Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Jurnal asep

1,201 views

Published on

just share for marketing knowledge

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Jurnal asep

  1. 1. PENGARUH KESADARAN MEREK DAN PERSEPSI KUALITAS TERHADAP EKUITAS MEREK (SURVEI PADA PENGGUNA JAMU TOLAK ANGIN DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA) Asep Nurani Jamil Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Email : asep.nuranee@Yahoo.com Setyo Ferry Wibowo Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Email : setyoferry@yahoo.com Agung Kresnamurti RP Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Email : ak_prabu@yahoo.com ABSTRACT This study aims:1) clearly about Brand awareness, Perceived quality and Brand equity on Faculty of Economy at State University of Jakarta. 2) totest the influence of brand awarenesson brand equity. 3) to test the influence of perceived quality on brand equity. And the 4) is to test the simultaneously the influence between brand awarenessand perceived qualityto brand equity. Population of the research are jamu Tolak Angin users in Faculty of Economy, State University of Jakarta. Sampling totaled 82 respondents using nonprobability sampling method. While part of nonprobability sampling used was purposive sampling. The research was carried out quantitatively, descriptive and causal research design, and usesurveymethods. Analysis of the research was conducted using SPSS 17 for data processing. The results of the t test shows the brandawareness and brand equity significantly influence and perceived quality and brand equity are also significantly influence. The results of F test simultaneously indicates brand awareness and perceived qualityinfluencing significantly to brand equity and the result of determination analysis in this study shows the variations in the value of brand equity that is described in the variable brand awareness and perceived quality by 60.6%. While the remaining 39,4% are influenced or explained by other variables that are not included in this research model. Keywords: brand awareness, perceived quality, brand equity
  2. 2. PENDAHULUAN Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menjadi pasar potensial bagi perusahaan-perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut.Banyaknya perusahaan ini menciptakan adanya suatu persaingan bisnis, perusahaan dapat menjadi pemenang dalam persaingan bisnisnya apabila perusahaan mampu menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya. Jika perusahaan dapat menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya pastinya perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besar pula. Dalam dunia usaha yang semakin kompeten, membuat para perusahaan harus bisa menjawab tantangan pasar dan memanfaatkan tantangan tersebut sebagai peluang untuk bisa bertahan dimasa yang akan datang. Pihak perusahaan harus lebih aktif dalam mendistribusikan dan memperkenalkan produknya agar dapat terjual sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga dapat mempertahankan pangsa pasarnya. Produk yang sukses dipasar adalah produk yang mampu memperbesar pangsa dan jumlah pelanggan serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Konsumen dapat memilih produk-produk yang beredar bebas di pasaran pada saat ini.Baik itu produk-produk kebutuhan sehari-hari sampai dengan produk-produk yang berupa barang tersier (mewah).Oleh karena itu, persaingan merek yang terjadi di pasaran amat ketat.Apalagi untuk mempertahankan kesetiaan konsumen terhadap sebuah merek, bukanlah hal yang mudah.Persaingan perusahaan untuk memperebutkan konsumen tidak lagi terbatas pada atribut fungsional produk, melainkan sudah dikaitkan dengan merek yang mampu memberikan citrakhusus bagi pemakainya. Dewasa ini dalam bidang kesehatan banyak orang mencari solusi masalah kesehatannya pada produk-produk herbal yang dinilai lebih aman, praktis, dan murah dibandingkan mereka harus pergi ke dokter atau membeli obat-obatan kimia dari apotik atau rumah sakit yang dinilai lebih mahal dan memilki efek samping. Itu sebabnya mulai banyak bermunculan perusahaan produk-produk herbal atau jamu yang dikemas dengan praktis dan higienis mengikuti pola hidup 2
  3. 3. masyarakat. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan obat herbal atau jamu. Banyaknya produk perusahaan jamu yang menawarkan varians produk yang sama membuat persaingan semakin ketat. Suatu kewajaran jika perusahaan yang berada pada hyper competition pada saat seperti ini menyiapkan berbagai kegiatan untuk mempertahankan diri agar tetap dapat eksis di pasar.Sehingga setiap perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya dengan sangat serius agar dapat memenangkan persaingan tersebut. Salah satu fungsi yang menjadi perhatian PT. SIDOMUNCUL dalam hal ini produk jamu Tolak Angin adalah ekuitas merek Tabel di bawah ini menunjukkan grafik persaingan dua merek teratas Jamu Masuk Angin Kemasan versi Top Brand Index dari Tahun 2010-2012. Merk Tabel 1.Top Brand Index 2010 2011 2012 Antangin 46,4% 49,6% 48,0% TolakAngin 45,8% 45,4% 42,5% Sumber: www. topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-result/top-brand-result-2011 Dari Tabel1 diatas Antangin terlihat selalu berada diurutan teratas mengalahkan Tolak Angin dari kurun waktu tahun 2010 – 2012, Sedangkan menurut majalah SWA pada tahun 2008 belanja iklan Tolak Angin lebih besar daripada Antangin seperti tergambar dalam Tabel2 berikut ini: Tabel 2.Gambaran Singkat Persaingan antara Tolak Angin dan Antangin Tahun 2008 Atribut Tolak Angin Antangin Produsen Sido Muncul Deltomed Laboratories Positioning Belanja iklan Dominasi Pasar Produk Mengobati masuk angin dan memelihara daya tahan tubuh (2006) Rp 18.059.000.000 (2007) Rp 53.684.000.000 (2008) Rp 42.092.000.000 Masuk angin dan gejalagejalanya (2006) Rp 16.422.000.000 (2007) Rp 19.119.000.000 (2008) Rp 24.380.000.000 Bentuk cair Bentuk tablet Tolak Angin (cair, kapltet dan serbuk), Tolak Angin Extra Hangat (cair), Permen Tolak Angin, Tolak Angin Anak-anak Antangin tablet dan cair Sumber : Majalah SWA, edisi 25/2008. 3
  4. 4. Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Pengaruh Kesadaran Merek dan PersepsiKualitas Terhadap Ekuitas MerekJamu Tolak Angin”. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahuipengaruh secara signifikankesadaran merek terhadap ekuitas merek. 2. Untuk mengetahuipengaruh secara signifikanpersepsi kualitas terhadap ekuitas merek. 3. Untukmengetahuipengaruh secara signifikankesadaran merek dan persepsi kualitas secara bersamaan terhadapekuitas merek. KAJIAN TEORI Kesadaran Merek Kesadaran merek menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu, Durianto, et.al (dalam Hutami, 2011:16).Dalam kasus ini adalah pelanggan dan perusahaan. Kesadaran merek berada pada rentang antara perasaan yang tak pasti terhadap pengenalan suatu merek sampai dengan perasaan yakin bahwa produk tersebut merupakan satu-satunya dalam kelas produk yang bersangkutan. Rentang ini dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pengenalan merek, brand recall, dan top of mind. Pengenalan merek adalah tingkat minimal dari brand awareness yang diperoleh dari pengingatan kembali melalui bantuan.Brand recalldiperoleh dengan pengingatan kembali sebuah merek dalam suatu kelas produk tanpa bantuan. Persepsi Kualitas Menurut Aaker (2008:124),Perceived quality adalah persepsi pelanggan terhadap keseluruhankualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan yang berkaitan dengan maksud yang diharapkan pelanggan. Karenaperceived qualitymerupakan persepsi dari pelanggan, maka perceived quality tidak dapat 4
  5. 5. ditentukansecaraobyektif.Persepsi pelanggan akanmelibatkan apa yang penting bagi pelanggan karena setiap pelanggan memiliki kepentingan yang berbeda-beda terhadap suatu produk atau jasa. Sedangkan Menurut Durianto,et.al (2004:15), terdapat dimensi-dimensi yangmempengaruhi kualitas suatu produk, antara lain: 1. Performance, yaitu karakteristik operasional produk yang utama. 2. Features, yaitu elemen sekunder dari produk atau bagian tambahan dari produk. 3. Conformance with specifications, yaitu tidak ada produk yang cacat. 4. Reliability, yaitu konsistensi kinerja produk. 5. Durability, yaitu daya tahan sebuah produk. 6. Serviceability, yaitu kemampuan memberikan pelayanan sehubungandengan produk. 7. Fit and finish, yaitu menunjukkan saat munculnya atau dirasakannyakualitas produk. Ekuitas Merek Brand equity is the added value endowed on products and series it may reflected in the way consumer thing, feel, and act with respect to the brand as well as in the price market share and profitability the brand command (Kottler and Keller 2012:265). Dalam arti bebas, Ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa nilai ini bisa dicerminkan dalam cara konsumen berfikir merasa dan bertindak terhadap merek harga, pangsa pasar dan profitabilitas yang dimiliki perusahaan. Ekuitas merek merupakan aset tak berwujud yang penting, yang memiliki nilai psikologis dan keuangan bagi perusahaan.(Kottler dan Keller 2007: 335). Aaker (dalam Ferrinadewi, 2008:168), mendefinisikan bahwa: “brand equity atau ekuitas merek sebagai sejumlah asset dan kewajiban yang berhubungan dengan merek,namanya dan simbol, yang menambah ataumengurangi nilai produk atau jasa bagi perusahaan atau bagi pelanggannya”. 5
  6. 6. Ekuitas merek berbasis pelanggan adalah perbedaan dampak dan pengetahuan merek pada tanggapan konsumen terhadap pemasaran merek itu. (Kottler dan Keller 2007: 335). Dimensi dari customer based-brand equity (CBBE)atauekuitas merek berbasis pelanggan menurut Aaker, (dalam Teleghani 2011:6) yaitu: 1. preferensi merek (brand preference) 2. niat beli(purchase intention) Tulba dan Hassan juga menambahkan (dalam Mishra, 2011:35) ”Customer-based brand equity has been thought of as a prerequisite for brand preference, which in turn affects consumers’ intention to purchase”. Atau dengan kata lain, ekuitas merek berbasis pelanggan telah dianggap sebagai prasyarat untuk preferensi merek, yangpada gilirannya mempengaruhi niat konsumen untuk membeli. Tong dan Hawley (dalam Mishra, 2011:35) menyatakan “Brand preference (BPR) is recognized as denominations of willingness to pay a price premium“. Dalam arti bebas, Preferensi merek (BPR) diakui sebagai denominasi kesediaan untuk membayar harga premium. Hellier (dalam Ardhanari, 2008:61) preferensi merek adalah tingkatan dimana konsumen menghendaki jasa yang diberikan oleh perusahaannya sekarang ini sebagai perbandingan pada jasa yang disediakan oleh pearusahaan laindengan rangkaian pertimbangannya. Hellier (dalam Puspitaningrum, 2006:15) mendefinisikanbrand preference sebagai segala sesuatu dimana konsumen lebihmemilih brand dari suatu produk berdasarkan pengalamanpertamanya didalam menggunakan brand tersebut dibandingkandengan brandlain yang sejenis. Niat beli adalah tahap sebelum keputusan pembelian dalam proses pengambilan keputusan pembelian (Kottler, 2012:192) Sedangkan, menurut Heijden (dalam Julianto, 2003:48) Purchase Intention Adalah bagian dari keinginan pada diri konsumen untuk melakukan pembelian. 6
  7. 7. Berdasarkan uraian yang telah disampaikan di atas, selanjutnya kerangka pemikiran tersebut dijabarkan dalam bentuk gambar kerangka pemikiran berikut ini: Kesadaran Merek (X1) H1 H2 Ekuitas Merek (Y) H3 Persepsi Kualitas (X2) Gambar 1 Model Penelitian Sumber: Data diolah peneliti, 2013 Hipotesis Menurut Malhotra dan Birks (2007:54) “A hypothesis is an unproven statement or proposition about a factor or phenomenon that is of interest to the researcher”.Hipotesis merupakan sebuah pernyataan yang belum terbukti atau bagian mengenai sebuah faktor atau fenomena yang menarik bagi peneliti.Berdasarkan kerangka teori di atas, maka perumusan hipotesis disusun sebagai berikut: H1: Terdapat pengaruh kesadaran merek secara signifikan terhadap ekuitas merek. H2: Terdapat pengaruhpersepsi kualitas secara signifikan terhadapekuitas merek. H3: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran merek dan persepsi kualitas secara bersama-sama terhadapekuitas merek. 7
  8. 8. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif, menurut Malhotra (2009:93) tujuan desain deskriptif adalah untuk mendeskripsikan sesuatu yaitu penelitian yang dirancang untuk membantu pembuat keputusan dalam menentukan, mengevaluasi dan memilih alternative terbaik dalam memecahkan masalah. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode survei.Menurut Malhotra (2009:196) metode survei yaitu struktur kuesioner yang diberikan kepada sampel dari suatu populasi dan dirancang untuk mendapatkan informasi yang spesifik dari responden.Berdasarkan dimensi waktu, Penelitian ini menggunakan studi lintas-seksi (cross-sectional) yaitu pengumpulan data daninformasi kepada responden yang dilakukan hanya satu kali (Malhotra, 2009:95). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.Jenis populasi yang digunakan adalah populasifinite.Populasi finiteadalah populasi yang jumlahnya terbatas atau diketahui.Dalam penelitian ini, untuk menentukan sampel peneliti menggunakannonprobability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2008:95). Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalahpurposive sampling.Menurut Sugiyono (2008:99) purposive samplingyaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Untuk menentukan ukuran sampel, penelitian ini menggunakan rumus Slovin dikarenakan populasinya bersifat finite(dapat dihitung). Rumus Slovin sebagai berikut : n N 1 N (e) 2 Keterangan : 8
  9. 9. n= Jumlah sampel N = Jumlah populasi e= Tingkat toleransi kesalahan Maka bila dihitung dengan rumus Slovin dengan standar error sebesar 5%, N = maka jumlah sampel yang akan diteliti adalah adalah sebanyak : 81.28 Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus slovin tersebut, maka ukuran besarnya sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 81.28, yang dibulatkan menjadi 82 responden. Agar instrumen yang dipakai dalam penelitian ini dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan, maka instrumen tersebut perlu diuji validitas dan reliabilitasnya.Teknikpengujianvaliditas menggunakan Bivariate Pearson dengan kriteria nilai r hitung lebih besar dari 0,361. Reliabilitas adalah tingkat kemampuan suatu instrumen penelitian untuk dapat mengukur suatu variabel secara berulangkali dan mampu menghasilkan informasi atau data yang sama atau sedikit sekali bervariasi. Perhitungan uji reliabilitas menggunakan Uji Cronbach’s Alpha dengan kriteria nilai Cronbach’s Alphalebih besar dari 0,6. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari hasil penyebaran kuesioner, data tersebut diolah dan dianalisis. Pengujian hipotesis dengan pengolahan daa untuk uji validitas dan reliabilitas menggunakan software program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 17.0. Untuk mengukur adanya pengaruh dimensi-dimensi Kesadaran Merekdan Persepsi Kualitas Jamu Tolak Anginyaitu Kesadaran Merek (X1) Persepsi Kualitas(X2), terhadap Ekuitas Merek (Y) dengan menggunakan regresi linier berganda dengan model : Y = a + b1X1 + b2X2 +e 9
  10. 10. Dimana :a = konstanta b1b2 = koefisien regresi X1dan X2 = Variabel Independen Y = Variabel Dependen e = error term HASIL DAN PEMBAHASAN Variabel Kesadaran Merek (X1) terdiri dari 3 dimensi, yaitu: Top of mind, brand recall, brandRecognition.Dalam dimensiTop of mind ada 61% responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju dan 39 % yang menyatakan setuju dan sangat setuju. Dalam dimensi brand recall ada 53 % responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju dan 47 % yang menyatakan setuju dan sangata setuju.Dari dimensi brand recognition ada 38 % responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju dan 62 % yang menyatakan setuju dan sangata setuju.Dari penjelasan diatas variable kesdaran merek Tolak Angin di mata konsumen rendah. VariabelPersepsiKualitas(X2)terdiri dari 5 dimensi, yaitu:Performance, Comformance with specifications, Realibilty, Durability, Fit and Finnnish.Dalam dimensi Performance, ada 62% responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju dan cukup setuju, dan 38%yang menyatakan setuju dan sangata setuju.Dalam dimensi Comformance with specifications,ada 49% yang menyatakan sangat tidak setuju,tidak setuju dan cukup setuju dan 51%responden yang menyatakan setuju dan sangata setuju.Dalam dimensiRealibity, ada 45%responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju dan 55% yang menyatakan setuju dan sangata setuju. Dalam dimensi durability ada 41% responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju dan 59% yang menyatakan setuju dan sangata setuju. Dalam dimensi Fit and Finnish ada 30% responden yang menyatakan sangattidak setuju, tidak setuju, cukup setuju dan 70% yang menyatakan setuju dan sangata setuju. Dari penjelasan diatas variable persepsi kualitas Tolak Angin di mata konsumen baik. Variabel Ekuitas Merek(Y) terdiri dari dua dimensi, yaitu: Brand Preferences danPurchase IntentionsDalam dimensi BrandPreferences, ada 48% 10
  11. 11. responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setujuDan 52% yang menyatakan setuju dan sangata setuju. Dari dimensi Purchase Intentions,ada 40% responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju, dan 60% yang menyatakan setuju dan sangata setuju. Dari penjelasan di atas variable ekuitas merek Tolak Angin di mata konsumen cukup baik. Uji Validitas Uji validitas menggunakan tiga puluh (n=30) responden sebagai sampel uji coba. Perhitungan uji validitas ini menggunakan Bivariate Pearson dengan kriteria bahwa data akan valid jika nilai r hitung lebih dari r tabel (0,361). Tabel 3.Uji Validitas Variabel Kesadaran Merek (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 r hitung 0.435 0.604 0.654 0.781 0.668 0.823 0.378 0.536 r table 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : data diolah peneliti No 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Tabel 4. Uji Validitas Variabel Persepsi Kualitas (X2) r hitung r table Keterangan 0.568 0.361 Valid 0.500 0.361 Valid 0.473 0.361 Valid 0.733 0.361 Valid 0.569 0.361 Valid 0.608 0.361 Valid 0.685 0.361 Valid 0.697 0.361 Valid 0.756 0.361 Valid 0.573 0.361 Valid 0.635 0.361 Valid 0.523 0.361 Valid Sumber : data diolah penelit 11
  12. 12. Berdasarkan hasil uji validitas penelitian pada Tabel 3, dapat dilihat bahwa semua item dinyatakan valid, artinya telah memenuhi kriteria yaitu r hitung lebih r tabel (r tabel= 0,361). Berdasarkan hasil uji validitas penelitian pada Tabel4, dapat dilihat bahwa semua item dinyatakan valid, artinya telah memenuhi kriteria yaitu r hitung lebih r tabel (r tabel= 0,361). Tabel 5. Uji Validitas Variabel Ekuitas Merek (Y) r hitung r table Keterangan 0.606 0.361 Valid 0.558 0.361 Valid 0.491 0.361 Valid 0.727 0.361 Valid 0.715 0.361 Valid 0.622 0.361 Valid 0.466 0.361 Valid NO 21 22 23 24 25 26 27 Sumber : data diolah peneliti Berdasarkan hasil uji validitas penelitian pada Table 5, dapat dilihat bahwa semua item dinyatakan valid, artinya telah memenuhi kriteria yaitu r hitung lebih r tabel (r tabel= 0,361). Uji Reliabilitas Setelah melakukan validitas, maka selanjutnya adalah melakukan uji reliabilitas dengan teknik Uji Cronbach’s Alpha dengan kriteria nilai Cronbach’s Alphalebih dari 0,6. No 1 2 3 Variabel Kesadaran merek Persepsi kualitas Ekuitas merek Tabel 6. Uji Reliabilitas Nilai alpha 0.756 0.844 0.702 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : data diolah peneliti Berdasarkan hasil uji realibilitas Tabel 6, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut dinyatakan reliabel karena nilai Cronbach’s Alpha melebihi 0,6. 12
  13. 13. Uji Asumsi Dasar Uji Normalitas Data dapat dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi variabelnya lebih besar dari 0.05. Tabel 7. Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic Df Sig. X1 .081 82 .200* .972 82 .066 X2 .089 82 .165 .977 82 .155 Y .091 82 .092 .983 82 .358 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Sumber: data diolah peneliti Berdasarkan uji normalitas yang dilakukan menggunakan SPSS 17.0, ketiga variabel yaitu: Kesadaran Merek (X1), Persepsi Kualitas (X2), dan Ekuitas Merek(Y) memiliki nilai signifikansi 0.200(X1), 0.165(X2), dan 0.092(Y). Karena nilai signifikansi ketiga variabel tersebut melebihi dari α = 0.05, maka dapat dikatakan data ketiga variabel tersebut berdistribusi normal. Uji Linearitas Table 8. Uji Linearitas antara X1 dengan Y ANOVA Table Sum of Squares Y* X1 Between Groups Mean Square Df (Combined) 514.357 20 Linearity 302.805 1 25.718 F Sig. 3.292 .000 302.805 38.761 .000 13
  14. 14. Deviation from Linearity 211.552 19 11.134 Within Groups 476.533 61 7.812 Total 990.890 1.425 .149 81 Suatu variabel dapat dikatakan linear jika nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Berdasarkanhasil linearitas pada tabel 8 diketahui nilai signifikansi pada linearity sebesar 0,000. Jadi, dapat disimplkan bahwa antara variabel X1 dan Y memiliki hubngan yang linear, hal ini karena nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dibandingkan 0,05.Begitu pula seperti yang ditunjukkan dalam tabel 9 hasil dari uji linearitas yang dilakukan pada X2 terhadap Y memiliki nilai uji linearitas sebesar 0.000. Karena nilai ini lebih kecil dari 0.05, maka variabel X2 dinyatakan terdapat hubungan linear dengan variabel Y. Tabel 9. Uji Linearitas antara X2 dengan Y ANOVA Table Sum of Squares Y* X2 Df Mean Square F Sig. (Combined) 792.632 26 30.486 8.457 .000 Linearity 577.985 1 577.985 160.34 .000 2 Deviation from 214.647 Linearity 25 8.586 2.382 Within Groups 198.258 55 3.605 Total 990.890 81 Between Groups .004 Uji Multikolinearitas 14
  15. 15. Tabel 10. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Model Standardized Coefficients Std. Error 6.926 .126 .059 X2 .354 .046 Beta T 1.683 X1 1 Collinearity Statistics (Constant) Sig. Tolerance VIF 4.116 .000 .181 2.126 .037 .685 1.459 .662 7.758 .000 .685 1.459 a. Dependent Variable: Y Variabel yang mengalami multikolinearitas adalah jika nilai VIF lebih dari 5.Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ditemukan adanya multikolinearitas karena nilai VIF kurang dari 5. Uji Heterokedastisitas Heterokedastisitas dapat terjadi jika nilai signifikansi kurang dari 0,05. Karena nilai signifikansi korelasi lebih dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ditemukan adanya masalah heteroskedasitas. Tabel 11. Uji Heterokedastisitas Correlations X1 Spearman's rho Kesadaran Merek Corelation Coefficient 1.000 .588** .039 . .000 .728 Sig. (2-tailed) N Unstandardized Residual X2 82 82 ** 1.000 .011 .000 . .920 82 82 82 Correlation Coefficient .039 .011 1.000 Sig. (2-tailed) Persepsi Kualitas 82 .728 .920 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Unstandardized Residual N .588 82 82 . 82 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 15
  16. 16. Analisis Regresi Pengujian Hipotesis H1 : Kesadaran Merek berpengaruh terhadap Ekuitas Merek Hasil pengujian hipotesis pertama dengan nilai signifikan yang di hasilkan sebesar 0.000 yang dimana nilai 0.000 ≤ 0.005 atau nilai t hitung untuk variabel X1 adalah 4.113. Karena nilai t hitung 5.933 > t tabel 1.984723, maka artinya ada pengaruh variabel kualitas produk terhadap loyalitas konsumen. H2 : Persepsi Kualitas berpengaruh terhadap Ekuitas Merek Hasil pengujian hipotesis kedua dengan nilai signifikan yang di hasilkan sebesar 0.000 yang dimana nilai 0.000 ≤ 0.005. atau nilai t hitung untuk variabel X2 adalah 10. 582 Karena nilai t hitung 10.582> t tabel 1.984723 maka artinya ada pengaruh antara variabel kepercayaan merek terhadap loyalitas konsumen. H3 : Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas berpengaruh terhadap Ekuitas Merek Hasil pengujian hipotesis ketiga dengan nilai F hitung adalah 60.717. Karena nilai signifikasi sebesar 0,000 dimana nilai sig < 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai F hitung 60.717> F tabel 3.0908187,maka artinya terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas terhadap Ekuitas Merek.Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap Ekuitas Merek. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1) Kesadaran merek konsumen terhadap Jamu Tolak Angin cukup baik, Namun ada juga responden yang memberikan respon negatif karena tingkat kesadaran mereknya kurang, sehingga harus lebih ditingkatkan. 16
  17. 17. Tolak Angin cukup mendapatkan persepsi secara kualitas yang baik dari para konsumenya. Kualitas yang diberikan yang baik telah memenuhi keinginan para konsumen Namun banyak responden yang masih merasa tidak yakin dengan kinerja atau khasiat dari Tolak Angin untuk mengobati masuk angin. 2) Secara empiris variabel Kesadaran Merek berpengaruh signifikan terhadap Ekuitas Merekjamu Tolak Angin, Karena nilai sig uji t < 0,05. 3) Secara empiris variabel Persepsi Kualitas berpengaruh signifikan terhadap Ekuitas Merekjamu Tolak Angin. Karena nilai sig uji t < 0,05. 4) Secara empiris kedua variabel independen yaitu Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas juga memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Ekuitas Merek. Karena nilai sig uji t < 0,05. Dan variasi nilai Ekuitas Merek yang dijelaskan oleh variabel Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas sebesar 58,3%. Saran Dalammeningkatkandan mempertahankan kesadaran merek, persepsi kualitas dan ekuitas merek Jamu Tolak Angin, sebaiknya PT Sidomuncul harus terus melakukan perbaikan dan pengembanganproduk Jamu Tolak Angin Cair, dengan cara menambah variasi warna yang berbeda disetiap kemasan tolak angin, memperbaiki gaya penulisan logo, melakukan promosi melalui even-even yang diadakan di kota-kota besar, dapat juga menciptakan desain kemasan yang unik dan orisinil yang tidak sama dengan produsen jamu masuk angin lainnya, seperti menambahakan Tube atau semacam pipa kecil yang bisa dibuka tutup agar tidak perlu menggunting saat membuka keamasan dan juga tidak mudah tumpah. Penambahan varian warna dan rasa disesuaikan dengan target marketnya seperti warna merah muda dengan rasa buah strawberry untuk anak-anak. Melakukan riset lebih mendalam untuk menyempurnakan racikan jamu Tolak Angin dapat juga menambahkan ramuan yang mampu mengobati masuk 17
  18. 18. angin secara cepat dan tidak menyebabkan kantuk saat di konsumsi. Mengawasiproses produksi agar kualitas produknya sesuai dengan spesifikasi yang menjadi standar industri, hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko kecacatan pada saat produksi, menjaga kealamian bahan-bahannya agar dapat mengurangi efek samping yang ditimbulkan.Menambah komposisi bahan pengawet alami agar masa kadaluarsa produk jamu tolak angin lebih tahan lama. Dari segi fit and finnish, Sidomuncul dapat meningkatkan persepsi kualitas produknya dengan caramenjaga dan meningkatkan mutu baik dari komposisi bahan-bahannya maupun dari segi proses produksinya Sebaiknya penelitian selanjutnya memperbanyak jumlah sampel dalam penelitian untuk keragaman data yang akan meningkatkan nilai representatif.Tempat penelitian juga dilakukan di tempat-tempat umum seperti di Mall, agar memiliki keseragaman data populasinya sehingga data yang di terima lebih baik lagi.Menambahkan referensi terbaru serta menambahkan review penelitian terdahulu yang memiliki 3 (tiga) variabel yang di uji (kesadaran merek dan persepsi kualitas terhadap ekuitas merek) dalam penelitiannya, sehingga hasil penelitian bisa lebih dipertanggungjawabkan. Peneliti menambahkan variabel lainyang mempengaruhi ekuitas merekdan tidak hanya dilihat dari satu atau dua variabel seperti kesadaran merek danpersepsi kualitas saja, tetapi variabel atau faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hal tersebut. DAFTAR RUJUKAN Aaker, David A. 2008. Manajemen Ekuitas Merek: Memanfaatkan Nilai dari suatu Merek. Terjemahan oleh Aris Ananda. Cetakan Ketiga. Jakarta: Mitra Utama. Ardhanari, M. 2008.”Customer Satisfaction Pengaruhnya Terhadap Brand Preference dan Repurchase Intention Private Brand”.Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 8 (2), pp: 58-69. Durianto, Darmadi, Sugiarto & Tony Sitinjak, 2004, Strategi Menaklukkan PasarMelalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek, Cetakan Ketiga, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 18
  19. 19. Ferrinadewi, Erna. 2008. Merek dan Psikologi Konsumen, Edisi Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu. Kotler, Philip. 2006. Marketing Management 12e. Pearson International Edition. Kotler, Philips, dan Gary Amstrong, 2012. Principle Of Marketing, Fourteenth Edition, New Jersey: Pearson, Prentice Hall Kotler, Philip and Garry Amstrong. 2012. Principles of Marketing. New Jersey: Pearson Education Limited Kotler, Philip and Kevin Lane Keller. 2012. Marketing Management. New Jersey: Pearson Education Limited Malhotra, Naresh K. 2009. Riset Pemasaran, Pendekatan Terapan, Edisi Keempat,Jakarta: Indeks Malhotra, N.K. and Birks, D.F. (2006) Marketing research: An applied Approach. Updated 2nd European edition.FT Prentice Hall. Financial times Mishra, Pallabi dan biplap datta. 2011.“Perpetual Asset Management of Customer-Based Brand Equity-The PAM Evaluator” India, Journal of Social Sciences 3(1):34-43. Prasetyo, bambang dan Miftahul janah (2005)Metode Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi, Jakarta, P T. Raja Grafindo Persada, 45. Sugiyono. 2008.Metode Penelitian Bisnis, Bandung : Alfabeta. Taleghani, Mohamad and Meysam Almasi. 2011. “Evaluate the Factors Affecting Brand Equity from the Perspective of Customers Using Aaker's Model”.Kuwait chapter of Arabian journal of business and management review, vol. 1, No.4. 19

×