Jurnal antony baru

943 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
943
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
28
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal antony baru

  1. 1. HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DENGAN KINERJA SISWA DALAM MELAKSANAKAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI<br />(Studi Kasus pada SMKN 5 Jakarta Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik)<br />Jauzan Arif Budianto*, Soeprijanto**, Readysal***<br />Abstract : This study aims to determine the relationship between vocational competency based learning outcomes with students performance in doing the practice of industrial employment. This research was conducted in May 2010 in SMKN 5 Jakarta and two firms where industry practice. Research method used for the survey with the correlational approach to obtain data with a sample of 30 students of class XI SMKN 5 Jakarta Competency Expertise Installation of Power Engineering who follow the industry working practices. To get the data value of the variable X is used competency based vocational student report cards SMKN 5 Jakarta class X Competency Electric Power Installation Engineering Expertise. While for the Y variables using a scale model linkert questionnaire was tested reliability variable Y using the formula derived alpha cronbach r11 = 0,97. This shows that the instrument was reliable. Then the survey data were analyzed using product moment correlation was obtained rcalculate > rtable , 0,367> 0,361 significant at α = 0,05 level. Results showed that there was a positive relationship between vocational competency based learning outcomes with students performance in doing the practice of industrial employment.<br />Keyword : SMK, correlational approach, product moment, vocational competency<br />PENDAHULUAN<br />Pembangunan di bidang pendidikan, khususnya pendidikan teknologi dan kejuruan berangsur-angsur ditingkatkan, dari segi kualitas maupun kuantitas serta diselaraskan dengan kebutuhan lapangan dan menyelaraskan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Akhirnya, lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan teknologi dan kejuruan dituntut untuk mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil.<br />Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk usaha dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil melalui jalur formal. Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), proses belajar mengajar lebih ditekankan pada aspek psikomotorik yaitu dalam bentuk keterampilan. Hal ini didasari oleh tujuan pendidikan kejuruan itu sendiri, yaitu: “menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesionalisme, menyiapkan siswa agar mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri, menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang, menyiapkan tamatan agar menjadi warga Negara yang produktif, adaptif dan kreatif.<br />Sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, para siswa SMK diwajibkan mengikuti kegiatan praktik kerja industry. Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah bagian integral dari implementasi Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Kebijakan link and Match (keterkaitan dan kesepadanan) yang diluncurkan Departemen Pendidikan Nasional. PSG menjadi senjata yang ampuh untuk menjembatani kesenjangan antara sekolah dan dunia usaha dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun sistem yang diprogramkan tersebut tidaklah berhasil tanpa keterkaitan dunia kerja itu sendiri.<br />Dengan demikian, maka peneliti merasa penting untuk meneliti hubungan antara hasil belajar Dasar Kompetensi Kejuruan dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktek kerja industri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hasil belajar dasar kompetensi kejuruan dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktek kerja industri.<br />TEORI PENUNJANG<br />Pengajaran yang berlangsung pada Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan berbeda. Jenis-jenis pengajaran yang berlangsung dalam lingkup pendidikan kejuruan antara lain kerja praktik, pengetahuan teori, pengalaman dan perjumpaan.<br /><ul><li>Kerja praktik, dalam bidang kursus-kursus yang sistematik guna memperoleh serta melatih keterampilan atau dalam bentuk proyek kerja atau industry.
  2. 2. Pengetahuan teori diperoleh melalui pengajaran secara sistematik, eksperimen, pengamatan, widyawisata, sola-jawab diskusi.
  3. 3. Pengalaman dan perjumpaan, melalui perayaan, darmawisata, identifikasi, serta konfrontasi dengan tokoh-tokoh teladan, pengalaman kesetiakawanan kelompok.
  4. 4. Dasar Kompetensi Kejuruan dalam SMK Negeri 5 Jakarta khusus untuk Program Studi Keahlian Teknik Ketenagalistrikan dengan Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dapat diasumsikan sebagai suatu dasar kemampuan atau keahlian yang ada di SMKN 5 Jakarta yang sesuai dengan Spektrum Sekolah Menengah Kejuruan.
  5. 5. Dasar Kompetensi Kejuruan tersebut terdiri dari lima macam Standar Kompetensi yang wajib dikuasai siswa. Standar kompentensi tersebut adalah : “(1) menganalisis rangkaian listrik; (2) menggunakan hasil pengukuran; (3) menafsirkan gambar teknik listrik; (4) melakukan pekerjaan mekanik dasar; (5) menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)”. Dengan mengetahui kelima macam Standar Kompetensi tesebut, maka bisa disimpulkan bahwa Dasar Kompetensi Kejuruan adalah suatu kemampuan atau keahlian dasar kejuruan untuk Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang memiliki lima buah Standar Kompetensi yang terdiri dari ; Menganalisis Rangkaian Listrik, Menggunakan Hasil Pengukuran, Menafsirkan Gambar Teknik Listrik, Melakukan Pekerjaan Mekanik Dasar, serta Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kesemua itu wajib dikuasai oleh siswa SMK yang diperoleh siswa di sekolah, baik itu ilmu yang didapat berupa teori maupun berupa kegiatan praktikum.
  6. 6. METODOLOGI
  7. 7. Metode Penelitian
  8. 8. Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif yang mengguankan metode observasi dan suvery dengan pendekatan korelasional yang bersifat ex-post facto untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variable bebas dengan variable terikat. Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai pengumpul data pokok, (Masri Singarimbun 1989, diacu dalam Dody 2007). Alasan digunakan studi korelasional karena bertujuan mendeteksi sejauh mana variansi suatu faktor berkaitan dengan variansi-variansi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisien korelasi.
  9. 9. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
  10. 10. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Negeri 5 Jakarta, sedangkan populasi terjangkau adalah siswa kelas XI Program Studi Ketenagalistrikan dengan Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang berjumlah 105 siswa.
  11. 11. Sampel yang digunakan adalah 30 orang siswa kelas XI Program Studi Ketenagalistrikan, Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang mengikuti praktek kerja industry. Pengambilan sampel dengan cara random sampling melalui teknik undian.
  12. 12. Variabel Penelitian
  13. 13. Variable penelitian hubungan antara hasil belajar Dasar Kompetensi Kejuruan dengan kinerja siswa dalam mengikuti praktik kerja industry.</li></ul>Variabel Bebas Variabel terikat<br />(hasil belajar) (kinerja siswa)<br />YXArah hubungan<br />Keterangan :<br />X : variable bebas yaitu hasil belajar Dasar Kompetensi Kejuruan<br />Y : variable terikat yaitu kinerja siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri.<br /><ul><li>Teknik Pengumpulan DataData untuk hasil belajar Dasar Kompetensi Kejuruan diambil dari nilai raport siswa SMKN 5 Jakarta kelas X Program Studi Keahlian Teknik Ketenagalistrikan pada semester genap tahun ajaran 2008/2009. Adapun data untuk kinerja siswa dalam mengikuti praktik kerja industri diambil dengan menggunakan metode penyebaran kuesioner atau angket kepada pihak perusahaan, yakni tempat siswa tersebut mengikuti praktik kerja industri. Kuesioner yang digunakan bersifat terbuka dan diberikan secara langsung kepada responden, dalam hal ini manager atau pembimbing industri. Kuesioner yang telah dibuat oelh peneliti telah dilakukan beberapa pengujian, diantaranya : melalui uji kelayakan instrument oleh tim ahli, serta menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.
  14. 14. HASIL
  15. 15. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan data berupa skor hasil belajar dasar kompetensi
  16. 16. kejuruan dan skor kinerja siswa dalam mengikuti praktik industri.
  17. 17. Data Hasil Belajar Dasar Kompetensi Kejuruan (X)
  18. 18. Dari hasil perhitungan, diperoleh skor terendah = 66, skor tertinggi = 77, nilai rata-rata atau mean= 73,7, median = 74,32 dan modus = 74,54 sedangkan simpangan baku = 2,64.
  19. 19. Tabel Distribusi frekuensi skor hasil belajar Dasar Kompetensi Kejuruan
  20. 20. NOKelas IntervalTitik tengahFrekuensi absolutFrekuensi relatifBatasF.XiBawahAtas166-6766,526,6765,567,5133268-6968,5413,3367,569,5274370-7170,5516,6769,571,5352,5472-7372,51136,6771,573,5797,5574-7574,5620,0073,575,5447676-7776,526,6775,577,5157JUMLAH301002157
  21. 21. Data Skor Kinerja Siswa dalam Melaksanakan Praktik Kerja Industri (Y)
  22. 22. Dari hasil perhitungan, diperoleh skor terendah = 101, skor tertinggi = 178, nilai rata-rata atau mean = 129,1 median = 125,06 dan modus = 118,7 sedangkan simpangan baku = 19,13 dan rxy2 = 13,47 %, atelah mendapat harga koefisien korelasi, pengujian hipotesis dilanjutkan dengan uji-t. Perhitungan didapat thitung = 2,1 (ttabel pada α = 0,05 dk 28 sebesar 1,701). Karena thitung > ttabel dapat disimpulkan adanya korelasi antara hasil belajar dasar kompetensi kejuruan dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri.
  23. 23. Tabel Distribusi Frekuensi Skor Kinerja Siswa dalam Melaksanakan Praktik Kerja Industri
  24. 24. NOKelas IntervalTitik tengahFrekuensi absolutFrekuensi relatifBatasF.XiBawahAtas1101-113107516,67105,5113,55352114-126120723,33113,5126,58403127-139133930,00126,5139,511974140-152146620,00139,5152,58765153-16515926,67152,5165,53186166-17817213,33165,5178,5172JUMLAH301003938
  25. 25. PEMBAHASAN
  26. 26. Berdasarkan perhitungan korelasi antara skor hasil belajar dasar kompetensi kejuruan dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktik industri diperoleh rxy = 0,367 dan diinterpretasikan agak rendah. Nilai rxy yang agak rendah ini menyatakan bahwa kinerja siswa dalam mengikuti praktik kerja industri tidak hanya dipengaruhi oleh skor hasil belajar dasar kompetensi kejuruan saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain. Selain itu agak rendahnya korelasi dari kedua variable disebabkan oleh beberapa faktor pada saat penelitian berlangsung. Seperti, kurangnya keseriusan observer/penilai pada saat mengisi kuesioner yang diberikan peneliti ataupun kisi-kisi yagn dibuat peneliti kurang mewakili variabel hasil belajar dasar kompetensi kejuruan.
  27. 27. Hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan hubungan positif antara hasil belajar dasar kompetensi kejuruan dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri. Hubungan rendah dapat dilihat dari keeratan hubungan antar variable, untuk uji keberartian dapat thitung = 2,1 pada taraf signifikasi α = 0,05 dengan dk (n-2) = 28 sebesar 1,701 dapat dilihat bahwa thitung > ttabel dan ini menunjukkan adanya hubungan posistif antara hasil belajar dasar kompetensi kejuruan dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri walaupun diinterpretasikan agak rendah.
  28. 28. KESIMPULAN DAN SARAN
  29. 29. Kesimpulan
  30. 30. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara hasil belajar dasar kompetensi kejuruan siswa dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri pada SMKN 5 Jakarta, sehingga dalam proses belajar jika makin tinggi hasil belajar dasar kompetensi kejuruan yang dimiliki oleh siswa maka semakin tinggi pula kinerja siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri yang akan dicapai oleh siswa tersebut.
  31. 31. Saran
  32. 32. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup signifikan antara hasil belajar dasar kompetensi kejuruan siswa dengan kinerja siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri, hal ini menyebabkan salah satu penyebab keberhasilan kinerja di tempat praktik industri adalah bagus atau tidaknya hasil belajar dasar kompetensi kejuruan yang dimiliki oleh siswa tersebut. Oleh karena itu, diharapkan kepada beberapa pihak untuk lebih berperan aktif dalam meningkatkan hasil belajar dasar kompetensi kejuruan.
  33. 33. Saran-saran yang disampaikan adalah sebagai berikut :
  34. 34. Bagi Guru</li></ul>Lebih berperan aktif dalam memberikan pengajaran di sekolah, khususnya untuk kelompok pelajaran produktif agar siswa lebih memiliki kompetensi yang diinginkan oleh pihak industri.<br /><ul><li>Bagi Peneliti lain</li></ul>Bagi peneliti lain diharapkan penelitian ini bisa dijadikan gambaran untuk memulai langkah selanjutnya dalam meneliti dengan masalah penelitian yang sama, walaupun penelitian ini tidak dapat mewakili semua siswa yang ada disekolah.<br />DAFTAR PUSTAKA<br />Arikunto, Suharsimi. 1990. Dasar-dasar Evaluasi Pengajaran. Jakarta : Bumi Aksara.<br /> Dachnel, Kamars M. 2000. Model Pengelolaan, Pemetaan, dan Penelitian Kurikulum untuk Abad 21. Jakarta : Gramedia<br />Arikunto, Suharsini. 1995. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta<br />Arikunto, Suharsini. 1996. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.<br />

×