Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TIWAH, MAAGAH LIAU KAN LEWU TATAU 
(Tiwah, mengantar Arwah ke kampung yang abadi) 
Masyarakat Dayak Ngaju (udik) adalah sa...
sebagai rasa tanggung jawab keluarga kepada arwah dan bertujuan untuk mengantarkan si 
arwah ke Lewu Tatau (surga). Liau (...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tiwah, Upacara Adat Suku Dayak (Kaharingan)

Tiwah, prosesi upacara adat untuk mengantarkan arwah orang yang sudah meninggal ke lewu Tatau (Surga)

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Tiwah, Upacara Adat Suku Dayak (Kaharingan)

  1. 1. TIWAH, MAAGAH LIAU KAN LEWU TATAU (Tiwah, mengantar Arwah ke kampung yang abadi) Masyarakat Dayak Ngaju (udik) adalah salah satu suku Dayak yang berada di pulau Kalimantan tepatnya di Kalimantan Tengah, yang banyak menempati mendiami Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Kapuas, sungai Kahayan, sungai Rungan, sungai Barito, dan sungai Katingan. Kepercayaan yang banyak dianut oleh suku Dayak khususnya Dayak Ngaju adalah Kaharingan yang artinya adalah tumbuh atau hidup. Maksud dari kepercayaan ini adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit). Dalam perkembangan kepercayaan Kaharingan, agama ini dimasukan dalam kategori agama Hindu, karena adanya persamaan dalam penggunaan sarana kehidupan dalam melaksanakan ritual untuk korban (sesaji) yang dalam agama Hindu disebut Yadnya. Jadi mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai Tuhan Yang Maha Esa. Dalam istilah agama Kaharingan disebut Ranying Hatalla Langit. Orang Dayak Ngaju terkenal dengan kemampuan spiritual yang luar biasa, dan upacara adat yang sangat kental. Salah satu upacara adat yang cukup terkenal adalah upacara adat Tiwah, yaitu upacara yang dilakukan pada orang yang telah meninggal. Upacara tiwah, yaitu proses mengantarkan arwah (liau) sanak kerabat atau leluhur yang sudah meninggal ke Lewu Tatau yaitu sebuah tempat yang kekal atau abadi. Orang Dayak Ngaju meyakini leluhur akan senang dan bahagia jika arwah mereka sudah diantarkan. Mereka juga meyakini bahwa sebelum dilaksanakan upacara tiwah, roh leluhur dianggap belum masuk surga. Upacara Tiwah dipimpin oleh Basir atau Pisur. Basir atau Pisur Dalam pelaksanaannya banyak sekali urutan upacara yang harus dilakukan oleh pelaksana dan para anggota pendukung upacaranya. Upacara ini dapat dikatakan terdapat unsur-unsur supranatural karena memang upacara ini adalah mempersatukan roh, oleh sebab itu urutan dalam pelaksanaannya tidak boleh diubah sekehendak hati namun harus sesuai dengan aturan upacara yang sudah ada dan tertulis.Upacara Tiwah pada umumnya dilakukan 5 tahun sekali, tetapi sesuai dengan kesepakan keluarga yang hendak melakukan upacara Tiwah. Tiwah harus dilaksanakan karena - Pencucian Tulang Tengkorak
  2. 2. sebagai rasa tanggung jawab keluarga kepada arwah dan bertujuan untuk mengantarkan si arwah ke Lewu Tatau (surga). Liau (arwah) dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Balawang Panjang, contohnya seperti: rambut atau kuku. 2. Karahang Tulang, contohnya: tulang belulang. 3. Liau Haring Kaharingan adalah arwah atau roh yang sebenarnya. Aktivitas Tiwah memang sangat unik, keluarga menggali kembali kubur yang telah lama meninggal, membuka kembali petinya dan mengambil satu persatu tulang belulang. Tulang belulang tersebut kemudian di cuci dan dibawa ke upacara. Kegiatan upacara ini memakan waktu yang cukup lama, termasuk ritual mengorbankan hewan seperti Kerbau, Babi dan Ayam. Mereka meyakini bahwa hewan yang dikorbankan tersebut akan membantu sang arwah menuju Surga terakhir. Pada akhirnya tulang belulang tersebut dimasukkan ke dalam Sandung (Rumah Kecil tempat tulang belulang di letakkan). Biasanya dalam satu keluarga memiliki satu Sandung yang disediakan untuk berbagai tulang-belulang yang telah di tiwahkan. Sumber : - http://t1r4.wordpress.com/2009/09/01/tiwah-dari-kisah-ritual-suku-dayak/ - http://id.wikipedia.org NAMA : OTNIEL APRINDO PURBA NIM : 022007257 Pembongkaran Kubur

×