13
INDONESIA EMERGENSI - 3 SUMBU MEGA ANCAMAN
( EARLY WARNING THREATEN OF 21 st CENTURY )
O leh :
Mayor Ir. Muhammad B. Pa...
13
1. Prediksi Ancaman Besar terhadap Mega Proyek JSS. Projek Pembangunan Jembatan Selat
Sunda (JSS) melalui rencana kerja...
13
sejauh 2 km, sedangkan jarak antara Anak Krakatau dengan JSS mencapai 50 km. Namun juga pada sisi
lain mereka mempredik...
13
Latar Belakang Konstelasi wilayah, Latak dan Geografis. Menjadikan pertimbangan utama
terhadap latar belakang konstelas...
13
Riset terhadap ancaman Anak Krakatau mestinya melibatkan berbagai pihak dan ditetapkan sebagai suatu
“Riset Nasional” y...
13
Kegiatan uji coba ini berhasil mendeteksi sinyal source level yang dipancarkan kapal selam sebagai target
dan menampilk...
13
Lanjutan Perwira) Kodikal dengan materi pengajaran : Total Quality Management (TQM) dan Total Quality
Leadership (TQL) ...
13
depan kita mampu mewujudkan minimum “essential force” (atau terkait dengan penjelasan dalam tulisan ini
sebagai sk2m2)"...
13
terdapat pada Bagian I & II) sebagai akibat adanya Paradigma Era Baru Perang Abad 21
(29)
yang ditandai
dengan Penjajah...
13
perkantoran dari para pimpinan negara, dll. Dimana ancaman besar ini dapat terjadi apabila perwira yang menjadi
komando...
13
kapal selam, dengan tidak berfungsinya sistem navigasi sonar ini berakibat terhadap paniknya para pelaksana
operasi ter...
13
Kebebasan dan Kritik Membangun. Pada sisi lain dalam kaitannya dengan inovasi, pemikiran dan
gagasan yang diuraikan did...
13
seluruh rakyat Indonesia untuk tujuan kemajuan pembangunan.
Pada era kemajuan teknologi canggih saat ini, perwira sebag...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

BUKU : INDONESIA EMERGENSI - 3 SUMBU MEGA ANCAMAN (EARLY WARNING THREATENING of 21 st CENTURY) Materi 2

614 views

Published on

Buku ini sangat penting dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari kalangan bawah sampai atas, terutama pemerintah dan berbagai lembaga lainnya yang memiliki tanggung jawab serta kepedulian yang tinggi terhadap prediksi kuat dengan terjadinya situasi “Indonesia Emergensi”, sehingga sangat dibutuhkan adanya berbagai persiapan awal dan antisipasi dini, yang bertujuan untuk menyelematkan negara dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.
Melalui publikasi penerbitan buku ini lapisan masyarakat Indonesia dapat menikmati berbagai informasi menarik, hangat dan crusial, oleh karenanya penting untuk disimak dan ikuti terus isi dari tulisan ini. Pembaca akan menemukan jawaban kenapa dan apa sesunguhnya yang menyebabkan “Indonesia Emergensi sebagai akibat 3 Sumbu Mega Ancaman dan menjadikan Early Warning Ancaman pada Abad 21. Dengan menyimak isi tulisan ini dan menghayati maknanya, dengan sendirinya akan tumbuh semangat kebangsaan dan bela negara sekaligus akan terwujud persatuan dan kesatuan Indonesia.
Selain itu juga pembaca akan mendapatkan berbagai hal yang bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kewaspadaan, antisifatif dan antisipasi dini terhadap kemungkinan ancaman bahaya serta semangat untuk menyelamatkan Indonesia. Demikian juga pembaca akan memperoleh berbagai manfaat dan keuntungan lain yang cukup berguna tentang berbagai hal, seperti strategik pertahanan negara-negara maju dan kawasan Asean; konflik kawasan yang semakin memanas, millenium tatanan dan perubahan; persaingan dan perlombaan persenjataan; konstelasi letak dan posisi geografis Indonesia yang mengakibatkan tingkat kerawanan dan ancaman yang tinggi, akan tetapi pada sisi lain memberikan keuntungan terhadap Indonesia; serta seberapa besar sumber kekayaan Indonesia mengakibatkan Indonesia menjadi incaran negara-negara maju.

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
614
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

BUKU : INDONESIA EMERGENSI - 3 SUMBU MEGA ANCAMAN (EARLY WARNING THREATENING of 21 st CENTURY) Materi 2

  1. 1. 13 INDONESIA EMERGENSI - 3 SUMBU MEGA ANCAMAN ( EARLY WARNING THREATEN OF 21 st CENTURY ) O leh : Mayor Ir. Muhammad B. Pane, MM Lanjutan : RANGKUMAN BUKU MATERI II ( Edisi 2012 )
  2. 2. 13 1. Prediksi Ancaman Besar terhadap Mega Proyek JSS. Projek Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) melalui rencana kerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency), sepanjang 28-30 km dimulai pada tahun 2014 dengan biaya di atas Rp 100 triliun. Namun hasil studi JICA bahwa besarnya biaya pembangunan tersebut sekitar Rp. 25-50 triliun. Selanjutnya menurut laporan JICA-Expert, pemilihan mode transportasi pada jembatan Selat Sunda tergantung pada pengembangan bagian selatan pulau Sumatra dan bagian barat Pulau Jawa. Konstelasi wilayah (49) dan infrastruktur pembangunan JSS sangat kompleks dan berada pada titik pusat dan area sangat rawan terhadap ancaman terjadinya gempa dan tsunami, apabila benar terjadi akan mengakibatkan dampak dan resiko yang sangat besar. Prediksi Sementara dari Pihak Terkait. Pembangunan mega proyek JSS diperkirakan selesai dalam kurun jangka waktu 10 tahun dimulai dari ground-breaking pada tahun 2104. Pendapat dari beberapa pihak diantaranya dari Komisi V DPR, ESDM dan BMKG bahwa letusan Anak Krakatau tidak akan mempengaruhi proyek JSS. Sebab menurut pihak tersebut jika terjadi tsunami paling tinggi gelombang lautnya hanya mencapai 6 meter, dimana batuan dan pasir akibat letusannya hanya terlontar Gambar 6 12 (49) Regional SOP training on end to end tsunami early warning system
  3. 3. 13 sejauh 2 km, sedangkan jarak antara Anak Krakatau dengan JSS mencapai 50 km. Namun juga pada sisi lain mereka memprediksi kemungkinan terjadinya ledakan dahsyat seperti pada tahun 1883. Prediksi sementara ini jika dibandingkan dengan hasil riset para ahli tsunami terhadap jauh dekatnya (23) dampak yang ditimbulkan oleh tsunami, masih terdapat perbedaan yang significan. Gambar 7 13 (23) Near and Far-Field Effects of Tsunamis
  4. 4. 13 Latar Belakang Konstelasi wilayah, Latak dan Geografis. Menjadikan pertimbangan utama terhadap latar belakang konstelasi wilayah, latak dan geografis serta infrastruktur pembangunan JSS sangat kompleks dan berada pada titik pusat dan area sangat rawan terhadap ancaman terjadinya gempa dan tsunami. Ancaman terbesar gempa superkolosal dan mega tsunami sebagai akibat erupsi Anak Krakatau (50) diprediksi kuat setiap saat dapat terjadi. Merupakan alternatif pemikiran dan upaya untuk menyelamatkan rakyat, hutang dan investasi Indonesia ratusan trilliun rupiah. Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap Anak Krakatau, namun belum terdapat adanya suatu bentuk riset yang dilaksanakan secara berlanjut, professional yang melibatkan seluruh komponen negara dan bangsa yang memiliki kemampauan teknologi dan kepedulian tinggi, sehingga sampai dengan saat ini belum dapat ditentukan secara significant kapan terjadinya erupsi dari Anak Krakatau serta langkah-langkah konkrit untuk antisipasi terhadap mega ancaman tersebut, misalnya secara mendasar sangat tergantung terhadap rumus fisis dan matematis dari suatu rangkaian gunung berapi dan lempeng disepanjang wilayah pulau Jawa dan Sumatra, seperti Gambar 2 di atas, sehingga dengan suatu tingkat ketelitian yang tinggi berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang terjadinya gempa dan tsunami, maka akan dapat dipastikan kapan terjadinya dan tingkat erupsi klimaks dari Anak Krakatau. Gambar 8 14 (50) Seismic history and tectonics of the Sunda Arc
  5. 5. 13 Riset terhadap ancaman Anak Krakatau mestinya melibatkan berbagai pihak dan ditetapkan sebagai suatu “Riset Nasional” yang secara fokus dan serius dilaksanakan, misalnya seperti uji coba atau test (46) data seismik gempa. Program ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat akurasi data dan informasi yang tinggi tentang gempa dan tsunami, sehingga responsibilitas penyelamatan dapat dilakukan lebih dini. Dengan demikian akan dapat ditentukan alternatif keputusan yang tepat terhadap mode infrastruktur transportasi yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatra. Namun yang jelas bahwa saat ini Anak Krakatau berada pada tahap “pemulihan kritis dan tahap priodikasi”, yang berarti diprediksi bahwa setiap saat akan terjadi puncak erupsi dari Anak Krakatau dengan skala ledakan superkolosal dan mengakibatkan terjadinya mega tsunami. Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa kegiatan Uji coba Prototipe FAH–SBS ini dilaksanakan di wilayah perairan Situbondo Surabaya, yang melibatkan antara lain : kapal selam KRI Nanggala 402 dan KRI KRI Cakra 401; KRI Fatahilla; KRI Soputan; Satuan Paska dan para peneliti dari BPPT, LON, Dishidros TNI AL, IPB Bogor, Puspitek Serpong, LIPI dan LEN, dimana pelaksanaan kegiatan tersebut diantaranya penulis mengarahkan posisi lintasan kapal selam terhadap sensor array hydrophones passif seperti Gambar 3 di atas. Gambar 9 15 (46) Seismic test data could save lives
  6. 6. 13 Kegiatan uji coba ini berhasil mendeteksi sinyal source level yang dipancarkan kapal selam sebagai target dan menampilkannya di layar monitor komputer dalam bentuk visualisasi dari kapal selam yang menjadi target dari teknologi sistem pendeteksian bawah laut. Dengan rekayasa rancang bangun hardware dan software dari Prototipe FAH – SBS / Anti Submarine, (44) kemudian dapat menentukan jarak, posisi, arah baringan dan identifikasi dari kapal selam sebagai target tersebut. Desain sofware dari prototipe ini terutama pada bahasa pemograman terhadap analisa spekturm, sinyal processing dan digital filtering. Selanjutnya pada kegiatan uji coba ini, dimana sebelumnya terlebih dahulu dilaksanakan antara lain seperti pengaturan track kapal selam melintasi array hydrophones (sensor passif) yang ditempatkan berada di dasar laut, seperti Gambar 4 di atas. Kemudian dilakukan pengukuran ambient noise lingkungan laut dan self noise dari kapal selam, yang bertujuan untuk setting filter digital terhadap rancangan sistem deteksi dan sistem kalibrasi. Sistem kalibrasi ini menggunakan sinyal hydrosounder sebagai source level yang ditempatkan berada di phonton dan dipancarkan dari KRI Soputan 923 menggunakan rancangan sistem peralatan Signal Generator, seperti Gambar 5 di atas. Untuk mendapatkan informasi secara garis besar tentang program Uji Coba Prototipe FAH-SBS ini, akan dijelaskan pada halaman selanjutnya pada bagian II rangkuman penulisan ini, dengan judul “Unjuk kerja dari teknologi Prototipe FAH-SBS”. Setelah kegiatan uji coba berhasil dilaksanakan sesuai hasil yang diharapkan, penulis berpose sejenak dengan para tim ahli (penulis pada posisi tengah), seperti pada Gambar 6 di atas. Jika pembaca berminat untuk mendalami tentang teknologi Prototipe FAH-SBS ini, informasinya yang lebih lengkap dapat dilihat pada buku yang dikarang oleh penulis dengan judul “Prototipe FAH-SBS (Fixed Array Hydrophones-Sea Bed Surveillance), Rekayasa Rancang Bangun, Anti Submarines Technology”, seperti Gambar 7 di atas. Profile penulis lainnya yaitu : beberapa kegiatan yang pernah dilaksanakan dan diikuti oleh penulis, diantaranya adalah : Simposium Fisika Nasional XII dan beberapa peserta dari luar negeri pada tahun 1991 dengan topik makalah : “Penerapan Teknologi Solar-Cell sebagai Alternatif Pembangkit Listrik pada posal- posal TNI AL di pulau-pulau terpencil dan terluar”, seperti pada Gambar 8 di atas; Kursus Intensif Bahasa Perancis Angkatan XI di Pusat Bahasa Hankam tahun 1992; Sail Indonesia & Fleet Review atau Arung Samudra pada tahun 1995 dengan peran sebagai LO kapal perang negara Perancis; International Air Show pada tahun 1996 dengan peran sebagai LO Kasal negara Malasia; dan Pameran Ristek Tekonologi Persenjataan VII pada tahun 1996 seperti pada Gambar 9 di di atas ini. Pada tahun 1996 meraih gelar S2-MM (Master Manajemen) dengan thesis berjudul : “Analisa dan Perhitungan Manajemen Biaya Kapal Armada Pelayaran Nusantara” dari Sekolah Tinggi Manajemen Labora Jakarta dan ujian negara dengan indeks prestasi (IP) 3,28. Pada tahun 1999 sebagai Staf Perencanaan dan Anggaran KASAL atau SRENAL, kemudian pada tahun 2000 sebagai Guru Militer di SELAPA (Sekolah 16 (44) Handbook of Hydrophone Element Design Technology
  7. 7. 13 Lanjutan Perwira) Kodikal dengan materi pengajaran : Total Quality Management (TQM) dan Total Quality Leadership (TQL) serta Teknologi Komputer. Dalam hal kepangkatan : Pada tahun 1994 mendapat kenaikan pangkat dari Letnan Satu ke Kapten, selanjutnya pada tahun 1998 berpangkat Mayor, dan sampai dengan sekarang berdinas di Mabes TNI AL Cilangkap Jakarta. Sejak kurun waktu dari tahun 1986 sampai dengan tahun tahun 2004, penulis telah berhasil menciptakan puluhan rekayasa rancang bangun dan prototipe teknologi terapan, antara lain seperti : pre-amp hydrophone sensor; weapon and electronic control measure; convert panchromatic and imaging interpretation of land satellite; interface base and sensor control; spectrum analyzer and sound sensor; underwater telephone; airborne laser control for coastline and basepoint; PC windows global navigation charts; signal processsing for Digital Marine Resource Mapping (DMRM); HD Bus (High Definition Bus) for underwater detection sensor, dll. 1. Dasar dan Latar Belakang Pemikiran : Review pesan dan instruksi Presiden RI pada HUT TNI ke-65, 5 Oktober 2010. Sehubungan dengan “Pembangunan Kekuatan dan Kemampuan Pertahanan RI”, Bapak Presiden RI menjelaskan dalam amanatnya dan pameran teknologi pertahanan, seperti Gambar 10 di bawah ini : "Kita mau lebih banyak lagi pesawat tempur AU mengudara menjaga kedaulatan wilayah RI. Kita mau lebih banyak lagi kapal AL yang berpatroli di perairan Aceh hingga Papua. Kita mau satuan tempur darat kita setiap saat bisa dikerahkan ke mana pun di wilayah RI dan pameran teknologi pertahanan, seperti Gambar 10 di atas. Peningkatan kekuatan TNI tentu saja memerlukan anggaran dalam jumlah besar, pemerintah dan DPR sudah sepakat untuk secara bertahap menambah nilai anggaran pertahanan seiring meningkatnya pendapatan negara tanpa korbankan pos anggaran kesejahteraan rakyat”. Lebih lanjut Bapak Presiden RI menyampaikan : "Saya intruksikan Kementerian Pertahanan menyusun rencana strategis seiring pertumbuhan APBN dengan jangka waktu yang tepat. Kita harap satu dasawarsa ke Gambar 10 17
  8. 8. 13 depan kita mampu mewujudkan minimum “essential force” (atau terkait dengan penjelasan dalam tulisan ini sebagai sk2m2)". Sebelumnya bapak presiden menegaskan, bahwa perang merupakan jalan akhir untuk setiap upaya penyelesaian konflik. Prioritas utama adalah perundingan dan upaya diplomasi lain demi bisa tercapainya solusi damai. Tapi bagaimana pun TNI memerlukan kekuatan yang kredibel. Sehingga TNI siap setiap saat manakala aksi militer yang akhirnya ditempuh sebagai jalan keluar. Sebagai negara berdaulat, kita memerlukan kekuatan militer yang tangguh dan kredibel”. Selanjutnya dalam kaitannya dengan “Penegakan Hukum dan Keadilan” yang dijelaskan didalam materi tulisan ini pada BAGIAN III sebagai “Ancaman Ketahanan Hukum”, diantaranya : Ancaman besar terhadap pelanggaran hukum dan ketidak-adilan; Upaya meyelamatkan Indonesia melalui penegakan hukum dan keadilan; Strategi Ketahanan Hukum Nasional, dimana Bapak Presiden RI lebih lanjut menyampaikan : “Juga meminta agar penegakkan hukum benar-benar ditegakkan dalam setiap gangguan stabilitas ketertiban dan keamanan. Kita harus memastikan bahwa hukum di negeri ini tetap tegak untuk mengayomi dan melindungi masyarakat. Tidak boleh ada sekelompok orang atau sekelompok massa yang dengan mudahnya membuat kerusuhan, keonaran dan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan terhadap pihak lain, bahkan melakukan penyerangan terhadap aparat negara, pada bagian lain selanjutnya Bapak Presiden RI mengingatkan : “Pemerintah telah menetapkan tiga agenda utama pembangunan yakni pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pematangan demokrasi yang bermartabat, serta “tegaknya hukum bagi keadilan seluruh rakyat Indonesia”. Semua itu kita lakukan dengan tetap berpedoman pada empat pilar yakni : UUD 1945, NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Pada akhir amanatnya Bapak Presiden RI menegaskan kembali : "Seperti kita ketahui pembangunan nasional akan berhasil jika kita mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri kita, termasuk menjaga kohesi dan kerukunan sosial kita". 2. Meluruskan Maksud dan Tujuan Penulisan serta Mendorong Prajurit Berani Menulis Semangat Kebangsaan dan Abstrak War. Merupakan bagian dari prakata pada penulisan ini yang menjelaskan tentang kaitannya dengan judul pada kalimat “Indonesia Emergensi : 3 Sumbu Mega Ancaman (Early Warning Ancaman Abad 21)”. Penjelasan ini juga dimaksudkan termasuk untuk “meluruskan pendapat, pemikiran dan persepsi’ yang kemungkinan akan menimbulkan perbedaan atau salah pengertian terhadap judul dan isi dari penulisan ini secara keseluruhan, maka penulis sebelumnya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan penulisan ini, adalah : dalam rangka Menyongsong Hari Pahlawan 10 Nopember 2012, penulis mencoba memberikan sumbangsih untuk membangkitkan dan mendorong semangat persatuan, kesatuan, kejuangan dan kepahlawanan dari generasi anak bangsa dan seluruh komponen kekuatan bangsa dan negara Indonesia. Sejalan dengan berbagai bentuk ancaman terhadap kedaulatan NKRI dan untuk mengantisipasi dini dalam upaya untuk menyelamatkan dari ancaman bahaya yang dapat mengakibatkan ribuan bahkan jutaan korban jiwa rakyat Indonesia, sebab Indonesia saat ini berada di depan pintu bahaya dari 3 Sumbu Mega Ancaman (uraiannya 18
  9. 9. 13 terdapat pada Bagian I & II) sebagai akibat adanya Paradigma Era Baru Perang Abad 21 (29) yang ditandai dengan Penjajahan dan Kejahatan Global dalam bentuk Abstract War (AW) dan Natural Power War (NPW), termasuk bangsa ini dapat belajar dari berbagai peristiwa dan bencana masa lalu dan saat ini yang terjadi secara beruntun, baik yang terjadi di Indonesia maupun diberbagai belahan bumi”. Semangat Asean dan Berbagai Peristiwa yang terjadi. Demikian juga bertujuan sebagai masukan dan informasi yang berguna terhadap berbagai program ASEAN, terutama hasil dari sidang ke-5 ADMM (Asean Defence Ministers Meeting) yang baru berlangsung satu tahun lebih, sehingga cita-cita yang luhur dari ASEAN untuk tetap mempertahankan “Perdamaian Kawasan Asia Tenggara” dapat terwujud, sebab Indonesia memiliki peranan penting untuk kemajuan ASEAN. Pada bagian III penulisan ini diuraikan berbagai peristiwa yang terjadi terhadap pelanggaran hukum dan ketidak-adilan sebagai gejala kemunduran moral dan konflik internal antar berbagai lembaga yang ada, sehingga menjadi pemberitaan yang cukup kontroversial pada berbagai media, baik dalam negeri maupun internasional, dimana hal ini merupakan gejala dan fenomena yang kurang baik dan dapat menghambat kemajuan pembangunan. Perspektif Model Profesionalisme TNI Abad 21 dan Ekspektasi Ancaman Besar. Keberhasilan Profesionalisme TNI Abad 21 tidak hanya dalam bidang pengembangan manajemen organisasi, akan tetapi yang paling utama adalah pengembangan dalam bidang penyiapan Sumber Daya Manusia/Militer (SDM Mil) atau dengan istilah yang lebih populer disebut sebagai “The Power as Man Behind The Gun”, diantaranya terutama dalam hal penguasaan Iptek persentaan canggih. Tuntutan jaman terhadap “Model Profesionalis TNI pada Abad 21” ibarat dua sisi mata uang logam, yaitu : peran dan fungsinya yang tidak dapat dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, dimana peran dan fungsinya sebagai “Komando” dalam tugas militer disatu sisi dan disisi lain peran dan fungsinya sebagai “Manager”. Sebagai komando di-era kemajuan teknologi canggih yang berskala Nanotechnology (52) pada abad 21 sekarang ini, seorang perwira dituntut kemampuannya dalam penguasaan Iptek teknologi canggih persenjataan. Sebab semua negara di dunia maupun di kawasan Asean saat ini sudah menerapkan teknologi canggih persenjataan pada sistem dan strategi pertahanannya yang berbasis teknologi satelit, seperti negara china misalnya telah melakukan uji coba satelit (45) . Salah satu contoh terhadap ekspektasi ancaman besar dapat terjadi, ketika seorang perwira sebagai komando memberikan perintah penembakan pada satuan alteleri tempur, dengan sasaran udara ke darat atau darat ke darat. Termasuk perintah komando diberikan kepada satuan anti serangan udara. Kemungkinan ancaman besar dan berakibat vatal serta beresiko tinggi dapat terjadi terhadap satuan altelerinya, terutama terhadap pemukiman sipil atau resiko tinggi lainnya terhadap instalasi vital dan strategi, seperti instalasi gudang persenjataan, area industri kimia dan bahan lainnya yang sangat berbahaya serta wilayah 19 (29) Perang Dunia ke-3 Abad 21 (45) China Tests Anti-Satellite (52) The Ethical and Social Implications of Nanotechnology
  10. 10. 13 perkantoran dari para pimpinan negara, dll. Dimana ancaman besar ini dapat terjadi apabila perwira yang menjadi komando pada satuan alteleri tempur tersebut tidak menguasai penerapan teknologi canggih Satellite Imagery IKONOS dalam geomatic militer. Aplikasi dari citra satelit (42) IKONOS ini dalam bidang militer adalah untuk tujuan “Mapping, Strategic Target, Detection, Demining and Mission”, seperti antara lain : klasifikasi instalasi; targeting; analisa kemiringan; indikasi dan peringatan; perencanaan misi dan pelatihan, dll. Selanjutan kembali terhadap penjelasan perintah komando penembakan tersebut, apabila seorang komandan tidak mengusai penggunaan image mapping dari satelit IKONOS ini, seperti misalnya yang paling sederhana dalam membaca peta dasar dan membedakan beberapa layer seperti : lahan terbuka, kawasan pemukiman, water body, jalan dan vegetasi, dll. Termasuk jika perwira tersebut tidak menguasai tentang Digital Elevation Model (DEM) yang dihasilkan dari proses Digital Ortho Image (DOI), maka perwira tersebut tidak dapat menentukan klasifikasi dan koordinat target secara tepat, sehingga perintah penembakan sasaran akan berakibat fatal. Dimana perspekti dan pemikiran ini bersumber dari buku Dr. Syarifudin Tippe, M.Si, Rektor UNHAN. (6) Beberapa Peristiwa Kecelakaan dalam Tugas saat ini, kemungkinan sebagai akibat Lemahnya Penguasaan Iptek Sistem Peralatan dan Persenjataan Canggih. Beberapa hari yang lalu telah terjadi Peristiwa Kecelakaan dalam Tugas pada “Simulasi Penyelamatan Kapal Selam di wilyah perairan Situbondo Surabaya, yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian negara yang cukup besar. Kemugkinan faktor lain yang menyebakan terjadinya kecelakaan tersebut dapat berpengaruh, seperti “human error and tool error”. Namun kemungkinan yang paling besar yang memberikan andil terjadinya kecelakaan dalam tugas tersebut adalah “lemahnya pengusaan Iptek Sistem Peralatan dan Persenjataan Canggih” . Persepsi terjadinya kecalakaan tersebut jika ditinjau dari sisi investigasi terhadap peran “teknologi deteksi bawah laut dan kapal selam” (underwater technology and submarines). Didalam teknologi deteksi bawah laut dan kapal selam yang sangat berpengaruh, antara lain terutama seperti : ‘propagation loss, reverberation loss, transmation loss and bottom loss’ gelombang akustik; ambient noise; self noise kapal selam; shadow zone (zona bayang-bayang) dan salinitas (kadar garam, polusi, plankton, biota laut dan sedimentasi). Beberapa parameter teknologi bawah laut dan kapal selam ini sangat berpengaruh terhadap “unjuk kerja dan akurasi”, antara lain terhadap : sistem sonar, telepon bawah laut, sistem navigasi dan komunikasi, ranjau bawah laut dan torpedo. Sebagai contoh misalnya sistem navigasi sonar (38) kapal selam tidak dapat berfungsi, jika level ambient noise perairan Situbondo saat itu sangat tinggi sekali melebihi “batas ambang” terhadap kalibrasi source level sonar 20 (42) Military satellites (6) Human Capital Management / Model Pengembangan Org Militer (38) Sonar Signal Processing
  11. 11. 13 kapal selam, dengan tidak berfungsinya sistem navigasi sonar ini berakibat terhadap paniknya para pelaksana operasi tersebut. Transportasi Udara dan Bahaya Penerbangan. Dari uraian beberapa peristiwa yang terjadi, dimana inovasi, gagasan dan pemikiran yang terdapat didalam penulisan ini, dapat dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk tujuan kewaspadaan dan wawasan nasional. Terutama bertepatan menyongsong Hari Pahlawan 10 Nopember 2012, penulis mencoba berupaya menyampaikan berbagai masukan untuk mendorong percepatan kemajuan pembangunan dalam berbagai bidang, terutama dalam hal semangat persatuan dan kebangsaan; kejuangan generasi anak bangsa; pembangunan pertahanan, peningkatan kemampuan dan kekuatan TNI, termasuk upaya penyelamatan bahaya penerbangan dan pembangunan transportasi udara Indonesia. Salah satu alasan utama dan sebagai dasar pemikirannya adalah : “percepatan -vs- konstelasi geografis kepulauan Indonesia sebagai suatu negara archipelago state”. Skala Prioritas Pembangunan. Semua bidang pembangunan dapat dikategorikan penting, namun dari berbagai komponen pembangunan tersebut memiliki sifat, latar belakang dan aspek yang memberikan pengaruh terhadap penentuan kategori “skala prioritas utama”. Aspek konstelasi geografis Indonesia merupakan bagian dari sifat dan latar belakang, dimana ribuan pulau besar dan kecil dari “Sabang sampai Papua” yang dipisahkan oleh laut yang sangat luas yang merupakan cakupan wilayah “kedaulatan yurisdiksi NKRI”, sehingga sebagian besar wilayah dan daerah terpencil tersebut menjadi sangat sulit terjangkau. Melalui perumusan skala prioritas utama yang tepat, maka pembangunan pertahanan, peningkatan kemampuan dan kekutan TNI, termasuk pembangunan transportasi udara Indonesia akan memberikan “feedback dan percepatan” terhadap kemajuan pada berbagai bidang pembangunan lainnya. Pada bagian lain yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kemampuan pertahanan wilayah darat dan memastikan terciptanya situasi keamanan yang selalu kondusif. Wilayah Sulit Terjangkau. Terutama bidang pembangunan dengan tingkat kepentingan dan kebutuhan yang memerlukan kecepatan yang tinggi, diantaranya seperti : operasi pengawasan/patroli dengan pesawat udara pada wilayah perbatasan terpencil yang sulit terjangkau, dimana alternatifnya bahwa patroli udara yang memungkinkan dapat dilakukan 1 x dalam 24 jam; evakuasi penyelamatan korban bencana alam dengan pesawat udara. Dengan berbagai latar belakang tingkat kerawanan bencana alam Indonesia yang cukup tinggi, sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi pada daerah terpencil yang cukup sulit terjangkau melalui jalur darat maupun laut; dan terutama untuk melundungi target zona penghancuran melalui strike fighter dan attack pesawat tempur supersonic dalam hitungan waktu yang sangat singkat; demikian juga sasaran target zona penghancuran menggunakan kapal selam; upaya penyelamatan Indonesia dari mega ancaman gempa dan tsunami; transportasi udara pada kegiatan perdagangan antar pulau, disamping faktor kecepatan juga untuk tujuan pemerataan pembangunan melalui pendistribusian hasil komoditi daerah terutama dearah-daerah terpencil yang sulit terjangkau. 21
  12. 12. 13 Kebebasan dan Kritik Membangun. Pada sisi lain dalam kaitannya dengan inovasi, pemikiran dan gagasan yang diuraikan didalam penulisan ini, sebelumnya digambarkan secara singkat kaitannya dengan undang-undang tentang kebebasan pers RI dan undang-undang tentang hak azasi manusia, dimana setiap insan pers dan warga negara Indonesia memiliki hak yang sama dihadapan hukum untuk menyampaikan pendapat dan pemikirannya kepada publik yang berlandaskan Pancasila dan UUD-45, termasuk hal ini ditegaskan kembali didalam undang-undang RI nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum, namun tentunya pendapat dan pemikiran tersebut berisikan kritikan sehat untuk tujuan kemajuan pembangunan Indonesia. Pada bagian lain salah satu tujuan pers nasional adalah menyuarakan hati nurani rakyat Indonesia dan mendorong timbulnya transfaransi dalam berbagai hal namun tetap pada koridor ketentuan hukum yang ada. Dalam hubungan ini bahwa penulis adalah seorang prajurit berpangkat Mayor yang berdinas di TNI AL, dengan niat dan maksud yang baik menyampaikan kepada publik berbagai inovasi, gagasan dan pemikiran untuk tujuan kemajuan pembangunan Indonesia dan yang lebih penting untuk tujuan menyelamatkan bangsa Indonesia sebagai timbulnya mega ancaman dan situasi “Indonesia Emergensi” . TNI sebagai Dinamisator dan Stabilisator Pembangunan. Sebab salah satu petunjuk dan arahan dari pemerintah dan pemimpin adalah bahwa perwira dituntut untuk memiliki inisiatif yang tinggi untuk mendorong dan mendukung berbagai program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah, selanjutnya pada bagian lain yang terdapat dalam “undang-undang TNI bahwa prajurit juga berperan sebagai dinamisator dan stabilisator pembangunan”, bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia baik pada saat berdinas maupun diluar dinas, hal ini didasari bahwa “TNI lahir dari rakyat dan bersama rakyat bersatu padu mendorong dan mendukung kemajuan pembangunan Indonesia, termasuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan NKRI”. Dalam kaitannya bahwa karya tulis ini penulis laksanakan di luar dinas, sudah memenuhi ketentuan yang terdapat didalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit diantaranya bahwa segenap prajurit TNI memiliki keberanian, membela kebenaran dan keadilan, melindungi bangsa dan negara dari ancaman bahaya yang ada serta mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi. Potensi Perwira dan Penguasaan Iptek Pertahanan. Kaitan lain dari penjelasan ini bahwa seluruh isi dari tulisan ini secara umum adalah terutama bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kewaspadaan terkait dengan berbagai peristiwa yang terjadi, sehingga negara lebih selektif didalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan pada berbagai proses pelaksanaan pembagunan. Dasar pemikiran lain bahwa seluruh perwira terutama perwira menengah atau pamen merupakan salah satu asset utama dan ujung tombak pembangunan yang memiliki potensi besar, dengan alasan utama keseimbangan antara faktor usia efektif, jumlah pamen yang cukup besar dan kemampuan yang dimiliki cukup memadai, mestinya didorong dan didukung memiliki keberanian untuk melahirkan berbagai inovasi dan karya yang brillian bersama-sama dengan 22
  13. 13. 13 seluruh rakyat Indonesia untuk tujuan kemajuan pembangunan. Pada era kemajuan teknologi canggih saat ini, perwira sebagai komando dan manager pada setiap satuannya memahami dan menguasai teknologi canggih citra satelit space imaging, hal ini dimaksudkan sebagai persiapan Indonesia akan memasuki era baru perang melalui rencana grand strategy pertahanan global Indonesia. Teknologi citra satelit ini dapat dihasilkan dari beberapa tipe satelit, diantaranya : Landsat, IRS, Radarsat, Ikonos, NTM, Aerial, dll dalam bentuk multi-spectral dan akurasi yang berbeda. Penerapan teknologi citra satelit ini bertujuan untuk pemetaan, pembuatan chart dan geodesi. Produk peta yang dihasilkan antara lain seperti : kelerangan dan koreksi skala, orthofoto, Digital Elavation Data (DED), Digital Elevation Model (DEM). Citra satelit ini sangat menunjang kemampuan komando dalam “Visualisasi Medan Tempur” dan membantu dalam pengerahan kekuatan, seperti Gambar 11 di bawah ini. Analisis Ancaman Wilayah Terpencil, Perbatasan dan Terorrisme (12) . Teknologi citra satelit ini dapat dimanfaatkan untuk menganalisa, memantau dan meng-identifikasi kemungkinan terjadinya ancaman pada berbagai wilayah terpencil, perbatasan dan terorrisme, sehingga kontijensi ancaman dapat diantisipasi dini dengan adanya real-time informasi dari teknologi citra satelit sebagai pengganda kekuatan (force multiplier). Profesionalisme Militer dan Kebebasan Berpendapat. Hal ini senada dengan pendapat Mufti Makarim, pengamat militer dari Institute for Defense and Peace Studies (IDPS), tentang TNI manunggal dengan rakyat sudah sesuai dengan salah satu pasal yang terdapat didalam Undang-undang TNI No 34 tahun 2004 yang 23 Gambar 11 Materi III, page 24 (12) Terrorism and Counter

×