Hasil Pemantauan  Pemilu Legislatif 9 April 2009
Proses Pemantauan <ul><li>Dilakukan  di 50 kota/kabupaten </li></ul><ul><li>O leh 1 33  Relawan </li></ul><ul><li>Obyek Pe...
Aspek Pemantauan (I)
Aspek Pemantauan (II)
 
Analisis <ul><li>Adanya keterlambatan di beberapa TPS, antara lain terkait dengan kesiapan  petugas  KPPS </li></ul><ul><l...
 
Analisis <ul><li>Pada dasarnya,  sebagian besar petugas KPPS telah melaksanakan tugasnya secara profesional. </li></ul><ul...
 
Analisis <ul><li>Pada dasarnya, saksi-saksi dari berbagai unsur telah secara aktif terlibat dalam pelaksanaan pemungutan d...
 
Analisis <ul><li>Di setiap TPS yang dipantau pada dasarnya tidak memiliki masalah yang berarti dengan logistiknya. </li></...
 
Analisis <ul><li>Administrasi pemilih di sebagian besar TPS pada dasarnya berjalan baik. </li></ul><ul><li>Di beberapa TPS...
 
Analisis <ul><li>Sebagian besar TPS tidak menyediakan surat suara untuk pemilih tuna netra </li></ul><ul><li>Menurut petug...
 
Analisis <ul><li>Tidak ada masalah yang berarti pada saat penghitungan suara di TPS yang dipantau </li></ul><ul><li>Karena...
Rekomendasi <ul><li>KPU harus segera memerintahkan aparat dibawahnya untuk mengidentifikasi warga yang kehilangan hak pili...
Terima Kasih! <ul><li>Indonesian Society for Civilized Election </li></ul><ul><li>www.iscel.org  </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Hasil Pemantauan Pemilu Legislatif

2,755 views

Published on

Hasil pemantauan ISCEL pada Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009 di 50 kota/kabupaten

Published in: News & Politics, Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,755
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hasil Pemantauan Pemilu Legislatif

  1. 1. Hasil Pemantauan Pemilu Legislatif 9 April 2009
  2. 2. Proses Pemantauan <ul><li>Dilakukan di 50 kota/kabupaten </li></ul><ul><li>O leh 1 33 Relawan </li></ul><ul><li>Obyek Pemantauan : 1 33 TPS </li></ul><ul><li>Formulir isian berisi 66 pertanyaan </li></ul>
  3. 3. Aspek Pemantauan (I)
  4. 4. Aspek Pemantauan (II)
  5. 6. Analisis <ul><li>Adanya keterlambatan di beberapa TPS, antara lain terkait dengan kesiapan petugas KPPS </li></ul><ul><li>Hal ini terkait juga dengan masalah logistik pemilu yang mungkin baru di-supply ke TPS pada saat-saat terakhir menjelang pembukaan TPS </li></ul><ul><li>Proses pencontrengan yang relatif “sulit” bagi beberapa pemilih membuat waktu pemberian suara relatif lebih lama dari waktu pemberian suara, khususnya pada TPS yang memiliki jumlah pemilih besar </li></ul>
  6. 8. Analisis <ul><li>Pada dasarnya, sebagian besar petugas KPPS telah melaksanakan tugasnya secara profesional. </li></ul><ul><li>Namun, dengan metode memilih yang baru, yaitu dengan cara mencontreng, beberapa petugas KPPS sepertinya belum mendapatkan sosialisasi yang memadai mengenai metode tersebut, sehingga ragu-ragu untuk menjelaskan prosedur pemberian suara </li></ul>
  7. 10. Analisis <ul><li>Pada dasarnya, saksi-saksi dari berbagai unsur telah secara aktif terlibat dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di sebagian besar TPS, kecuali saksi dari calon anggota DPD </li></ul><ul><li>Namun, tidak ada TPS yang dihadiri oleh saksi dari seluruh parpol (sekitar 86% relawan menemukan fakta tersebut, di mana 14%-nya masih dikonfirmasi). Saksi parpol di TPS sebagian besar berasal dari parpol yang memperoleh suara besar berdasarkan penghitungan sementara KPU dan lembaga-lembaga penghitungan cepat ( quick count ) </li></ul>
  8. 12. Analisis <ul><li>Di setiap TPS yang dipantau pada dasarnya tidak memiliki masalah yang berarti dengan logistiknya. </li></ul><ul><li>Meski ditemukan ada surat suara yang rusak, namun tidak ada laporan TPS yang dipantau kekurangan surat suara </li></ul><ul><li>Di beberapa TPS, kotak suara dibuka sebelum waktunya karena tidak mampu lagi memuat surat suara yang memang menjadi lebih tebal saat dilipat </li></ul>
  9. 14. Analisis <ul><li>Administrasi pemilih di sebagian besar TPS pada dasarnya berjalan baik. </li></ul><ul><li>Di beberapa TPS, pihak-pihak yang tidak berhak memilih namun hadir di TPS antara lain adalah anak-anak yang menemani orang tuanya dan warga setempat yang namanya tidak ada di DPT namun masih berusaha agar diperbolehkan oleh petugas KPPS untuk memilih. </li></ul>
  10. 16. Analisis <ul><li>Sebagian besar TPS tidak menyediakan surat suara untuk pemilih tuna netra </li></ul><ul><li>Menurut petugas KPPS di TPS tersebut, surat suara untuk pemilih tuna netra disediakan hanya apabila ada permintaan sebelumnya dari calon pemilih </li></ul>
  11. 18. Analisis <ul><li>Tidak ada masalah yang berarti pada saat penghitungan suara di TPS yang dipantau </li></ul><ul><li>Karena ada beberapa TPS yang penghitungan suaranya sampai tengah malam, hasil akhir penghitungan suara hanya diketahui oleh petugas KPPS dan saksi parpol saja </li></ul>
  12. 19. Rekomendasi <ul><li>KPU harus segera memerintahkan aparat dibawahnya untuk mengidentifikasi warga yang kehilangan hak pilihnya akibat ketidakberesan penyusunan DPT. Hal ini dijadikan dasar dalam menyempurnakan DPT untuk pemilihan presiden nanti </li></ul><ul><li>Sosialisasi tata cara pemungutan suara dan penghitungan suara harus lebih ditingkatkan, sehingga meningkatkan profesionalitas dari petugas KPPS </li></ul><ul><li>Peserta pemilu, dalam hal ini semua parpol dan calon anggota DPD, seharusnya mampu mengirimkan saksinya di setiap TPS, karena hal ini mempengaruhi efektifitas pengawasan perolehan suara mereka </li></ul><ul><li>Kebutuhan pemilih cacat harus lebih diperhatikan </li></ul>
  13. 20. Terima Kasih! <ul><li>Indonesian Society for Civilized Election </li></ul><ul><li>www.iscel.org </li></ul>

×