Sejarah bursa efek indonesia (bei)

18,152 views

Published on

  • Be the first to comment

Sejarah bursa efek indonesia (bei)

  1. 1. BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
  2. 2. Sejarah BEI <ul><li>14 desember 1912 : Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh pemerintah Hindia Belanda </li></ul><ul><li>1914-1918 :Bursa Efek Batavia ditutup selama perang dunia I </li></ul><ul><li>1925-1942 :Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan bursa efek di Semarang dan Surabaya </li></ul><ul><li>1939 : Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup karena isu perang dunia II </li></ul><ul><li>1942-1952: Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama perang dunia II </li></ul><ul><li>1952 : Bursa Efek di Jakarta diaktifkan kembali oleh menteri kehakiman dan menteri keuangan.Instrumen yang diperdagangkan adalah obligasi pemerintah RI (1950) </li></ul><ul><li>1956 : Program Nasionalisasi perusahaan belanda, Bursa Efek semakin tidak aktif </li></ul>
  3. 3. <ul><li>1956-1977 : Perdagangan di Bursa Efek Vakum </li></ul><ul><li>10 agustus 1977 : Bursa Efek diresmikan kembali oleh presiden soeharto. Bursa Efek dijalankan dibawah Bapepam (Badan pelaksana pasar modal), tanggal 10 agustus diperingati sebagai HUT pasar modal,pengaktifan ini ditandai dengan go publiknya PT.semen cibinong sebagai Emiten pertama </li></ul><ul><li>1977-1987 : Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu.sampai tahun 1987 jumlah emiten hanya 24.hal ini disebabkan masyarakat lebih memilih instrumen perbankan </li></ul><ul><li>1987 : Ditandai hadirnya paket Desember 1987 (pakdes 87), yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum & investor asing masuk di indonesia </li></ul><ul><li>1988-1990 : paket deregulasi dibidang perbankan dan pasar modal diluncurkan.Pintu BEJ terbuka untuk asing </li></ul>
  4. 4. <ul><li>2juni 1988 : Diluncurkannya Bursa Paralel Indonesia (BPI) dan dikelola oleh persatuan perdagangan uang dan efek (PPUE), organisasinya adalah broker dan dealer </li></ul><ul><li>Desember 88 : Paket Desember (pakdes 88), dibarengi dengan kemudahan untuk go publik </li></ul><ul><li>16 juni 1989: Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh perseroan terbatas milik swasta,yaitu PT.Bursa Efek Surabaya </li></ul><ul><li>13 juni 1992 : swastanisasi BEJ,Bapepam berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal.Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ </li></ul>
  5. 5. <ul><li>22 mei 1995 : Sistem otomatisasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (jakarta Automated Trading System) </li></ul><ul><li>10 november 1995 : pemerintah mengeluarkan UU no.8 th 1995 tentang pasar modal.UU mulai berlaku januari 1996 </li></ul><ul><li>1995 : Bursa Paralel indonesia merger dengan Bursa Efek surabaya </li></ul><ul><li>2000 : Sistem perdagangan tanpa warkat (scriples trading) mulai diaplikasikan di pasar modal indonesia </li></ul><ul><li>2002 : BEJ mulai mengaplikasikan perdagangan jarak jauh (remote trading) </li></ul><ul><li>2007 : Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) </li></ul>
  6. 6. Struktur Pasar Modal Indonesia UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal PERUSAHAAN EFEK BAPEPAM - LK BURSA EFEK LKP / LPP MENKEU RI LEMBAGA PENUNJANG PROPESI PENUNJANG PEMODAL EMITEN <ul><li>Penjamin Emisi </li></ul><ul><li>Perantara Pedagang efek </li></ul><ul><li>Manajer Investasi </li></ul><ul><li>Biro Adm. Efek </li></ul><ul><li>Kustodian </li></ul><ul><li>Wali Amanat </li></ul><ul><li>Pemeringkat Efek </li></ul><ul><li>Akuntan </li></ul><ul><li>Konsultan Hukum </li></ul><ul><li>Penilai </li></ul><ul><li>Notaris </li></ul><ul><li>Domestik </li></ul><ul><li>Asing </li></ul><ul><li>Perusahan Publik </li></ul><ul><li>Reksa Dana </li></ul>
  7. 7. Struktur Organisasi BEI <ul><li>Dewan Komisaris </li></ul><ul><li>Komisaris Utama I Nyoman Tjager </li></ul><ul><li>Komisaris Mustofa </li></ul><ul><li>Komisaris Chaerudin Berlian </li></ul><ul><li>Komisaris johnny Darmawan </li></ul><ul><li>Komisaris Felix oentung soebagjo </li></ul>
  8. 8. Dewan Direksi <ul><li>Direktur Utama </li></ul><ul><li>Direktur Penilaian Perusahaan </li></ul><ul><li>Direktur Perdagangan & pengaturan Anggota Bursa </li></ul><ul><li>Direktur Pengawasan transaksi & kepatuhan </li></ul><ul><li>Direkrur Pengembangan </li></ul><ul><li>Direktur Teknologi informasi & manajemen risiko </li></ul><ul><li>Direktur Keuangan & sumber Daya Manusia </li></ul>
  9. 9. Divisi <ul><li>Direktorat Utama </li></ul><ul><li>1. Sekretaris Perusahaan </li></ul><ul><li>2. Divisi hukum </li></ul><ul><li>3. Satuan Pemeriksa Internal </li></ul>
  10. 10. Direktorat Penilaian Perusahaan <ul><li>Divisi Penilaian Perusahaan sektor riil </li></ul><ul><li>Divisi perilaian Perusahaan sektor jasa </li></ul><ul><li>Divisi penilaian Perusahaan surat Utang </li></ul>
  11. 11. Direktorat Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa <ul><li>Divisi Perdagangan saham </li></ul><ul><li>Divisi Perdagangan surat utang dan derivatif </li></ul><ul><li>Divisi keanggotaan </li></ul>
  12. 12. Direktorat Pengawasan transaksi & kepatuhan <ul><li>Divisi Pengawasan transaksi </li></ul><ul><li>Divisi kepatuhan anggota bursa </li></ul>
  13. 13. Direktorat pengembangan <ul><li>Divisi Riset </li></ul><ul><li>Divisi Pengembangan Usaha </li></ul><ul><li>Divisi Pemasaran </li></ul><ul><li>Clief economist </li></ul>
  14. 14. Direktorat Teknologi Informasi & Manajemen Risiko <ul><li>Divisi Operasional teknologi informasi </li></ul><ul><li>Divisi Pengembangan solusi bisnis teknologi informasi </li></ul><ul><li>Divisi Manajemen Risiko </li></ul>
  15. 15. Direktorat Keuangan & Sumber Daya Manusia <ul><li>Divisi Keuangan </li></ul><ul><li>Divisi Sumber Daya manusia </li></ul><ul><li>Divisi Umum </li></ul>
  16. 16. Peran Pasar Modal <ul><li>A).Pasar Modal, merupakan wahana pengalokasian dana secara efisien.Investor dapat melakukan investasi pada beberapa perusahaan melalui pembelian efek-efek yang baru ditawarkan ataupun yang diperdagangkan dipasar modal .sebaliknya perusahaan dapat memperoleh dana yang dibutuhkan dengan menawarkan instrumen keuangan jangka panjang melalui pasar modal tersebut </li></ul><ul><li>B)Pasar modal sebagai alternatif investasi, pasar modal memudahkan alternatif berinvestasi dengan memberikan keuntungan dengan sejumlah risiko </li></ul><ul><li>C) Peningkatan Aktivitas Ekonomi Nasional, Dengan keberadaan pasar modal`perusahaanakan lebih mudah memperoleh dana, sehingga akan mendorong perekonomian nasional menjadi lebih maju, yang selanjutnya akan menciptakan kesempatan kerja yang luas serta meningkatkan pajak pemerintah </li></ul>
  17. 17. Manfaat Pasar Modal <ul><li>Jumlah dana yang dihimpun berjumlah besar </li></ul><ul><li>Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai </li></ul><ul><li>Manajemen lebih leluasa dalam pengelolaan dana maupun perusahaan </li></ul><ul><li>Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan </li></ul><ul><li>Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi lebih kecil </li></ul>
  18. 18. Manfaat Pasar Modal bagi Investor <ul><li>Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi.peningkatan tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai capital gain </li></ul><ul><li>Memperoleh dividen bagi mereka yang memiliki/memegang saham dan bunga yang mengambang bagi pemegang obligasi </li></ul><ul><li>Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang mengurangi risiko </li></ul>
  19. 19. Penjelasan <ul><li>Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk mempertemukan penawaran jal dan beli efek, pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. </li></ul><ul><li>LKP (Lembaga Kliring penjaminan), adalah pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa, yaitu kontrak yang dibuat oleh anggota bursa efek (perantara pedagang efek yang telah memperoleh ijin usaha dari bapepam.Di indonesia dilakukan oleh PT.Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) </li></ul><ul><li>LPP (Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian),adalah pihak yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral bagi bank kustodian, perusahaan efek, dan pihak lain </li></ul>
  20. 20. Perusahaan Efek <ul><li>Penjamin Emisi, adalah pihak yang membuat kontrak dengan emiten untuk melakukan perdagangan umum bagi kepentingan emiten dengan atau tanpa kewajiban membeli sisa efek yang tidak terjual </li></ul><ul><li>Perantara pedagang efek,adalah pihak yang melakukan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain </li></ul><ul><li>Manajer investasi,adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek atau portoolio investasi kolektif </li></ul>
  21. 21. Lembaga Penunjang <ul><li>Biro Administrasi Efek,adalah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.Kegiatan usaha sebagai kustodian ini dapat diselenggarakan oleh LPP, perusahaan efek atau bank umum yang telah mendapat persetujuan bapepam </li></ul><ul><li>Kustodian, adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek dan jasa lain, termasuk menerima deviden,bunga dan hal-hal lainnya, menyelesaiakan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya </li></ul><ul><li>Wali Amanat, adalah Pihak yang mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat utang.Hal ini bisa dilakukan oleh bank umum yang telah terdaftar di bapepam sbg wali amanat </li></ul><ul><li>Pemeringkat Efek, adalah pihak yang menerbitkan peringkat-peringkat bagi surat utang.yaitu PT Pefindo dan PT.Kasnic Duff & phelps credit rating indonesia </li></ul>
  22. 22. Profesi penunjang <ul><li>Akuntan,adalah pihak yang memberikan pendapat atas kewajaran dalamsemua hal yang materiil,posisi keuangan, hasil usaha,serta arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum </li></ul><ul><li>Konsultan hukum, merupakan ahli dalam bidang hukum yang memberikan dan menandatangani pendapat hukum mengenai emisi dan atau emiten </li></ul><ul><li>Penilaiadalah pihak yang melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan </li></ul><ul><li>Notaris,adalah pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam UU no.30 th 2004 tentang jabatan notaris </li></ul>
  23. 23. Emiten <ul><li>Perusahaan publik,adalah perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang kurangnya tiga milyar rupiah atau suatu jumlah pemegang saham dan jumlah modal disetor yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah </li></ul><ul><li>Reksa dana,adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. </li></ul>

×