatu produk sampingan proses
    biokimia yang terjadi pada tubuh serangga dan harus dikeluarkan
    karena komponen kimiawi dalam tubuh serangga tidak dapat
    mengubah senyawa ini yang selanjutnya dapat menimbulkan
    kerusakan pada jaringan tubuh serangga.
   Senyawa asam atau basa yang bertujuan untuk menjaga
    keseimbangan ionik dan tekanan osmosis di dalam darah. Mekanisme
    yang dilakukan dapat berupa pembuangan maupun penyerapan air
    atau ion-ion tertentu.
 Serangga tidak mempunyai paru-paru, sebagai gantinya
  pernafasan pernafasan ‘pasif’ melalui spirakel. Udara masuk ke
  dalam tubuh melalui pipa yang disebut trakea, selanjutnya ke
  trakeola. Difusi gas-gas berlangsung dalam jarak yang pendek,
  ini salah satu sebab mengapa serangga berukuran kecil.
  Serangga yang tidak punya spirakel dan trakea (Collembola)
  bernafas melalui kulit melalui difusi gas- gas.
 Jumlah spirakel bervariasi antar spesies. Pada Diplura 11 pasang

    (4 pasang pada toraks, 7 pasang di abdomen). Pada capung
dan
  belalang 2 pasang pada toraks dan 8 pasang pada abdomen .
   Syrphidae hanya mempunyai 2 pasang, terletak di toraks. Larva
  nyamuk dan kumbang air hanya mempunyai 1 pasang di
  abdomen.Kebanyakan serangga mempunyai ‘katup’ pada
  spirakel untuk mencegah kehilangan air.
http://www.earthlife.net/c-vitae.html




o Pada kebanyakan serangga, trakea berhubungan dengan serangkaian pipa
  longitudinal yang disebut ‘trunks’ dengan jaringan yang lebih kecil.
o Dorsal Longitudinal Trunk terletak pada tubuh bagian atas, atau bagian belakang
  tubuh serangga; Lateral Longitudinal Trunk berjalan sepanjang sisi mulai dari spirakel;
  Ventral Longitudinal Trunk berjalan di sepanjang belly.
o Pada kebanyakan serangga, utamanya Hymenoptera, trakea dihubungkan dengan
  suatu kantong udara yang dapat menyimpan udara. Kebanyakan serangga dapat
  menggunakan otot tubuh untuk squeeze trakea dan kantong udara untuk
  mengeluarkan udara dan melepas ketegangan otot, menyebarkan udara segar ke
  dalam trakea. Contohnya pada capung.
 Darah serangga memenuhi 30% volume rongga tubuhnya (manusia
  hanya 8% volume rongga tubuh terisi oleh darah).
 Warna darah biasanya kehijauan atau kekuningan, tetapi dapat pula
  tidak berwarna. Massa jenisnya mendekati massa jenis air yaitu
  sebesar 1,03 (larva Celerio, Lepidoptera) - 1,045 (larva Apis). Biasanya
  agak asam, tetapi pH darah bervariasi tergantung kepada spesies,
  instar, umur dan jenis kelamin.
 Pada tubuh serangga hanya terdapat satu jaringan tubuh yang bersifat
  cair, darah atau haemolymph, memiliki beberapa kesamaan dengan
  darah pada mamalia.
 Sistem peredaran darah terbuka dimana darah mengalir melalui rongga
  tubuh (haemocoel). Darah dipisahkan dengan jaringan lain dari tubuh
  dengan sebuah lapisan basal lamina yang tipis dan panjang. Dengan
  sedikit pengecualian, hanya ada satu saluran darah, yang membentang
  sepanjang bagian tengah tubuh dari belakang tubuh.
Kandungan hemolymph (darah serangga) :

1. Air (80%-90%). Pada beberapa serangga dapat hanya mengandung 50% air.
2. Ion-ion organik (klorida, fosfat, kalsium, magnesium, natrium dan kalium
3. Sejumlah kecil logam
4. Sisa metabolisme nitrogen yang terdiri dari asam urat (uric acid), urea, allantonin, dan
   amonia (pada serangga- serangga perairan).
6.Asam-asam organik, terutama yang terlibat pada siklus Krebs seperti suksinat , malat , dan
laktat.
7.Karbohidrat seperti Trehalose (dengan konsentrasi dapat mencapai 5% dalam cairan
tubuh), Glycoprotein ID tags, Polyhidric alcohols glycerol, dan sorbitol. Pada lebah madu dan
beberapa serangga lain gula utama di dalam tubuh dalam glukosa.
8.Lemak
9. Asam amino yang hampir 15% dari total senyawa nitrogen yang terdapat pada tubuh
serangga.
10.Protein (dengan jumlah yang sama dengan jumlah protein pada plasma dari mamalia
yaitu 6% dari volume tubuh) yang bersirkulasi pada hemocoel yang terdiri dari : cadangan
protein, inhibitor protease, protein transport, enzim, protein sel telur, pigmen, protein anti-
bakteri dan anti-jamur, “ice nucleator”, lectin, dan protein untuk kejutan temperatur
(temperature shock).
10. Pigmen tambahan seperti zat warna dari tumbuhan dan haemoglobin (sangat jarang).
11.Gas dalam konsentrasi rendah
12. Monosakarida dalam konsentrasi rendah
Fungsi darah :
• Transportasi bahan makanan dan produk akhir metabolisme.
• Respirasi.
• Perlindungan, dilakukan oleh sel hematocyt yang terdapat pada
  darah.
• Fungsi Hidrolik. Seluruh volume darah terdapat di dalam rongga
  tubuh dan membentuk suatu sistem hidrolik tertutup yang memiliki
  kemampuan untuk memindahkan tekanan dari satu bagian tubuh
  menuju kepada bagian tubuh yang lain. Ini merupakan suatu
  sensor mekanik yang memiliki banyak kegunaan di dalam tubuh
  serangga.
• Berperan dalam pembentukan jaringan penghubung.
• Berperan dalam proses metabolisme.
• Berperan dalam pembekuan darah.
Proses peredaran darah
 Peredaran darah pada serangga dimulai pengambilan darah oleh jantung yang akan
  memompakan darah menuju ke arah depan dengan menggunakan gerakan
  peristaltik. Darah dibawa ke arah kepala, mengalir menuju ke otak, dan berputar
  kembali ke belakang menuju ke jantung untuk diambil dan digunakan kembali.
  Sebuah membran longitudinal, atau septa, pada tonjolan di beberapa serangga
  membantu dalam proses aliran darah pada bagian tersebut. Pada beberapa
  serangga, thoracic pulsating organ membantu dalam mengedarkan darah pada
  daerah sayap.




                 Http://insects.free.fr/Physiology/Circulation/circulatory_system.htm
o Sistem syaraf serangga terdiri dari sebuah otak (hasil penyatuan 3 pasang

  ganglia) dengan sekelompok neuron atau sel-sel syaraf. Sepasang simpul
  (cords) berjalan di setiap sisi otak menuju ujung abdomen yang dikenal
  sebagai 'ventral nerve cord'.

o Pada serangga primitif, ada sepasang ganglia per segmen tubuh, kepala
  merupakan gabungan 6 segmen tubuh yang mengandung 6 pasang
  ganglia yang terkumpul menjadi 2 kelompok. 3 ganglia depan membentuk
  otak dan 3 ganglia belakang membentuk ‘subesophageal ganglion'.
  Pada kebanyakan serangga, umumnya ada 3 ganglia toraks and 8 ganglia
  abdominal, tetapi pada serangga yang lebih tinggi tingkatannya, beberapa
  ganglia abdominal sudah hilang atau menyatu dengan ganglia dekat
  kepala.

o Ganglia berperan mengkoordinasi aktivitas segmen tubuh.
http://www.earthlife.net/c-vitae.html
 Kebanyakan serangga adalah dioecious, yaitu
  terdapat jantan dan betina yang kawin untuk
  menghasilkan sebuah zygote.
 Organ reproduksi pada serangga betina dan jantan
  memilki kemiripan, dan biasanya terdapat pada bagian
  belakang dari rongga perut.
 Organ reproduksi pada serangga terdiri dari alat
  kelamin dalam dan alat kelamin luar.
 sekelompok ovarium, sebuah
  spermatheca, dan sebuah saluran
  yang mengarah ke arah ovipositor
  sebagai saluran tempat pengeluaran
  telur dari dalam tubuh. Sebuah
  ovarium memiliki beberapa sampai
  banyak ovariole atau tubulus.
 Oviduct pada kedua sisi akan bersatu

  membentuk sebuah oviduct sejati.
   Oviduct membuka pada sebuah ruang
  penyimpan telur, atau vagina, yang
  membuka langsung menuju ke arah
  ovipositor yang merupakan alat
  kelamin luar, atau sebuah alat lain
  lain yang berfungsi untuk
  mengeluarkan telur.


                       http://www.ento.vt.edu/Courses/Undergraduate/IHS/distance/lecture_files/Anatomy
 Sepasang testis, setiap
                                          testis
                                              terdiri dari sekelompok
                                              tabung sperma, sebagai
     testis                                   tempat produksi sperma.
                                              Tabung sperma membuka
Kelenjar asesori                          ke
                                              arah saluran, vas deferens,
 Vesikel seminalis                            menuju vesikel seminalis
                                              yang selanjutnya menuju
  Aedeagus (organ kopulasi)                   saluran ejakulasi
                                             (ejaculatory duct). Saluran
   Vas               Kelenjar asesori
                                              ini akan membentang ke
   deferens                                   arah penis dan berakhir
                                          pada
                                              lubang tempat keluarnya
                                              sperma. Penis biasanya
                                              berasosiasi dengan struktur
    testis         ductus ejaculatorius       reproduksi luar jantan
                                              (aedeagus). Struktur lain
                                              yang berasosiasi dengan
                                              bagian dalam dari saluran
                                              ejakulasi adalah kelenjar
                                              aksesoris yang jumlahnya
                                              dapat tunggal atau
                                              sepasang.
Menurut fungsinya, alat kelamin luar digolongkan ke dalam dua bagian :

1. Alat kopulasi, pada serangga jantan dipergunakan untuk menyalurkan
      spermatozoa dari testis ke spermateka serangga betina. Bagian ini
   disebut aedeagus. Pada serangga betina bagian yang menerima
   spermatozoa disebut spermateka. Di tempat ini sperma dapat hidup
   sampai lama dan dikeluarkan sewaktu-waktu untuk pembuahan. Alat
   yang berfungsi sama disebut bursa copulatrix.

2. Alat pelengkap, pada serangga jantan berupa klasper atau alat pemegang.
   Klasper berasal dari bagian yang disebut paramer dan bukan dari stilus.
   Tetapi pada serangga betina alat yang disebut ovipositor dan dipakai
   untuk meletakkan telur, dianggap berasal dari stilus.
o Jumlah telur yang dapat dihasilkan oleh seekor serangga betina,
  sepanjang hidupnya, sangat bervariasi tergantung kepada spesiesnya
  dari hanya sepuluh sampai beberapa juta telur. Walaupun kemampuan
  maksimal dari serangga tersebut sangat tinggi, namun biasanya mereka
  hanya meletakkan antara satu atau 200 dan beberapa ribu telur saja
  (Hilton, 1981).
o Leschenaultia adusta (Diptera, Tachinidae), parasit pada Estigmene
  acrea, dilaporkan memiliki kemampuan untuk meletakkan 4572 telur
  (Jackson et. al., 1970). Ceroplasses pseudoceriferons (Hemiptera,
  Coccidae), mampu meletakkan sampai 10.000 telur (Sankaran, 1954),
  sedangkan Hemiptera Kapala terminalis dan Stilbula cynipiformis
  (Eucharitidae) sampai 15.000 telur (Clausen, 1940).
o Fekuditas paling tinggi pada serangga non-sosial ditemukan pada
  ngengat Hantu Australia, Trictena atripalpis (Hepialidae) yang mampu
  meletakkan 29.100 telur (Tindale, 1932), dan ketika dibedah ditemukan
  15.000 telur yang berkembang sempurna pada ovariumnya.
o Fekuditas paling tinggi pada serangga sosial sejati ditemukan pada ratu
  rayap, Termites bellicossus (=Macrotermes natalensis) yang meletakkan
  sampai 30.000 telur setiap hari dan rata-rata hidup selama 10 tahun
  (Fenton, 1952) . Semut tentara, Eciton burchelli, dapat meletakkan
  120.000 telur setiap 36 hari (Schneirla,1957). Ratu dari semut pengemudi
  dari Afrika, Dorylus wilverthi dapan menghasilkan 3 sampai 4 juta telur
  setiap 25 hari (Raigner dan van Boven,1955). Semut pengemudi yang
  lain memiliki fekunditas yang mirip, 1-2 juta telur setiap bulan (Holldobler
  dan Wilson, 1990). Ratu yang merupakan anggota terbesar dari koloni
  semut dapat memiliki sampai 15.000 ovariol. Mereka meletakkan telur
  secara kontinu, tetapi dengan kemampuan produksi tertinggi untuk lima
  sampai enam hari setiap tiga minggu.
o Seperti halnya hewan lain, serangga juga menghasilkan hormon yang
  berfungsi mengatur proses fisiologi dan biokimia.
o Sumber hormon : sistem neuroendockin, corpora allata, kelenjar
                     prothoraks, kelenjar epitrakea.
   Sel-sel endokrin yang lain ditemukan di berbagai jaringan, misalnya di usus
   dan ovarium.
o Sistem neuroendokrin terdiri atas sel-sel syaraf yang mensekresi hormon
   yang terletak di ganglia.
   Neurohormon merupakan master regulators and mengatur proses fisiologi
   dan metabolisme termasuk sekresi hormon yang mengatur proses molting,
   metamorphosis dan reproduksi.
o Corpora cardiaca adalah struktur neuroendokrin utama yang menempel
  pada otak. Corpora cardiaca berfungsi menyimpan dan mensekresi
  neurohormon yang disintesis oleh sel-sel neurosekretori otak. corpora
  cardiaca juga mempunyai sel-sel neuroseckretori intrinsik yang mensintesa
  dan mensekresi neurohormon.
o Corpora allata mensekresi hormon juvenile yang berfungsi mencegah
  larva agar tidak melakukan metamorfosis di setiap tahapan molting,
  juga menstimulasi pembentukan telur pada kebanyakan serangga
  betina dewasa.
o Kelenjar prothoraks merupakan sekelompok sel-sel berbentuk anggur
  yang mengelilingi trakea pada segmen toraks pertama. Kelenjar ini
  mensekresi hormon ecdysone yang berperan menstimulasi tahapan
  molting. Pada beberapa spesies serangga, misalnya nyamuk, hormon
  ecdysone dihasilkan oleh ovarium serangga betina dan menstimulasi
  pembentukan telur.
o Sama halnya dengan kelenjar prothoraks, kelenjar epitracheal
  merupakan sekelompok sel-sel sekretori yang berasosiasi dengan
  trakea yang mensekresi hormon untuk mengatur tingkah laku molting .
o Sel-sel endocrine juga ditemukan ada pada dinding usus dan dapat
  mempengaruhi aktivitas makan.

Lebih lengkapnya, silahkan mendownload situs ini
http://entochem.tamu.edu/insect_structure-function/index.html
Anatomi serangga

More Related Content

What's hot

MAKALAH INSEKTA
MAKALAH  INSEKTAMAKALAH  INSEKTA
MAKALAH INSEKTA
R Januari
 
Lumut daun (Bryophyta)
Lumut daun (Bryophyta)Lumut daun (Bryophyta)
Lumut daun (Bryophyta)
SyaRif Damput
 
Power Point Platyhelminthes
Power Point PlatyhelminthesPower Point Platyhelminthes
Power Point Platyhelminthes
Imawaty Yulia
 
Presentation nematoda
Presentation nematodaPresentation nematoda
Presentation nematoda
R Januari
 
Makalah nematoda
Makalah nematoda Makalah nematoda
Makalah nematoda
R Januari
 

What's hot (20)

PPT Embriologi Tumbuhan - Pinus merkusii
PPT Embriologi Tumbuhan - Pinus merkusiiPPT Embriologi Tumbuhan - Pinus merkusii
PPT Embriologi Tumbuhan - Pinus merkusii
 
Laporan Praktikum 6 Identifikasi Burung
Laporan Praktikum 6 Identifikasi BurungLaporan Praktikum 6 Identifikasi Burung
Laporan Praktikum 6 Identifikasi Burung
 
Subfilum chelicerata
Subfilum chelicerataSubfilum chelicerata
Subfilum chelicerata
 
MAKALAH INSEKTA
MAKALAH  INSEKTAMAKALAH  INSEKTA
MAKALAH INSEKTA
 
Echinodhermata
Echinodhermata Echinodhermata
Echinodhermata
 
PPT Embriologi Tumbuhan - Bryophyta
PPT Embriologi Tumbuhan - BryophytaPPT Embriologi Tumbuhan - Bryophyta
PPT Embriologi Tumbuhan - Bryophyta
 
Lumut daun (Bryophyta)
Lumut daun (Bryophyta)Lumut daun (Bryophyta)
Lumut daun (Bryophyta)
 
Sistem2 amfibi
Sistem2 amfibiSistem2 amfibi
Sistem2 amfibi
 
powerpoint insecta
powerpoint insectapowerpoint insecta
powerpoint insecta
 
Komunitas tumbuhan
Komunitas tumbuhanKomunitas tumbuhan
Komunitas tumbuhan
 
Coelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandritesCoelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandrites
 
Arthropoda
ArthropodaArthropoda
Arthropoda
 
Ppt jamur
Ppt jamurPpt jamur
Ppt jamur
 
Makalah Biologi - Amphibia
Makalah Biologi  - AmphibiaMakalah Biologi  - Amphibia
Makalah Biologi - Amphibia
 
Komunitas
KomunitasKomunitas
Komunitas
 
Power Point Platyhelminthes
Power Point PlatyhelminthesPower Point Platyhelminthes
Power Point Platyhelminthes
 
Presentation nematoda
Presentation nematodaPresentation nematoda
Presentation nematoda
 
Amphibia (Binatang Amphibi)
Amphibia (Binatang Amphibi)Amphibia (Binatang Amphibi)
Amphibia (Binatang Amphibi)
 
Cacing nematoda
Cacing nematodaCacing nematoda
Cacing nematoda
 
Makalah nematoda
Makalah nematoda Makalah nematoda
Makalah nematoda
 

Viewers also liked

Pengendalian Serangga ppt
Pengendalian Serangga pptPengendalian Serangga ppt
Pengendalian Serangga ppt
Nuroni Harahap
 
Anatomi internal serangga
Anatomi internal seranggaAnatomi internal serangga
Anatomi internal serangga
Tikasari Devi
 
INTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYA
INTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYAINTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYA
INTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYA
Josua Sitorus
 

Viewers also liked (20)

ppt insekta
ppt insektappt insekta
ppt insekta
 
Serangga
SeranggaSerangga
Serangga
 
Arthropoda kelompok 5
Arthropoda kelompok 5Arthropoda kelompok 5
Arthropoda kelompok 5
 
Pengendalian Serangga ppt
Pengendalian Serangga pptPengendalian Serangga ppt
Pengendalian Serangga ppt
 
Sistem pernapasan pada insecta
Sistem pernapasan pada insectaSistem pernapasan pada insecta
Sistem pernapasan pada insecta
 
Anatomi internal serangga
Anatomi internal seranggaAnatomi internal serangga
Anatomi internal serangga
 
Makalah entomologi
Makalah entomologiMakalah entomologi
Makalah entomologi
 
Pupuk dan pestisida nabati (kelompok 2 kkn tematik ummi 2014)
Pupuk dan pestisida nabati (kelompok 2 kkn tematik ummi 2014)Pupuk dan pestisida nabati (kelompok 2 kkn tematik ummi 2014)
Pupuk dan pestisida nabati (kelompok 2 kkn tematik ummi 2014)
 
Laporan rayap
Laporan rayapLaporan rayap
Laporan rayap
 
PKM Penelitian Rayap
PKM Penelitian Rayap PKM Penelitian Rayap
PKM Penelitian Rayap
 
Kalor
KalorKalor
Kalor
 
Termodinamika
TermodinamikaTermodinamika
Termodinamika
 
Pisces
PiscesPisces
Pisces
 
Myriapoda
 Myriapoda Myriapoda
Myriapoda
 
INTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYA
INTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYAINTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYA
INTERAKSI HAMA LALAT BUAH IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIANNYA
 
Aves (burung)
Aves (burung)Aves (burung)
Aves (burung)
 
Pascapanen Buah dan Sayur
Pascapanen Buah dan SayurPascapanen Buah dan Sayur
Pascapanen Buah dan Sayur
 
Klasifikasi pisces
Klasifikasi piscesKlasifikasi pisces
Klasifikasi pisces
 
Why Pest Managment Matters
Why Pest Managment MattersWhy Pest Managment Matters
Why Pest Managment Matters
 
Pisces Class
Pisces Class Pisces Class
Pisces Class
 

Similar to Anatomi serangga

Ppt biologi sistem ekskresi baru
Ppt biologi sistem ekskresi baruPpt biologi sistem ekskresi baru
Ppt biologi sistem ekskresi baru
Sarah Anggraheni
 

Similar to Anatomi serangga (20)

PPT - KLASIFIKASI - INSEKTA - IPA KELAS 7
PPT - KLASIFIKASI - INSEKTA - IPA KELAS 7PPT - KLASIFIKASI - INSEKTA - IPA KELAS 7
PPT - KLASIFIKASI - INSEKTA - IPA KELAS 7
 
Artikel annelida
Artikel annelidaArtikel annelida
Artikel annelida
 
Artikel annelida
Artikel annelidaArtikel annelida
Artikel annelida
 
Filum Annelida PPT beserta Anatomy
Filum Annelida PPT beserta AnatomyFilum Annelida PPT beserta Anatomy
Filum Annelida PPT beserta Anatomy
 
Ekskresi
EkskresiEkskresi
Ekskresi
 
Ekskresi
EkskresiEkskresi
Ekskresi
 
Tugas biologi(animalia) filum echinodermata
Tugas biologi(animalia) filum echinodermataTugas biologi(animalia) filum echinodermata
Tugas biologi(animalia) filum echinodermata
 
1. CIRI ANIMALIA-PORIFERA-COELENTERATA.pptx
1. CIRI ANIMALIA-PORIFERA-COELENTERATA.pptx1. CIRI ANIMALIA-PORIFERA-COELENTERATA.pptx
1. CIRI ANIMALIA-PORIFERA-COELENTERATA.pptx
 
sistem ekskresi
sistem ekskresisistem ekskresi
sistem ekskresi
 
Materi 3 sistem organ
Materi 3 sistem organMateri 3 sistem organ
Materi 3 sistem organ
 
Biologi
BiologiBiologi
Biologi
 
Sistem Ekskresi Hewan dan Manusia
Sistem Ekskresi Hewan dan ManusiaSistem Ekskresi Hewan dan Manusia
Sistem Ekskresi Hewan dan Manusia
 
Sistem Sirkulasi Serangga
Sistem Sirkulasi SeranggaSistem Sirkulasi Serangga
Sistem Sirkulasi Serangga
 
SISTEM EKSKRESI.pptx
SISTEM EKSKRESI.pptxSISTEM EKSKRESI.pptx
SISTEM EKSKRESI.pptx
 
Sistem Ekskresi dan Osmoregulasi
Sistem Ekskresi dan OsmoregulasiSistem Ekskresi dan Osmoregulasi
Sistem Ekskresi dan Osmoregulasi
 
Artikel kel. 8
Artikel kel. 8Artikel kel. 8
Artikel kel. 8
 
Anatomi dan fisiologi ikan nila hitam
Anatomi dan fisiologi ikan nila hitamAnatomi dan fisiologi ikan nila hitam
Anatomi dan fisiologi ikan nila hitam
 
Ppt biologi sistem ekskresi baru
Ppt biologi sistem ekskresi baruPpt biologi sistem ekskresi baru
Ppt biologi sistem ekskresi baru
 
Nirga Animalia.pptx
Nirga Animalia.pptxNirga Animalia.pptx
Nirga Animalia.pptx
 
Sistem Ekskresi
Sistem EkskresiSistem Ekskresi
Sistem Ekskresi
 

Recently uploaded

Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Novi Cherly
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
SriHandayaniLubisSpd
 
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
ahmadirhamni
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Hermawati Dwi Susari
 
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptxMODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
bubblegaming431
 

Recently uploaded (20)

PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdfPPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
 
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN.docx
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN.docxALUR TUJUAN PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN.docx
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN.docx
 
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
 
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKNTugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdfLaporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
 
SOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAH
SOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAHSOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAH
SOALAN UJIAN PENDIDIKAN SENI VISUAL TAHUN 1 SEKOLAH RENDAH
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
 
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docxLK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
 
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxLAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
TUGAS MANDIRI 1.4.a.3.pdf Ninik Widarsih CGP A.10
TUGAS MANDIRI 1.4.a.3.pdf Ninik Widarsih CGP A.10TUGAS MANDIRI 1.4.a.3.pdf Ninik Widarsih CGP A.10
TUGAS MANDIRI 1.4.a.3.pdf Ninik Widarsih CGP A.10
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
 
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptxMODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
MODUL 7 MANAJEMEN KUALITAS (11) (2).pptx
 

Anatomi serangga

  • 1.
  • 2. Fungsi - fungsi : awal pencernaan dan menyimpan makanan - dilapisi kutikula - bagiannya mulai dari daerah mulut, selanjutnya ke 1 foregut esophagus, crop dan proventriculus. - mencerna makanan dan absorbsi nutrient ke dalam tubuh - Bagian akhir midgut terdapat tubulus malphigi (organ 2 midgut eksresi). - hindgut tersusun atas ileum yang sempit yang diikuti oleh rectum, berakhir di anus, dilapisi kutikula. - makanan yang tidak dicerna dari midgut dan hasil 3 hindgut ekskresi tubulus malphigi masuk ke hindgut untuk diabsorpsi kembali dalam hemolimph (bila ada yang masih berguna).
  • 3. Organ Pencernaan dan Ekskresi Serangga Lintasan makanan : - Setelah saliva disekresi dan makanan masuk ke dalam mulut, selanjutnya dibawa ke hypopharinks dan pharinks. Dari pharinks, dengan bantuan kontraksi otot, makanan menuju esophagus sampai mencapai crop (crop berperan sebagai ‘pre-stomach’ yang menyimpan makanan). Bila tidak disimpan dalam crop, makanan menuju ke midgut untuk diabsorpsi. Sisanya akan masuk ke dalam hindgut untuk diproses kembali (re-absorpsi) dan menuju rektum untuk dikeluarkan sebagai feces. http://www.ento.vt.edu/Courses/Undergraduate/IHS/distance/lecture_files/Anatomy
  • 4. Enzim pencernaan  Enzim pencernaan tidak hanya disekresi oleh kelenjar saliva tetapi juga oleh sel-sel midgut dan diverticulanya yang bervariasi berdasarkan jenis makanan serangga.  Enzim yang dihasilkan oleh kelenjar saliva adalah amilase, sedangkan yang dihasilkan oleh midgut adalah protease, lipase, amilase, dan invertase.  Saliva : berfungsi membasahi makanan sehingga mudah dikunyah dan ditelan, mengandung enzim amilase yang membantu memecahkan makanan.  Contoh : pada serangga hematophage, salivanya mengandung senyawa kimia untuk mencegah pembekuan darah; pada ulat kupu, kel. salivanya memproduksi sutra; pada serangga predator (lalat perampok/Asilidae dan kepik assassin/Reduviidae), ludahnya mengandung toksin yang dapat melumpuhkan mangsanya.
  • 5. o Organ yang berperan dalam sistem ekskresi adalah tubulus malphigi dan rektum (lihat gambar pada sistem pencernaan). o Setelah nutrisi diambil dan proses metabolisme selesai, sejumlah produk sisa akan dihasilkan dan harus dikeluarkan dari tubuh karena produk ini tidak berguna bahkan bersifat racun bagi serangga. Zat ini dikeluarkan dari tubuh melalui proses yang dikenal sebagai proses ekskresi.
  • 6. o Sistem ekskresi berperan penting dalam menjaga dan mengendalikan keseimbangan garam-garam mineral dan air pada cairan tubuh. Proses ini penting bagi serangga untuk dapat hidup pada lingkungan yang kering. o Eskresi terjadi ketika aliran darah melewati tubulus malphigi dan senyawa yang dikandungnya berdifusi atau pindah secara aktif ke dalam tubulus. Kebanyakan nitrogen diambil oleh tubulus dalam bentuk garam asam urat, yang terbentuk pada badan lemak dan pindah ke darah sebelum dibuang. Substansi lain : asam amino, berbagai ion, dan air. Aliran urin di dalam tubulus malphigi disebabkan terjadinya perbedaan konsentrasi ion natrium. Urin kemudian dibuang dari tubulus malphigi menuju ke usus belakang, dimana akan melewati rektum. o Pada rektum, terjadi proses reabsorbsi air, menghasilkan feses yang relatif kering pada kebanyakan serangga. Rektum juga berperan dalam mengambil ion anorganik dan asam amino yang dibutuhkan dari urin dan mengembalikannya ke dalam darah dalam jumlah yang dikendalikan yang selanjutnya berperan dalam menjaga keseimbangan ion di dalam tubuh. o Urin, dihasilkan oleh tubulus malphigi, merupakan cairan bening, seperti cairan yang dikeluarkan oleh serangga pemakan darah setelah makan, atau suatu suspensi yang sangat kental, seperti “meconium” yang dihasilkan oleh Lepidoptera dewasa yang baru keluar dari kepompong.
  • 7. Senyawa yang dibuang oleh sistem ekskresi terdiri dari :  Substansi, seperti garam mineral atau air, yang berada dalam jumlah berlebih pada makanan yang dimakan.  Produk akhir dari metabolisme seperti nitrogen organik, sulfur, dan fosfor yang biasanya terdapat dalam jumlah yang berlebih dan merupakan komponen utama dari senyawa yang dibuang oleh sistem pembuangan.  Senyawa-senyawa yang kurang maupun lebih kompleks, biasanya berwarna, yang dihasilkan dari suatu produk sampingan proses biokimia yang terjadi pada tubuh serangga dan harus dikeluarkan karena komponen kimiawi dalam tubuh serangga tidak dapat mengubah senyawa ini yang selanjutnya dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh serangga.  Senyawa asam atau basa yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan ionik dan tekanan osmosis di dalam darah. Mekanisme yang dilakukan dapat berupa pembuangan maupun penyerapan air atau ion-ion tertentu.
  • 8.  Serangga tidak mempunyai paru-paru, sebagai gantinya pernafasan pernafasan ‘pasif’ melalui spirakel. Udara masuk ke dalam tubuh melalui pipa yang disebut trakea, selanjutnya ke trakeola. Difusi gas-gas berlangsung dalam jarak yang pendek, ini salah satu sebab mengapa serangga berukuran kecil. Serangga yang tidak punya spirakel dan trakea (Collembola) bernafas melalui kulit melalui difusi gas- gas.  Jumlah spirakel bervariasi antar spesies. Pada Diplura 11 pasang (4 pasang pada toraks, 7 pasang di abdomen). Pada capung dan belalang 2 pasang pada toraks dan 8 pasang pada abdomen . Syrphidae hanya mempunyai 2 pasang, terletak di toraks. Larva nyamuk dan kumbang air hanya mempunyai 1 pasang di abdomen.Kebanyakan serangga mempunyai ‘katup’ pada spirakel untuk mencegah kehilangan air.
  • 9. http://www.earthlife.net/c-vitae.html o Pada kebanyakan serangga, trakea berhubungan dengan serangkaian pipa longitudinal yang disebut ‘trunks’ dengan jaringan yang lebih kecil. o Dorsal Longitudinal Trunk terletak pada tubuh bagian atas, atau bagian belakang tubuh serangga; Lateral Longitudinal Trunk berjalan sepanjang sisi mulai dari spirakel; Ventral Longitudinal Trunk berjalan di sepanjang belly. o Pada kebanyakan serangga, utamanya Hymenoptera, trakea dihubungkan dengan suatu kantong udara yang dapat menyimpan udara. Kebanyakan serangga dapat menggunakan otot tubuh untuk squeeze trakea dan kantong udara untuk mengeluarkan udara dan melepas ketegangan otot, menyebarkan udara segar ke dalam trakea. Contohnya pada capung.
  • 10.  Darah serangga memenuhi 30% volume rongga tubuhnya (manusia hanya 8% volume rongga tubuh terisi oleh darah).  Warna darah biasanya kehijauan atau kekuningan, tetapi dapat pula tidak berwarna. Massa jenisnya mendekati massa jenis air yaitu sebesar 1,03 (larva Celerio, Lepidoptera) - 1,045 (larva Apis). Biasanya agak asam, tetapi pH darah bervariasi tergantung kepada spesies, instar, umur dan jenis kelamin.  Pada tubuh serangga hanya terdapat satu jaringan tubuh yang bersifat cair, darah atau haemolymph, memiliki beberapa kesamaan dengan darah pada mamalia.  Sistem peredaran darah terbuka dimana darah mengalir melalui rongga tubuh (haemocoel). Darah dipisahkan dengan jaringan lain dari tubuh dengan sebuah lapisan basal lamina yang tipis dan panjang. Dengan sedikit pengecualian, hanya ada satu saluran darah, yang membentang sepanjang bagian tengah tubuh dari belakang tubuh.
  • 11. Kandungan hemolymph (darah serangga) : 1. Air (80%-90%). Pada beberapa serangga dapat hanya mengandung 50% air. 2. Ion-ion organik (klorida, fosfat, kalsium, magnesium, natrium dan kalium 3. Sejumlah kecil logam 4. Sisa metabolisme nitrogen yang terdiri dari asam urat (uric acid), urea, allantonin, dan amonia (pada serangga- serangga perairan). 6.Asam-asam organik, terutama yang terlibat pada siklus Krebs seperti suksinat , malat , dan laktat. 7.Karbohidrat seperti Trehalose (dengan konsentrasi dapat mencapai 5% dalam cairan tubuh), Glycoprotein ID tags, Polyhidric alcohols glycerol, dan sorbitol. Pada lebah madu dan beberapa serangga lain gula utama di dalam tubuh dalam glukosa. 8.Lemak 9. Asam amino yang hampir 15% dari total senyawa nitrogen yang terdapat pada tubuh serangga. 10.Protein (dengan jumlah yang sama dengan jumlah protein pada plasma dari mamalia yaitu 6% dari volume tubuh) yang bersirkulasi pada hemocoel yang terdiri dari : cadangan protein, inhibitor protease, protein transport, enzim, protein sel telur, pigmen, protein anti- bakteri dan anti-jamur, “ice nucleator”, lectin, dan protein untuk kejutan temperatur (temperature shock). 10. Pigmen tambahan seperti zat warna dari tumbuhan dan haemoglobin (sangat jarang). 11.Gas dalam konsentrasi rendah 12. Monosakarida dalam konsentrasi rendah
  • 12. Fungsi darah : • Transportasi bahan makanan dan produk akhir metabolisme. • Respirasi. • Perlindungan, dilakukan oleh sel hematocyt yang terdapat pada darah. • Fungsi Hidrolik. Seluruh volume darah terdapat di dalam rongga tubuh dan membentuk suatu sistem hidrolik tertutup yang memiliki kemampuan untuk memindahkan tekanan dari satu bagian tubuh menuju kepada bagian tubuh yang lain. Ini merupakan suatu sensor mekanik yang memiliki banyak kegunaan di dalam tubuh serangga. • Berperan dalam pembentukan jaringan penghubung. • Berperan dalam proses metabolisme. • Berperan dalam pembekuan darah.
  • 13. Proses peredaran darah  Peredaran darah pada serangga dimulai pengambilan darah oleh jantung yang akan memompakan darah menuju ke arah depan dengan menggunakan gerakan peristaltik. Darah dibawa ke arah kepala, mengalir menuju ke otak, dan berputar kembali ke belakang menuju ke jantung untuk diambil dan digunakan kembali. Sebuah membran longitudinal, atau septa, pada tonjolan di beberapa serangga membantu dalam proses aliran darah pada bagian tersebut. Pada beberapa serangga, thoracic pulsating organ membantu dalam mengedarkan darah pada daerah sayap. Http://insects.free.fr/Physiology/Circulation/circulatory_system.htm
  • 14. o Sistem syaraf serangga terdiri dari sebuah otak (hasil penyatuan 3 pasang ganglia) dengan sekelompok neuron atau sel-sel syaraf. Sepasang simpul (cords) berjalan di setiap sisi otak menuju ujung abdomen yang dikenal sebagai 'ventral nerve cord'. o Pada serangga primitif, ada sepasang ganglia per segmen tubuh, kepala merupakan gabungan 6 segmen tubuh yang mengandung 6 pasang ganglia yang terkumpul menjadi 2 kelompok. 3 ganglia depan membentuk otak dan 3 ganglia belakang membentuk ‘subesophageal ganglion'. Pada kebanyakan serangga, umumnya ada 3 ganglia toraks and 8 ganglia abdominal, tetapi pada serangga yang lebih tinggi tingkatannya, beberapa ganglia abdominal sudah hilang atau menyatu dengan ganglia dekat kepala. o Ganglia berperan mengkoordinasi aktivitas segmen tubuh.
  • 16.  Kebanyakan serangga adalah dioecious, yaitu terdapat jantan dan betina yang kawin untuk menghasilkan sebuah zygote.  Organ reproduksi pada serangga betina dan jantan memilki kemiripan, dan biasanya terdapat pada bagian belakang dari rongga perut.  Organ reproduksi pada serangga terdiri dari alat kelamin dalam dan alat kelamin luar.
  • 17.  sekelompok ovarium, sebuah spermatheca, dan sebuah saluran yang mengarah ke arah ovipositor sebagai saluran tempat pengeluaran telur dari dalam tubuh. Sebuah ovarium memiliki beberapa sampai banyak ovariole atau tubulus.  Oviduct pada kedua sisi akan bersatu membentuk sebuah oviduct sejati. Oviduct membuka pada sebuah ruang penyimpan telur, atau vagina, yang membuka langsung menuju ke arah ovipositor yang merupakan alat kelamin luar, atau sebuah alat lain lain yang berfungsi untuk mengeluarkan telur. http://www.ento.vt.edu/Courses/Undergraduate/IHS/distance/lecture_files/Anatomy
  • 18.  Sepasang testis, setiap testis terdiri dari sekelompok tabung sperma, sebagai testis tempat produksi sperma. Tabung sperma membuka Kelenjar asesori ke arah saluran, vas deferens, Vesikel seminalis menuju vesikel seminalis yang selanjutnya menuju Aedeagus (organ kopulasi) saluran ejakulasi (ejaculatory duct). Saluran Vas Kelenjar asesori ini akan membentang ke deferens arah penis dan berakhir pada lubang tempat keluarnya sperma. Penis biasanya berasosiasi dengan struktur testis ductus ejaculatorius reproduksi luar jantan (aedeagus). Struktur lain yang berasosiasi dengan bagian dalam dari saluran ejakulasi adalah kelenjar aksesoris yang jumlahnya dapat tunggal atau sepasang.
  • 19. Menurut fungsinya, alat kelamin luar digolongkan ke dalam dua bagian : 1. Alat kopulasi, pada serangga jantan dipergunakan untuk menyalurkan spermatozoa dari testis ke spermateka serangga betina. Bagian ini disebut aedeagus. Pada serangga betina bagian yang menerima spermatozoa disebut spermateka. Di tempat ini sperma dapat hidup sampai lama dan dikeluarkan sewaktu-waktu untuk pembuahan. Alat yang berfungsi sama disebut bursa copulatrix. 2. Alat pelengkap, pada serangga jantan berupa klasper atau alat pemegang. Klasper berasal dari bagian yang disebut paramer dan bukan dari stilus. Tetapi pada serangga betina alat yang disebut ovipositor dan dipakai untuk meletakkan telur, dianggap berasal dari stilus.
  • 20. o Jumlah telur yang dapat dihasilkan oleh seekor serangga betina, sepanjang hidupnya, sangat bervariasi tergantung kepada spesiesnya dari hanya sepuluh sampai beberapa juta telur. Walaupun kemampuan maksimal dari serangga tersebut sangat tinggi, namun biasanya mereka hanya meletakkan antara satu atau 200 dan beberapa ribu telur saja (Hilton, 1981). o Leschenaultia adusta (Diptera, Tachinidae), parasit pada Estigmene acrea, dilaporkan memiliki kemampuan untuk meletakkan 4572 telur (Jackson et. al., 1970). Ceroplasses pseudoceriferons (Hemiptera, Coccidae), mampu meletakkan sampai 10.000 telur (Sankaran, 1954), sedangkan Hemiptera Kapala terminalis dan Stilbula cynipiformis (Eucharitidae) sampai 15.000 telur (Clausen, 1940). o Fekuditas paling tinggi pada serangga non-sosial ditemukan pada ngengat Hantu Australia, Trictena atripalpis (Hepialidae) yang mampu meletakkan 29.100 telur (Tindale, 1932), dan ketika dibedah ditemukan 15.000 telur yang berkembang sempurna pada ovariumnya.
  • 21. o Fekuditas paling tinggi pada serangga sosial sejati ditemukan pada ratu rayap, Termites bellicossus (=Macrotermes natalensis) yang meletakkan sampai 30.000 telur setiap hari dan rata-rata hidup selama 10 tahun (Fenton, 1952) . Semut tentara, Eciton burchelli, dapat meletakkan 120.000 telur setiap 36 hari (Schneirla,1957). Ratu dari semut pengemudi dari Afrika, Dorylus wilverthi dapan menghasilkan 3 sampai 4 juta telur setiap 25 hari (Raigner dan van Boven,1955). Semut pengemudi yang lain memiliki fekunditas yang mirip, 1-2 juta telur setiap bulan (Holldobler dan Wilson, 1990). Ratu yang merupakan anggota terbesar dari koloni semut dapat memiliki sampai 15.000 ovariol. Mereka meletakkan telur secara kontinu, tetapi dengan kemampuan produksi tertinggi untuk lima sampai enam hari setiap tiga minggu.
  • 22. o Seperti halnya hewan lain, serangga juga menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur proses fisiologi dan biokimia. o Sumber hormon : sistem neuroendockin, corpora allata, kelenjar prothoraks, kelenjar epitrakea. Sel-sel endokrin yang lain ditemukan di berbagai jaringan, misalnya di usus dan ovarium. o Sistem neuroendokrin terdiri atas sel-sel syaraf yang mensekresi hormon yang terletak di ganglia. Neurohormon merupakan master regulators and mengatur proses fisiologi dan metabolisme termasuk sekresi hormon yang mengatur proses molting, metamorphosis dan reproduksi. o Corpora cardiaca adalah struktur neuroendokrin utama yang menempel pada otak. Corpora cardiaca berfungsi menyimpan dan mensekresi neurohormon yang disintesis oleh sel-sel neurosekretori otak. corpora cardiaca juga mempunyai sel-sel neuroseckretori intrinsik yang mensintesa dan mensekresi neurohormon.
  • 23. o Corpora allata mensekresi hormon juvenile yang berfungsi mencegah larva agar tidak melakukan metamorfosis di setiap tahapan molting, juga menstimulasi pembentukan telur pada kebanyakan serangga betina dewasa. o Kelenjar prothoraks merupakan sekelompok sel-sel berbentuk anggur yang mengelilingi trakea pada segmen toraks pertama. Kelenjar ini mensekresi hormon ecdysone yang berperan menstimulasi tahapan molting. Pada beberapa spesies serangga, misalnya nyamuk, hormon ecdysone dihasilkan oleh ovarium serangga betina dan menstimulasi pembentukan telur. o Sama halnya dengan kelenjar prothoraks, kelenjar epitracheal merupakan sekelompok sel-sel sekretori yang berasosiasi dengan trakea yang mensekresi hormon untuk mengatur tingkah laku molting . o Sel-sel endocrine juga ditemukan ada pada dinding usus dan dapat mempengaruhi aktivitas makan. Lebih lengkapnya, silahkan mendownload situs ini http://entochem.tamu.edu/insect_structure-function/index.html