Studi Kasus : PT Satyamitra Surya Perkasa


Business Continuity Plan adalah metodologi yang dapat
digunakan untuk membuat dan memvalidasi sebuah rencana
keberlangs...


Menurut BS 25999-1 (2006) sebuah BCM adalah sebuah proses
yang dimiliki oleh bisnis dan didorong oleh bisnis yang
membe...


Level kebutuhan dan kepentingan akan berbeda-beda
tergantung dari jenis usahanya,
Misal : industri perbankan terikat re...






BS (British Standard) 25999 merupakan de-facto
standar penerapan BCM.
Merupakan standar internasional bukan hanya...











Kebijakan BCM (mengacu pada bab 3.2.2 di dalam BS
25999-2)
Pembagian sumber daya (mengacu pada bab 3.2.3 ...
Perancangan business continuity plan
Perancangan business continuity plan
Perancangan business continuity plan
Perancangan business continuity plan
Perancangan business continuity plan
Perancangan business continuity plan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Perancangan business continuity plan

635 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
635
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
29
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perancangan business continuity plan

  1. 1. Studi Kasus : PT Satyamitra Surya Perkasa
  2. 2.  Business Continuity Plan adalah metodologi yang dapat digunakan untuk membuat dan memvalidasi sebuah rencana keberlangsungan bisnis sebelum, saat terjadinya dan setelah sebuah bencana terjadi (Snedaker,2007)  Sebuah rencana yang komperhensif yang menjamin keberlangsungan dari layanan yang disediakan yang memiliki informasi tentang informasi yang rentan, kondisi atau situasi tertentu (Dr Modiri dan Ghorbani 2010)  Menurut BSI (Bundesamt fur Sucherheit in der Informationstechnic) -Standard 100-4 (2012) BCM adalah sebuah proses management dengan tujuan mendeteksi resiko yang serius yang akan membahayakan keselamatan sebuah organisasi sedini mungkin dan untuk mengimplementasikan usaha penjagaan terhadap resikoresiko ini.
  3. 3.  Menurut BS 25999-1 (2006) sebuah BCM adalah sebuah proses yang dimiliki oleh bisnis dan didorong oleh bisnis yang membentuk sebuah strategi yang didesain secara khusus dan sebuah kerangka kerja yang :    Secara proaktif meningkatkan kemampuan untuk pulih dan beradaptasi dengan cepat (baca: resilience) suatu perusahaan terhadap gangguan yang mungkin terjadi terhadap kemampuan untuk mencapai tujuan utama Menyediakan metode pelatihan untuk memulihkan kemampuan sebuah organisasi untuk menyediakan layanan dan produk utamanya ke sebuah level yang sudah disetujui bersama dalam waktu yang telah disepakati bersama setelah terjadinya sebuah gangguan, menghasilkan kemampuan yang sudah dapat dibuktikan untuk menangani gangguan usaha dan melindungi reputasi perusahaan dan merk tertentu
  4. 4.  Level kebutuhan dan kepentingan akan berbeda-beda tergantung dari jenis usahanya, Misal : industri perbankan terikat regulasi PBI NOMOR: 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Resiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum    Cost dari Down-nya sebuah sistem jauh lebih besar daripada biaya investasi perancangan sebuah BCP Bergantung dari besarnya ketergantungan suatu organisasi kepada komunikasi data (Wiboonrat, 2008) Kompetisi : customer dapat melihat, bagaimana sebuah organisasi bereaksi ketika sebuah bencana terjadi
  5. 5.    BS (British Standard) 25999 merupakan de-facto standar penerapan BCM. Merupakan standar internasional bukan hanya standar Eropa maupun Inggris saja (Avaluation Consulting and BSI Management System America, 2010). Standar ini menguraikan gambar besar dari ekspektasi dari sebuah proses (The Code of Practice) juga detail bagaimana cara mencapai ekspektasi tersebut (The Spesification) dan versi
  6. 6.       Kebijakan BCM (mengacu pada bab 3.2.2 di dalam BS 25999-2) Pembagian sumber daya (mengacu pada bab 3.2.3 pada BS 25999-2) Kompetensi dari personel BCM dan catatan training yang terkait (mengacu pada bab 3.2.4 pada BS 25999-2) Dokumen BIA (mengacu pada bab 4.1.1 pada BS 25999-2) Dokumen RA (mengacu pada bab 4.1.2. pada BS 25999-2) Dokumen Business Continuity Strategy (mengacu pada bab 4.2. pada BS 25999-2)

×