Nsda dalam kebijakan nasional

2,889 views

Published on

Published in: Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,889
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
166
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Sumberdaya yang berasaldarialamdandapatdimanfaatkanuntukmemenuhikebutuhanmanusia
  • Terdapat empat peran utama SDA yaitu Sebagai aset, memberikan jasa, sebagai temppat daur ulang dan memberi kesenangan.Terlihat betapa pentingnya SDAL tersebut.. Oleh karean itu perlu dikelola dan dimonitor dengan baik..
  • Kita seringterlenadengannyanyianlagumerdu yang meninabobokankitadengan slogan negarakitakayaraya..Paradigmapengeloalan SDA haruslahdirubahdenganpemahamanbahwa SDA bersifatterbatasdanharusdijagakelestarianyauntukanakcucukita
  • Dalampengelolaan SDA, Pemerintahtelahmenuangkandalam legal instrumendanserangkaianperbaikansistemdankebijakandalampengelolaansumberdayaAlam. Melalui 1. Pembaharuan UU yang bersifatkoordinatif, 2. membentukberbagaiundang-undangsektoral
  • Status dariwaktukewaktu yang memberigambaranpotensi, pemanfaatan SDA sehinggabisadianalisiskecenderungandanapakahpemenfaatannyamelebihikapasitasnyaataumasihjauhdibawah..
  • Nah alat/ instrumenapa yang dapatmemberikangambarantentangkondisi SDA dariwaktukewaktu?
  • NSDA bisadikatakanadalahaanalisisperubahansuatusdadrwaktu-kewaktu
  • Neracamoneterbisadijadikanpertimbanganuntukanalisisintegrasineracaspasial,Dapatmemberikangambaransecaraekonomibesarnyamanfaatdankerugiannya
  • Apakahperludidorongpemenfatannyaatauperludikendalikan/ bahkandihentikan (moratorium)
  • Nsda dalam kebijakan nasional

    1. 1. NERACA SUMBERDAYA ALAMDALAM KEBIJAKAN NASIONAL Ari Sutanto, ST Bidang Neraca Sumberdaya Alam DaratPusat Survei Sumberdaya Alam Darat - BIGHotel Ririn Bogor, 13 September 2012
    2. 2. KONSEP SUMBERDAYA ALAM
    3. 3. KONSEP SUMBERDAYA ALAM• Sumberdaya yang disediakan/dibentuk oleh alam• Komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi kebutuhan manusia• Faktor produksi dari alam yang digunakan untuk menyediakan barang dan jasa• Kesatuan tanah, air, dan ruang udara, termasuk kekayaan alam yang ada di atas dan di dalamnya yang merupakan hasil proses alamiah baik hayati maupun nonhayati, terbarukan dan tidak terbarukan, sebagai fungsi kehidupan yang meliputi fungsi ekonomi, sosial, dan lingkungan (RUU PSDA)
    4. 4. FUNGSI SUMBERDAYA ALAM
    5. 5. PARADIGMA PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
    6. 6. INSTRUMEN LEGAL PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM Sistem Pegelolaan SDA Pembaharuan UU Sektoral UU Koordinatif Perkebunan (18/2004) SDA air (7/2004) Pengelolaan Lingkungan Hidup (23/199732/2009) Pertambangan Mineral dan Batubara (04/2009) Penataan Ruang (24/1992  26/2007) Kehutanan (41/1999) Informasi geospasial (4/2011) Pokok Agraria (5/1960)• Harmonisasi antar uu : agar dapat dilaksanakan secara terpadu• Standarisasi Penyajian informasi• Dukungan perangkat teknologi
    7. 7. SUMBERDAYA ALAM INDONESIA1. Indonesia merupakan salah satu negara yang pembangunannya masih berbasis pada sumber daya alam  modal ekonomi dan sistem penunjang kehidupan.2. Sumbangan sektor berbasis sumber daya alam terhadap perekonomian nasional: a. Sekitar 30% (33,24% pada tahun 2000 dan 31,87% pada tahun 2005). b. Menyerap tenaga kerja cukup besar: sekitar 44% penduduk bekerja pada sektor pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan; dan 1% bekerja pada sektor pertambangan (2006).3. Pada saat yang bersamaan, pemanfaatan SDA  Menghasilkan beragam dampak lingkungan di berbagai tempat dan ancaman kelangkaan4. Ketidak seimbangan wilayah pola distribusi dan investasi
    8. 8. STRUKTUR EKONOMI INDONESIA Tahun 2011 Transportation Finance 6% 7% Trade Services 14% 10% 8% Agriculture Buildings 14% 1% Mining Manufacture 11% 29%Source: BPS
    9. 9. Pembangunan Nasional Masih Menghadapi Permasalahan Ketidakseimbangan Perkembangan Wilayah (1) Pola Distribusi PDRB Nasional Berdasarkan PulauSumber : BPS, 2009
    10. 10. Pembangunan Nasional Masih Menghadapi Permasalahan Ketidakseimbangan Perkembangan Wilayah (2) Pola Distribusi Investasi Nasional Berdasarkan PulauSumber : BPS, 2009 Sumber : BKPM, 2009
    11. 11. UNTUK ITU PERLU:Mengetahui status sumber daya alam yang ada dari waktu ke waktu; baik statusmengenai mengenai cadangan/potensi yang masih ada, rencana waktu dantingkat pemanfaatan, serta tingkat kerusakannya
    12. 12. DEFINISI NERACANERACA = laporan posisi “adalah bagian dari Laporan“fisik /keuangan” suatu entitas SDA yang dihasilkan padasuatu periode perhitungan yang menunjukkan posisi“fisik/keuangan” entitas tersebut pada akhir periodetertentu”.Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu Aset/Saldo,Kewajiban/Pemanfaatan dan equitas/Potensi• aset = potensi – pemanfaatan 12
    13. 13. DEFINISI NERACA SUMBERDAYA ALAM (NSDA)• NSDA : timbangan yang disusun untuk mengetahui entitas awal sumber daya Alam yang dinyatakan dalam aktiva, dan pemanfaatannya yang dinyatakan dalam pasiva dan saldo akhir cadangan SDA dalam periode tertentu.• Perubahan entitas dapat diketahui dari posisi entitas SDA yang dinyatakan dalam saldo dalam suatu daerah dan dalam suatu kurun waktu (Petunjuk Teknis Neraca Sumber Daya Alam Spasial Nasional, 2004).
    14. 14. DEFINISI NERACA SUMBERDAYA ALAM (NSDA)NSDA: potret ketersediaan setiap jenis sumber daya alam,volume yang ada, tingkat penggunaan danpengambilannya
    15. 15. CAKUPAN NERACA SUMBERDAYA ALAM1. Komponen NSDA Lama: Hutan, Air, Lahan, Mineral (Permendagri No. 39 Tahun 1995) Baru: ditambah tingkat pencemarannya (kualitasnya) dan kehati. UU 26/2007  ttg. Penataan Ruang Pasal 33 (ayat 1 – 5)  mengamanatkan neraca sumberdaya air, tanah, udara, dsb.2. NSDA: dapat disajikan dalam bentuk neraca fisik atau neraca moneter.3. NSDA dapat disusun secara spasial dan terintegrasi
    16. 16. NERACA SUMBER DAYA HUTAN SPASIAL• Gambaran informasi mengenai persediaan awal, penambahan, pengurangan dan persedian akhir yang terjadi terhadap sumberdaya hutan terutama kondisi hutannya dari waktu kewaktu. Dengan menperhatikan pada – Penutup lahan – Peta Kawasan
    17. 17. NERACA SUMBER DAYA AIR SPASIAL• Imbangan keruangan sumber daya air yang mencakup potensi, karakteristik dan penggunaan air, yang dikelompokkan dalam: – Air hujan – Air permukaan (sungai, danau, waduk, rawa, mata air) – Air tanah
    18. 18. Potensi & Ketersediaan SDASUMBER : Puslitbang SDA, 2012
    19. 19. NERACA SUMBER DAYA MINERAL SPASIAL• Imbangan keruangan sumber daya mineral yang mencakup potensi bahan tambang dan produksinya berdasarkan komoditas : • Mineral Logam • Mineral Non Logam • Batubara
    20. 20. Potensi BatubaraTOTAL SUMBERDAYA TOTAL CADANGAN 161.34 Miliar Ton* 28.17 Miliar Ton *) Termasuk 41 Miliar Ton Sumberdaya Batubara Tambang Dalam Sumber : Badan Geologi, 2011
    21. 21. Perbandingan Cadangan, Produksi dan Ekspor Batubara Indonesia dan Dunia PRODUSEN TERBESAR KE-5 PENGEKSPOR TERBESAR KE-2 Cadangan Indonesia 3,3% dari cadangan dunia
    22. 22. NERACA SUMBER DAYA LAHAN SPASIAL• Imbangan keruangan sumber daya lahan berdasarkan karakteristik pemanfaatannya, meliputi: • Bentuk penggunaan lahan • Arahan pemanfaatan dan Kesesuaian lahan • Arahan Status lahan
    23. 23. NERACA SUMBERDAYA ALAM1. NSDA: potret ketersediaan setiap jenis sumber daya alam, volume yang ada, tingkat penggunaan dan pengambilannya.2. Disusun untuk: mengetahui besarnya cadangan awal sumber daya alam yang dinyatakan dalam aktiva, dan besarnya pemanfaatan yang dinyatakan dalam pasiva,  perubahan cadangan dapat diketahui dari waktu ke waktu.3. NSDA: dapat disajikan dalam bentuk neraca fisik atau neraca moneter.4. Neraca fisik disusun dengan menampilkan besaran deplesi dan kerusakan sumber daya alam pada suatu periode. Dapat dilengkapi dengan neraca spasial.5. Neraca moneter merupakan penilaian ekonomi terhadap neraca fisik.
    24. 24. MENGAPA PERLU NSDA ?1. Sebagai salah satu basis penyusunan kebijakan dan program pembangunan sumber daya alam.2. Melalui NSDA, para pengambil kebijakan dapat: a. Mengetahui perubahan jumlah, fungsi, dan status sumber daya alam. b. Menganalisis keterkaitan antara pengaruh degradasi lingkungan dan deplesi sumber daya alam c. Menganalisis keterkaitan dengan pendapatan nasional, dan lebih penting lagi adalah pendapatan masyarakat dan kualitas kehidupan masyarakat sekitar SDA alam tersebut.
    25. 25. MENGAPA PERLU NSDA3. Sebagai dasar penilaian penyusutan sumberdaya alam dan degradasi lingkungan dan sekaligus mengkoreksi Produk Domestik Bruto (PDB).4. Pedoman dan instrumen bagi pemerintah dalam melakukan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.5. Sebagai bagian dari analisis dampak lingkungan.
    26. 26. INSTRUMEN EKONOMI LH sesuai pasal 42 UU 32/2009 Perencanaan Pendanaan Insentif/ Disinsentif PDB/ PDRB Dana Jaminan pemulihan Penerapan pajak, Imbal jasa antar retribusi, & subsidi LH daerah Label Ramah Lingkungan Neraca SDA & LH Dana penanggulangan pencemaran &/ kerusakan dan pemulihan Pengadaan barang & jasa Internalisasi Bi. Lingk (AMDAL, KLHS) Lembaga Keuangan & Pasar Dana amanah/ Modal Imbal jasa antar bantuan untuk Pembayaran Jasa daerah konservasi Lingkungan Perdagangan Izin Pem- buangan Limbah/emisi Penghargaaan Kinerja Asuransi LH
    27. 27. INSTRUMEN EKONOMI SEBAGAI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KEGIATAN EKONOMIInstrumen ekonomi dalam perencanaan pembangunanmerupakan upaya untuk menginternalisasikan aspeklingkungan hidup ke dalam perencanaan danpenyelenggaraan pembangunan serta kegiatan ekonomi.Beberapa IE yang sudah dikembangkan dan diterapkan• Valuasi ekonomi SDA-LH dan dampak lingkungan• Akutansi (neraca) SDA dan LH• Perhitungan PDB/PDRB “hijau”
    28. 28. MANFAAT Menilai dengan lengkap dan teliti mengenai potensi SDA untuk pembangunan yang akan datang. Memperjelas kompensasi baik fisik maupun moneter terhadap kerugian dan kerusakan yang terjadi terhadap sumber daya alam. Sebagai alat untuk membandingkan kebijakan-kebijakan antara sumberdaya alam yang berbeda. Keterkaitan neraca sumberdaya alam dengan neraca pendapatan nasional dapat menilai proses dan hasil pembangunan secara menyeluruh dan objektif. Memperbaiki tolok ukur untuk menghitung produk nasional/regional suatu negara/daerah
    29. 29. PERAN NSDA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL1. Perumusan Pembangunan yang berkelanjutan, khususnya Prioritas Nasional 9, yaitu Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana  khususnya program konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.2. Mendukung pelaksanaan MP3EI, untuk pengembangan ekonomi di 6 (enam) koridor ekonomi yang sebagian besar memanfaatkan SDA dan lahan untuk infrastruktur pendukung3. Tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan NSDA, antara lain:a. Masih ada keraguan akan kemampuan neraca SDALH dalam memberikan gambaran yang cukup akurat atas realita yang sesungguhnya terjadi.b. Keterbatasan data di suatu wilayah/ekosistem dan perbedaan kharakteristik wilayah/ekosistem menyulitkan untuk menghitung valuasi sumber daya.c. Adanya perbedaan konseptual antara neraca sumber daya alam dengan PDB konvensional, sehingga sering timbul kerancuan dalam penggabungan menjadi PDB hijau atau ukuran lain yang disepakati. Kendala yang ketiga ini dapat dibicarakan kemudian setelah tantangan 1 dan 2 dapat dilengkapi.
    30. 30. KEBIJAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN INFORMASI GEOSPASIAL Kualitas Perencanaan Tata Ruang yang Terintegrasi dan Disepakati Para Pihak serta didukung oleh Data Neraca Sumber Daya Alam (NSDA) yang dilengkapi dengan lokasi keberadaan SDA Informasi Geospasial dipandang sebagai salah satu infrastruktur penting pembangunan nasional yang harus dapat terselenggara secara baik, tertib dan handal. Dalam hal Informasi Geospasial Tematik (IGT) BIG dapat mengintegrasikan:  lebih dari satu IGT yang diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah atau Pemerintah daerah menjadi satu IGT baru;  IGT yang diselenggarakan oleh lebih dari satu Instansi Pemerintah dan/atau Pemerintah daerah menjadi satu IGT baru.
    31. 31. KEBIJAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN INFORMASI GEOSPASIAL BIG dapat menyelenggarakan Informasi Geospasial Tematik (IGT) dalam hal IGT yang belum diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah selain Badan atau yang belum diselenggarakan oleh Pemerintah daerah. Agar IGT dapat terselenggara untuk memenuhi kebutuhan nasional dengan baik, tertib, dan handal, BIG meluncurkan kebijakan ONE MAP.
    32. 32. “… harus ada satu peta yang menjadi rujukan nasional ..!”Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Sidang Kabinet Paripurna 23 Desember 2010 35
    33. 33. Data IG untuk Penyusunan Neraca SDA
    34. 34. KOMPONEN NERACA SDA Tak Terbarukan Terbarukan •Peta dasar Peta RBI •Peta Penutupan Lahan •Peta Kawasan Hutan Hutan Mineral potensi bahan galian dan Produksi Batas administrasi•Peta dasar •penggunaan lahan•Curah hujan•Suhu Permukaan• Debit Air permukaan Air lahan •Peta Arahan Pemanfaatan dan• Cadangan Air tanah Kesesuaian lahan•Pemanfaatan air •Arahan Status•Peta batas Das/ lahanKawasan swakelola •Batas Administrasi
    35. 35. DIMANA NERACA DALAM PRIORITAS PEMBANGUNAN ? 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 Pendidikan 3 Kesehatan 4 Penanggulangan Kemiskinan 5 Ketahanan Pangan 11 Prioritas NasionalKabinet Indonesia Bersatu II 2009- 6 Infrastruktur 2014 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8 Energi 9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca- 10 konflik 11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi
    36. 36. DATA IG UNTUK KETAHANAN PANGANDaya dukung (carrying capacity) pangan merupakan kemampuan sumber dayaalam dalam suatu wilayah untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi populasipenduduk yang berdiam didalamnya
    37. 37. Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia(MP3EI) Perkebunan, Pertambangan dan Ene Pertanian dan Energi Pertanian, PerkebunanBanda Aceh rgi dan Energi BIMP-EAGA Medan IMT-GT 4 1 3 Manado Pekanbaru Sofifi Tj. Pinang Pontianak Samarinda Manokwari Palu Gorontalo 6 Padang Jambi Jayapura Palangkaraya Mamuju Sorong Palembang Pkl. Pinang Kendari Ambon Bengkulu Banjarmasin 2 Lampung Makassar Wamena Jakarta Semarang Surabaya Serang Mataram 5 Merauke Jogjakarta Denpasar Kupang Sumber Daya Alam dan Industri dan Jasa SDM Pariwisata dan Peternakan Source: MP3EI, UKP4
    38. 38. PROSES PENYUSUNAN RENCANA TAHAPAN PERUMUSAN SKENARIO ( NASIONAL)1 • Pendefinisian Kondisi yang Diinginkan2 • Penggambaran Kondisi dan Perilaku Saat Ini3 • Identifikasi Gap (Kuantitas, Waktu, dll)4 • Identifikasi Rencana/Kebijakan/Strategi5 • Simulasi Rencana/Kebijakan/strategi6 • Evaluasi Dampak7 • Rekomendasi Kebijakan
    39. 39. Data yang diperlukan (spasial dan statistik)Lingkungan Masyarakat Ekonomi Lingkungan Populasi Pertanian LahanMasyarakat Kesehatan & Gizi Perikanan Air Pendidikan Kehutanan Energi Ketenagakerjaan Industri Limbah Aktifitas Kemiskinan Jasa Emisi Ekonomi Prasarana Publik Pariwisata Daya Dukung
    40. 40. PENYUSUNAN SKENARIO PEMBANGUNAN BERDIMENSI SPASIAL Data Statistik/ Non spasial SKENARIO RINCI STOK /Data Spasial TINGKAT PEMBANGUNAN KAPASITAS BERDIMENSI SPASIAL : PEMANFAATAN SUMBER DAYA • Target Ekonomi • Investasi Strategis • Dampak sosial POLA • Dampak Lingkungan POLA DISTRIBUSI • Perubahan Tata PEMANFAATAN SUMBER DAYA ruang, dsb.
    41. 41. PERAN STRATEGIS NERACA SUMBER DAYA ALAM PDB Penawaran SumberEnergi Fossil, air, Daya Permintaan Sumber hutan Daya Alam Alam Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya Alam
    42. 42. KESIMPULAN1. Sangat penting bagi Indonesia untuk mengetahui cadangan SDA yang dimilikinya melalui aktivitas inventarisasi. Dengan demikian kita dapat mengestimasikan dampak yang ditimbulkan sehingga dapat melakukan pengelolaan yang lebih baik dan dapat tercapai Sustainable Development2. NSDAD merupakan salah satu instrumen untuk dapat mengetahui potensi dan monitoring dalam pengelolaan SDA daerah dan juga alat untuk early warning akan kondisi SDA daerah. NSDA juga diharapkan untuk efisiensi pemanfaatan SDA3. NSDA dapat disusun secara fisik dan moneter. Selain itu penyusunan NSDA secara spasial akan lebih membantu untuk mengenali potensi dan pengelolaan SDA.4. NSDA sangat penting dan diperlukan untuk rencana pembangunan berkelanjutan, untuk mengembangkan dan meningkatkan akurasi pengukuran-pengukuran cadangan sumber daya alam dan dapat disajikan dalam bentuk fisik, moneter dan juga dalam bentuk spasial.
    43. 43. KESIMPULAN5. NSDA menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan MP3EI untuk pengembangan ekonomi di 6 koridor ekonomi, yang sebagian besar memanfaatkan SDA dan lahan untuk infrastruktur pendukungnya, untuk itu perlu adanya dukungan data-data spasial, terutama NSDA untuk mendukung kebijakan tersebut6. NSDA menjadi salah satu informasi yang sangat diperlukan dalam penyusunan rencana tata ruang dan rencana pembangunan daerah. Bila tidak ada NSDA ini, dikhawatirkan rencana tata ruang maupun rencana pembangunan yang disusun tidak maksimal.7. Pentingnya referensi tunggal yang akan digunakan dalam penyusunan NSDA Daerah agar data dapat terintegrasi secara nasional. Kebijakan one map dimaksudkan untuk menyatukan keberagaman peta menjadi satu kesatuan peta.8. Penyusunan NSDA perlu dilaksanakan secara integrasi yang melibatkan semua pihak. Pentingnya distribusi dan sharing data yang andal dari wali/pemilik data di pusat dalam hal penyusunan NSDA
    44. 44. Terimakasih

    ×