Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tasawuf

587 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Tasawuf

  1. 1. A. Pengertian Tasawuf  Harun Nasution menyebutkan lima istilah yang berkenaan dengan tasawuf, yaitu : 1. ahl al-suffah (orang yang ikut pindah dengan Rasulullah saw. Dari Mekah ke • Madinah.) 2. saf (barisan) • 3. sufi (suci) • 4. sophos (kebijaksanaan) • 5. suf ( kain wol) • Dengan demikian, dapat dipahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu • memelihara kesucian diri, beibadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan, dan selalu bersikap bijaksana. Sikap jiwa yang demikian itu pada hakikatnya adalah akhlak yang mulia.  Ada tiga sudut pandang yang digunakan para ahli untuk mendefinisikan tasawuf, yaitu sudut pandang manusia sebagai makhluk terbatas, manusia sebagai makhluk yang harus berjuang, dan manusia sebagai makhluk yang bertuhan.  Tasawuf adalah bidang kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan mental rohaniah agar selalu dekat dengan Allah. Inilah hakikat tasawuf. •
  2. 2. B. Sumber Ajaran Tasawuf  Tasawuf bersumber pada ajaran islam karena dipraktikkan oleh Nabi Muhammmad saw. Dan para sahabat. Semua itu dapat dilihat dari azas-azas yang diterapkan, yaitu berdasarkan Al-Qur’an dan sunah.  Unsur kehidupan tasawuf mendapat perhatian yang cukup besar dari sumber sejarah Islam, yakni Al-Qur’an dan sunah serta praktik kehidupan Nabi dan para sahabatnya. Dengan demikian, tidak benar apa yang dikemukakan oleh para cendekiawan bahwa dalam tasawuf terdapat urusan Nasrani, Yunani, Hindu-Budha, dan Persia
  3. 3. C. Maqamat dalam Tasawuf Maqamat berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat orang berdiri atau pangkal mulia. Sedangkan menurut menurut istilah Maqamat berarti jalan panjang yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada dekat dengan Allah swt. Maqamat dalam tasawuf adalah zuhud, taubah, wara’, kekafiran, sabar, tawakal, dan rida. 1. Zuhud Zuhud berarti tidak ingin terhadap sesuatu yang bersifat kedunian. 2. Tobat Tobat menurut kalangan sufi adalah memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan disertai janji yang sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. 3. Wara’ Dalam pengertian sufi wara’ adalah meninggalkan segala yang di dalamnya terdapat keragu-raguan antara halal dan haram (syubhat).
  4. 4. 4. Kefakiran Dalam pandangan sufi, fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang menjadi hak kita, tidak memandang rezeki dan kecuali hanya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban. 5. Sabar Di kalangan para sufi, sabar terdiri atas sabar dalam menjalankan perintahperintah Allah, sabar dalam menjauhi segala larangan-Nya, dan sabar dalam menerima segala cobaan yang ditimpahkan-Nya kepada diri kita. 6. Tawakal Tawakal adalah penyerahan diri seseorang hamba kepada Allah swt. 7. Rida Rida berarti berarti rela, suka, atau senang. Harun Nasution mengatakan bahwa rida berarti tidak berusaha, tidak menentang qada dan qadar Allah, menerima qada dan qadar dengan hati senang, mengeluarkan perasaan benci dari hati, merasa senang menerima malapetaka, sebagaimana merasa senang menerima nikmat, tidak meminta surga Allah, dan tidak meminta dijauhkan dari neraka, tidak berusaha sebelum turunnya qada dan qadar, serta tidak merasa pahit dan sakit sesudah turunnya qada dan qadar.

×