Logframe : Kerangka Logis

9,845 views

Published on

Published in: Design, Education, Spiritual

Logframe : Kerangka Logis

  1. 1. Logframe : Suatu pendekatan perencanaan program/proyek yang disusun secara logis dengan menggunakan indikator yang jelas.
  2. 2. Logical Framework Sebagai Metode <ul><li>Berpikir terorganisir </li></ul><ul><li>Menghubungkan kegiatan-investasi-hasil </li></ul><ul><li>Menetapkan indikator kinerja </li></ul><ul><li>Mengalokasikan tanggung jawab </li></ul><ul><li>Berkomunikasi dengan tepat dan jelas </li></ul><ul><li>Menyesuaikan dengan keadaan yang berubah </li></ul><ul><li>Memperhitungkan resiko </li></ul>
  3. 3. Logical Framework Sebagai Teknik <ul><li>Suatu alat untuk Perencanaan , Penilaian , Monitoring dan Evaluasi </li></ul><ul><li>Kerangka logika yang mengkombinasikan baik Logika Vertikal maupun Logika Horisontal </li></ul><ul><li>Tujuan diukur dengan indikator melalui informasi yang dikumpulkan dan disajikan dalam alat verifikasi khusus </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Terdiri dari beberapa pokok bahasan : </li></ul><ul><li>Analisa dan Pokok masalah </li></ul><ul><li>Formulasi Tujuan </li></ul><ul><li>Analisa Strategi </li></ul><ul><li>Analisa Stakeholder </li></ul><ul><li>Analisa R & A </li></ul><ul><li>LF Matrix </li></ul>Logical Framework Method
  5. 5. Logical Framework Concept <ul><li>Logframe Matrix mempunyai 4 elemen : </li></ul><ul><li>1. Hubungan antara Goals, Objectives, Outputs dan Activities </li></ul><ul><li>2. Logika Vertikal dan Logika Horisontal </li></ul><ul><li>3. Indikator </li></ul><ul><li>4. Asumsi dan resiko yang perlu diindetifikasi pada tahap penyusunan proyek </li></ul>
  6. 6. Pendekatan Logframe <ul><li>1. Analisis situasi yang sistematis khususnya mengenai aspek-aspek kesehatan, gender, dan pembangunan yang berkesinambungan ; </li></ul><ul><li>2. Perumusan menyeluruh tentang tujuan program; </li></ul><ul><li>3. Memprioritaskan kebutuhan mendesak selama program berjalan ; </li></ul><ul><li>4. Perumusan strategi tentang kebutuhan-kebutuhan mendesak untuk mencapai tujuan. </li></ul>
  7. 7. Pendekatan Logframe <ul><li>5. Menentukan sumber dana yang ada ; </li></ul><ul><li>6. Spesifikasi outputs pada saat program berakhir ; </li></ul><ul><li>7. Menentukan indikator kinerja dan mekanisme evaluasi ; </li></ul><ul><li>8. Identifikasi institusi beserta rencana dukungannya; </li></ul><ul><li>9. Menentukan aktivitas dan rencana kerja (termasuk dukungan dananya) ; </li></ul><ul><li>10. Pembagian tugas untuk penerapan dan pelaksanaan. </li></ul>
  8. 8. Problem Problem Identification Tree Goal <ul><li> Objective </li></ul><ul><li>Tree </li></ul><ul><li>Strategy Stakeholder </li></ul><ul><li>Development Analysis </li></ul><ul><li> Risk & </li></ul><ul><li>Assumption </li></ul><ul><li> * Judul Proyek </li></ul><ul><li>* Latar belakang </li></ul><ul><li>& Justifikasi </li></ul><ul><li>* Tujuan </li></ul><ul><li>Objective </li></ul><ul><li>* Strategi Proyek </li></ul><ul><li>dan Workplan </li></ul><ul><li>Output * Pengaturan </li></ul><ul><li>Pelaksanaan </li></ul><ul><li>* Penjelasan dan </li></ul><ul><li>Activities justifikasi input </li></ul><ul><li>* Pendanaan </li></ul>
  9. 9. <ul><li>PLAN DOWNWARDS </li></ul><ul><li>GOAL </li></ul><ul><li>Assumption </li></ul><ul><li>OBJECTIVE </li></ul><ul><li>Assumption </li></ul><ul><li>OUTPUTS </li></ul><ul><li>Assumption </li></ul><ul><li>ACTIVITIES </li></ul><ul><li>Assumption </li></ul><ul><li>INPUTS and then </li></ul><ul><li>THINK UPWARDS </li></ul>
  10. 10. Logframe Matrix
  11. 11. The Logic of a Programme A Set of Linked Hypotheses <ul><li> then Goal </li></ul><ul><li>if Objectives then </li></ul><ul><li>then Outputs if </li></ul><ul><li>if Activities </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Goal </li></ul><ul><li>The Great “Why” </li></ul><ul><li>Tingkatan tujuan tertinggi </li></ul><ul><li>Diluar kontrol proyek </li></ul><ul><li>Objective </li></ul><ul><li>* Rincian/Bagian dari Goal </li></ul><ul><li>* Bagaimana kita mencapai Goal ? </li></ul><ul><li>* Diluar kontrol proyek </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Outputs </li></ul><ul><li>Hasil spesifik apa yang harus diperoleh sesudah program berakhir ? </li></ul><ul><li>Activities </li></ul><ul><li>Kegiatan-kegiatan apa yang harus disusun untuk memperoleh outputs ? </li></ul>
  14. 14. OVI (Objectively Verifiable Indicators) <ul><li>Bagaimana kita tahu bahwa program itu berhasil </li></ul><ul><li>Membantu kita untuk klarifikasi </li></ul><ul><li>Membantu kegiatan monitoring dan evaluasi </li></ul><ul><li>Gunakan SMART </li></ul>
  15. 15. MOV (Means of Verification) <ul><li>Data apa yang bisa menunjang ? </li></ul><ul><li>Sejauh mana data yang dikumpulkan tersebut bermanfaat ? </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- Hasil penelitian </li></ul><ul><li>- Data SDKI </li></ul><ul><li>- Sensus </li></ul><ul><li>- dll </li></ul>
  16. 16. R & A (Risk and Assumptions) <ul><li>Berbagai kemungkinan yang terjadi yang dapat mempengaruhi berhasil atau gagalnya suatu proyek atau program </li></ul><ul><li>Dinyatakan dalam kalimat positif. </li></ul>
  17. 17. OBJECTIVE VERIFIABLE INDICATORS (OVI) <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Indikator GOAL : </li></ul><ul><li>- Menurunnya MMR dari 450/100.000 menjadi </li></ul><ul><li>200/100.000 pada akhir proyek. </li></ul><ul><li>- Menurunnya IMR dari 120/1000 menjadi </li></ul><ul><li>70/1000 kelahiran </li></ul><ul><li>Indikator OBJECTIVE : - Meningkatnya kualitas pelayanan di 120 Klinik </li></ul><ul><li>Bersalin </li></ul><ul><li>- Terlaksananya pelayanan di 24 RS kabupaten/ </li></ul><ul><li>kotamadya </li></ul>
  18. 18. OBJECTIVE VERIFIABLE INDICATORS (OVI) <ul><li>Indikator OUTPUTS : </li></ul><ul><li>- Bertambahnya persentase K4 dari 50% menjadi </li></ul><ul><li>65% </li></ul><ul><li>- Meningkatnya frekuensi pelayanan kesehatan </li></ul><ul><li>untuk Balita dan Bumil </li></ul><ul><li>Indikator ACTIVITIES : </li></ul><ul><li>- Tersedianya kurikulum latihan. </li></ul><ul><li>- Rancangan renovasi klinik </li></ul><ul><li>- Berjalannya pelayanan RS di 200 desa </li></ul>

×