Perawatan Monitoring CVP dan Swans Ganz

14,665 views

Published on

Perawatan dan indentifikasi masalah seputar perawatan CVP dan Swans Ganz. Bukan hanya pada troubleshooting alatnya saj. Namun juga pada tindakan keseharian kita dalam menggunakan monitoring hemodinamik.

Published in: Health & Medicine
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
14,665
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
686
Actions
Shares
0
Downloads
384
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Mengetahui fungsi jantung Pengukuran CVP secara langsung mengukur tekanan atrium kanan (RA) dan tekanan end diastolic ventrikel kanan. Pada pasien dengan susunan jantung dan paru normal, CVP juga berhubungan dengan tekanan end diastolic ventrikel kiri. Mengetahui fungsi ventrikel kanan CVP biasanya berhubungan dengan tekanan (pengisisan) diastolik akhir ventrikel kanan. Setelah ventrikel kanan terisi, maka katup tricuspid terbuka yang memungkinkan komunikasi terbuka antara serambi dengan bilik jantung. Apabila tekanan akhir diastolik sama dengan yang terjadi pada gambaran tekanan ventrikel kanan, CVP dapat menggambarkan hubungan antara volume intravascular, tonus vena, dan fungsi ventrikel kiri.           Menentukan fungsi ventrikel kiri Pada orang-orang yang tidak menderita gangguan jantung, CVP berhubungan dengan tekanan diastolik akhir ventrikel kiri dan merupakan sarana untuk mengevaluasi fungsi ventrikel kiri. Menentukan dan mengukur status volume intravascular. Pengukuran CVP dapat digunakan untuk memeriksa dan mengatur status volume intravaskuler karena tekanan pada vena besar thorak ini berhubungan dengan volume venous return. Memberikan cairan, obat obatan, nutrisi parenteral Pemberian cairan hipertonik seperti KCL lebih dari 40 mEq/L melalui vena perifer dapat menyebabkan iritasi vena, nyeri, dan phlebitis. Hal ini disebabkan kecepatan aliran vena perifer relatif lambat dan sebagai akibatnya penundaan pengenceran cairan IV. Akan tetapi, aliran darah pada vena besar cepat dan mengencerkan segera cairan IV masuk ke sirkulasi. Kateter CVP dapat digunakan untuk memberikan obat vasoaktif maupun cairan elektrolit berkonsentrasi tinggi. Kateter CVP dapat digunakan sebagai rute emergensi insersi pacemaker sementara.
  • Mengetahui fungsi jantung Pengukuran CVP secara langsung mengukur tekanan atrium kanan (RA) dan tekanan end diastolic ventrikel kanan. Pada pasien dengan susunan jantung dan paru normal, CVP juga berhubungan dengan tekanan end diastolic ventrikel kiri. Mengetahui fungsi ventrikel kanan CVP biasanya berhubungan dengan tekanan (pengisisan) diastolik akhir ventrikel kanan. Setelah ventrikel kanan terisi, maka katup tricuspid terbuka yang memungkinkan komunikasi terbuka antara serambi dengan bilik jantung. Apabila tekanan akhir diastolik sama dengan yang terjadi pada gambaran tekanan ventrikel kanan, CVP dapat menggambarkan hubungan antara volume intravascular, tonus vena, dan fungsi ventrikel kiri.           Menentukan fungsi ventrikel kiri Pada orang-orang yang tidak menderita gangguan jantung, CVP berhubungan dengan tekanan diastolik akhir ventrikel kiri dan merupakan sarana untuk mengevaluasi fungsi ventrikel kiri. Menentukan dan mengukur status volume intravascular. Pengukuran CVP dapat digunakan untuk memeriksa dan mengatur status volume intravaskuler karena tekanan pada vena besar thorak ini berhubungan dengan volume venous return. Memberikan cairan, obat obatan, nutrisi parenteral Pemberian cairan hipertonik seperti KCL lebih dari 40 mEq/L melalui vena perifer dapat menyebabkan iritasi vena, nyeri, dan phlebitis. Hal ini disebabkan kecepatan aliran vena perifer relatif lambat dan sebagai akibatnya penundaan pengenceran cairan IV. Akan tetapi, aliran darah pada vena besar cepat dan mengencerkan segera cairan IV masuk ke sirkulasi. Kateter CVP dapat digunakan untuk memberikan obat vasoaktif maupun cairan elektrolit berkonsentrasi tinggi. Kateter CVP dapat digunakan sebagai rute emergensi insersi pacemaker sementara.
  • Perawatan Monitoring CVP dan Swans Ganz

    1. 1. Oleh : ari pn Perawatan Pasien yang Terpasang CVP dan Kateter PA PUSAT JANTUNG NASIONAL HARAPAN KITA ICU SURGIKAL DEWASA 2010
    2. 2. Review CVP Tekanan vena sentral merefleksikan tekanan darah di atrium kanan atau vena kava (Carolyn, M. Hudak, et.al, 1998). Tekanan vena sentral merupakan tekanan pada vena besar thorak yang menggambarkan aliran darah ke jantung (Oblouk, Gloria Darovic, 2002).
    3. 3. Kegunaan CVP Line <ul><li>Mengetahui fungsi jantung </li></ul><ul><li>Mengetahui fungsi ventrikel kanan </li></ul><ul><li>Menentukan fungsi ventrikel kiri </li></ul><ul><li>Menentukan dan mengukur status volume intravascular. </li></ul><ul><li>Memberikan cairan, obat obatan, nutrisi parenteral </li></ul><ul><li>Kateter CVP dapat digunakan sebagai rute emergensi insersi pacemaker sementara. </li></ul>
    4. 4. Jenis <ul><li>Single lumen </li></ul><ul><ul><li>long angiocath (16G,14G) </li></ul></ul><ul><ul><li>catafix (375mm, 475mm) </li></ul></ul><ul><ul><li>percutaneous sheath (7F, 8.5F) </li></ul></ul><ul><ul><li>Swan sheath (8.5F) </li></ul></ul><ul><li>Multiple lumens </li></ul><ul><ul><li>2-,3-,4- lumen </li></ul></ul>
    5. 5. Posisi <ul><li>Pandey J C, Dubey P K: A method for rapid clinical diagnosis of misplaced subclavian vein catheter (Letter). Anesth Analg, 2000; 90: 229. </li></ul>
    6. 6. Intepretasi Gelombang
    7. 7. Review Kateter PA Pemantauan hemodinamik menggunakan kateter arteri pulmonal diperkenalkan oleh Swans dan Ganz tahun 1970, sejak menggunakan dobel lumen, balon/ tipped, sampai lima lumen ditambah dengan kawat pacu jantung dan optikal kateter arteri pulmonal yang sekarang dikenal sebagai kateter arteri pulmonal
    8. 8. Kegunaan Kateter PA <ul><li>memonitor secara intermiten: </li></ul><ul><li>curah jantung, </li></ul><ul><li>menentukan RVEV dan EDV, </li></ul><ul><li>secara kontinyu dapat memonitor RAV, </li></ul><ul><li>saturasi oksigen vena campuran, pacing atrium dan ventrikel </li></ul><ul><li>mengkalkulasi SVR, PVR, oksigen transport dan konsumsi, perbedaan arterio-venous oksigen dan fraksi shunt intra pulmonal. </li></ul>
    9. 9. Jenis <ul><ul><li>Double lumen kateter arteri pulmonal </li></ul></ul><ul><li>Kateter termodilusi empat lumen </li></ul><ul><li>Fiber Optik Termodilusi Kateter arteri Pulmonal </li></ul><ul><li>Pace maker termodilusi kateter arteri pulmonal </li></ul>
    10. 10. Posisi <ul><li>Kateter Swan-Ganz (panah), melalui v. kava superior kiri menuju ke sinus koroner, melalui atrium kanan dan ventrikel kanan, dan masuk ke arteri paru-paru kanan </li></ul>
    11. 11. Intepretasi Gelombang
    12. 12. Intepretasi Gelombang
    13. 13. Optimalisasi Akurasi <ul><li>Tergantung setup </li></ul><ul><ul><li>Gunakan tubing yang tepat </li></ul></ul><ul><ul><li>Bebas dari udara </li></ul></ul><ul><ul><li>Koneksi-koneksi kencang </li></ul></ul><ul><ul><li>Zero & Kalibrasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Posisi transducer </li></ul></ul>
    14. 14. Pengalaman sehari hari <ul><li>Tidak zero balance </li></ul><ul><li>Pressure bag low </li></ul><ul><li>Tidak ada label pada lumen yang difungsikan </li></ul><ul><li>Tidak pernah cek rontgen thoraks </li></ul><ul><li>Tidak pernah mencoba merapikan jalur sehingga kadang cloth sebelum waktu aff </li></ul><ul><li>Tidak memperlakukan area insersi CVP dan kateter PA sebagai area steril (Ingat : Kateter ini berhubungan langsung dengan darah dan masuk ke dalam jantung) </li></ul>
    15. 15. Pembenahan <ul><li>Tidak zero balance </li></ul>Lakukan Zeoring dan Kalibrasi minimal 2 X dalam 1 shift jaga atau saat terjadi perubahan posisi pasien
    16. 16. Pembenahan <ul><li>Pressure bag low </li></ul>Yakinkan bahwa pressure bag dalam tekanan yang semestinya
    17. 17. Pembenahan <ul><li>Tidak ada label pada lumen yang difungsikan </li></ul><ul><li>Berilah Label pada masing masing lumen </li></ul><ul><li>Berilah label tanggal pemasangan </li></ul><ul><li>Bila pasien dipindahkan ke Intermediate, berilah label mencolok pada lumen bekas inotropik. </li></ul><ul><li>Bila terdapat label rusak rekonfirmasi dengan label baru </li></ul><ul><li>Kolaborasi dengan medik bila label menunjukkan telah melampaui kadaluarsa </li></ul>
    18. 18. Pembenahan <ul><li>Tidak pernah cek rontgen thoraks </li></ul>Pernahkah kita menjumpai gambaran rontgen thorak seperti ini ?
    19. 19. Pembenahan <ul><li>Tidak pernah cek rontgen thoraks </li></ul><ul><li>Segera laporkan bahwa CVP Line tidak semestinya (ke atas) </li></ul><ul><li>Jangan digunakan untuk pengukuran </li></ul><ul><li>Kolaborasikan ulang untuk pemberian terapi yang melalui CVP </li></ul>
    20. 20. Pembenahan <ul><li>Tidak pernah cek rontgen thoraks </li></ul>Atau menjumpai gambaran rontgen thorak seperti ini ?
    21. 21. Pembenahan <ul><li>Tidak pernah cek rontgen thoraks </li></ul><ul><li>Kolaborasikan bahwa ujung kateter PA tidak pada tempatnya (terlalu masuk atau kurang masuk) </li></ul><ul><li>Yakinkan dengan melihat batas kedalaman dan posisi insersi yang dikerjakan </li></ul><ul><li>Mintakan posisi dibenahi atau benahi posisi sesuai dengan insite insersinya dengan batas kedalaman serta bentukan gelombang di monitor (harus dengan pemberian kewenangan) </li></ul>
    22. 22. Pembenahan <ul><li>Tidak pernah mencoba merapikan jalur sehingga kadang cloth sebelum waktu aff </li></ul>Rapihkan jalur CVP dan kateter PA sedemikian rupa sehingga memudahkan kita ketika memobilisasi pasien, memudahkan pengamatan line dan sambungan, dan saat akan mencabut/ memutuskan sambungan yang tidak perlu.
    23. 23. Pembenahan <ul><li>Tidak memperlakukan area insersi CVP dan kateter PA sebagai area steril </li></ul>Lihatlah bagaimana mereka memperlakukan kateter PA
    24. 24. Pembenahan <ul><li>Tidak memperlakukan area insersi CVP dan kateter PA sebagai area steril </li></ul>Perlakukan area insersi alat monitoring hemodinamik sebagai area steril. Ganti balutan jika perlu (kena muntah, darah merembes, terlihat kotor oleh apapun) Jangan memberikan kontak terlalu sering jika tidak ada keperluannya.
    25. 25. Semoga kita menjadi lebih arif memperlakukan alat alat monitoring invasif di ICU
    26. 26. Terima Kasih
    27. 27. Daftar Pustaka <ul><li>Swan HJ. The pulmonary artery catheter. Dis Mon 1991;37:473-543. </li></ul><ul><li>Ermakov S, Hoyt JW. Pulmonary artery catheterization. Crit Care Clin 1992;8:773-806 (115 References). </li></ul><ul><li>American Society of Anesthesiologists Task Force on Pulmonary Artery Catheterization. Practice guidelines for pulmonary artery catheterization. Anesthesiology 1993;78:380-394 (89 References). </li></ul><ul><li>Darovic GO. Pulmonary artery pressure monitoring. In: Darovic GO, ed. Hemodynamic monitoring: invasive and noninvasive clinical application. 2nd ed. Philadelphia: WB Saunders, 1995;253-322 (84 References). </li></ul><ul><li>Iberti TJ, Fischer EP, Leibowitz AB, et al. A multicenter study of physicians' knowledge of the pulmonary artery catheter. JAMA 1990;264:2928-2932. </li></ul><ul><li>Halpern N, Feld H, Oropello JM, Stern E. The technique of inserting an RV port PA catheter and pacing probe. J Crit Illness 1991;6:1153-1159. </li></ul><ul><li>Armaganidis A, Dhainaut JF, Billard JL, et al. Accuracy assessment for three fiberoptic pulmonary artery catheters for SvO 2 monitoring. Intensive Care Med 1994;20:484-488. </li></ul><ul><li>Vincent JL, Thirion M, Brimioulle S, et al. Thermodilution measurement of right ventricular ejection fraction with a modified pulmonary artery catheter. Intensive Care Med 1986;12:33-38. </li></ul><ul><li>Yelderman M, Ramsay MA, Quinn MD, et al. Continuous thermodilution cardiac output measurement in intensive care unit patients. J Cardiothorac Vasc Anesth 1992;6:270-274. </li></ul>

    ×