Presentasi

7,176 views

Published on

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA

Published in: Education
  • Be the first to comment

Presentasi

  1. 1. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN CAMAT DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA APARAT PADA SKPD KECAMATAN PULO MERAK KOTA CILEGON Oleh : Ucu Suherman NIM : 0901120025
  2. 2. Latar Belakang <ul><li>Berdasarkan study eksplorasi yang penulis lakukan di Kecamatan Pulo Merak Kota Cilegon, Efektifitas kerja aparat pemerintah perlu diperhatikan dan hendaknya tidak ditafsirkan sebagai langkah teknis, melainkan erat sekali kaitannya dengan konteks gaya kepemimpinan, serta motivasi kerja dalam mewujudkan program-program yang merefleksikan pada kepuasan bekerja. Dari fenomena yang ada, diduga efektifitas kerja aparat pemerintah Kecamatan berkaitan erat dengan variabel gaya kepemimpinan Camat dan motivasi kerja aparat pemerintah kecamatan. </li></ul>
  3. 3. Identifikasi masalah Faktor gaya kepemimpinan camat dan motivasi kerja diduga kuat berpengaruh terhadap efektivitas kerja aparat. Rumusan Masalah <ul><li>Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan Camat dan motivasi kerja secara bersama – sama terhadap efektivitas kerja aparat?. </li></ul><ul><li>Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan Camat terhadap efektivitas kerja aparat?. </li></ul><ul><li>Seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap efektivitas kerja aparat?. </li></ul>
  4. 4. Batasan Istilah <ul><li>Motivasi adalah suatu kondisi pada diri seseorang yang memberikan dorongan dalam rangka pencapaian hasil kerja sesuai dengan tujuan yang diinginkan. </li></ul><ul><li>Gaya kepemimpinan camat adalah suatu sikap yang dimiliki oleh seorang camat selaku pemimpin dalam menentukan kebijakan, memberikan perintah, menegur, mengarahkan dan memberikan penghargaan kepada bawahannya </li></ul><ul><li>Efektivitas kerja aparat adalah penyelesaian pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan baik dilihat dari segi kualitas maupun dari kuantitas. </li></ul><ul><li>Pemerintah Daerah adalah Kepala adaerah beserta perangkat Daerah Otonom yang lain sebagai Badan eksekutif Daerah. </li></ul><ul><li>Perangkat Daerah adalah organisasi atau lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggungjawab kepada Kepala Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang terdiri dari Sekretariat Daerah, dinas Daerah, dan Lembaga teknis Daerah, Kecamatan, Satuan Polisi Pamong Praja sesuai dengan kebutuhan daerah. </li></ul>
  5. 5. Hipotesis <ul><li>Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan Camat dan Motivasi Kerja secara bersama-sama terhadap Efektivitas Kerja Aparat pada SKPD Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Dengan perkataan lain apabila Gaya Kepemimpinan Camat dan Motivasi Kerja ditingkatkan secara simultan maka efektivitas kerja aparat akan meningkat. </li></ul><ul><li>Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan Camat terhadap Efektivitas Kerja Aparat pada SKPD Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Dengan perkataan lain apabila Gaya Kepemimpinan Camat dapat ditingkatkan maka efektivitas kerja aparat akan meningkat. </li></ul><ul><li>Terdapat Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Efektivitas Kerja Aparat pada SKPD Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Dengan perkataan lain apabila Motivasi Kerja dapat ditingkatkan maka efektivitas kerja aparat akan meningkat. </li></ul>
  6. 6. KONSTELASI ANTAR VARIABEL X 1  y1   y.12 Y  y2 X 2
  7. 7. <ul><li>Pengujian Hipotesis Pertama dilakukan dengan uji F. Dari hasil pengolahan data penelitian dengan bantuan perhitungan program Eviews versi 4.1 diperoleh nilai F-statistic sebesar 397.9640, sedangkan besarnya F-tabel dengan derajat bebas (df) pembilang = 2 dan derajat penyebut = 57 pada ά (0,05) adalah sebesar 3.1504. Dengan demikian terlihat bahwa nilai F-statistic (397.9640) > F table (3.1504) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa H 0 ditolak dan H 1 diterima atau dengan kata lain secara bersama-sama Gaya Kepemimpinan Camat dan Moyivasi Kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap Efektifitas Kerja Aparat Di Lingkungan Kecamatan Pulomerak . </li></ul>Uji Hipotesis Pertama : Pengujian Hipotesis Kedua dilakukan dengan uji t. Dari hasil pengolahan data penelitian dengan bantuan perhitungan program Eviews versi 4.1 diperoleh nilai t-statistic sebesar 10.24732, sedangkan besarnya t-tabel dengan derajat bebas (df) = 57 pada ά (0,025) didapat sebesar 2.000. Dengan demikian nilai t-statistic (10.24732) > t- table (2.000) sehingga jelas H 0 ditolak dan H 1 diterima. Dengan terbuktinya t-statistic > t-tabel, dapat dinyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan Camat mempunyai pengaruh yang positif terhadap Efektifitas Kerja Aparat Di Lingkungan Kecamatan Pulomerak . Uji Hipotesis Kedua:
  8. 8. <ul><li>Pengujian Hipotesis Kedua dilakukan dengan uji t. Dari hasil pengolahan data penelitian dengan bantuan perhitungan program Eviews versi 4.1 diperoleh nilai t-statistic sebesar 7.571974, sedangkan besarnya t-tabel dengan derajat bebas (df) = 57 pada ά (0,025) didapat sebesar 2.000. Dengan demikian nilai t-statistic (7.571974) > t- table (2.000) sehingga jelas H 0 ditolak dan H 1 diterima. </li></ul><ul><li>Dengan terbuktinya t-statistic > t-tabel, dapat dinyatakan bahwa motivasi kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap Efektifitas Kerja Aparat Di Lingkungan Kecamatan Pulomerak . </li></ul>Uji Hipotesis Ketiga : Dengan bantuan pengolahan komputer terhadap data penelitian berdasarkan perhitungan Eviews versi 4.1 diperoleh nilai R 2 sebesar 0.933171 Artinya bahwa sebesar 93.3171% keragaman Efektifitas Kerja Aparat disebabkan oleh Gaya Kepemimpinan Camat dan Motivasi Kerja, sedangkan sisanya 6.6829 % disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti. Koefisien Determinasi (R 2 )
  9. 9. Ŷ = a + b 1 X 1 + B2x 2 = 16.15015 + 0.303273 X 1 + 0.447047 X 2 <ul><li>Persamaan ini berarti bahwa : </li></ul><ul><li>Setiap peningkatan 1 skor Variabel Perencanaan berpengaruh terhadap peningkatan variabel pelaksanaan program pembangunan sebesar 0.303273 skor dengan asumsi Variabel Pengendalian nilainya konstan. </li></ul><ul><li>Setiap peningkatan 1 skor Variabel pengendalian berpengaruh terhadap peningkatan variabel pelaksanaan program pembangunan sebesar 0.447047 skor dengan asumsi Variabel Perencanaan nilainya konstan. </li></ul>Persamaan Garis Regresi Berganda
  10. 10. Uji Reliabilitas Uji Validitas <ul><li>Uji Validitas dilakukan melalui perhitungan dengan teknik korelasi &quot;product moment&quot; diperoleh koefisien korelasi butir (r-butir) yaitu sebanyak 15 butir instrumen dengan sampel sebanyak 60 orang (n = 60), dengan ά =0,05 didapat r tabel = 0.254, artinya bila r butir < r tabel, butir instrumen termaksud tidak valid dan apabila r butir > r tabel, butir intrumen termaksud dapat digunakan (valid) </li></ul>NO VARIABEL Koefisien Reliabilitas (Alpha Cronbach) 1 Gaya Kepemimpinan (X 1 ) 0.7646 2 Motivasi Kerja (X 2 ) 0.7519 3 Efektifitas Kerja Aparat (Y) 0.7028
  11. 11. Korelasi Sederhana antar Variabel Uji Normalitas Data <ul><li>Besarnya korelasi sederhana antara variabel X 1 dengan Y adalah 0.930564 Hal ini berarti kedua variabel mempunyai hubungan dengan kategori kuat. </li></ul><ul><li>Besarnya korelasi sederhana antara variabel X 2 dengan Y adalah 0.900032 Hal ini berarti kedua variabel mempunyai hubungan dengan kategori kuat. </li></ul>VARIABEL JB Test X 2 TABEL ( a = 0,01) v = 2 KETERANGAN Gaya Kepemimpinan Camat (X 1 ) 1.474206 9,21 NORMAL Motivasi Kerja (X 2 ) 3.085212 9,21 NORMAL Efektivitas Kerja Aparat(Y) 2.183387 9,21 NORMAL
  12. 12. Uji Hipotesis Pertama Uji Hipotesis Kedua VARIABEL F HITUNG F TABEL ( a = 0.05) V1=2/V2 =57 KETERANGAN X 1 dan X 2 terhadap Y 397.9640 3.1504 H 0 = Diterima H 1 = Ditolak VARIABEL t HITUNG t TABEL ( a = 0.025) v = 57 KETERANGAN X 1 terhadap Y 10.24732 2.000 H 0 = Diterima H 1 = Ditolak
  13. 13. Uji Hipotesis Ketiga VARIABEL t HITUNG t TABEL ( a = 0.025) v = 57 KETERANGAN X 2 terhadap Y 7.571974 2,000 H 0 = Diterima H 1 = Ditolak
  14. 14. SEKIAN DAN TERIMA KASIH

×