BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2010 di SMK 1 Yay...
Prosedur tindakan kelas terdiri dari beberapa siklus. Dalam satu siklus terdiri atas empat
tahapan, antara lain :
1) Peren...
Hasil yang didapat dari tes akhir dan observasi dikumpulkan dan dianalisis sehingga
diperoleh kesimpulan dari tindakan yan...
Dari masalah yang ditemukan di atas, dirancang alternatif pemecahan masalah yaitu
dengan menggunakan pengajaran Model Olim...
perencanaan, pelaksanaan tindakan observasi serta refleksi seperti yang dilakukan pada siklus
I.
E. Instrumen Pengumpulan ...
Rxy

= Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

X

= Skor butir soal

Y

= Skor total butir soal

N

= Jumlah ...
3. Wawancara.

Wawancara

ini

digunakan untuk mengetahui cara pengajaran model olimpiade matematika. Peneliti
menanyakan ...
Proses

reduksi

data

dilakukan

dengan

menyeleksi,

menyederhanakan

dan

mengorganisasikan data yang telah disajikan d...
Suatu kelas dikatakan telah tuntas belajar jika di kelas tersebut terdapat 85% yang
telah mencapai daya serap
D=

65%, ket...
n

Pi
K

i 1

n

Dimana:

K = rata-rata hasil pengamatan
n = Banyak pertemuan
Dengan kriteria sebagai berikut:
0,00-2,19 =...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab III PTK Olimpiade Matemati

648 views

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
648
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab III PTK Olimpiade Matemati

  1. 1. BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2010 di SMK 1 Yayasan Perguruan Bandung Medan kelas XII semester 1 tahun Pelajaran 2010/2011 B. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK 1 Yayasan Perguruan Bandung Medan yang terdiri dari 30 orang. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi polinomial menggunakan Model Olimpiade Matematika di kelas XII SMK 1 Yayasan Perguruan Bandung Medan. C. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). yang bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari materi polinomial dan usaha untuk mengatasi kesulitan tersebut agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. D. Prosedur Penelitian Untuk langkah pertama adalah membuat tes, kemudian memberikan tes tersebut kepada siswa yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa terhadap matematika, khususnya pada materi polinomial. Dari hasil tes ini dapat dilihat kemampuan siswa terhadap materi polinomial. Selain itu dapat diketahui siswa yang kurang memahami materi polionomial. Sesuai dengan refleksi awal tersebut maka dilaksanakanlah tindakan kelas.
  2. 2. Prosedur tindakan kelas terdiri dari beberapa siklus. Dalam satu siklus terdiri atas empat tahapan, antara lain : 1) Perencanaan tindakan 2) Pelaksanaan tindakan 3) Observasi, Analisis data dan evaluasi 4) Refleksi 5) Pelaksanaan tindak lanjut. Lebih jelasnya prosedur tindakan kelas ini adalah : 1. Tahap Perencanaan Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah merencanakan tindakan yaitu sebagai berikut : a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. b. Membuat lembar observasi untuk melihat aktivitas kelas ketika pembelajaran berlangsung. 2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melakukan kegiatan mengajar, dimana peneliti yang bertindak sebagai guru. Kegiatan mengajar yang dilakukan merupakan pengembangan dan pelaksanaan dari skenario pembelajaran yang telah dirancang. Pada akhir tindakan kepada siswa diberikan tes untuk melihat hasil yang dicapai oleh siswa setelah pemberian tindakan. 3. Tahap Observasi Tahap observasi yang dimaksud adalah tahap pengamatan yang dilakukan saat bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan, gunanya untuk mengamati aktivitas belajar mengajar di kelas. Pengamatan dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika kelas XII Yayasan Perguruan Bandung Medan. 4. Tahap Refleksi
  3. 3. Hasil yang didapat dari tes akhir dan observasi dikumpulkan dan dianalisis sehingga diperoleh kesimpulan dari tindakan yang dilakukan. Hasil refleksi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk tahap perencanaan pada siklus selanjutnya. Berikut ini adalah gambar prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas Gambar 1. Siklus Penelitian Tindakan kelas Alternatif Pemecahan (Rencana Tindakan) I Pelaksanaan Tindakan I Refleksi I Analisis Data I Observasi Belum terselesaikan Alternatif Pemecahan (Rencana Tindakan) II Pelaksanaan Tindakan II Analisis Data II Observasi II Permasalahan Selesai Selesai Refleksi II Belum terselesaikan Siklus I Siklus II Siklus Selanjutnya Model Kemmis dan Taggart Keterangan Gambar: Siklus I a. Permasalahan Masalah yang diduga oleh peneliti dalam penelitian ini adalah adanya siswa yang kurang paham mengenai materi polinomial. Hal ini diketahui dari tes awal yang diberikan. b. Alternatif Pemecahan Masalah
  4. 4. Dari masalah yang ditemukan di atas, dirancang alternatif pemecahan masalah yaitu dengan menggunakan pengajaran Model Olimpiade Matematika. Berdasarkan alternatif pemecahan tersebut diharapkan siswa dapat belajar dalam keadaan nyaman. c. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini pemberian tindakan dilaksanakan dengan melakukan kegiatan mengajar, dimana peneliti bertindak sebagai guru. Kegiatan yang dilakukan merupakan pengembangan dan pelaksanaan dari program pengajaran yang telah disusun. Pada akhir tindakan kepada siswa diberikan tes akhir untuk melihat hasil yang dicapai oleh siswa setelah tindakan dilakukan. d. Observasi Pada tahap ini guru matematika kelas XII SMK I Yayasan Perguruan Bandung Medan mengobservasi peneliti yang bertindak sebagai guru, dengan tujuan untuk melihat apakah kondisi belajar mengajar di kelas sudah berjalan sesuai dengan skenario pengajaran. e. Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil tes dan hasil obsevasi kemudian dianalisis melalui tiga tahap, yaitu : reduksi data, paparan data dan menarik kesimpulan. f. Refleksi Tahap ini dilakukan untuk menganalisa data dan memberikan makna terhadap data yang diperoleh dan menarik kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan. Hasil refleksi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk tahap perencanaan pada siklus II. Siklus II Bila hasil perbaikan yang diharapkan pada siklus I masih kurang, maka tindakan dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II diadakan perencanaan kembali dengan mengacu pada hasil refleksi pada siklus pertama. Siklus ke II ini merupakan kesatuan dari kegiatan
  5. 5. perencanaan, pelaksanaan tindakan observasi serta refleksi seperti yang dilakukan pada siklus I. E. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian ini adalah tes/angket, wawancara, serta observasi. 1. Tes/angket Angket adalah seperangkat pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Menurut Arikunto angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberi pertanyaan tersebut bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna1. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berstruktur. Maksudnya tes tersebut disusun dengan pertanyaan yang tegas, terbatas, konkret dan tidak menuntut jawaban yang berupa pertanyaan sehingga responden hanya tinggal mengisi jawaban yang tersedia. Tes disusun berdasarkan indikator-indikator pada materi polinomial. Responden hanya menjawab salah satu alternatif jawaban yang sesuai menurut pendapatnya. Dari tes ini akan diketahui bagaimana minat siswa terhadap olimpiade matematika. Sebelum tes digunakan untuk mengambil data penelitian, maka terlebih dahulu diujicobakan di luar sampel untuk melihat validitas dan reliabilitas tes tersebut. a. Validitas Tes Untuk menghitung Validitas tes digunakan rumus korelasi product moment angka kasar2, yaitu: N rxy N X2 XY X X 2 N Y Y2 Y 2 Keterangan: 1 2 Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hlm.136. Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm. 72-75.
  6. 6. Rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y X = Skor butir soal Y = Skor total butir soal N = Jumlah sampel Setelah dilakukan perhitungan validitas tes, maka data akan diperoleh melalui perhitungan seperti pada lampiran 10. Adapun data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13. b. Reliabilitas Tes Untuk perhitungan reliabilitas tes bentuk uraian menurut Suharsimi Arikunto digunakan rumus alpha3: r11 n (n 1) 2 1 i 2 t Keterangan : r11 = Reliabilitas yang dicari n =jumlah varians skor tiap-tiap item 2 i 2 t = Jumlah varians butir = Varians total Dari perhitungan uji coba instrument penelitian, seperti pada lampiran 11, maka didapat kesimpulan bahwa soal secara keseluruhan dikatakan reliable dimana rhitung > rtabel yaitu 0,664 > 0,361. 2. Observasi Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan perubahan yang terjadi pada saat diberikan tindakan. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Semua kegiatan dicatat dan apabila ada kekurangan maka dilakukan perbaikan pada tahap tindakan siklus berikutnya. 3 Ibid, hlm, 109.
  7. 7. 3. Wawancara. Wawancara ini digunakan untuk mengetahui cara pengajaran model olimpiade matematika. Peneliti menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah tersebut. Peneliti melakukan wawancara dengan guru yang telah berhasil mengajarkan Model Olimpiade Matematika hingga ke tingkat nasional. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara interviu bebas. Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto bahwa interviu bebas, dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya, tanpa dibatasi oleh patokan-patokan yang telah dibuat oleh subjek evaluasi.4 Wawancara dilakukan sebagai sumber data, dengan tujuan menggali informasi sebanyak mungkin tentang fokus penelitian. F. Jenis Data Menurut Kunandar, dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), ada 2 jenis data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif5. Adapun jenis data yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Data Kualitatif, berupa data tentang proses pembelajaran mulai dari merencanakan pembelajaran, menjelaskan materi, memberikan contoh dan mengadakan evaluasi. b. Data Kuantitatif, berupa: 1) Data tentang jumlah siswa secara keseluruhan. 2) Data tentang jumlah siswa yang telah memahami dan menguasai materi polinomial 3) Data tentang jumlah siswa yang belum memahami dan menguasai materi polinomial G. Teknik Analisis Data Adapun tahapan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Mereduksi Data 4 Ibid, hlm, 30. Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 2008), hlm. 127. 5
  8. 8. Proses reduksi data dilakukan dengan menyeleksi, menyederhanakan dan mengorganisasikan data yang telah disajikan dalam bentuk transkip catatan lapangan. Kegiatan reduksi data ini dilakukan untuk melihat kesalahan jawaban siswa dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan teknik penyelesaian soal secara sistematis dan tindakan apa yang dilakukan untuk perbaikan kesalahan tersebut. 2. Menyajikan Data Data yang diperoleh dari hasil belajar yang diberikan dianalisis dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. Menganalisis Hasil Belajar Siswa Untuk melihat kemampuan siswa dalam memahami materi polinomial, dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Tingkat penguasaan atau daya serap siswa akan terlihat pada tinggi rendahnya skor mentah yang dicapai. Menurut Uzer Usman, terdapat kriteria ketuntasan belajar perseorangan dan klasikal6, yaitu: 1) Daya Serap Perseorangan/ Individual. Seorang siswa disebut tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau 6,5. Dalam menentukan daya serap siswa secara perseorangan/individual digunakan rumus7 sebagai berikut: PDS skor yang diperoleh siswa x100 % skor maksimal Dimana: PDS = Persentase Daya Serap Dengan kriteria : 0% < PDS < 65% belum tuntas 65% < PDS < 100% telah tuntas 2) Daya Serap Klasikal 6 7 Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 64. Ibid, hlm. 65.
  9. 9. Suatu kelas dikatakan telah tuntas belajar jika di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap D= 65%, ketuntasan tersebut dihitung dengan rumus: X x 100%, N Keterangan: D = Presentase kelas yang telah tuntas belajar N = Jumlah seluruh siswa X = Jumlah siswa yang telah tuntas belajar Kriteria ketuntasan belajar secara klasikal akan diperoleh jika di dalam kelas tersebut terdapat 85% siswa yang telah mencapai nilai ≥ 65%. b. Menganalisis Hasil Observasi Dari hasil observasi yang telah dilakukan, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus: Pi jumlah seluruh aspek yang diamati banyaknya aspek yang diamati pengamatan ke-i Selanjutnya dicari rata-rata hasil pengamatan dengan rumus: Dimana: Pi Hasil
  10. 10. n Pi K i 1 n Dimana: K = rata-rata hasil pengamatan n = Banyak pertemuan Dengan kriteria sebagai berikut: 0,00-2,19 = sangat kurang 2,20-2,59 = kurang 2,60-2,79 = cukup 2,80-3,39 = baik 3,40-4,00 = sangat baik Pembelajaran dikatakan efektif jika data hasil observasi pembelajaran termasuk dalam kategori baik. H. Menarik Kesimpulan Dalam kegiatan ini ditarik beberapa kesimpulan berdasarkan hasil tindakan penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan yang diambil merupakan dasar bagi pelaksanaan siklus berikutnya dan perlu tidaknya Siklus II dilanjutkan. Dalam kesimpulan ini juga akan diperoleh jawaban atas permasalahan yang ditemukan pada awal pelaksanaan tindakan.

×