Sistem Informasi kesehatanPusat Data dan InformasiKementerian Kesehatan RI
UNDANG-UNDANG RI            NOMOR 36 TAHUN 2009             TENTANG KESEHATAN               BAB IV     TANGGUNG JAWAB PEME...
UU No 36 Th 2009 tentang Kesehatan                     BAB XIV               INFORMASI KESEHATAN                         P...
Kebijakan Pengembangan SIK Nasional•   VISI•   Terwujudnya sistem informasi kesehatan terintegrasi dalam mendukung    pros...
PRINSIP1. Pemanfaatan TIK (ehealth)     1. Untuk mendukung proses pencatatan data sehingga dapat meningkatkan        akura...
INTEGRASI DAN STANDARISASI SIK• Pengintegrasian sistem-sistem informasi yang ada   – Berupa pembagian tugas, tanggung jawa...
• Strategi Nasional (RoadMap)  Pengembangan SIK disusun  berdasarkan hasil assessment  SIK tahun 2007• Assessment SIK meng...
PermasalahanSistem Informasi Kesehatan (SIK)Governance            Fragmentasi        Demand adopsi          e Health
Permasalahan SIK• Governance                                      Fragmentasi  – Belum ada standar atau    pedoman  – Belu...
Permasalahan SIK             • FragmentasiGovernance     – Sistem yang berbeda beda;                 Programs, Kab/Kota/Pr...
Permasalahan SIK Governance                     Fragmentasi• Demand adopsi eHealth karena  – Kebutuhan data secara elektro...
Kondisi saat ini• 600+ Jumlah Indikator yg harus dilaporkan tiap      negara berkembang per tahun• 12+      Jumlah Databas...
Jumlah Indikator   Area Program • 102             Kesehatan Anak • 15              Kesehatan Jiwa • 148             Keseha...
Standar dan regulasi untuk mencapai       pengambilan keputusan berbasis bukti      (Evidence based decision making proces...
ALUR DATASISTEM INFORMASI KESEHATAN (SIK)                       SET DITJEN     DITJEN               ITJEN   BADAN         ...
Komite Ahli dan Team Perumus SIK           23 Sept 2011
Blue Print Pengembangan TIK pada Sistem                Kesehatan di IndonesiaNo      Area          Sistem           Metode...
Standarisasi•   Menjadi dasar bagi Pemerintah untuk mengetahui kebutuhan saat ini dan    mendatang serta memetakan kebutuh...
Standarisasi Reporting SystemSIKDA Generik (tdd Sist Informasi Puskesmas + RS)  – Kementerian Kesehatan mengembangkan soft...
Highlight Aktivitas dalamRoadmap untuk pengembangan            Manual - 138         kab/kota DBK/DTPK       Manual - Lainn...
E Health• Komputerisasi Sistem Informasi Kesehatan.• Dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi  SIK bila ada prosedur m...
Menjawab Demand Adopsi eGov
1. Mortality Analysis 1. Mortality Analysis      ..                           6 Service Availability                      ...
TANTANGAN• Hasil Assessment 2007 :• Hasil Assessment 2012 :
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMENVital dari manajemen  setiap keputusan yang diambil akanmenentukan bagaimana sebuah ...
2. Model Klasik Berdasarkan asumsi ekonomi rasional dan keyakinan tentang seperti apakah seharusnya keputusan yang ideal i...
3. Model administrative Model administrative asumsi-asumsi ini berfokus pada faktor- faktor di organisasi yang mempengaruh...
4. Model PolitikModel politik ini sangat berguna :• dalam pengambilan keputusan yang tidak terprogram• ketika situasi-situ...
LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGAMBIL             KEPUTUSAN1. Pengenalan syarat-syarat sebuah keputusan2. Diagnosis dan analisis...
1. PENGENALAN SYARAT-SYARAT SEBUAH               KEPUTUSANSyarat-syarat dalam bentuk masalah.• Sebuah masalah muncul ketik...
2. DIAGNOSIS DAN ANALISIS SEBAB-AKIBATDiagnosis adalah menganalisis fator-faktor sebab akibat   pentingyang berhubungan de...
3. PENGEMBANGAN ALTERNATIF• Untuk keputusan yang terprogram, alternatif-  alternatif bisa dengan mudah dikenali dan bahkan...
4. PEMİLİHAN ALTERNATİF YANG DİKEHENDAKİAlternatif yang terbaik adalah• Yang solusinya paling sesuai dengan tujuan dan nil...
5. PENERAPAN ALTERNATİF TERPİLİH• Tahap dimana kemampuan manajerial,  administrative, dan tahap persuasive yang  dimiliki ...
6. EVALUASI DAN UMPAN BALIK• Para pengambil keputusan akan:   – mendapatkan informasi tentang seberapa baiknya     mereka ...
GAYA PENGAMBİLAN KEPUTUSAN1. Gaya Direktif•   Digunakan oleh orang-orang yang lebih memilih solusi masalah yang    sederha...
JENIS-JENIS KEPUTUSAN• Keputusan merupakan pilihan yang dibuat dari alternatif-  alternatif yang ada.• Keputusan merupakan...
Manajer Mengambil Keputusan yang Salah ?1. Terpengaruh oleh kesan pertama   Ketika sedang memikirkan atau mempertimbangkan...
Manajer Mengambil Keputusan yang Salah ? .....4. Mempertahankan status quo   Manajer mungkin mendasarkan keputusannya pada...
PENGAMBİLAN KEPUTUSAN KELOMPOK YANG INOVATİFBeberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengambilankeputusan kelompok yang ...
PENGAMBİLAN KEPUTUSAN KELOMPOK YANG INOVATİF.....c. Hindari Groupthink• Kecenderungan anggota kelompok untuk tidak menguta...
Sekian    DanTerima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kebijakan pusdatin 2012

2,217 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,217
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
208
Actions
Shares
0
Downloads
101
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kebijakan pusdatin 2012

  1. 1. Sistem Informasi kesehatanPusat Data dan InformasiKementerian Kesehatan RI
  2. 2. UNDANG-UNDANG RI NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN BAB IV TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH Pasal 17(1)Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
  3. 3. UU No 36 Th 2009 tentang Kesehatan BAB XIV INFORMASI KESEHATAN Pasal 168(1)Untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan.(2)Informasi kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui sistem informasi dan melalui lintas sektor.(3)Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
  4. 4. Kebijakan Pengembangan SIK Nasional• VISI• Terwujudnya sistem informasi kesehatan terintegrasi dalam mendukung proses manajemen kesehatan.• MISI• (1) Memperkuat sumber daya sistem informasi kesehatan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi• (2) Memperkuat indikator kesehatan agar dapat menggambarkan derajat kesehatan masyarakat• (3) Memperkuat sumber data dan membangun jejaringnya dengan semua pemangku kepentingan termasuk swasta dan masyarakat• (4) Meningkatkan pengelolaan data kesehatan yang meliputi pengumpulan, penyimpanan, dan analisis data, serta diseminasi informasi• (5) Memperkuat kualitas data kesehatan dengan menerapkan jaminan kualitas dan sistem pengendaliannya• (6) Meningkatkan penggunaan data dan informasi untuk penyelenggaraan upaya kesehatan yang efektif dan efisien serta untuk mendukung tata kelola kepemerintahan yang baik.
  5. 5. PRINSIP1. Pemanfaatan TIK (ehealth) 1. Untuk mendukung proses pencatatan data sehingga dapat meningkatkan akurasi data dan kecepatan dalam ketersediaan data untuk diseminasi informasi 2. juga digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses kerja sehingga dapat memperkuat transparansi ....2. Keamanan dan kerahasiaan data – Sistem informasi harus dapat menjamin keamanan dan kerahasiaan data3. Standarisasi – Standarisasi sistem elektronik untuk mewujudkan sistem informasi terintegrsi melalui penyediaan protokol pertukaran data dan standar interoperabilitas antar sistem4. Integrasi – Sistem informasi dapat mengintegrasikan berbagai macam sumber data, termasuk pula dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)5. Kemudahan akses – Data dan informasi yang tersedia mudah diakses oleh semua pemangku kepentingan secara terpusat6. Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi (Platform elektronik) – Sistem informasi yang dikembangkan akan berbasis data disaggregate dari fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga sistem berbasis elektronik sangat dibutuhkan.
  6. 6. INTEGRASI DAN STANDARISASI SIK• Pengintegrasian sistem-sistem informasi yang ada – Berupa pembagian tugas, tanggung jawab dan otoritas-otoritas, serta mekanisme saling-hubung – Standarisasi• Pengembangan protokol pertukaran data dan interoperabilitas• Pengembangan standar struktur database• Pengembangan data warehouse• Integrasi sistem informasi  model baru SIK
  7. 7. • Strategi Nasional (RoadMap) Pengembangan SIK disusun berdasarkan hasil assessment SIK tahun 2007• Assessment SIK menggunakan HMN Assessment tool ver 1.97• Stakeholders – Depkes – BPS – BKKBN Indonesia – Depdagri – Depkominfo – WHO, donor agencies, dll – Dinkes Provinsi (6 prov)
  8. 8. PermasalahanSistem Informasi Kesehatan (SIK)Governance Fragmentasi Demand adopsi e Health
  9. 9. Permasalahan SIK• Governance Fragmentasi – Belum ada standar atau pedoman – Belum ada road map – Pengembangan SIK di tk prop/kab/kota tidak terkendali Demand adopsi eHealth – Vendor & DinKes menunggu arahan KemenKes
  10. 10. Permasalahan SIK • FragmentasiGovernance – Sistem yang berbeda beda; Programs, Kab/Kota/Prov, Donor – Survey di NTB: >300 laporan/thn, 8 macam software Demand – Terlalu banyak sistem: adopsi • Petugas tidak konsentrasi  asal entry eHealth • Tiap sistem berbeda data base  tidak connect • Beban administrasi terlalu tinggi
  11. 11. Permasalahan SIK Governance Fragmentasi• Demand adopsi eHealth karena – Kebutuhan data secara elektronik – Kebutuhan penggunaan TIK di tempat pelayanan – TIK bisa memastikan input data hanya 1 kali – Dengan TIK data lebih akurat dan komunikasi cepat – Lebih Hemat Sumber daya (beban administrasi <<) – Proses kerja efisien & transparan
  12. 12. Kondisi saat ini• 600+ Jumlah Indikator yg harus dilaporkan tiap negara berkembang per tahun• 12+ Jumlah Database untuk program HIV/ AIDS dalam 1 negara, tidak connect.• 16+ Form Laporan bulanan yang harus dikerjakan seorang perawat yang bekerja di rural clinic di low income country• 100 cm Lebar register di klinik ARV/PMTCT/TB services• 860 Pertanyaan dalam DHS standard
  13. 13. Jumlah Indikator Area Program • 102 Kesehatan Anak • 15 Kesehatan Jiwa • 148 Kesehatan Reproduksi • 292 Kesehatan Remaja • 98 Pengobatan essential • 142 HIV/AIDS
  14. 14. Standar dan regulasi untuk mencapai pengambilan keputusan berbasis bukti (Evidence based decision making process)1. Assessment SIK2. NSPK (Pedoman) SIK Steering S3. Roadmap SIK Committee E C Team R HMN Perumus E guidelines T A POKJA POKJA R I4. Peraturan Pemerintah POKJA A T tentang SIK E STAKEHOLDERS
  15. 15. ALUR DATASISTEM INFORMASI KESEHATAN (SIK) SET DITJEN DITJEN ITJEN BADAN JEN Ditjen Ditjen Setjen Itjen Badan PUSDATIN Pusdatin TERINTEGRASI RS DINKES PROV Dinkes Prov MENUJU SIKDA RS GENERIK DINKES KAB Dinkes Kab RSTERFRAGMENTASI Pusk PUSKESMAS LSM Swasta
  16. 16. Komite Ahli dan Team Perumus SIK 23 Sept 2011
  17. 17. Blue Print Pengembangan TIK pada Sistem Kesehatan di IndonesiaNo Area Sistem Metode Infrastruktur Standar Waktu1. Manajemen Pencatatan dan Laporan National Data • Data Set Minimal 2009-2012 Kesehatan Pelaporan elektronik Warehouse • Protokol Pertukaran terintegrasi data (Reporting system)2. Pelayanan Transfer data Teleconsultation Regional/Prov • Protokol Pertukaran 2012-2014 Kesehatan pasien Teleradiology Data data (Transactional mHealth Warehouse • Health Data Dictionary system) • Master Patient Index
  18. 18. Standarisasi• Menjadi dasar bagi Pemerintah untuk mengetahui kebutuhan saat ini dan mendatang serta memetakan kebutuhan tehnis.• Menjadi platform yang memfasilitasi upaya pengembangan kerja sama lintas sektor• Memungkinkan penggunaan tehnologi yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan lokal.• Dapat membandingkan pengetahuan kesehatan antar system, daerah sehingga Sistem Informasi Kesehatan menjadi praktis dan dapat diimplementasikan• Dapat menghubungkan fasilitas (transfer data) dengan kemampuan yang berbeda (Rumah sakit besar dengan klinik di daerah terpencil)• Teridentifikasi kerangka kerja tehnis sehingga berbagai aktor dapat berkoordinasi melalui pertukaran data
  19. 19. Standarisasi Reporting SystemSIKDA Generik (tdd Sist Informasi Puskesmas + RS) – Kementerian Kesehatan mengembangkan software gratis (free ware), dapat diintegrasikan dg software yg ada/yg akan dikembangkan – Fase 1: Menampung proses kerja di Puskesmas & DinKes (80% dr data kesehatan) • Termasuk pelaporan sektor swasta • Farmasi • Dokter, bidan Koneksi ke Bank data kesehatan (data individu) – Fase 2: Menampung proses kerja di RS (bekerja sama dengan Dit Jen BUK)
  20. 20. Highlight Aktivitas dalamRoadmap untuk pengembangan Manual - 138 kab/kota DBK/DTPK Manual - Lainnya Bank Data Nasional Komputerisasi Kirim data individu Komputerisasi Global Fund (2 th) Kirim data individu USD 2 mil - Training, APBN / APBD pendampingan Software gratis USD 0.9 mil – (32 Dana utk Kab/kota) Hardware & Pengadaan Implementasi hardware
  21. 21. E Health• Komputerisasi Sistem Informasi Kesehatan.• Dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi SIK bila ada prosedur manual yang tertata baik.
  22. 22. Menjawab Demand Adopsi eGov
  23. 23. 1. Mortality Analysis 1. Mortality Analysis .. 6 Service Availability 6 Service Availability 11. Equity Analyses (ANACoD) And Readiness And Readiness 11. Equity Analyses (ANACoD) Assessments (SARA) Assessments (SARA) 2. National Burden of 2. National Burden of 12. Health Dispar 12. Health Dispar Disease (NBD) 7. Child Mortality 7. Child Mortality ities Calculator ities Calculator Disease (NBD) Estimation (CME) Estimation (CME) (HD Calc) (HD Calc) 3. Routine Data 3. Routine Data Quality Assessment Quality Assessment 8. Tuberculosis 8. Tuberculosis 13. Health Progress and 13. Health Progress and (RDQA) (RDQA) Estimation Estimation Systems Performance Systems Performance Workbook (TB) Workbook (TB) Review (HPSPR) ) Review (HPSPR 4. Data Quality Assess 4. Data Quality Assess Ment And Adjust Ment And Adjust 9. Maternal Mortality 14. Policy Analysis: 9. Maternal Mortality 14. Policy Analysis: ment (DQAA) ment (DQAA) Assessment Assessment From theory From theory (MMR) (MMR) to practice to practice 5. Health Expenditure 5. Health Expenditure Tracking via National Tracking via National 10. Lives Saved Tool 15. Communication 15. Communication Health Accounts (NHA) ) 10. Lives Saved Tool Health Accounts (NHA (LiST) (LiST) of Data of Data
  24. 24. TANTANGAN• Hasil Assessment 2007 :• Hasil Assessment 2012 :
  25. 25. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMENVital dari manajemen  setiap keputusan yang diambil akanmenentukan bagaimana sebuah organisasi dapat menyelesaikanmasalahnya, mengerahkan sumber daya yang dimilikinya, danmencapai tujuan-tujuannyaBagaimana anda mengambil keputusan ?1. Secara Otomatis
  26. 26. 2. Model Klasik Berdasarkan asumsi ekonomi rasional dan keyakinan tentang seperti apakah seharusnya keputusan yang ideal itu. Empat asumsi yang menggaris bawahi model ini adalah sbb : 1. Pembuat keputusan berusaha untuk mencapai tujuan yang diketahui dan disepakati. 2. Pembuat Keputusan berusaha untuk kondisi kepastian. Semua alternatif dihitung. 3. Kriteria untuk mengevaluasi alternatif diketahui. 4. Pembuat keputusan rasional dan menggunakan logika untuk memberikan nilai, mencoba untuk memaksimalkan tujuan organisasi.
  27. 27. 3. Model administrative Model administrative asumsi-asumsi ini berfokus pada faktor- faktor di organisasi yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakuan oleh individu. Asumsi tersebut yaitu: 1. Tujuan dari pengambilan keputusan sering kali tidak jelas, bertentangan, dan kurang adanya konsensus di antara para manajer. 2. Prosedur rasional tidak selalu digunakan 3. Pencarian untuk alternatif terbatas karena manusia, informasi dan keterbatasan sumber daya. 4. Sebagian besar manajer akhirnya melakukan pemuasan dari pada mencari solusi yang paling baik
  28. 28. 4. Model PolitikModel politik ini sangat berguna :• dalam pengambilan keputusan yang tidak terprogram• ketika situasi-situasinya tidak jelas,• informasinya terbatas,• adanya konflik antara manajer tentang tujuan yang akan dicapai atau tindakan apa yang akan dilakukan.Model politik dimulai dengan empat asumsi dasar, yaitu : 1. Organisasi terdiri dari beragam kepentingan 2. Informasi ambigu dan tidak lengkap 3. Manajer tidak memiliki sumber daya untuk mengidentifikasi semua dimensi masalah 4. Manajer terlibat dalam mendorong dan menarik perdebatan untuk menentukan tujuan dan alternatif
  29. 29. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN1. Pengenalan syarat-syarat sebuah keputusan2. Diagnosis dan analisis sebab akibat3. Pengembangan alternatif4. Pemilihan alternatif yang dikehendaki.5. Penerapan alternatif terpilih6. Evaluasi dan umpan balik
  30. 30. 1. PENGENALAN SYARAT-SYARAT SEBUAH KEPUTUSANSyarat-syarat dalam bentuk masalah.• Sebuah masalah muncul ketika pencapaian organisasi kurang dari tujuan yang telah ditentukan.Syarat-syarat dalam bentuk peluang• Sebuah peluang muncul ketika manajer melihat pencapaian yang potensial yang melebihi tujuan organisasi saat itu. Manajer melihat kemungkinan untuk meningkatkan kinerja diatas kinerja kerja yang selama ini telah dilakukan.
  31. 31. 2. DIAGNOSIS DAN ANALISIS SEBAB-AKIBATDiagnosis adalah menganalisis fator-faktor sebab akibat pentingyang berhubungan dengan situasi yang penting  menanyakanserangkaian pertanyaan untuk menspesifikasikan sebab-sebabpenting, antara lain : – Keadaan tidak seimbang seperti apakah yang mempengaruhi kita ? – Kapankah masalah ini terjadi ? – Dimanakah masalah ini terjadi ? – Bagaimanakah masalah ini bisa muncul ? – Pada siapakah masalah ini terjadi ? – Apakah kegentingan-kegentingan dari masalah ini ? – Adakah hubungan dari peristiwa ini dengan peristiwa lainnya? – Apakah akibat yg timbul dari masalah ini ?
  32. 32. 3. PENGEMBANGAN ALTERNATIF• Untuk keputusan yang terprogram, alternatif- alternatif bisa dengan mudah dikenali dan bahkan biasanya sudah tersedia dalam peraturan dan prosedur organisasi.• Untuk keputusan yang tidak terprogram mengharuskan adanya pengembangan tindakan baru yang akan dapat menjawab kebutuhan  satu atau dua solusi  penelitian menunjukkan bahwa membatasi alternatif merupakan sebab utama gagalnya pengambilan keputusan.
  33. 33. 4. PEMİLİHAN ALTERNATİF YANG DİKEHENDAKİAlternatif yang terbaik adalah• Yang solusinya paling sesuai dengan tujuan dan nilai- nilai keseluruhan instansi,• Mencapai hasil yang dikehendaki dengan menggunakan sumber daya paling sedikit.• Risiko dan ketidakpastian paling sedikit.• Mencoba untuk mengukur prospek-prospek menuju sukses.• Dapat mengandalkan intuisi dan pengalaman untuk memperkirakan jika suatu arah tindakan sekiranya akan berhasil.
  34. 34. 5. PENERAPAN ALTERNATİF TERPİLİH• Tahap dimana kemampuan manajerial, administrative, dan tahap persuasive yang dimiliki seorang manajer akan digunakan untuk menjamin bahwa alternative terpilih ini dapat dijalankan.• Kesuksesan alternative terpilih ini akan bergantung pada bisa tidaknya alternative ini diterjemahkan menjadi suatu tindakan
  35. 35. 6. EVALUASI DAN UMPAN BALIK• Para pengambil keputusan akan: – mendapatkan informasi tentang seberapa baiknya mereka menerapkan keputusan yang telah mereka ambil – apakah penerapan ini efektif dalam mencapai tujuan mereka – Umpan balik adalah hal yang penting karena pengambilan keputusan adalah proses yang berkelanjutan dan tidak pernah berakhir. – Umpan balik memberikan informasi pada pengambil keputusan yang nantinya bisa membentuk siklus pengambilan keputusan yang baru.
  36. 36. GAYA PENGAMBİLAN KEPUTUSAN1. Gaya Direktif• Digunakan oleh orang-orang yang lebih memilih solusi masalah yang sederhana dan jelas.  bersifat efisien dan rasional dan memilih untuk mengandalkan peraturan atau prosedur yang ada dalam mengambil keputusan.2. Gaya Analisis• Senang mempertimbangkan solusi yang kompleks berdasarkan data sebanyak mungkin yang dapat mereka kumpulkan.3. Gaya Konseptual• Senang memperhatikan sejumlah besar informasi. Mereka juga lebih berorientasi sosial daripada mereka yang menyukai gaya analisis.4. Gaya Perilaku• Gaya yang digunakan oleh manajer yang memiliki perhatian mendalam terhadap orang sebagai individu.
  37. 37. JENIS-JENIS KEPUTUSAN• Keputusan merupakan pilihan yang dibuat dari alternatif- alternatif yang ada.• Keputusan merupakan proses dalam mengenali masalah- masalah dan peluang-peluang untuk kemudian dipecahkan.Jenis-jenis keputusan ada 2, yaitu :a) Keputusan Terprogram• Keputusan yang diambil untuk menjawab situasi yang sering kali muncul sehingga ketentuan-ketentuan dalam mengambil keputusan dapat dibuat dan diterapkan.b) Keputusan Tidak Terprogram• Keputusan yang diambil untuk menjawab situasi yang unik, sulit dikenali dan sangat tidak terstruktur, serta membawa konsekuensi penting bagi organisasi.
  38. 38. Manajer Mengambil Keputusan yang Salah ?1. Terpengaruh oleh kesan pertama Ketika sedang memikirkan atau mempertimbangkan sebuah keputusan, pikiran sering kali memberikan bobot yang tidak sesuai dengan informasi pertama yang diterimanya.2. Membenarkan keputusan-keputusan yang lalu Banyak manajer yang jatuh ke dalam jebakan dengan membuat pilihan yang membenarkan keputusan- keputusan yang lalu.3. Melihat apa yang akan dilihat Sangatlah penting bagi manajer untuk jujur pada dirinya sendiri tentang motif yang dimilikinya serta penting juga bagi manajer untuk menguji semua bukti yang ada dengan cara menilai yang setara.
  39. 39. Manajer Mengambil Keputusan yang Salah ? .....4. Mempertahankan status quo Manajer mungkin mendasarkan keputusannya pada apa yang telah berhasil dimasa lalu dan gagal mengeksplorisasi pilihan-pilihan baru, menggali informasi tambahan atau menyelidiki teknologi baru.5. Terpengaruh oleh kerangka masalah Respons keputusan manajer dapat dipengaruhi oleh sekadar bagaimana masalah itu disampaikan oleh kata- kata.6. Terlalu percaya diri Sebagian besar orang memandang terlalu tinggi terhadap kemampuannya dalam memperkirakan hasil yang tidak pasti.
  40. 40. PENGAMBİLAN KEPUTUSAN KELOMPOK YANG INOVATİFBeberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengambilankeputusan kelompok yang inovatif yaitu :a. Mulailah dengan curahan gagasan• Setiap orang dapat mengembangkan ide milik orang lain, semua ide dapat diterima meskipun ide tersebut kedengaran gila. Tujuan dari curahan gagasan adalah untuk mengumpulkan ide sebanyak mungkin.b. Terlibat dalam perdebatan yang sengit• Melakukan perdebatan yang sengit mengenai masalah yang ada. Perdebatan yang sengit dapat dipicu dengan salah satu caranya dengan meyakinkan diri bahwa suatu kelompok itu memiliki perbedaan usia dan jenis kelamin, bidang keahlian, tingkat hirearki dan pengalaman kerja.
  41. 41. PENGAMBİLAN KEPUTUSAN KELOMPOK YANG INOVATİF.....c. Hindari Groupthink• Kecenderungan anggota kelompok untuk tidak mengutarakan opini- opini yang bertentangan. Anggota kelompok lebih mementingkan menjaga persatuan kelompok, hasrat untuk selalu harmonis mengalahkan pertimbangan untuk mendapatkan keputusan yang berkualitas, tidak memikirkan permasalahan dan alternative secara realistis.d. Tahu kapan harus gagal• Dalam lingkungan yang bergerak cepat, manajer yang baik akan berani mengambil risiko dan belajar dari kesalahan, tetapi manajer yang baik juga tidak ragu untuk menghentikan hal yang tidak akan berhasil.
  42. 42. Sekian DanTerima Kasih

×