Fisika

804 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
804
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
42
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fisika

  1. 1. FISIKA Hambatan Dan Arus Listrik LPP AZZAHRA INSTITUTE
  2. 2. Pengertian Hambatan Listrik Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: R = V/I di mana V adalah tegangan dan I adalah arus. Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R). Bahan yang digunakan untuk hambatan listik adalah resistor
  3. 3. ARUS LISTRIK
  4. 4. Gerakan muatan – muatan listrik dalam suatu rangkaian listrik
  5. 5. Hukum Ohm Hukum ohm digunakan untuk menentukan hubungan arus listrik dan tegangan dalam sebuah hambatan. Hukum ohm sendiri berbunyi: “Kuat arus yang melalui penghantar sebanding dengan beda potensial pada kedua ujung penghantar”. Misalnya pada sebuah rangkaian yang terdiri lampu dan baterai, lampu yang dinyalakan dengan satu buah baterai akan menyala redup, dengan tiga baterai lebih terang, karena arus yang mengalir lebih besar. Jadi semakin besar beda potensial semakin besar pula arus listrik yang dihasilkan Nilai perbandingan beda potensial dengan arus listrik yang mengalir merupakan nilai resistansi (hambatan) yang dimiliki oleh penghantar dan nilainya tetap. Secara matematis hukum ohm dapat ditulis : V=I.R V = beda potensial, satuan volt (V) I = kuat arus listrik, satuan ampere (A) R = hambatan listrik, satuan ohm (W) Satuan hambatan listrik yang lebih besar dinyatakan dalam kilo ohm (kW) atau mega ohm (MW). 1 kilo ohm = 103 ohm 1 mega ohm = 106 ohm
  6. 6. Hukum I Kirchoff Hukum I Kirchoff digunakan untuk Menghitung Kuat Arus pada Rangkaian tidak Bercabang Hukum kirchoff berbunyi: “Pada rangkaian listrik tak bercabang, kuat arus di setiap titik pada rangkaian sama besar”. Hukum kirchoff untuk arus listrik bercabang berbunyi: “jumlah kuat arus yang masuk pada titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan tersebut”. Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum I Kirchoff. Secara matetatis dapat ditulis : Imasuk = Ikeluar
  7. 7. 1. Rangkaian Resistor Seri Resistor yang disusun seri selalu menghasilkan resistansi yang lebih besar. Pada rangkaian seri, arus yang mengalir pada setiap resistor sama besar. R1, R2, dan R3 disusun secara seri, resistansi dari gabungan R1, R2, dan R3 dapat diganti dengan satu resistor pengganti yaitu Rs. Resistor yang dirangkai secara seri mempunyai nilai pengganti, yang besarnya dapat dirumuskan: Jika semua nilai R yang disusun sama, dapat ditulis: Rs = R1+ R2 + R3 + .... + Rn dengan n banyaknya R yang disusun.
  8. 8. 2. Rangkaian Resistor Paralel Resistor yang disusun secara paralel selalu menghasilkan resistansi yang lebih kecil. Pada rangkaian paralel arus akan terbagi pada masingmasing resistor pada masing-masing resestor, tetapi tegangan pada ujung-ujung resistor sama besar. Pada rangkaian fresestor disamping untuk R1, R2, dan R3 disusun secara paralel, resistansi dari gabungan R1, R2, dan R3 dapat diganti dengan satu resistor pengganti yaitu Rp. Resistor yang dirangkai secara paralel mempunyai nilai pengganti, yang besarnya dapat dirumuskan: 1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + .... + 1/Rn Jika semua nilai R yang disusun sama besar, maka resistor penggantinya dapat ditulis: Rp = R / n dengan n banyaknya R yang disusun.
  9. 9. SOAL DAN PEMBAHASAN
  10. 10. 1 Jika besar kuat arus I = 10 ampere, I1 = I3 = 3 ampere. Hitung besar kuat arus I2.....
  11. 11. Pembahasan No . 1 Diketahui: I = 10 A I1 = I 3 = 3 A Ditanyakan: I2 = ........ ? Dijawab: I1 = I 2 + I3 + I 4 10 = 3 + I2 + 3 10 = 6 + I2 I2 = 4 Jadi besar kuat arus listrik yang mengalir pada I2 adalah 4 ampere.
  12. 12. 2 Hitung nilai resistor pengganti dari ketiga resistor yang dirangkai seperti di bawah ini !
  13. 13. Pembahasan No.2 Diketahui: R1 = 2 ohm R2 = 4 ohm R3 = 3 ohm Ditanyakan: Rs = ........ ? Dijawab : Rs = R1+ R2 + R3 Rs = 2 + 4 + 3 Rs = 9 Jadi nilai resistor pengganti adalah 9 ohm
  14. 14. 3 Bila ampere meter menunjuk skala 0,6 A, maka nilai yang terukur pada volmeter adalah ... 4 ohm E A 3 ohm 8 ohm
  15. 15. Pembahasan No.3 Diketahui : R1 = 3ohm, R2 =4ohm, R3=8ohm . I = 0,6 A Ditanya : V...? Jawab =
  16. 16. 4 Berapa besar hambatan pengganti dari gambar divawah ... 150 ohm 10 ohm 75 ohm
  17. 17. Pembahasan No.4 Hambatan seri = 10 ohm Hambatan pararel :
  18. 18. 5 Sebuah bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu rumah tangga tersebut adalah 220 Volt, dan arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah 10 ampere, berapakah hambatan pada lampu tersebut, hitunglah? Penyelesaian : dik : V = 220 Volt I = 10 Amper Dit : hambatan…………….? Jawab : R = V/I R = 220/10 = 22 ohm Jadi hambatan yang mengalir adalah 22 ohm
  19. 19. THANKS FOR YOUR ATTENTION

×