Tangga pada Bangunan Bertingkat Rendah

11,335 views

Published on

Dibuat oleh:
Danto Sukmajati
(Dosen Pembimbing FTSP Arsitektur Universitas Mercu Buana)

Tangga pada Bangunan Bertingkat Rendah

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,335
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
22
Actions
Shares
0
Downloads
270
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tangga pada Bangunan Bertingkat Rendah

  1. 1. TANGGA
  2. 2. TANGGA  Adalah konstruksi yang menjembatani dua tingkat vertikal yang berjarak jauh satu sama lain.  Mendukung aktivitas dalam dua tempat dengan ketinggian berbeda terutama bangunan bertingkat
  3. 3. TANGGA  Terdiri dari anak tangga-anak tangga yang memiliki tinggi yang sama.  Dapat berbentuk lurus, memutar atau merupakan kombinasi dari keduanya.
  4. 4. TANGGA  Dalam Bidang Arsitektur Lansekap, merupakan Area Transisi atau penghubung eksterior dan interior yang memiliki sifat dan fungsi berbeda.  Memiliki elemen pelengkap seperti; Tinggi, Lebar, Kedalaman, Borders, Pagar Pengaman (Railing), dan Nosing/Step nosing (bagian tepi anak tangga)
  5. 5. BAGIAN UTAMA TANGGA Ibu tangga (string), termasuk konstruksi utama tangga yang “memegang” anak tangga dan dapat merupakan bagian yang terpisah ataupun menyatu dengan konstruksi bangunan.
  6. 6. BAGIAN UTAMA TANGGA Anak tangga ( riser/vertikal, tread/horisontal), merupakan bagian tempat kaki berpijak. Pegangan tangga (railing), sering disebut juga handrail, bagian ini berfungsi sebagai tumpuan tangan sewaktu kita menggunakan tangga.
  7. 7. BAGIAN UTAMA TANGGA Pagar tangga (baluster), bagian yang menghubungkan ibu tangga dengan railing dan juga berfungsi sebagai pagar pengaman. Bordes, merupakan tempat beristirahat sewaktu menaiki tangga, biasanya berupa plat datar.
  8. 8. POSISI LETAK  Perletakannya memiliki beberapa aspek pertimbangan seperti: Lokasi, Arah, Bentuk, dan Jumlah Anak Tangga  Perletakannya pada daerah yang mudah dijangkau dari segala ruangan.  Dianjurkan minimal dua buah tangga untuk mengantisipasi keadaan darurat
  9. 9. LEBAR TANGGA  Rumah tinggal min. 80 cm, service min. 60 cm  Lebar bordes min. sama lebar tangga  Lebar tangga min./orang 60 cm  Lebar tangga bangunan umum 60 cm per 100 orang. Misal 1000 orang: butuh 1 tangga 6 m atau 2 tangga 3 m  Standar keamanan bangunan min.120 cm
  10. 10. LEBAR & TINGGI ANAK TANGGA  (L + 2T) = 60 s/d 65 cm  T = 14 – 20 cm (mudah di daki)  L = 22,5 – 30 cm (tapak sepatu dapat berpijak)
  11. 11. JUMLAH ANAK TANGGA  tidak lebih dari 12 buah  apabila lebih bordes  keterbatasan ruangan dimungkinkan jumlah maksimal 16  Ukuran seragam, bila tidak yang berbeda pada bagian paling bawah Jumlah anak tangga = tinggi floor to floor – 1 T
  12. 12. CONTOH PERHITUNGAN  Misal: floor to floor = 320 cm  Ukuran Anak Tangga Dicoba : t = 16 cm, I = 26 cm Maka : 2 t + l = (2 x 16) + 26 = 58 < 60. tangga terlalu landai, melelahkan. Dicoba : t = 20 cm, l = 28 cm Maka : 2 t + l = (2 x 20) + 28 = 68 > 65. tangga terlalu curam, cepat lelah. Dicoba : t = 18 cm, l = 28 cm Maka : 2 t + l = (2 x 18) + 28 = 64 cm boleh dipakai.
  13. 13. CONTOH PERHITUNGAN  Jumlah anak tangga = 320/18 – 1 = 16,78 buah  Alternatif 1: Jumlahnya dibulatkan ke atas (17 buah), selisihnya dibagi rata. 320/t – 1 = 17, maka t dibuat 17,8 cm  Alternatif 2: Tinggi seluruh anak tangga dibuat sama, kecuali anak tangga terbawah dengan ukuran yang berbeda. jumlahnya lebih dari 12 anak tangga (17 anak tangga), maka anak tangga ke 9 dapat menjadi bordes
  14. 14. RUANG TANGGA  Adalah ukuran modul ruang yang dibutuhkan untuk perletakan tangga.  Harus cukup cahaya dan ventilasi.  Ukuran ditentukan jumlah anak tangga dan bentuk tangga. GAMBAR
  15. 15. KONSTRUKSI TANGGA  menjadi satu atau terpisah dengan rangka bangunan  dibuat menjadi satu: apabila bangunan mengalami penurunan, sudut kemiringan tangga berubah.  dibuat terpisah: membutuhkan ruang yang lebih besar. termasuk pondasi dan ranga bangunan, diberi sela + 5 cm.
  16. 16. LUBANG TANGGA  Adalah lubang pada plat lantai atas tempat perletakan tangga.  Ukuran tinggi bebas: tinggi sampai anak tangga yang tepat dibawahnya berkisar 190 – 200 cm.  Ukuran panjang lubang tangga adalah: P = Ptangga – nL Ptangga = jumlah L + lebar bordes nL = Jumlah lebar tangga sampai tinggi bebas
  17. 17. TANGGA MELINGKAR
  18. 18. KETENTUAN LAINNYA  Memenuhi syarat konstruksi: awet, stabil, aman, dan kokoh.  Kemiringan tidak terlalu tajam (sebaiknya kurang dari 45 derajat)  Memenuhi nilai estetika
  19. 19. MACAM BENTUK TANGGA
  20. 20. MACAM BENTUK TANGGA
  21. 21. MACAM BENTUK TANGGA
  22. 22. MACAM BENTUK TANGGA
  23. 23. MACAM BENTUK TANGGA
  24. 24. MACAM BENTUK TANGGA
  25. 25. TANGGA BESI
  26. 26. TANGGA BESI
  27. 27. TANGGA BESI
  28. 28. TANGGA BETON
  29. 29. TANGGA KAYU
  30. 30. KELENGKAPAN TANGGA

×