!


   "#                       $"
%
& '()                   '           ) (   *(   )
     (     '    )           +()(*   ...
(+ .
                    !


   "#                       $"
%
& '()                   '           ) (   *(   )
     (     ...
LEMBAR PENGESAHAN

         ANALISIS STATISTIKA TERHADAP
               KANDUNGAN GIZI
            PADA MAKANAN RINGAN

  ...
ANALISIS STATISTIK TERHADAP KANDUNGAN GIZI
               PADA MAKANAN RINGAN

  Nama Mahasiswa         : Ardita Sukma Per...
STATISTICAL ANALYSIS OF CONTENT NUTRIENT
                     AT SNACK

Name             : Ardita Sukma Perdana
NRP       ...
KATA PENGANTAR

        Segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat, taufik...
DAFTAR ISI

Judul                                                                           halaman
ABSTRAK..................
4.1.2 Energi dari Lemak....................................... 22
               4.1.3 Lemak Total...........................
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Diagram Alur....................................................... ....20
Gambar 4.1 Histogram ...
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kebutuhan Gizi ....................................................... ....15
Tabel 3.1 Merek dan ...
BAB I
                     PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
         Makhluk hidup di bumi membutuhkan energi untuk
melangs...
Gizi seperti karbohidrat penting bagi tubuh sebab fungsi
utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh dan
juga p...
1.3 Batasan Masalah
        Agar permasalahan tidak melebar maka batasan masalah
pada penelitian ini adalah merek makanan ...
BAB II
                  TINJAUAN PUSTAKA

2.1 TINJAUAN STATISTIKA
2.1.1 Statistika Deskriptif
        Statistika Deskript...
suatu bentuk distribusi data statistika yang saling berhubungan
dimana variable-variabel dari data yang bersangkutan lebih...
2.1.4 Analisis Komponen Utama
        Analisis komponen utama merupakan suatu teknik
mereduksi data multivariat (banyak va...
1         r12     ..... r1k
       P=       r21       r1k     ...... r2k
                .         .               .
     ...
1. Posisi relatif objek. Berdasarkan informasi ini dua objek yang
    memiliki jarak terdekat dikatakan memiliki tingkat k...
akan dibangkitkan matriks G dan H sebagai berikut:
                                            T
                         ...
Makanan ringan atau disebut juga snack adalah istilah
bagi makanan yang bukan merupakan menu utama (makan pagi,
makan sian...
2. Protein
          Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot
molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-m...
3. Lemak
         Lipid atau lemak terdapat dalam makanan kita sehari-hari.
Lemak tidak pernah larut dalam plasma darah, k...
makanan yang dimasak dengan lemak atau minyak. Sayur dan
buah sangat sedikit mengandung lemak.

4. Energi
          Ditinj...
5. Natrium
         Natrium merupakan satu-satunya elemen yang biasa
dikonsumsi dalam bentuk garam yang sedikit banyak mur...
BAB III
                       METODOLOGI PENELITIAN

  3.1 Sumber Data
          Data yang digunakan dalam penelitian ini...
3.2 Identifikasi Variabel
         Variabel–variabel yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi variabel gizi kandungan ...
2. Melakukan Analisis Komponen Utama pada variabel X1,
   X2, X3, X4, X5, X6, dan X7 sehingga terbentuk variabel
   baru y...
3.4 Prosedur Penelitian
        Prosedur penelitian yang dilakukan dalam laporan ini
dapat ditunjukkan oleh Gambar 3.1 ber...
BAB IV
            ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Staristika Deskriptif
4.1.1 Energi Total
        Data variabel energi tota...
ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) dengan nilai energi
totalnya yaitu 120 kilo kalori per 100 gram.

4.1.2 Energi dar...
4.1.3 Lemak Total
        Hasil analisis data pada variabel lemak total dapat dilihat
pada Gambar 4.3 berikut.




       ...
4.1.4 Lemak Jenuh
        Gambar 4.4 menunjukkan bahwal lemak jenuh pada data
kandungan gizi yang tertera pada kemasan mak...
4.1.5 Protein
        Hasil dari analisis statistika deskriptif pada data protein
dapat dilihat pada Lampiran B5. Berikut ...
4.1.6 Karbohidrat Total
       Gambar 4.6 histogram variabel karbohidrat total dari data
kandungan gizi yang tertera pada ...
4.1.7 Natrium
         Data pada variabel natrium dilakukan analisis dengan
menggunakan analisis statistika deskriptif, ad...
selanjutnya input dari analisis Biplot adalah hasil dari Analisis
Komponen Utama.

4.2.1 Analisis Komponen Utama
         ...
Tabel 4.1 Analisis Komponen Utama
                                                     Proporsi
  Komponen        Eigen Va...
Analisis Komponen Utama. Matriks G merupakan bentuk dari
data merek makanan ringan yang diamati, dan matriks H
merupakan m...
Hasil perhitungan sudut jarak diatas dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
        cos = rij
        cos = 0,78489
      ...
Natrium

                                                        Karbohidrat total


                                     ...
Makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti, OC
(Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan FG
(Fugu Grill...
memakan makanan ringan merek PB (Piattos Barbeku), PK
(Piattos Keju), FS (Fugu Seaweed), FG (Fugu Grilled Cheese),
OR (Oop...
BAB V
              KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
          Hasil analisis yang dilakukan terhadap data kandungan
g...
(Cheetos Keju Amerika) dan juga cenderung pada variabel
   energi dari lemak. Merek makanan ringan yang cenderung
   terha...
DAFTAR PUSTAKA


Almatsier, S. (2003), Prinsip Dasar Ilmu Gizi, PT. Gramedia
     Pustaka Utama: Jakarta.

Hanie, U. (2003...
http://id.wikipedia.org/wiki/karbohidrat,   tanggal   18   Februari
       2008, jam 11.06 WIB

http://id.wikipedia.org/wi...
Lampiran B1
Statistika Deskriptif Energi Total
Descriptive Statistics: Energi total
Variable             N        N*      ...
Lampiran B4
Statistika Deskriptif Lemak Jenuh
Descriptive Statistics: Lemak Jenuh
Variable       N   N*     Mean    SE Mea...
Lampiran B7
Statistika Deskriptif Natrium
Descriptive Statistics: Natrium
Variable N N* Mean SEMean         StDev   Minimu...
Lanjutan Lampiran C1
let pi=(pi-0.5)/n
sort d dd
invcdf pi q;
chis p.
plot q*dd
invcdf 0.5 chis;
chis p.
let ss=dd<chis
le...
Lanjutan Lampiran C2
Answer   =           11.4473
Answer   =            7.9508
Answer   =            3.3253
Answer   =    ...
Data Display

t    0.575758
distribusi data multinormal


Lampiran C3
Hasil Analisis Komponen Utama

                     ...
Lampiran C4
Matriks H
  V matrix of the U LAMBDA V' decomposition
 Energi total (kkal)      0.455496 0.030299
 Energi dari...
Lanjutan Lampiran C5
   U matrix of the U LAMBDA V' decomposition
PB                 0,06185489      0,203202326
PK       ...
Lampiran C7
Sudut antar variabel

                         Energi
                Energi            lemak    Lemak        ...
TENTANG PENULIS


                               Ardita Sukma Perdana atau biasa
                               dipanggil ...
Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)
Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)
Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)
Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)

29,938 views

Published on

Published in: Education, Business, Travel
2 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • sya lg proses mau tgs akhir, rencana mau ambil judul statistik..kasi masukn donk.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • saya juga anak statistika ITS 2007
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
29,938
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
14
Actions
Shares
0
Downloads
529
Comments
2
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)

  1. 1. ! "# $" % & '() ' ) ( *( ) ( ' ) +()(* + ( , -
  2. 2. (+ . ! "# $" % & '() ' ) ( *( ) ( ' ) +()(* + ( , -
  3. 3. LEMBAR PENGESAHAN ANALISIS STATISTIKA TERHADAP KANDUNGAN GIZI PADA MAKANAN RINGAN LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Di Program Studi Diploma Tiga Statistika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Oleh : ARDITA SUKMA PERDANA NRP. 1305 030 026 Disetujui oleh Pembimbing Tugas Akhir : Dr. Ir. Setiawan, MS ( ) NIP. 131 651 428 Mengetahui Ketua Jurusan Statistika FMIPA-ITS Dr. Sonny Sunaryo, M.Si NIP.: 131 843 380 SURABAYA, JUNI 2008
  4. 4. ANALISIS STATISTIK TERHADAP KANDUNGAN GIZI PADA MAKANAN RINGAN Nama Mahasiswa : Ardita Sukma Perdana NRP : 1305 030 026 Jurusan : Diploma 3 Statistika FMIPA-ITS Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Setiawan, MS Abstrak Makanan ringan adalah suatu makanan yang dimakan guna menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu, memberi sedikit suplai energi ke tubuh, atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya. Banyaknya makanan ringan yang dikeluarkan oleh produsen tidak berarti semua itu baik untuk dikonsumsi, terutama untuk anak- anak yang juga perlu diperhatikan tingkat gizi yang terkandung pada setiap makanan ringan. Gizi merupakan nutrien yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu mengatur energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Banyak hal yang dapat timbul bila tubuh kekurangan gizi antara lain pertumbuhan dapat terhambat, pertahanan tubuh kurang dan juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kemampuan berpikir. Makanan ringan merek Oops Roasted Beef, Fugu Grilled Cheese, Oops Special Fried Chicken, dan Fugu Seaweed memiliki ciri terhadap kandungan Lemak Junuhnya yang tinggi. Makanan ringan merek Oops Cheezy Spagheti memiliki kecenderungan tertinggi pada variabel energi total. Merek makanan ringan Piattos Barbeku, Piattos Keju, Fugu Seaweed, Fugu Grilled Cheese, Oops Roasted Sweet Corn, dan Oops Baked Chicken Tomato memiliki ciri variabel karbohidrat total yang tinggi. Makanan ringan yang memiliki cenderung tertinggi pada variabel protein adalah Cheetos Keju Amerika yang juga cenderung pada variabel energi dari lemak. Merek makanan ringan yang cenderung terhadap variabel lemak total adalah makanan ringan merek Cheetos Keju Amerika dan Kaya King Honey Roasted Peanuts. Makanan ringan merek Oops Baked Chicken Tomato, Oops Roasted Sweet Corn, Fugu Seaweed, Piattos Barbeku, dan Piattos Keju memiliki kecenderungan tertinggi terhadap variabel Natrium. Kata Kunci: Makanan ringan, Kecenderungan
  5. 5. STATISTICAL ANALYSIS OF CONTENT NUTRIENT AT SNACK Name : Ardita Sukma Perdana NRP : 1304 030 026 Department : Diploma 3 Statistika FMIPA-ITS Supervisor : Dr. Ir. Setiawan, MS Abstract Snack is a food eaten to eliminate someone hungry some times, gives a few energy supplies to body, or thing eaten to be enjoyed likely. Many snack released by producer doesn't mean it all good to consumed, especially for children that is also need to be paid attention level of nutrient is consisting in each snack. Nutrient is the things required by body to do its function, be arranging energy, builds and looks after network, and arranges life processes. Many things which can arise if the body is lacking of nutrient for example growth can be pursued, defense of body is less, and also can influential to development of mental and ability thinks. Brand of snack called Oops Roasted Beef, Fugu Grilled Cheese, Oops Special Fried Chicken, and Fugu Seaweed has characteristic to fat saturated content. Oops Cheezy Spagheti has highest tendency at total energy variable. Brand of Piattos Barbeku, Piattos Keju, Fugu Seaweed, Fugu Grilled Cheese, Oops Roasted Sweet Corn, and Oops Baked Chicken Tomato has high total carbohydrate variable characteristic. Snacks which has tends to highest at protein variable is Cheetos Keju Amerika which also in a mood for energy variable from fat. Brand of snack which tending to total fat variable are Cheetos Keju Amerika and Kaya King Honey Roasted Peanuts. Oops Baked Chicken Tomato, Oops Roasted Sweet Corn, Fugu Seaweed, my Piattos Barbe, and Piattos Keju has highest tendency to variable Natrium. Key Words: Snack, Tendency
  6. 6. KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga terselesaikannya Tugas Akhir ini, dengan judul: ANALISIS STATISTIKA TERHADAP KANGUNGAN GIZI PADA MAKANAN RINGAN Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, petunjuk dan juga saran selama penyusunan laporan tugas akhir ini, antara lain kepada : 1. Bapak Dr. Ir. Setiawan, MS selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberi bimbingan, nasihat serta saran sehingga terselesainya laporan tugas akhir ini dengan baik. 2. Bapak Dra. Sonny Sunaryo, M.Si selaku Ketua Jurusan Statistika FMIPA ITS Surabaya. 3. Ibu Ir. Mutiah Salamah, M.Kes selaku Koordinator Tugas Akhir Jurusan Statistika ITS Surabaya. 4. Bapak M Syahid Akbar, SSi, MSi selaku Koprodi 3 Jurusan Statistika ITS Surabaya. 5. Ayah, Ibu, dan adik yang telah memberi motivasi, support dan do’a. 6. Teman-teman semua yang telah memberi dukungan dan menemani sampai terselesainya Tugas Akhir ini. Akhir kata, penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu penulis akan berterima kasih apabila ada saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak demi perkembangan statistika yang lebih baik di kemudian hari. Surabaya, Juni 2008 Penulis
  7. 7. DAFTAR ISI Judul halaman ABSTRAK............................................................................... i ABSTRACT............................................................................. ii DAFTAR ISI............................................................................iii DAFFTAR GAMBAR.............................................................v DAFTAR TABEL....................................................................vi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah................................................. 2 1.3 Batasan Masalah................................................... 3 1.4 Tujuan Penelitian.................................................. 3 1.3 Manfaat Penelitian................................................ 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Statistika................................................ 5 2.1.1 Statistika Deskriptif.................................... 5 2.1.2 Analisis Multivariat.................................... 5 2.1.3 Distribusi Normal Multivariat.................... 5 2.1.4 Analisis Komponen Utama......................... 7 2.1.5 Analisis Biplot............................................. 8 2.2 Komposisi Gizi Makanan Ringan........................ 10 2.2.1 Kebutuhan Gizi Anak.................................. 15 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data..........................................................17 3.2 Identifikasi Variabel..............................................18 3.3 Langkah Analisis.................................................. 18 3.4 Prosedur Penelitian............................................... 20 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif................................................ 21 4.1.1 Energi Total................................................. 21
  8. 8. 4.1.2 Energi dari Lemak....................................... 22 4.1.3 Lemak Total................................................ 23 4.1.4 Lemak Jenuh................................................24 4.1.5 Protein......................................................... 25 4.1.6 Karbohidrat Total........................................ 26 4.1.9 Natrium........................................................ 27 4.2 Analisis Kecenderungan Merek Makanan Ringan27 4.2.1 Analisis Komponen Utama......................... 28 4.2.2 Analisis Biplot............................................. 29 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan........................................................... 35 5.2 Saran..................................................................... 36 DAFTAR PUSTAKA 37 LAMPIRAN 39
  9. 9. DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Diagram Alur....................................................... ....20 Gambar 4.1 Histogram Variabel Energi Total ........................ ....21 Gambar 4.2 Histogram Variabel Energi dari Lemak............... ....22 Gambar 4.3 Histogram Variabel Lemak Total ........................ ....23 Gambar 4.4 Histogram Variabel Lemak Jenuh ....................... ....24 Gambar 4.5 Histogram Variabel Protein ................................. ....25 Gambar 4.6 Histogram Variabel Karbohidrat Total................ ....26 Gambar 4.7 Histogram Variabel Natrium .............................. .... 27 Gambar 4.8 Biplot ................................................................... ....32
  10. 10. DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Kebutuhan Gizi ....................................................... ....15 Tabel 3.1 Merek dan Singkatan Makanan Ringan .................. ....17 Tabel 4.1 Analisis Komponen Utama ..................................... ....29 Tabel 4.2 Sudut dari Matriks H (derajat).............................. ....30
  11. 11. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makhluk hidup di bumi membutuhkan energi untuk melangsungkan hidupnya dan untuk tumbuh. Energi tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh setiap makhluk hidup baik manusia, hewan dan juga tumbuhan. Energi tersebut dapat diperoleh di alam sekitar tempat tinggal mereka. Energi yang diperlukan oleh tubuh makhluk hidup, terutama manusia dapat diperoleh dari makanan yang dimakan. Makan merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melangsungkan hidupnya. Makanan ringan adalah suatu makanan yang dimakan guna menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu, memberi sedikit suplai energi ke tubuh, atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya. Makanan ringan atau snack ini enak untuk dimakan kapanpun dan dimanapun sebab tidak membutuhkan peralatan untuk memakannya seperti piring dan sebagainya. Makanan ringan saat ini sangat banyak jenisnya dan setiap produsen makanan mengeluarkan lebih dari satu jenis makanan ringan yang berbeda. Pangsa pasar makanan ringan adalah anak-anak namun tidak sedikit remaja juga mengkonsumsi makanan ringan. Selain dapat digunakan untuk menghabiskan waktu, makanan ringan juga dapat digunakan sebagai teman makanan pokok. Banyaknya makanan ringan yang dikeluarkan oleh produsen tidak berarti semua itu baik untuk dikonsumsi, terutama untuk anak-anak yang juga perlu diperhatikan tingkat gizi yang terkandung pada setiap makanan ringan. Gizi merupakan nutrient yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu mengatur energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses- proses kehidupan. Banyak hal yang dapat timbul bila tubuh kekurangan gizi antara lain pertumbuhan dapat terhambat, pertahanan tubuh kurang dan juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kemampuan berpikir.
  12. 12. Gizi seperti karbohidrat penting bagi tubuh sebab fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh dan juga protein yang menghasilkan banyak energi yang sama dengan karbohidrat, selain itu protein juga berfungsi sebagai pertumbuhan, sedangkan lemak merupakan sumber energi paling padat, energi yang dihasilkan oleh lemak adalah lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh karbohidrat dan protein dalam jumlah yang sama. Natrium berfungsi sebagai penyeimbang cairan tubuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui gizi apa saja yang terkandung pada kemasan makanan ringan yang dibutuhkan oleh tubuh terutama yang dibutuhkan anak-anak serta melakukan pengelompokkan makanan ringan berdasarkan kandungan gizinya dan juga mengetahui kecenderungan antara makanan ringan dengan nilai gizinya. Analisis serupa pernah dilakukan oleh Ummu Hannie (2003) yang hasil analisisnya adalah mengelompokkan susu berdasarkan komposisi gizinya, berdasarkan harga jual, dan mengelompokkan susu formula berdasarkan komposisi lengkap dan berharga di bawah rata-rata. Juga oleh Dwi Puspita Rahayu (2007) yang hasil analisisnya adalah bahwa mie instant Wingsfood baik untuk konsumen yang mengalami kelebihan berat badan, bagi konsumen yang memiliki hypertensi sebaiknya mengkonsumsi mie instant Olagafood. Bagi konsumen yang sedang dalam masa pertumbuhan dapat mengkonsumsi jenis mie instant Indofood. 1.2 Rumusan Masalah Adapun permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana karakteristik kandungan gizi makanan ringan yang terdapat pada kemasannya. 2. Bagaimana kecenderungan merek makanan ringan terhadap kandungan gizinya.
  13. 13. 1.3 Batasan Masalah Agar permasalahan tidak melebar maka batasan masalah pada penelitian ini adalah merek makanan ringan yang telah mendapat ijin produksi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan memiliki nilai kandungan gizi karbohidrat, protein, lemak total, lemak jenuh, energi, natrium dan juga takaran saji yang tertera pada setiap kemasan makanan ringan. Dari setiap kandungan gizi yang tertera pada kemasan makanan ringan yang diambil hanya tujuh variabel di atas, variabel yang lain diabaikan. 1.4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mendeskripsikan karakteristik kandungan gizi makanan ringan yang terdapat pada kemasannya. 2. Menganalisis kecenderungan merek makanan ringan terhadap kandungan gizinya. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar dapat memberikan informasi tentang nilai gizi makanan ringan dan juga kecenderungan makanan ringan terhadap kandungan gizinya sehingga memudahkan untuk memilih makanan ringan yang memiliki nilai gizi cukup yang diperlukan oleh tubuh, terutama anak-anak.
  14. 14. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TINJAUAN STATISTIKA 2.1.1 Statistika Deskriptif Statistika Deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Metode statistika deskriptih yang digunakan adalah Histogram. Histogram merupakan diagram balok yang digunakan untuk menyampaikan data dengan segera informasi yang dikandung sekelompok data dalam bentuk yang sederhana (Walpole, 1995). 2.1.2 Analisis Multivariat Analisis Multivariat adalah analisa statistik yang digunakan untuk mengolah data secara serentak dengan memperhitungkan korelasi antarvariabel. Dengan adanya korelasi antarvariabel, akan menghasilkan kesimpulan yang keliru apabila data dianalisa dengan menggunakan metode univariat karena akan menyebabnya kehilangkan informasi yang terkandung dalam korelasi antar variabel tersebut. Data dapat dikatakan multivariat jika data tersebut didapatkan dari hasil pengukuran lebih dari satu variabel karakteristik atau kriteria pada setiap anggota sampel yang pengolahannya menggunakan Analisis Multivariat (Johnson & Wichern, 2002). 2.1.3 Distribusi Normal Multivariat Data yang dilakukan analisis dengan menggunakan analisis Multivariat haruslah memenuhi asumsi berdistribusi normal multivariat. Hal ini dimaksudkan agar hasil analisis yang didapatkan adalah sah. Analisis multivariat merupakan suatu analisis yang melibatkan banyak variabel (lebih dari dua variabel). Sedangkan distribusi normal Multivariat merupakan
  15. 15. suatu bentuk distribusi data statistika yang saling berhubungan dimana variable-variabel dari data yang bersangkutan lebih dari dua data, dengan masing-masing variabel memenuhi sifat normalitas. Variabel acak (X1,X2,X3,...,Xp) berdistribusi normal multivariat dengan parameter dan jika mempunyai probability density function : 1 1 − ( x − µ )' −1 ( x − µ ) Σ f ( x1 , x 2 , x3 ,..., x p ) = p e 2 (2.1) (2π ) 1 2 Σ 2 jika ( x1 , x2 , x3 ,....., x p ) berdistribusi normal multivariat maka − (x − µ )' −1 (x − µ ) berdistribusi χ p . Berdasarkan sifat ini maka 2 pemeriksaan distribusi multinormal dapat dilakukan dengan membuat Q-Q plot dari nilai: ( d i2 = X i − X S −1 X i − X (2.2) ) ( ) dimana i = 1,2,3,...,n. Adapun langkah-langkah untuk membuat plot 2 adalah sebagai berikut : 1. Menghitung jarak tergeneralisasi yang dikuadratkan atau biasa disebut dengan d2j dengan perhitungan pada persamaan (2.2) 2. Mengurutkan nilai d2j dari nilai d2j terkecil sampai nilai d2j terbesar atau d2(1) d2(2) … d2(n) 3. Membuat plot dengan titik koordinat d 2;χ 2 j j − 0 .5 di p, n mana nilai χ 2 j − 0.5 didapatkan dari tabel 2 p, n Plot ini akan membentuk garis lurus jika data berdistribusi Multinormal dan jika terdapat kelengkungan menunjukkan penyimpangan dari normalitas.
  16. 16. 2.1.4 Analisis Komponen Utama Analisis komponen utama merupakan suatu teknik mereduksi data multivariat (banyak variabel) yang mencari untuk mengubah (menstransformasi) suatu matriks data awal atau asli menjadi suatu set kombinasi linier yang lebih sedikit akan tetapi menyerab sebagian besar jumlah varian dari data awal (Supranto, 2004). Tujuannya adalah menjelaskan sebanyak mungkin jumlah varian data asli dengan sedikit mungkin komponen utama yang disebut komponen. Banyaknya komponen yang bisa di ekstrak dari data awal atau asli ialah sebanyak variabel yang ada. Katakanlah ada m komponen yang bisa dihasilkan dari p variabel asli, maka komponen m paling banyak adalah m = p, artinya banyak komponen sama dengan banyak variabel. Hal ini tidak baik sebab komponen yang harus dipertahankan adalah sesedikit mungkin, akan tetapi sudah mencakup sebagian besar informasi yang terkandung dalam data asli. Langkah – langkah yang dilakukan dalam transformasi adalah : 1. Menstandartkan masing – masing variabel bebas dengan cara : X ij − X i Z ij = (2.3) Si ( X i ) Dimana, Xij = nilai standart variabel ke–i pengamatan ke–j Zij = nilai standart variabel ke–i pengamatan ke–j X i = Mean (rata–rata) variabel ke-i Si = Standart deviasi ke–i 2. Mencari matriks korelasi dari variabel yang distandartkan (Z1, Z2,...., Zk)
  17. 17. 1 r12 ..... r1k P= r21 r1k ...... r2k . . . . . . rk1 rk2 ..... 1 3. Mencari nilai eigen yang dilambangkan λ adalah dengan cara berikut A − λI = 0 (2.4) 4. Mencari vektor eigen yang dinotasikan X dapat dicari dengan menggunakan persamaan : ρX = λ j X Dengan demikian komponen utama ke–j untuk standart Z didapatkan Wj = γ j Z , = γ ij Z i + γ 2 j Z 2 + ....... + γ kj Z k 2.1.5 Analisis Biplot Analisis Biplot merupakan analisis eksplorasi untuk melihat kedekatan antar objek, karakteristik atau peubah penciri setiap objek, dan keterkaitan antar peubah. Analisis ini menggunakan konsep penguraian nilai singular. Analisis biplot diperkenalkan oleh Grabiel pada tahun 1971. Pada dasarnya, analisis ini merupakan suatu upaya untuk memberikan peragaan grafik dari matriks data X dalam suatu plot dengan menunpang tindihkan vektor-vektor dalam ruang berdimensi rendah. Analisis ini digunakan untuk positioning maupun perceptual mapping dari sekumpulan objek (baris dari matrik data X). Dalam prosesnya, analisis biplot memerlukan data dari sejumlah objek dengan atribut-atribut (kolom dari matriks data X), yang diukur dengan skala interval dan rasio. Hasil akhir analisis ini akan diberikan dalam bentuk tampilan gambar dua dimensi yang berisi informasi tentang
  18. 18. 1. Posisi relatif objek. Berdasarkan informasi ini dua objek yang memiliki jarak terdekat dikatakan memiliki tingkat kemiripan yang tinggi berdasarkan atribut-atribut yang diamati. 2. Hubungan antar atribut, dari informasi ini akan diketahui mengenai hubungan linier (korelasi) antar atribut serta tingkat kepentingan suatu atribut yang didasarkan pada variannya. 3. Penggabungan informasi (1) dan (2) dikenal dengan istilah bi- plot, akan diketahui ciri-ciri masing-masing objek berdasarkan atribut yang diamati. Landasan analisis ini adalah setiap matriks nXp yang berpangkat [=min{n,p}] dapat digambarkan secara pasti dalam ruang berdimensi r. Bagi matriks yang berpangkat r dan ingin digambarkan dengan baik dalam ruang berdimensi k [= r], dilakukan suatu pendekatan yang optimum dengan suatu matriks berpangkat k berdasarkan kuadrat norma perbedaan terkecil antara keduanya. matriks hasil pendekatan terbaik tersebut digambarkan konfigurasi obyek dan variabel dalam ruang berdimensi k. Supaya memudahkan pemahaman masalah ini, ambil saja nilai k = 2, sehingga pendekatan tersebut dapat digambarkan dalam sumbu-x dan y. Suatu matriks nXp berpangkat k dapat diuraikan sebagai nXp = nGk H’p atau Xij = g’I hj. Hal ini dapat diperoleh melalui penguraian nilai singular (singular value decomposition). Metode Biplot dikembangkan atas dasar Dekomposisi Nilai Singular (DNS) yang merupakan hasil dari penurunan teori-teori matriks (Jollife, 1986). Perhitungan dalam analisis biplot ini didasarkan pada penguraian nilai singular suatu matriks, setiap matriks nXp dapat digambarkan dalam ruang berdimensi r. Suatu matriks nXp dapat diuraikan menjadi nXp = nGp Hp. Dari matriks data : x11 x1i x1 p nXp = xk 1 xki xkp xn1 xni xnp
  19. 19. akan dibangkitkan matriks G dan H sebagai berikut: T g 11 g 12 g1 G = g k1 g k2 = gT k g n1 g n2 gT n T h11 h12 h1 H = hi1 hi 2 = h T i h p1 h p2 hT p dimana diinginkan: gT = ( g k1 k ( g k 2 ) representasi dari xk = xk1 T xki xkp ) hT = (hi1 hi 2 ) representasi dari xT = (x1i i i xki xni ) Biplot merupakan nilai vektor G dan vektor H berada dalam ruang yang sama.Nilai amatan variabel ke-j pada objek ke- 1 yang telah dikoreksi terhadap nilai tengahnya adalah Xij = Gi’ Hj. nilai amatan tersebut bertanda positif bila kedua vektor searah, yaitu sudut kedua vektor tersebut ada dalam (0, n/2) dan akan bertanda negatif bila kedua vektor tersebut berlawanan arah, yaitu sudut kedua vector ada dalam (n/2, π ). Nilai Xij yang dekat dengan nol (0) berarti bahwa objek ke-i mempunyai nilai yang mendekati dengan nilai rataan peubah ke-j. 2.2 KOMPOSISI GIZI MAKANAN RINGAN Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi pada tubuh. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
  20. 20. Makanan ringan atau disebut juga snack adalah istilah bagi makanan yang bukan merupakan menu utama (makan pagi, makan siang atau makan malam). Makanan yang dianggap makanan ringan adalah sesuatu yang dimaksudkan untuk menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu, memberi sedikit suplai energi ke tubuh, atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya. (http://id.wikipedia.org/wiki/makananringan) Adapun kandungan gizi yang tertera pada setiap kemasan makanan ringan adalah sebagai berikut: 1. Karbohidrat Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi. Walaupun lemak menghasilkan energi lebih besar, namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan pokok. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. (http://id.wikipedia.org/wiki/karbohidrat) Karbohidrat sangat diperlukan oleh tubuh anak yang cenderung tumbuh, terutama sebagai sember energi. Tidak ada ketentuan tentang kebutuhan karbohidrat bagi tubuh (Pudjiadi, 2000). Oleh karena glukosa dalam sirkulasi dapat dibentuk oleh protein dan gliserol. Sebaiknya sebagian besar karbohidrat yang dimakan terdiri dari polisakarida seperti yang terdapat dalam beras, gandum, kentang dan sayuran. Sebagian besar karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera, sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi dalam jaringan lemak. Sistem saraf sentral dan otak sangaat tergantung pada glukosa yang terdapat dalam karbohidrat untuk keperluan energinya.
  21. 21. 2. Protein Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Protein merupakan salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). (http://id.wikipedia.org/wiki/protein) Protein yang didapat dari makanan sehari-hari harus diubah terlebih dahulu menjadi asam amino sebelum dapat diserap oleh darah. Protein ada dua jenis yaitu protein hewani dan protein nabati. Nilai protein hewani lebih tinggi dibandingkan bengan protein nabati yang berasal dari sayur-mayur. Nilai protein nabati dapat diperoleh dari campuran bahan makanan nabati atau sayuran yang mengandung protein tinggi seperti beras dengan kacang kedelai atau tempe. Nilai biologis protein tergantung juga dari faktor-faktor lain seperti jumlah masukan energi pada saat mendapat protein dan waktu pemberiannya (Almatsier, 2003). Protein sangat penting bagi pertumbuhan dan pemeliharaan, pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, pembentukan antibodi, mengangkut zat-zat gizi, dan sumber energi. Sebagai sumber energi protein ekuivalen dengan karbohidrat, namun protein sebagai sumber energi relatih lebih mahal, baik dalam hargga maupun dalam jumlah energi yang dibutuhkan untuk metabolisme. Banyak energi yang dibutuhkan tubuh anak-anak lebih banyak dari pada jumlah energi yang dibutuhkan oleh orang dewasa.
  22. 22. 3. Lemak Lipid atau lemak terdapat dalam makanan kita sehari-hari. Lemak tidak pernah larut dalam plasma darah, kecuali bila berikatan dengan protein tertentu, ia bisa menyatu dan mengambang dalam darah (http://id.wikipedia.org/wiki/lemak). Lemak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair. Lemak dan minyak merupakan sumber energi paling padat yang menghasilkan energi lebih banyak dari energi yang dihasilkan oleh karbohidrat dan protein dalam jumlah yang sama. Sebagai simpanan lemak merupakan cadangan energi tubuh paling besar. Simpanan ini merupakan konsumsi berlebihan salah satu kombinasi zat-zat energi yaitu karbodihat, protein, dan lemak. Lemak menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga protein tidak digunakan sebagai sumber energi. Lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga lemak memberi resa kenyang lebih lama. Lemak merupakan pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan. Lemak juga berfungsi memelihara suhu tubuh. Lapisan lemak yang menyelubungi organ-organ tubuh seperti jantung, hati, dan ginjal membantu menahan organ-organ tersebut tetap ditempatnya dan melindunginya terhadap benturan dan bahaya lain. Kebutuhan lemak dinyatakan secara mutlak. WHO (1990) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 15-30% kebutuhan energi total dianggap baik untuk kesehatan tubuh. Di antara lemak yang dikonsumsi sehari-hari dianjurkan paling banyak 10% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh. Sumber utama lemak adalah minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, mentega, margarin dan juga sumber lemak berasal dari lemak hewan (lemak daging dan ayam), serta
  23. 23. makanan yang dimasak dengan lemak atau minyak. Sayur dan buah sangat sedikit mengandung lemak. 4. Energi Ditinjau dari perspektif fisika, setiap sistem fisik mengandung (secara alternatif, menyimpan) sejumlah energi. Atau energi merupakan sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan segala aktivitasnya. Energi diperoleh dari karbohidrat, protein dan lemak. Energi diperlukan untuk proses pertumbuhan, metabolisme, utilasi bahan makanan dan aktivitas. (http://id.wikipedia.org/wiki/energi) Kebutuhan energi terutama disuplai oleh karbohidrat. Suplai energi bagi pemeliharaan sel lebih diutamakan dari pada suplai protein bagi pertumbuhan. Jika energi dalam makanan sehari-hari tidak cukup, sebagian protein makanan akan dipergunakan sebagai energi hingga mengurangi bagian yang diperlukan untuk pertumbuhan. Kebutuhan energi seseorang menurut FAO/WHO (1985) adalah konsumsi energi berasal dari makanan yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran energi seseorang bila ia mempunyai ukuran dan komposisi tubuh dengan tingkat aktivitas yang sesuai dengan kesehatan jangka panjang, dan yang memungkinkan pemeliharaan aktivitas fisik yang dibutuhkan. Pada anak-anak kebutuhan energi termasuk pada kebutuhan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru. Banyaknya energi yang dibutuhkan bergantung pada banyaknya otot yang bergerak, berapa lama dan seberapa berat pekerjaan yang dilakukan. Sumber energi berkonsentrasi tinggi adalah bahan makanan bersumber lemak, seperti lemak, dan minyak, kacang- kacangan dan biji-bijian. Selain itu makanan bersumber karbohidrat seperti padi-padian, umbi-umbian dan juga gula murni. Semua makanan yang dibuat dengan bahan makanan tersebut merupakan sumber energi.
  24. 24. 5. Natrium Natrium merupakan satu-satunya elemen yang biasa dikonsumsi dalam bentuk garam yang sedikit banyak murni adalah garam dapur. Konsumsi ini rata-rata 15 gram seorang perhari. Natrium menjaga keseimbangan cairan ekstraselular. Natrumlah yang sebagian besar mengatur tekanan osmosis yang menjaga cairan tidak keluar dari darah dan masuk kedalam sel- sel. Selain itu natrim juga menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh dengan mengimbangi zat-zat yang membentuk asam. Natrium berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Natrium berperan pula dalam absorbsi glukosa dan sebagai alat angkut zat-zat gizi lain melalui membran, terutama melalui membran, terutama melalui dinding usus sebagai pompa natrium. Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, tidak ada ketepatan kebutuhan natrium sehari (Almatsier, 2003). Kebutuhan natrium didasarkan pada kebutuhan untuk pertumbuhan, kehilangan natrium melalui keringat dan sekresi lainnya. 2.2.1 Kebutuhan Gizi Anak Kebutuhan gizi anak usia antara 1 sampai dengan 12 tahub adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Kebutuhan Gizi Energi Umur (kilo Protein Natrium Karbohidrat Lemak (tahun) kalori) (gram) (gram) (gram) (gram) 1—3 1210 23 0,115 27 25 4—6 1600 29 0.215 34 33 7—9 1900 36 0.287 63 45 10—12 1950 46 0,3 78 56
  25. 25. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Survey dilakukan untuk dicatat nilai kandungan gizinya, pada tiap kemasan makanan ringan. Pada survey tersebut didapatkan 33 merek makanan ringan. Adapun merek makanan ringan tersebut ditampilkan pada tabel 3.1 di bawah ini. Tabel 3.1 Merek dan Singkatan Makanan Ringan Nama Singkatan Nama Singkatan Chitato (Keju Supreme) CKS Piattos (Sapi Panggang) PSP Chitato (Ayam) CA Piattos (Barbeku) PB Chitato (Asli) CAS Piattos (Keju) PK Chiki Balls (Coklat) CBC Roller Coaster (Keju) RCK Chiki Balls (Keju) CBK Taro Net (Curly Fries) TCF Chiki Balls (Ayam) CBA Fugu (Seaweed) FS JetZ (Choco Berry) JC Fugu (Grilled Cheese) FG Leo Kerupuk Bawang LKB Oops (Roasted Sweet Corn) OR Leo Kerupuk Stik LKS Oops (Special Fried Chicken) OC Leo Keripik Kentang LKK Oops (Roast Beef) OB Lays (Pizza) LP Oops (Baked Chicken Tomato OT Lays (Rumput Laut) LRL Oops (Cheezy Spaghetti) OS Lays (Salmon Teriyaki) LST Mayasi (Pedas) MP Lays (Asin Klasik) LAK Kaya King (Honey Roasted Peanuts) KH Cheetos (Jagung Bakar) CJB Kaya King (Garlic Roasted Peanuts) KG Cheetos (Ayam Bakar) CAB Tini Wini Biti (Asin) TWBA Cheetos (Keju Amerika) CKA
  26. 26. 3.2 Identifikasi Variabel Variabel–variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel gizi kandungan makanan ringan yang tertera pada setiap kemasan makanan ringan. Variabel-variabel yang diteliti adalah sebagai berikut. X1 = Energi Total (kilo kalori per 100 gram) X2 = Energi dari Lemak (kilo kalori per 100 gram) X3 = Lemak total ( per 100 gram) X4 = Lemak jenuh (per 100 gram) X5 = Protein (per 100 gram) X6 = Karbohidrat total (per 100 gram) X7 = Natrium (per 100 gram) Variabel di atas tersebut merupakan variabel yang banyak terkandung pada makanan ringan dan juga merupakan kebutuhan gizi yang penting bagi tubuh anak-anak dan juga dapat membantu proses pertumbuhan tubuh, juga sebagai energi untuk melakukan aktivitas tubuh. 3.3 Langkah Analisis Analisis data merupakan suatu proses pengolahan data yang membahas data secara rinci untuk menghasilkan kesimpulan sesuai tujuan penelitian. Adapun analisis data kandungan gizi makanan ringan dilakukan dengan pengujian-pengujian sebagai berikut : a. Untuk menjawab permasalahan pertama langkah yang dilakukan adalah : 1. Melakukan analisis statistik deskriptif dengan Histogram pada variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7. 2. Menginterpretasikan output dari Histogram tiap-tiap variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7. b. Untuk menjawab permasalahan kedua langkah-langkah yang dilakukan adalah 1. Melakukan uji asumsi berdistribusi multinormal pada vabiabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7.
  27. 27. 2. Melakukan Analisis Komponen Utama pada variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7 sehingga terbentuk variabel baru yang lebih kecil. 3. Mengintepretasikan variabel-variabel baru yang terbentuk dari hasil Analisis Komponen Utama. 4. Untuk mengetahui kandungan gizi yang diamati terhadap makanan ringan maka dilakukan analisis dengan menggunakan biplot. 5. Melakukan intepretasi pada hasil biplot tentang kecenderungan gizi terhadap suatu makanan ringan.
  28. 28. 3.4 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan dalam laporan ini dapat ditunjukkan oleh Gambar 3.1 berikut. Mulai Studi Pendahuluan Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Identivikasi Variabel Pengumpulan Data Analisis Data : 1. Histogram 2. PCA 3. Biplot Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 3.1 Diagram Alur
  29. 29. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Staristika Deskriptif 4.1.1 Energi Total Data variabel energi total pada kandungan gizi makanan ringan dianalisis dengan menggunakan analisis Statistika Deskriptif sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 4.1 berikut. Gambar 4.1 Histogram Variabel Energi Total Gambar 4.1 tersebut menunjukkan bahwa makanan ringan yang memiliki kandungan energi total tertinggi adalah makanan ringan merek OC (Oops Special Friend Chicken) dan OS (Oops Cheezy Spagheti) yaitu sebesar 906,25 kilo kalori per 100 gram. Selanjutnya makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed), FG (Fugu Grilled Cheese) dan makanan ringan merek (OB) Oops Roasted Beef memiliki nilai energi total sebesar 875 kilo kalori per 100 gram. Sedangkan makanan ringan yang memiliki nilai energi total yang paling rendah adalah makanan
  30. 30. ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) dengan nilai energi totalnya yaitu 120 kilo kalori per 100 gram. 4.1.2 Energi dari Lemak Adapun hasil output dari analisis deskriptif pada variabel energi dari lemak dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut. Gambar 4.2 Histogram Variabel Energi dari Lemak Energi dari lemak memiliki nilai tertinggi pada makanan ringan merek MP (Mayasi Pedas) sebanyak 475 kilo kalori per 100 gram, di ikuti makanan ringan merek OC (Oops Special Fried Chicken) dan makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti) memiliki kandungan energi dari lemak sebanyak 343,75 kilo kalori per 100 gram. Makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) memiliki nilai kandungan energi dari lemak yang paling sedikit yaitu 40 kilo kalori per 100 gram. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4.2 di atas.
  31. 31. 4.1.3 Lemak Total Hasil analisis data pada variabel lemak total dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut. Gambar 4.3 Histogram Variabel Lemak Total Gambar 4.3 di atas menunjukkah bahwa data memiliki kandungan lemak total paling banyak adalah makanan ringan merek KH (Kaya King Honey Rosted Peanutes) sedanyak 50 per 100 gram. Makanan ringan merek CJB (Cheetos Jagung Bakar) memiliki kandungan lemak total sebanyak 44,444 per 100 gram. Kandungan lemak total sebanyak 38,889 dimiliki oleh makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika). Makanan ringan yang memiliki kandungan lemak total peling rendah adalah pada makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) dengan banyak kandungan lemak totalnya adalah sebesar 6 per 100 gram dan makanan ringan merek JC (JetZ Choco Berry) memiliki kandungan lemak total sebesar 6,25 per 100 gram.
  32. 32. 4.1.4 Lemak Jenuh Gambar 4.4 menunjukkan bahwal lemak jenuh pada data kandungan gizi yang tertera pada kemasan makanan ringan ditunjukkan sebagai berikut. Gambar 4.4 Histogram Variabel Lemak Jenuh Hasil dari analisis statistika deskriptif pada data lemak jenuh dapat dilihat pada Lampiran B4, Gambar 4.4 menunjukkan bahwa data memiliki kandungan lemak jenuh tertinggi yaitu sebesar 25 per 100 gram pada makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) dan OC (Oops Special Fried Chicken). Kandungan lemak jenuh sebanyak 22,222 dimiliki oleh makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika), PB (Piattos Barbeku), dan PK (Piattos Keju). Makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) memiliki kandungan lemak jenuh yang paling rendah yaitu 2 per 100 gram.
  33. 33. 4.1.5 Protein Hasil dari analisis statistika deskriptif pada data protein dapat dilihat pada Lampiran B5. Berikut histogram dari variabel protein dapat dilihat pada Gambar 4.5. Gambar 4.5 Histogram Variabel Protein Variabel protein pada Gambar 4.5 di atas menunjukkan bahwa KH (Kaya King Honey Roasted Peanutes) memiliki kandungan protein paling tinggi yaitu sebanyak 35 per 100 gram, sedangkan makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) memiliki kandungan protein sebanyak 25 per 100 gram. Makanan ringan merek KG (Kaya King Garlic Roasted Peanutes) memiliki kandungan protein sebanyak 20 per 100 gram. Sedangkan makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) memiliki kandungan protein terendah yaitu 2 per 100 gram dan makanan ringan merek JC (JetZ Choco Berry) memiliki kandungan protein sebanyak 2,083 per 100 gram.
  34. 34. 4.1.6 Karbohidrat Total Gambar 4.6 histogram variabel karbohidrat total dari data kandungan gizi yang tertera pada kemasan makanan ringan menunjukkan sebagai berikut. Gambar 4.6 Histogram Variabel Karbohidrat Total Untuk variabel karbohidrat pada Gambar 4.6 di atas dapat dilihat bahwa makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) memiliki kandungan karbohidrat total tertinggi yaitu sebanyak 193,75 per 100 gram. Makanan ringan merek OR (Oops Roasted Sweet Corn), OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), OT (Oops Baked Chicken Tomato), dan makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti) memiliki kandungan karbohidrat total sebanyak 131,25 per 100 gram. Sedangkan makanan ringan merek MP (Mayasi Pedas) memiliki kandungan kabrohidrat paling rendah yaitu sebanyak 12,587 per 100 gram.
  35. 35. 4.1.7 Natrium Data pada variabel natrium dilakukan analisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif, adapun hasilnya dapat dilihat pada Gambar 4.7 berikut. Gambar 4.7 Histogram Variabel Natrium Variabel Natrium, pada Gambar 4.7 di atas dapat menunjukkan bahwa makanan ringan yang memiliki kandungan natrium tertinggi adalah makanan ringan merek PB (Piattos Barbeku) 2,272 per 100 gram, makanan ringan merek OT (Oops Baked Chicken Tomato) memiliki kandungan natrium sebanyak 2,125 per 100 gram. Sedangkan makanan ringan yang memiliki kandungan natrium terendah adalah makanan ringan merek CBC (Chiki Balls Cokelat) yaitu 0,083 per 100 gram. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4.7 di atas. 4.2 Analisis Kecenderungan Merek Makanan Ringan Untuk melihat kecenderungan merek makanan ringan terhadap kandungan gizinya dilakukan dengan menggunakan analisis multivariat dalam data kandungan gizi makanan ringan tersebut digunakan Analisis Komponen Utama terlebih dahulu,
  36. 36. selanjutnya input dari analisis Biplot adalah hasil dari Analisis Komponen Utama. 4.2.1 Analisis Komponen Utama Data yang dilakukan analisis dengan menggunakan analisis multivariat sehingga data tersebut harus memenuhi asumsi distribusi Normal Multivariat. Oleh karena itu data kandungan gizi makanan ringan perlu dilakukan pengujian asumsi berdistribusi Normal Multivariat dengan menggunakan mMacro pada Minitab. Hasil dari macro Minitab adalah sebagai berikut : Suatu data dikatakan memenuhi asumsi berdistribusi Normal Multivariat jika perhitungan nilai ( ) d i2 = X i − X)' −1 ( X i − X , untuk i=1,2,...,n diperoleh, dengan S jumlah nilai d i2 yang kurang dari nilai χ 2 adalah lebih besar sama dengan 50%. Adapun hasil perhitungan dengan menggunakan macro Minitab yang dapat dilihat pada lampiran C2 yang menunjukkan bahwa jumlah nilai d i2 yang lebih besar dari nilai χ 2 adalah sebanyak 0.575758 atau sebanyak 57,58% dari jumlah data. Hal ini menunjukkan bahwa data kandungan gizi makanan ringan telah memenuhi asumsi berdistribusi Normal Multivariat. Untuk selanjutnya data diolah dengan menggunakan analisis komponen utama untuk membentuk variabel bebas baru dari hasil reduksi variabel-variabel asal yang dapat mewakili seluruh variabel tersebut. Pemilihan komponen baru yang terbentuk berdasarkan pada nilai eigen atau akar ciri yang lebih besar sama dengan 1. Selanjutnya perlu diperhatikan besarnya nilai proporsi kumulatif keragaman yang terbaik. Hasil perhitungan yang telah dilakukan dari data kandungan gizi yang tertera pada kemasan makanan ringan diketahui banyak variabel baru yang terbentuk dari variabel awal dapat dilihat pada Lampiran C3.
  37. 37. Tabel 4.1 Analisis Komponen Utama Proporsi Komponen Eigen Value Proporsi Keragaman Utama Terpilih (Akar Ciri) Keragaman (%) Kumulatif (%) 1 4,503 64,333 64,333 2 1,242 17,749 82,082 Tabel 4.1 Analisis Komponen Utama menjelaskan bahwa banyak komponen utama yang terpilih adalah sebanyak 2 buah. Pada komponen utama 1 dengan nilai akar cirinya sebesar 4,503 dan memiliki nilai proporsi keragaman kumulatif yang dapat dijelaskan sebesar 64,333%, sedangkan komponen utama 2 memiliki nilai akar ciri sebesar 1,242 dan dapat menjelaskan proporsi keragaman kumulatifnya sebesar 82,082%. Variabel baru yang terbentuk dari variabel-variabel asal adalah sebanyak 2 buah variabel yang akan digunakan sebagai input pada Analisis Biplot. 4.2.2 Analisis Biplot Tujuan digunakannya analisis Biplot ini adalah agar data kandungan gizi yang tertera pada tiap kemasan makanan ringan ini dapat ditampilkan dalam bentuk gambar dua dimensi, sehingga informasi yang terkandung dalam data tersebut dapat dibaca, seperti informasi tentang letak atau posisi relatif dari suatu objek, jika pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa jarak antara objek satu dengan objek yang lain dekat, hal ini berarti bahwa kedua objek tersebut memiliki kemiripan yang tinggi berdasarkan atribut-atribut yang diamati. Informasi lain yang diperoleh dari hasil analisis Biplot ini adalah hubungan antar atribut, hal ini menunjukkan korelasi antar atribut. Informasi lain yang didapat adalah akan tampaknya ciri-ciri tiap-tiap objek berdasarkan dari atribut yang diamati. Input dari analisis Biplot ini merupakan hasil penguraian nilai singular suatu matriks dari matriks awal data yaitu 33X7 yang akan dibangkitkan 2 matriks baru yaitu matriks G dan matriks H, dimana matriks G dan matriks H tersebut merupakan matriks yang dihasilkan oleh
  38. 38. Analisis Komponen Utama. Matriks G merupakan bentuk dari data merek makanan ringan yang diamati, dan matriks H merupakan matriks variabel kandungan gizi makanan ringan. Bentuk kedua matriks yang dibangkitkan tersebut adalah 33G2 dan 7H2 yang berarti bahwa terdapat 33 buah merek makanan ringan yang dianalisis dan terdapat 2 variabel baru yang terbentuk dari hasil Analisis Komponen Utama dan pada matriks H berarti bahwa terdapat 7 variabel awal dan terbentuk 2 variabel baru dari variabel-variabel awal tersebut dengan hasil dari Analisis Komponen Utama. Matrik G dan H dari data Gizi makanan ringan dapat dilihat pada Lampiran C4 dan Lampiran C5. Dalam analisis Biplot yang diperhatikan untuk menentukan kecenderungan dari data adalah dengan memperhatikan nilai jaraknya atau nilai sudutnya, maka dari itu perlu dilakukan perhitungan nilai sudut antara variabel ke-i dan variabel ke-j yang diperoleh berdasarkan perhitungan matrik korelasinya. Dengan menggunakan matriks korelasi antar variabel i dengan variabel j makadapat dihitung nilai subut antar variabel i dengan variabel j menggunakan invers cos. Adapun hasil perhitungan sudut dengan menggunakan matriks korelasi adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Sudut dari Matriks H (derajat) Energi Energi lemak Lemak Karbohidrat Variabel dari Protein Natrium total total Jenuh total Lemak Energi total 0 Energi dari Lemak 42,54 0 lemak total 49,37 20,23 0 Lemak Jenuh 49,76 59,46 63,55 0 Protein 56,22 61,72 68,44 77,66 0 Karbohidrat total 35,60 74,41 79,21 54,67 69,41 0 Natrium 51,56 77,19 82,32 49,77 79,55 45,75 0
  39. 39. Hasil perhitungan sudut jarak diatas dilakukan dengan cara sebagai berikut: cos = rij cos = 0,78489 = cos -1 0,78489 (invers cos dari 0,78489) = 42,54o Demikian seterusnya sehingga didapatkan hasil pada tabel 4.2 Sudut dari Matriks H tentang jarak antar variabel kandungan gizi makanan ringan yang tertera pada setiap kemasan makanan ringan. Gambar 4.9 Biplot menunjukkan bahwa sudut antara variabel Natrium dan Karbohidrat Total adalah kecil, hal ini menunjukkan bahwa jika pada variabel natrium mengalami pertambahan maka variabel karbohidrat total juga mengalami pertambahan. Sudut antara variabel lemak total dan energi dari lemak adalah kecil, yaitu sebesar 20,23o. Pada kedua variabel ini menunjukkan nilai korelasi keduanya adalah positif, hal ini menunjukkan bahwa pertambahan jumlah lemak total maka akan mengakibatkan pertambahan energi dari lemak. Kecenderungan merek makanan ringan terhadap kandungan gizinya dari Gambar 4.9 menunjukkan bahwa makanan ringan merek OB (Oops Roasted Beef), FG (Fugu Grilled Cheese), OC (Oops Special Fried Chicken), OR (Oops Roasted Sweet Corn), OS (Oops Cheezy Spagheti), OT (Oops Baked Chicken Tomato), dan FS (Fugu Seaweed) memiliki ciri terhadap kandungan Lemak Jenuh.
  40. 40. Natrium Karbohidrat total FS OT PB OR TCF JC PK Lemak Jenuh CBK OB FG OC MP TWBA OS CBA Energi total (kkal) CBC CKS RCK LKS PSP CAS LKB LP LST CA LAK LRL KG CKA Protein LKK CAB CJB Energi dari Lemak (kkal) lemak total KH Gambar 4.8 Biplot
  41. 41. Makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti, OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan FG (Fugu Grilled Cheese) memiliki kecenderungan tertinggi pada variabel energi total. Merek makanan ringan PB (Piattos Barbeku), PK (Piattos Keju), FS (Fugu Seaweed), FG (Fugu Grilled Cheese), OR (Oops Roasted Sweet Corn), OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan OT (Oops Baked Chicken Tomato) memiliki kecenderungan terhadap variabel karbohidrat total. Makanan ringan yang memiliki kecenderungan pada variabel protein adalah CKA (Cheetos Keju Amerika) dan juga cenderung pada variabel energi dari lemak. Merek makanan ringan yang cenderung terhadap variabel lemak total adalah makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika) dan KH (Kaya King Honey Roasted Peanuts). Makanan ringan merek OT (Oops Baked Chicken Tomato), OR (Oops Roasted Sweet Corn), FS (Fugu Seaweed), PB (Piattos Barbeku), dan PK (Piattos Keju) memiliki kecenderungan tertinggi terhadap variabel Natrium. Makanana ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries), JC (JetZ Choco Berry), dan MP (Mayasi Pedas) tidak memiliki kecenderungan terhadap salah satu variabel gizi yang dikandungnya. Ha ini disebabkan karena kandungan gizi yang terkandung pada ketiga makanan ringan diatas adalah sedikit. Hal ini dapat dilihat di Lampiran A. Nilai variabel yang sedikit tersebut disebabkan karena pada makanan ringan merek tersebut memiliki variabel lain yang lebih dominan. Namun hal tersebut tidak dianalisis sebab datasan masalah yang digunakan adalah makanan ringan yang memiliki kandungan gizi Energi, Energi dari lemak, Lemak, Lemak jenuh, karbohidrat, Protein dan Natrium Uraian di atas dijelaskan bahwa seorang anak yang membutuhkan energi banyak disarankan memakan makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti, OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan FG (Fugu Grilled Cheese). Bagi anak yang membutuhkan gizi karbohidrat dapat
  42. 42. memakan makanan ringan merek PB (Piattos Barbeku), PK (Piattos Keju), FS (Fugu Seaweed), FG (Fugu Grilled Cheese), OR (Oops Roasted Sweet Corn), OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan OT (Oops Baked Chicken Tomato). Bagi yang membutuhkan protein untuk tubuh, maka anak tersebut disarankan memakan makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika), begitu pula jika membutuhkan lemak yang banyak maka makanan ringan yang sesuai adalah makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika) dan KH (Kaya King Honey Roasted Peanuts). Jika anak membutuhkan kadar natrium pada tubuh, maka diapat memakan makanan ringan merek OT (Oops Baked Chicken Tomato), OR (Oops Roasted Sweet Corn), FS (Fugu Seaweed), PB (Piattos Barbeku), dan PK (Piattos Keju).
  43. 43. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Hasil analisis yang dilakukan terhadap data kandungan gizi didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Makanan ringan yang memiliki kandungan Energi Total tertinggi adalah makanan ringan merek OC (Oops Special Friend Chicken) dan OS (Oops Cheezy Spagheti). Energi dari lemak memiliki nilai tertinggi pada makanan ringan merek MP (Mayasi Pedas). Makanan yang memiliki kandungan Lemak Total paling banyak adalah makanan ringan merek KH (Kaya King Honey Rosted Peanutes). Lemak Jenuh tertinggi terdapat pada makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) dan OC (Oops Special Fried Chicken). KH (Kaya King Honey Roasted Peanutes) memiliki kandungan Protein paling tinggi. Makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) memiliki kandungan Karbohidrat Total tertinggi. Makanan ringan yang memiliki kandungan Natrium tertinggi adalah makanan ringan merek PB (Piattos Barbeku). 2. Makanan ringan merek OB (Oops Roasted Beef), FG (Fugu Grilled Cheese), OC (Oops Special Fried Chicken), OR (Oops Roasted Sweet Corn), OS (Oops Cheezy Spagheti), OT (Oops Baked Chicken Tomato), dan FS (Fugu Seaweed) memiliki kecenderungan terhadap kandungan Lemak Jenuh. Makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti, OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan FG (Fugu Grilled Cheese) memiliki kecenderungan pada variabel energi total. Merek makanan ringan PB (Piattos Barbeku), PK (Piattos Keju), FS (Fugu Seaweed), FG (Fugu Grilled Cheese), OR (Oops Roasted Sweet Corn), OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan OT (Oops Baked Chicken Tomato) memiliki kecenderungan terhadap variabel karbohidrat total. Makanan ringan yang memiliki kecenderungan pada variabel protein adalah CKA
  44. 44. (Cheetos Keju Amerika) dan juga cenderung pada variabel energi dari lemak. Merek makanan ringan yang cenderung terhadap variabel lemak total adalah makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika) dan KH (Kaya King Honey Roasted Peanuts). Makanan ringan merek OT (Oops Baked Chicken Tomato), OR (Oops Roasted Sweet Corn), FS (Fugu Seaweed), PB (Piattos Barbeku), dan PK (Piattos Keju) memiliki kecenderungan tertinggi terhadap variabel Natrium. 5.2 Saran Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data yang dimiliki oleh kebanyakan makanan ringan, namun tidak sedikit makanan ringan yang memiliki data selain variabel 7 variabel yang digunaksn dalam analisis ini, untuk itu perlu dilakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan keseluruhan data dengan variabel gizi yang ada dan tertera pada kemasan makanan ringan.
  45. 45. DAFTAR PUSTAKA Almatsier, S. (2003), Prinsip Dasar Ilmu Gizi, PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Hanie, U. (2003), Analisis Penelompokan Susu Balita berdasarkan komposisi Gizi dan Harga Jual Studi Kasus Alfa. Skripsi, Statistika FMIPA ITS. Johnson, R.A. dan Wichern, D.W. (2002), Applied Multivariate Analysis, Third Edition, Prentice Hall Inc: New Jersey. Jolliffe, I.T (1986), Principal Component Analysis, Springe- verlag: New York. Karyadi, D. dan Muhilal (1985), Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan, PT Gramedia: Jakarta. Pudjiadi, S. (2003), Ilmu Gizi Klinis pada Anak. Edisi Keempat, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Rahayu, D.P. (2007), Analisis Multivariat terhadap kandungan Gizi pada Kemasan Mie Instant. Tugas Akhir, Statistika FMIPA ITS. Supranto, J. (2004), Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi, PT. Rineka Cipta: Jakarta. Sudjana. (1982), Metoda Statistika, Tarsito: Bandung. Walpole, R.E. (1995), Pengantar Statistika, Edisi Ketiga, PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
  46. 46. http://id.wikipedia.org/wiki/karbohidrat, tanggal 18 Februari 2008, jam 11.06 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/protein, tanggal 18 Februari 2008, jam 11.12 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/lemak, tanggal 18 Februari 2008, jam 11.25 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/energi, tanggal 18 Februari 2008, jam jam 11.33 WIB
  47. 47. Lampiran B1 Statistika Deskriptif Energi Total Descriptive Statistics: Energi total Variable N N* Mean SE Mean StDev Minimum Q1 Median Energi total 33 0 574.3 34.5 198.2 120.0 500.0 527.8 Variable Q3 Maximum Energi total 666.7 906.3 Lampiran B2 Statistika Deskriptif Energi dari Lemak Descriptive Statistics: Energi dari Lemak Variable N N* Mean SE Mean StDev Minimum Q1 Median Energi ema 33 0 257.1 14.5 83.1 40.0 237.5 277.8 Variable Q3 Maximum Energi dari Lema 290.6 475.0 Lampiran B3 Statistika Deskriptif Lemak Total Descriptive Statistics: lemak total Variable N N* Mean SE Mean StDev Minimum Q1 Median lemak total 33 0 28.66 1.63 9.34 6.00 25.66 28.57 Variable Q3 Maximum lemak total 33.33 50.00
  48. 48. Lampiran B4 Statistika Deskriptif Lemak Jenuh Descriptive Statistics: Lemak Jenuh Variable N N* Mean SE Mean StDev Minimum Q1 Median Lemak Jenuh 33 0 13.48 1.09 6.23 2.00 10.03 12.50 Variable Q3 Maximum Lemak Jenuh 18.75 25.00 Lampiran B5 Statistika Deskriptif Protein Descriptive Statistics: Protein Variable N N* Mean SEMean StDev Minimum Q1 Median Q3 Protein 33 0 9.35 1.24 7.12 2.00 5.56 5.56 12.50 Maximum 35.00 Lampiran B6 Statistika Deskriptif Karbohidrat Total Descriptive Statistics: Karbohidrat total Variable N N* Mean SE Mean StDev Minimum Q1 Median Q3 Karbohidrat 33 0 72.16 6.77 38.89 12.86 55.56 58.33 67.33 Variable Maximum Karbohidrat tota 193.75
  49. 49. Lampiran B7 Statistika Deskriptif Natrium Descriptive Statistics: Natrium Variable N N* Mean SEMean StDev Minimum Q1 Median Q3 Natrium 33 0 0.967 0.121 0.692 0.0830 0.528 0.639 1.825 Maximum 2.272 Lampiran C1 Macro Minitab Mulitinormal macro qq x.1-x.p mconstant i n p t chis mcolumn d x.1-x.p dd pi q ss tt mmatrix s sinv ma mb mc md let n=count(x.1) cova x.1-x.p s invert s sinv do i=1:p let x.i=x.i-mean(x.i) enddo do i=1:n copy x.1-x.p ma; use i. transpose ma mb multiply ma sinv mc multiply mc mb md copy md tt let t=tt(1) let d(i)=t enddo set pi 1:n end
  50. 50. Lanjutan Lampiran C1 let pi=(pi-0.5)/n sort d dd invcdf pi q; chis p. plot q*dd invcdf 0.5 chis; chis p. let ss=dd<chis let t=sum(ss)/n print t if t>0.5 note distribusi data multinormal endif if t<=0.5 note distribusi data bukan multinormal endif endmacro Lampiran C2 Output Macro MTB > %D:/qq.txt c2-c8 Executing from file: D:/qq.txt Answer = 1.0886 Answer = 2.4902 Answer = 5.7701 Answer = 6.8170 Answer = 1.3964 Answer = 1.8573 Answer = 6.3560 Answer = 1.6530 Answer = 3.3780 Answer = 3.7871 Answer = 3.7202 Answer = 2.2202 Answer = 6.9774 Answer = 2.3883 Answer = 22.1227
  51. 51. Lanjutan Lampiran C2 Answer = 11.4473 Answer = 7.9508 Answer = 3.3253 Answer = 11.9727 Answer = 8.8780 Answer = 2.0571 Answer = 7.9676 Answer = 28.1000 Answer = 8.2981 Answer = 4.1222 Answer = 5.3617 Answer = 4.2511 Answer = 4.5017 Answer = 4.1512 Answer = 7.2012 Answer = 23.5844 Answer = 7.2541 Answer = 1.5532 Plot q * dd 18 16 14 12 10 q 8 6 4 2 0 0 10 20 30 dd
  52. 52. Data Display t 0.575758 distribusi data multinormal Lampiran C3 Hasil Analisis Komponen Utama Total Variance Explained Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings Component Total % of Variance umulative % Total % of Variance umulative % C C 1 4.503 64.333 64.333 4.503 64.333 64.333 2 1.242 17.749 82.082 1.242 17.749 82.082 3 .677 9.666 91.748 4 .300 4.289 96.037 5 .212 3.029 99.066 6 .046 .663 99.729 7 .019 .271 100.000 Extraction Method: Principal Component Analysis. Variable PC1 PC2 Energi total -0.455 0.030 Energi dari Lemak -0.393 -0.456 lemak total -0.363 -0.509 Lemak Jenuh -0.386 0.200 Protein -0.314 -0.209 Karbohidrat total -0.375 0.432 Natrium -0.345 0.512
  53. 53. Lampiran C4 Matriks H V matrix of the U LAMBDA V' decomposition Energi total (kkal) 0.455496 0.030299 Energi dari Lemak (kkal) 0.392934 -0.45571 lemak total 0.362914 -0.509 Lemak Jenuh 0.385607 0.199963 Protein 0.31363 -0.20898 Karbohidrat total 0.374952 0.432275 Natrium 0.344635 0.511671 Lampiran C5 Matriks G Representatif dari Data Gizi Makanan Ringan U matrix of the U LAMBDA V' decomposition CKS -0,071629731 0,000948339 CA -0,032273491 -0,11081026 CAS 0,003715942 -0,00908345 CBC -0,108641998 -0,00522477 CBK -0,065438094 0,116894286 CBA -0,062083622 0,056460101 JC -0,358230006 0,185282305 LKB -0,075509549 -0,03875927 LKS -0,066136421 -0,00084569 LKK -0,011535894 -0,2177843 LP -0,047693984 -0,06010674 LRL -0,043760216 -0,15020775 LST -0,120503489 -0,10548113 LAK -0,025911045 -0,12467958 CJB 0,000249743 -0,22350857 CAB -0,027736885 -0,22242693 CKA 0,064903051 -0,15745037 PSP -0,02592587 -0,00415562
  54. 54. Lanjutan Lampiran C5 U matrix of the U LAMBDA V' decomposition PB 0,06185489 0,203202326 PK 0,053616166 0,174172476 RCK -0,037083404 -0,00416184 TCF -0,40314849 0,1759115 FS 0,331640791 0,28218308 FG 0,201401541 0,09929296 OR 0,196626085 0,195390248 OC 0,281511616 0,108588989 OB 0,231126141 0,120896597 OT 0,203633244 0,215196506 OS 0,25270135 0,086399288 MP -0,369508157 0,089797716 KH 0,241659036 -0,60038861 KG -0,048627985 -0,1573393 TWBA -0,123261264 0,081797464 Lampiran C6 Matriks Korelasi Data Display Matrix CORR1 1.00000 0.78489 0.71406 0.70957 0.63476 0.84771 0.68952 0.78489 1.00000 0.94993 0.59465 0.56574 0.39121 0.35074 0.71406 0.94993 1.00000 0.54179 0.47572 0.32077 0.27415 0.70957 0.59465 0.54179 1.00000 0.34378 0.65343 0.70968 0.63476 0.56574 0.47572 0.34378 1.00000 0.46217 0.31571 0.84771 0.39121 0.32077 0.65343 0.46217 1.00000 0.75554 0.68952 0.35074 0.27415 0.70968 0.31571 0.75554 1.00000
  55. 55. Lampiran C7 Sudut antar variabel Energi Energi lemak Lemak Karbohidrat Variabel dari Protein Natrium total total Jenuh total Lemak Energi total 0 Energi dari Lemak 42,54 0 lemak total 49,37 20,23 0 Lemak Jenuh 49,76 59,46 63,55 0 Protein 56,22 61,72 68,44 77,66 0 Karbohidrat total 35,60 74,41 79,21 54,67 69,41 0 Natrium 51,56 77,19 82,32 49,77 79,55 45,75 0
  56. 56. TENTANG PENULIS Ardita Sukma Perdana atau biasa dipanggil Dita, Adit, dan juga Ar. Dilahirkan di kota Blitar 6 Juli 1986. Pendidikan formal yang pernah ditempuh yaitu TK Bhayangkari Wlingi, SD Babadan 1 Wlingi, SMPN 1 Wlingi, SMUN 1 Talun, setelah lulus dari pendidikan yang diperoleh di SMUN 1 Talun (lulus 2005) penulis mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan diterima pada program studi Diploma 3 jurusan Statistika fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS pada tahun 2005 dan terdaftar dengan NRP 1305030026. Di jurusan Statistika ini penulis sempat aktif di beberapa kegiatan Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) seperti kegiatan BCS 2006 dan 2007. Penulis juga sempat aktif pada kegiatan kemahasiswaan terutapa di dibidang media (Pers) dan juga aktif sebagai asisten praktikum Multivariat. Segala kritik dan saran yang membangun dapat dikirim melalui email : dt_sukma@yahoo.com atau pada alamat dt_lee@plasa.com.

×