Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2014
11
SISTEM DAN KEBIJAKAN KURIKULUM 2013:
Kebijakan Nasional Visioner
(Bahan Peny...
TEORI DAN SISTEM KURIKULUM
1
22
33
Penerima Majoritas Terdini Kurikulum 2013
(Kepala Sekolah dan Guru di Sekolah)
Penerima Mayoritas Terlambat
Kurikulum 2...
44
4
Apakah Kurikulum?(1)
• Arti klasik: ….curere…curriculum = “…
the oval track upon which the Roman
chariots raced” (Oli...
55
Apakah Kurikulum?(2)
Arti Teknis (Oliva, 1989: 5-6)
• …that which is taught in school
• …a set of subjects
• …content
•...
66
6
Apakah Kurikulum?(3)
Arti Teknis (Oliva, 1989: 5-6)
• …a course of study
• …everything that goes on within the
school...
77
7
Apakah Kurikulum?(4)
Arti Teknis (Oliva, 1989: 5-6)
• …everything that is planned by school
personel
• …a series of e...
88
Kurikulum adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan...
99
ARAS MESO
(institusi, wilayah,)
ARAS MAKRO
(Pemerintah, DPR
ARAS META - AKADEMIK/FILOSOFIS
(universal, netral, academic...
1010
menimbang keunggulan
kekurangannya Kurikulum 2013
Menerapkan secara bertahap
Kurikulum 2013
Deseminasi Inovasi Kuriku...
ESENSI UTAMA PENDIDIKAN NASIONAL
3
1111
Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan ba...
100 tahun kemerdekaan"Bonus Demografi"
Bonus Demografi Sebagai Modal
SDM
Usia Produktif
Melimpah
Kompeten
Tidak Kompeten
B...
1414
6 9 120 SD SMP
Wajar Dikdas 9 Tahun
SM
PMU
+
4-6
jam
/m
inggu
Lam
a Tinggal di Sekolah
Efektivitas
Pembelajaran
(Kuri...
1515
BELAJAR
(LEARNING)
CAPAIAN
BELAJAR
ENTITAS PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES
PEMBUDAYAAN DAN PEMBERDAYAAN
PEMBELAJARAN
(INSTR...
DASAR DAN KERANGKA FILOSOFIK
PENDIDIKAN NASIONAL
3
1616
ALIRAN FILSAFAT
PENDIDIKAAN
•Perenialism
•Essentialism
•Progressivism
•Reconstructionism
DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM
FI...
1818
18
Reconstructed Philosophy of Education
(Brameld:1965, Oliva:1989, Sisdiknas:2003, Winataputra:2001)
Progressivism
(...
1919
Perennialism:
•Disciplining of the mind
•Development ability to reason
•Pursuit of the truth
•Highly academic curricu...
2020
Esentialism:
•Transmission of cultural heritage
• Preserve it and adjust men and women to society
•Tailor the child t...
2121
Progresivism:
•Developing students’ potentials
•Child-centered
•Subordinate subject matter to
the curriculum
Implikas...
2222
Reconstructionism
•The school not simply transmit the cultural heritage or
simply study social problems, but
•Should ...
KEBIJAKAN NASIONAL
KURIKULUM
4
2323
STANDAR NASIONAL PENDIDIKANSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
K T S P
Pemetaan Regulasi Kurikulum dalam Sistem Pendidikan Nasiona...
Pengembangan Kurikulum Implementasi Kurikulum
Implementasi
Terbatas 2013
Implementasi SEMAKIN
Meluas 2014- dst
Reflective ...
ANATOMI KEBERHASILAN KURIKULUM 2013:
26
Pelaksanaan Kurikulum 2013 di
Sekolah: Kualitas Pelaksanaan
(1) proses pembelajara...
SKL SEBAGAI KRITERIA SUKSES BELAJAR
5
2727
KOMPETENSI INTI
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
SIKAP
SPIRITUAL
SIKAP SOSIAL PENGETAHUAN KETERAM...
KOMPETENSI INTI
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
SIKAP SPIRITUAL
(KI 1)
SIKAP SOSIAL
(KI 2)
PENGE...
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 1/4
SEKOLAH DASAR
Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,
menga...
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 2/4
SMP
Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,
mengamalkan] pe...
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 3/4
SMA
Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,
mengamalkan] pe...
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 4/4
SMK
Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,
mengamalkan] pe...
KOMPETENSI INTI SMP Edisi GT 21 11 12
VII VIII IX
• Menanggapi dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya.
• Menghargai d...
Kompetensi Inti KOMPTENSI INTI KELAS
Pendidikan Menengah X XI XII
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya
M...
3636
36
KI 3.KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan
konseptual dengan cara mengamati dan mencoba
[mendengar, melihat, memba...
TUNTUTAN IDEAL PEMBELAJARAN
KURIKULUM 2013
6
3737
3838
Learning
(Kolb:1986)
“LEARNING IS
A PROCESS OF BUILDING KNOWLEDGE
THROUGH
TRANSFORMATION OF EXPERIENCES”
(Belajar mer...
3939
Self-System (SistemDiri/Pribadi)
Kepercayaan ttg
pentingnya
pengetahuan
Kepercayaan diri terhadap
kemampuan menangani...
4040
Olahan dari Marzano RJ. and Kendal (2007) The New Taxonom -Olahan Winataputra:2014)
THE MARZANO’S NEW TAXONOMY (2007)...
4141
KERANGKA DASAR PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN OTENTIK
(Gulikers, Bastiaen, dan Kirchner:2004)
AUTHENTIC
INSTRUCTION
AUTHE...
42
4343
KONSEP ESENSI ISTILAH PENGGUNAAN
APPROACH a way of viewing pendekatan Kerangka berpikir
untuk melihat sesuatu
STRATEG...
2
1 Mengamati
4
Menanya
Mengasosiasi
3
5 Mengkomunikasikan
Mengumpulkan informasi
Pendekatan Saintifik (epistemologik-
ber...
LANGKAH
PEMBELAJARAN
KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG
DIKEMBANGKAN
Mengamati Membaca, mendengar, menyimak,
melihat (tanpa ...
Mengumpulkan
informasi
- melakukan eksperimen
- membaca sumber lain
selain buku teks
- mengamati objek/
kejadian/
- aktivi...
Mengasosiasi - mengolah informasi yang sudah
dikumpulkan baik terbatas dari hasil
kegiatan mengumpulkan/eksperimen
mau pun...
Mengkomunikasikan Menyampaikan
hasil pengamatan,
kesimpulan
berdasarkan hasil
analisis secara
lisan, tertulis, atau
media ...
1
5
PENDEKATAN SAINTIFIK:
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proses Keilmuan
Langkah-langkah Pokok (learning experiences-lea...
5050
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Menerima Mengingat Mengamati
Menjalankan Memahami Menanya
Menghargai Menerapkan Mencob...
5151
KNOWL-EDGE
DIMEN-SIONS
REMEMBER UNDERSTAND APPLY ANALYZE EVALUATE CREATE
Factual
knowledge
Conceptual
knowledge
Proce...
KONTEKS RUJUKAN TEORETIK
PEMBELAJARAN
7
5252
Beberapa Pertimbangan dalam Pengembangan Kurikulum
Learning and Innovation
• Creativity and innovation
• Critical thinking...
5454
EXTENDING
AND REFINING
KNOWLEDGE
USING KNOWLEDGE
MEANINGFULLY
USING PRODUCTIVE HABIT OF MIND
POSITIVE PERCEPTION AND ...
5555
55
CONCRETE EXPERIENCE
“Feeling”
ABSTRACT CONCEPTUALIZATION
“Thinking”
REFLECTIVE
OBSERVATION
“Watching”
DivergenceAc...
56
Beberapa Pertimbangan dalam Pengembangan Kurikulum
2. Peran pendidikan dalam kreativitas [proses pembelajaran].
Dyers, ...
PARADIGMA PEMBELAJARAN SUKSES
KURIKULUM 2013
8
5757
5858
ILA ...principle
“...in order to meet the goals of
education, a constructive alignment
between instruction, learning,...
5959
Basic concepts:
authentic instruction
authentic learning
authentic assessment
authentic achievement
authentic co...
6060
What is it authenticity?
Essential elements:
 Performance
 realistic value of the task and context
 cognitive dema...
6161
KOMPETESI INTI
KOMPETENS
I DASAR
INDIKATOR
KI 1,2 (Dampak
Pembelajaran-
terukur-indicative)
INDIKATOR
KI 3, 4 (Dampak...
6262
62
KI 3.KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan
konseptual dengan cara mengamati dan mencoba
[mendengar, melihat, memba...
6363
63
KI 3.KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan
konseptual dengan cara mengamati dan mencoba
[mendengar, melihat, memba...
TERIMA KASIH
6464
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

2014 revised-sistem kurikulum 2013-for narasumber dan instr nas-prof udin

2,842 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

2014 revised-sistem kurikulum 2013-for narasumber dan instr nas-prof udin

  1. 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014 11 SISTEM DAN KEBIJAKAN KURIKULUM 2013: Kebijakan Nasional Visioner (Bahan Penyegaran Narasumber dan Instruktur Nasional, dan Pendamping Kurikulum 2013) Prof. Dr. Udin S. Winataputra, M.A. (Anggota Tim Inti Kurikulum 2013)
  2. 2. TEORI DAN SISTEM KURIKULUM 1 22
  3. 3. 33 Penerima Majoritas Terdini Kurikulum 2013 (Kepala Sekolah dan Guru di Sekolah) Penerima Mayoritas Terlambat Kurikulum 2013 Deseminasi Inovasi Kurikulum 2013 Penerima terdini Kurikulum 2013 (Nara Sumber dan Instruktur Nasional) (Rogers:1986, Winataputra;2012) Inisiator dan Inovator Kurikulum 2013 (Tim Pusat) Penerima Kurikulum 2013 Terbelakang
  4. 4. 44 4 Apakah Kurikulum?(1) • Arti klasik: ….curere…curriculum = “… the oval track upon which the Roman chariots raced” (Oliva, 1989:4) • Analisis: dalam konsep kurikulum ada unsur jarak tempuh, waktu tempuh, prestasi tempuh, penghargaan atas prestasi
  5. 5. 55 Apakah Kurikulum?(2) Arti Teknis (Oliva, 1989: 5-6) • …that which is taught in school • …a set of subjects • …content • …a program of studies • …a set of materials • …a sequence of courses • …a set of performance objectives
  6. 6. 66 6 Apakah Kurikulum?(3) Arti Teknis (Oliva, 1989: 5-6) • …a course of study • …everything that goes on within the school, including extra-class activities, guidance, and interpersonal relationships • …that which is taught both inside and outside of school directed by the school
  7. 7. 77 7 Apakah Kurikulum?(4) Arti Teknis (Oliva, 1989: 5-6) • …everything that is planned by school personel • …a series of experiences undergone by learners in school • …that which an individual learner experiences as a result of schooling
  8. 8. 88 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Pasal 1 Angka 16, PP RI No 32 tahun 2013)
  9. 9. 99 ARAS MESO (institusi, wilayah,) ARAS MAKRO (Pemerintah, DPR ARAS META - AKADEMIK/FILOSOFIS (universal, netral, academic truth) ARAS MIKRO (satuan pendidikan, situs belajar, kelas, kehidupan) Sistem Kurikulum (Curriculum system& Curriculum engeneering) Kurikulum Riil/ Praksis dalam Konteks belajar Dan pembelajaran Pedoman Implementasi Kurikulum,Diklat, Advokasi dll Kurikulum Sbg Kebijakan Nasional UUD,UU,PP, Permendikbud Kurikulum sebagai idea, konsep (Beaucham:1975, Saylor&Alexander,1978, Oliva:1989, Winataputra;2012)
  10. 10. 1010 menimbang keunggulan kekurangannya Kurikulum 2013 Menerapkan secara bertahap Kurikulum 2013 Deseminasi Inovasi Kurikulum 2013 Bangkit minat untuk memahami Kurikulum 2013 (Rogers:1986, Winataputra;2012) Menerapkan Kurikulum 2013 secara penuh dan utuh Tumbuh Kesadaran adanya Kurikulum 2013
  11. 11. ESENSI UTAMA PENDIDIKAN NASIONAL 3 1111
  12. 12. Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. UU No.20/2003 Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 Fungsi Tujuan 1212
  13. 13. 100 tahun kemerdekaan"Bonus Demografi" Bonus Demografi Sebagai Modal SDM Usia Produktif Melimpah Kompeten Tidak Kompeten Beban Pembangunan Modal Pembangunan Transformasi Melalui Pendidikan -Kurikulum - PTK -Sarpras -Pendanaan -Pengelolaan 1313
  14. 14. 1414 6 9 120 SD SMP Wajar Dikdas 9 Tahun SM PMU + 4-6 jam /m inggu Lam a Tinggal di Sekolah Efektivitas Pembelajaran (Kurikulum, Guru, ....) Mulai 2013Periode 1994-2012 Pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi (Kemendikbud:2013) Strategi Peningkatan Capaian Pendidikan
  15. 15. 1515 BELAJAR (LEARNING) CAPAIAN BELAJAR ENTITAS PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PEMBUDAYAAN DAN PEMBERDAYAAN PEMBELAJARAN (INSTRUCTION) PENILAIAN (ASSESSMENT) BUDAYA, KEPEMIMPINAN, DAN MANAGEMEN PENDIDIKAN TUJUAN DIKNAS (Winataputra:2013) SISDIKNAS
  16. 16. DASAR DAN KERANGKA FILOSOFIK PENDIDIKAN NASIONAL 3 1616
  17. 17. ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAAN •Perenialism •Essentialism •Progressivism •Reconstructionism DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM FILOSOFI KURIKULUM 2013 : UU Sisdiknas Pasal 1 Butir 1 dan 2 : Hakikat Pendidikan : peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kompetensi yang berakar pada nilai- nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM DIKEMBANGKAN BERDASARKAN ASPEK RELEVANSI (Pasal 38 UU Sisdiknas) KURIKULUM 2013 (KBK): Penyempurnaan Standar : KOMPETENSI LULUSAN, ISI, PROSES, dan PENILAIAN NO STANDAR URAIAN 1. KOMPETENSI LULUSAN Dikembangkan sesuai tuntutan kekinian Indonesia dan masa depan sesuai kebutuhan. 2. ISI Diurai atas kecukupan dan kesesuaian dengan kompetensi. 3. PROSES Dirancang berbasis kompetensi dengan pendekatan scientific 4. PENILAIAN Berbasis proses dan output dengan teknik tes dan non tes (portfolio). EVALUASI KURIKULUM: •Penetapan Konteks dan Tujuan •Pemilihan Model •Pelaksanaan •Revisi Kurikulum TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM : UU Sisdiknas •Pasal 4 : azas, prinsip, sistem, proses, budaya, pola, dan pengendalian mutu. •Pasal 3 : fungsi (mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa) Teori berbasis Kecakapan pekerjaan organisasi isi dan kompetensi sebagai pribadi yang dewasa  kepemilikan sikap, keterampilan, pengeta­huan secara holistik, atau formal, valuasional dan praksiologi. RPJMN 2010­2014 SEKTOR PENDIDIKAN •Perubahan metodologi pembelajaran •Penataan kurikulum INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 •Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai­nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa 1717
  18. 18. 1818 18 Reconstructed Philosophy of Education (Brameld:1965, Oliva:1989, Sisdiknas:2003, Winataputra:2001) Progressivism (kemampuan, cakap, kreatif,mandiri, iman, taqwa) Reconstructionism (cakap,kreatif, demokratis, bertanggungjawab Essentialism (iman,taqwa, akhlak mulia, cakap, kreatif,Berilmu,watak) Perennialism (iman,taqwa,berilmu,cakap, watak) Sisdiknas Designed by Udin S.Winataputra:2013
  19. 19. 1919 Perennialism: •Disciplining of the mind •Development ability to reason •Pursuit of the truth •Highly academic curriculum (grammar,rethoric,logic, classical and modern language, mathematics Implikasi: Kurikulum disusun untuk tujuan menertibkan pikiran, mengembangkan kemampuan nalar, menemukan kebenaran.Karena itu Kurikulum berisikan substansi akademik seperti gramar, retorika, logika, bahasa modern, dan matematika
  20. 20. 2020 Esentialism: •Transmission of cultural heritage • Preserve it and adjust men and women to society •Tailor the child to the curriculum Implikasi: Kurikulum disusun sebagai wahana pewarisan peradaban, memelihara dan menyesuaikan pria dan wanita terhadap masyarakat, dan mengaitkan peserta didik terhadap kurikulum. Dengan kata lain kurikulum diperankan sebagai wahana pembudayaan peserta didik
  21. 21. 2121 Progresivism: •Developing students’ potentials •Child-centered •Subordinate subject matter to the curriculum Implikasi Kurikulum dikembangkan sebagai wahana psiko- pedagogis untuk menumbuhkembangkan potensi peserta didik. Karena itu kurikulum harus berpusat pada pserta didik. Sementara itu mata pelajaran merupakan subordinasi dari kurikulum
  22. 22. 2222 Reconstructionism •The school not simply transmit the cultural heritage or simply study social problems, but •Should become an agency for solving political and social problem Implikasi Kurikulum dikembangkan sebagai wahana sosio- kultural dan sosiopolitik untuk menyiapkan peserta didik bukan hanya sebagai pewaris peradaban tetapi sebagai agen perubahan sosial. Karena itu kurikulum diadaptasikan terhadap dinamika masyarakat, bangsa, dan antarbangsa/masyarakat global
  23. 23. KEBIJAKAN NASIONAL KURIKULUM 4 2323
  24. 24. STANDAR NASIONAL PENDIDIKANSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN K T S P Pemetaan Regulasi Kurikulum dalam Sistem Pendidikan Nasional (Merujuk pada UU 20/2003 Ttg Sisdiknas dan UU 14/2005 Ttg Guru; PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN (KTSP) 2424 SPras SPTK Spro (Pmd.65/2013 ) SI (Pmd.64/2013) SKL SPn (Pmd.66/2013) SPl SPBia Pemerintah Daerah: Satuan Pendidikan Pemerintah : KEMDIKBUD, BUKU PANDUAN GURUBUKU PANDUAN GURU BUKU TEKS PELAJARAN Pmd. 71/2013) BUKU TEKS PELAJARAN Pmd. 71/2013) KERANGKA DASAR KURIKULUM Psl. 35 UU 20/2003 Sisdiknas dan PP 19/2003 SNP), diubah dg.PP 32/2013) (Psl. 38 ayat (1)) UU 20/2003) (Ps l. 38 ayat (2)) UU 20/2003) (PP 38/2007 –UU 32/2006, Psl. 38 ayat (2) UU 20/2003) 8 Permendukbud: SKL, SI, Spro, Spen, Spras, SPTK, SPI, SPBia Permendikbud Perangkat Kurikulum:( Pmd 67 s/d 70/2013) (Permendikbud: 54/2013) (PP 19/2005 SNP), diubah dg.PP 32/2013) STRUKTUR KURIKULUM
  25. 25. Pengembangan Kurikulum Implementasi Kurikulum Implementasi Terbatas 2013 Implementasi SEMAKIN Meluas 2014- dst Reflective Evaluation (Validitas Isi, Akseptabilitas. Aplikabilitas, Legalitas) melalui: diskusi internal Tim Inti, Tim Internal, Tim Pakar Formative Evaluation Summative Evaluation • Kerangka Dasar • Struktur Kurikulum dan Beban Belajar • Kompetensi (SKL, KI, SKMP/K, KDMP) Implementasi Terbatas bertahap Penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan kurikulum baru secara nasional Juni 2014Des 2012 Juni 2016 Kerangka Implementasi Kurikulum Kelas : I,II, IV,V, VII,VII, X, XI untuk seluruh sekolah • Buku Babon Guru (Silabus, Panduan Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran) • Buku Teks Pelajaran Mar 2013 Uji Publik dan Sosialisasi 2525 Perangkat Pembelajaran dan Buku Teks pelatihan guru dan tenaga kependidikan Perangkat Kurikulum
  26. 26. ANATOMI KEBERHASILAN KURIKULUM 2013: 26 Pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah: Kualitas Pelaksanaan (1) proses pembelajaran oleh Guru agar siswa mencapai (2) kompetensi melalui sistem (3) evaluasi yang handal dan kesesuaian dan kedalaman (4) materi yang memadai. Penyiapan Guru : Perubahan Mindset: Guru sebagai profesi (memerlukan inspirasi empirik yang ditopang oleh sistem yang dikawal oleh lembaga dan personal yang kredibel Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi Implementasi Kurikulum : CIPP (Context, Input, Process dan Product) Proses Pengembangan Kurikulum 2013, Uji Publik, dan Sosialisasi Keberlanjutan (sustainability) : “ganti menteri ganti kurikulum”, ganti karena political driven, dsb.. Keberlanjutan ditentukan oleh : •Keberhasilan (succes story) •Regulasi •Kekuatan dukungan moralsemua stakeholders pendidikan •Kepemimpinan dan manajemen implementasi
  27. 27. SKL SEBAGAI KRITERIA SUKSES BELAJAR 5 2727
  28. 28. KOMPETENSI INTI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP SPIRITUAL SIKAP SOSIAL PENGETAHUAN KETERAMPILAN (PENERAPAN PENGETAHUAN) SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK KI 1 KI2 KI3 KI4 KI 1 KI 2 KI 3 KI 4 KI 1 KI 2 KI 3 KI 4 KI 1 KI 2 KI 3 KI 4
  29. 29. KOMPETENSI INTI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP SPIRITUAL (KI 1) SIKAP SOSIAL (KI 2) PENGETAHUAN (KI3) KETERAMPILAN (PENERAPAN PENGETAHUAN) (KI 4) MAPEL 1 MAPEL 2 MAPEL 3 MAPEL 4 KD 1.1 KD 2.1 KD 3.1 KD 4.1 KD 1.1 KD 2.1 KD 3.1 KD 4.1 KD 1.1 KD 2.1 KD 3.1 KD 4.1 KD 1.1 KD 2.1 KD 3.1 KD 4.1
  30. 30. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 1/4 SEKOLAH DASAR Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam , di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.
  31. 31. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 2/4 SMP Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulannya Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis
  32. 32. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 3/4 SMA Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian [pada bidang kajian spesifik] sesuai bakat dan minatnya Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [pada bidang kajian spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya
  33. 33. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 4/4 SMK Sikap Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian [pada bidang kerja spesifik] sesuai bakat dan minatnya Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [pada bidang kerja spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya
  34. 34. KOMPETENSI INTI SMP Edisi GT 21 11 12 VII VIII IX • Menanggapi dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. • Menghargai dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. • Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. • Menghargai perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun; rasa ingin tahu, percaya diri, toleran, motivasi internal, pola hidup sehat, dan ramah lingkungan) dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. • Menghargai perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, toleran, motivasi internal, pola hidup sehat , ramah lingkungan, gotong royong) dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. • Menghargai dan menghayati perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, rasa ingintahu, estetika, percaya diri, toleran, motivasi internal, pola hidup sehat, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai) dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. • Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) dalam, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan keagamaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata. • Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) dalam, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan keagamaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata. • Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) dalam, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan keagamaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata. • Mencoba, mengolah, dan menyaji berbagai hal dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori • Mengolah, menyaji, dan menalar berbagai hal dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. • Mengolah, menyaji, dan menalar berbagai hal dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat, dan mencipta) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. 3434
  35. 35. Kompetensi Inti KOMPTENSI INTI KELAS Pendidikan Menengah X XI XII Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif), menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa, serta memosisikan diri sebagai agen transformasi masyarakat dalam membangun peradaban bangsa dan dunia. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. SMA: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. SMA: Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. SMA: Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. SMK: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja yang spesifik, untuk memecahkan masalah. SMK: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. SMK: Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. Mengolah, menyaji, dan menalar berbagai hal dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. SMA: Mengolah, menalar, dan menyaji berbagai hal dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. SMA: Mengolah, menalar, dan menyaji berbagai hal dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. SMA: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta berbagai hal dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. SMK: Mengolah, menalar, dan menyaji berbagai hal dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. SMK: Mengolah, menyaji, dan menalar berbagai hal dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. SMK: Mengolah, menyaji, menalar, dan mencipta berbagai hal dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung KOMPETENSI INTI SMA DAN SMK Edisi 28 November Tim Inti
  36. 36. 3636 36 KI 3.KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. KI-4KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, logis, dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. KI 1: Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya (Udin : 2013) KI 2:Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dan cinta tanah air dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru.
  37. 37. TUNTUTAN IDEAL PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 6 3737
  38. 38. 3838 Learning (Kolb:1986) “LEARNING IS A PROCESS OF BUILDING KNOWLEDGE THROUGH TRANSFORMATION OF EXPERIENCES” (Belajar merupakan proses membangun pengetahuan melalui transformasi/pengolahan sistimatis-sistemik pengalaman)
  39. 39. 3939 Self-System (SistemDiri/Pribadi) Kepercayaan ttg pentingnya pengetahuan Kepercayaan diri terhadap kemampuan menangani sesuatu Perasaan terkait pengetahuan Metacognitive-System (Sistem Metakognisi) Memperjelas tujuan belajar Memantau penerapan pengetahuan Memantau kejelasan Memantau kecermatan Cognitive-System (Sistem Berpikir) Pengungkapan pengetahuan Pemahaman Analisisi/penguraian Penggunaan pengetahuan Knowledge-Domain (Ranah Pengetahuan) Informasi/fakta Prosedur Men tal Prosedur Jasmaniah/Fisik Olahan dari Marzano RJ. and Kendal (2007) The New Taxonom (Winataputra:2014) THE MARZANO’S NEW TAXONOMY (2007)
  40. 40. 4040 Olahan dari Marzano RJ. and Kendal (2007) The New Taxonom -Olahan Winataputra:2014) THE MARZANO’S NEW TAXONOMY (2007)- SELF-SYSTEM Self-System (SistemDiri/Pribadi) Kepercayaan ttg pentingnya pengetahuan Kepercayaan diri terhadap kemampuan menangani sesuatu Perasaan terkait pengetahuan Metacognitive-System (Sistem Metakognisi) Memperjelas tujuan belajar Memantau penerapan pengetahuan Memantau kejelasan Memantau kecermatan Cognitive-System (Sistem Berpikir) Pengungkapan pengetahuan Pemahaman Analisisi/pengu raian Penggunaan pengetahuan Knowledge-Domain (Ranah Pengetahuan) Informasi/fakta Prosedur Men tal Prosedur Jasmaniah/Fisik METACOGNITIVE YSTEM COGNITIVE SYSTEM Knowledge- Domain
  41. 41. 4141 KERANGKA DASAR PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN OTENTIK (Gulikers, Bastiaen, dan Kirchner:2004) AUTHENTIC INSTRUCTION AUTHENTIC ASSESSMENT Internal processes within student Authentic learning Tranfer Success Authentic Achievement PERCEPTION OF AUTHENTICITYY
  42. 42. 42
  43. 43. 4343 KONSEP ESENSI ISTILAH PENGGUNAAN APPROACH a way of viewing pendekatan Kerangka berpikir untuk melihat sesuatu STRATEGY a way of attaining langkah pokok Langkah yang dirancang untuk mencapai sesuatu METHODE a way of dealing metode Langkah khusus untuk menangani sesuatu TECHNIQUE a way of handling teknik Cara yang dipakai untuk menangani sesuatu TACTIC a way of treating taktik Cara memperlakukan sesuatu dalam kegiatan MODEL a type of something model Bentuk konseptual suatu proses (terekam/tersiar) PRAXIS actual /observable proses praksis Situasi nyata teramati (Winataputra’s Eclecticism: 1989-2013) TEACHING-LEARNING REPERTOIRE: SEMUA TENTANG CARA KITA...
  44. 44. 2 1 Mengamati 4 Menanya Mengasosiasi 3 5 Mengkomunikasikan Mengumpulkan informasi Pendekatan Saintifik (epistemologik- berbasis proses keilmuan) Langkah-langkah Pokok: 44
  45. 45. LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanya Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat Permendikbud No. 81A Tahun 2013 45
  46. 46. Mengumpulkan informasi - melakukan eksperimen - membaca sumber lain selain buku teks - mengamati objek/ kejadian/ - aktivitas - wawancara dengan nara sumber Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat. 46
  47. 47. Mengasosiasi - mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. - Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan . 47
  48. 48. Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. 48
  49. 49. 1 5 PENDEKATAN SAINTIFIK: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proses Keilmuan Langkah-langkah Pokok (learning experiences-learning tasks: 49 Kemampuan: kognitif, afektif, psikomotorik, dan kemampuan konfluen Menanya Mengumpulkan informasi Mengasosiasi Mengkomuni- kasikan Mengamati 2 3 4 (Udin:2013)
  50. 50. 5050 Sikap Pengetahuan Keterampilan Menerima Mengingat Mengamati Menjalankan Memahami Menanya Menghargai Menerapkan Mencoba Menghayati, Menganalisis Menalar Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji - Mencipta Mencipta 1 5 Menanya Mengumpulkan informasi Mengasosiasi Mengkomuni- kasikan Mengamati 2 3 4 RELASI FUNGSIONAL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Capaian pembelajaran Proses Pembelajaran
  51. 51. 5151 KNOWL-EDGE DIMEN-SIONS REMEMBER UNDERSTAND APPLY ANALYZE EVALUATE CREATE Factual knowledge Conceptual knowledge Procedural knowledge Metacognitive knowledge PENGGUNAAN TAXONOMY UNTUK PEMBELAJARAN Andersen,L.W., Krathwohl, D.R. Et.all:(2001)Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives
  52. 52. KONTEKS RUJUKAN TEORETIK PEMBELAJARAN 7 5252
  53. 53. Beberapa Pertimbangan dalam Pengembangan Kurikulum Learning and Innovation • Creativity and innovation • Critical thinking and problem solving • Communication and collaboration Information, Media and Technology • Information literacy • Media literacy • ICT literacy 1. Kompetensi Abad 21 Partnership for 21st Century [2008], 21st Century Skills, Education, and Competitiveness. 5353
  54. 54. 5454 EXTENDING AND REFINING KNOWLEDGE USING KNOWLEDGE MEANINGFULLY USING PRODUCTIVE HABIT OF MIND POSITIVE PERCEPTION AND ATTITUDES (Marzano:1985) ACQUIRING AND INTEGRATING KNOWLEDGE Komunikasi interaktif Ceramah, Tanya jawab Diskusi, Simulasi, Tugas membaca Tugas membaca lanjut, Panel, seminar, Debat dll Penelitian, Project, workshop Kegiatan Dinamis, produktif
  55. 55. 5555 55 CONCRETE EXPERIENCE “Feeling” ABSTRACT CONCEPTUALIZATION “Thinking” REFLECTIVE OBSERVATION “Watching” DivergenceAccomodation Convergence Asssimilation Apprehension (penangkapan langsung) Intention (pemusatan) Comprehension (pemahaman) Extention (perluasan) ACTIVE EXPERIMENTATION “Doing” STRUCTURE OF LEARNING (Kolb:1986)
  56. 56. 56 Beberapa Pertimbangan dalam Pengembangan Kurikulum 2. Peran pendidikan dalam kreativitas [proses pembelajaran]. Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Bus. Review: •2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. •Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelligent yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 dari genetik. •Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: - Observing [mengamati] - Questioning [menanya] - Associating [menalar] - Experimenting [mencoba] Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba sehingga peserta didik terlatih dalam melakukan proses mengamati, menanya, menalar dalam memecahkan permasalahan 5656
  57. 57. PARADIGMA PEMBELAJARAN SUKSES KURIKULUM 2013 8 5757
  58. 58. 5858 ILA ...principle “...in order to meet the goals of education, a constructive alignment between instruction, learning, and assessment is nessessary” (Biggs;1996, Gulliker et al: 2004)
  59. 59. 5959 Basic concepts: authentic instruction authentic learning authentic assessment authentic achievement authentic competency-based assessment Consequential validity (construct validity and impact on student learning) Gullikers, J.T.M., Bastiaens, T.J., Kirschner, P.A. (2004) A Five Dimensional Framework fo Authentic Assessment, ETR&D, Vol 52, No.3,2004
  60. 60. 6060 What is it authenticity? Essential elements:  Performance  realistic value of the task and context  cognitive demand-the thinking required in criterion situation  degree of resemblance to the criterion situation  authentic task- a task that resembles the criterion tasks with respect to the integration of knowledge, skills, and attitudes
  61. 61. 6161 KOMPETESI INTI KOMPETENS I DASAR INDIKATOR KI 1,2 (Dampak Pembelajaran- terukur-indicative) INDIKATOR KI 3, 4 (Dampak Pengiring-ternilai -guiding) STRATEGI PEMBELAJARAN 1.SIKAP SPIRITUAL 1.1 1.2 1.1.1/1.2.1/2.1.1./ 2.2.1 sbg dampak pengiring dari 3.1.1/4.1.1/3.2.1/ 4.2.1 2.SIKAP SOSIAL 2.1 2.2 3. PENGETAHUAN 3.1 3.2 3.1.1 3.2.1 1. Mengamati 2. Menanya 3. Mengeksplorasi 4. Menalar 5. Mengomunikasi kan 4. KETERAMPILAN (Penggunaan pengetahuan) 4.1 4.2 4.1.1 4.2.1 PEMBELAJARAN UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI SECARA INTEGRATIF-HOLISTIK
  62. 62. 6262 62 KI 3.KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. KI-4KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, logis, dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. KI 1: Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya (Udin : 2013) KI 2:Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dan cinta tanah air dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru.
  63. 63. 6363 63 KI 3.KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. KI-4KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, logis, dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. KI 1: Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya (Udin : 2013) KI 2:Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dan cinta tanah air dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru. MANDIRI MANDIRI MANDIRI MANDIRITATAP MUKA DAN TERSTRUKTUR
  64. 64. TERIMA KASIH 6464

×