Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Disusun oleh:
Astie Afriani
Roflin Melati
PENDAHULUAN Pada tanggal 18 November 1912, Kiai Haji Ahmad
Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah di
Yogyakarta.
Orga...
Dalam memajukan hal agama islam kepada anggota-
anggotanya, dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
RANTING CABANG
Mendirikan Rant...
POSISI RANTING DALAM STRUKTUR
MUHAMMADIYAH
Ranting menjadi penyangga struktur dan kultur
muhammadiyah. Pengembangan Muhamm...
SEBUAH CABANG MUHAMMADIYAH
HANYA DAPAT DIDIRIKAN JIKA SUDAH
DAPAT 3 RANTING DISUATU TEMPAT
 Daerah adalah kesatuan cabang...
SYARAT PENDIRIAN CABANG:
 Pengajian/kursus berkala untuk anggota Pimpinan
Cabang dan Unsur Pembantu Pimpinannya, Pimpinan...
SYARAT MENDIRIKAN RANTING
 Minimal memiliki 15 anggota, sekurang-
kurangnya 5 orang ditetapkan oleh pimpinan
cabang menja...
SYARAT LAIN PENDIRIAN RANTING
SEKURANG-KURANGNYA MEMPUNYAI :
a. Pengajian/ kursus anggota berkala, sekurang-
kurangnya sek...
RANTING
Ranting adalah kesatuan anggota yang
berada pada suatu tempat atau kawasan
yang terdiri atas sekurang-kurangnya 1...
FUNGSI RANTING:
a. Melakukan pembinaan dan pemberdayaan bagi
anggota.
b. Sebagai pemimpin anggota dalam struktur
perserika...
Tugas Pimpinan Ranting
 Menetapkan kebijaksanaan Muhammadiyah
(berdasarkan kebijaksanaan pimpinan
diatasnya).
 Memimpin ...
Prosedur Mendirikan Ranting
Setelah poses perintisan ranting memenuhi
syarat, para inisiator dan cabang sepakat
untuk mend...
PROSEDUR MENDIRIKAN
RANTING ALAMIAH
 Mengadakan rapat anggota untuk mendirikan
ranting Muhammadiyah sekaligus susunan
pen...
PROSEDUR MENDIRIKAN
RANTING CAMPURAN
 Musyawarah pendirian cabang sekaligus
pemilihan pengurus ranting yang dihadiri
semu...
KONSEP MENGHIDUPKAN
RANTING
Dan menurut Drs. Sunarto, M.Ag menghidupakan
ranting dan cabang kiranya
bisa dengan memberikan...
 Faham Agama Muhammadiyah
Faham Agama menurut Muhammadiyah adalah tercermin
pada poin ketiga dan keempat dalam Matan Keya...
Fungsi dan Misi Muhammadiyah
Fungsi dan Misi Muhammadiyah adalah tercermin
dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup
Muham...
PERMASALAHAN RANTING
MUHAMMADIYAH
Tantangan Muhammadiyah di Indonesia:
 Kecenderungan kuat Muhammadiyah sebagai
gerakan a...
PERMASALAHAN RANTING
MUHAMMADIYAH
Faktor Internal:
Keberadaan Muhammadiyah pada
ranting yang lebih menekankan pada
pendeka...
PERMASALAHAN RANTING
MUHAMMADIYAH
Faktor Eksternal:
Budaya Materialisme, pragmatism dan
hedonism member pengaruh yang
tida...
PERMASALAHAN RANTING
MUHAMMADIYAH
Kekurangan Muhammadiyah:
 Secara organisasi, muhammadiyah masih rapuh,
banyak cabang/ra...
PEDOMAN REVITALISASI
Model pengembangan ranting dalam pedoman
revitalisasi ranting meliputi:
1. Gerakan Pengajian
2. Penge...
RANTING UNTUK PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
Upaya pemberdayaan masyarakat:
 Pemberdayaan berdasarkan al-Qur’an dan
Sunnah Nabi ...
SEKIAN DAN
TERIMA
KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pemberdayaan Ranting Muhammadiyah

5,002 views

Published on

PEMBERDAYAAN RANTING MUHAMMADIYAH

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pemberdayaan Ranting Muhammadiyah

  1. 1. Disusun oleh: Astie Afriani Roflin Melati
  2. 2. PENDAHULUAN Pada tanggal 18 November 1912, Kiai Haji Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta. Organisasi ini, mempunyai maksud menyebarkan ajaran Nabi Muhammad SAW, kepada penduduk bumi Putera, dan memajukan hal agama islam kepada anggota- anggotanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi berupaya mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, mengadakan tabligh di mana di bicarakan masalah islam, mendirikan wakaf dan masjid-masjid. Hal ini lah, yang menjadi dasar pentingnya pimpinan ranting dan cabang dalam menjalankan amanat dari KH.
  3. 3. Dalam memajukan hal agama islam kepada anggota- anggotanya, dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : RANTING CABANG Mendirikan Ranting dan Cabang itu bagian dari mengembangkan Muhammadiyah, memiliki Tujuan dari pengembangan cabang dan ranting yaitu : Terciptanya kondisi dan perkembangan ranting dan cabang yang dinamis, mandiri, kuat. Berdaya guna yang mengarah kepada kemajuan sesuai dengan prinsip dan cita-cita gerakan Muhammadiyah. Diharapkan mengarah kepada tujuan Muhammadiyah yaitu menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar- benarnya.
  4. 4. POSISI RANTING DALAM STRUKTUR MUHAMMADIYAH Ranting menjadi penyangga struktur dan kultur muhammadiyah. Pengembangan Muhammadiyah dimulai dari ranting Ranting memiliki banyak sekali potensi yang perlu di kembangkan untuk gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan gerakan islamnya Demikian juga cabang, yang dalam hal ini sebagai kontrol dari pada ranting, sekaligus pembina dan penyelenggara dari amal usaha Muhammadiyah.
  5. 5. SEBUAH CABANG MUHAMMADIYAH HANYA DAPAT DIDIRIKAN JIKA SUDAH DAPAT 3 RANTING DISUATU TEMPAT  Daerah adalah kesatuan cabang di Kabupaten atau Kota yang terdiri atas sekurang-kurangnya tiga cabang  Wilayah adalah kesatuan daerah di Propinsi yang terdiri dari atas sekurang-kurangnya tiga Daerah.  Pusat adalah kesatuan wilayah dalam Negara Republik Indonesia.  Cabang. Cabang adalah kesatuan Ranting di suatu tempat yang terdiri atas sekurang-kurangnya tiga Ranting yang berfungsi : a. Melakukan pembinaan, pemberdayaan, dan koordinasi ranting. b. Penyelenggaraan pengelolaan Muhammadiyah. c. Penyelenggaraan amal usaha.
  6. 6. SYARAT PENDIRIAN CABANG:  Pengajian/kursus berkala untuk anggota Pimpinan Cabang dan Unsur Pembantu Pimpinannya, Pimpinan Ranting, serta Pimpinan Organisasi Otonom tingkat Cabang, sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan  Pengajian/kursus muballigh/muballighat dalm lingkungan Cabangnya, sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan  Korp muballigh/muballighat Cabang, sekurang-kurangnya 10 orang.  Taman Pendidikan Al-Qur’an / Madrasah Diniyah / Sekolah Dasar.  Kegiatan dalam bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan.
  7. 7. SYARAT MENDIRIKAN RANTING  Minimal memiliki 15 anggota, sekurang- kurangnya 5 orang ditetapkan oleh pimpinan cabang menjadi pengurus untuk satu masa jabatan dari calon-calon yang dipilih dalam musayawarah ranting.  Memiliki Jama`ah  Memiliki masjid/mushallah/surau/langgar sebagai pusat kegiatan, memiliki kegiatan pengajian/kursus berkala khusus anggota, pengajian berkala untuk umum.
  8. 8. SYARAT LAIN PENDIRIAN RANTING SEKURANG-KURANGNYA MEMPUNYAI : a. Pengajian/ kursus anggota berkala, sekurang- kurangnya sekali dalam sebulan. b. Pengajian/ kursus umum berkala, sekurang- kurangnya sekali dalam sebulan. c. Mushalla / surau / langgar sebagai pusat kegiatan . d. Jama’ah.
  9. 9. RANTING Ranting adalah kesatuan anggota yang berada pada suatu tempat atau kawasan yang terdiri atas sekurang-kurangnya 15 orang. Ranting memiliki banyak sekali potensi yang perlu di kembangkan untuk gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan gerakan islamnya.
  10. 10. FUNGSI RANTING: a. Melakukan pembinaan dan pemberdayaan bagi anggota. b. Sebagai pemimpin anggota dalam struktur perserikatan untuk menyelenggarakan usaha- usaha dan sebagai Pembina jama`ah. c. Menjadi jembatan efektif bagi jama’ah untuk membangun hubungan positif dengan pihak pemerintah, dunia usaha, dll.
  11. 11. Tugas Pimpinan Ranting  Menetapkan kebijaksanaan Muhammadiyah (berdasarkan kebijaksanaan pimpinan diatasnya).  Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijaksanaan yang telah diputuskan.Membimbing dan meningkatkan kegiatan anggota sesuai dengan kewenangannya
  12. 12. Prosedur Mendirikan Ranting Setelah poses perintisan ranting memenuhi syarat, para inisiator dan cabang sepakat untuk mendirikan ranting. Terdiri dari:  Ranting Alamiah Ranting Campuran
  13. 13. PROSEDUR MENDIRIKAN RANTING ALAMIAH  Mengadakan rapat anggota untuk mendirikan ranting Muhammadiyah sekaligus susunan pengurusnya.  Mengajukan anggota kepada Cabang terdekat untuk ditetapkan.  Setelah cabang menetapkan lalu dikukuhkan dalam pengajian umum yang dihadiri seluruh anggota, jamaah pengajian, juga pengurus Cabang yang ditugaskan dan berwenang untuk melantik dan mengukuhkannya.
  14. 14. PROSEDUR MENDIRIKAN RANTING CAMPURAN  Musyawarah pendirian cabang sekaligus pemilihan pengurus ranting yang dihadiri semua anggota dan juga pengurus cabang yang ditugaskan.  Menetapkan pengurus ranting, akhirnya melantik dan mengukuhkan pengurus ranting baru dalam pengajian umum yang dihadiri anggota, jamaah dan pengurus Cabang yang ditugaskan.
  15. 15. KONSEP MENGHIDUPKAN RANTING Dan menurut Drs. Sunarto, M.Ag menghidupakan ranting dan cabang kiranya bisa dengan memberikan pemahaman tentang : Ideologi Muhammadiyah Kebanyakan anggota Muhammadiyah yang terdiri dari para Pimpinan Ranting Muhammadiyah ini belum seluruhnya memahami dengan baik ideology Muhammadiyah.
  16. 16.  Faham Agama Muhammadiyah Faham Agama menurut Muhammadiyah adalah tercermin pada poin ketiga dan keempat dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah. Bahwa Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dan Muhammadiyah bekerja untuk terlaksanakannya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang aqidah, akhlak, ibadah, dan mu’amalat dunyawiyah. Seluruh anggota Muhammadiyah telah mengetahui bahwa Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  17. 17. Fungsi dan Misi Muhammadiyah Fungsi dan Misi Muhammadiyah adalah tercermin dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah. Pada poin ini dituliskan bawa Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah, menjadikannya suatu negara yang adil dan makmur diridlai Allah SWT. :
  18. 18. PERMASALAHAN RANTING MUHAMMADIYAH Tantangan Muhammadiyah di Indonesia:  Kecenderungan kuat Muhammadiyah sebagai gerakan aksi alamiah menjadikan gerakan pemikiran kurang berkembang dengan baik, sehingga kurang memberikan kontribusi.  Kurang memberikan sumbangan yang lebih luas dan inovatif bagi pengembangan kemajuan umat bangsa.  Lamban dalam menghadapi persoalan yang berkembang dalam masyarakat, seperti masalah social (pelanggaran hak asasi manusia, kemiskinan).
  19. 19. PERMASALAHAN RANTING MUHAMMADIYAH Faktor Internal: Keberadaan Muhammadiyah pada ranting yang lebih menekankan pada pendekatan Syari’ah dalam format islam murni, semakin membuat Muhammadiyah terasing di Masyarakat.
  20. 20. PERMASALAHAN RANTING MUHAMMADIYAH Faktor Eksternal: Budaya Materialisme, pragmatism dan hedonism member pengaruh yang tidak sehat bagi pengolaan dan perjuangan dakwah islam muhammadiyah.
  21. 21. PERMASALAHAN RANTING MUHAMMADIYAH Kekurangan Muhammadiyah:  Secara organisasi, muhammadiyah masih rapuh, banyak cabang/ranting belum memiliki kepengurusan lengkap.  Belum adanya tata tertib organisasi.  Lemahnya inisiatif.  Memiliki daya saing yang rendah dibandingkan ormas islam lain yang baru bermunculan.
  22. 22. PEDOMAN REVITALISASI Model pengembangan ranting dalam pedoman revitalisasi ranting meliputi: 1. Gerakan Pengajian 2. Pengelolaan Masjid 3. Darul Arqam dan Baitul Aqram 4. Keluarga Sakinah 5. Gerakan Jamaah dan Dakwah Untuk Pemberdayaan Masyarakat
  23. 23. RANTING UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Upaya pemberdayaan masyarakat:  Pemberdayaan berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Nabi melalui paham islam untuk mendapatkan kehidupan yang Rahmatan-lil- alamin.  Pemberdayaan Sumber daya insane, melalui kegiatan pendidikan yaitu beasiswa.  Pemberdayaan Aspek kehidupan social kemasyarakatan social lingkungan seperti pengangguran, narkoba dan sebagainya.
  24. 24. SEKIAN DAN TERIMA KASIH

×