Mengenal syariah islam 3

1,116 views

Published on

Published in: Education, Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,116
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
72
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mengenal syariah islam 3

  1. 1. AL-HAKIM, TOLOK UKUR PERBUATAN DAN KETERIKATAN HUKUM SYARA’ Oleh : Muhammad Riza Rosadi
  2. 2. PENDAHULUAN <ul><li>Manusia adalah sebaik-baik penciptaan : (Aqal & Potensi Kehidupan) </li></ul><ul><li>Manusia hidup dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya </li></ul>
  3. 3. PENDAHULUAN <ul><li>Agar pemenuhan berjalan dengan baik (ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan) , harus diketahui status hukum BAIK & BURUK perbuatan dan benda </li></ul><ul><li>Harus diketahui siapa AL HAKIM yang berhak mengeluarkan hukum tentang baik dan buruk </li></ul>
  4. 4. AL HAKIM <ul><li>Al Hakim : Siapa yang berhak menetapkan status hukum Baik atau Buruk atas perbuatan manusia & benda </li></ul><ul><li>- Manusia dengan Aqal dan </li></ul><ul><li>kecenderungan yang dimiliki ? </li></ul><ul><li>- Allah SWT sebagai Khaliq yang </li></ul><ul><li>menciptakan manusia ? </li></ul>
  5. 5. AL HAKIM <ul><li>Hukum Benda & Perbuatan dapat ditinjau dari segi : </li></ul><ul><li>1. Faktanya : apakah benda dan perbuatan tsb ? </li></ul><ul><li>2. Apakah sesuai dengan fitrah & kecenderungan manusia ? </li></ul><ul><li>3. Pujian dan celaan atas benda & perbuatan ? </li></ul>
  6. 6. AL HAKIM <ul><li>Penetapan hukum dari segi Fakta dan Fitrah dapat dijangkau oleh aqal manusia </li></ul><ul><li>Namun penetapan hukum dari segi Pujian & Celaan di dunia, serta Pahala & Siksa di akhirat tidak dapat dijangkau aqal dan hanya wewenang Allah SWT (QS. Yusuf : 40) </li></ul>
  7. 7. TOLOK UKUR PERBUATAN <ul><li>Manusia berbuat sesuai dengan tolok ukur Baik & Buruk serta Terpuji & Tercela </li></ul><ul><li>Tolok ukur tersebut tidak boleh ditentukan oleh aqal dan hawa nafsu manusia, sebab manusia </li></ul><ul><li>- Sering keliru (QS. Al Baqarah 216) </li></ul><ul><li>- Sering merusak (QS. Ar Ruum 21) </li></ul>
  8. 8. TOLOK UKUR PERBUATAN <ul><li>Tolok ukur perbuatan harus berasal dari Syara’ </li></ul><ul><li>- Kaedah Syara’ : Baik & Buruk </li></ul><ul><li>- Kaedah Syara’ : Terpuji & Tercela </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Manusia hidup : memenuhi kebutuhan </li></ul><ul><li>Pemenuhan berjalan baik jika menghasilkan : Ketenangan, Ketenteraman dan </li></ul><ul><li> kebahagiaan : </li></ul><ul><li>- Tidak berdasar aqal dan hawa nafsu </li></ul><ul><li>- Allah SWT mengutus Rasulullah saw untuk menunjukkan yang baik dan mana yang buruk. (QS. Al Balad : 10) </li></ul>KETERIKATAN PADA HUKUM SYARA’
  10. 10. KETERIKATAN PADA HUKUM SYARA’ <ul><li>Manusia dimintai pertanggungjawaban setelah diutusnya rasul (QS. Al Isra’ : 15) </li></ul><ul><li>Manusia tidak dapat lagi membantah setelah diutusnya rasul (QS. An Nisaa’ : 165) </li></ul><ul><li>Setiap muslim wajib menyesuaikan seluruh amal perbuatannya dengan hukum Allah SWT yang dibawa Rasulullah saw. (QS. Al Hasyr : 7) </li></ul>
  11. 11. KETERIKATAN PADA HUKUM SYARA’ <ul><li>Wajib tunduk dan patuh (sebagai bukti iman) dengan segala keputusan Allah SWT yang dibawa rasul-Nya (QS. An Nisaa’ : 65) </li></ul><ul><li>Iman diterima berdasarkan amalnya (HR.Atthabrani) </li></ul><ul><li>Peringatan Allah SWT bagi yang kurang amalnya (HR. Ahmad) </li></ul><ul><li>Beramal jangan ditunda-tunda (HR. Muslim dan Turmudzi) </li></ul>
  12. 12. TERIMA KASIH WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUHU

×