Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BAB II
PROSES PELAKSANAAN QUALITY CONTROL PADA HASIL
PERBAIKAN DAN PENGECATAN DI TUNAS INTERCOM BODY PAINT

A. Aspek Teori...
b. Mengidentigikasi dan pencatatan kesalahan yang terjadi
c. Melakukan dokumentasi dan pencatatan semua aktifitas Quality
...
2. Pengertian Quality control
Quality control adalah suatu sistem yang efektif untuk
mengintegrasikan kegiatan-kegiatan pe...
a. Menetapkan

pengecekan

berkesinambungan

untuk

yang
menjamin

konsisten
kebenaran

dan
dan

kelengkapan data.
b. Meng...
d. Safety adalah memperhitungkan standar operasional prosedur
sehingga keselamatan dalam menghasilkan produk atau jasa.

4...
c. Suka memerintah antar anggota tim
d. Menggurui anggota tim yang lain
e. Mengabaikan kemampuan yang positif
f. Tidak men...
konsumen. Jika terjadi kesalahan antara klaim konsumen dengan surat
perintah kerja, maka quality control segera memberitah...
a. Pembongkaran spare part
Quality control melakukan pengecekan terhadap spare part
yang akan diganti. Spare part yang rus...
perluasan kerusakan, mengoreksi proses aplikasi dempul (putty)
dan aplikasi cat dasat (primer coating).
d. Pengecatan
Pada...
cat dan thiner yang digunakan adalah 1 : 3 (1 gram cat
ditambahkan dengan 3 gram thiner).

3) Cara penyemprotan
Cara penye...
e. Finishing
Setelah dilakukan pengecatan, maka perlu dilakukan proses
finishing agar didapatkan hasil yang baik.Quality c...
konsumen baik via telpon maupun pertanyaan konsumen secara
langsung.
8. Quality controlmelakukan pengecekan ulang setiap k...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan bab ii

689 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Laporan bab ii

  1. 1. BAB II PROSES PELAKSANAAN QUALITY CONTROL PADA HASIL PERBAIKAN DAN PENGECATAN DI TUNAS INTERCOM BODY PAINT A. Aspek Teoritis 1. Definisi Kualitas Menurut Para Ahli Apabila berbicara tentang Quality control maka sebelumnya kita harus mengetahui pengertian dari kualitas.Dari sekian banyak definisi kualitas maka dapat kita lihat definisi kualitas dari beberapa ahli yang memiliki pengertian kualitas menurut versi masing-masing.Menurut Juran (1962) kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan dan manfaatnya.Sedangkan menurut Deming berpendapat bahwa kualitas adalah mempertemukan kebutuhan dan harapan konsumen secara berkelanjutan atas harga yang telah mereka bayarkan.Menurut Crosby (1979) kualitas yaitu kesesuaian terhadap pesyaratan atau spesifikasi. Dari beberapa pengertian tentang kualitas diatas maka dapat disimpulkan Quality control merupakan suatu aktifitas teknis yang rutin untuk mengukur dan memantau kualitas proses pembuatan produk atau jasa sampai produk atau jasa tersebut jadi sesuai dengan spesifikasi maupun syarat yang telah ditentukan sebelumnya. Quality control dirancang menjadi beberapa kegiatan yaitu : a. Menetapkan pengecekan secara berkelanjutan untuk menjamin kebenaran dan kelengkapan data
  2. 2. b. Mengidentigikasi dan pencatatan kesalahan yang terjadi c. Melakukan dokumentasi dan pencatatan semua aktifitas Quality control Menurut Philip Kotler (2000:329-333) kualitas memiliki beberapa dimensi kualitas antara lain : a. Kinerja (Performace), merupakan karakteristik utama dari sebuah produk b. Keistimewaan tambahan (Feature), merupakan karakteristik khusus dari sebuah produk c. Kehandalan (Reliability), merupakan konsistensi dari kinerja dan juga probabilitas suatu produk yang gagal d. Kesesuaian (Conformance), merupakan penilaian seberapa baik produk diterima oleh konsumen (konsumen) e. Daya Tahan (Durability), merupakan ketahanan suatu produk f. Kemampuan terhadap melayani penanganan (Serviceability), keluhan atau merupakan pengecekan kinerja kepuasan konsumen g. Ketepatan kualitas (Perceived quality), merupakan evaluasi tidak langsung dai sebah kualitas seperti reputasi h. Estetika (Esthetic), merupakan penilaian bagaimana suatu produk dipandang, didengarkan atau dirasakan
  3. 3. 2. Pengertian Quality control Quality control adalah suatu sistem yang efektif untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan pemeliharaan dan pengambangan mutu dalam suatu organisasi sehingga dapat diperoleh produksi dan servis dalam tingkat yang paling ekonomis dan memuaskan konsumen (Feightboum). Quality control adalah suatu kegiatan meneliti, mengembangkan, merancang dan memenuhi kepuasan konsumen, memberi pelayanan yang baik dimana pelaksananya melibatkan seluruh kegiatan dalam perusahaan mulai dari pimpinan teratas sampai karyawan pelaksana (Dr. K. Ishikawa). Dari dua pengertian diatas maka quality control dapat diartikan sebagai pelaksana yang melakukan perancangan dan pengembangan mutu untuk meningkatkan kualitas produksi atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan sehingga dapat memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen.Quality control dapat juga diartikan dengan suatu rangkaian kegiatan teknis yang secara berkesinambungan untuk mengontrol proses produksi sampai produk tersebut selesai sesuai dengan standarisasi yang telah ditentukan. Quality control dibentuk untuk menjadi :
  4. 4. a. Menetapkan pengecekan berkesinambungan untuk yang menjamin konsisten kebenaran dan dan kelengkapan data. b. Mengidentifikasi dan pencatatan kesalahan(error), sehingga kesalahan-kesalahan tidak terjadi lagi pada kemudian hari. c. Dokumentasi dan pencatatan semua aktivitas quality control. Pengumpulan dokumentasi dan pencatatan berbagai data dari aktivitas quality control bertujuan untuk mengetahui perkembangan proses produksi yang telah dijalankan oleh perusahaan, sehingga perusahaan dapat berjalan kearah yang lebih baik lagi. 3. Tugas dan Kegiatan Quality control Quality control berarti memenuhi keinginan konsumen terhadap produk dan servis, maka tujuan Quality control berdasarkan pengertian tersebut adalah : a. Quality adalah menjamin kualitas produk dan kegiatan (aktifitas kerja) sehingga dapat menghasilkan keluaran yang baik. b. Cost adalah mengontol biaya sehingga efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat dilakukan seoptimal mungkin. c. Delivery adalah ketepatan dan cara pendistribusian produk kepada konsumen harus dilakukan sebagaimana mestinya.
  5. 5. d. Safety adalah memperhitungkan standar operasional prosedur sehingga keselamatan dalam menghasilkan produk atau jasa. 4. Keuntungan Penerapan Quality control Dalam pelaksanaan Quality control, kita akan mendapatkan beberapa keuntungan yang meliputi : a. Pembinaan/pengembangan personel b. Membina rasa kebersamaan c. Perbaikan kualitas d. Pengurangan biaya e. Perbaikan sikap mental f. Membangun tim yang tangguh g. Membangun kata sepakat dan motivasi h. Menumbuhkan sikap kreatif dalam memecahkan masalah i. Penghargaan terhadap karyawan 5. Kegagalan dalam penerapan Quality control Dalam pelaksanaan Quality control, tidak selamanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa faktor yang dapat menjadikan kegagalan. Beberapa penyebab kegagalan Quality control antaralain : a. Meremehkan anggota tim yang lain b. Tidak mendengarkan perintah dengan baik
  6. 6. c. Suka memerintah antar anggota tim d. Menggurui anggota tim yang lain e. Mengabaikan kemampuan yang positif f. Tidak mengikut sertakan diri dalam kerja tim g. Menomor satukan orang lain h. Gagal berbicara i. Gagal berpraktek j. Seakan dirinya tidak terpakai k. Seakan dirinya nomor satu B. Urutan Kerja Pelaksanaan Quality control Pelaksanaan Quality control di sebuah perusahaan khususnya di perusahaan perbaikan dan pengecatan bodi kendaraan perlu diketahui ada beberapa urutan kerja mulai dari kendaraan masuk sampai kendaraan keluar dariworkshop. Urutan demi urutan pekerjaan ini bertujuan untuk menjamin terlaksananya proses produksi dengan baik. Adapun urutan pekerjaanquality control di Tunas Intercom Body & Paint adalah sebagai berikut : 1. Quality control menerima duplikat surat perintah kerja dari sevice advisor. Surat perintah kerja yang telah diterima dari sevice advisor disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan pekerjaan dari sebagaimana mestinya dan untuk memeriksa kemungkinan adanya kerusakan lain diluar klaim
  7. 7. konsumen. Jika terjadi kesalahan antara klaim konsumen dengan surat perintah kerja, maka quality control segera memberitahu sevice advisor untuk melakukan perbaikan surat perintah kerja. 2. Quality control mengambil data-data kendaraan berupa cek fisik nomor rangka dan nomor mesin. Data-data kendaraan ini berguna untuk melengkapi dokumen perusahaan dan untuk membuat laporan yang akan dikirim ke pihak asuransi. 3. Jika kendaraan mengalami rusak parah, Quality control membuat lembar estimasi kerusakan, perbaikan dan penggantian spare part sehingga akhirnya didapat estimasi biaya dan estimasi waktu untuk melakukan perbaikan kendaraan. Estimasi dilakukan untuk memberikan gambaran secara kasar kepada konsumen atau kepada perusahaan asuransi, sehingga konsumen atau perusahaan asuransi dapat mengetahui perkiraan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan kendaraan tersebut. Estimasi biaya yang telah selesai diserahkan ke sevice advisor untuk dikirim ke perusahaan asuransi atau diserahkan ke konsumen. 4. Quality control mengontrol setiap pekerjaan mulai dari pembongkaran spare part, pengelasan, pendempulan, pengecatan dasar (epoxy) pengecatan, pemolesan, finishing dan pemasangan spare part. Setiap proses pekerjaan dipantau bertujuan untuk ketepatan waktu penyelesaian kendaraan sesuai dengan estimasi waktu sebelumnya.
  8. 8. a. Pembongkaran spare part Quality control melakukan pengecekan terhadap spare part yang akan diganti. Spare part yang rusak difoto untuk kelengkapan dokumen dan mengumpulkan spare part sebagai salvage. b. Pengelasan Dalam perbaikan bodi kendaraan adakalanya dilakukan pengelasan di beberapa tempat.Quality control bertugas untuk memantau hasil pengelasan agar terjadi kesesuaian dengan standarisasi hasil pengelasan yang baik. c. Persiapan permukaan Setelah dilakukan pengelasan pada bagian yang rusak, proses berikutnya yaitu proses persiapan permukaan yang terdiri dari pendempulan, pengamplasan dan pengecatan dasar.Quality control bertugas memantau pelaksanaan persiapan permukaan bodi bendaraan yang akan di cat. Kesiapan permukaan sangat menentukan hasil akhir pengecatan, sehingga pada proses ini perlu dilakukan pengontrolan dengan teliti. Dalam proses pendempulan, komposisi dempul (putty) dengan hardener harus dilakukan sesuai dengan ketentuan agar hasil pendempulan baik. Dalam proses persiapan permukaan, quality control bertugas untuk memantau dan melakukan pemeriksaan kerusakan, menilai
  9. 9. perluasan kerusakan, mengoreksi proses aplikasi dempul (putty) dan aplikasi cat dasat (primer coating). d. Pengecatan Pada proses pengecatan, Quality control melakukan pengontrolan terhadap hasil pengecatan dan hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil pengecatan. Hal-hal yang perlu dikontrol seperti : 1) Tekanan anginkompresor Tekanan angin kompresor yang digunakan untuk mengecat sangat menentukan hasil pengecatan.Jika tekanan angin kompresor terlalu tinggi maka campuran cat tidak dapat menempel dengan baik di permukaan bodi kendaraan. Sebaliknya, jika tekanan angin kompresor terlalu rendah maka campuran cat akanmenumpuk di permukaan bodi kendaraan. 2) Komposisi campuran cat dan thiner Komposisi campuran cat dengan thiner dapat mempengaruhi hasil pengecatan. Warna yang dihasilkan akan berbeda jika komposisi campuran cat tidak sesuai dengan ketentuan. Campuran cat dan thiner tergantung kepada merk dan jenis cat. Di Tunas Intercom Body & Paint menggunakan cat merk Blinken maka perbandingan
  10. 10. cat dan thiner yang digunakan adalah 1 : 3 (1 gram cat ditambahkan dengan 3 gram thiner). 3) Cara penyemprotan Cara penyemprotan cat menggunakan spray gun adalah 90o dari permukaan panel kendaraan.Selain harus tegak lurus, penyemprotan juga menggunakan overlapping, yaitu pengulangan permukaan yang dilapisi cat. 4) Temperatur Dalam proses pengecatan, temperatur berpengaruh terhadap hasil pengecatan. Oleh karena itu proses pengecatan di Tunas Intercom Body & Paint dipanaskan di dalam oven dan sinar infra merah. Temperatur dalam oven dan infra merah diatur 60o sampai 80o celcius. 5) Hasil pengecatan sebelum finishing Setelah proses pengecatan quality control melakukan pemeriksaan hasil pengecatan dari gagal pengecatan. Gagal pengecatan dapat berupa ketidak rataan lapisan cat pada panel kendaraan, kurang sempurnanya proses persiapan permukaan dan beberapa hal lainnya.
  11. 11. e. Finishing Setelah dilakukan pengecatan, maka perlu dilakukan proses finishing agar didapatkan hasil yang baik.Quality control perlu memperhatikan hasil pemolesan permukaan cat dan memastikan permukaan cat benar-benar rata (tidak seperti kulit jeruk). 5. Quality control mengambil dokumentasi berupa foto salvage, foto pengecatan dasar, dan foto spare part pengganti. Dokumentasi ini digunakan untuk bukti bahwa kendaraan telah dikerjakan sesuai dengan standar operational procedure perbaikan dan pengecatan. Dokumentasi dari Quality control juga digunakan untuk melengkapi dokumen perusahaan sehingga tidak ada kekurangan data kendaraan yang pernah diperbaiki di workshop. 6. Quality control berkoordinasi dengan bagian spare part untuk pengambilan atau pemesanan spare part. Jika spare part yang dibutuhkan ridak tersedia di gudang spare part maka quality qontrol meneruskannya ke bagian gudang spare part untuk melakukan pemesananspare part yang dibutuhkan. 7. Quality control memberikan laporan tertulis kepada sevice advisor setiap harinya dalam format tabel. Laporan tertulis ini menyatakan posisi seluruh kendaraan yang berada di workshop. Tujuannya untuk mempermudah sevice advisor menjawab pertanyaan-pertanyaan
  12. 12. konsumen baik via telpon maupun pertanyaan konsumen secara langsung. 8. Quality controlmelakukan pengecekan ulang setiap kendaraan yang akan diserahkan ke konsumen. Pengecekan ulang kendaraan dilakukan agar tidak terjadi komplain dari konsumen terhadap perusahaan. Pengecekan kendaraan dilakukan sesuai dengan surat tanda terima kendaraan yang telah dibuat oleh sevice advisor sebelumnya. 9. Quality control menyerahkan kendaraan kepada sevice advisor setelah kendaraan dilakukan pengecekan ulang dinyatakan telah selesai diperbaiki.

×