Pembangunan Keuangan & Pertumbuhan Ekonomi

21,106 views

Published on

Published in: Business, Economy & Finance
0 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
21,106
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
127
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembangunan Keuangan & Pertumbuhan Ekonomi

  1. 1. Pembangunan Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi paper
  2. 2. Aryanto Tinambunan Faisal Riza Sakeran Yusuf Khairul Rijal Benny John Adoe 4 Kel. Program Pascasarjana MEP-UGM
  3. 3. Latar Belakang <ul><li>Pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara menunjukkan pencapaian tingkat kemakmuran dan kesejahteraan negara tersebut </li></ul><ul><li>Kurangnya perhatian terhadap sektor keuangan </li></ul><ul><li>pembangunan keuangan bukan merupakan variabel yang signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi </li></ul><ul><li>Joseph Schumpeter (1912) berpendapat bahwa kemampuan fungsi perbankan yang baik akan memacu inovasi teknologi melalui pengidentifikasian dan pendanaan oleh para pengusaha dengan bergesernya implementasi inovasi akan produk dan proses produksi yang lebih baik </li></ul><ul><li>Ekonom Cambridge, Joan Robinson (1952) justru b eranggapan sektor keuangan sebagai pelengkap </li></ul>Pendahuluan
  4. 4. Latar Belakang <ul><li>Sektor keuangan memegang peranan yang sangat signifikan dalam memicu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sektor keuangan menjadi lokomotif pertumbuhan sektor riil melalui akumulasi kapital dan inovasi teknologi </li></ul><ul><li>Hal ini akan menambah investasi dan akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi </li></ul><ul><li>Perdebatan yang panjang tentang pengaruh sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi persoalan yang krusial dalam diskusi-diskusi atau tulisan-tulisan ilmiah para ahli ekonomi dalam menguraikan hubungan antara pembangunan keuangan dan pertumbuhan ekonomi </li></ul>Lanjutan….
  5. 5. <ul><li>Mengapa pembangunan keuangan sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi? </li></ul><ul><li>Bagaimana pengaruh pembangunan keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa negara! </li></ul>Masalah Tujuan utama dari penulisan ini adalah menemukan hubungan antara pembangunan keuangan (sektor keuangan) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di negara- negara berkembang. Tujuan Penulisan
  6. 6. Pembahasan <ul><li>Pembangunan dan Peran Sektor Keuangan </li></ul><ul><li>Fungsi Sistem Keuangan & Pertumbuhan Ekonomi </li></ul><ul><li>Sektor Keuangan & Indikator Keuangan </li></ul><ul><li>Studi Empiris Pertumbuhan Ekonomi </li></ul><ul><li>Pembangunan Keuangan dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Selama dua dasawarsa yang lampau, berbagai kombinasi masalah yang sangat berat dan rumit melanda berbagai negara terutama negara-negara yang sedang berkembang. </li></ul><ul><li>Stabilisasi makroekonomi memiliki tiga tujuan pokok, yakni : </li></ul><ul><ul><li>Mengendalikan tingkat inflasi yang terlampau tinggi dan cenderung tidak terkendali; </li></ul></ul><ul><ul><li>Memperbaiki keseimbangan fiskal melalui pengurangan anggaran belanja pemerintah, peningkatan pendapatan pemerintah melalui kenaikan pajak-pajak kekayaan dan penghasilan, baik untuk badan usaha atau perorangan, dan mereformasi sistem moneter nasional secara keseluruhan; </li></ul></ul><ul><ul><li>Menghapus defisit neraca transaksi berjalan melalui pengendalian nilai tukar mata uang domestik (devaluasi) dan meningkatkan ekspor. </li></ul></ul>Pembangunan dan Peran Sektor Keuangan
  8. 8. <ul><li>Dalam ruang lingkup kebijakan makroekonomi, sektor keuangan menjadi alat transmisi kebijakan moneter. </li></ul><ul><li>Inggrid (2006) mengidentifikasikan beberapa dampak yang dihasilkan dari shock dalam pasar keuangan terhadap transmisi kebijakan moneter. Pertama, gejala monetization dan sekuritization dalam bentuk inovasi produk-produk keuangan , menyebabkan definisi, cakupan dan prilaku jumlah uang beredar mengalami perubahan. Gejala ini berpeluang menciptakan ketidakstabilan hubungan antara harga (inflasi), uang beredar dan mengurangi kemampuan bank sentral dalam mengendalikan besaran moneter. </li></ul><ul><li>Kedua, semakin berkembangnya sektor keuangan mendorong kecenderungan terjadinya decoupling antara sektor moneter dan sektor riil. Konsekuensinya kausalitas antara variabel-variabel moneter dan berbagai variabel di sektor riil menjadi semakin kompleks dan sulit diprediksi. </li></ul>Lanjutan ….
  9. 9. Fungsi Sistem Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi <ul><li>Bagaimana pergeseran pasar khususnya memotivasi peluangnya pasar dan para perantara keuangan yang menyediakan lima fungsi ini, dan menjelaskan bagaimana mereka mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. </li></ul><ul><li>Fungsi keuangan yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan ekonmi yaitu akumulasi modal dan inovasi teknologi . </li></ul><ul><li>Sistim keuangan tersebut mempengaruhi akumulasi modal baik dengan perubahan tingkat tabungan maupun tidak dengan alokasi kembali tabungan antara perbedaan modal yang memproduksi teknomlogi </li></ul><ul><li>Pada inovasi yang bersifat teknologi, tingkat kedua model pertumbuhan dengan fokus terhadap penemuan proses produksi dan barang baru (Romer,1990; Gene Grossman dan Elhanan Helpman,1991; dan Philippe Aghion dan Peter Howitt, 1992) </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Mertonm dan Bodie (1995) dalam literatur yang membahas tentang aktifitas keuangan dan ekonomi, memecahkan fungsi utama kedalam 5 fungsi dasar khususnya sistim keuangan : </li></ul><ul><ul><li>Memudahkan perdagangan, pembatasan, difersifikasi, dan pengumpulan resiko. </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengalokasi sumberdaya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Memonitor menager dan mendesak kendali perusahaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Mobilisasi tabungan dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Memudahkan berpindahnya barang dan jasa </li></ul></ul>Lanjutan ….
  11. 11. <ul><li>Pada skema ini, fungsi tersebut dilaksanakan oleh sistim keuangan yang mempengaruhi pertumbuhan dalam keadaan tetap melalui perubahan tingkat inovasi teknologi. Sisa bagian yang dibicarakan yaitu bagaimana pergeseran pasar khusus mendorong peluang perjanjian keuangan, pasar, dan perantara serta bagaimana pengaturan keuangan ini menyediakan 5 fungsi keuangan bahwa pengaruh tabungan dan alokasi keputusan dalam cara yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. </li></ul>Lanjutan ….
  12. 12. <ul><li>Pergeseran pasar : </li></ul><ul><li>Biaya informasi </li></ul><ul><li>- Biaya Transaksi </li></ul>Pasar Keuangan dan pengantara <ul><li>Fungsi keuangan : </li></ul><ul><li>Sebagai fasilitas perdagangan, diversifikasi dan penyatuan resiko </li></ul><ul><li>Pergerakan tabungan </li></ul><ul><li>Mengunakan kendali perusahaan </li></ul><ul><li>Memudahkan manajemen resiko </li></ul><ul><li>Mengurangi perdagangan barang, jasa dan perjanjian </li></ul><ul><li>Saluran pertumbuhan : </li></ul><ul><li>Akumulasi modal </li></ul><ul><li>Inovasi teknologi </li></ul>Pertumbuhan Skema pendekatan teoritikal pada sektor keuangan dan pertumbuhan (Ross Levine, 1997)
  13. 13. 1. Memudahkan perdagangan, pembatasan, difersifikasi dan pengumpulan resiko . <ul><li>Biaya Informasi dan transaksi khusus tersebut, dimana pasar dan lembaga keuangan mungkin muncul untuk memudahkan perdagangan, pembatasan, dan pengelompokan resiko. Dalam bagian ini juga dibahas 2 tipe resiko yaitu : Resiko Likuiditas dan Keistimewaan. </li></ul><ul><li>Para ekonomon memperagakan peluang pasar keuangan dalam respon atas resiko likuiditas dan menguji bagaimana pasar keuangan ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Contohnya : Douglas Diamond dan Phillip Dybvig’s (1983) dengan model likuiditas yang kemungkinan berkembang, dimana sebagian penabung terkejut setelah memilih antara 2 investasi yaitu tidak likuid dengan pengembalian nilai proyek yang tinggi, dan likuid dengan pengembalian nilai proyek yang rendah. </li></ul><ul><li>Jadi sistim keuangan dapat mengurangi difersifikasi resiko yang dapat mempercepat perubahan teknologi dan pertumbuhan ekonomi (Robert King dan Livine, 1993). </li></ul>
  14. 14. 2. Informasi yang diperoleh tentang investasi dan alokasi sumber daya <ul><li>Seorang penabung tidak mungkin memiliki waktu, kapasitas, maupun cara mengumpulkan dan melakukan proses informasi terhadap semua aturan perusahaan, manajer, dan kondisi ekonomi. </li></ul><ul><li>Sebagai akibatnya biaya informasi yang tinggi mampun menyimpan aliran modal yang nilai manfaatnya sangat tinggi. </li></ul><ul><li>Kemampuan memperoleh serta memproses informasi mungkin memilki implikasi tentang pertumbuhan yang sangat penting. </li></ul>
  15. 15. 3. Pemantauan manajemen dan pengendalian perusahaan <ul><li>Disamping pengurangan biaya perolehan informasi sebelumnya, perjanjian keuangan, pasar dan para perantara, dengan mengetahui informasi yang lengkap akan mengurangi suatu aktifitas pemantauan dari manager maupun perusahaan terhadap kebijakan yang telah dilakukan. </li></ul><ul><li>Sebagai contoh, pemilik perusahaan akan membuat suatu aturan pengelolaan keuangan dengan maksud untuk mendorong para manajer untuk mengelola lebih baik demi kepentingan perusahaan. </li></ul><ul><li>Sebagai perbandingan, dengan pemahaman yang sederhana, hal ini penting sebagai informasi tentang perusahaan sehingga pihak luar mengetahui berapa tingkat pengembalian proyek tersebut ( Return On Invesment ). </li></ul>
  16. 16. 4. Mobilisasi Tabungan <ul><li>Mobilisasi tabungan bagi para penabung menjadi hal yang sangat penting, dalam hal mengatasi biaya transaksi yang di gabungkan dengan semua tabungan yang berasal dari pihak-pihak atau individu-individu yang berbeda, dan mengatasi informasi yang bersifat asimetris sehingga membuat para penabung merasa senang untuk menabung. </li></ul><ul><li>Adanya kejelasan transaksi dan informasi biaya yang terkumpul dengan melihat mobilitas tabungan dari berbagai lembaga keuangan sehingga memungkinkan penggelolaan keuangan untuk dapat mengurangi tingkat resiko dan memudahkan pengelompokan dari informasi tersebut. </li></ul>
  17. 17. 5. Kemudahan pertukaran barang & Jasa <ul><li>Pengaturan keuangan serta transaksi yang rendah dapat meningkatkan spesialisasi, inovasi, teknologi, dan pertumbuhan. </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Indikator keuangan : </li></ul><ul><li>r asio ukuran formal perantara keuangan dengan GDP </li></ul><ul><li>pentingnya bank-bank umum berhubungan ke bank sentral </li></ul><ul><li>persentase dari alokasi kredit ke perusahaan pribadi </li></ul><ul><li>rasio dari pemberian kredit ke perusahaan pribadi ke GDP </li></ul>Sektor Keuangan dan Indikator Pertumbuhan <ul><li>Indikator pertumbuhan : </li></ul><ul><li>pertumbuhan GDP riil perkapita </li></ul><ul><li>laju akumulasi fisik kapital </li></ul><ul><li>rasio investasi domestik ke GDP </li></ul><ul><li>residu (sisa) pengukuran kemajuan dalam efisiensi alokasi fisik kapital </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Robert G. King dan Ross Levine (1997) dalam penelitiannya menyatakan bahwa secara empiris hubungan pembangunan keuangan dan pertumbuhan ekonomi adalah sbb. : </li></ul><ul><ul><li>indikator dari tingkat perkembangan keuangan adalah ukuran sektor perantara keuangan formal berhubungan dengan GDP dan berkorelasi kuat dengan pertumbuhan laju akumulasi kapital fisik dan perbaikan efisiensi alokasi kapital. </li></ul></ul><ul><ul><li>penetapan komponen indikator perkembangan keuangan ini secara signifikan memperkirakan nilai berikutnya dari indikator pertumbuhan. Konsistensi data menunjukkan bahwa pelayanan keuangan yang simultan terhadap petumbuhan ekonomi dengan kenaikan laju akumulasi kapital dan dengan perbaikan efisiensi pada setiap kegunaan ekonomi dari kapital. Secara spesifik tidak dapat mengambil kebijakan sektor keuangan dengan pertumbuhan jangka panjang dengan hanya mengukur yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan pemerintah untuk pertumbuhan berikutnya tetapi walaupun demikian dapat dibuat rekomendasi kebijakannya . </li></ul></ul>Lanjutan ….
  20. 20. STUDI EMPIRIS PEMBANGUNAN KEUANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI <ul><li>Telah banyak bukti yang menyatakan tentang hubungan antara keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang memakai ukuran-ukuran Pembangunan Keuangan berbasis Bank, seperti rasio deposito bank dengan Produk Domestik Bruto (PDB). </li></ul><ul><li>Tekanannya sekarang makin beralih ke indikator-indikator pasar saham. </li></ul><ul><li>Levine dan Zervos (1996) berpendapat bahwa paar-pasar saham yg sudah berkembang dengan baik bisa memberikan jenis pelayanan keuangan yang berbeda daripada sistem-sistem perbankan dan dapat memberi daya dorong berbeda untuk investasi dan pertumbuhan dari pada perkembangan sistem perbankan. </li></ul>
  21. 21. Secara Khusus, kapitalisasi pasar saham yang meningkat diukur dengan rasio antara nilai pasar saham dan PDB, atau dengan jumlah perusahaan yang terdaftar bisa meningkatkan kemampuan Ekonomi untuk memobilitasi modal dan resiko keberagaman. <ul><li>Likuiditas menjadi indikator lain dari perkembangan pasar saham,dimana likuiditas dapat mengurangi biaya-biaya transaksi yang menghalangi proses fungsi pasar-pasar saham yang efektif, dan indikator ini bisa diukur dengan PDB atau total kapitalisasi pasar . </li></ul>Lanjutan ….
  22. 22. <ul><li>Aspek kunci dalam sebagian besar reformasi keuangan yang dilakukan di Indonesia dan negara berkembang umumnya adalah pergeseran menuju alokasi kredit yang berorientasi pasar melalui kemudahan atau dihapuskannya kewajiban portofolio, program kredit selektif, plafon kredit, dan pagu suku bunga </li></ul><ul><li>Sebagai respon dari memburuknya kondisi perekonomian, pemerintah menjalankan serangkaian program penyesuaian makroekonomi ( macroeconomic adjustment program ). Kebijakan nilai tukar diimplementasikan melalui devaluasi rupiah sebesar 38% pada bulan Maret 1983, reformasi struktural, seperti perbaikan struktur dan administrasi fiskal serta reformasi sektor keuangan </li></ul><ul><li>Deregulasi pada sektor keuangan secara substansial, menghasilkan dampak sangat impresif terhadap lembaga intermediasi keuangan di Indonesia </li></ul>Pembangunan Keuangan dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
  23. 23. <ul><li>liberalisasi sektor keuangan juga telah mengubah struktur keuangan di tanah air </li></ul><ul><li>Ukuran-ukuran yang menunjukkan bahwa struktur keuangan di Indonesia cenderung mengacu pada bank based yang underdeveloped </li></ul><ul><ul><li>Besar Sektor Perbankan </li></ul></ul><ul><ul><li>Aktivitas Perbankan </li></ul></ul><ul><ul><li>Efisiensi Perbankan </li></ul></ul><ul><ul><li>Besar Pasar Saham </li></ul></ul><ul><ul><li>Aktivitas Pasar Saham </li></ul></ul><ul><ul><li>Efisiensi Pasar Saham </li></ul></ul>Lanjutan ….
  24. 24. <ul><li>Di negara maju kebijakan moneter dan keuangan berperan penting karena efisiensi lembaga keuangan, kemandirian ekonomi dan efisiennya pasar uang (pasar modal) dan kredit domestik; </li></ul><ul><li>Di negara berkembang, lembaga-lembaga keuangan tidak terorganisir, terkotak-kotak tanpa sentralisasi pengawasan dan sering kali tergantung pada pihak lain; </li></ul><ul><li>Indikator-indikator sektor keuangan adalah (i) memfungsikan lembaga-lembaga keuangan sebagai perantara aktivitas ekonomi, (ii) lembaga keuangan terdiri dari bank sentrak sebagai pengawas perbankan dan pengambil kebijakan moneter, (iii) bank umum sebagai penggerak kegiatan ekonomi dan (iv) bank umum menjadi ujung tombak lembaga keuangan dengan memobilisasi tabungan, pemberian kredit untuk investasi dan konsumsi. </li></ul>Kesimpulan
  25. 25. <ul><li>Adanya fungsi sistem keuangan bertujuan (i) untuk memudahkan perdagangan, pembatasan, diversifikasi dan penyatuan resiko, (ii) untuk mengalokasikan sumber daya, (iii) untuk pemantauan manajemen dan pengendalian perusahaan/lembaga, (iv) untuk mobilisasi tabungan dan (v) untuk memudahkan berpindahnya barang dan jasa sehingga akan berdampak pada saluran akumulasi modal dan inovasi teknologi sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. </li></ul><ul><li>Didasarkan pada hasil empiris tersebut dapat disimpulkan bahwa Schumpeter mungkin benar mengenai pentingnya keuangan dalam pertumbuhan ekonomi. </li></ul><ul><li>Dengan menggunakan studi empiris dapat mengetahui bagaimana dan hingga tingkat apa sistem keuangan dan proses pertumbuhan ekonomi; </li></ul><ul><li>Hasil kausalitas Granger menunjukkan bidirectional causality antara pertumbuhan ekonomi dan volume kredit. Namun, dibuktikan terdapat kausalitas satu arah ( one-way causality ) antara spread dan output. Analisa ekonometri dengan VECM mendukung hipotesis signifikansi peranan sektor keuangan sebagai engine pertumbuhan ekonomi, melalui kenaikan ketersediaan kredit, baik dari segi volume maupun harga. </li></ul>Kesimpulan
  26. 26. <ul><li>Sekian dan terima kasih …. </li></ul>

×